NaZaMWZcMGZ8LGZ7MGxaNGtaLDcsynIkynwbzD1c

Komunikasi Part 2

BLANTERLANDINGv101
3034015059065731839

Komunikasi Part 2

12/12/23

Seorang Sales Manager sebuah perusahaan produsen sabun kecantikan sedang uring-uringan. Ini adalah tahun ketiga dia menjadi Best of The Best Sales Person di perusahaannya. Sebagai penghargaan bahkan dia mendapatkan paket liburan ke pusat mode dunia, Paris. Tahun sebelumnya dia bisa pelesiran gratis ke Shanghai, dan tahun sebelumnya lagi ke Singapura. Semua berkat prestasinya yang sangat tremendous tersebut. 

Setiap kali berangkat ke luar negeri, tak lupa dia membawa cinderamata untuk kawan kantor, maupun tetangga komplek. Meskipun tinggal di ibukota, namun lingkungan kompleks perumahannya masih sangat ramah tetangga. Arisan RT, ronda, bahkan liburan bersama pun masih rutin dilakukan. 

Yang membuat dia uring-uringan tanpa juntrungan gegara suatu Sabtu pagi, ketika dia sedang jogging, tak sengaja dia melihat sampah bekas kemasan sabun tetangga sebelah kirinya ternyata bukan merk perusahaan tempat dia bekerja. Karena penasaran dia melongok juga tempat sampah tetangga sebelah kanan. Confirmed, bukan merk perusahaannya juga. 

"Kurang ajar!" rutuknya dalam hati. "Pada gak tahu apa aku kerja di mana? Kan baru kemarin juga aku bawakan tempelan kulkas dari Paris! Mesti pada dikasih pelajaran nih nanti malam"

Malam Minggu kebetulan memang jadwal dia dan beberapa bapak kompleks untuk ronda. Termasuk tetangga kiri dan kanannya. Malam itu dia sengaja memesan kopi online dengan jumlah kurang 2. Dia tak sudi membelikan kopi kepada tetangga yang dianggapnya tidak tahu balas budi. 

Sembari menunggu kopi pesanan datang, tanpa bisa ditahan lagi dia bertanya kepada tetangga kiri dan kanannya. "Bapak-bapak, jujur nih saya lagi kesel. Saya mau nanya, bapak-bapak tahu kan saya kerja di mana?"

"Ya tahu dong Pak. Di pabrik sabun SIP kan?" jawab kedua tetangganya, nyaris kompak. 

"Nah, itu tahu. Tahu juga kan kalau selama 3 tahun berturut-turut ini saya menjadi the best salesman. Makanya saya bisa berlibur ke luar negeri?" kejarnya lagi

"Ya jelas tahu Pak. Lha ini gantungan kunci Shanghai yang Bapak bawakan tahun lalu saja masih saya gantungkan di kontak motor saya," jawab kedua tetangga tersebut sambil berebut menunjukkan gantungan kunci mereka. 

"Jika demikian, lalu kenapa kok keluarga bapak-bapak pakai sabun merk lain. Kok gak pakai sabun tempat saya bekerja?" akhirnya meletup juga emosinya. 

---

Sahabatku yang berbahagia, kira-kira apa jawaban para tetangga?

Mahal? Seberapa mahal sih harga sabun, sehingga mencari yang murah dan menyakiti hati tetangga?

Parfumnya tidak cocok? Saya yakin produk SIP menawarkan lebih banyak varian bebauan yang lebih wangi. Mengingat itu adalah sabun internasional. 

Alergi? Ah, itu alasan klise. Masak bisa kompak alerginya. 

Dan dengan wajah lugu, kedua tetangga itu menjawab, "Lha Bapak tidak pernah minta kami menggunakan sabun Bapak sih!" Gubrak!!!

Gimana Kawan, pernah ngalamin hal sejenis? Bisa jadi kita sudah merasa dekat dengan klien. Kita sudah mendapatkan trust mereka, sehingga merasa bahwa mereka pasti akan dengan mudah kita leading. (Hukum pacing-leading). Pertanyaannya, kita nge-lead apa kagak? Dalam selling, leading artinya closing. Klien bukanlah cenayang yang mampu membaca pikiran kita. Maka mintalah. Maka berbunyilah agar klien mengikuti kemauan kita. Suami istri saja masih kudu ngomong ketika sedang ingin sesuatu kan?

Maka definisi komunikasi yang saya sampaikan pada tulisan sebelum ini (http://www.thecafetherapy.com/2023/12/developing-productive-communication.html) menjadi relevan. 

Komunikasi asal katanya adalah KOn MUNI tak KASIh. Kon gak muni, yo gak oleh opo-opo. Wkwkwk...!


Tabik

-haridewa-

 

BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang