POSTINGAN POPULER

Wednesday, January 29, 2020

MARKETING LANGIT


Sekelumit kisah mengenai RM Tamansari tempat saya dan team Café Therapy makan siang selepas seminar Find The Happiness in YOU di Pondok Pesantren Darul Qur’an beberapa waktu yang lalu masih membekas dalam hati saya sampai saat ini. Adalah Mas Didin (Direktur Operasional Putra, Darul Quran Solo Raya) yang menceritakan asal muasal ramainya tempat makan tersebut.

Rumah makan yang beralamat di Jl. Adi Sucipto No.168, Colomadu, Kabupaten Karanganyar tersebut selain letaknya yang sangat strategis, juga menyajikan aneka macam lauk khas makanan Jawa yang sangat enak sehingga memanjakan lidah pelanggannya. Setiap hari tak kurang dari ratusan bis, baik pariwisata maupun antar kota yang merapat di rumah makan yang memiliki halaman sangat luas tersebut. Belum lagi puluhan kendaraan pribadi dari warga sekitar Solo yang juga hilir mudik bergantian parkir di depan rumah makan yang didirikan oleh pasangan suami istri Bapak dan Ibu Ismail. Di halaman dalam bahkan disediakan sebuah masjid dengan nama Masjid Ismail yang lumayan luas dan mewah karena dilengkapi dengan lift untuk menuju lantai 2. 

Dalam perjalanan pulang ke pondok itulah Mas Didin bercerita. Konon Bu Ismail memulai rumah makannya dalam bentuk warung kecil yang sederhana. Meski warungnya kecil, namun halaman parkirnya termasuk luas, karena memang ditujukan untuk menampung bis antar kota dan bis pariwisata. Pada suatu waktu  ada satu rombongan wisata yang terdiri dari beberapa bis yang singgah di warung Tamansari tersebut. Ketika waktu istirahat sudah usai, dan rombongan hendak berangkat melanjutkan perjalanan, rupanya ada satu bis yang tidak bisa berangkat karena mengalami kerusakan lumayan parah.

Pimpinan rombongan segera mencari armada bis cadangan dari pool terdekat. Namun bis naas tadi mesti ditinggal di halaman warung Tamansari karena bergerakpun sudah tak sanggup lagi. Konsekuensi logisnya adalah kru bis mesti tinggal sembari menunggui montir yang juga sudah dipanggil untuk segera melakukan servis pada mesin bis tersebut. 

Ketika minta ijin untuk meminjam halaman parkir guna melakukan servis, kepala kru bis tersebut terkejut ketika Bu Ismail justru minta dihubungkan dengan juragan PO (Perusahaan Otobus) via telepon. Inti dari pembicaraan per telepon itu adalah Bu Ismail minta agar sang juragan tenang saja. Bu Ismail berjanji untuk menjaga kru bisnya, mereka boleh tidur di warung Tamansari, bahkan bonus dengan makan, minum serta rokok sampai bis tersebut selesai diperbaiki. 

Tentu saja juragan bis yang rupanya seorang wanita separuh baya keturunan Tionghoa tersebut mengucapkan terimakasih kepada Bu Ismail sambil berurai air mata. Dia tidak menyangka masih ada orang sebaik Bu Ismail di jaman yang serba tidak menentu kala itu. Mereka tidak saling kenal, namun Bu Ismail memperlakukan kru bisnya layaknya saudara saja. 

Singkat cerita, setelah 4 hari diservis, bis tersebut sudah bisa berjalan lagi dengan lancar. Para kru bis berpamitan sambil tak henti mengucapkan terimakasih kepada Bu Ismail. Bu Ismail melepas mereka dengan bonus lagi memberikan mereka bekal untuk makan, minum dan rokok di perjalanan. 

Keajaiban terjadi setelah hari itu. Seolah air bah, rombongan bis pariwisata dan antar kota yang singgah di warung Tamansari tak bisa dibendung lagi. Bu Ismail bahkan belum ngeh bahwa pertolongan kepada kru bis itu yang menjadi penyebab rombongan bis berdatangan. Rupanya kru bis termasuk sang juragan menceritakan kebaikan Bu Ismail kepada kolega mereka. Mereka berpesan, kalau lewat Colomadu, maka sempatkanlah mampir di warung Tamansari. Selain makanannya enak, pelayanannya sangat ramah, tempatnya juga bersih. Word of mouth (pesan dari mulut ke mulut) memang telah terbukti merupakan alat promosi nomor satu di dunia marketing. 

Karena tak sanggup lagi menampung parkir serta tempat duduk para pelanggan, maka dengan pesat warung Tamansari bermetamorfosis menjadi Restoran Tamansari seperti sekarang ini. 

Semua terjadi atas ijin Allah. Ketika menolong kru bis tersebut, bahkan Bu Ismail tak pernah terpikirkan akan memeroleh balasan sebesar ini. Yang namanya IKHLAS adalah menolong tanpa pamrih sedikitpun. IKHLAS adalah kependekan dari Ini Kulakukan Hanya Lantaran Allah Semata. Inilah Marketing Langit, yang jika dilakukan secara rutin maka akan menjamin kebaikan kita di dunia dan di akhirat.

Maka Kawan, ketika ingin berbuat baik, janganlah memikirkan perbuatan itu ditujukan untuk sesama, namun tujukanlah perbuatan baik itu seolah untuk Allah, Sang Maha Pencipta. Jika kita telah sanggup melakukannya, maka in syaa Allah Marketing Langit akan mendatangi kita. 

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

No comments:

Artikel Unggulan

THERAPIST VS THE-RAPIST

Pada suatu siang yang terik, seorang nenek terlihat berdiri di trotoar pinggir jalan. Sesekali nenek tersebut menengok ke kiri dan ke kanan,...