NaZaMWZcMGZ8LGZ7MGxaNGtaLDcsynIkynwbzD1c

Penolakan

BLANTERLANDINGv101
3034015059065731839

Penolakan

16/07/23




Sahabatku yang berbahagia, hidup adalah sebuah perjuangan. Yang namanya berjuang, kadang kita berada di atas, namun di lain kesempatan, bisa jadi kita berada di titik nadir. 

Dalam perjuangan tersebut, kita seringkali menghadapi penolakan dari berbagai pihak. Penolakan itu bisa datang dari teman, keluarga, atau bahkan lingkungan sekitar kita. Namun, jika kita serius memikirkannya, hanya ada dua jenis penolakan yang benar-benar perlu kita khawatirkan. Penolakan yang pertama adalah penolakan oleh Allah, dan yang kedua adalah penolakan oleh diri sendiri.

Penolakan oleh Allah adalah penolakan yang paling penting untuk dihindari. Allah adalah pencipta dan pemelihara alam semesta ini, serta pemberi segala sesuatu yang ada di dalamnya. Dia memiliki pengetahuan yang sempurna tentang apa yang terbaik bagi kita dan mengatur segala hal sesuai dengan kehendak-Nya. Jika kita melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kehendak-Nya atau melanggar perintah-Nya, maka kita akan menghadapi penolakan-Nya.

Allah menegaskan dalam kitab suci-Nya, Al-Qur'an, bahwa Dia tidak menyukai perbuatan-perbuatan yang buruk, seperti kemungkaran, kedzaliman, kedurhakaan, dan berbagai dosa lainnya. Jika kita terus menerus melakukan perbuatan tersebut tanpa bertaubat, maka kita berisiko mengalami penolakan oleh Allah. Penolakan ini bisa berupa bencana, kesulitan rezeki, dibukanya aib kita atau hukuman di dunia maupun di akhirat nanti.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memperhatikan ajaran-Nya, mengikuti perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Kita perlu berusaha hidup dalam kepatuhan terhadap-Nya, agar tidak mengalami penolakan-Nya. Dengan menjalani kehidupan yang sesuai dengan petunjuk-Nya, kita akan mendapatkan rahmat, ridho, dan keberkahan-Nya.

Selain penolakan oleh Allah, penolakan oleh diri sendiri juga perlu menjadi kita. Kadang-kadang, kita memiliki potensi dan kesempatan untuk meraih sukses dan bahagia, tetapi kita justru menghambat diri kita sendiri. Kita bisa saja meragukan kemampuan kita, mengabaikan peluang yang ada, atau bahkan terlalu takut untuk mencoba.

Penolakan oleh diri sendiri sering kali berasal dari rasa rendah diri, ketakutan, atau kurangnya kepercayaan pada diri sendiri. Kita mungkin berpikir bahwa kita tidak pantas atau tidak mampu mencapai tujuan yang kita inginkan. Namun, jika kita terus menerus membiarkan pikiran negatif ini mengendalikan kita, kita akan melewatkan banyak kesempatan dan potensi yang ada.

Untuk mengatasi penolakan oleh diri sendiri, kita perlu memperbaiki pola pikir kita. Kita harus menghargai diri sendiri, mengakui potensi dan kemampuan yang kita miliki, serta berani mengambil langkah ke depan. Kita perlu menggali kekuatan dalam diri kita, mengatasi rasa takut, dan bersikap optimis terhadap masa depan. Dengan menghadapi penolakan oleh diri sendiri, kita akan membuka pintu kesempatan baru dan mencapai potensi yang lebih besar.

Maka kesimpulannya adalah meskipun banyak penolakan yang mungkin terjadi dalam hidup ini, namun hanya dua penolakan yang benar-benar perlu kita khawatirkan, yaitu penolakan oleh Allah dan penolakan oleh diri sendiri. 

Penolakan oleh Allah dapat dihindari dengan hidup dalam kepatuhan dan menjauhi perbuatan yang dilarang-Nya. 

Sementara itu, penolakan oleh diri sendiri dapat diatasi dengan mengubah pola pikir, menghargai diri sendiri, dan berani mengambil langkah maju. Dengan menghindari penolakan ini, kita dapat mencapai kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup ini.

Wallahu a'lam bish-shawab. 

Tabik
-haridewa-
The Storyteller Therapist



BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang