POSTINGAN POPULER

Sunday, November 03, 2019

TERAPI ANTI NGOMPOL


Cafe Therapy, 3 November 2019

Saya ingin menceritakan pengalaman melakukan terapi kepada keponakan kawan kantor dulu ketika masih bekerja di sebuah perusahaan farmasi. Dia adalah seorang anak gadis yang duduk di bangku SMP kelas 2. Setelah ngobrol ke sana ke mari, akhirnya diungkapkanlah tujuan kedatangan mereka ini. Rupanya keponakannya ini memiliki kebiasaan buruk yang semestinya sudah tidak terjadi lagi, yaitu mengompol. Mereka sudah memeriksakan kondisi fisiknya, dan menurut dokter tidak ada kelainan pada organ kemihnya.

Hmmm, bisa jadi ini hanya masalah kebiasaan masa kecil yang terbawa hingga kini, pikir saya dalam hati. Kemudian saya minta ijin kepada kawan saya untuk langsung ngobrol dengan keponakannya tersebut.

Sesuai dengan prosedur in take interview dalam pre induction talk, maka saya menggali semua cerita yang memungkinkan saya untuk memikirkan solusi dari situasi ini.  Dan rupanya memang benar, siswi SMP ini memiliki kebiasaan mengompol dari kecil, dimana orang tuanya selalu memaklumi kebiasaan buruk ini. Dari peristiwa ini terciptalah sebuah belief bahwa mengompol adalah peristiwa jamak yang terjadi pada anak-anak. Masalah terjadi ketika anak ini menginjak dewasa. Lha iyalah, masak anak gadis kok masih mengompol! Apa kata dunia?

Maka langkah pertama yang saya lakukan adalah melakukan conscious mind intervention dengan memberikan edukasi bahwa kebiasaan mengompol merupakan kebiasaan yang tidak layak terjadi pada anak SMP. Apalagi kalau secara fisik semua organnya normal dan sehat.

In take interview berlanjut dengan menggunakan exception question

"Pernahkah terjadi dimana malam hari itu aman, tanpa ngompol sama sekali?"

Setelah diingat, rupanya ada kalanya dimana sebuah malam bisa aman dari ngompol. Yaitu ketika dipastikan sebelum berangkat tidur, anak ini menghabiskan isi kantung kemihnya dulu di kamar mandi. Jika terlupa atau malas (sebagian besar karena malas) maka pagi hari kasurnya pasti akan basah kuyup lagi.

Nah, dari in take interview ini saya sudah memiliki sebuah strategi untuk membantu anak ini terbebas dari kebiasaan buruknya. Setelah berhasil membawa anak ini menuju kondisi hipnosa, maka sekaranglah saatnya saya melakukan subconscious mind intervention.

Intervensi yang saya berikan sederhana saja, yaitu dengan membuatkan sebuah kebiasaan baru, yaitu untuk selalu pipis sebelum berangkat ke tempat tidur.

Saya yakin akan ada pertanyaan dari Anda, bagaimana jika anak ini terlupa pipis sebelum tidur?

Oh ya, saya sudah memikirkan kemungkinan ini. Maka saya berikan sugesti sbb: "Jika nanti, ketika dalam tidur kakak merasa ada keinginan untuk pipis, entah kenapa tiba-tiba saja kakak mampu membuka mata kakak, kemudian kakak beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi, pipis seperti biasanya untuk kemudian kembali ke kamar tidur dan melanjutkan tidur kembali"

Lho, berarti anak tadi disuruh bangun dong? Apa dia mau, mengingat kebiasaan lama dia?

Sebentar Bro, yang meminta anak tadi bangun itu siapa? Coba teliti lagi sugesti yang saya berikan. Adakah perintah untuk bangun pada redaksi sugesti tersebut? Tidak ada bukan?

Bagi Anda yang mempelajari keilmuan hipnosis tentu mengenal istilah ideo motor response, yaitu sebuah teknik komunikasi non verbal yang dilakukan terapis kepada klien berupa gerakan sebagian anggota tubuh dengan tetap menjaga kondisi trance klien bersangkutan.

Tahukah Anda, bahwa dengan penanganan yang tepat, kita bisa mengkonversi fenomena IMR bahkan menjadi sleepwalking (berjalan dalam tidur). 

Apa pula sleepwalking itu?

Sleepwalking atau gangguan tidur berjalan juga dikenal sebagai gangguan somnambulism  adalah gangguan perilaku yang terjadi saat tidur nyenyak dan menyebabkan seseorang berjalan atau melakukan perilaku kompleks pada saat seseorang sedang tertidur. Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa dan lebih sering terjadi saat seseorang kekurangan tidur.

Sleepwalking biasanya terjadi pada awal tidur malam, sering kali 1-2 jam setelah tidur dan jarang terjadi saat tidur siang. Episode tidur berjalan dapat terjadi jarang ataupun sering, dan satu episode biasanya berlangsung beberapa menit atau lebih.

Seseorang yang mengalami  sleepwalking dapat:

- Turun dari tempat tidur dan berjalan-jalan
- Bangun di tempat tidur dan membuka mata
- Memiliki ekspresi sayu
- Melakukan aktivitas rutinitas, seperti berganti pakaian, berbicara, atau membuat camilan, atau pipis
- Tidak merespon atau berkomunikasi dengan orang lain
- Sulit bangun saat mengalami episode sleepwalking
- Kembali tidur dengan cepat
- Tidak mengingat bahwa ia tidur berjalan pada pagi harinya

Nah fenomena ini yang saya manfaatkan dalam subconscious mind intervention anak tadi.

Alhamdulillah, menurut cerita kawan saya keponakannya tersebut bisa benar-benar terbebas dari kebiasaan ngompol dalam waktu 1 bulan pasca terapi. Dan saya yakin dia kini telah menjelma menjadi gadis kampus yang menarik serta penuh percaya diri karena kebiasaan lamanya telah benar-benar hilang bersama dengan berjalannya waktu.

Disinilah sebagai seorang terapis saya merasa sangat bahagia.

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com





Artikel Unggulan

TERAPI ANTI NGOMPOL

Cafe Therapy, 3 November 2019 Saya ingin menceritakan pengalaman melakukan terapi kepada keponakan kawan kantor dulu ketika masih bekerja ...