POSTINGAN POPULER

Thursday, September 12, 2019

ANJING PELACAK


Mataram, 10 Sep 2019

Hari pertama workshop CH NLP (Creative Happy Neuro Linguistic Programing) di hotel Lombok Plaza berjalan lancar tanpa aral yang berarti. Empat orang peserta yang berasal dari pelbagai kalangan membersamai saya mengulik pemahaman mengenai pemrograman pikiran bawah sadar dengan efektif. Ada seorang polisi, seorang dosen, pengusaha kursus bahasa Inggris dan seorang marketing/pebisnis online bersama saya hari ini.

Tidak ada hal istimewa terjadi sampai break makan siang. Namun begitu sesi lunch yang ditata ala family table hampir berakhir, Bapak  Polisi kita mengatakan bahwa jam tangannya hilang. Kamipun sibuk memberi masukan penuh spekulasi.

"Di mushola kali Pak".
"Di toilet kali Pak"
"Jatuh di selasar hotel kali Pak"

Dan pak polisi merespon dengan bergegas mencari arlojinya ke mushola,  toilet dan selasar hotel.

"Bagaimana Pak, ketemu?", tanya saya penasaran.
"Ga ada pak Hari. Sudahlah saya pasrah. Sudah nasib saya, setiap kali punya arloji, pasti hilang", jawabnya masygul
"Mau saya bantu Pak?", melihat kesusahan hatinya, saya mencoba menawarkan diri
"Bagaimana caranya Pak Hari?"
"Bapak duduk relaks. Kedua kaki di lantai, kedua tangan di paha. Pikirkan sebuah tempat yang nyaman. Saya hitung mundur sepuluh sampai satu, dan rasakan setiap hitungan mundur membuat Bapak semakin relaks. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1. Bagus sekali. Sekarang saya akan kirimkan anjing pelacak K9 dalam pikiran Bapak. Jika anjing tersebut sudah muncul, anggukkan kepala Bapak"
Pak polisi tersebut mengangguk

Saya lanjutkan proses pencarian, "Bagus. Nah sekarang biarkan anjing tersebut berjalan di dalam kerangka waktu pikiran Bapak. Biarkan dia berjalan ke toilet, ke mushola, ke selasar hotel dan ke sekeliling hotel. Di tempat dimana anjing tadi tidak mau beranjak lagi, di situlah arloji Bapak berada. Tak usah terburu-buru. Relaks saja, dan biarkan semua suara gaduh di sekitar Bapak, justru membantu mempermudah proses pencarian ini. Jika anjing tadi sudah berhenti bergerak, segera tarik nafas panjang dan buka mata Bapak"

Setelah memberikan sugesti tersebut, saya dan kawan lain melanjutkan menikmati es cendol yang sudah terhidang di meja makan. Kami kembali melanjutkan perbincangan mengenai beberapa materi di kelas yang belum mereka pahami dengan baik.

Kira-kira 2 menit, pak polisi kita membuka mata dan tersenyum agak ragu.

"Bagaimana Pak, dimana anjing tersebut berhenti?", tak sabar saya ingin tahu
"Agak gak jelas gambar anjing tadi Pak Hari", jawabnya ragu
"Tak apa Pak Polisi, meski demikian anjingnya berhenti di satu tempat khan? Nah, dimanakah itu?", saya mencoba meyakinkan bahwa proses ini sudah berjalan sebagaimana mestinya
"Di atas. Di ruang training kita"

Dan ketika kami kembali ke ruang training, arloji tersebut memang berada di meja, di tempat pak polisi tersebut duduk.  Dengan penuh kebahagiaan, beliau mengenakan arlojinya kembali.
***

Sidang pembaca yang berbahagia, sebenarnya teknik yang saya gunakan untuk membantu pak polisi tersebut adalah bagian dari Past Life Age Regression yang disebut hypermnesia yaitu meningkatnya daya ingat secara luar biasa sehingga bisa mengingat dengan detil kejadian atau pengalaman di masa lalu.

Tentunya diperlukan tips dan trik tersendiri ketika melakukan teknik ini, karena kita tidak bisa sekedar memberikan sugesti seperti ini, "Dalam hitungan ketiga, ingatan Anda akan semakin tajam. Anda semakin ingat dan ingat"

Pikiran bawah sadar membutuhkan sebuah visualisasi yang nyata ketimbang sebuah kata 'ingat', maka saya biasanya membuat sebuah skenario pencarian menggunakan benda ajaib, makhluk ajaib, hewan, atau apapun yang menurut belief klien bisa membantunya menemukan bendanya. Dalam pengalaman saya membantu klien, ada yang menggunakan tokoh detektif dalam kartun kesukaannya. Ada yang menggunakan alat ajaib doraemon, ada yang memunculkan kucing, anjing, bahkan mahkluk astral berupa asap putih yang bisa terbang. Semua tergantung klien, bukan kehendak kita sebagai terapis.

Dan karena yang saya bantu kali ini adalah seorang polisi, tentu saja dalam belief beliau anjing pelacaklah, sosok yang cocok untuk membantu menemukan arlojinya.

Saatnya saya mengatakan "SEMPURNA!"

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

No comments:

Artikel Unggulan

TERAPI ANTI NGOMPOL

Cafe Therapy, 3 November 2019 Saya ingin menceritakan pengalaman melakukan terapi kepada keponakan kawan kantor dulu ketika masih bekerja ...