NaZaMWZcMGZ8LGZ7MGxaNGtaLDcsynIkynwbzD1c

Tahu Diri & Tahu Batas

BLANTERLANDINGv101
3034015059065731839

Tahu Diri & Tahu Batas

16/01/26

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Di hari Jumat penuh berkah ini, izinkan saya berbagi sesuatu yang sederhana. 

Sahabatku, pernahkah Anda melihat kucing mengejar bayangannya sendiri di dinding?
Kucing itu meloncat, berputar, terjatuh, lalu mengulangi lagi dengan penuh semangat.

Lucu? Iya.
Melelahkan? Jelas.
Bahagia? Belum tentu.

Banyak manusia hidup persis seperti kucing itu. Kita mengejar bayangan dari harapan, pengakuan, dan ekspektasi yang bahkan bukan milik kita sendiri. Di sinilah kisah kebahagiaan sering mulai salah alamat.

Sahabatku, ada dua kunci sederhana yang sering kita anggap remeh dalam pencapaian kebahagiaan. Tahu diri dan tahu batas.
Keduanya seperti rem dan setir dalam hidup. Tanpa salah satunya, sekuat apa pun mesin Anda, yang terjadi hanya kecelakaan emosional.

Tahu diri bukan berarti minder. Bukan pula kalimat pamungkas untuk orang yang suka nyinyir.

Tahu diri adalah keberanian untuk mengenali diri sendiri apa adanya. Tanpa filter, tanpa topeng Instagram.

Misalnya begini:
Ada orang yang 'baperan.'
Masalahnya bukan pada 'baper'-nya. 
Masalahnya adalah dia tidak sadar kalau dirinya baperan.

Akhirnya apa?

- Ditegur sedikit → sakit hati.
- Dikritik ringan → merasa diserang.
- Tidak diajak rapat → merasa tidak dihargai.

Padahal dunia sedang biasa-biasa saja. Yang luar biasa hanyalah dramatisasi di dalam kepalanya.

Ibarat membawa gelas retak ke pesta ulang tahun, lalu kaget sendiri kenapa minuman selalu bocor. Bukan pestanya yang salah. Gelasnya yang perlu disadari.

Tahukah Anda wahai sahabatku, bahwa tidak tahu diri itu melelahkan!

- Orang yang tidak tahu dirinya sensitif, akan terus berharap dunia bersikap lembut.
- Orang yang tidak tahu dirinya perfeksionis, akan terus kecewa pada manusia yang “asal jadi”.
- Orang yang tidak tahu dirinya suka dipuji, akan mudah merasa tidak dianggap.

Dan semua itu berujung pada satu kata: 'lelah!'

Lelah marah, lelah kecewa, lelah menyalahkan. Dan ironisnya, lelah yang ia rasakan sering ia tuduhkan kepada orang lain.

“Orang-orang sekarang egois.”
“Lingkungan tidak suportif.”
“Semua salah keadaan.”

Padahal, mungkin yang belum beres adalah peta diri di dalam kepalanya sendiri.

Lalu Tahu Batas, Apa Urusannya?

Kalau tahu diri adalah mengenali siapa diri kita, maka tahu batas adalah memahami sampai mana kita seharusnya melangkah.

- Banyak orang tahu dirinya capek, tapi tetap memaksakan diri.
- Banyak orang tahu dirinya sensitif, tapi tetap masuk ke arena debat yang keras.
- Banyak orang tahu dirinya sedang rapuh, tapi masih memaksakan diri menyenangkan semua orang.

Ini seperti orang yang tahu rem mobilnya blong, tapi tetap ngebut karena gengsi.
Hasilnya bisa ditebak.

Tahu batas bukan berarti berhenti bertumbuh. Ini justru cara paling elegan untuk bertumbuh tanpa melukai diri sendiri.

Sahabatku, bahagia itu bukan menang, tapi selaras. Kebahagiaan bukan soal selalu kuat.
Bukan soal selalu benar. Bukan soal selalu di depan.

Kebahagiaan adalah saat apa yang kita harapkan selaras dengan siapa diri kita sebenarnya.

Saat kita berhenti memaksa diri menjadi versi orang lain. Saat kita berhenti menuntut dunia menyesuaikan luka yang belum kita kenali.

Di titik itu, hidup terasa lebih ringan. Bukan karena masalah berkurang, tapi karena kita tidak lagi melawan diri sendiri.

Dan mungkin Sahabatku, sambil Anda membaca kalimat terakhir ini, ada bagian kecil di dalam diri yang mulai bertanya dengan lembut:

“Bagian mana dari diriku yang belum benar-benar aku kenali?”
“Batas mana yang selama ini aku langgar atas nama kuat dan baik-baik saja?”

Tidak perlu dijawab sekarang.
Biarkan pertanyaan itu berjalan pelan di dalam pikiran bawah sadar Anda.

Karena sering kali, perubahan besar dimulai bukan dari jawaban, melainkan dari 'kesadaran kecil' yang akhirnya diberi izin untuk bertumbuh.

Dan izinkan saya menutup tulisan ini dengan pantun. Buah kemiri di dalam tas. Yuk, tahu diri dan tahu batas. 

Semoga bermanfaat 

-dewahipnotis- 

BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang