POSTINGAN POPULER

Monday, January 20, 2020

DORAEMON



Hotel Aston Marina, 19 Jan 2020

Sepenggal cerita menarik dari pelatihan Advanced Hypnotherapy (Level 2) di Jakarta kemarin. Dikarenakan pada level ini peserta diharapkan mampu mempraktekkan teknik-teknik terapi dengan baik, maka trainer dituntut kelihaiannya dalam memberikan contoh kepada para peserta. 

Salah satu teknik yang selalu menarik perhatian saya adalah Age Regression atau menarik mundur usia klien, yang mampu membawa pikiran klien menuju masa lalu demi menemukan akar masalah yang sedang dihadapinya.  

Secara garis besar teknik ini dibagi 2, yaitu:

1. Hypermnesia dimana ingatan klien dibuat menjadi beberapa kali lebih tajam guna mengingat peristiwa yg telah dialami, namun tanpa membawanya ke masa lalu

2. Revivication dimana pikiran klien betul-betul dibawa ke masa lalu seperti menggunakan mesin waktu. Klien seolah mengalami lagi peristiwa tersebut. 
***

Nah, ketika ingin menunjukkan teknik hipermnesia ini, saya tanyakan apakah ada peserta yang mau dibantu menemukan benda yang hilang (lupa meletakkan). Dan salah satu peserta (Mas Otig) berkata jika dia lupa menyimpan buku rapor anaknya. 

Tentunya diperlukan tips dan trik tersendiri ketika melakukan teknik ini, karena kita tidak bisa sekedar memberikan sugesti seperti ini, "Dalam hitungan ketiga, ingatan Anda akan semakin tajam. Anda semakin ingat dan ingat"

Pikiran bawah sadar membutuhkan sebuah visualisasi yang nyata ketimbang sebuah kata 'ingat', maka saya biasanya membuat sebuah skenario pencarian menggunakan benda ajaib, makhluk ajaib, hewan, atau apapun yang menurut belief klien bisa membantunya menemukan bendanya. Dalam pengalaman saya membantu klien, ada yang menggunakan tokoh detektif dalam kartun kesukaannya. Ada yang menggunakan alat ajaib doraemon, ada yang memunculkan kucing, anjing, bahkan mahkluk astral berupa asap putih yang bisa terbang. Semua tergantung klien, bukan kehendak kita sebagai terapis.
***

Hari itu saya gunakan detektif Conan untuk membantu Mas Otig. Dalam trance-nya, saya minta Mas Otig mengikuti gerakan detektif Conan di pikirannya sampai detektif tadi berhenti, di situlah buku rapor berada. Hampir setengah jam berlalu, dan tidak ada tanda-tanda dari Mas Otig yang menunjukkan bahwa detektif Conan telah menemukan buku rapor. Maka saya bangunkan dulu Mas Otig, dan melanjutkan mencari informasi. 

"Apakah Detektif Conan tidak berhenti Mas?"
"Tidak Pak Hari, dia muter-muter saja. Bisa tidak kalau dibantu dengan cara lain. Saya curiga buku itu tidak berada di rumah saya. Bisa jatuh di jalan, atau tertinggal di rumah mertua?", tanya Mas Otig

Pantesan Conan hanya muter-muter saja, rupanya ada kemungkinan buku tadi berada di tempat lain. 

"Baiklah Mas Otig, kita gunakan alat Doraemon saja ya. Alatnya berbentuk tongkat pencari buku rapor. Ada tiga lampu di stangnya, kuning, merah dan hijau. Jika nanti saat Anda tekan tombol pencarian, kemudian lampu kuning menyala, artinya buku itu jatuh di jalan, jika merah artinya ada di rumah Anda, jika hijau artinya ada di rumah mertua. Apakah Anda siap?"

Kemudian, saya minta salah satu peserta lain untuk melakukan induksi kepada Mas Otig menggunakan teknik tercepat, yaitu trance recall. Dan ketika kepala Mas Otig sudah terkulai, menunjukkan dia sudah masuk dalam kondisi deep sleep, saya berikan dia narasi sbb: "Baiklah Mas Otig, sekarang di tangan Anda sudah ada sebuah alat pencari. Silakan tekan tombol on. Apakah lampu kuning menyala? Jika ya, silakan gerakkan telunjuk tangan kanan Anda. (Telunjuknya diam) 

Baiklah, berarti rapor itu tidak jatuh di jalan. Apakah lampu merah menyala? Jika ya, silakan gerakkan telunjuk tangan kanan Anda. (Telunjuknya masih diam) 

Baiklah, berarti rapor itu juga tidak berada di rumah Anda. Apakah lampu hijau menyala? Jika ya, silakan gerakkan telunjuk tangan kanan Anda. (Telunjuknya bergerak lemah) 

Baiklah Mas Otig, artinya buku rapor itu ada di rumah mertua Anda. Sekarang silakan ikuti gerakan dari tongkat pencari itu, sampai tongkat itu berhenti dan lampu hijau berkedip-kedip. Jika itu terjadi, silakan anggukkan kepala Anda"

Saya kemudian melanjutkan materi mengenai revivication, sampai seorang peserta memberitahu bahwa Mas Otig sudah menganggukkan kepalanya. 

"Baiklah Mas Otig, apakah tongkat itu sudah berhenti. Jika ya, silakan gerakkan telunjuk tangan kanan Anda. (Telunjuknya bergerak) 

Apakah itu artinya Anda sudah menemukan buku rapor anak Anda? Jika ya, silakan gerakkan telunjuk tangan kanan Anda. (Telunjuknya bergerak)

Baiklah, jika begitu dalam hitungan ketiga, silakan Anda buka mata Anda, dalam kondisi segar dan sehat. Satu, dua dan tiga. Segar, dan sehat"

Begitu Mas Otig membuka mata, semua peserta langsung memintanya untuk menelpon mertua, demi membuktikan keampuhan dari teknik ini. Namun sampai kelas berakhir pada jam 9 malam, kami belum mendapatkan kabar tersebut. Kami juga larut pada materi-materi lain yang tak kalah serunya, seperti Part Therapy, Forgiveness Therapy, Mengenali Kesurupan serta reinkarnasi, dll. 

Dan siang ini saya mendapatkan pesan whatsapp dari Mas Otig sbb: 

"Bukan sulap bukan sihir... akhirnya ketemu... Terimakasih Master @Hari Dewanto, SS, CHt..."

Maka inilah saat yang tepat untuk mengatakan, "SEMPURNA!"

Anda ingin juga menguasai teknik canggih tersebut? Ikuti saja Kelas Advanced Hypnotherapy (Level2) di LKP Indonesian Hypnosis Centre yang sudah resmi terdaftar di Kemendikbud. 

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist

#IHC
#PKHI
#legallebihnyaman
#cafetherapy

No comments:

Artikel Unggulan

THERAPIST VS THE-RAPIST

Pada suatu siang yang terik, seorang nenek terlihat berdiri di trotoar pinggir jalan. Sesekali nenek tersebut menengok ke kiri dan ke kanan,...