NaZaMWZcMGZ8LGZ7MGxaNGtaLDcsynIkynwbzD1c

Martabat

BLANTERLANDINGv101
3034015059065731839

Martabat

19/01/26


Semangat pagi Sahabatku. Thanks God It's Monday again. Money Day. 

Sahabatku, pernahkah Anda memperhatikan ayam jantan berkokok?

Saya tinggal di Bogor, bukan di perumahan. Beberapa tetangga saya memelihara ayam. Terkadang sepulang dari masjid, saya  melihat seekor ayam jantan berdiri paling depan di kandang. Dadanya dibusungkan.  Jenggernya tegak. Suaranya keras. Seolah dialah CEO seantero kampung unggas. 

Tapi ada yang menarik. Ia tidak sibuk mengganggu ayam lain. Ia tidak berkokok sambil mematuk ayam lain di belakangnya, seolah sambil berkata, “Yang itu ayam gagal, yang sana ayam murahan.” Tidak. Ia hanya berkokok. Titik.

Dan anehnya, semua tahu, "Oh, ini sang ayam jantan!"

Di situlah saya belajar satu hal sederhana yang sering kita lupa. Martabat kita tidak perlu 'dikokokkan' (baca: diumumkan) sambil merendahkan orang lain.

Ada orang yang merasa tinggi justru karena sibuk menunjuk ke bawah. Ada yang merasa suci karena rajin menguliti dosa orang lain. Ada pula yang merasa pintar karena setiap hari membagikan status bernada sinis. Seolah hidupnya lulus cumlaude dari fakultas nyinyirologi, Universitas Gemar Menggosip. (Gak usah dicari singkatannya!)

Padahal, martabat itu bukan hasil membandingkan, melainkan hasil membuktikan.

Kita sering keliru menegakkan harga diri dengan cara yang paling murah. Yaitu membangun pikiran negatif tentang orang lain.

Seakan-akan dengan menurunkan harkat martabat orang, otomatis kita naik satu lantai. Padahal logikanya sederhana: menggali lubang untuk orang lain sering kali membuat kita ikut terperosok.

Bayangkan seseorang berdiri di lumpur, lalu menunjuk orang lain sambil berkata,
“Wooi lihat! Sepatumu kotor!”

Lucu, ya?
Bukan karena sepatunya bersih, tapi karena ia lupa bercermin pada lumpur di kakinya sendiri.

Sahabatku, martabat sejati tidak lahir dari komentar pedas, tapi dari karakter yang matang. Bukan dari status panjang, tapi dari sikap konsisten. Bukan dari siapa yang kita jatuhkan, tapi dari nilai apa yang kita bangun.

Orang yang benar-benar bermartabat biasanya tidak punya banyak waktu untuk bergosip.

Ia sibuk memperbaiki diri.
Sibuk belajar.
Sibuk menepati janji.
Sibuk menjadi versi dirinya yang lebih utuh hari ini dibanding kemarin.

Dalam dunia NLP, ada prinsip menarik,  'pikiran mengikuti fokus.'

Apa yang sering kita pikirkan, di sanalah energi mental kita mengalir.

Jika fokus kita adalah kesalahan orang lain, jangan heran jika hidup terasa penuh kekurangan. Namun saat fokus kita bergeser pada pertumbuhan diri, martabat tumbuh secara alami. Tanpa perlu diumumkan, tanpa perlu pembelaan.

Sahabatku, martabat itu ibarat aroma kopi.
Tidak perlu kita berteriak, “Ini kopi mahal!”
Cukup diseduh dengan benar. Orang akan mencium sendiri aroma sedapnya. 

Orang yang sibuk menilai hidup orang lain biasanya belum sempat menyelesaikan PR hidupnya sendiri. Seperti wasit yang lupa bahwa ia juga bagian dari permainan bola. 

Dan kabar baiknya, kita semua pernah berada di posisi itu. Manusiawi. Yang tidak perlu diteruskan adalah kebiasaan itu.

Karena pada akhirnya, dunia tidak menilai kita dari seberapa tajam lidah kita, melainkan dari seberapa dalam integritas kita.

Maka, mulai hari ini, bayangkan saja Anda sedang berjalan di 'track' hidup Anda sendiri. Usah melirik terlalu sering ke jalur orang lain.

Setiap langkah kecil yang Anda rapikan. Cara bicara. Cara berpikir. Cara bersikap. Secara perlahan sedang menegakkan martabat Anda.

Dan mungkin, tanpa disadari, saat Anda membaca tulisan ini sampai di titik ini,
ada bagian dari diri Anda yang sudah tahu. 
Bahwa membuktikan nilai diri jauh lebih melelahkan EGO (penjelasan mengenai EGO ada di tulisan saya sebelum ini, EGO IS), namun jauh lebih menenangkan jiwa.

Biarkan pikiran bawah sadar Anda memilih satu sikap sederhana hari ini. 
Satu respons yang lebih dewasa. 
Satu pikiran yang lebih jernih. 
Satu tindakan kecil yang mencerminkan siapa diri Anda sebenarnya.

Karena saat Anda berubah, dunia tidak perlu diyakinkan. Dunia akan menyesuaikan dengan sendirinya.

Semoga bermanfaat 

Tabik
-dewahipnotis-
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang