POSTINGAN POPULER

Monday, August 12, 2019

Mengatasi Kesurupan dengan Aman dan Damai

Indonesia merupakan bangsa kaya budaya termasuk budaya kesurupan, bahkan di daerah daerah tertentu  fenomena kesurupan justru disengajakan, dan menjadi tontonan menarik seperti reog, kuda lumping, debus dan tari kecak.
Setiap kita memiliki potensi untuk kesurupan karena memang bawah sadar kita dalam collective unconciousness berisi mitos mitos seperti memedi pocong, wewe gombel, jin penunggu rumah, jin penunggu sungai, dan banyak lagi, bahkan penunggu laut selatan.

Mitos inilah yang turun menurun dari jaman dulu terus hingga sekarang. Ditambah lagi pengalaman masa kecil yang sering ditakut takuti dengan berbagai macam hantu dan segala varian nya, yang kemudian tersimpan dalam personal unconciousness sehingga kedua kenyataan itu klop membentuk suatu sistem keyakinan dan kepercayaan yang setiap saat bisa muncul bila ada pemicunya (precipitating event).

Dalam kasus kesurupan masal yang menjadi precipitating event adalah teman yang sudah kesurupan, dalam istilah hipnotisme teman yang sudah kesurupan menginduksi bawah sadar teman lainnya sehingga seperti penyakit menular yang bila tidak diisolasi akan mewabah ke kawan yang lain.

Seringkali orang yang kesurupan memiliki kekuatan yang melebihi kemampuan biasanya, dalam beberapa kasus kesurupan dia bisa berteriak teriak hingga berjam jam, atau bisa melemparkan beberapa orang yang sedang memeganginya. Ada lagi kesurupan mampu berbicara seperti bukan dia yang bicara, dalam keadaan seperti ini seseorang yang kesurupan sedang memasuki alam bawah sadarnya tepatnya di alam ketidaksadaran kolektif dimana menurut freud ketidaksadaran tersebut mengandung kekuatan jiwa (psyche) sehingga dia memiliki kekuatan yang melebihi seperti biasanya

Mengapa orang bisa masuk kedalam alam bawah sadarnya (atau kesurupan)? Sebab utamanya adalah melemahnya tingkat kesadaran (faktor kritis) seperti orang yang memasuki kondisi tidur (sensasi awal mirip orang mengantuk)
***

Psikologi memberikan penjelasan mengenai fenomena kesurupan sebagai berikut :

1. Keadaan disosiasi, saat seseorang seakan terpisah dari dirinya;
2. Hysteria , saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya ,
3. Split personality , saat pada diri seseorang tampil beragam perilaku yang dimunculkan oleh “pribadi” yang berbeda.

Saya akan menggarisbawahi penjelasan nomor 3. Dalam psikoanalisa,  Freud menyatakan bahwa tingkat kesadaran manusia terbagi 3, yaitu Id, Ego dan Superego.

-Id adalah komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Contoh kebutuhan makan dan minum dipengaruhi oleh Id.

-Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani  realitas. Menurut Freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata.

-Superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat

Lebih mudahnya kita pahami seperti ini. Kita ignore dulu Id.  Dalam diri kita ada 2 entitas yang memengaruhi perilaku kita. Saya (ego) yang banyak dipengaruhi oleh pikiran kritis. Dan AKU (Superego) yang lebih kontemplatif dan banyak dipengaruhi oleh perasaan. Porsi dominansi aku lebih besar dari saya dengan prosentase 88:12.

Dengan kekuatan dominan 88% maka kapanpun dibentrokkan selalu yang keluar sebagai pemenang adalah si AKU. Kenapa demikian? Ya karena tugas si AKU memang untuk melindungi seluruh tubuh dan pikiran kita. Menjaga agar keseluruhan sistem tubuh dan pikiran kita berada dalam keadaan paling nyaman.
***

Kembali ke kasus kesurupan di tanah air. Biasanya orang kesurupan ketika mereka berada dalam tekanan (stress).  Kesurupan juga cenderung terjadi pada perempuan dan biasanya massal. Apa alasannya?

1. Dalam kondisi tertekan maka untuk membuat kondisi diri lebih nyaman si AKU biasanya akan mengambil alih kendali diri. Dengan preferensi masa lalu yang mungkin lebih menyenangkan  (minimal menurut si AKU) maka AKU kemudian muncul ke permukaan.

2. Perempuan cenderung lebih feeling, maka superego (aku) nya akan lebih dominan

3. Kesurupan memang cenderung menular. Karena pemicunya justru orang di sekitar yang sudah kesurupan duluan

Maka kasus kesurupan biasanya terjadi pada siswi ketika mendekati ujian. Atau karyawati pabrik ketika musim pesanan produksi melejit tinggi. Kondisi di atas tentunya penuh dengan tekanan. Bagaimana kalau nilai ujian nanti jelek? Tentu kena marah mama. Atau, bagaimana kalau target produksi tak terkejar? Tentu kena semprot manajer.

Nah, dalam kondisi tertekan inilah secara otomatis si AKU akan menyetabilkan kondisi tubuh agar terhindar dari ketaknyamanan (kemarahan mama atau semprotan manajer).  Maka muncullah AKU dengan tingkah anehnya seperti  menangis bombay, teriak tak berkesudahan dll. Gunanya untuk apa? Agar mama jadi kasihan dengan anak kesayangannya sehingga tak jadi marah meski nilai ujian anaknya jelek. Demikian juga manajer tak marah meski produksi tak sesuai target. Nyamanlah jadinya (menurut si AKU)
***

Berikut beberapa tips menangani kasus kesurupan
1. Isolasi sesegera mungkin orang yang kesurupan agar tak memengaruhi orang lain
2. Tenangkan suasana, karena kesurupan cenderung membuat suasana menjadi gaduh, ketakutan, dan crowded atau ramai.
3. Tenangkan orang yang mengalami kesurupan dengan membiarkannya, jangan dipaksa atau dipegang apalagi diteriaki terlebih di pukul pukul (kecuali kondisinya sudah membahayakan dirinya atau orang lain)
4. Karena penngendali setiap kita adalah diri kita sendiri maka katakan bahwa dia adalah pengendali dirinya sendiri. Dan minta dia untuk mengendalikan dirinya. Katakan dengan tegas namun tidak membentak. Kalau perlu sambil usap wajahnya.
5. Kalau hal ini belum berhasil juga maka gunakan senjata pamungkas ini. Katakan dengan keras agar orang yang kesurupan mendengarnya.

'Baiklah. Karena diri orang ini dimasuki oleh jin maka saya akan berikan makanan kesukaan jin yaitu kotoran. Tolong segera carikan saya kotoran ayam sesendok saja. Saya akan berikan makanan ini agar jinnya senang dan mau diajak kerja sama! Tolong pegangi dia dan buka mulutnya! '

Tunggu beberapa waktu, daaan sim salabim, orang itu akan tersadar dengan sendirinya bahkan sebelum kita kasih kotoran tadi. Kenapa bisa begitu?

Ingat bahwa AKU akan selalu menyetabilkan kondisi pikiran dan tubuh dengan preferensinya sendiri. Maka ketika dia mendengar bahwa dirinya akan dikasih makan kotoran, dia segera mengembalikan kendali kepada saya. Kenapa? Ya supaya kotoran tidak jadi dimasukkan ke mulutnya. Siapa sih orang yang mau dikasih makan kotoran?

Sederhana saja khan? Bahkan kalau orang terdekat menghalangi kita untuk memberikan kotoran, silakan gunakan hadits berikut yang menguatkan bahwa makanan bangsa jin adalah tulang dan kotoran.

"Tulang dan kotoran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”. (HR. Bukhari no. 3860)

Ternyata pemahaman hipnosis punya manfaat banyak dalam kehidupan sehari-hari kita ya?
Selamat mencoba.

Tabik
- haridewa -
Professional Hypnotherapist,
Happiness Life Coach

No comments:

Artikel Unggulan

FORGIVENESS THERAPY

Pagi ini ada seorang hipnoterapis yang menelpon saya dan menanyakan mengenai penanganan pada kawannya yang mengalami anxiety pasca terpuruk...