NaZaMWZcMGZ8LGZ7MGxaNGtaLDcsynIkynwbzD1c

PENDUDUK SURGA

BLANTERLANDINGv101
3034015059065731839

PENDUDUK SURGA

27/12/20


Dalam buku Rijal Haula Al-Rasuul (60 Orang Besar di sekitar Rasulullah), karya KM Khalid diceritakan pada suatu hari, saat duduk-duduk bersama para sahabat, Rasulullah SAW menatap dan menajamkan pandangannya ke satu arah seolah sedang menunggu bisikan atau kata-kata rahasia. Kemudian, beliau menoleh kepada para sahabat dan bersabda, ''Sebentar lagi akan muncul ke hadapan tuan-tuan sekalian seorang laki-laki penduduk surga.''

Para sahabat pun menengok ke kiri dan kanan juga ke setiap arah untuk melihat siapakah kiranya orang berbahagia yang beruntung beroleh taufik dan karunia itu. Tak lama, muncullah di hadapan para sahabat itu Sa'ad bin Abi Waqqash RA.

Selama 3 hari berturut-turut Baginda Nabi mengatakan hal tersebut. Tentu saja hal ini membuat sahabat lain menjadi penasaran. Apa amalan Sa'ad sehingga dia disebut sebagai penduduk surga. Bukan sekedar calon penghuni surga. Kata-kata yang disampaikan Baginda Nabi tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Dalam pandangan Nabi, bahkan Sa'ad sudah menjadi penduduk surga, meski dia masih hidup di dunia yang fana ini. 

Beberapa sahabat kemudian berinisiatif untuk pura-pura menginap di rumah Sa'ad demi mengetahui amalan rahasianya tersebut. Setelah beberapa hari berada di rumah Sa'ad dan tidak menemukan perbedaan ibadah yang nyata, akhirnya mereka berterus-terang mengenai tujuan mereka menginap di rumah Sa'ad. 

Para sahabat sangat tertarik untuk mengetahui amalan yang menjadi kunci untuk memasuki surga. Secara ikhlas Sa'ad pun bercerita, ''Sesungguhnya tak lebih dari amal ibadah yang biasa kita kerjakan, hanya saja saya tak pernah menaruh dendam atau niat jahat terhadap siapa pun di antara kita.''

Sahabat pembelajar yang berbahagia, kembali kita dipertemukan dengan salah satu kunci hidup bahagia, atau hidup di surga dunia, yaitu hidup yang penuh dengan cinta dan syukur. Hidup dengan mengikhlaskan kejadian buruk yang berpotensi memunculkan emosi negatif seperti marah, sedih, kecewa, dendam, juga iri dengki. Amalan ikhlas dan syukur ini sangat mudah diucapkan, meskipun penuh perjuangan dalam prakteknya. Namun nyatanya sangat sepadan wasilah yang bakal kita dapatkan, selain surga kelak di akhirat, juga surga di dunia. 

Sudah banyak literatur atau buku yang mengulas mengenai teknik ikhlas dan syukur yang juga bisa menjadi sebuah teknik terapi ampuh, seperti artikel-artikel saya sebelumnya. Rupanya Nabi sendiri sangat menyarankan kelapangan hati menghadapi peristiwa buruk ini. Terbukti dalam salah satu hadits Qudsi, Allah berfirman,

“Sesungguhnya Aku ini Allah, tiada ilah selain Aku, barangsiapa yang tidak bersabar atas cobaan-Ku, tidak bersyukur atas segala nikmat-Ku serta 'tidak rela terhadap keputusan-Ku', maka hendaklah ia keluar dari kolong langit (Bumi) dan cari Tuhan selain Aku”.

Hadits di atas dikuatkan lagi dengan Surat Ibrahim, ayat 7 yang artinya, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."

Maka, sahabat pembelajar yang berbahagia, jika Anda ingin hidup dengan bahagia, laksana berada di surga dunia, perbanyaklah mengamalkan ibadah yang menggambarkan rasa cinta dan rasa syukur. 

Tahukah Anda bahwa CINTA merupakan akronim dari:

Cara 
Indah 
Nyatakan 
Terimakasih 
Anda. 

Sementara SYUKUR adalah akronim dari:

Saya 
Yakin 
Usaha 
Kita 
Urusan 
Rabb. 

Semoga bermanfaat 

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
Happy Counselor 

#thecafetherapy 
#mindfultherapy
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang