NaZaMWZcMGZ8LGZ7MGxaNGtaLDcsynIkynwbzD1c

Logika VS Goal

BLANTERLANDINGv101
3034015059065731839

Logika VS Goal

13/02/26
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Semoga kita semua berada dalam lindungan Allah di hari Jumat penuh barokah ini. Aamiin. 

Sahabatku, saya ingin sedikit berbagi kisah masa lalu. Dulu, ketika masih menjadi medical representatif di sebuah perusahaan farmasi, saya pernah melihat seorang pria berlari di tengah hujan deras. Bukan jogging. Bukan pula dikejar anjing. Ia berlari sambil memeluk tas lusuh yang sudah setengah basah. Kakinya terpeleset beberapa kali. Bajunya menempel seperti plastik kresek yang salah fungsi.

Orang normal mungkin akan berteduh. Menunggu hujan reda. Atau minimal mencari ojek pangkalan. Ojek online belum marak waktu itu. 

Tapi pria itu tidak. Ia terus berlari.

Beberapa orang yang melihatnya mungkin akan berkata,“Ngapain sih? Nggak masuk akal.”

Dan memang, secara logika, hal itu tidak masuk akal.

Namun, beberapa saat kemudian saya tahu.  Pria itu berlari menuju rumah sakit. Di dalam tasnya ada obat untuk anaknya yang sedang kejang. Dan mendadak, semua hal yang tadi tampak tidak rasional, berubah menjadi sangat masuk akal.

Kadang, logika memang kalah oleh tujuan. Goal. Outcome. Resolusi. Apa pun namanya. 

Logika adalah navigator yang baik. Logika membantu kita memilih jalan yang aman, efisien, dan terukur. Logika mengajarkan kita menghitung risiko, memperkirakan kemungkinan gagal, dan menjaga kita tetap “waras”.

Namun tujuan? Tujuan adalah bahan bakar!

Dan bahan bakar yang kuat seringkali membuat manusia mampu menembus batas yang sebelumnya dianggap mustahil. On fire!

Lihatlah seorang ibu yang tidak bisa berenang, tiba-tiba meloncat ke sungai demi menyelamatkan anaknya. Secara logika, itu tindakan berbahaya. Bahkan bodoh. Tapi dalam dunia tujuan, itu adalah cinta yang sedang bekerja.

Lihat pula para atlet yang berlatih sampai ototnya robek, lututnya rusak, bahkan kadang kehilangan masa muda mereka. Kalau ditanya secara rasional, mungkin mereka juga tahu risiko yang mereka hadapi. Tapi mereka punya sesuatu yang lebih besar dari rasa sakit: tujuan. Well Formed Outcome kalau kata orang NLP. 

Tujuan seringkali membuat manusia rela menukar kenyamanan dengan perjuangan.

Yang seringkali tidak kita sadari adalah, bahwa kita hampir selalu bergerak mengikuti arah tujuan. Diniatkan atau tidak!

Orang yang tujuan hidupnya hanya ingin dipuji, seringkali rela menjadi orang lain. Ia menyesuaikan diri, menekan diri, bahkan mengkhianati nilai dirinya sendiri, demi satu kalimat: “Kamu hebat.”

Orang yang tujuan hidupnya hanya uang, kadang bersedia menukar waktu, kesehatan, keluarga, bahkan integritas. Bukan karena mereka tidak tahu itu salah, tapi karena tujuan mereka sudah lebih keras berbicara di antara dua telinga mereka dibandingkan logika mereka.

Logika mungkin berkata, “Kalau kamu terus begini, kamu akan lelah.”

Tapi goals yang salah akan berbisik, “Sedikit lagi, sedikit lagi, nanti kamu bahagia.”

Dan manusia sering percaya pada suara yang paling keras, bukan yang paling benar. Apalagi jika suara itu senantiasa terngiang di antara dua telinganya. Little voice namanya. 

Menariknya, sejarah manusia dipenuhi oleh orang-orang yang melakukan hal yang dulu dianggap tidak masuk akal.

Ada orang yang berkata bumi itu bulat, saat mayoritas percaya bumi datar. Ada orang yang ingin terbang seperti burung, saat masyarakat menganggap itu mimpi konyol. Ada orang yang tetap berdakwah meski diolok-olok, dihina, bahkan diancam.

Semua itu dimulai dari tujuan yang lebih besar daripada ketakutan mereka.

Tujuan yang benar bisa membuat manusia melampaui logika yang membatasi. Tapi tujuan yang salah bisa membuat manusia menabrak logika yang melindungi dirinya. 

Sahabatku, yuk perhatikan hidup kita.

Kadang kita bukan tidak kuat. Kadang kita hanya tidak punya alasan yang cukup kuat untuk menjadi kuat.

Banyak orang berkata, “Saya malas olahraga.”

Padahal kalau dokter mengatakan, "Kalau Bapak tidak olahraga, hidup Bapak tinggal enam bulan,” anehnya sepatu olahraga mendadak terasa romantis. Wkwkkw...

Banyak orang berkata, “Saya sulit bangun tahajud.”

Tapi saat seseorang sedang dilanda masalah besar, alarm jam tiga pagi terasa seperti panggilan cinta dari sang kekasih. 

Yang berubah bukan kemampuan. Yang berubah adalah tujuan.

Tujuan itu seperti magnet. Ia menarik perilaku kita, pikiran kita, bahkan emosi kita. Semakin kuat magnetnya, semakin besar ia mampu menggeser logika kenyamanan.

Itulah sebabnya, memiliki tujuan hidup bukan sekadar soal punya mimpi. Tapi soal arah kemana seluruh energi jiwa kita akan mengalir.

Karena manusia itu luar biasa konsisten, terhadap tujuan yang mereka yakini penting.

Dan Sahabatku, pertanyaannya bukan apakah kita punya tujuan.

Semua orang punya.

Pertanyaannya adalah, tujuan itu membawa kita mendekat kepada siapa?

Mendekat kepada versi terbaik diri kita?
Atau mendekat kepada penyesalan yang baru terasa belasan tahun kemudian?

Tujuan yang powerful bukan hanya yang membuat kita sukses. Tapi yang membuat kita tetap utuh. Yang membuat kita bertumbuh tanpa kehilangan nurani. Yang membuat kita kuat tanpa kehilangan kelembutan.

Tujuan yang powerful bukan hanya menjawab, “Saya ingin jadi apa.”

Tapi juga menjawab, “Saya ingin menjadi siapa di hadapan Allah. Dan di hadapan hati saya sendiri.”

Maka mungkin, hari Jumat ini adalah waktu yang baik untuk berhenti sejenak. Duduk. Menarik napas perlahan. Dan bertanya dengan jujur pada diri sendiri…

Tujuan apa yang selama ini sedang menggerakkan hidup saya?

Dan saat seseorang mulai menemukan tujuan yang benar, biasanya ia tidak perlu lagi dipaksa untuk berubah. Ia akan bergerak dengan sendirinya. Perlahan. Tapi pasti.

Karena ketika tujuan menjadi jelas, langkah kaki seringkali menemukan jalannya sendiri.

Dan mungkin, tanpa harus sadar, Anda mulai merasakan keinginan kecil untuk menata ulang arah perjalanan hidup Anda. Anda memilih tujuan yang bukan hanya besar, tapi juga bermakna. Dan menenangkan jiwa.

Karena tujuan yang tepat, bukan hanya membuat kita sampai. Tapi juga membuat perjalanan terasa layak untuk dijalani.

Salam Jumat berkah

Semoga bermanfaat 

Tabik
-dewahipnotis- 



BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang