POSTINGAN POPULER

Friday, January 18, 2019

KU TAK BISA

Pernah berpikir 'tuk pergi
Dan terlintas tinggalkan kau sendiri
Sempat ingin sudahi sampai di sini
Coba lari dari kenyataan
Tapi 'ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu

Hasil gambar untuk ku tak bisa slankJangan baperan Kawan, frasa di atas adalah penggalan lagu Ku Tak Bisa-nya Slank, bukan penggambaran hati saya pagi ini. Saya mengutipnya karena merasa bahwa perjuangan Bimbim ketika menulis lagu itu pasti sangatlah berat, sehingga tercipta sebuah lagu yang mampu mengaduk emosi pendengarnya. Konon lagu itu tercipta karena perbedaan pandangan hidup Bimbim dengan pacarnya sehingga hari-hari yang mereka lalui justru jauh dari kedamaian. Setiap kali berjumpa, hanya sedikit senda gurau, yang akhirnya hanya baku teriak yang tersisa.

Sidang Pembaca yang berbahagia, saya tidak tertarik mengulik pertengkaran selebritas di atas. Yang mengusik hati saya adalah, kenapa setiap kali pasangan kekasih marah kok mereka harus berteriak? Bukankah mereka tidak tuli?

Dalam beberapa kelas training maupun seminar, pertanyaan ini acap kali saya lontarkan. Dan jawaban audiens rata-rata seragam.

Biar puas! Biar tuntas emosinya!

Mungkin termasuk Anda juga akan berpendapat serupa. Dan biasanya saya masih akan bertanya, "Oo jadi biar puas dan tuntas emosinya ya? Tapi kenapa mesti mengeluarkan suara dengan kekuatan sekian desible, sementara mereka tidak tuli?" Dan audiens akan terbengong kebingungan. Mungkin termasuk Anda.

Baiklah, bagaimana kalau saya ganti pertanyaannya. Biasanya kita juga akan berteriak ketika memanggil tukang bakso yang lewat di depan rumah. Apakah tujuan kita juga sama, biar puas?
"Oo itu sih beda. Kita berteriak karena posisi kita jauh dari tukang bakso tadi", begitu biasanya jawaban audiens. Mungkin juga ini jawaban Anda.

Sidang Pembaca yang berbahagia, sebenarnya ini juga yang terjadi pada pasangan kekasih yang berteriak ketika sedang marah. Mereka sedang berjauhan. Bukan fisik maksud saya, tapi hati mereka sedang berjauhan saat itu. Dan tahukah Anda bahwa permasalahan hati seperti ini biasanya bersifat resiprokal.
Maksudnya apa? 

Ketika kita sedang merasa jauh dari seseorang, maka di saat bersamaan orang tersebut juga akan merasa jauh kepada kita.
Jangankan kepada sesama manusia, kepada Tuhan saja hal seperti ini juga berlaku kok. Coba cermati penggalan lagu Tuhan milik Bimbo berikut ini

Tuhan tempat aku berteduh
Di mana aku mengeluh
Dengan segala peluh
Tuhan Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku memuja
Dengan segala do'a
Aku jauh ... Engkau jauh
Aku dekat ... Engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa bertaruh ...

***

Ada satu kisah menarik dari salah satu sahabat saya ketika dia mesti menjalani tugas belajar di Jepang beberapa tahun yang lalu. Saat itu teknologi komunikasi belum secanggih sekarang, sehingga komunikasi dia dengan istrinya di tanah air tidak terlalu kerap. Maka sebagai pengobat rindu, mereka sepakat setiap kali merasakan rindu yang tak tertahan, mereka akan menuliskannya ke buku diary, lengkap dengan tanggal serta jamnya.
Luar biasanya ketika sang suami telah menyelesaikan studinya dan kembali ke tanah air, mereka takjub melihat jam penulisan diary yang nyaris sama. Terpautnya hanya selisih detik. Dari pengalaman sahabat saya ini bisa diambil kesimpulan bahwa meski jarak memisahkan fisik ribuan mil jauhnya, namun hati bisa tetap merasa dekat.

Saya yakin hal seperti ini tidak hanya terjadi pada pasangan kekasih, namun bisa juga antara orang tua dan anaknya, atasan dan bawahan, penjual dan pembeli dsb.
Maka pesan saya, agar hati kita selalu terkoneksi dan merasa dekat dengan orang di sekitar kita, mulailah dengan tutur kata santun penuh sopan. Hindarkan teriakan, tambahkan apresiasi. Kenapa?
Kerana

'ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
Sabar, sabar, aku coba sabar
Sadar, sadar, seharusnya kita sadar
Kau dan aku tercipta
Nggak boleh terpisah
Dan tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu

Tabik

-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

No comments:

Artikel Unggulan

Terapi Anti Ngompol 2

Sepulang dari mengisi seminar di UIN Walisongo minggu lalu, tak sengaja saya bertemu dengan anak kawan SMP saya yang sedang mengambil pendid...