POSTINGAN POPULER

Sunday, March 31, 2019

META PROGRAM

Seorang anak merebut mainan kuda-kudaan milik anak tetangga sebelah dan menaikinya. Si empunya mainan tentu tidak terima, namun karena badannya kalah besar dia hanya bisa menangis. Merasa malu dengan perilaku anaknya, orang tua dari anak yang merebut mainan itu mencoba merayu, tapi si anak tidak mau menggubris.

Kebetulan saat itu ada seorang polisi lewat dan dimintai bantuan untuk membujuk si anak, tapi tidak mempan juga.

Giliran dokter datang membujuk, tapi si anak masih cuek. Demikian seterusnya datang berturut-turut, ada bidan, tentara, badut, hingga mendatangkan gurunya dari sekolah, tapi masih juga tidak mempan.

Setengah putus asa,  akhirnya si orang tua mendatangkan seorang dukun. Dengan tenang dan mantab, sang dukun yang mengenakan pakaian serba hitam, lengkap dengan blangkon hitamnya mendekati si anak dan berbisik pelan di telinganya. Ajaib, tanpa menunggu lama anak itupun diam-diam turun dari kuda-kudaan milik temannya itu, lalu pergi mendekati si anak tetangga untuk meminta maaf.

Semua orang yang menyaksikan kejadian itu merasa takjub. Pak polisi pun mendekati sang dukun dan bertanya tentang bisikkan ajaib apa yang membuat si anak begitu patuh? Sang dukun dengan santai menjawab: "Saya kan sudah dibayar mahal, jadi saya harus bisa menghentikan perilaku anak tersebut"

"Tapi kata-kata apa yang Bapak sampaikan sehingga anak tadi mau menurut?", pungkas pak polisi.

"Ya, saya bilang, kalau kamu masih tidak mau turun juga, maka saya akan patahkan kakimu!" jawab sang dukun sambil ngeloyor pergi.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, saya mendapatkan kisah di atas dari sahabat saya Om Danang Setyo Baskoro. Dan kisah tadi langsung mengingatkan saya pada salah satu bagian dari keilmuan NLP (Neuro Linguistic Programing) yang bernama Meta Program.

Meta program adalah program yang kita gunakan dalam sistem pikiran dan tubuh untuk melakukan input dan memproses informasi. Program ini berfungsi sebagai alat filter setiap kali kita akan mempersepsi, memperhatikan hal-hal yang kita anggap penting, serta memasukkan dan memproses stimulus. Meta Program merupakan suatu filter dalam pikiran manusia yang akan membentuk mental map.

Mempelajari meta program akan membuat kita lebih mudah untuk mengerti cara orang memproses informasi yang masuk melalui indra. Meta Program merupakan pola internal yang menentukan bagaimana seeorang membentuk representational system dan mempengaruhi prilakunya.

Meta Program merupakan program internal yang digunakan untuk mensortir dan menentukan hal-hal yang menaruh perhatian.

Pikiran melakukan generalisasi, menghapus dan mengedit beberapa informasi dari luar karena hanya mampu mengolah sedikit informasi pada saat yang sama. Meta Program akan memberikan informasi pada kita bagaimana seseorang mengolah informasi itu.

Dapat disimpulkan bahwa meta program merupakan program sebagai syarat yang dimiliki oleh seseorang, untuk mengambil keputusan dalam berperilaku.

Setiap keputusan yang diambil manusia pada dasarnya mempunyai alasan yang melandasinya. Alasan yang melatarbelakangi perilaku tersebutlah yang disebut Meta Program
***
Berikut beberapa contoh meta program:
Set 1: Proactive vs Reactive
Proactive = preferensi untuk senantiasa bertindak dwngan cepat dan mengambil inisiatif
Reactive = preferensi untuk menunggu, menimbang-nimbang dulu sebelum bertindak

Set 2: Towards vs Away from
Towards = berfokus mendapatkan kenikmatan (mencapai goal)
Away From = fokus menghindari kesengsaraan (masalah)

Set 3: Internal Reference vs External Reference
Internal Reference = menggunakan standar pribadi ketika bertindak
External Reference = menggunakan standar orang lain ketika bertindak

Set 4: Options vs Procedure
Options = preferensinya berdasarkan banyak pilihan/kemungkinan
Procedure = preferensinya berdasarkan rencana bertahap

Set 5: General vs Specific
General  = fokusnya pada gambaran besar
Specific = fokusnya pada hal yang mendetail

Set 6: Matching vs Mismatching
Matching = fokusnya pada menemukan sesuatu yang bagus dan benar
Mismatching =  fokusnya pada menemukan sesuatu yang buruk dan salah 

Dan masih terdapat beberapa set meta program lainnya.
***

Sidang pembaca yang berbahagia, kita kembali kepada cerita di atas. Semua orang yang mencoba membujuk si anak berasumsi (atau tidak sadar) bahwa sebagai anak kecil tentunya dia akan mudah diiming-imingi sesuatu (set towards). Sementara dalam kenyataannya mungkin saja anak ini sudah terlalu sering kecewa dengan iming-iming, maka setnya bergeser menuju away from.

Kedatangan sang dukun dengan kata-kata mematahkan kaki merupakan sebuah 'ancaman nyata' bagi dirinya. Maka warning system ini kemudian cocok dengan meta program yang tersimpan di dalam dirinya, yaitu away from (menjauhi kesengsaraan) 

Ternyata memang benar kata orang bahwa Mempelajari NLP akan memudahkan kita dalam mencapai goal kita.

Berikut beberapa manfaat mengaplikasikan Meta Program dalam kehidupan kita:

Konseling Karier
Analisa Budaya Perusahaan dan Manajemen Perusa­haan
Merekrut dan Menyeleksi Karyawan
Membangun Tim
Negosiasi
Analisa Pasar
Pendidikan
Dll.

Selain Meta Program,  NLP juga mengajarkan beberapa bahasan andalan seperti meta model, milton model, anchoring, frame dan reframing. Belum lagi teknik-teknik praktis terapi dan coaching seperti Circle of Excellence, Swish Pattern, Perceptual Position, dll.

Anda ingin juga menguasai NLP,  bahkan mungkin ingin menjadi Trainer NLP?

Daftarkan diri Anda dalam COMPREHENSIVE NNLP BOOTCAMP BATCH #2

WAKTU:
03-07 april 2019
Rabu-Minggu
Jam 05.00-22.00 WIB tiap hari
***
TEMPAT:
Grand Mutiara Hotel
Jl. Raya Puncak KM.75
Gg.Habib Umar No.220, Cipayung Datar, Megamendung, Bogor, Jawa Barat 16770
***
INVESTASI:
Normal: Rp 10 juta
Early Bird (Lunas Sebelum 31/3/19): Rp 9 juta sahaja

Member Cafe Therapy mendapat cash back sebesar Rp 2 juta.
***
FASILITAS:
- Twin Sharing AC
- Meal 13x, Coffee Break 10x
- Exclusive NLP TShirt
- Exclusive Training Modul
- NLP Book Bandler
- Mini Web NNLP
- Sertifikat NNLP Pract, Master Pract & Trainer (3 Sertifikat NNLP)
- Gratis Mengulang di kelas yang sama
- Cash back berupa voucher Umroh senilai Rp 1 juta dari Andalan Travel
***
INFORMASI:
- Mas Joko: +62817878337
- Mas Kono: +6287872152653
- Mas Dewo: +628119487572
- Mas Muhar: +6282213438963

Awalnya kami sediakan 12 seat, karena permintaan publik yang luar biasa, sekarang sudah terdaftar 15 peserta. Maka kami batasi menjadi 16 peserta. Artinya tersisa 1 seat lagi. Jadi, tunggu apalagi?

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer
www.thecafetherapy.com




Saturday, March 30, 2019

Kickass Trainer Bengis Story

Hanya baja yang mampu menempa besi. Dimana baja menempa diri? Kickass TRAINER BENGIS. Brave Enthusiastic Nurture Grounded Intense Sincere

Begitu membaca iklan pelatihan tersebut, tanpa berpikir panjang saya langsung men-challenge diri saya untuk join dan langsung membayar tanpa pikir panjang lagi.

Padepokan Sigura gura tgl 26-28 Maret 2019 menjadi saksi 20 peserta training yang dipimpin oleh Coach Dr Fahmi ini.  Selama nyaris 60 jam (20 jam per hari) kami dituntut untuk men-stretch diri kami sepanjang dan selebar mungkin sampai titik terjauh yang terkadang kami sendiri tidak sadar bahwa kami sebenarnya sanggup melakukannya.

Hari pertama kami duduk di ruang meeting Restoran Ayam Pakuan tersebut, kami langsung disuguhi setumpuk borang (paperwork) yang langsung menghilangkan selera makan apalagi selera tidur. Hari pertama seluruh peserta mesti menyelesaikan 10 set (satu set berisi antara 2-6 lembar. Ada yang lebih) borang yang berhubungan dengan pemahaman bisnis serta pemberdayaan diri seorang trainer.

Setelah dilakukan pembukaan oleh Mba Henny, Coach Abi Darwis dan Kang Surya Kresnanda, tugas peserta adalah mengerjakan tugas-tugas harian. Tugas hari pertama adalah menulis 5 lembar narasi hidup. Semacam obituari perjalanan ke masa depan untuk apa kita dilahirkan di dunia ini. Apa kebermanfaatan yang bisa kita andilkan kepada masyarakat sekitar kita.

After lunch Coach Fahmi memberikan penguatan-penguatan emosional kepada peserta dengan gayanya yang sangat khas.  Beliau menekankan penting salah satu peran penting seorang trainer, yaitu melakukan winning intervention. Winning intervention merupakan sebuah tugas mulia dari seorang GTrainer,  selain melakukan delivery materi pelatihan di dalam kelas, dalam rangka menghantarkan klien mencapai big goal mereka.

Beliau menegaskan tidak ada cara nyaman untuk mencapai sebuah kemenangan. Maka untuk mencapainya, seseorang harus berani keluar dari zona nyamannya (Comfort Zone) untuk menuju zona pertumbuhan (Growth Zone)  

Agar bisa menuju Growth Zone, kita perlu melalui 2 fase terlebih dahulu, yaitu:

1. Fear Zone
Dalam zona ini biasanya kita mengalami sindrom percaya diri, BEJ (Blame, Excuse, Justify), dan terlalu terpengaruh oleh omongan orang lain
3. Learning Zone
Zona ini banyak mengarahkan kita untuk berdamai dengan masalah dan tantangan, memelajari skill baru serta melebarkan zona nyaman kita.
***

Konsep yang ditawarkan dalam training ini, bahwa seorang trainer pada dasarnya merupakan LEADER

Dan seorang leader yang baik mesti memiliki sebuah TUJUAN serta mampu mengarahkan orang lain pada tujuannya tadi. Itulah LEGACY dari kita sebagai seorang TRAINER.

Rule dalam training ini sebenarnya sangat sederhana. Silakan bersantai, silakan diskusi, silakan makan, silakan bercanda, bahkan silakan tidur, asal borang sudah terisi semua dengan sempurna.

Hari pertama kami juga diminta untuk menulis dua status di FB dan mesti mendapatkan like minimal 300 per status. Rulenya pun masih tetap sama, silakan bersantai, silakan diskusi, silakan makan, silakan bercanda, bahkan silakan tidur, asalkan jumlah like sudah tercapai.

Jam 5 sore, waktu yang lumrah sebuah pelatihan selesai, semua peserta masih sibuk berkutat dengan tugas masing-masing. Jam 9 malam, resto tempat pelatihan bersiap untuk menutup gerainya. Para peserta masih sibuk dengan tugas masing-masing, dan akhirnya kami semua direlokasi ke teras dalam rumah Coach Fahmi. Wajah para peserta mulai terlihat aneh serta lucu dikerjain oleh jajaran borang yang seolah tak pernah habis dikerjakan. Ada yang mulai keluar masuk toilet dengan alasan kebanyakan cabe. Ada yang mulai bernyanyi tak jelas antara menangis atau meracau. Yang terbanyak ya bergulingan bersama spidol warna, sticky not dan membersamai para borang tadi sampai adzan subuh berkumandang. Wadaw...
***

Tugas hari kedua, sebelum dhuhur, seluruh peserta mesti sudah melakukan winning intervention kepada pejabat publik kota Malang. Ada yang menjumpai rektor,  kepala sekolah, pimpinan hotel, dokter dan beberapa business owner.

Sesampai di ruang kelas, satu tumpuk borang juga sudah menanti kami. Setengah meledek, borang-borang tadi melambai-lambai untuk segera diselesaikan. Hari kedua jam 17.00 15 plus 1 set borang sudah harus kelar. Ditambah lagi tugas kelompok membuat naskah buku sebanyak 25 lembar, serta menyiapkan final project berupa presentasi audio visual meeting intervention yang sudah dikerjakan pagi harinya. Keren apa keren?

Rule hari pertama tetap berlaku, silakan santai, silakan ngobrol, silakan ngocol, yuk maree bernyanyi, monggo tidur,  asal presentasi audio visual serta draft buku sudah tersaji hard copy. Eh, rupanya tugas dua status dengan like 300 juga tersaji pada hari kedua ini. Wadaw....
***

Hari terakhir, jam 8 pagi presentasi final project sudah dimulai. Sepuluh team menunggu dengan harap-harap cemas giliran menghadap duo coach bengis. Sementara di dalam kelas kesibukan dan keributan masih terjadi. Draft buku belum kelar. Borang yang disetor rupanya masih belum sempurna. Beberapa orang masih belum membuat video narasi. Dasi terbalik memakainya. Kawan yang bolak balik toilet mulai kumat lagi. Jumlah like belum mencapai target minimal. Tekanan demi tekanan masih silih berganti terjadi.

Dan alhamdulillah menjelang jam 5 sore satu persatu tugas mulai terselesaikan ditandai dengan cek list tugas yang lengkap terisi. Kelompok-kelompok penulisan buku mulai melengkapi tugasnya. Saya yang dari awal mencoba menikmati serta melakukan observasi mulai melihat gambaran besar rangkaian program ini.

Bahwa benar apa yang dikatakan oleh Coach Fahmi, bahwa untuk sukses, kita mesti berani melakukan stretching. Melakukan instilling. Berani mempertanyakan sebuah pertanyaan yang bahkan belum pernah terpikir sebelumnya. Bukan hanya thinking out of the box. Bahkan kalau perlu bepikirlah tanpa kotak sama sekali. Berani membuat innovation of innovation, sehingga kita mampu menjadi core of the core. Hehehe...

Menjelang maghrib hati makin berbunga ketika diumumkan bahwa tim kami yang melakukan winning intervention kepada Mas Udin, owner dari UD. Lima Sarana Bersih terpilih menjadi kelompok terbaik dan berhak mendapatkan buku dari Coach Fahmi.

Terbayar sudah jerih payah selama 3 hari ini. Selain ilmu yang luar biasa, pemahaman pada bisnis training yang benar, pengalaman kemarin tak kan pernah saya lupakan.

Terimakasih Coach Fahmi, Mbak Henny, Kang Surya, Bapak Abi Darwis, teman-teman seborang setanah air yang tidak bisa saja sebutkan satu persatu.

Tugas kita sekarang adalah implementasi ilmu yang luar biasa ini sehingga tidak sia-sia gelar Grounded Trainer kita.

Salam Grounded

Aku bahagia!

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Monday, March 18, 2019

META MODEL

'Kemahalan'
Dalam sebuah kelas Master NLP, saya menunjukkan gambar Vanesa Angel, kemudian minta komentar dari para peserta. Dan berikut saya sarikan beberapa komentar mereka:

Peserta 1: "Wow, gadis 80 jeti!"
Peserta 2: "Cewek ga bener tuh!"
Peserta 3: "Kasihan dia... "
Peserta 4: "Kemahalan kalau segitu!"

Hehehe, saya yakin Anda juga punya segudang komentar berbeda jika dihadapkan pada peristiwa sejenis. Pertanyaannya adalah kenapa satu gambar yang sama bisa memunculkan komentar beragam?
Sebelum kita cari tahu jawaban pertanyaan ini, saya akan ajak Anda memahami beberapa hal yang melatari fenomena tersebut.
***

'Prior Knowledge'
Sepanjang hidup kita, hari demi hari, bulan dan tahun yang terlewati pasti memberikan kita pengalaman dan informasi mengenai sekeliling kita. Bahkan konon kabarnya pengetahuan tadi sudah bermula saat usia kita masih 4 bulan di dalam kandungan ibunda. Pengalaman dan informasi tadi dikenal dengan istilah Prior Knowledge (pengetahuan awal)

Hailikari dalam disertasinya: Assessing University Students’ Prior Knowledge: Implications For Theory And Practice. Finland: Helsinki University. 2009,  mendefinisikan pengetahuan awal (prior knowledge) sebagai kombinasi antara pengetahuan dan keterampilan. Lebih lanjut, ia menjelaskan pengaruh pengetahuan awal dalam proses pembelajaran yaitu:

1. Pengetahuan awal berfungsi sebagai kategori label yang mempengaruhi informasi baru untuk ditambahkan ke pengetahuan struktur yang sudah ada

2. Pengetahuan awal berfungsi sebagai konteks asimilasi di mana materi baru akan saling berkaitan, sehingga akan lebih mudah mengkonstruksi pengetahuan melalui proses elaborasi, dan

3. Pengaktifan pengetahuan awal dapat meningkatkan akses pengetahuan selama proses pembelajaran.

Jadi, dapat dinyatakan pengetahuan awal adalah pengetahuan yang dibangun oleh seseorang sebelum sebuah proses pembelajaran terjadi. Kalangan praktisi pendidikan mengenal Prior Knowledge dengan istilah APERSEPSI.
***

'Model dari Model'
Sebuah experience masuk ke dalam pikiran manusia melalui panca indera (vakog) yang setelah melalui proses filterisasi (generalisasi, distorsi, delesi) kemudian akan menjadi sebuah belief (deep structure). Belief terbentuk karena adanya prior knowledge. Dengan kata lain prior knowledge sama dengan Deep Structure. Proses terbentuknya deep structure ini merupakan pemodelan pertama yang terbentuk dalam sebuah jalinan komunikasi intrapersonal.

Komunikasi intrapersonal akan membuat para penuturnya melakukan wicara timbal balik. Proses wicara yang dilakukan seseorang merupakan proses transliterasi yang juga mesti melewati filterisasi (generalisasi, distorsi, delesi) deep structure menjadi jalinan kata (surface structure). Proses ini merupakan pemodelan kedua yang secara tak sadar terjadi.
Dengan kata lain sebenarnya Meta Model merupakan 'model dari model' perilaku wicara intrapersonal manusia.
Proses pembelajaran paling dasar terjadi ketika informasi (data) terbaru terkoneksi dengan prior knowledge /deep structure kita. Istilahnya dalam pembelajaran adalah ASOSIASI.

Nah, terjawab sudah kenapa satu gambar yang sama bisa memunculkan beberapa komentar berbeda. Para peserta tadi mencari konektivitas (asosiasi)  gambar tadi dengan data yang ada di pikiran mereka. Kemudian ketika mereka memroses pendapat mereka (deep structure) menjadi jalinan kata (surface structure) secara tak sadar mereka melakukan filterisasi (generalisasi, distorsi, delesi), maka munculah komentar-komentar tersebut.

Agar data awal dan informasi baru terkoneksi dengan baik, maka isi deep structure mesti JELAS. Akan terjadi blunder ketika kita terlalu cepat mengambil  kesimpulan deep structure seseorang hanya berbasis dari jalinan kata (surface structure) mereka. Oleh karena itu diperlukan sebuah proses KLARIFIKASI.

UNTUK melakukan klarifikasi, diperlukan pertanyaan bersifat chunking down, yang berfungsi:
1. Men-spesifik-kan yang telah tergeneralisir
2. Melengkapi yang telah terdelesi
3. Mengungkap hubungan distorsi yang terjadi

'META MODEL'
Meta Model bukan sekedar ‘TEKNIK BERTANYA’, melainkan lebih dalam dari itu. Sebagaimana dibahas dalam buku THE ULTIMATE INTRODUCTION OF NLP karya RICHARD BANDLER, ALESSIO ROBERTI & OWEN FITZPATRICK, tujuan penggunaan Meta Model adalah sebagai berikut:

• Mendapatkan informasi yang lebih SPESIFIK.
• MENGKLARIFIKASI informasi.
• Membuka MODEL DUNIA seseorang

A. GENERALIZATION PATTERN
Tahapan dimana sebuah informasi disampaikan dengan DISAMARKAN dalam bentuk PENYAMARATAAN, seolah-olah satu hal berlaku untuk berbagai atau semua hal lain. Kalimat yang mengandung kata SETIAP, SEHARUSNYA, TIDAK PERNAH, SEMUA, SELURUH, TIDAK ADA, dll.

a. UNIVERSAL QUANTIFIER
--> Kamu tidak pernah peduli sama aku (Sejak kapan? Tidak pernah?)
b. MODAL OPERATOR
--> Kita harus bisa! Kita bisa melakukannya. Harus! (Bisa apa? Bagiamana caranya?)
c. LOST PERFORMER
Informasi yang seolah dilontarkan dari figur otoritas, biasanya keyakinan turun-temurun, yang tidak jelas sumber asalnya
--> Ini ide bodoh! (Ide siapa? Siapa yang menilai?)

B. DELETION PATTERN
Tahapan dimana sebuah informasi disampaikan dengan tidak utuh, karena ada bagian yang TERHAPUS di dalamnya (S+P+O, P+O+K, S+P+K)

a. SIMPLE DELETION
Menggunakan simple deletion, kita mengucapkan suatu kalimat dengan mengabaikan informasi mengenai seseorang, suatu benda/hal, atau keterkaitan antara keduanya.
--> Pergi! (Siapa yang Anda suruh pergi, saya? Atau?)

b. COMPARATIVE DELETION
Membandingkan suatu hal dengan hal lain, tanpa menyebutkan secara jelas pembandingnya.
--> Kemahalan! (Dibandingkan apa?Apanya yang kemahalan)

c. UNSPECIFIED NOUN OR VERBS DELETION
Mengucapkan sebuah kalimat yang tidak secara spesifik menunjuk suatu obyek atau kata kerja tertentu.
--> Cewek ga bener! (Menurut siapa? Apanya yang ga bener?)

C. DISTORTION PATTERN
Tahapan dimana sebuah informasi MENYIMPANG pemaknaannya, apa yang disampaikan berpotensi menciptakan makna tersendiri yang lain meski kenyataannya mungkin tidak begitu.

a. COMPLEX EQUIVALENCE (A=B)
Informasi yang disampaikan dengan melibatkan dua hal yang seolah ada hubungannya padahal keduanya belum tentu memiliki keterhubungan satu sama lain

“Dia tidak pernah memberi saya bunga lagi, dia tidak mencintai saya lagi.”

Analisa:
Apa hubungannya antara memberi bunga dengan cinta? Apakah cinta harus selalu disimbolkan dengan bunga? Bagaimana jika ia menggantinya dengan hal lain kali ini?

b. CAUSE EFFECT (A --> B)
Informasi yang menyiratkan ada keterhubungan dari suatu hal yang menyebabkan hal lain terjadi, Menyakini bahwa sesuatu terjadi oleh hukum sebab akibat.
--> Dia membuat saya marah! (Bagaimana ceritanya)

c. MIND READING
Informasi yang disampaikan seolah dengan membaca pikiran atau persepsi orang lain
--> Maaf telah membuat Anda kecewa (Kecewa, apanya? Bagaimana?)

d. NOMINALIZATION
Informasi yang disampaikan seolah membuat sebuah proses perilaku menjadi seperti ‘benda’ mati yang kaku. Dalam normalization perlu diungkap: AKTOR dan AKSI
--> Kebahagiaannya semakin berkurang sejak dia pergi. (Maksud Anda rasa bahagianya?)
***

Jika Anda perhatikan kumpulan pola kalimat di atas, sesungguhnya bisa kita simpulkan bahwa satu pola MELIBATKAN pola lain. Ada kalanya sebuah kalimat memiliki unsur deletion, di saat yang bersamaan memiliki unsur distortion dan generalization.

Yang terpenting bukan mengetahui pola pelanggarannya secara teori, melainkan memahami esensi di balik kalimat yang diucapkan klien, ada informasi apa yang hilang disana yang Anda ingin ketahui lebih dalam.

Tanya diri Anda apakah informasi itu sudah cukup spesifik untuk Anda pahami? Apakah Anda masih harus mengklarifikasinya karena kalimat itu masih perlu diuji? Apa yang Anda ingin lakukan kemudian, membuka model dunia klien untuk apa dan dengan cara bagaimana? Semua kembali pada tujuan dasar Anda melakukan komunikasi dengan orang tersebut

Anda masih ingin memahami pelanggaran apa lagi yang sering dilakukan orang di sekitar kita? Daftarkan diri Anda dalam NNLP Comprehensive Bootcamp, tanggal 3-7 April 2019 bertempat di Hotel Grand Mutiara Megamendung Puncak Bogor.

Selama 5 hari 4 malam, kita akan bersama-sama ngulik pemahaman kita tentang diri kita sendiri dan bagaimana bisa memahami orang di sekitar kita agar kita bisa hidup berdampingan dengan harmonis bersama mereka.
Masih tersisa 2 seat lagi.

Jadi, tunggu apa lagi, segera hubungi nomor di bawah ini:
•Mas Joko: +62817878337
•Mas Kono: +6287872152653
•Mas Dewo: +628119487572
•Mas Muhar: +6282213438963

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Certified Master Trainer
www.thecafetherapy.com

PS: Sebagian besar materi ini saya dapatkan ketika mengikuti kelas NF NLP yang diampu oleh guru saya Kang Surya Kresnanda. Sungkem pak guru...

Tuesday, March 05, 2019

JANGAN LUPA BAHAGIA

Saya pernah mendengar sebuah kisah menarik dari seorang  ustadz dalam sebuah pengajian.

Dikisahkan suatu hari, ada seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?”

“Tidak mungkin, Nak,” jawab ayahnya sambil tersenyum.

Gadis kecil itu penasaran. Baginya, bisa saja ada orang yang tidak melakukan dosa selama hidupnya. Ia bertanya lagi, “Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?”

Sambil menggelengkan kepalanya, ayahnya berkata, “Tak mungkin, Nak.”

Gadis kecil itu tidak mau berhenti bertanya. Ia bertanya lagi, “Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?”

Sang ayah berkata, “Tidak mungkin, Nak.”

Gadis kecil itu bertanya lagi, “Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?”

Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawabnya. Lantas ia berkata, “Hmm.. Satu hari 24 empat jam Nak, sepertiganya (terpotong) 8 jam kita gunakan untuk tidur, dan sisanya kita gunakan untuk bersosialisai, jadi tidak mungkin kita tidak berbuat berdosa dalam sehari”

Gadis kecil itu mengajukan pertanyaan lagi, “Lalu bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? Tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, ayah? Bisakah?”

Ayahnya tertawa dan berkata, “Nah, kalau itu mungkin bisa, Nak.”

Gadis kecil itu tersenyum lega. “Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, supaya aku bisa belajar untuk tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ayah,” kata gadis kecil itu.

Ayahnya berkata : “Kalau begitu nak,  Yuk satu jam ini,  kita taat menahan diri untuk tidak berbuat dosa, kalau memang satu jam ini kita bisa,  maka pelan-pelan kita  tambah  setengah jam, dan jam-jam berikutnya…"
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, menurut saya cara Ustadz ini berkisah sangatlah luar biasa. Dia mencoba mencacah sebuah perilaku besar menjadi perilaku-perilaku kecil yang lebih sederhana dan terasa mudah untuk dilakukan. Menghikmati kisah di atas maka kita bisa menarik sebuah analogi, berarti kita bisa berbuat baik sepanjang usia kita. Atau bahkan kita akan mampu merasa bahagia sepanjang usia kita. Caranya dengan mengulang perbuatan baik dan kebahagiaan kita setiap saat, setiap jam. Bukankah ada sebuah kata bijak yang mengatakan bahwa pengulangan merupakan ibu dari semua keahlian?
***

Tahun 70-an ada dua orang jenius dari Amerika yang menemukan teknik kunci mengulang ini. Mereka menyebutnya dengan modeling. Dua orang jenius tadi adalah Richard Bandler, seorang mahasiswa matematika dan ilmu komputer, dan John Grinder, seorang associate profesor bidang linguistik. Keilmuan yang mereka ciptakan kemudian diberi nama NLP (Neuro Linguistic Programing)

Bandler dan Grinder mengklaim bahwa ketrampilan seseorang dapat 'dimodel' menggunakan metodologi NLP kemudian ketrampilan tersebut dapat dimiliki oleh siapa saja. Artinya dengan memelajari NLP maka keinginan anak kecil tadi akan lebih mudah diwujudkan. Dengan mendapatkan polanya, maka kita bisa mengulang perasaan bahagia kita dari masa ke masa. Keren apa keren?

Salah satu asumsi NLP yang paling dasar adalah the map is not the territory. Bahwa peta itu meskipun mewakili sebuah wilayah, namun bukanlah wilayah itu sesungguhnya. Bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita hanyalah sebuah kilasan peristiwa belaka, sampai kita memberinya sebuah makna.

Beberapa tahun yang lalu saya pernah membuat sebuah eksperimen kecil. Yaitu pergi ke kantor hanya berbekal uang tunai sebesar Rp 10 ribu. Dan semuanya baik-baik saja ketika pikiran saya menganggap bahwa seluruh perjalanan saya PP kantor rumah akan berjalan baik. Tentu bensin dalam kondisi penuh, dan kartu tol juga tersedia.

Biasanya orang baru merasa aman ketika di dompet mereka tersedia dana yang cukup untuk mengatasi kasus emergensi yang mungkin muncul. Taruh kata untuk perjalanan Jakarta Bogor, ya tersedia uang Rp 200-300 ribu. Ketika dana di dompet kurang dari itu, biasanya orang akan merasa galau. Dan biasanya memang ada saja hal tak diiginkan yang terjadi. Ban gemboslah, nyenggol kendaraan lainlah, dlsb.

Luar biasanya ketika dompet kita tertinggal, namun kita tidak menyadarinya, kok kita merasa nyaman saja berkendara sampai kantor. Dan biasanya perjalanan juga berjalan dengan lancar saja. Betul tidak?

Terbukti, bahwa yang membuat kita nyaman bukan jumlah uang di dompet, namun perasaan memiliki dana yang cukup. Atau dalam istilah kerennya abundance mentality. Perasaan berkecukupan ini rupanya bisa dilatih tanpa harus menilik wilayah sesungguhnya.

Hari ini usia saya ganjil 47 tahun (bukan genap khan?) dan sudah banyak berseliweran peristiwa demi peristiwa yang saya lalui. Dengan berpegang pada tausiah ustadz di atas, serta pemahaman saya tentang NLP, maka saya senantiasa berjuang untuk menjadi bahagia, masa demi masa.

Terimakasih saya ucapkan kepada semua sahabat, kerabat yang telah mendoakan yang terbaik bagi saya, pesan saya untuk Anda semua.

Jangan lupa bahagia, apapun situasi yang sedang Anda hadapi

Tabik

-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Artikel Unggulan

TERAPI ANTI NGOMPOL

Cafe Therapy, 3 November 2019 Saya ingin menceritakan pengalaman melakukan terapi kepada keponakan kawan kantor dulu ketika masih bekerja ...