NaZaMWZcMGZ8LGZ7MGxaNGtaLDcsynIkynwbzD1c

Anda Disebut THERAPIST Ketika Memberdayakan Klien Anda, Jika Memperdayakan, Maka Anda adalah seorang THE-RAPIST

BLANTERLANDINGv101
3034015059065731839

Anda Disebut THERAPIST Ketika Memberdayakan Klien Anda, Jika Memperdayakan, Maka Anda adalah seorang THE-RAPIST

05/04/20


Pada suatu siang yang terik, seorang nenek terlihat berdiri di trotoar pinggir jalan. Sesekali nenek tersebut menengok ke kiri dan ke kanan, seolah menunggu kendaraan yang berlalu lalang memadati jalanan di depannya. Ada kalanya nenek tadi turun dari trotoar, untuk kemudian menengok kiri, kanan dan sejurus kemudian kembali naik ke trotoar. 

Rupanya perilaku nenek ini menjadi perhatian seorang pemuda yang sedang nongkrong di trotoar seberang jalan. "Mmm kasihan nenek itu tidak berani menyeberang jalan. Aku mesti membantu nenek itu sampai di sini", gumam pemuda tadi dalam hati. 

Dengan sigap pemuda tadi menyeberang jalan yang lumayan padat, menghampiri sang nenek untuk kemudian membopong nenek sampai ke seberang jalan. 

"Anak muda, apa yang kau lakukan. Turunkan aku cepat" teriak nenek itu sambil memukul-mukulkan tongkatnya ke badan sang pemuda. Sambil meringis menahan sakit pemuda itupun menjawab, "Saya hanya ingin membantu nenek menyeberang jalan. Saya perhatikan nenek kesulitan menyeberang jalan tadi"

"Eeee, siapa yang mau nyeberang, orang nenek lagi nonton mobil yang seliweran juga!" jawab nenek tadi tanpa merasa berdosa. 
***
Suatu hari sepulang sekolah, Ucok dengan riangnya bercerita kepada Bapaknya.
Ucok : "Tadi Ucok dan enam orang teman Ucok membantu seorang nenek menyeberang jalan, Pak." 
Bapak : "Oh, bagus sekali, Nak. Itu namanya anak yang baik. Tapi, mengapa sampai sebanyak itu kalian membantunya ?" 
Ucok : "Soalnya, nenek itu tidak mau menyeberang jalan." Wkwkwkwk 
***

Sahabatku, Anda boleh tersenyum simpul atau bahkan tertawa membaca 2 cerita singkat di atas, dan setelah selesai tertawanya, saya akan ajak Anda untuk membahas sesuatu yang lebih serius. 

Bukankah perilaku pemuda dan sekumpulan bocah itu terkadang menjadi perilaku kita. Dengan segala kompetensi dan kuasa kelompok yang kita miliki, kita merasa sudah membantu satu atau dua orang. Nyatanya orang tersebut sebenarnya tidak sedang membutuhkan bantuan kita. Sudut pandang kitalah yang memberikan signal tersebut. Betul tidak!

Nah, sekarang saya akan mengajak diskusi lebih khusus lagi kepada Anda yang berprofesi sebagai terapis. Coba ingat berapa sering Anda menunjukkan perilaku di atas. Dengan semena-mena Anda merasa telah membantu seseorang melalui keilmuan yang Anda miliki, padahal dengan selaksa alasan sebenarnya orang tersebut tidak ingin dibantu! 

Pernahkah Anda merasa telah membantu seorang suami  berhenti merokok  atas permintaan istrinya? Atau pernahkan Anda merasa telah membantu seorang anak yang atas permintaan bundanya diminta untuk lebih rajin belajar? Atau kasus-kasus lain yang senada. Seseorang datang ke Anda untuk dibantu, atas permintaan orang lain? 

Pernahkah Anda mendengar satu pameo sakti dalam dunia penyembuhan, 'Every healing is self healing'. Bahwa pada prinsipnya semua kesembuhan berasal dari diri sendiri. Seampuh apapun teknik yang diberikan oleh seorang terapis, namun jika klien tidak bersedia mengikuti anjuran teknik tersebut, maka nihil pula hasilnya. Semujarab apapun obat yang diberikan oleh seorang dokter, namun jika pasien tidak mau meminumnya, maka nol besar pula khasiatnya. 

Bahkan kita para hipnoterapis sangat mahfum bahwa syarat utama seseorang bisa dihipnosis adalah sukarela. Sudah suka, juga mesti rela. Suka kepada terapisnya dan rela mengikuti semua sugestinya. 

Oleh karena itu, sebelum saya melakukan sebuah sesi terapi, setelah saya mendapatkan kondisi yang kurang memberdayakan dari klien, maka biasanya  saya menyiapkan 3 langkah awal sbb:

  1. Menanyakan apakah klien SUKARELA (MAU) dibantu. Jika jawabannya adalah YA
  2. Minta klien menyatakan GOALnya yang memiliki unsur sbb
  • Spesifik
  • Kalimat positif
  • Kendali ada di klien
  • Memiliki sumber daya
  • Ekologis

3. Membuat goal yang mendukung goal klien. 
Maka, jika goal klien adalah ingin berhenti merokok, goal terapis adalah membantu klien berhenti merokok, bukan mendapatkan uang dari sesi terapis tersebut. Uang adalah bonus. 

Sahabatku, dalam bahasa Inggris pengusada atau terapis disebut THERAPIST. Dan sebutan ini hanya layak kita sandang jika kita  memiliki 3 langkah awal di atas, karena jika tidak, maka kita hanyalah akan menjadi seorang THE-RAPIST. Fahimtum!

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist 
Happiness Life Coach

BLANTERLANDINGv101

Jadwal Pelatihan

Basic & Advanced Hypnotherapy

Lampung
1-2 Agustus 2020
  • Pukul 08.00 - 15.00 WIB
  • Hotel Horison Lampung
Daftar Sekarang

NLP Practitioner

Online Class
22-26 Juli 2020
  • Pukul 19:00 – 22:00 WIB
  • Online Class
Daftar Sekarang

Quantum Leadership

Online
25 Juli 2020
  • Pukul 14:00 – 15:00 WIB
  • Free Online Seminar
Daftar Sekarang

Bedah Buku Find The Hypnotist in YOU

Online
27 Juli 2020
  • Pukul 19:00 – 20:00 WIB
  • Free Online Seminar
Daftar Sekarang

The Art of Inner Beauty

Online Class
1-2 Agustus 2020
  • Pukul 19:00 – 21:00 WIB
  • Online Class
Daftar Sekarang

Basic & Advance Hypnotherapy

Bogor- Jawa Barat
8-9 Agustus 2020
  • Pukul 09:00 – 18:00 WIB
  • Hotel Whiz Prime
Daftar Sekarang

NLP Master Practitioner

Online Class
10-14 Agustus 2020
  • Pukul 19:00 – 22:00 WIB
  • Online Class
Daftar Sekarang

Bootcamp Becoming NLP Trainer

Bogor - Jawa Barat
19-23 Agustus 2020
  • Pukul 06:00 – 23:00 WIB
  • Hotel Fafa Hills Gunung Geulis
Daftar Sekarang

Basic & Advance Hypnotherapy

Kota Cirebon - Jawa Barat
15-16 Agustus 2020
  • Pukul 09:00 – 18:00 WIB
  • Hotel Radja
Daftar Sekarang
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang