POSTINGAN POPULER

Tuesday, March 10, 2020

Genting atau Penting

Setiap hari semua orang akan selalu melakukan aktifitas dalam rangka mempertahankan hidup dan kehidupannya. Ada yang menjadi ASN, Polisi, Tentara, Pengusaha, Trainer, Dokter dll. Namun sayangnya dengan segala kesibukan yang kita miliki, waktu yang tersedia hanyalah 24 jam, sehingga kita mesti pandai-pandai mengalokasikan waktu yang dimiliki agar semua aktifitas bisa selesai dengan baik. 

Manusia paling cerdas yang pernah ada, Einstein saja tidak mampu menciptakan tambahan waktu meski hanya sedetik. Itulah makanya dia hanya mau membeli baju warna putih dan abu-abu serta pantalon hitam dan biru gelap, agar waktunya tidak habis hanya untuk memadu padan baju ketika mau bekerja. 

Dunia manajemen kemudian memperkenalkan aplikasi time management, yang menurut saya salah kaprah karena waktu tidak bisa dimenej. Yang bisa dimenej adalah aktifitasnya. So seharusnya istilahnya adalah activity management. 

Dalam teori activity management, kita mengenal dua komponen yaitu:
1. Importancy (sesuatu yang kita anggap penting) 
2. Urgency (sesuatu yang kita anggap genting) 

Dari dua komponen tersebut, kita bisa mendapatkan 4 kuadran,
A. Penting & Genting
B. Tak Penting & Tak Genting
C. Penting tapi Tak Genting
D. Tak Penting tapi Genting

Secara urutan melaksanakannya maka sudah sangat jelas bahwa kuadran A selalu menjadi prioritas utama. Segala sesuatu yang penting dan genting mesti didahulukan. Kuadran B tentu menjadi prioritas terakhir, karena segala sesuatu yang tak penting dan tak genting hanya akan menghabiskan waktu Anda. 

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah sekuensial setelah kuadran A itu kuadran C atau D. Kebanyakan dari kita akan memilih D. Apa sebab?  Ya karena ada situasi yang sudah genting. Sudah urgent! 

Sebelum setuju dengan pendapat mayoritas ini, marilah kita telaah beberapa premis di bawah ini. 

Kita tahu bahwa suplay energi di Indonesia dikuasai oleh negara, dalam hal ini PLN. Dan demi mentertibkan pelanggannya, kian hari PLN kian ketat dalam memberlakukan peraturan, utamanya terhadap pelanggan paska bayar. Telat satu bulan saja sudah akan dicabut sambungannya. 

Mensikapi situasi seperti ini apakah menurut Anda membayar listrik adalah sebuah hal penting? Ya, saya setuju jika Anda menjawab penting. 

Apakah membayar listrik di awal bulan seperti ini penting? Ya, saya juga setuju jika Anda menjawab penting, meskipun belum genting alias urgent. Pada tanggal 20 setiap bulan, barulah hal ini menjadi genting. 

Dari ilustrasi ini bisa disimpulkan bahwa sebuah kepentingan (Importancy) tidak bisa digeser kadarnya karena 
Sementara kegentingan (Urgency) justru bisa digeser karena hanya berhubungan dengan masalah waktu. 

Maka kuadran C merupakan sekuen kedua setelah kuadran A, dilanjutkan kuadran D. Alasannya sangatlah jelas, ketika hal yang penting tidak diprioritaskan maka hal-hal tersebut akan menjadi genting, sehingga semua kehidupan Anda akan dipenuhi kuadran A. Semuanya penting dan genting. 

Untuk menguatkan kesimpulan di atas, saya akan ajukan beberapa pertanyaan tambahan kepada Anda. 

Apakah Anda setuju bahwa olah raga merupakan hal yang PENTING dalam hidup kita? Saya yakin sebagian besar dari Anda akan setuju. 

Jika Anda setuju, apakah setiap hari Anda melakukan olah raga? Apa? Tidak! 

Padahal Anda tahu khan bahwa olahraga yang memiliki efek menyehatkan tubuh adalah yang rutin. Jika hanya sekali sekali itu hanya akan membuat tubuh lelah. Lalu jika Anda yakin bahwa olahraga itu penting, kenapa tidak setiap hari melakukannya? Ya, saya paham kok. Banyak sekali alasan Anda, yang intinya adalah tidak ada waktu! 

Pertanyaan saya ganti sekarang. Apakah mandi merupakan hal yang PENTING bagi Anda? Tentu Anda jawab ya! Dan apakah setiap hari Anda mandi? Tentu jawaban Anda juga ya. Bagaimana jika suatu hari Anda bangun kesiangan, apakah Anda tetap mandi sebelum berangkat ke kantor? Tetap mandi khan? 

Nah, dari pertanyaan tambahan ini bisa kita tuliskan sebuah quote: 
'Sebenarnya tidak ada situasi atau hal dimana Anda bisa mengatakan TIDAK ADA WAKTU  yang ada adalah Anda belum menganggap situasi atau hal itu PENTING!' 

Maka tanyalah diri Anda sendiri, apakah shalat itu PENTING? Jam berapa biasanya Anda shalat dhuhur? Jam 2? Kenapa? Terlalu sibuk dengan kerjaan kantor, sehingga tidak ada waktu? Tidak ada waktu atau Anda belum menganggap shalat itu penting! 
***

Hari ini, tanggal 5 maret, sekali lagi saya melewatkan hari ulang tahun di luar kota, demi membersamai klien memberdayakan diri mereka. Bukan berarti saya  menganggap harlah saya tidak penting, namun saya memilih mendahulukan kepentingan klien yang meminta saya membersamai mereka di hari yang bersejarah bagi diri saya ini. 

Klien saya memilih saya di antara sekian banyak trainer lain, yang artinya mereka menganggap diri saya ini penting, maka saya perlu membalas pilihan mereka ini dengan menggeser kebersamaan saya dengan keluarga, karena masih akan selalu ada waktu untuk mereka. 

Terimakasih untuk keluarga saya yang selalu bisa memahami situasi genting ini!
Terimakasih kepada Anda semua (yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu) yang telah ikut merayakan hari penting ini dengan ucapan-ucapan serta kiriman virtual card melalui medsos. 

Ingat ya bahwa
"Sebenarnya tidak ada istilah TIDAK ADA WAKTU,  kita hanya belum menganggap hal itu PENTING! Ituh....! "

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

No comments:

Artikel Unggulan

Badai & Corona

Seorang pria gagah baru saja menikah dan dalam perjalanan pulang bersama istrinya menuju rumah mereka di seberang danau. Mereka menaiki pera...