Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Semoga keselamatan dunia dan akhirat tercurah kepada kita semua. Aamiin.
Tadi malam pada bertahan melek sampai jam berapa? Saya sih cuma sampai jam 2. Biasalah, ini saat untuk bisa begadang bersama keluarga. Untuk santap malam pun, cukup home made steak. Alangkah repotnya? Tentu tidak! Langkah pertama adalah pesan sirloin by marketplace, plus bumbunya. Maka dengan sedikit effort di dapur bersama keluarga, terhidanglah 5 piring sirloin steak. Alhamdulillah.
Meskipun malamnya begadang sampai larut, namun pagi ini tetap sama dengan pagi-pagi yang lain. Setelah sholat subuh, mengaji sejenak, untuk kemudian leyeh-leyeh alias rebahan lagi sembari menulis artikel.
Pagi pertama di tahun 2026 ini datang tanpa kembang api. Ia datang seperti tetangga baik yang mengetuk pintu pelan, sambil membawa senyum dan segelas teh hangat. Tidak tergesa. Tidak memaksa. Hanya berkata, “Aku sudah di sini. Kamu siap atau belum?”
Hari pertama selalu aneh. Ia terlalu bersih untuk disebut berpengalaman, terlalu sunyi untuk disebut biasa. Kita bangun dengan perasaan setengah heroik, setengah bingung. Antara ingin mengubah hidup sekaligus ingin menarik selimut lebih tinggi, he he.
Langkah pertama memang selalu paling berat. Bukan karena jalannya jauh, tapi karena kepala kita sudah terlanjur berlari seribu kilometer ke depan. Kita membayangkan versi diri yang disiplin, produktif, rapi, dan rajin minum air putih. Lalu tubuh kita protes, “Bisa pelan-pelan nggak?”
Di sinilah banyak mimpi tersandung. Bukan karena tujuan terlalu tinggi, melainkan karena langkah pertama terlalu berat untuk sepatu yang belum dipakai.
Padahal, hidup tidak berubah karena lompatan besar. Hidup berubah karena gerakan kecil yang diulang. Seperti tetesan air yang sabar mengukir batu. Inilah rahasia yang sering kita remehkan. Kebiasaan kecil lebih setia daripada motivasi besar.
Saudaraku, bayangkan hari pertama 2026 ini sebagai titik nol. Bukan titik start lomba lari, tapi titik tekan pena di atas kertas. Satu goresan kecil. Hampir tak berarti. Namun dari situlah seluruh cerita bermula.
Langkah ke seribu, percaya atau tidak,
selalu diawali oleh langkah pertama yang kadang terasa konyol.
Bangun lima menit lebih awal. Merapikan satu sudut meja. Menarik napas dalam-dalam sebelum membuka gawai.
Kecil.
Ringan.
Nyaris tidak layak dipamerkan di media sosial.
Tapi justru di sanalah kekuatannya bersembunyi.
Kebiasaan yang baik itu seperti senyum kepada diri sendiri. Syaratnya ada 3:
1. Harus menyenangkan, supaya mau diulang.
2. Harus ringan, supaya tidak terasa sebagai hukuman.
3. Dan harus berdampak, meski dampaknya baru terasa saat kita menoleh ke belakang beberapa bulan lagi.
Jika ingin perubahan, jangan mulai dengan mengubah hidup. Mulailah dengan mengubah satu perilaku.
Karena identitas tidak hanya dibangun dari niat, melainkan dari pengulangan. Setiap tindakan kecil adalah suara pelan yang berkata pada diri kita, “Inilah siapa aku.” Dan jika suara itu diulang cukup sering, ia akan menjadi keyakinan.
Hari pertama 2026 tidak menagih kesempurnaan. Ia hanya meminta satu langkah yang jujur.
Tidak heroik.
Tidak heboh.
Tapi nyata.
Jika hari ini kamu hanya melakukan satu hal kecil yang baik untuk hidupmu, maka selamat. Kamu sudah berjalan lebih jauh daripada mereka yang sibuk merencanakan tapi tak kunjung melangkah.
Seribu langkah tidak menunggu kesiapan.
Ia hanya menunggu langkah pertama.
Dan langkah pertama…
selalu bisa dimulai sekarang.
Tabik
-dewahipnotis-
www.thecafetherapy.com
