POSTINGAN POPULER

Sunday, April 07, 2019

ATTITUDE & BOOTCAMP

Setelah sekian tahun belajar NLP,  saya menyadari adanya perbedaan pola pikir praktisi NLP (NLPers) dengan orang kebanyakan (OK)

OK: Siswa saya malas
NLPers: _Siswa Anda belum mengenali sisi rajinnya_

OK: Suami saya pemarah
NLPers: _Suami Ibu belum mengenali sisi sabarnya_

OK: Anak saya nakal
NLPers: _Anak Ibu belum mengenali sisi baiknya_

OK: Bawahan saya bebal
NLPers: _Bawahan Anda belum mengenali sisi cerdasnya_

OK: Dia pemurung
NLPers: _Dia hanya belum paham sisi riangnya_

de el el
***

Rupanya yang membedakan kedua kelompok di atas adalah *attitude* (sikap) atau cara pandang mereka terhadap suatu hal. Attitude akan memengaruhi cara berpikir dan cara bertindak seseorang yang pada akhirnya memengaruhi hasil yang kita dapatkan.

Idealnya seorang praktisi NLP mempunyai minimal tiga ATTITUDE NLP yang paling mendasar, yaitu:

*1. Respect (Rasa Menghargai)*
Dalam  NLP, ada satu asumsi (presuposisi) yang sangat terkenal yaitu _The Map is not The Territory._ Bahwa peta (persepsi, realitas internal seseorang) bukanlah wilayah (fakta, kenyataan yang sebenarnya, realitas eksternal seseorang). Dan manusia merespon peta mereka, bukan kenyataan sebenarnya. Maka satu kejadian yang sama bisa dipetakan/dipersepsikan berbeda oleh orang yang berbeda. Artinya, tidak ada peta yang sama dalam diri setiap orang.

Wajar kiranya jika kita perlu menghargai (RESPECT) terhadap peta orang lain. Termasuk ketika memandang perilaku seseorang yang dianggap negatif. Bersandar pada pemahaman ini, seorang praktisi NLP idealnya mampu memisahkan antara sebuah perilaku (behavior) dengan niat (intention) di baliknya. Karena ada asumsi bahwa ada niat baik dalam setiap perilaku dan manusia selalu melakukan pilihan terbaik yang memungkinkan baginya. Sehingga kita perlu hargai dan jaga niat baiknya dan kita bantu ubah perilakunya.

*2. Curiousity  (Rasa Ingin Tahu)*
Jika orang lain mampu melakukan sesuatu, maka kita pun bisa belajar untuk melakukannya. Dan pada dasarnya seseorang tidak bisa tidak berkomunikasi. Ketika  kita memiliki asumsi seperti ini, maka kita mampu untuk menjadi apa saja yang kita inginkan. Karena pada dasarnya setiap manusia telah memiliki hampir seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai apa yang diinginkannya. Maka, sikap curiosity terhadap kehebatan (excellency) orang lain menjadi dasar dari proses modelling (pemodelan).

*3. Flexibility (Keluwesan Perilaku)*
Pikiran dan tubuh saling berterkaitan dan saling memengaruhi. Maka seorang praktisi NLP tidak mengenal kata gagal. Yang ada hanyalah umpan balik apakah satu cara efektif atau belum efektif. Memiliki pilihan lebih baik dari tidak memilikinya. Penolakan mengindikasikan kurang terjalinnya hubungan Anda. Maka, jika apa yang Anda lakukan belum berhasil, lakukan dengan cara  lain..

Ooo itu to ternyata rahasianya? Ternyata NLP itu memang mudah dan memudahkan hidup kita.  Yuk belajar NLP.

Daftarkan diri Anda dalam *COMPREHENSIVE NNLP BOOTCAMP BATCH #2*

WAKTU:
*03-07 april 2019*
Rabu-Minggu
*Jam 05.00-22.00 WIB* tiap hari
***
TEMPAT:
Grand Mutiara Hotel
Jl. Raya Puncak KM.75
Gg.Habib Umar No.220, Cipayung Datar, Megamendung, Bogor, Jawa Barat 16770
***
INVESTASI:
Normal: Rp 10 juta
*Super Early Bird (Lunas sebelum 15/3/19): Rp 8 juta sahaja*
Early Bird (Lunas Sebelum 31/3/19): Rp 9 juta sahaja

Member Cafe Therapy mendapat cash back sebesar Rp 2 juta.
***
FASILITAS:
- Twin Sharing AC
- Meal 13x, Coffee Break 10x
- Exclusive NLP TShirt
- Exclusive Training Modul
- NLP Book Bandler
- Mini Web NNLP
- Sertifikat NNLP Pract, Master Pract & Trainer (3 Sertifikat NNLP)
- Gratis Mengulang di kelas yang sama
- Cash back berupa voucher Umroh senilai Rp 1 juta dari Andalan Travel
***
INFORMASI:
- Mas Joko: +62817878337
- Mas Kono: +6287872152653
- Mas Dewo: +628119487572
- Mas Muhar: +6282213438963

Jadi, tunggu apalagi? Masih tersisa 6 seat dari 12 seat yang kami sediakan.

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer
www.thecafetherapy.com

No comments:

Artikel Unggulan

Mengatasi Kesurupan dengan Aman dan Damai

Indonesia merupakan bangsa kaya budaya termasuk budaya kesurupan, bahkan di daerah daerah tertentu  fenomena kesurupan justru disengajakan, ...