POSTINGAN POPULER

Tuesday, February 26, 2019

MANCING MANIA!

Di tengah laut, terlihat sebuah fishing boat yang berjalan pelan. Begitu kamera mulai mendekat, terlihat ada 5 orang pria dengan perlengkapan memancing sedang sibuk mengulurkan joran mereka. Mereka mengulur, dan memutar fishing reel beberapa kali, dan tak lama berselang salah satu dari mereka berteriak, "Strike!"

Jorannya melengkung, tangan kiri mempertahankan ujung joran yang menempel di fishing rod belt, sementara tangan kanan sibuk memutar fishing reel, mengulur lagi, menunggu ikannya kelelahan.
Terlihat betapa cerianya pria yang berhasil mendapatkan seekor ikan kue lumayan besar itu. Dia berfoto dengan ikan hasil pancingannya tadi sambil berucap, "Mancing Mania. Maantaab!"

Fragmen di atas merupakan cuplikan acara TV yang masih sering saya tonton, yaitu Mancing Mania.
Saya punya kawan yang sangat hobby mancing di laut. Dan takjub dengan pengetahuan dia mengenai dunia permancingan. Dus, termasuk penguasaan dia mengenai lahan tempat dia mancing, yaitu lautan lepas. Dia bahkan punya aplikasi yang bisa memprediksi cuaca dan tingginya gelombang di lautan. Wow...
***

Disadari atau tidak, saya kok merasa ada persamaan antara trainer dan fisherman.
Ternyata menjadi trainer itu tidak sekedar menguasai materi dan menyampaikan materi tersebut dengan sempurna, kemudian selesai. Jauh sebelum hal itu dilakukan, ada sebuah proses panjang yang mesti dilalui oleh seorang trainer. Apakah itu?
***

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiriBagi Anda yang hobby memancing tentu sangat mahfum bahwa terdapat beberapa tipe memancing lengkap dengan pelbagai tingkat kesulitannya. Ada yang hobby mancing di empang, di sungai, di pantai, bahkan sampai ke tengah laut. Mancing yang paling 'murmer' tentu saja di sungai. Tinggal cari sungai yang banyak spot ikan kumpulnya, pakai umpan cacing, maka duduklah di tepian sungai sembari sesekali menarik joran. Namun bekal kesabaran memang modal utama pada hobby memancing tipe ini.

Memancing yang high risk sekaligus menyedot budget yang tidak bisa dibilang murah adalah deep sea fishing. Tentu saja ikan yang diperoleh serta kepuasannya juga sepadan.
Nah, bagi Anda yang tidak berani ke tengah laut, dan malas nunggu lama di pinggir kali, Anda bisa mencoba mancing di empang. Di empang kita bisa memilih untuk mendapatkan ikan apa saja. Biasanya pemilik empang sudah memisah-misahkan ikan mereka pada kolam yang berbeda. Ada ikan mas, patin, bawal, lele dll. Memang ada tarif tersendiri untuk masing-masing ikan yang akan kita pancing tersebut.
***

Bagaimana kawan, sudah ngeh dengan metafora yang saya berikan? Ya, selain keahlian yang mumpuni sebagai seorang trainer, kita juga perlu memelajari keahlian lain memancing ikan, alias mencari peserta training. Idem dito dengan metafora di atas, kita bisa memilih style river fishing atawa mancing di kali. Selain perlu kesabaran tingkat tinggi, biasanya hasil yang diperoleh tidak akan terlalu banyak. Ya wajar sahaja kerana modal yang dikeluarkan juga tidak banyak. Trainer tipe ini adalah mereka yang setelah menyiapkan sebuah pelatihan, memesan tempat, kemudian puas dengan menebar brosur di medsos tak berbayar (atau berbayar minimal).

Atau kita bisa memilih deep sea fishing. Modal besar, risiko tinggi, hasil sepadan. Biasanya trainer tipe ini adalah mereka yang berdompet tebal. Mereka pasang iklan lewat TV, Radio atau memasang baliho dengan investasi yang tidak bisa dibilang murah. Beberapa di antara mereka bisa sukses dengan cara demikian. Berarti ada juga yang kurang berhasil.

Nah, kalau kita merasa tak sanggup memilih dua tipe pemancing di atas, masih ada kok empang penuh ikan yang bisa kita pancing kapanpun kita mau. Dan berapapun ikan yang kita ingin dapatkan, boleh dibawa. Asal kita siap dengan maharnya, hehehe.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, dunia berjalan begitu pesat. Dunia internet sudah mencapai kecepatan 5G. Dunia industri sudah menginjak masa 4.0, dimana salah satu kunci agar pelaku bisnis bisa bertahan adalah kolaborasi.

Maka, jika sebagai trainer jika kita belum memiliki kolam sendiri, pinjamlah kolam kawan kita. Tentu syarat dan ketentuan akan berlaku. Sembari meminjam kolam, kita bisa belajar bagaimana membuat dan mengelola sebuah kolam. Istilah jaman now nya adalah 'funneling market'. Dan sebagai trainer, jangan lupa untuk senantiasa membaca literatur terbaru, sehingga kita juga dengan mudah akan mulai menulis. Yup, tulisan kita merupakan representasi dari siapa diri kita.
Dengan tulisan pula, kita bisa mulai membuat kolam kita.

Saya masih sangat ingat pesan yang diberikan oleh salah satu guru saya, Alm. Yan Nurindra. "Har, kalau Anda ingin orang lain mengenal Anda, maka menulislah"

"Strike!"


Sila tebar jika manfaat...

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Saturday, February 23, 2019

Sanctuary

Tempat Suci
Hampir semua agama memiliki tempat suci mereka masing-masing berkenaan dengan ritual peribadatan mereka. Islam dengan Mekah dan Madinahnya, Kaum Nasrani dan Yahudi dan juga Islam dengan Palestinanya, Gunung Kailasa Tibet untuk agama Hindu, dsb. Kenapa tempat-tempat tersebut dianggap suci, tentunya selain sejarah yang terkandung di dalamnya juga karena persepsi yang muncul pada para penganut agama bersangkutan.
Konsekuensi logis dari persepsi ini maka mereka yang meyakini sebuah tempat merupakan tempat suci mereka, maka mereka akan merasa mendapatkan kedamaian ketika berada di sana. Tercipta sebuah ikatan (asosiatif) antara tempat dengan perasaan kita, sehingga muncul kedamaian hati.
Hasil gambar untuk sanctuary
Beberapa seniman rupanya juga membutuhkan lokasi khusus untuk 'nenepi' (mengasingkan diri) dari keriuhrendahan masyarakat demi memeroleh inspirasi untuk karya-karya mereka. Pada kasus ini juga tercipta ikatan emosi antara tempat tersebut dengan perasaan sang seniman sehingga muncul sebuah proses kreatif tertentu
Dalam situasi dan kondisi yang sedikit lebih ekstrim, beberapa bangsa di dunia ini 'melarikan diri' ke negara lain dalam rangka memperoleh perlindungan atau mendapatkan keamanan. Biasanya situasi yang terjadi di negara bersangkutan sedang chaos atau bahkan perang. Istilah yang sering kita dengar, mereka meminta SUAKA dari negara tetangga mereka.
***

New Technic
Rupanya Grinder (Sang Creator NLP) sangat jeli dalam memahami kebutuhan perlindungan ini. Sebagai pencipta NLP yang memang berkecimpung dalam pemberdayaan pikiran bawah sadar manusia, maka Grinder mencoba membantu mengatasi perasaan tak nyaman seseorang ketika mengalami sebuah kondisi tertentu.

Misal ketika seorang presentor mengalami kesalahan, atau seorang lawyer sedang mengalami serangan gencar dari kubu lawan, tentu perasaan mereka akan menjadi negatif.
Dengan pendekatan teknik asosiasi-disasosiasi, anchoring dan sub modality mapping accross, maka terciptalah sebuah teknik bernama 'sanctuary'.

Sebagaimana namanya, maka sanctuary merupakan sebuah lokasi imajiner yang bisa membuat kita merasakan sebuah keamanan atau kenyamanan, sehingga mampu menghilangkan energi negatif yang sedang melanda diri kita. Lokasi ini bisa kita ciptakan di tempat kita akan melakukan sebuah aktivitas, yang dimungkinkan akan memberi kita energi negatif, seperti contoh di stage kita presentasi atau di ruang sidang bagi para lawyer. Keren apa keren?
Terus,  bagaimana cara membuat sebuah sanctuary?

  1. Buatlah sebuah lingkaran di lantai dengan diameter sekitar 50 cm, beri warna sesuai keinginan Anda.
  2. Masuk ke dalam lingkaran tadi dan akses semua pengalaman menarik yang pernah Anda alami, untuk kemudian hubungkan (ciptakan anchor) tempat tadi dengan suasana menyenangkan dari pengalaman tadi. Jika memang diperlukan boleh sambil mendengarkan musik favorit atau ciptakan juga anchor fisik (kinestetik). Lingkaran tadi adalah sanctuary (tempat perlindungan)  Anda
  3. Keluar dari lingkaran tadi (disasosiasi). Kemudian lihat ke arah lain dengan jarak tertentu dimana kondisi Anda sedang galau, lemah, low energy, dan menyerap energi negatif. Begitu Anda merasakan energi negatif begitu kuat menyerang, ditandai dengan gerakan in voluntary yang mencemaskan, segera masuk ke lingkaran tadi dan sembuhkan diri Anda
  4. Keluar lagi dari lingkaran dan mulai berjalan lambat menuju tempat dimana Anda merasakan energi negatif tadi. Pelan saja bergeraknya sambil merasakan sinyal tubuh merasakan kehadiran energi negatif itu. Begitu Anda merasakan tanda negatif, meski sekecil apapun, segera masuk ke sanctuary
  5. Ulangi langkah ini beberapa kali, sampai Anda merasa kuat dan berani meski sudah berada di luar sanctuary

Sederhana bukan? Thanks Mr. Grinder for this impacfull technic.

Ah, ternyata NLP itu memang mudah, dan memudahkan hidup kita.
***
Becoming NLP Trainer
Anda ingin mempelajari keilmuan NLP ini dengan komplit? Bukan sekedar teknik yang akan kami ajarkan. Metodologi, attitude dan business opportunity juga akan kami berikan dalam COMPREHENSIVE NNLP BOOTCAMP 2.0, yang akan digelar selama 5 hari di tempat sama yaitu Grand Mutiara Hotel Cipayung Bogor.
Batch pertama yang digelar bulan November 2018 telah melahirkan 12 Certified Trainer yang juga telah membuat kelas NNLP mereka sendiri.

Segera daftarkan diri Anda pada bootcamp yang luar biasa ini. Hubungi:
- Mas Joko: +62817878337
- Mas Kono: +6287872152653

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer
www.thecafetherapy.com

Thursday, February 21, 2019

JAVANESE TAICHI

Ini adalah cerita dari sahabat saya Agung Webe:

Suatu ketika seorang kawan mengalami kecelakaan yang sangat parah sehingga seluruh tubuhnya nyaris remuk. Dokter bahkan memvonis untuk recovery sampai bisa berjalan dibutuhkan waktu paling cepat dua tahun. Namun ajaib, hanya dalam waktu 6 bulan, kawan tadi sudah bisa beraktifitas seperti sedia kala. Rupanya dia ditangani oleh salah satu orang 'pintar' di Yogyakarta dengan terapi tarian. Dan tarian yang digunakan untuk melakukan terapi salah satunya adalah Bedhoyo Ketawang.

Saat itu saya juga diajarkan beberapa gerakan modifikasi tarian Bedhoyo Ketawang ini, dan saya memang merasakan ada energi negatif yang keluar dari tubuh saya. Setelah melakukan ritual tarian selama setengah jam, tubuh dan perasaan saya terasa enteng.
***

Hasil gambar untuk bedhaya ketawangPenasaran dengan fenomena yang terjadi pada diri saya, kemudian saya ngulik, apa sih hebatnya tarian ini. Dari Wikipedia saya mendapatkan informasi yang luar biasa. Ada beberapa legenda yang mengungkapkan pembentukan tarian ini. 

Suatu ketika, Sultan Agung Hanyakrakusuma yang memerintah Kesultanan Mataram dari tahun 1613-1645, sedang melakukan laku ritual semadi. Konon, dalam keheningan sang raja mendengar suara tetembangan (senandung) dari arah tawang atau langit.

Sultan Agung merasa terkesima dengan senandung tersebut. Begitu selesai bertapa, Sultan Agung memanggil empat orang pengiringnya yaitu Panembahan Purbaya, Kyai Panjang Mas, Pangeran Karang Gayam II, dan Tumenggung Alap-Alap. Sultan Agung mengutarakan kesaksian batinnya pada mereka. Karena terilhami oleh pengalaman gaib yang ia alami, Sultan Agung sendiri menciptakan sebuah tarian yang kemudian diberi nama Bedhoyo Ketawang
***

Pada perkembangannya,Tari Bedhoyo Ketawang menjadi sebuah tarian kebesaran yang hanya dipertunjukkan ketika penobatan serta Tingalan dalem Jumenengan Sunan Surakarta (upacara peringatan kenaikan tahta raja). Nama Bedhaya Ketawang sendiri berasal dari kata bedhaya yang berarti penari wanita di istana. Sedangkan ketawang berarti langit, identik dengan sesuatu yang tinggi, keluhuran, dan kemuliaan. Tari Bedhaya Ketawang menjadi tarian sakral yang suci karena menyangkut Ketuhanan, dimana segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Tari Bedhaya Ketawang ini dibawakan oleh sembilan penari yang terdiri dari para gadis yang masih suci. Dalam mitologi Jawa, sembilan penari Bedhaya Ketawang menggambarkan sembilan arah mata angin yang dikuasai oleh sembilan dewa yang disebut dengan Nawasanga. 

Sembilan penari Bedhaya Ketawang memiliki nama dan fungsi masing-masing. Tiap penari tersebut memiliki simbol pemaknaan tersendiri untuk posisinya:

Penari pertama disebut Batak yang disimbolkan sebagai pikiran dan jiwa.
Penari ke dua disebut Endhel Ajeg yang disimbolkan sebagai keinginan hati atau nafsu.
Penari ke tiga disebut Endhel Weton yang disimbolkan sebagai tungkai kanan.
Penari ke empat disebut Apit Ngarep yang disimbolkan sebagai lengan kanan.
Penari ke lima disebut Apit Mburi yang disimbolkan sebagai lengan kiri.
Penari ke enam disebut Apit Meneg yang disimbolkan sebagai tungkai kiri.
Penari ke tujuh disebut Jangga yang disimbolkan sebagai kepala dan leher.
Penari ke delapan disebut Dhada yang disimbolkan sebagai badan.
Penari ke sembilan disebut Buncit yang disimbolkan sebagai organ seksual. Penari ke sembilan di sini direpresentasikan sebagai konstelasi bintang-bintang yang merupakan simbol tawang atau langit.

Wow, pantas saja tarian ini mampu mengusir energi negatif, karena rupanya ini bukan merupakan sembarang tarian.

Tarian ini memiliki sembilan gerakan dasar yang memiliki makna 'nutup babahan howo songo' (Menutup sembilan lubang hawa nafsu), yaitu dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, satu mulut, lubang kelamin dan lubang anus. Dan gerakan-gerakan tersebut mesti dilakukan dengan sangat perlahan, serta dilakukan stretching pada otot-otot tubuh kita. Mirip senam taichi, itulah kenapa saya cenderung menyebutnya sebagai Javanese Taichi.
***

Saya pernah membaca sebuah tulisan mengenai sebuah teknik katarsis yang menurut saya lumayan unik karena menggunakan nyanyian, tarian serta goyangan badan. Teknik itu disebut Neo Self Empowerment (NSE), yang diprakarsai oleh Anand Krishna dan diberikan di setiap pusat latihan meditasi resmi milik beliau di berbagai kota di Indonesia.

Berbekal pengalaman mencoba tarian Bedhoyo Ketawang, dan informasi mengenai NSE di atas, maka saya mencoba mengadopsi teknik ini menjadi salah satu teknik katarsis dalam setiap pelatihan NLP Cafe Therapy, dan saya sebut teknik tersebut Javanese Taichi (JT)

Gerakan JT juga ada 9, dengan penamaan seperti posisi para penari Bedhoyo Ketawang:

  1. Batak, kedua tangan tertangkup di depan dada. Mulai dengan pernafasan dasar 7 3 7 (tarik nafas dari hidung 7 detak, tahan 3 detak, lepas dari mulut 7 detak). Membaca doa dan meniatkan untuk katarsis
  2. Endhel ajeg, melakukan kuda-kuda. Kedua kaki agak ditekuk dan lentur. Kedua tangan di pinggang. Badan bergerak mengikuti irama musik
  3. Apit mburi, tangan kiri mulai bergerak dengan lamban, penuh stretching. Nikmati setiap tarikannya. 
  4. Apit ngarep, tangan kiri kembali ke pinggang, tangan kanan mulai bergerak lamban. Stretch. 
  5. Apit Meneg, tangan kanan kembali ke pinggang. Kaki dan tungkai kiri mulai ditarik. Stretching
  6. Endhel Weton, gantian kaki kanan sekarang yang ditarik. 
  7. Jangga, kedua kaki kembali pada posisi endhel ajeg. Leher dan kepala mulai digerakkan. Masih dengan gerakan lamban. Bisa diputar ke kanan dan ke kiri, atau melakukan pacak gulu (gerakan penari seperti yang sering dilakukan oleh Tina Toon dulu)
  8. Dhada, sekarang giliran dada dan bahu ditarik dengan gerakan memutar ke depan dan ke belakang, atau berputar seperti permainan tornado di Ancol
  9. Buncit, gerakan semacam goyang pinggul atau ngigel, putar kanan dan putar kiri, namun juga dilakukan dengan sangat lamban.

Setelah lengkap ke sembilan gerakan tadi satu persatu dilakukan, maka kita bisa membebaskan diri kita dengan menggerakkan seluruh tubuh kita mengikuti irama musik kombinasi gending Jawa dan Bali. Dan tantangannya adalah semua gerakan tadi dilakukan dengan mata tertutup.

Seperti pengalaman yang pernah saya dapatkan, biasanya usai melakukan JT, para peserta yang berhasil mengikuti dorongan hatinya agar secara kinestetik semua emosi negatif mereka keluar, akan merasakan kelegaan yang luar biasa.

Dan kelas terdekat untuk menikmati Javanese Taichi ini ada di tanggal 09-10 Maret 2019 bertempat di Grand Mutiara Hotel Megamendung Bogor. 
Selama 2 hari 1 malam kita akan memahami diri kita sendiri melalui pembelajaran Neuro Linguistic Programing yang akan dibawakan langsung oleh salah satu Certified Master Trainer NNLP

Masih tersisa 3 seat lagi, jadi tunggu apa lagi. Segera amankan seat Anda dengan menghubungi 08179039372

Tabik

-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Certified Master Trainer
www.thecafetherapy.com

Wednesday, February 20, 2019

WFO Therapy

Seusai workshop NLP kemarin malam ada sepasang kekasih yang datang untuk berkonsultasi kepada saya. Sederhana sahaja sebenarnya situasinya.  Sang pria yang sudah berusia 29 tahun ingin menikah bulan oktober 2019, sementara sang wanita yang 10 tahun lebih muda masih ingin meniti karir sehingga baru siap menikah di tahun 2022.

Setelah menanyakan beberapa hal, saya bisa melihat bahwa pasangan kekasih ini sebenarnya sudah siap menikah. Namun calon mempelai wanita yang notabene masih milenial ini sedang disergap sindrom galau melo halu delu.

Maka seperti prosedur standard yang biasa saya lakukan, saya minta mereka berdua menyusun sebuah kalimat WFO (Well Formed Outcome), yang memenuhi persyaratan di bawah ini:

  1. Ditulis dalam kalimat positif
  2. Spesifik (5 W, 1H) 
  3. Dalam kendali kita
  4. Sesuai konteks
  5. Punyansumber daya
  6. Bisa dirasakan oleh panca indera
  7. Ekologis
  8. Tentukan langkah awal
***
Hasil gambar untuk loro blonyoBerikut WFO dari Fulan: "Bismillahir rahmanir rahiim. Aku yakin atas ijin Allah, aku sudah menikahi Fulanah binti Fulani pada tanggal 10 October 2019. Aamiin"
Berikut WFO dari Fulanah: "Bismillahir rahmanir rahiim. Aku yakin atas ijin Allah aku sudah dinikahi oleh Fulan bin Fulana pada tahun 2022"

Langkah selanjutnya saya minta Fulan untuk membacakan WFOnya dengan khusyuk, dan meminta Fulanah untuk menutup lembar WFOnya. Selama Fulan membacakan WFOnya, saya perhatikan raut muka Fulanah yang memancarkan senyum, dan matanya mulai berkaca-kaca.
Saya minta Fulan membaca WFOnya sampai 3 kali, dan di akhir pembacaan yang ketiga air mata Fulana sudah tidak tertahankan lagi.  Dia menangis sesenggukan. Saya tahu ini bukan tangis kesedihan. Namun untuk mengetahui kebenarannya, saya perlu melakukan kalibrasi. Saya ajukan beberapa pertanyaan ke Fulanah, "Apa yang mbak Fulanah rasakan? Sedih ya?"
Dia menggeleng
"Marah?"
Menggeleng lagi
"Kesel, karena Mas Fulan memaksakan kehendaknya?"
Menggeleng lagi
"Jadi apa dong yang mbak rasakan?"
"Bbbb bahagiah... ", jawabnya tersipu malu sambil menyesap airmatanya dengan tisu

Sesi tidak berhenti sampai di sini. Agar adil dan berimbang, saya minta Fulanah membacakan WFOnya. "Apa yang Anda rasakan Mbak?"
"Bahagia juga"
"Lebih bahagia mana sama doa Mas Fulan"
"Mas Fulan",
jawabnya sambil melirik manja.
Maka selesailah sesi counseling malam itu dengan rekahan senyum dari pasangan kekasih tersebut.
***
Sidang Pembaca  yang berbahagia, apa yang saya lakukan malam itu saya dasarkan dari salah satu quote Milton Erickson yang berbunyi "People do not come into therapy to change their past, but their future"
Maka alih-alih ngulik masa lalu mereka yang mungkin menyimpan masalah, namun saya justru mengajak mereka untuk mengintip masa depan mereka melalui penyusunan sebuah WFO. Dan memang terbukti sebuah WFO bisa menjadi sebuah terapi tersendiri untuk beberapa kasus.
Memang, eN eL Peh itu mudah dan memudahkan hidup kita.
Mau belajar NLP? 

Hubungi nmr: 08179039372

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

GIBBERISH


'Teknik Katarsis yang Sangat Ekologis'

Pernahkah Anda melihat video tentang beberapa bayi yang sedang bercakap menggunakan bahasa yang tak jelas, namun mereka seolah bisa saling memahami. Atau mungkin Anda pernah nonton obrolan Sule dan Andre di acara Ini Talkshow, dimana Sule berbicara menggunakan bahasa yang mirip  dengan bahasa Cina atau India, dan Andre bisa menerjemahkannya dengan kocak.

Ocehan yang seolah nir-makna tersebut ternyata bisa dipahami oleh penggunanya dan di beberapa komunitas justru menjadi alat komunikasi rahasia. Ocehan semacam itu dikenal sebagai gibberish (sebagian orang menyebutnya jibberish)
Gibberish adalah istilah payung untuk bahasa tidak masuk akal yang sulit dipahami, seperti bahasa bayi. Meskipun demikian, seluruh varian yang ada menggunakan pola yang sama: Kata yang tidak masuk akal dimasukkan ke dalam tiap suku kata saat berbicara. Omong kosong yang sama digunakan berulang-ulang, sehingga kata-kata menjadi jauh lebih panjang dan semuanya terdengar mirip.

Saya mengenal teknik yang rupanya bisa menjadi sarana katarsis ini dari sahabat saya Agung Webe, yang kemudian saya modifikasi menjadi salah satu materi dalam kelas NLP saya. Charles Tebbet dalam bukunya yang berjudul Miracles on Demand, menuliskan bahwa dalam sebuah sesi psikoterapi, terdapat empat langkah terapi, sbb:

  1. Sugesti Post Hipnosis dan Imajinasi (Post Hypnotic Suggestion & Imagery)
  2. Release Emosi Negatif  (Catharsis) 
  3. Menemukan  Akar Suatu Permasalahan (Discovering The Root Cause)
  4. Pemahaman Baru (Re-Learning /Rewriting History)

Di saat klien memasuki tahapan Release Emosi yang menjadi akar masalahnya, biasanya klien akan mengalami Abreaksi atau Katarsis, yaitu proses pelepasan emosi negatif yang berupa histeria, berteriak-teriak, menjerit, memukul, menendang, menangis, dll.
Melepaskan beban emosi yang menjadi penyebab terjadinya penyakit psikosomatis, stress, depresi, dan bahkan mental block merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam sesi psikoterapi. Namun terkadang dikarenakan beban emosi yang berlebih, proses katarsisnya bisa menjadi tidak ekologis manakala klien melakukan tindakan anarkisme seperti menendang, memukul atau sekedar menjerit.

Dengan gibberish rupanya perilaku anarkisme tersebut bisa dikikis habis. Tekniknya sangat sederhana, klien diminta untuk menentukan sebuah situasi negatif yang sedang melandanya. Kemudian dia boleh mengeluarkan semua isi hatinya sampai puas. Syaratnya satu, luapan isi hati tadi mesti dicurahkan menggunakan sebuah bahasa yang tidak pernah dikenalnya. Bagaimana mungkin mengungkapkan isi hati menggunakan bahasa yang tidak dikenal? Justru disini letak seni dan sekaligus tantangannya. Diperlukan kreativitas tingkat tinggi agar bisa lancar ber-jibberish-ria.

Pada prinsipnya kita diijinkan untuk berceloteh menggunakan gabungan monem tanpa arti, asalkan kita paham maksudnya. Yang penting bunyi bunyian yang keluar dari mulut kita itu mampu melegakan perasaan yang sedang sumpek. Satu sesi jibberish bisa berlangsung antara 10 menit sampai 30 menit. Salah satu tips yang bisa saya berikan adalah dengan menyisipkan sebuah monem sebelum huruf vokal pada tiap kata. 

Misal: sisipkan monem IDIG. Saya menjadi sidigayidiga. Marah menjadi midigaridigah. Kepada menjadi kidigepidigadidiga. Kamu menjadi kidigamidigu.

"Sidigayidiga midigaridigah kidigepidigadidiga kidigamidigu!"

Alasan kenapa gibberish menjadi sangat ekologis karena tidak ada 'guilty feeling' seperti pada teknik katarsis umumnya yang membiarkan pelakunya menggunakan umpatan atau makian sebagai sarana melepaskan emosi negatifnya. Dari pengalaman saya, bahkan gibberish bisa dilakukan ketika hati kesal terjebak di kemacetan. Sambil menyetir, tentukan topik emotion release nya, kemudian meracaulah sesuka hati kita sesuai dengan topik tadi. Jika perlu sambil memutar lagu kesukaan kita. Alhasil ketika kondisi lalin sudah mulai mencair, maka mencair pula kekesalan kita.
Ingin tahu lebih dalam mengenai teknik ajaib ini?

Daftarkan saja diri Anda dalam event NLP Outbond yang pertama kali diadakan di Indonesia, 23-24 Feb 2019 di Hotel Grand Mutiara Megamendung Puncak.
Saya dan sahabat saya Rony Zhao akan membagi pengalaman kami selaku NLP Practitioner kepada Anda semua.

Selain gibberish, kami juga akan sharing beberapa teknik katarsis lain seperti Bedhoyo Dance, Water Meditation, dll

Hubungi kami di 08179039372

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Artikel Unggulan

TERAPI ANTI NGOMPOL

Cafe Therapy, 3 November 2019 Saya ingin menceritakan pengalaman melakukan terapi kepada keponakan kawan kantor dulu ketika masih bekerja ...