POSTINGAN POPULER

Wednesday, May 08, 2019

NEW BEHAVIOR GENERATOR


Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu melalui dua proses penciptaan. Mental Creation dan physical creation. Proses pertama yang terjadi di pikiran kita memiliki peran yang sangat penting dalam memudahkah kita mewujudkan proses selanjutnya. Mari kita perhatikan lebih jauh bagaimana seorang arsitek tentu membuat sketsa sebelum membangun sebuah rumah, seorang sutradara akan membuat atau menyuruh orang lain menulis skenario sebelum membesut sebuah film. Bahkan dalam keseharian kita, meski cuma sesaat kreasi mental akan selalu mendahului kreasi fisik. Contoh ketika kita ingin makan sesuatu, tentu sudah terbayang makanan apa yang ingin kita nikmati. Begitu pula ketika kita mengendarai mobil atau motor. Di kepala kita tentu terbayang rute mana yang akan kita tempuh. 



Kita mengenal kreasi mental ini sebagai imajinasi. Meski banyak orang yang sudah mengakui kehebatan sebuah imajinasi dalam mendukung kesuksesan, namun masih saja ada orang yang menafikannya.  Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.

Agar Anda lebih mudah memahami kekuatan imajinasi, berikut ada dua kisah nyata yang mewakilinya.

Pertama, kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang gemar main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.

Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.

Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.

Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Luar biasanya saat dia mulai bermain golf kembali untuk pertama kalinya. Ternyata Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih.

Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi itu.
***

Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.

Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America! Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya, Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua kali kalah di Florida.

Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.

Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”

Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu,…dalam pikiran saya.”
***
Salah satu teknik berbasis mental creation yang dikembangkan NLP adalah  New Behavior Generator. Teknik membentuk perilaku baru merupakan salah satu teknik yang memanipulasi sub modalitas untuk menciptakan perilaku baru yang diinginkan. Ini adalah teknik NLP yang menggunakan citra mental atau latihan untuk mendapatkan hasil jangka panjang.

Tujuan dari teknik ini adalah memungkinkan diri Anda untuk membentuk ‘PERILAKU BARU’ dengan menerapkannya dalam pikiran (mind) sehingga mengaktifkan semua sumber daya yang Anda miliki di system saraf (neurological resources).
Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu. Kita tidak harus belajar semuanya dari awal. Sesuai dengan bunyi sebuah presuposisi bahwa semua manusia telah memiliki sumber daya untuk sukses. Yang perlu dilakukan hanyalah mengakses, memperkuat dan mengurutkannya. Kita telah memiliki banyak referensi dan perilaku bawah sadar mengenai sebuah keterampilan, baik itu berasal dari diri kita maupun dari orang lain di sekitar kita. Kita hanya perlu  mengatur dan mengurutkan agar bisa menjadi keterampilan baru. Ketrampilan kita. Orang belajar melalui observasi, praktek dan perbaikan. Kita bisa menciptakan strategi untuk mencapai hal-hal baru. Teknik ini akan mengadopsi pemahaman eye accessing cue yang akan mengakses semua sumber daya Anda pada tataran neurological resources

New Behavior Generator ini didasarkan pada sistim keyakinan yang kita miliki:
  • Orang belajar perilaku baru dengan menciptakan peta mental baru dalam otak mereka.
  • Semakin lengkap Anda membuat peta mental Anda, semakin besar kemungkinan Anda akan mendapatkan perilaku baru yang Anda inginkan.
  • Fokus pada tujuan Anda (WFO) adalah cara tercepat untuk mencapai perilaku baru.
  • Setiap orang memiliki sumber daya mental yang mereka butuhkan untuk mencapai perilaku baru.
  • Sukses adalah fungsi dari mengakses dan mengatur sumberdaya yang sudah ada



 Sebelum Anda membantu klien ada baiknya Anda memulai  langkah berikut:
  1. Bangunlah rapport dan lakukan kalibrasi dengan baik.
  2. Nyatakan intensi atau tujuan Anda kepada klien bahwa Anda ingin membantunya.
  3. Mintalah kesediaan klien untuk dibantu dan bangun keyakinan klien serta dapatkan kepercayaan dari klien bahwa Anda akan berhasil bila klien juga bisa diajak bekerja sama dengan baik.
  4. Mintalah klien untuk menyatakan WFO atau keinginan dengan jelas untuk menghindari kesalahpahaman atau salah langkah dalam proses kerja sama tersebut.
  5. Buatlah WFO Anda sendiri yang inline dengan WFO klien
  6. Tanyakanlah manfaat apa yang akan diperoleh bila klien mencapai apa yang diinginkannya itu? Siapa saja yang akan memeroleh keuntungan tersebut?

Berikut adalah enam langkah dasar cara melakukan Strategi Pembentukan Perilaku Baru. Silakan gunakan alat bantu berupa pinsil atau pulpen, dan minta mata klien untuk mengikuti arah dari pinsil yang Anda gerakkan nanti:
1.  Arahkan mata klien ke kanan bawah (dari sudut pandang Anda sebagai terapis) dan tanyakan, “Jika Anda sudah mencapai WFO Anda nanti, seperti apakah diri Anda nanti?” Langkah pertama ini merupakan pemaparan keinginan klien sesuai dengan self talk mereka (Auditory Digital)

2.  Arahkan mata klien ke kiri atas dan tanyakan, “Coba sekarang lihat, dengar dan rasakan diri Anda di masa yang akan datang dimana diri Anda sudah memiliki perilaku baru tersebut” Pandu klien untuk menggunakan semua inderanya, sehingga mereka bisa menjawab, “Aku melihat…., aku mendengar….., aku merasa……” Langkah kedua ini merupakan sebuah imajinasi masa depan (Visual Construction)

3.   Arahkan mata klien ke kanan atas, dan minta klien untuk mengingat sebuah peristiwa dimana mereka pernah mengalami minimal sensasi yang sama dengan WFO yang sedang direncanakan. Untuk lebih memudahkan langkah ini, Anda bisa membantu dengan menanyakan:
a.  “Coba ingat sebuah kesuksesan yang pernah Anda capai yang menggunakan perilaku yang mirip dengan perilaku baru yang sedang Anda proses ini?”
b.    “Coba ingat sebuah keberhasilan kecil saja yang pernah Anda capai menggunakan perilaku yang sedang Anda proses ini?”
c.    “Coba ingat seorang tokoh yang sangat ahli dengan perilaku ini, dan Anda bisa mulai memodelnya”
Langkah ketiga ini merupakan sebuah pengaksesan sumber daya (Visual Remembered)

4.    Arahkan mata klien ke kiri atas lagi, dan tanyakan, “Dengan semua sumber daya yang sudah Anda miliki tadi, bagaimana sekiranya diri Anda nanti?”

5.  Arahkan mata klien ke kiri bawah, dan minta klien merasakan bahwa perilaku yang mereka inginkan memang sekarang sudah menjadi satu dengan diri mereka. Goal sudah tercapai. Dan tanyakan perasaan mereka, “Apa yang Anda rasakan sekarang? Senangkah Anda melakukan perilaku tersebut ?” Langkah ini juga sekaligus untuk melakukan kalibrasi apakah proses yang dijalankan sudah sesuai dengan harapan klien. (Kinaesthetic)

6.  Arahkan mata klien ke kanan bawah lagi, dan minta mereka membandingkan kesuksesan ini dengan kesuksesan lain yang pernah dicapai di masa silam, dan apakah sama perasaannya. Jika perasaannya tidak sama maka minta klien untuk menambahkan detail dari WFO mereka, sehingga diharapkan pada proses pembentukan perilaku baru nantinya, perasaan yang dicapai juga sesuai dengan yang diharapkan. Langkah ini kembali memandu klien untuk melakukan self-talk (Auditory Digital)
Seperti yang telah saya sampaikan pada awal tulisan ini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu melalui dua proses penciptaan, mental creation dan physical creation. Maka jika Anda ingin perilaku baru tadi benar-benar terwujud, Anda mesti memiliki komitmen yang kuat serta selalu melatih diri menuju WFO Anda tadi. Maka berikut tambahan langkah yang mesti dilakukan:
1.       Future Pacing dan tes.
Lakukan tes di kehidupan nyata, cari situasi yang cocok untuk melakukan perilaku baru tersebut dan rasakan serta nikmati.
2.      Ucapkan syukur di dalam hati dan nikmati lagi perasaannya.
Anda bisa mengulangi proses ini berkali-kali sampai fisik Anda bekerja sama untuk mewujudkan perilaku baru Anda tadi.

Selamat mencoba

No comments:

Artikel Unggulan

NEW BEHAVIOR GENERATOR

S egala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu melalui dua proses penciptaan. Mental Creation dan physical creation . Proses pertama ...