POSTINGAN POPULER

Monday, March 18, 2019

META MODEL

'Kemahalan'
Dalam sebuah kelas Master NLP, saya menunjukkan gambar Vanesa Angel, kemudian minta komentar dari para peserta. Dan berikut saya sarikan beberapa komentar mereka:

Peserta 1: "Wow, gadis 80 jeti!"
Peserta 2: "Cewek ga bener tuh!"
Peserta 3: "Kasihan dia... "
Peserta 4: "Kemahalan kalau segitu!"

Hehehe, saya yakin Anda juga punya segudang komentar berbeda jika dihadapkan pada peristiwa sejenis. Pertanyaannya adalah kenapa satu gambar yang sama bisa memunculkan komentar beragam?
Sebelum kita cari tahu jawaban pertanyaan ini, saya akan ajak Anda memahami beberapa hal yang melatari fenomena tersebut.
***

'Prior Knowledge'
Sepanjang hidup kita, hari demi hari, bulan dan tahun yang terlewati pasti memberikan kita pengalaman dan informasi mengenai sekeliling kita. Bahkan konon kabarnya pengetahuan tadi sudah bermula saat usia kita masih 4 bulan di dalam kandungan ibunda. Pengalaman dan informasi tadi dikenal dengan istilah Prior Knowledge (pengetahuan awal)

Hailikari dalam disertasinya: Assessing University Students’ Prior Knowledge: Implications For Theory And Practice. Finland: Helsinki University. 2009,  mendefinisikan pengetahuan awal (prior knowledge) sebagai kombinasi antara pengetahuan dan keterampilan. Lebih lanjut, ia menjelaskan pengaruh pengetahuan awal dalam proses pembelajaran yaitu:

1. Pengetahuan awal berfungsi sebagai kategori label yang mempengaruhi informasi baru untuk ditambahkan ke pengetahuan struktur yang sudah ada

2. Pengetahuan awal berfungsi sebagai konteks asimilasi di mana materi baru akan saling berkaitan, sehingga akan lebih mudah mengkonstruksi pengetahuan melalui proses elaborasi, dan

3. Pengaktifan pengetahuan awal dapat meningkatkan akses pengetahuan selama proses pembelajaran.

Jadi, dapat dinyatakan pengetahuan awal adalah pengetahuan yang dibangun oleh seseorang sebelum sebuah proses pembelajaran terjadi. Kalangan praktisi pendidikan mengenal Prior Knowledge dengan istilah APERSEPSI.
***

'Model dari Model'
Sebuah experience masuk ke dalam pikiran manusia melalui panca indera (vakog) yang setelah melalui proses filterisasi (generalisasi, distorsi, delesi) kemudian akan menjadi sebuah belief (deep structure). Belief terbentuk karena adanya prior knowledge. Dengan kata lain prior knowledge sama dengan Deep Structure. Proses terbentuknya deep structure ini merupakan pemodelan pertama yang terbentuk dalam sebuah jalinan komunikasi intrapersonal.

Komunikasi intrapersonal akan membuat para penuturnya melakukan wicara timbal balik. Proses wicara yang dilakukan seseorang merupakan proses transliterasi yang juga mesti melewati filterisasi (generalisasi, distorsi, delesi) deep structure menjadi jalinan kata (surface structure). Proses ini merupakan pemodelan kedua yang secara tak sadar terjadi.
Dengan kata lain sebenarnya Meta Model merupakan 'model dari model' perilaku wicara intrapersonal manusia.
Proses pembelajaran paling dasar terjadi ketika informasi (data) terbaru terkoneksi dengan prior knowledge /deep structure kita. Istilahnya dalam pembelajaran adalah ASOSIASI.

Nah, terjawab sudah kenapa satu gambar yang sama bisa memunculkan beberapa komentar berbeda. Para peserta tadi mencari konektivitas (asosiasi)  gambar tadi dengan data yang ada di pikiran mereka. Kemudian ketika mereka memroses pendapat mereka (deep structure) menjadi jalinan kata (surface structure) secara tak sadar mereka melakukan filterisasi (generalisasi, distorsi, delesi), maka munculah komentar-komentar tersebut.

Agar data awal dan informasi baru terkoneksi dengan baik, maka isi deep structure mesti JELAS. Akan terjadi blunder ketika kita terlalu cepat mengambil  kesimpulan deep structure seseorang hanya berbasis dari jalinan kata (surface structure) mereka. Oleh karena itu diperlukan sebuah proses KLARIFIKASI.

UNTUK melakukan klarifikasi, diperlukan pertanyaan bersifat chunking down, yang berfungsi:
1. Men-spesifik-kan yang telah tergeneralisir
2. Melengkapi yang telah terdelesi
3. Mengungkap hubungan distorsi yang terjadi

'META MODEL'
Meta Model bukan sekedar ‘TEKNIK BERTANYA’, melainkan lebih dalam dari itu. Sebagaimana dibahas dalam buku THE ULTIMATE INTRODUCTION OF NLP karya RICHARD BANDLER, ALESSIO ROBERTI & OWEN FITZPATRICK, tujuan penggunaan Meta Model adalah sebagai berikut:

• Mendapatkan informasi yang lebih SPESIFIK.
• MENGKLARIFIKASI informasi.
• Membuka MODEL DUNIA seseorang

A. GENERALIZATION PATTERN
Tahapan dimana sebuah informasi disampaikan dengan DISAMARKAN dalam bentuk PENYAMARATAAN, seolah-olah satu hal berlaku untuk berbagai atau semua hal lain. Kalimat yang mengandung kata SETIAP, SEHARUSNYA, TIDAK PERNAH, SEMUA, SELURUH, TIDAK ADA, dll.

a. UNIVERSAL QUANTIFIER
--> Kamu tidak pernah peduli sama aku (Sejak kapan? Tidak pernah?)
b. MODAL OPERATOR
--> Kita harus bisa! Kita bisa melakukannya. Harus! (Bisa apa? Bagiamana caranya?)
c. LOST PERFORMER
Informasi yang seolah dilontarkan dari figur otoritas, biasanya keyakinan turun-temurun, yang tidak jelas sumber asalnya
--> Ini ide bodoh! (Ide siapa? Siapa yang menilai?)

B. DELETION PATTERN
Tahapan dimana sebuah informasi disampaikan dengan tidak utuh, karena ada bagian yang TERHAPUS di dalamnya (S+P+O, P+O+K, S+P+K)

a. SIMPLE DELETION
Menggunakan simple deletion, kita mengucapkan suatu kalimat dengan mengabaikan informasi mengenai seseorang, suatu benda/hal, atau keterkaitan antara keduanya.
--> Pergi! (Siapa yang Anda suruh pergi, saya? Atau?)

b. COMPARATIVE DELETION
Membandingkan suatu hal dengan hal lain, tanpa menyebutkan secara jelas pembandingnya.
--> Kemahalan! (Dibandingkan apa?Apanya yang kemahalan)

c. UNSPECIFIED NOUN OR VERBS DELETION
Mengucapkan sebuah kalimat yang tidak secara spesifik menunjuk suatu obyek atau kata kerja tertentu.
--> Cewek ga bener! (Menurut siapa? Apanya yang ga bener?)

C. DISTORTION PATTERN
Tahapan dimana sebuah informasi MENYIMPANG pemaknaannya, apa yang disampaikan berpotensi menciptakan makna tersendiri yang lain meski kenyataannya mungkin tidak begitu.

a. COMPLEX EQUIVALENCE (A=B)
Informasi yang disampaikan dengan melibatkan dua hal yang seolah ada hubungannya padahal keduanya belum tentu memiliki keterhubungan satu sama lain

“Dia tidak pernah memberi saya bunga lagi, dia tidak mencintai saya lagi.”

Analisa:
Apa hubungannya antara memberi bunga dengan cinta? Apakah cinta harus selalu disimbolkan dengan bunga? Bagaimana jika ia menggantinya dengan hal lain kali ini?

b. CAUSE EFFECT (A --> B)
Informasi yang menyiratkan ada keterhubungan dari suatu hal yang menyebabkan hal lain terjadi, Menyakini bahwa sesuatu terjadi oleh hukum sebab akibat.
--> Dia membuat saya marah! (Bagaimana ceritanya)

c. MIND READING
Informasi yang disampaikan seolah dengan membaca pikiran atau persepsi orang lain
--> Maaf telah membuat Anda kecewa (Kecewa, apanya? Bagaimana?)

d. NOMINALIZATION
Informasi yang disampaikan seolah membuat sebuah proses perilaku menjadi seperti ‘benda’ mati yang kaku. Dalam normalization perlu diungkap: AKTOR dan AKSI
--> Kebahagiaannya semakin berkurang sejak dia pergi. (Maksud Anda rasa bahagianya?)
***

Jika Anda perhatikan kumpulan pola kalimat di atas, sesungguhnya bisa kita simpulkan bahwa satu pola MELIBATKAN pola lain. Ada kalanya sebuah kalimat memiliki unsur deletion, di saat yang bersamaan memiliki unsur distortion dan generalization.

Yang terpenting bukan mengetahui pola pelanggarannya secara teori, melainkan memahami esensi di balik kalimat yang diucapkan klien, ada informasi apa yang hilang disana yang Anda ingin ketahui lebih dalam.

Tanya diri Anda apakah informasi itu sudah cukup spesifik untuk Anda pahami? Apakah Anda masih harus mengklarifikasinya karena kalimat itu masih perlu diuji? Apa yang Anda ingin lakukan kemudian, membuka model dunia klien untuk apa dan dengan cara bagaimana? Semua kembali pada tujuan dasar Anda melakukan komunikasi dengan orang tersebut

Anda masih ingin memahami pelanggaran apa lagi yang sering dilakukan orang di sekitar kita? Daftarkan diri Anda dalam NNLP Comprehensive Bootcamp, tanggal 3-7 April 2019 bertempat di Hotel Grand Mutiara Megamendung Puncak Bogor.

Selama 5 hari 4 malam, kita akan bersama-sama ngulik pemahaman kita tentang diri kita sendiri dan bagaimana bisa memahami orang di sekitar kita agar kita bisa hidup berdampingan dengan harmonis bersama mereka.
Masih tersisa 2 seat lagi.

Jadi, tunggu apa lagi, segera hubungi nomor di bawah ini:
•Mas Joko: +62817878337
•Mas Kono: +6287872152653
•Mas Dewo: +628119487572
•Mas Muhar: +6282213438963

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Certified Master Trainer
www.thecafetherapy.com

PS: Sebagian besar materi ini saya dapatkan ketika mengikuti kelas NF NLP yang diampu oleh guru saya Kang Surya Kresnanda. Sungkem pak guru...

Tuesday, March 05, 2019

JANGAN LUPA BAHAGIA

Saya pernah mendengar sebuah kisah menarik dari seorang  ustadz dalam sebuah pengajian.

Dikisahkan suatu hari, ada seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?”

“Tidak mungkin, Nak,” jawab ayahnya sambil tersenyum.

Gadis kecil itu penasaran. Baginya, bisa saja ada orang yang tidak melakukan dosa selama hidupnya. Ia bertanya lagi, “Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?”

Sambil menggelengkan kepalanya, ayahnya berkata, “Tak mungkin, Nak.”

Gadis kecil itu tidak mau berhenti bertanya. Ia bertanya lagi, “Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?”

Sang ayah berkata, “Tidak mungkin, Nak.”

Gadis kecil itu bertanya lagi, “Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?”

Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawabnya. Lantas ia berkata, “Hmm.. Satu hari 24 empat jam Nak, sepertiganya (terpotong) 8 jam kita gunakan untuk tidur, dan sisanya kita gunakan untuk bersosialisai, jadi tidak mungkin kita tidak berbuat berdosa dalam sehari”

Gadis kecil itu mengajukan pertanyaan lagi, “Lalu bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? Tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, ayah? Bisakah?”

Ayahnya tertawa dan berkata, “Nah, kalau itu mungkin bisa, Nak.”

Gadis kecil itu tersenyum lega. “Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, supaya aku bisa belajar untuk tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ayah,” kata gadis kecil itu.

Ayahnya berkata : “Kalau begitu nak,  Yuk satu jam ini,  kita taat menahan diri untuk tidak berbuat dosa, kalau memang satu jam ini kita bisa,  maka pelan-pelan kita  tambah  setengah jam, dan jam-jam berikutnya…"
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, menurut saya cara Ustadz ini berkisah sangatlah luar biasa. Dia mencoba mencacah sebuah perilaku besar menjadi perilaku-perilaku kecil yang lebih sederhana dan terasa mudah untuk dilakukan. Menghikmati kisah di atas maka kita bisa menarik sebuah analogi, berarti kita bisa berbuat baik sepanjang usia kita. Atau bahkan kita akan mampu merasa bahagia sepanjang usia kita. Caranya dengan mengulang perbuatan baik dan kebahagiaan kita setiap saat, setiap jam. Bukankah ada sebuah kata bijak yang mengatakan bahwa pengulangan merupakan ibu dari semua keahlian?
***

Tahun 70-an ada dua orang jenius dari Amerika yang menemukan teknik kunci mengulang ini. Mereka menyebutnya dengan modeling. Dua orang jenius tadi adalah Richard Bandler, seorang mahasiswa matematika dan ilmu komputer, dan John Grinder, seorang associate profesor bidang linguistik. Keilmuan yang mereka ciptakan kemudian diberi nama NLP (Neuro Linguistic Programing)

Bandler dan Grinder mengklaim bahwa ketrampilan seseorang dapat 'dimodel' menggunakan metodologi NLP kemudian ketrampilan tersebut dapat dimiliki oleh siapa saja. Artinya dengan memelajari NLP maka keinginan anak kecil tadi akan lebih mudah diwujudkan. Dengan mendapatkan polanya, maka kita bisa mengulang perasaan bahagia kita dari masa ke masa. Keren apa keren?

Salah satu asumsi NLP yang paling dasar adalah the map is not the territory. Bahwa peta itu meskipun mewakili sebuah wilayah, namun bukanlah wilayah itu sesungguhnya. Bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita hanyalah sebuah kilasan peristiwa belaka, sampai kita memberinya sebuah makna.

Beberapa tahun yang lalu saya pernah membuat sebuah eksperimen kecil. Yaitu pergi ke kantor hanya berbekal uang tunai sebesar Rp 10 ribu. Dan semuanya baik-baik saja ketika pikiran saya menganggap bahwa seluruh perjalanan saya PP kantor rumah akan berjalan baik. Tentu bensin dalam kondisi penuh, dan kartu tol juga tersedia.

Biasanya orang baru merasa aman ketika di dompet mereka tersedia dana yang cukup untuk mengatasi kasus emergensi yang mungkin muncul. Taruh kata untuk perjalanan Jakarta Bogor, ya tersedia uang Rp 200-300 ribu. Ketika dana di dompet kurang dari itu, biasanya orang akan merasa galau. Dan biasanya memang ada saja hal tak diiginkan yang terjadi. Ban gemboslah, nyenggol kendaraan lainlah, dlsb.

Luar biasanya ketika dompet kita tertinggal, namun kita tidak menyadarinya, kok kita merasa nyaman saja berkendara sampai kantor. Dan biasanya perjalanan juga berjalan dengan lancar saja. Betul tidak?

Terbukti, bahwa yang membuat kita nyaman bukan jumlah uang di dompet, namun perasaan memiliki dana yang cukup. Atau dalam istilah kerennya abundance mentality. Perasaan berkecukupan ini rupanya bisa dilatih tanpa harus menilik wilayah sesungguhnya.

Hari ini usia saya ganjil 47 tahun (bukan genap khan?) dan sudah banyak berseliweran peristiwa demi peristiwa yang saya lalui. Dengan berpegang pada tausiah ustadz di atas, serta pemahaman saya tentang NLP, maka saya senantiasa berjuang untuk menjadi bahagia, masa demi masa.

Terimakasih saya ucapkan kepada semua sahabat, kerabat yang telah mendoakan yang terbaik bagi saya, pesan saya untuk Anda semua.

Jangan lupa bahagia, apapun situasi yang sedang Anda hadapi

Tabik

-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Tuesday, February 26, 2019

MANCING MANIA!

Di tengah laut, terlihat sebuah fishing boat yang berjalan pelan. Begitu kamera mulai mendekat, terlihat ada 5 orang pria dengan perlengkapan memancing sedang sibuk mengulurkan joran mereka. Mereka mengulur, dan memutar fishing reel beberapa kali, dan tak lama berselang salah satu dari mereka berteriak, "Strike!"

Jorannya melengkung, tangan kiri mempertahankan ujung joran yang menempel di fishing rod belt, sementara tangan kanan sibuk memutar fishing reel, mengulur lagi, menunggu ikannya kelelahan.
Terlihat betapa cerianya pria yang berhasil mendapatkan seekor ikan kue lumayan besar itu. Dia berfoto dengan ikan hasil pancingannya tadi sambil berucap, "Mancing Mania. Maantaab!"

Fragmen di atas merupakan cuplikan acara TV yang masih sering saya tonton, yaitu Mancing Mania.
Saya punya kawan yang sangat hobby mancing di laut. Dan takjub dengan pengetahuan dia mengenai dunia permancingan. Dus, termasuk penguasaan dia mengenai lahan tempat dia mancing, yaitu lautan lepas. Dia bahkan punya aplikasi yang bisa memprediksi cuaca dan tingginya gelombang di lautan. Wow...
***

Disadari atau tidak, saya kok merasa ada persamaan antara trainer dan fisherman.
Ternyata menjadi trainer itu tidak sekedar menguasai materi dan menyampaikan materi tersebut dengan sempurna, kemudian selesai. Jauh sebelum hal itu dilakukan, ada sebuah proses panjang yang mesti dilalui oleh seorang trainer. Apakah itu?
***

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiriBagi Anda yang hobby memancing tentu sangat mahfum bahwa terdapat beberapa tipe memancing lengkap dengan pelbagai tingkat kesulitannya. Ada yang hobby mancing di empang, di sungai, di pantai, bahkan sampai ke tengah laut. Mancing yang paling 'murmer' tentu saja di sungai. Tinggal cari sungai yang banyak spot ikan kumpulnya, pakai umpan cacing, maka duduklah di tepian sungai sembari sesekali menarik joran. Namun bekal kesabaran memang modal utama pada hobby memancing tipe ini.

Memancing yang high risk sekaligus menyedot budget yang tidak bisa dibilang murah adalah deep sea fishing. Tentu saja ikan yang diperoleh serta kepuasannya juga sepadan.
Nah, bagi Anda yang tidak berani ke tengah laut, dan malas nunggu lama di pinggir kali, Anda bisa mencoba mancing di empang. Di empang kita bisa memilih untuk mendapatkan ikan apa saja. Biasanya pemilik empang sudah memisah-misahkan ikan mereka pada kolam yang berbeda. Ada ikan mas, patin, bawal, lele dll. Memang ada tarif tersendiri untuk masing-masing ikan yang akan kita pancing tersebut.
***

Bagaimana kawan, sudah ngeh dengan metafora yang saya berikan? Ya, selain keahlian yang mumpuni sebagai seorang trainer, kita juga perlu memelajari keahlian lain memancing ikan, alias mencari peserta training. Idem dito dengan metafora di atas, kita bisa memilih style river fishing atawa mancing di kali. Selain perlu kesabaran tingkat tinggi, biasanya hasil yang diperoleh tidak akan terlalu banyak. Ya wajar sahaja kerana modal yang dikeluarkan juga tidak banyak. Trainer tipe ini adalah mereka yang setelah menyiapkan sebuah pelatihan, memesan tempat, kemudian puas dengan menebar brosur di medsos tak berbayar (atau berbayar minimal).

Atau kita bisa memilih deep sea fishing. Modal besar, risiko tinggi, hasil sepadan. Biasanya trainer tipe ini adalah mereka yang berdompet tebal. Mereka pasang iklan lewat TV, Radio atau memasang baliho dengan investasi yang tidak bisa dibilang murah. Beberapa di antara mereka bisa sukses dengan cara demikian. Berarti ada juga yang kurang berhasil.

Nah, kalau kita merasa tak sanggup memilih dua tipe pemancing di atas, masih ada kok empang penuh ikan yang bisa kita pancing kapanpun kita mau. Dan berapapun ikan yang kita ingin dapatkan, boleh dibawa. Asal kita siap dengan maharnya, hehehe.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, dunia berjalan begitu pesat. Dunia internet sudah mencapai kecepatan 5G. Dunia industri sudah menginjak masa 4.0, dimana salah satu kunci agar pelaku bisnis bisa bertahan adalah kolaborasi.

Maka, jika sebagai trainer jika kita belum memiliki kolam sendiri, pinjamlah kolam kawan kita. Tentu syarat dan ketentuan akan berlaku. Sembari meminjam kolam, kita bisa belajar bagaimana membuat dan mengelola sebuah kolam. Istilah jaman now nya adalah 'funneling market'. Dan sebagai trainer, jangan lupa untuk senantiasa membaca literatur terbaru, sehingga kita juga dengan mudah akan mulai menulis. Yup, tulisan kita merupakan representasi dari siapa diri kita.
Dengan tulisan pula, kita bisa mulai membuat kolam kita.

Saya masih sangat ingat pesan yang diberikan oleh salah satu guru saya, Alm. Yan Nurindra. "Har, kalau Anda ingin orang lain mengenal Anda, maka menulislah"

"Strike!"


Sila tebar jika manfaat...

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Saturday, February 23, 2019

Sanctuary

Tempat Suci
Hampir semua agama memiliki tempat suci mereka masing-masing berkenaan dengan ritual peribadatan mereka. Islam dengan Mekah dan Madinahnya, Kaum Nasrani dan Yahudi dan juga Islam dengan Palestinanya, Gunung Kailasa Tibet untuk agama Hindu, dsb. Kenapa tempat-tempat tersebut dianggap suci, tentunya selain sejarah yang terkandung di dalamnya juga karena persepsi yang muncul pada para penganut agama bersangkutan.
Konsekuensi logis dari persepsi ini maka mereka yang meyakini sebuah tempat merupakan tempat suci mereka, maka mereka akan merasa mendapatkan kedamaian ketika berada di sana. Tercipta sebuah ikatan (asosiatif) antara tempat dengan perasaan kita, sehingga muncul kedamaian hati.
Hasil gambar untuk sanctuary
Beberapa seniman rupanya juga membutuhkan lokasi khusus untuk 'nenepi' (mengasingkan diri) dari keriuhrendahan masyarakat demi memeroleh inspirasi untuk karya-karya mereka. Pada kasus ini juga tercipta ikatan emosi antara tempat tersebut dengan perasaan sang seniman sehingga muncul sebuah proses kreatif tertentu
Dalam situasi dan kondisi yang sedikit lebih ekstrim, beberapa bangsa di dunia ini 'melarikan diri' ke negara lain dalam rangka memperoleh perlindungan atau mendapatkan keamanan. Biasanya situasi yang terjadi di negara bersangkutan sedang chaos atau bahkan perang. Istilah yang sering kita dengar, mereka meminta SUAKA dari negara tetangga mereka.
***

New Technic
Rupanya Grinder (Sang Creator NLP) sangat jeli dalam memahami kebutuhan perlindungan ini. Sebagai pencipta NLP yang memang berkecimpung dalam pemberdayaan pikiran bawah sadar manusia, maka Grinder mencoba membantu mengatasi perasaan tak nyaman seseorang ketika mengalami sebuah kondisi tertentu.

Misal ketika seorang presentor mengalami kesalahan, atau seorang lawyer sedang mengalami serangan gencar dari kubu lawan, tentu perasaan mereka akan menjadi negatif.
Dengan pendekatan teknik asosiasi-disasosiasi, anchoring dan sub modality mapping accross, maka terciptalah sebuah teknik bernama 'sanctuary'.

Sebagaimana namanya, maka sanctuary merupakan sebuah lokasi imajiner yang bisa membuat kita merasakan sebuah keamanan atau kenyamanan, sehingga mampu menghilangkan energi negatif yang sedang melanda diri kita. Lokasi ini bisa kita ciptakan di tempat kita akan melakukan sebuah aktivitas, yang dimungkinkan akan memberi kita energi negatif, seperti contoh di stage kita presentasi atau di ruang sidang bagi para lawyer. Keren apa keren?
Terus,  bagaimana cara membuat sebuah sanctuary?

  1. Buatlah sebuah lingkaran di lantai dengan diameter sekitar 50 cm, beri warna sesuai keinginan Anda.
  2. Masuk ke dalam lingkaran tadi dan akses semua pengalaman menarik yang pernah Anda alami, untuk kemudian hubungkan (ciptakan anchor) tempat tadi dengan suasana menyenangkan dari pengalaman tadi. Jika memang diperlukan boleh sambil mendengarkan musik favorit atau ciptakan juga anchor fisik (kinestetik). Lingkaran tadi adalah sanctuary (tempat perlindungan)  Anda
  3. Keluar dari lingkaran tadi (disasosiasi). Kemudian lihat ke arah lain dengan jarak tertentu dimana kondisi Anda sedang galau, lemah, low energy, dan menyerap energi negatif. Begitu Anda merasakan energi negatif begitu kuat menyerang, ditandai dengan gerakan in voluntary yang mencemaskan, segera masuk ke lingkaran tadi dan sembuhkan diri Anda
  4. Keluar lagi dari lingkaran dan mulai berjalan lambat menuju tempat dimana Anda merasakan energi negatif tadi. Pelan saja bergeraknya sambil merasakan sinyal tubuh merasakan kehadiran energi negatif itu. Begitu Anda merasakan tanda negatif, meski sekecil apapun, segera masuk ke sanctuary
  5. Ulangi langkah ini beberapa kali, sampai Anda merasa kuat dan berani meski sudah berada di luar sanctuary

Sederhana bukan? Thanks Mr. Grinder for this impacfull technic.

Ah, ternyata NLP itu memang mudah, dan memudahkan hidup kita.
***
Becoming NLP Trainer
Anda ingin mempelajari keilmuan NLP ini dengan komplit? Bukan sekedar teknik yang akan kami ajarkan. Metodologi, attitude dan business opportunity juga akan kami berikan dalam COMPREHENSIVE NNLP BOOTCAMP 2.0, yang akan digelar selama 5 hari di tempat sama yaitu Grand Mutiara Hotel Cipayung Bogor.
Batch pertama yang digelar bulan November 2018 telah melahirkan 12 Certified Trainer yang juga telah membuat kelas NNLP mereka sendiri.

Segera daftarkan diri Anda pada bootcamp yang luar biasa ini. Hubungi:
- Mas Joko: +62817878337
- Mas Kono: +6287872152653

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer
www.thecafetherapy.com

Thursday, February 21, 2019

JAVANESE TAICHI

Ini adalah cerita dari sahabat saya Agung Webe:

Suatu ketika seorang kawan mengalami kecelakaan yang sangat parah sehingga seluruh tubuhnya nyaris remuk. Dokter bahkan memvonis untuk recovery sampai bisa berjalan dibutuhkan waktu paling cepat dua tahun. Namun ajaib, hanya dalam waktu 6 bulan, kawan tadi sudah bisa beraktifitas seperti sedia kala. Rupanya dia ditangani oleh salah satu orang 'pintar' di Yogyakarta dengan terapi tarian. Dan tarian yang digunakan untuk melakukan terapi salah satunya adalah Bedhoyo Ketawang.

Saat itu saya juga diajarkan beberapa gerakan modifikasi tarian Bedhoyo Ketawang ini, dan saya memang merasakan ada energi negatif yang keluar dari tubuh saya. Setelah melakukan ritual tarian selama setengah jam, tubuh dan perasaan saya terasa enteng.
***

Hasil gambar untuk bedhaya ketawangPenasaran dengan fenomena yang terjadi pada diri saya, kemudian saya ngulik, apa sih hebatnya tarian ini. Dari Wikipedia saya mendapatkan informasi yang luar biasa. Ada beberapa legenda yang mengungkapkan pembentukan tarian ini. 

Suatu ketika, Sultan Agung Hanyakrakusuma yang memerintah Kesultanan Mataram dari tahun 1613-1645, sedang melakukan laku ritual semadi. Konon, dalam keheningan sang raja mendengar suara tetembangan (senandung) dari arah tawang atau langit.

Sultan Agung merasa terkesima dengan senandung tersebut. Begitu selesai bertapa, Sultan Agung memanggil empat orang pengiringnya yaitu Panembahan Purbaya, Kyai Panjang Mas, Pangeran Karang Gayam II, dan Tumenggung Alap-Alap. Sultan Agung mengutarakan kesaksian batinnya pada mereka. Karena terilhami oleh pengalaman gaib yang ia alami, Sultan Agung sendiri menciptakan sebuah tarian yang kemudian diberi nama Bedhoyo Ketawang
***

Pada perkembangannya,Tari Bedhoyo Ketawang menjadi sebuah tarian kebesaran yang hanya dipertunjukkan ketika penobatan serta Tingalan dalem Jumenengan Sunan Surakarta (upacara peringatan kenaikan tahta raja). Nama Bedhaya Ketawang sendiri berasal dari kata bedhaya yang berarti penari wanita di istana. Sedangkan ketawang berarti langit, identik dengan sesuatu yang tinggi, keluhuran, dan kemuliaan. Tari Bedhaya Ketawang menjadi tarian sakral yang suci karena menyangkut Ketuhanan, dimana segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Tari Bedhaya Ketawang ini dibawakan oleh sembilan penari yang terdiri dari para gadis yang masih suci. Dalam mitologi Jawa, sembilan penari Bedhaya Ketawang menggambarkan sembilan arah mata angin yang dikuasai oleh sembilan dewa yang disebut dengan Nawasanga. 

Sembilan penari Bedhaya Ketawang memiliki nama dan fungsi masing-masing. Tiap penari tersebut memiliki simbol pemaknaan tersendiri untuk posisinya:

Penari pertama disebut Batak yang disimbolkan sebagai pikiran dan jiwa.
Penari ke dua disebut Endhel Ajeg yang disimbolkan sebagai keinginan hati atau nafsu.
Penari ke tiga disebut Endhel Weton yang disimbolkan sebagai tungkai kanan.
Penari ke empat disebut Apit Ngarep yang disimbolkan sebagai lengan kanan.
Penari ke lima disebut Apit Mburi yang disimbolkan sebagai lengan kiri.
Penari ke enam disebut Apit Meneg yang disimbolkan sebagai tungkai kiri.
Penari ke tujuh disebut Jangga yang disimbolkan sebagai kepala dan leher.
Penari ke delapan disebut Dhada yang disimbolkan sebagai badan.
Penari ke sembilan disebut Buncit yang disimbolkan sebagai organ seksual. Penari ke sembilan di sini direpresentasikan sebagai konstelasi bintang-bintang yang merupakan simbol tawang atau langit.

Wow, pantas saja tarian ini mampu mengusir energi negatif, karena rupanya ini bukan merupakan sembarang tarian.

Tarian ini memiliki sembilan gerakan dasar yang memiliki makna 'nutup babahan howo songo' (Menutup sembilan lubang hawa nafsu), yaitu dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, satu mulut, lubang kelamin dan lubang anus. Dan gerakan-gerakan tersebut mesti dilakukan dengan sangat perlahan, serta dilakukan stretching pada otot-otot tubuh kita. Mirip senam taichi, itulah kenapa saya cenderung menyebutnya sebagai Javanese Taichi.
***

Saya pernah membaca sebuah tulisan mengenai sebuah teknik katarsis yang menurut saya lumayan unik karena menggunakan nyanyian, tarian serta goyangan badan. Teknik itu disebut Neo Self Empowerment (NSE), yang diprakarsai oleh Anand Krishna dan diberikan di setiap pusat latihan meditasi resmi milik beliau di berbagai kota di Indonesia.

Berbekal pengalaman mencoba tarian Bedhoyo Ketawang, dan informasi mengenai NSE di atas, maka saya mencoba mengadopsi teknik ini menjadi salah satu teknik katarsis dalam setiap pelatihan NLP Cafe Therapy, dan saya sebut teknik tersebut Javanese Taichi (JT)

Gerakan JT juga ada 9, dengan penamaan seperti posisi para penari Bedhoyo Ketawang:

  1. Batak, kedua tangan tertangkup di depan dada. Mulai dengan pernafasan dasar 7 3 7 (tarik nafas dari hidung 7 detak, tahan 3 detak, lepas dari mulut 7 detak). Membaca doa dan meniatkan untuk katarsis
  2. Endhel ajeg, melakukan kuda-kuda. Kedua kaki agak ditekuk dan lentur. Kedua tangan di pinggang. Badan bergerak mengikuti irama musik
  3. Apit mburi, tangan kiri mulai bergerak dengan lamban, penuh stretching. Nikmati setiap tarikannya. 
  4. Apit ngarep, tangan kiri kembali ke pinggang, tangan kanan mulai bergerak lamban. Stretch. 
  5. Apit Meneg, tangan kanan kembali ke pinggang. Kaki dan tungkai kiri mulai ditarik. Stretching
  6. Endhel Weton, gantian kaki kanan sekarang yang ditarik. 
  7. Jangga, kedua kaki kembali pada posisi endhel ajeg. Leher dan kepala mulai digerakkan. Masih dengan gerakan lamban. Bisa diputar ke kanan dan ke kiri, atau melakukan pacak gulu (gerakan penari seperti yang sering dilakukan oleh Tina Toon dulu)
  8. Dhada, sekarang giliran dada dan bahu ditarik dengan gerakan memutar ke depan dan ke belakang, atau berputar seperti permainan tornado di Ancol
  9. Buncit, gerakan semacam goyang pinggul atau ngigel, putar kanan dan putar kiri, namun juga dilakukan dengan sangat lamban.

Setelah lengkap ke sembilan gerakan tadi satu persatu dilakukan, maka kita bisa membebaskan diri kita dengan menggerakkan seluruh tubuh kita mengikuti irama musik kombinasi gending Jawa dan Bali. Dan tantangannya adalah semua gerakan tadi dilakukan dengan mata tertutup.

Seperti pengalaman yang pernah saya dapatkan, biasanya usai melakukan JT, para peserta yang berhasil mengikuti dorongan hatinya agar secara kinestetik semua emosi negatif mereka keluar, akan merasakan kelegaan yang luar biasa.

Dan kelas terdekat untuk menikmati Javanese Taichi ini ada di tanggal 09-10 Maret 2019 bertempat di Grand Mutiara Hotel Megamendung Bogor. 
Selama 2 hari 1 malam kita akan memahami diri kita sendiri melalui pembelajaran Neuro Linguistic Programing yang akan dibawakan langsung oleh salah satu Certified Master Trainer NNLP

Masih tersisa 3 seat lagi, jadi tunggu apa lagi. Segera amankan seat Anda dengan menghubungi 08179039372

Tabik

-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Certified Master Trainer
www.thecafetherapy.com

Wednesday, February 20, 2019

WFO Therapy

Seusai workshop NLP kemarin malam ada sepasang kekasih yang datang untuk berkonsultasi kepada saya. Sederhana sahaja sebenarnya situasinya.  Sang pria yang sudah berusia 29 tahun ingin menikah bulan oktober 2019, sementara sang wanita yang 10 tahun lebih muda masih ingin meniti karir sehingga baru siap menikah di tahun 2022.

Setelah menanyakan beberapa hal, saya bisa melihat bahwa pasangan kekasih ini sebenarnya sudah siap menikah. Namun calon mempelai wanita yang notabene masih milenial ini sedang disergap sindrom galau melo halu delu.

Maka seperti prosedur standard yang biasa saya lakukan, saya minta mereka berdua menyusun sebuah kalimat WFO (Well Formed Outcome), yang memenuhi persyaratan di bawah ini:

  1. Ditulis dalam kalimat positif
  2. Spesifik (5 W, 1H) 
  3. Dalam kendali kita
  4. Sesuai konteks
  5. Punyansumber daya
  6. Bisa dirasakan oleh panca indera
  7. Ekologis
  8. Tentukan langkah awal
***
Hasil gambar untuk loro blonyoBerikut WFO dari Fulan: "Bismillahir rahmanir rahiim. Aku yakin atas ijin Allah, aku sudah menikahi Fulanah binti Fulani pada tanggal 10 October 2019. Aamiin"
Berikut WFO dari Fulanah: "Bismillahir rahmanir rahiim. Aku yakin atas ijin Allah aku sudah dinikahi oleh Fulan bin Fulana pada tahun 2022"

Langkah selanjutnya saya minta Fulan untuk membacakan WFOnya dengan khusyuk, dan meminta Fulanah untuk menutup lembar WFOnya. Selama Fulan membacakan WFOnya, saya perhatikan raut muka Fulanah yang memancarkan senyum, dan matanya mulai berkaca-kaca.
Saya minta Fulan membaca WFOnya sampai 3 kali, dan di akhir pembacaan yang ketiga air mata Fulana sudah tidak tertahankan lagi.  Dia menangis sesenggukan. Saya tahu ini bukan tangis kesedihan. Namun untuk mengetahui kebenarannya, saya perlu melakukan kalibrasi. Saya ajukan beberapa pertanyaan ke Fulanah, "Apa yang mbak Fulanah rasakan? Sedih ya?"
Dia menggeleng
"Marah?"
Menggeleng lagi
"Kesel, karena Mas Fulan memaksakan kehendaknya?"
Menggeleng lagi
"Jadi apa dong yang mbak rasakan?"
"Bbbb bahagiah... ", jawabnya tersipu malu sambil menyesap airmatanya dengan tisu

Sesi tidak berhenti sampai di sini. Agar adil dan berimbang, saya minta Fulanah membacakan WFOnya. "Apa yang Anda rasakan Mbak?"
"Bahagia juga"
"Lebih bahagia mana sama doa Mas Fulan"
"Mas Fulan",
jawabnya sambil melirik manja.
Maka selesailah sesi counseling malam itu dengan rekahan senyum dari pasangan kekasih tersebut.
***
Sidang Pembaca  yang berbahagia, apa yang saya lakukan malam itu saya dasarkan dari salah satu quote Milton Erickson yang berbunyi "People do not come into therapy to change their past, but their future"
Maka alih-alih ngulik masa lalu mereka yang mungkin menyimpan masalah, namun saya justru mengajak mereka untuk mengintip masa depan mereka melalui penyusunan sebuah WFO. Dan memang terbukti sebuah WFO bisa menjadi sebuah terapi tersendiri untuk beberapa kasus.
Memang, eN eL Peh itu mudah dan memudahkan hidup kita.
Mau belajar NLP? 

Hubungi nmr: 08179039372

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

GIBBERISH


'Teknik Katarsis yang Sangat Ekologis'

Pernahkah Anda melihat video tentang beberapa bayi yang sedang bercakap menggunakan bahasa yang tak jelas, namun mereka seolah bisa saling memahami. Atau mungkin Anda pernah nonton obrolan Sule dan Andre di acara Ini Talkshow, dimana Sule berbicara menggunakan bahasa yang mirip  dengan bahasa Cina atau India, dan Andre bisa menerjemahkannya dengan kocak.

Ocehan yang seolah nir-makna tersebut ternyata bisa dipahami oleh penggunanya dan di beberapa komunitas justru menjadi alat komunikasi rahasia. Ocehan semacam itu dikenal sebagai gibberish (sebagian orang menyebutnya jibberish)
Gibberish adalah istilah payung untuk bahasa tidak masuk akal yang sulit dipahami, seperti bahasa bayi. Meskipun demikian, seluruh varian yang ada menggunakan pola yang sama: Kata yang tidak masuk akal dimasukkan ke dalam tiap suku kata saat berbicara. Omong kosong yang sama digunakan berulang-ulang, sehingga kata-kata menjadi jauh lebih panjang dan semuanya terdengar mirip.

Saya mengenal teknik yang rupanya bisa menjadi sarana katarsis ini dari sahabat saya Agung Webe, yang kemudian saya modifikasi menjadi salah satu materi dalam kelas NLP saya. Charles Tebbet dalam bukunya yang berjudul Miracles on Demand, menuliskan bahwa dalam sebuah sesi psikoterapi, terdapat empat langkah terapi, sbb:

  1. Sugesti Post Hipnosis dan Imajinasi (Post Hypnotic Suggestion & Imagery)
  2. Release Emosi Negatif  (Catharsis) 
  3. Menemukan  Akar Suatu Permasalahan (Discovering The Root Cause)
  4. Pemahaman Baru (Re-Learning /Rewriting History)

Di saat klien memasuki tahapan Release Emosi yang menjadi akar masalahnya, biasanya klien akan mengalami Abreaksi atau Katarsis, yaitu proses pelepasan emosi negatif yang berupa histeria, berteriak-teriak, menjerit, memukul, menendang, menangis, dll.
Melepaskan beban emosi yang menjadi penyebab terjadinya penyakit psikosomatis, stress, depresi, dan bahkan mental block merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam sesi psikoterapi. Namun terkadang dikarenakan beban emosi yang berlebih, proses katarsisnya bisa menjadi tidak ekologis manakala klien melakukan tindakan anarkisme seperti menendang, memukul atau sekedar menjerit.

Dengan gibberish rupanya perilaku anarkisme tersebut bisa dikikis habis. Tekniknya sangat sederhana, klien diminta untuk menentukan sebuah situasi negatif yang sedang melandanya. Kemudian dia boleh mengeluarkan semua isi hatinya sampai puas. Syaratnya satu, luapan isi hati tadi mesti dicurahkan menggunakan sebuah bahasa yang tidak pernah dikenalnya. Bagaimana mungkin mengungkapkan isi hati menggunakan bahasa yang tidak dikenal? Justru disini letak seni dan sekaligus tantangannya. Diperlukan kreativitas tingkat tinggi agar bisa lancar ber-jibberish-ria.

Pada prinsipnya kita diijinkan untuk berceloteh menggunakan gabungan monem tanpa arti, asalkan kita paham maksudnya. Yang penting bunyi bunyian yang keluar dari mulut kita itu mampu melegakan perasaan yang sedang sumpek. Satu sesi jibberish bisa berlangsung antara 10 menit sampai 30 menit. Salah satu tips yang bisa saya berikan adalah dengan menyisipkan sebuah monem sebelum huruf vokal pada tiap kata. 

Misal: sisipkan monem IDIG. Saya menjadi sidigayidiga. Marah menjadi midigaridigah. Kepada menjadi kidigepidigadidiga. Kamu menjadi kidigamidigu.

"Sidigayidiga midigaridigah kidigepidigadidiga kidigamidigu!"

Alasan kenapa gibberish menjadi sangat ekologis karena tidak ada 'guilty feeling' seperti pada teknik katarsis umumnya yang membiarkan pelakunya menggunakan umpatan atau makian sebagai sarana melepaskan emosi negatifnya. Dari pengalaman saya, bahkan gibberish bisa dilakukan ketika hati kesal terjebak di kemacetan. Sambil menyetir, tentukan topik emotion release nya, kemudian meracaulah sesuka hati kita sesuai dengan topik tadi. Jika perlu sambil memutar lagu kesukaan kita. Alhasil ketika kondisi lalin sudah mulai mencair, maka mencair pula kekesalan kita.
Ingin tahu lebih dalam mengenai teknik ajaib ini?

Daftarkan saja diri Anda dalam event NLP Outbond yang pertama kali diadakan di Indonesia, 23-24 Feb 2019 di Hotel Grand Mutiara Megamendung Puncak.
Saya dan sahabat saya Rony Zhao akan membagi pengalaman kami selaku NLP Practitioner kepada Anda semua.

Selain gibberish, kami juga akan sharing beberapa teknik katarsis lain seperti Bedhoyo Dance, Water Meditation, dll

Hubungi kami di 08179039372

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Friday, January 18, 2019

KU TAK BISA

Pernah berpikir 'tuk pergi
Dan terlintas tinggalkan kau sendiri
Sempat ingin sudahi sampai di sini
Coba lari dari kenyataan
Tapi 'ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu

Hasil gambar untuk ku tak bisa slankJangan baperan Kawan, frasa di atas adalah penggalan lagu Ku Tak Bisa-nya Slank, bukan penggambaran hati saya pagi ini. Saya mengutipnya karena merasa bahwa perjuangan Bimbim ketika menulis lagu itu pasti sangatlah berat, sehingga tercipta sebuah lagu yang mampu mengaduk emosi pendengarnya. Konon lagu itu tercipta karena perbedaan pandangan hidup Bimbim dengan pacarnya sehingga hari-hari yang mereka lalui justru jauh dari kedamaian. Setiap kali berjumpa, hanya sedikit senda gurau, yang akhirnya hanya baku teriak yang tersisa.

Sidang Pembaca yang berbahagia, saya tidak tertarik mengulik pertengkaran selebritas di atas. Yang mengusik hati saya adalah, kenapa setiap kali pasangan kekasih marah kok mereka harus berteriak? Bukankah mereka tidak tuli?

Dalam beberapa kelas training maupun seminar, pertanyaan ini acap kali saya lontarkan. Dan jawaban audiens rata-rata seragam.

Biar puas! Biar tuntas emosinya!

Mungkin termasuk Anda juga akan berpendapat serupa. Dan biasanya saya masih akan bertanya, "Oo jadi biar puas dan tuntas emosinya ya? Tapi kenapa mesti mengeluarkan suara dengan kekuatan sekian desible, sementara mereka tidak tuli?" Dan audiens akan terbengong kebingungan. Mungkin termasuk Anda.

Baiklah, bagaimana kalau saya ganti pertanyaannya. Biasanya kita juga akan berteriak ketika memanggil tukang bakso yang lewat di depan rumah. Apakah tujuan kita juga sama, biar puas?
"Oo itu sih beda. Kita berteriak karena posisi kita jauh dari tukang bakso tadi", begitu biasanya jawaban audiens. Mungkin juga ini jawaban Anda.

Sidang Pembaca yang berbahagia, sebenarnya ini juga yang terjadi pada pasangan kekasih yang berteriak ketika sedang marah. Mereka sedang berjauhan. Bukan fisik maksud saya, tapi hati mereka sedang berjauhan saat itu. Dan tahukah Anda bahwa permasalahan hati seperti ini biasanya bersifat resiprokal.
Maksudnya apa? 

Ketika kita sedang merasa jauh dari seseorang, maka di saat bersamaan orang tersebut juga akan merasa jauh kepada kita.
Jangankan kepada sesama manusia, kepada Tuhan saja hal seperti ini juga berlaku kok. Coba cermati penggalan lagu Tuhan milik Bimbo berikut ini

Tuhan tempat aku berteduh
Di mana aku mengeluh
Dengan segala peluh
Tuhan Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku memuja
Dengan segala do'a
Aku jauh ... Engkau jauh
Aku dekat ... Engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa bertaruh ...

***

Ada satu kisah menarik dari salah satu sahabat saya ketika dia mesti menjalani tugas belajar di Jepang beberapa tahun yang lalu. Saat itu teknologi komunikasi belum secanggih sekarang, sehingga komunikasi dia dengan istrinya di tanah air tidak terlalu kerap. Maka sebagai pengobat rindu, mereka sepakat setiap kali merasakan rindu yang tak tertahan, mereka akan menuliskannya ke buku diary, lengkap dengan tanggal serta jamnya.
Luar biasanya ketika sang suami telah menyelesaikan studinya dan kembali ke tanah air, mereka takjub melihat jam penulisan diary yang nyaris sama. Terpautnya hanya selisih detik. Dari pengalaman sahabat saya ini bisa diambil kesimpulan bahwa meski jarak memisahkan fisik ribuan mil jauhnya, namun hati bisa tetap merasa dekat.

Saya yakin hal seperti ini tidak hanya terjadi pada pasangan kekasih, namun bisa juga antara orang tua dan anaknya, atasan dan bawahan, penjual dan pembeli dsb.
Maka pesan saya, agar hati kita selalu terkoneksi dan merasa dekat dengan orang di sekitar kita, mulailah dengan tutur kata santun penuh sopan. Hindarkan teriakan, tambahkan apresiasi. Kenapa?
Kerana

'ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
Sabar, sabar, aku coba sabar
Sadar, sadar, seharusnya kita sadar
Kau dan aku tercipta
Nggak boleh terpisah
Dan tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu

Tabik

-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Saturday, January 12, 2019

SENTUHAN AJAIB RAJA MIDAS

Pada jaman dahulu kala tinggallah seorang raja yang kaya raya. Raja itu bernama Raja Midas. Raja Midas mempunyai seorang anak perempuan bernama Marygold. Raja sangat menyayangi putri semata wayangnya ini. Namun demikian Raja Midas juga sangat memuja harta kekayaan, terutama emas. Seluruh kekayaan yang ia timbun setiap hari akan diperuntukkan bagi putri Marygold.

Semakin hari Raja Midas menjadi semakin rakus dan serakah. Hari-hari ia habiskan di sebuah ruang bawah tanah tempat ia menyimpan hartanya. Setelah mengunci pintu ia akan mengumpulkan koin-koin emasnya dan membawanya ke bawah sebuah jendela yang ada di ruangan tersebut. Sinar matahari yang masuk melalui jendela itu akan menyinari koin-koin emas dan membuatnya bersinar-sinar. Raja Midas sangat senang melihat emas-emasnya yang berkilauan indah tertimpa cahaya matahari.

Suatu hari Raja Midas sedang berada di ruangan bawah tanah itu. Ketika ia sedang asyik memandangi emasnya yang berkilauan tiba-tiba muncullah sebuah bayangan di atas tumpukan emas itu. Lama kelamaan bayangan itu menjelma menjadi sesosok malaikat.

"Anda sangat kaya, Raja Midas," kata malaikat itu. "Tidak ada satupun tempat di bumi ini yang memiliki emas sebanyak yang kau punya."

"Aku telah bekerja keras," jawab Raja Midas. "Tapi aku masih menginginkan lebih banyak lagi."

"Jadi kau belum puas. Apa yang bisa memuaskanmu?" tanya malaikat itu.

Raja Midas berpikir sejenak. "Aku ingin apapun yang kusentuh dengan tanganku akan berubah menjadi emas!" ujar Raja Midas.

"Sentuhan Ajaib!" kata malaikat itu. "Itu ide yang hebat sekali. Tapi apakah kau benar-benar yakin itu akan membuatmu puas?"

"Tentu saja," kata Raja Midas.

"Kalau begitu baiklah," jawab sang malaikat. "Besok, ketika matahari terbit kau akan mendapatkan keinginanmu itu."

Keesokan harinya, ketika matahari mulai terbit Raja Midas terbangun. Ia begitu senang ketika melihat sprei tempat tidurnya telah berubah menjadi emas. Sentuhan ajaib itu benar-benar telah terkabul!

Raja Midas segera turun dari tempat tidur dan berlari kegirangan mengelilingi kamar. Semua benda di kamar itu disentuhnya dan segera saja benda-benda tersebut berubah menjadi emas.

Raja Midas turun ke lantai bawah menuju kebun mawar kebanggaannya. Ia sangat mengagumi mawar-mawar yang indah itu.

Raja Midas tahu bagaimana caranya membuat mawar-mawar tersebut menjadi lebih berharga daripada sebelumnya. Ia menghampiri setiap kuntum mawar dan menyentuhnya dengan tangannya sehingga mawar-mawar di taman itu berubah menjadi emas semua. Setelah itu ia masuk ke dalam istana.

Tak lama kemudian Raja Midas mendengar putri Marygold menangis. Raja merasa kesal karena selama ini Marygold adalah seorang putri yang ceria.

"Apa yang terjadi padamu hingga di pagi yang cerah ini menangis?" tanya Raja Midas.

Marygold memperlihatkan setangkai bunga mawar yang telah berubah menjadi emas.

"Indah sekali!" kata ayahnya. "Lantas mengapa mawar emas itu membuatmu menangis?"

"Mawar ini sama sekali tidak indah. Ini adalah bunga terjelek yang pernah tumbuh! Ketika selesai berpakaian aku berlari ke taman untuk memetik beberapa tangkai mawar yang akan kupersembahkan pada Ayah. Aku tahu Ayah sangat menyukai bunga mawar. Tapi semua mawar yang indah warna-warni dan berbau harum itu kini telah berubah menjadi kuning dan sama sekali tidak harum lagi! Apa yang sebetulnya terjadi?"

"Putri kecilku, janganlah menangis," kata Raja Midas yang merasa tidak enak untuk mengatakan bahwa sebenarnya dialah yang telah merubah mawar-mawar itu menjadi emas. "Bukankah mawar emas bisa bertahan hingga ratusan tahun dan jauh lebih berharga daripada mawar biasa yang hanya dapat bertahan selama beberapa hari saja?"

"Aku tidak mau mawar emas," kata Marygold sambil menangis. "Mawar seperti itu tidak harum baunya dan tangkainya sangat keras hingga melukai hidungku!"

Raja Midas sangat sedih melihat Marygold bersedih. Ia menghampiri putri semata wayangnya itu dan bermaksud menghiburnya. Tanpa berpikir panjang Raja Midas mencium Marygold.

"Sayangku, Marygold!" katanya.

Tapi Marygold tidak bisa menjawab.

Apa yang telah terjadi? Pada saat Raja Midas mencium kening Marygold, tiba-tiba putri kesayangan raja itu menjelma menjadi sebuah patung emas.

Selama ini Raja Midas selalu mengatakan bahwa putrinya Marygold sama berharganya dengan emas. Namun kini ia baru menyadari bahwa Marygold jauh lebih berharga daripada seluruh emas yang ada di muka bumi ini. Tapi kesadaran itu sudah terlambat.

(Diterjemahkan oleh Atiek Kusmiadi berdasarkan Cerita Nathaniel Hawthorne. Judul asli: The Golden Touch)
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, saya yakin Anda pernah membaca atau mendengar kisah golden touch dari Raja Midas ini. Memang akhir dari cerita ini, Raja Midas berhasil mengembalikan kondisi anaknya menjadi seorang manusia lagi setelah melalui perjuangan tersendiri.

Yang ingin saya bahas dalam cerita ini adalah keinginan Raja Midas yang sangat cinta emas sehingga berharap agar semua yang disentuhnya menjadi emas.
Dari sudut pandang NLP (Neuro Linguistic Programming) keinginan (kerangka pikir) Raja Midas ini bisa dikategorikan sebagai outcome frame atau frame yang berorientasi pada tujuan. Menggunakan frame ini, kita diajak untuk mengevaluasi suatu hal tentang kemungkinannya untuk semakin mendekatkan kita pada tujuan yang ingin kita capai.

Satu hal yang perlu diingat, sebelum menggunakan kerangka pikir tujuan ini, kita mesti menerapkan kerangka pikir keselarasan atau ecology frame. Jika tidak, maka kita akan mengalami King Midas Effect seperti pada kisah di atas.

Ecology Frame adalah frame yang mengacu pada pertimbangan ekologis terhadap diri sendiri maupun lingkungan. Ini adalah frame yang selalu mengajak kita untuk melihat dalam jangka panjang. Dengannya kita diarahkan untuk mengevaluasi setiap kejadian dalam konteks makna yang lebih luas. Kita melihat keluar dari berbagai batas-batas normal seperti ruang dan waktu. Kita menilai bagaimana sebuah pengalaman dapat cocok dengan sistem yang lebih luas seperti keluarga, sahabat, dan rekan kerja. Kita memikirkan konsekuensi yang lebih luas dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai yang kita anut.

Dan agar kita tahu apakah tujuan yang hendak kita capai itu ekologis atau tidak, cobalah ajukan 4 pertanyaan ini:

1. Apa yang terjadi kalau rencana tadi direalisasikan?
2. Apa yang terjadi kalau rencana tadi tidak direalisasikan?
3. Apa yang tidak terjadi kalau rencana tadi direalisasikan?
4. Apa yang tidak terjadi kalau rencana tadi tidak direalisasikan?

Jika jawaban dari 4 pertanyaan di atas lebih banyak sisi manfaat dibanding mudharat, maka outcome frame kita sudah ekologis. Go for it! Cepat kejar dan jangan biarkan orang lain mengatakan bahwa Anda tidak akan bisa mencapainya.

Ingin tahu macam-macam frame yang lain? Daftar saja di kelas Creative NLP Chapter Yogyakarta tanggal 9-10 February 2019 berlokasi di Hotel Ibis Style Dagen.

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Sunday, January 06, 2019

THE POWER OF ENTHUSIASM

THE POWER OF ENTHUSIASM

Mungkin banyak pihak yang belum tahu bahwa kata antusiasme ( enthusiasm) berasal dari kata bahasa Yunani yaitu entheos, yang berarti Tuhan Menyertai. Meskipun KBBI mengatakan bahwa arti antusias adalah bergairah, bersemangat, namun saya lebih senang memaknai dari estimologi aslinya, yaitu Tuhan Menyertai.

Maka dalam short session  The Power of Enthusiasm yang saya sampaikan kepada teman-teman dari IAI (Ikatan Apoteker Indonesia)  wilayah Bandung, selama lebih kurang 1 jam hari ini, justru kehadiran Tuhan dalam bekerja ini yang saya tekankan.

Bagaimana agar kita  bisa senantiasa antusias? Kita mesti memiliki energi. Dan energi yang mampu memotivasi kita pada dasarnya dibagi menjadi 3:
1. Fear
2. Angry
3. Love

Disadari maupun tidak yang namanya kemarahan dan ketakutan memiliki daya dorong luar biasa besar dalam pergerakan umat manusia.  Namun kita juga sadar bahwa kedua energi tersebut selalu menyisakan kerusakan bawaan (collateral damage). Dalam istilah NLP kita menyebutnya tidak ekologis.

Maka energi terakhirlah, yaitu energi CINTA yang perlu kita selalu munculkan. Tahukah Kawan, bahwa CINTA merupakan akronim dari

Cara
Indah
Nyatakan
Terimakasih
Anda.

Jadi inti dari cinta adalah ungkapan terimakasih atau rasa syukur. Martin Seligman, seorang pakar Positive Psychology Amerika mengajarkan jika ungkapan terimakasih itu perlu 2 syarat, yaitu 2 T:
1. Tulus
2. Topik

Artinya jika Anda mencintai orang terdekat Anda, maka Anda mesti bisa mengungkapkan terimakasih dengan tulus dan mengatakan topiknya.

Contoh:

"Terimakasih Anda masih tetap membaca tulisan ini sampai sejauh ini"
***

Menurut Arvan Pradiansyah dalam bukunya I Love Monday, tingkatan kerja seseorang dikelaskan menjadi 3 tingkatan.

1. Tingkatan terendah kerja hanya sebagai sebuah JOB. Namanya juga job, maka akan selalu ada yang namanya job desc, sesuatu yang digariskan oleh orang lain. Kendali berada di luar diri kita.

2. Tingkatan selanjutnya, Job is a carrier. Dalam tingkatan ini penentu nasib adalah diri kita sendiri. Kita mau tetap menjadi karyawan biasa atau manager, itu semua tergantung kinerja yang kita upayakan.

3. Tingkatan tertinggi, Job is a calling.  Yang namanya panggilan itu datangnya dari Tuhan. Sejak dari perut ibunda, Tuhan sudah menuliskan di lauhul mahfuz, untuk apa sebenarnya kita diturunkan ke bumi ini. Ketika orang sudah mengenali 'panggilannya' tadi maka dia akan menjadi seorang sufi dalam pekerjaannya. Kenapa? Karena dia merasa bahawa Tuhan selalu menyertai. Entheos. Antusias.

Maka Kawan, berhati-hatilah ketika kerja Anda, apapun jabatan Anda sudah mulai kehilangan antusiasme. Karena itu bukan berarti Anda sedang kehilangan gairah atau semangat seperti kata KBBI, namun bisa jadi saat itu Anda sedang kehilangan Tuhan Anda. Kita tahu bahwa Tuhan tidak mungkin hilang, maka yang mungkin terjadi adalah kita sedang menutupi keberadaan Tuhan tadi.

Dalam bahasa Inggris kita mengenal kata kerja covered, atau covert sebagai kata sifatnya, yang artinya adalah menutupi atau tertutup. Dalam bahasa Arab padanan katanya adalah kafaro, kata sifatnya adalah kufur dan pelakunya disebut kafir.

Astagfirullahal adziim, ternyata seseorang yang bekerja tanpa semangat, bisa disamakan dengan orang yang menutup hatinya dari keberadaan Tuhannya. Dan dia ini sudah bisa menyandang gelar kafir.

Maka Kawan, agar kita senantiasa antusias, selalu temukan sebuah tujuan di balik setiap aktifitas keseharian kita. Untuk lebih mudahnya, tanyakan saja 3 hal ini dalam hati Anda:

1. Untuk apa aku dilahirkan di dunia ini dan dalam waktu sekarang ini?

2. Apa kontribusi yang bisa aku berikan kepada alam sekitarku ini?

3. Ketika mati nanti aku ingin dikenal sebagai apa?

Semoga bermanfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

Artikel Unggulan

META MODEL

'Kemahalan' Dalam sebuah kelas Master NLP, saya menunjukkan gambar Vanesa Angel, kemudian minta komentar dari para peserta. Dan be...