POSTINGAN POPULER

Thursday, September 12, 2019

KAPOK ROKOK JILID 3

Mataram, 11 Sep 2019

Hari kedua Workshop Creative Happy NLP di Hotel Lombok Plaza juga berjalan lancar. Setelah kuat pondasi pemahaman NLP diberikan pada hari pertama, di hari kedua ini peserta mulai belajar beberapa teknik dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Teknik terapi praktis tersebut di antaranya adalah anchoring, new behavior generator, six step reframing, perceptual position, optimizing object imagery therapy, dan time line therapy.

Setelah break makan siang saya kedatangan tamu seorang kawan SMP yang sudah 30 tahun lebih tidak bertemu. Kebetulan dia sedang ada rapat dinas di Mataram juga.

Sembari menemani beberapa peserta yang sedang merokok, kami ngobrol mengingat masa lalu dan saling betukar kabar kegiatan yang digeluti sekarang. Dikarenakan rokok kawan saya tadi habis maka dia minta sebatang rokok kepada salah satu peserta workshop.

"Mmm kurang mantab nih rokoknya", kawan saya bergumam lirih.

Rupanya merk rokok kawan saya berbeda dengan peserta workshop tadi. Rokok dia LA Menthol, sementara rokok yang dia dapat adalah Dunhill.

Mendengar gumaman kawan saya tadi, saya tawarkan bantuan. "Mau dibuat mantab rokoknya?"

"Emang bisa?", tanya kawan saya setengah ragu namun penuh harap
"Bisalah asal sampeyan mau", jawab saya sambil tersenyum
"Ojeh, mau"

"Baiklah. Menurut sampeyan, nikmatnya rokok yang sekarang dipegang itu (Dunhill) jika dikonversi ke dalam bentuk 2 dimensi akan menjadi apa? Saya kasih pilihan, segitiga sama sisi, lingkaran atau bujur sangkar?", saya memulai proses intervensi sembari menunjukkan simbol segitiga, lingkaran dan bujur sangkar dengan kedua tangan saya.

"Nggg apa ya? Segitiga deh"
"Bagus. Nah segitiga khan punya dimensi. Berapa ukuran sisi-sisinya?"
"Mmm rokok ini sih cuma sekitar 3 cm"
"Oke. Lha kalau yang rokok sampeyan tadi berapa cm kira-kira dimensinya?"
"Sepuluh senti kalau itu. Mantab banget"

"Baiklah Bro, sekarang coba lihat ke sini. Tarik nafas panjang. Saya akan membesarkan segitiga di tangan saya ini dari 3 cm menjadi 10 cm. Ziiiiuuuud!", kata saya sembari memeragakan pembesaran segitiga di tangan saya, lengkap dengan bunyi-bunyian yang keluar dari mulut saya yang menandakan sebuah pembesaran.

"Nah sekarang silakan dinikmati rokok di tangan sampeyan. Entah kenapa sekarang rasanya sudah seperti LA Menthol. Semakin sampeyan ragu, anehnya rasa LA Menthol semakin kuat", saya melanjutkan intervensi saya dengan 'the more pattern'

"Nah ini baru enak Bro. Segar. Terimakasih ya", ujar kawan saya setengah takjub.

Menyadari 'keajaiban' yang baru saja terjadi, peserta workshop yang berbagi rokok tadi menjadi penasaran. "Teknik apa yang barusan digunakan Pak?"
"Object Imagery Mas. Seperti yang sudah dibahas di kelas bahwa jika satu kondisi psikologis bisa dikonversikan dalam bentuk benda atau 'dibendakan' dan ketika benda tadi diintervensi maka kondisi psikologisnya juga ikut berubah. Kecanduan merokok pada dasarnya juga sebuah kondisi psikologis. Maka sensasi nikmatnya rokok juga bisa diintervensi menggunakan object imagery ini"

"Kalau begitu rokok saya juga bisa dibuat lebih nikmat dong?" tanya peserta tadi penasaran.
"Tapi itu khan memang rokok yang sudah enak bagi Anda. Untuk apa lagi diintervensi?", tanya saya juga penasaran
"Iseng aja sih Pak. Ingin tahu sehebat apa teknik object imagery ini", jawab peserta tadi
"Baiklah jika demikian. Jika dikonversi ke dalam bidang 2 dimensi, Anda memilih apa?, tanya saya sejurus kemudian
"Samain saja Pak. Segitiga. Ukuran 10 cm"
"Oke, silakan lihat ke sini. Saya akan besarkan segitiga di tangan saya ini sebesar-besarnya. Zzziiiuuuuuuuuuddd!", dan tangan saya memang membentuk sebuah segitiga yang sangat besar, sampai kedua tangan saya tertarik ke belakang.

"Silakan dinikmati rokoknya, yang sudah super nikmat tersebut", ujar saya sambil menahan senyum

Dan kemudian terjadilah hal yang sudah saya prediksikan sebelumnya. Peserta tadi batuk-batuk menahan mual dan heran dengan perubahan rasa rokoknya. "Uhuks uhuks uhuks!"

Senyum sayapun meledak menjadi tawa tertahan.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, sebenarnya apa yang terjadi pada peserta workshop tadi? Bukankah ketika kawan saya diintervensi rasa rokoknya, dia menjadi puas karena rasa rokoknya berubah sesuai keinginannya dengan teknik object imagery. Tapi kenapa dengan teknik yang sama hasilnya kok berbeda ketika diaplikasikan kepada peserta workshop tadi?

Ini jawabannya:

Kawan saya sudah memiliki tujuan yang jelas dan terukur (dalam NLP hal ini disebut WFO atau Well Formed Outcome), sehingga proses intervensi yang saya lakukan juga sesuai dengan keinginan dia. Sementara peserta workshop tadi hanya iseng saja sehingga saya juga iseng membesarkan segitiga sebesar mungkin. Loh, kalau segitiganya dibuat sebesar mungkin bukankah rasa nikmatnya juga akan menjadi sangat nikmat?

Betul Bro, memang menjadi sangat nikmat. Namun coba Anda bayangkan ketika Anda diminta untuk makan nasi satu bakul dengan lauk soto satu baskom. Apakah akan nikmat, atau muntah?

Hehehe, yang saya lakukan dalam teknik kapok rokok jilid 3 ini adalah Compulsion Blowout. Prinsip kerjanya masih menggunakan object imagery, dan ketika klien sudah bersedia mengkonversikan kondisi psikologisnya ke dalam bentuk benda, maka kita akan paksa (compulsion) perbesar benda tadi sampai titik maksimal, bahkan jika dibutuhkan sampai meledak (blowout)

Dengan meledaknya kondisi psikologis tadi, diharapkan pikiran bawah sadar akan belajar bahwa kondisi yang sedang dialaminya hanya sebuah persespsi semu belaka yang dengan mudah bisa dibuang.

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

ANJING PELACAK


Mataram, 10 Sep 2019

Hari pertama workshop CH NLP (Creative Happy Neuro Linguistic Programing) di hotel Lombok Plaza berjalan lancar tanpa aral yang berarti. Empat orang peserta yang berasal dari pelbagai kalangan membersamai saya mengulik pemahaman mengenai pemrograman pikiran bawah sadar dengan efektif. Ada seorang polisi, seorang dosen, pengusaha kursus bahasa Inggris dan seorang marketing/pebisnis online bersama saya hari ini.

Tidak ada hal istimewa terjadi sampai break makan siang. Namun begitu sesi lunch yang ditata ala family table hampir berakhir, Bapak  Polisi kita mengatakan bahwa jam tangannya hilang. Kamipun sibuk memberi masukan penuh spekulasi.

"Di mushola kali Pak".
"Di toilet kali Pak"
"Jatuh di selasar hotel kali Pak"

Dan pak polisi merespon dengan bergegas mencari arlojinya ke mushola,  toilet dan selasar hotel.

"Bagaimana Pak, ketemu?", tanya saya penasaran.
"Ga ada pak Hari. Sudahlah saya pasrah. Sudah nasib saya, setiap kali punya arloji, pasti hilang", jawabnya masygul
"Mau saya bantu Pak?", melihat kesusahan hatinya, saya mencoba menawarkan diri
"Bagaimana caranya Pak Hari?"
"Bapak duduk relaks. Kedua kaki di lantai, kedua tangan di paha. Pikirkan sebuah tempat yang nyaman. Saya hitung mundur sepuluh sampai satu, dan rasakan setiap hitungan mundur membuat Bapak semakin relaks. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1. Bagus sekali. Sekarang saya akan kirimkan anjing pelacak K9 dalam pikiran Bapak. Jika anjing tersebut sudah muncul, anggukkan kepala Bapak"
Pak polisi tersebut mengangguk

Saya lanjutkan proses pencarian, "Bagus. Nah sekarang biarkan anjing tersebut berjalan di dalam kerangka waktu pikiran Bapak. Biarkan dia berjalan ke toilet, ke mushola, ke selasar hotel dan ke sekeliling hotel. Di tempat dimana anjing tadi tidak mau beranjak lagi, di situlah arloji Bapak berada. Tak usah terburu-buru. Relaks saja, dan biarkan semua suara gaduh di sekitar Bapak, justru membantu mempermudah proses pencarian ini. Jika anjing tadi sudah berhenti bergerak, segera tarik nafas panjang dan buka mata Bapak"

Setelah memberikan sugesti tersebut, saya dan kawan lain melanjutkan menikmati es cendol yang sudah terhidang di meja makan. Kami kembali melanjutkan perbincangan mengenai beberapa materi di kelas yang belum mereka pahami dengan baik.

Kira-kira 2 menit, pak polisi kita membuka mata dan tersenyum agak ragu.

"Bagaimana Pak, dimana anjing tersebut berhenti?", tak sabar saya ingin tahu
"Agak gak jelas gambar anjing tadi Pak Hari", jawabnya ragu
"Tak apa Pak Polisi, meski demikian anjingnya berhenti di satu tempat khan? Nah, dimanakah itu?", saya mencoba meyakinkan bahwa proses ini sudah berjalan sebagaimana mestinya
"Di atas. Di ruang training kita"

Dan ketika kami kembali ke ruang training, arloji tersebut memang berada di meja, di tempat pak polisi tersebut duduk.  Dengan penuh kebahagiaan, beliau mengenakan arlojinya kembali.
***

Sidang pembaca yang berbahagia, sebenarnya teknik yang saya gunakan untuk membantu pak polisi tersebut adalah bagian dari Past Life Age Regression yang disebut hypermnesia yaitu meningkatnya daya ingat secara luar biasa sehingga bisa mengingat dengan detil kejadian atau pengalaman di masa lalu.

Tentunya diperlukan tips dan trik tersendiri ketika melakukan teknik ini, karena kita tidak bisa sekedar memberikan sugesti seperti ini, "Dalam hitungan ketiga, ingatan Anda akan semakin tajam. Anda semakin ingat dan ingat"

Pikiran bawah sadar membutuhkan sebuah visualisasi yang nyata ketimbang sebuah kata 'ingat', maka saya biasanya membuat sebuah skenario pencarian menggunakan benda ajaib, makhluk ajaib, hewan, atau apapun yang menurut belief klien bisa membantunya menemukan bendanya. Dalam pengalaman saya membantu klien, ada yang menggunakan tokoh detektif dalam kartun kesukaannya. Ada yang menggunakan alat ajaib doraemon, ada yang memunculkan kucing, anjing, bahkan mahkluk astral berupa asap putih yang bisa terbang. Semua tergantung klien, bukan kehendak kita sebagai terapis.

Dan karena yang saya bantu kali ini adalah seorang polisi, tentu saja dalam belief beliau anjing pelacaklah, sosok yang cocok untuk membantu menemukan arlojinya.

Saatnya saya mengatakan "SEMPURNA!"

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

Saturday, August 31, 2019

APEL & KEBENCIAN

Kisah ini terjadi beberapa tahun silam, ketika saya masih belum sepenuhnya menjadi Professional Hypnotherapist. Sepulang kerja, saya diminta untuk mampir ke tempat bimbingan belajar milik salah satu kawan saya di daerah jalan baru Bogor.

Sesampai di lokasi, rupanya telah menunggu seorang ibu dengan anak lelaki berusia sekitar 10 tahunan. Singkat cerita sang bunda minta tolong dibantu untuk menterapi anak semata wayangnya yang sudah satu minggu tidak mau sekolah. Ibu tadi menceritakan bahwa anaknya mengalami bullying yang lumayan parah di sekolah.

Beberapa kali dia diganggu oleh kawan sekelas, yang puncaknya terjadi seminggu silam dimana sang anak dikeroyok oleh 3 orang kawan sekelas, bahkan sampai perutnya diinjak-injak. Sang anak sempat dibawa ke dokter, namun tidak terdapat luka fisik yang membahayakan.

Namun rupanya anak ini mengalami luka bathin lumayan berat sehingga setelah peristiwa pengeroyokan tersebut, dia tidak mau lagi masuk sekolah. Sampai ibu tadi bercerita kepada kawan saya yang memiliki usaha bimbel ini, yang kemudian disarankan untuk konsultasi kepada saya.

"Apakah kondisi traumatik seperti ini bisa dibantu menggunakan hipnosis Pak Hari?", tanya ibu tadi harap-harap cemas
"Dari pengalaman saya menangani kasus, hal seperti ini disebut unresolved past experiences Bu. Menurut saya tingkat kesulitannya tidak terlalu tinggi", jawab saya menenangkan ibu tadi.
"Ini ya putra Ibu?", tanya saya kepada ibu tadi sambil menunjuk anak lelaki yang sedang asyik bermain gadget. Saya baru tersadar bahwa ada sedikit perbedaan anak ini dengan anak sebayanya. Dia sangat fokus dengan gadget di tangannya, tanpa memedulikan lingkungan sekitarnya.

Bahkan dari tadi seingat saya, dia juga tidak 'salim' seperti kebiasaan anak kecil pada umumnya jika bertemu orang yang lebih dewasa. Tangannya juga bergerak dengan cepat menekan layar ponsel tersebut, seolah cemas kehilangan sesuatu.

"Nggg maaf Bu, putra Ibu.... "
"Ya Pak Hari, anak saya divonis menderita autistic disorder atau autism. Apakah masih bisa dibantu Pak Hari?", ibu tadi memotong perkataan saya begitu melihat perubahan sikap saya.
"Mmm semoga Bu. Sejujurnya saya belum pernah menangani klien autis. Tapi akan saya coba. Apakah setiap hari putra ibu bermain gadget seperti ini?"
"Iya Pak. Dia hanya bisa tenang kalau saya pinjamkan HP saya"
"Apa yang biasanya dia lakukan dengan HP Ibu tersebut. Main game?"
"Dia tidak terlalu suka game. Dia lebih senang browsing kemana-mana. Bahkan kadang saya heran dengan pemahaman dia mengenai alam semesta ini. Dia tahu semua galaxy dan nama planet. Bahkan dia tahu mengenai mitos sang alkemis, yang bisa membuat batu menjadi emas"
"Apa yang akan terjadi kalau dia tidak dibolehkan bermain HP?"
"Dia akan bergerak dengan sporadis Pak Hari. Bisa memanjat, meloncat atau berlarian ke sana kemari"
"Repot juga ya Bu?"
"Itulah alasan saya membiarkan dia memainkan HP saya"

"Boleh saya duduk di sebelah ananda Bu?" tanya saya sambil beringsut mendekati anak laki-laki tersebut
"Apa kabar Dik. Lagi nonton apaan tuh?", saya mencoba menjalin hubungan dengan anak tadi. Dia hanya menengok sejenak, kemudian asyik menatap layar ponselnya lagi.

Saya ingat pernah membaca sebuah tulisan di web bahwa anak autis hanya akan berfokus pada satu hal. Dan untuk mengganggu fokusnya tadi kita mesti memiliki fokus tandingan. Berbekal informasi tadi, saya memutar video hypnotron (spiral berputar lengkap dengan suara mistisnya) kemudian memposisikan HP saya di sebelah kanan HPnya.

Awalnya dia cuek saja, namun rupanya suara yang sengaja saya setel keras-keras itu mulai mengusiknya. Dia melirik HP saya dan berkata dengan mata berbinar, "Itu hipnotis ya Om?"
"Lho kok Adik tahu kalau ini hipnotis. Mau enggak main HP ini?", tanya saya balik sambil mendekatkan HP saya kepadanya.

Diambilnya HP saya sambil menjawab, "Iya, aku khan sering lihat yang seperti ini di HP Bunda"
"Ya sudah, kalau begitu sekarang lihat saja terus HP Om ini. Asyik khan. Dan ketika Adik sudah merasa sangat asyik,  entah kenapa Adik merasa sangat mengantuk", lanjut saya memanfaatkan kondisi yang sangat menguntungkan tadi.

Pelahan namun pasti anak tersebut mulai mengantuk. Dia mulai minta tiduran di pangkuan bundanya. Belum sampai  hipnotron yang berdurasi sekitar 5 menit tadi usai, tangan anak tersebut sudah lunglai. Dan saya langsung melakukan induksi dengan mengatakan, "Sekarang saatnya tidur Dik. Tidurlah dengan tenang dan nyenyak" Zzzzzzzzzz

Akhirnya pulas juga anak tadi. Tugas saya sekarang adalah memberikan sugesti agar anak tadi mau bersekolah lagi.

Saya mulai mengajak dia bicara dengan fasilitas ideo motor response.

"Dik, apakah benar sudah satu minggu ini Adik tidak mau sekolah. Jika benar, coba gerakkan telunjuk tangan kanannya"

Setelah menunggu sekitar setengah menit telunjuk mungil tangan kanannya bergerak pelahan.

"Dik, apakah benar Adik dikeroyok oleh kawan-kawan Adik? Jika benar, coba gerakkan telunjuk tangan kanannya"

Kali ini telunjuknya langsung bergerak.

"Adik marah ya kepada kawan-kawan? Jika ya, coba gerakkan telunjuk tangan kanannya"

Telunjuknya bergerak.

"Maukah Adik memaafkan mereka? Jika mau, coba gerakkan telunjuk tangan kanannya"

Telunjuknya diam

"Hmmm jadi Adik masih marah ya? Ya memang tidak seharusnya kawan-kawan Adik melakukan hal seperti itu. Ngomong-ngomong Om punya cerita menarik, Adik mau dengar nggak? Jika mau, coba gerakkan telunjuk tangan kanannya"

Telunjuknya bergerak

‘Apel dan kebencian’
Alkisah, seorang  guru SD mengadakan permainan. Beliau meminta para muridnya untuk membawa sekantong plastik transparan berisi apel. Jumlah apel yang dibawa harus sesuai dengan jumlah orang yang dibenci dalam hidupnya. Jadi kalau membenci  3 orang, ya membawa 3 apel, dst. Setiap anak bebas membawa berapapun jumlah apel yang diinginkan. Keesokan harinya, para murid dengan riang gembira membawa sekantong plastik transparan yang sudah berisi beberapa buah apel. Ada yang membawa 1, 5, 7, bahkan 10!

Mereka merasa senang karena mengira bahwa apel-apel yang dibawa akan segera dimakan, seolah-olah memakan orang yang dibenci. Nyaaammm!! Namun ternyata hal yang diharapkan tidak terjadi. Bukannya dimakan, namun kantong berisi apel-apel tersebut harus dibawa kemana saja anak-anak itu pergi selama 1 minggu, bahkan saat ke toilet sekalipun.

Hari berganti hari, apel yang tadinya segar pun mulai membusuk, yang lama kelamaan mulai mengeluarkan bau yang menyengat. Murid yang hanya membawa 1 atau 2 apel tentunya lebih beruntung dibandingkan mereka yang membawa 5 atau lebih, meskipun sama-sama tidak enak juga baunya. Murid yang membawa 10 apel hampir pingsan di hari ke-5 karena tidak tahan dengan bau busuk yang makin menyengat.

Setelah 1 minggu, permainan pun usai. Murid-murid dipersilahkan untuk membuang kantong berisi apel-apel tersebut, dan mereka pun sangat lega dan senang. Bu guru lalu menanyakan kepada para muridnya, “Anak-anak, bagaimana rasanya membawa apel busuk selama 1 mingguu??” Tanpa dikomando, keluhan dan kekesalan langsung bermunculan. Jawaban semuanya hampir sama, bahwa mereka sangat merasa tidak nyaman karena harus membawa apel busuk.

Bu guru pun dengan tersenyum menjelaskan, “Anak-anak, seperti itulah kondisinya jika kebencian selalu kalian bawa di dalam hidup. Semakin kalian pendam kebencian itu, semakin tersiksa diri kalian. Bukan orang yang kalian benci tersebut yang akan merasakan dampaknya, melainkan diri kalian sendiri. Sungguh tidak nyaman bukan jika setiap hari harus membawa apel busuk bernama kebencian kemanapun kita pergi? Dalam permainan tersebut, apel busuk itu hanya dibawa 1 minggu. Coba bayangkan kalau kalian harus membawanya selama 1 bulan? Atau mungkin 1 tahun? Bisa pingsan dan masuk rumah sakit deh rasanya. Begitu juga dengan kebencian, yang akan membuat diri kita tidak nyaman. Apa mau kalian membawa kebencian seumur hidup, bahkan sampai mati? Karena itu, ikhlaskan hati dari kebencian untuk memaafkan orang-orang yang pernah berbuat salah kepada kita, sama persis dengan keikhlasan kalian saat membuang apel-apel busuk tadi. Karena ketika kita tidak mau memaafkan orang yang kita benci, itu sama saja dengan memegang bola berduri yang akan membahayakan diri kita sendiri”
***

Selesai menceritakan kisah apel dan kebencian, saya mengecek kondisi anak tersebut, “Adik masih bisa mendengar suara Om? Jika masih gerakkan telunjuk tangan kananmu”

Telunjuknya bergerak

“Bagus. Jadi apakah Adik mau membawa apel busuk selamanya?”

Telunjuknya diam

“Apakah ini artinya Adik sudah mau memaafkan kawan-kawan yang sudah mengeroyok Adik?”

Telunjuknya bergerak

“Bagus Dik. Memaafkan bukan berarti melupakan. Memaafkan tidak harus memberitahukan. Memaafkan adalah untuk kenyamanan diri sendiri. Memaafkan bukan berarti menyukai orang yang telah bersalah. Memaafkan bukan berarti mengijinkan kembali kesalahan untuk terjadi. Maka maafkanlah mereka dengan tulus, dan rasakan sekarang leganya diri Adik. Bahkan setiap tarikan nafas membuat Adik merasa semakin bahagia, sehat serta cerdas. Jika mengerti, setuju dan percaya dengan apa yang Om katakana, coba gerakkan telunjuk tangan kananmu lagi”
Telunjuknya bergerak

“Apakah ini artinya Adik mau berangkat ke sekolah lagi?”

Telunjuknya bergerak.

Sebenarnya kasus selesai di sini. Namun karena saya ingat bahwa terapis terbaik adalah orang terdekat, maka saya meminta sang Bunda untuk memberikan sugesti positif kepada putranya, sehingga di kemudian hari dia akan lebih mudah untuk mengatur putranya tersebut.

Pembelajaran besar yang saya dapatkan dalam menangani kasus anak autis ini adalah, ternyata ketika sudah masuk dalam kondisi trance, seorang anak autis bisa diajak berkomunikasi seperti layaknya anak normal, meski hanya dengan bahasa isyarat (IMR).

Silakan tebar jika dirasa tulisan ini bermanfaat…

Jika Anda tertarik untuk memelajari keilmuan hypnosis, silakan klik link di bawah ini : http://bit.ly/DAFTAR-FTHIY-BGR

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach

Monday, August 12, 2019

Mengatasi Kesurupan dengan Aman dan Damai

Indonesia merupakan bangsa kaya budaya termasuk budaya kesurupan, bahkan di daerah daerah tertentu  fenomena kesurupan justru disengajakan, dan menjadi tontonan menarik seperti reog, kuda lumping, debus dan tari kecak.
Setiap kita memiliki potensi untuk kesurupan karena memang bawah sadar kita dalam collective unconciousness berisi mitos mitos seperti memedi pocong, wewe gombel, jin penunggu rumah, jin penunggu sungai, dan banyak lagi, bahkan penunggu laut selatan.

Mitos inilah yang turun menurun dari jaman dulu terus hingga sekarang. Ditambah lagi pengalaman masa kecil yang sering ditakut takuti dengan berbagai macam hantu dan segala varian nya, yang kemudian tersimpan dalam personal unconciousness sehingga kedua kenyataan itu klop membentuk suatu sistem keyakinan dan kepercayaan yang setiap saat bisa muncul bila ada pemicunya (precipitating event).

Dalam kasus kesurupan masal yang menjadi precipitating event adalah teman yang sudah kesurupan, dalam istilah hipnotisme teman yang sudah kesurupan menginduksi bawah sadar teman lainnya sehingga seperti penyakit menular yang bila tidak diisolasi akan mewabah ke kawan yang lain.

Seringkali orang yang kesurupan memiliki kekuatan yang melebihi kemampuan biasanya, dalam beberapa kasus kesurupan dia bisa berteriak teriak hingga berjam jam, atau bisa melemparkan beberapa orang yang sedang memeganginya. Ada lagi kesurupan mampu berbicara seperti bukan dia yang bicara, dalam keadaan seperti ini seseorang yang kesurupan sedang memasuki alam bawah sadarnya tepatnya di alam ketidaksadaran kolektif dimana menurut freud ketidaksadaran tersebut mengandung kekuatan jiwa (psyche) sehingga dia memiliki kekuatan yang melebihi seperti biasanya

Mengapa orang bisa masuk kedalam alam bawah sadarnya (atau kesurupan)? Sebab utamanya adalah melemahnya tingkat kesadaran (faktor kritis) seperti orang yang memasuki kondisi tidur (sensasi awal mirip orang mengantuk)
***

Psikologi memberikan penjelasan mengenai fenomena kesurupan sebagai berikut :

1. Keadaan disosiasi, saat seseorang seakan terpisah dari dirinya;
2. Hysteria , saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya ,
3. Split personality , saat pada diri seseorang tampil beragam perilaku yang dimunculkan oleh “pribadi” yang berbeda.

Saya akan menggarisbawahi penjelasan nomor 3. Dalam psikoanalisa,  Freud menyatakan bahwa tingkat kesadaran manusia terbagi 3, yaitu Id, Ego dan Superego.

-Id adalah komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Contoh kebutuhan makan dan minum dipengaruhi oleh Id.

-Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani  realitas. Menurut Freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata.

-Superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat

Lebih mudahnya kita pahami seperti ini. Kita ignore dulu Id.  Dalam diri kita ada 2 entitas yang memengaruhi perilaku kita. Saya (ego) yang banyak dipengaruhi oleh pikiran kritis. Dan AKU (Superego) yang lebih kontemplatif dan banyak dipengaruhi oleh perasaan. Porsi dominansi aku lebih besar dari saya dengan prosentase 88:12.

Dengan kekuatan dominan 88% maka kapanpun dibentrokkan selalu yang keluar sebagai pemenang adalah si AKU. Kenapa demikian? Ya karena tugas si AKU memang untuk melindungi seluruh tubuh dan pikiran kita. Menjaga agar keseluruhan sistem tubuh dan pikiran kita berada dalam keadaan paling nyaman.
***

Kembali ke kasus kesurupan di tanah air. Biasanya orang kesurupan ketika mereka berada dalam tekanan (stress).  Kesurupan juga cenderung terjadi pada perempuan dan biasanya massal. Apa alasannya?

1. Dalam kondisi tertekan maka untuk membuat kondisi diri lebih nyaman si AKU biasanya akan mengambil alih kendali diri. Dengan preferensi masa lalu yang mungkin lebih menyenangkan  (minimal menurut si AKU) maka AKU kemudian muncul ke permukaan.

2. Perempuan cenderung lebih feeling, maka superego (aku) nya akan lebih dominan

3. Kesurupan memang cenderung menular. Karena pemicunya justru orang di sekitar yang sudah kesurupan duluan

Maka kasus kesurupan biasanya terjadi pada siswi ketika mendekati ujian. Atau karyawati pabrik ketika musim pesanan produksi melejit tinggi. Kondisi di atas tentunya penuh dengan tekanan. Bagaimana kalau nilai ujian nanti jelek? Tentu kena marah mama. Atau, bagaimana kalau target produksi tak terkejar? Tentu kena semprot manajer.

Nah, dalam kondisi tertekan inilah secara otomatis si AKU akan menyetabilkan kondisi tubuh agar terhindar dari ketaknyamanan (kemarahan mama atau semprotan manajer).  Maka muncullah AKU dengan tingkah anehnya seperti  menangis bombay, teriak tak berkesudahan dll. Gunanya untuk apa? Agar mama jadi kasihan dengan anak kesayangannya sehingga tak jadi marah meski nilai ujian anaknya jelek. Demikian juga manajer tak marah meski produksi tak sesuai target. Nyamanlah jadinya (menurut si AKU)
***

Berikut beberapa tips menangani kasus kesurupan
1. Isolasi sesegera mungkin orang yang kesurupan agar tak memengaruhi orang lain
2. Tenangkan suasana, karena kesurupan cenderung membuat suasana menjadi gaduh, ketakutan, dan crowded atau ramai.
3. Tenangkan orang yang mengalami kesurupan dengan membiarkannya, jangan dipaksa atau dipegang apalagi diteriaki terlebih di pukul pukul (kecuali kondisinya sudah membahayakan dirinya atau orang lain)
4. Karena penngendali setiap kita adalah diri kita sendiri maka katakan bahwa dia adalah pengendali dirinya sendiri. Dan minta dia untuk mengendalikan dirinya. Katakan dengan tegas namun tidak membentak. Kalau perlu sambil usap wajahnya.
5. Kalau hal ini belum berhasil juga maka gunakan senjata pamungkas ini. Katakan dengan keras agar orang yang kesurupan mendengarnya.

'Baiklah. Karena diri orang ini dimasuki oleh jin maka saya akan berikan makanan kesukaan jin yaitu kotoran. Tolong segera carikan saya kotoran ayam sesendok saja. Saya akan berikan makanan ini agar jinnya senang dan mau diajak kerja sama! Tolong pegangi dia dan buka mulutnya! '

Tunggu beberapa waktu, daaan sim salabim, orang itu akan tersadar dengan sendirinya bahkan sebelum kita kasih kotoran tadi. Kenapa bisa begitu?

Ingat bahwa AKU akan selalu menyetabilkan kondisi pikiran dan tubuh dengan preferensinya sendiri. Maka ketika dia mendengar bahwa dirinya akan dikasih makan kotoran, dia segera mengembalikan kendali kepada saya. Kenapa? Ya supaya kotoran tidak jadi dimasukkan ke mulutnya. Siapa sih orang yang mau dikasih makan kotoran?

Sederhana saja khan? Bahkan kalau orang terdekat menghalangi kita untuk memberikan kotoran, silakan gunakan hadits berikut yang menguatkan bahwa makanan bangsa jin adalah tulang dan kotoran.

"Tulang dan kotoran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”. (HR. Bukhari no. 3860)

Ternyata pemahaman hipnosis punya manfaat banyak dalam kehidupan sehari-hari kita ya?
Selamat mencoba.

Tabik
- haridewa -
Professional Hypnotherapist,
Happiness Life Coach

Wednesday, May 08, 2019

NEW BEHAVIOR GENERATOR


Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu melalui dua proses penciptaan. Mental Creation dan physical creation. Proses pertama yang terjadi di pikiran kita memiliki peran yang sangat penting dalam memudahkah kita mewujudkan proses selanjutnya. Mari kita perhatikan lebih jauh bagaimana seorang arsitek tentu membuat sketsa sebelum membangun sebuah rumah, seorang sutradara akan membuat atau menyuruh orang lain menulis skenario sebelum membesut sebuah film. Bahkan dalam keseharian kita, meski cuma sesaat kreasi mental akan selalu mendahului kreasi fisik. Contoh ketika kita ingin makan sesuatu, tentu sudah terbayang makanan apa yang ingin kita nikmati. Begitu pula ketika kita mengendarai mobil atau motor. Di kepala kita tentu terbayang rute mana yang akan kita tempuh. 



Kita mengenal kreasi mental ini sebagai imajinasi. Meski banyak orang yang sudah mengakui kehebatan sebuah imajinasi dalam mendukung kesuksesan, namun masih saja ada orang yang menafikannya.  Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.

Agar Anda lebih mudah memahami kekuatan imajinasi, berikut ada dua kisah nyata yang mewakilinya.

Pertama, kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang gemar main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.

Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.

Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.

Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Luar biasanya saat dia mulai bermain golf kembali untuk pertama kalinya. Ternyata Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih.

Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi itu.
***

Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.

Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America! Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya, Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua kali kalah di Florida.

Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.

Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”

Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu,…dalam pikiran saya.”
***
Salah satu teknik berbasis mental creation yang dikembangkan NLP adalah  New Behavior Generator. Teknik membentuk perilaku baru merupakan salah satu teknik yang memanipulasi sub modalitas untuk menciptakan perilaku baru yang diinginkan. Ini adalah teknik NLP yang menggunakan citra mental atau latihan untuk mendapatkan hasil jangka panjang.

Tujuan dari teknik ini adalah memungkinkan diri Anda untuk membentuk ‘PERILAKU BARU’ dengan menerapkannya dalam pikiran (mind) sehingga mengaktifkan semua sumber daya yang Anda miliki di system saraf (neurological resources).
Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu. Kita tidak harus belajar semuanya dari awal. Sesuai dengan bunyi sebuah presuposisi bahwa semua manusia telah memiliki sumber daya untuk sukses. Yang perlu dilakukan hanyalah mengakses, memperkuat dan mengurutkannya. Kita telah memiliki banyak referensi dan perilaku bawah sadar mengenai sebuah keterampilan, baik itu berasal dari diri kita maupun dari orang lain di sekitar kita. Kita hanya perlu  mengatur dan mengurutkan agar bisa menjadi keterampilan baru. Ketrampilan kita. Orang belajar melalui observasi, praktek dan perbaikan. Kita bisa menciptakan strategi untuk mencapai hal-hal baru. Teknik ini akan mengadopsi pemahaman eye accessing cue yang akan mengakses semua sumber daya Anda pada tataran neurological resources

New Behavior Generator ini didasarkan pada sistim keyakinan yang kita miliki:
  • Orang belajar perilaku baru dengan menciptakan peta mental baru dalam otak mereka.
  • Semakin lengkap Anda membuat peta mental Anda, semakin besar kemungkinan Anda akan mendapatkan perilaku baru yang Anda inginkan.
  • Fokus pada tujuan Anda (WFO) adalah cara tercepat untuk mencapai perilaku baru.
  • Setiap orang memiliki sumber daya mental yang mereka butuhkan untuk mencapai perilaku baru.
  • Sukses adalah fungsi dari mengakses dan mengatur sumberdaya yang sudah ada



 Sebelum Anda membantu klien ada baiknya Anda memulai  langkah berikut:
  1. Bangunlah rapport dan lakukan kalibrasi dengan baik.
  2. Nyatakan intensi atau tujuan Anda kepada klien bahwa Anda ingin membantunya.
  3. Mintalah kesediaan klien untuk dibantu dan bangun keyakinan klien serta dapatkan kepercayaan dari klien bahwa Anda akan berhasil bila klien juga bisa diajak bekerja sama dengan baik.
  4. Mintalah klien untuk menyatakan WFO atau keinginan dengan jelas untuk menghindari kesalahpahaman atau salah langkah dalam proses kerja sama tersebut.
  5. Buatlah WFO Anda sendiri yang inline dengan WFO klien
  6. Tanyakanlah manfaat apa yang akan diperoleh bila klien mencapai apa yang diinginkannya itu? Siapa saja yang akan memeroleh keuntungan tersebut?

Berikut adalah enam langkah dasar cara melakukan Strategi Pembentukan Perilaku Baru. Silakan gunakan alat bantu berupa pinsil atau pulpen, dan minta mata klien untuk mengikuti arah dari pinsil yang Anda gerakkan nanti:
1.  Arahkan mata klien ke kanan bawah (dari sudut pandang Anda sebagai terapis) dan tanyakan, “Jika Anda sudah mencapai WFO Anda nanti, seperti apakah diri Anda nanti?” Langkah pertama ini merupakan pemaparan keinginan klien sesuai dengan self talk mereka (Auditory Digital)

2.  Arahkan mata klien ke kiri atas dan tanyakan, “Coba sekarang lihat, dengar dan rasakan diri Anda di masa yang akan datang dimana diri Anda sudah memiliki perilaku baru tersebut” Pandu klien untuk menggunakan semua inderanya, sehingga mereka bisa menjawab, “Aku melihat…., aku mendengar….., aku merasa……” Langkah kedua ini merupakan sebuah imajinasi masa depan (Visual Construction)

3.   Arahkan mata klien ke kanan atas, dan minta klien untuk mengingat sebuah peristiwa dimana mereka pernah mengalami minimal sensasi yang sama dengan WFO yang sedang direncanakan. Untuk lebih memudahkan langkah ini, Anda bisa membantu dengan menanyakan:
a.  “Coba ingat sebuah kesuksesan yang pernah Anda capai yang menggunakan perilaku yang mirip dengan perilaku baru yang sedang Anda proses ini?”
b.    “Coba ingat sebuah keberhasilan kecil saja yang pernah Anda capai menggunakan perilaku yang sedang Anda proses ini?”
c.    “Coba ingat seorang tokoh yang sangat ahli dengan perilaku ini, dan Anda bisa mulai memodelnya”
Langkah ketiga ini merupakan sebuah pengaksesan sumber daya (Visual Remembered)

4.    Arahkan mata klien ke kiri atas lagi, dan tanyakan, “Dengan semua sumber daya yang sudah Anda miliki tadi, bagaimana sekiranya diri Anda nanti?”

5.  Arahkan mata klien ke kiri bawah, dan minta klien merasakan bahwa perilaku yang mereka inginkan memang sekarang sudah menjadi satu dengan diri mereka. Goal sudah tercapai. Dan tanyakan perasaan mereka, “Apa yang Anda rasakan sekarang? Senangkah Anda melakukan perilaku tersebut ?” Langkah ini juga sekaligus untuk melakukan kalibrasi apakah proses yang dijalankan sudah sesuai dengan harapan klien. (Kinaesthetic)

6.  Arahkan mata klien ke kanan bawah lagi, dan minta mereka membandingkan kesuksesan ini dengan kesuksesan lain yang pernah dicapai di masa silam, dan apakah sama perasaannya. Jika perasaannya tidak sama maka minta klien untuk menambahkan detail dari WFO mereka, sehingga diharapkan pada proses pembentukan perilaku baru nantinya, perasaan yang dicapai juga sesuai dengan yang diharapkan. Langkah ini kembali memandu klien untuk melakukan self-talk (Auditory Digital)
Seperti yang telah saya sampaikan pada awal tulisan ini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu melalui dua proses penciptaan, mental creation dan physical creation. Maka jika Anda ingin perilaku baru tadi benar-benar terwujud, Anda mesti memiliki komitmen yang kuat serta selalu melatih diri menuju WFO Anda tadi. Maka berikut tambahan langkah yang mesti dilakukan:
1.       Future Pacing dan tes.
Lakukan tes di kehidupan nyata, cari situasi yang cocok untuk melakukan perilaku baru tersebut dan rasakan serta nikmati.
2.      Ucapkan syukur di dalam hati dan nikmati lagi perasaannya.
Anda bisa mengulangi proses ini berkali-kali sampai fisik Anda bekerja sama untuk mewujudkan perilaku baru Anda tadi.

Selamat mencoba

Thursday, April 11, 2019

Five Days Becoming NNLP Trainer Batch#2


Alhamdulillah wa syukurillah,  kelar juga program akbar tahunan Cafe Therapy dengan melahirkan 14 Certified Neo NLP baru.

Trainer is a leader, maka stamina mereka mesti kuat dan handal sehingga perlu sebuah kawah Candradimuka untuk menggodognya. Selama 5 hari, peserta digembleng dari jam 6 pagi sampai 10 malam, namun luar biasanya hal ini tidak membuat peserta kelelahan tapi malah tertantang setiap harinya. 

Setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah bagi peserta pria muslim, kami langsung meregangkan fisik dengan serangkaian senam sederhana seperti brain gym, poco-poco, sajojo, maumere serta Javanese Taichi.

Secara bergantian peserta mesti memimpin senam ini, karena hal ini akan bermanfaat ketika mereka sudah membuka kelas sendiri nantinya sebagai salah satu icebreaker keren.
Peserta batch kali ini beruntung karena mendapatkan bonus teknik taichi dari salah satu peserta yang rupanya merupakan bos dari Taman Air Spa Bali, yaitu mbak Debra. Maka saya akan menamakan teknik ini Water Castle Taichi. (Saya akan mengulas teknik taichi ini dalam tulisan tersendiri)
***

Setelah istirahat sesaat, jam 9 sesi classroom dimulai dengan melakukan review materi sebelumnya. Cara review yang kami lakukan tidaklah seperti kelas pada umumnya dimana trainer akan mengulang poin-poin penting materi hari sebelumnya. Justru para peserta yang akan mengungkapkan hal paling menarik yang mereka dapatkan kepada kawan semeja mereka.

Setelah itu masing-masing meja mesti mengirimkan wakil untuk mempresentasikan hal menarik mejanya di depan kelas. Cara ini menantang semua peserta untuk belajar menjadi trainer dari hari pertama mereka belajar.

Jika dihitung menggunakan jam belajar regular, maka sebenarnya bootcamp ini setara dengan 10 hari pelatihan, dimana setiap hari para peserta selain diberikan bekal teori juga mesti melakukan role play, serta mengerjakan borang (paperwork) baik berupa ‘daily test’, WFO Form, Ecological Form, dll.

Setiap malam, sesi classroom diakhiri dengan gimmick yang akan membuat para peserta ingin segera kembali ke ruang kelas keesokan harinya.

Malam pertama kami sajikan ‘ring and chain magic trick’ yang merepresentasikan salah satu presuposisi, yaitu jika seseorang mampu melakukan sebuah keahlian, maka orang lain juga mampu melakukannya, asalkan mau mempelajari caranya. 

Meski hanya menggunakan alat sederhana berupa kalung dan gelang, namun para peserta sangat antusias untuk memodel 7 style permainan sulap yang diperagakan oleh Pak Kono dan Pak Joko ini.

Malam kedua, semua peserta diminta mentransfer mental block-nya ke dalam sebuah pinsil untuk kemudian mematahkan pinsil tersebut. Meski pada awalnya beberapa peserta wanita merasa ngeri, namun begitu berhasil mematahkan sebuah pinsil dan mereka merasakan plongnya perasaan mereka, beberapa emak-emak ini malah minta beberapa pinsil lagi untuk dipatahkan.

Malam ketiga, kami melakukan eksperimen telepati sederhana setelah mendemokan teknik mirroring yang sangat ajaib. Dua orang peserta diminta untuk maju ke depan kelas, dimana salah satu akan memirror dan peserta satunya akan dimirror. Setelah tujuh kali gerakannya dimirror, peserta ini diminta untuk menebak sebuah angka yang ditulis oleh peserta yang memirror. Dan luarbiasanya dua kali kesempatan menebak angka, keduanya dilakukan dengan tepat.

Malam ke empat, saya berikan tantangan kepada para peserta untuk menghantamkan bola pijar (bohlam bening) pada sebuah keramik. Saya memberikan prolog dengan pengandaian bahwa bohlam ini adalah sumber daya dan keramik merupakan hambatan. Sumberdaya yang terlihat ringkih tadi mesti dihantamkan pada hambatan yang kokoh.
Premis awal, semua peserta kompak menyatakan bahwa bohlam-lah yang akan pecah. Sumber daya yang terlalu kecil pasti akan hancur berkeping-keping menghadapi hambatan yang besar dan kuat.

Sebelum tantangan dimulai, saya kembali mengulas framework NLP Change Model. Saya tekankan lagi bahwa framework ini bisa terbentuk ketika kita memulainya dengan meletakkan titik goal kita (desired state) dan juga menentukan titik start (current situation), sehingga terbentanglah sebuah roadmap di antara start dan goal tadi.
Dalam perjalanan menuju goal, selalu kita akan didampingi oleh sumberdaya baik internal maupun eksternal, namun juga selalu dibayangi oleh hambatan (internal dan eksternal juga)

Sumberdaya adalah segala aspek yang mendekatkan kita pada titik goal. Dan hambatan adalah segala aspek yang mendekatkan kita pada titik start. (Jangan Anda pikir hambatan adalah segala aspek yang menjauhkan dari titik goal. Karena secara sadar tidak ada orang yang menjauh dari goalnya. Namun alangkah banyaknya orang yang terjebak di zona nyaman, sehingga enggan berjauhan dengan titik start. Itulah senyatanya hambatan!)
Ketika berfokus pada sumberdaya dalam mencapai goal (outcome thinking), kita mesti peka (sensory acuity), serta senantiasa menjalin hubungan (building rapport) dengan semua pihak terkait, juga fleksibel dalam berperilaku.

Dan ketika usai prolog saya, peserta mulai mencoba menghantamkan bohlam tadi pada keramik. Kami sudah menyiapkan sebuah kardus untuk menjaga jika bohlam pecah maka belingnya terlokalisir dengan aman di dalam kardus. Bergantian peserta mencoba peruntungan mereka. Ada yang langsung memukulkan, ada yang gagal, ada yang berhasil. Ada yang menjatuhkan dan juga gagal. Namun mereka mulai takjub dengan kekuatan bohlan ketika pada kesempatan pertama mereka, bohlam yang terlihat ringkih tersebut tidak pecah.

Maka pada kesempatan berikutnya, peserta mulai melakukan modifikasi. Ada yang meletakkan penyangga pada sudut keramik, sehingga terdapat ruang di bawahnya. Masuk akal. Ada yang mengambil kursi dan menjatuhkan dari ketinggian yang menurut mereka cukup untuk memberikan daya dorong pada bohlam tersebut.
Dan satu persatu peserta yang premis awalnya adalah memecahkan bohlam, mulai bisa yakin bahwa keramik mereka yang pecah, setelah melalui beberapa percobaan.
Setelah para peserta puas dengan tantangan mereka, kami berdiskusi untuk membahas fenomena ini.

Dan kesimpulannya adalah:
1. Ini bukan magis tapi logis
2. Jangan suka meremehkan sumberdaya meski sekecil apapun
3. Fleksibilitas membantu kita menguatkan sumberdaya dalam rangka mencapai goal
***
Bootcamp ini menggabungkan 3 kelas regular, yaitu NNLP Practitioner, Master Practitioner dan diakhiri  dengan materi NNLP trainer, yang membuat si genius dan si rajin harus sering dipanggil untuk dapat menyerap semua materi dalam waktu singkat.
Peserta bootcamp kali ini berasal dari berbagai macam profesi dan lokasi.  Peserta paling jauh terbang dari ternate, yaitu bu Ernie Arifin, seorang widya iswara yang selalu antusias mengikuti sesi demi sesi.  

Ada juga ASN dari kemenkumham yang baru mendapatkan sertifikasi profesi advokat dari peradi yaitu bu Hj. Sri Sulistijaningsih. Meski usianya tidak lagi muda, namun Bu Sulis (begitu beliau biasa dipanggil) merupakan peserta paling aktif selama pembelajaran lima hari itu.  Saya merasa sanga tersanjung karena salah satu peserta bootcamp yang datang dari Semarang merupakan seorang Psikolog yang juga Dosen di UIN Walisongo Semarang. Dengan gayanya yang sangat kalem, Bu Fitriyati Sjirozi  bisa melengkapi informasi yang saya butuhkan jika berhubungan dengan keilmuan psikologi.  Ada bu Evi Sofiyah, seorang Dosen yang haus ilmu sehingga rela melakukan reseat lagi demi mengejar ketuntasan pemahaman NLP-nya, lalu ada mbak Asturida Dewi Astika Asturida, seorang akuntan dengan kekuatan thinkingnya, yang terbang dari Bali demi memuaskan rasa  penasarannya akan manfaat belajar NLP. Syukurlah di hari terakhir dia akhirnya menemukan jawabannya. Semoga dia juga segera menemukan jodohnya, hehehe.
Bootcamp kali ini juga menjadi ramai berkat kehadiran seorang course-holic, yang juga seorang praktisi energy-healer, Mbak Debra Maria Rumpesak yang bermurah hati berbagi serta memimpin senam taichi setiap pagi dan sekaligus membuka aura energy para peserta.   

Ada sosok emak tangguh yang haus ilmu berasal dari negeri jiran yang tinggal di Bekasi yaitu Mba Sarinah Jameaan, yang kami panggil Kak Ros kerana logat bicaranya mengingatkan kita pada kakak sulung Ipin dan Upin. Meski masih merasakan jetlag dan sempat mengalami demam sepulang umroh, namun Kak Ros tetap berjuang untuk mengikuti semua sesi dan mengerjakan semua tugas yang ada.
Dan hadir juga sahabat lama serta saudari saya, seorang yang selalu mengabdi untuk penyembuhan anak-anak trauma sex abuse dan sebagai owner Lintas Organizer serta pemilik yayasan Bushido.  yaitu Mbak Adriana Eko Susanthy.
Ada seorang magician yang punya toko alat sulap online juga paling rajin mengikuti materi dan tepat waktu dalam mengumpulkan tugas harian juga hadir full dalam acara ini yaitu Mas Bernartdous Sugiharto

Lalu ada Kang Riswan Ekananta  seorang spesialist cleaning service dari zero to hero, yang berhati sangat mulia karena bersedia menjemput Bu Erni dari Bandara dan mengantar sampai Hotel. Betul-betul walk the talk sebagai seorang Service Excellent Practitioner.
Ada mas ''oji' Fauzi Yusdi seorang praktisi HR yang dikirim oleh organisasinya agar banyak belajar mengenai NLP, sehingga bisa ditularkan kepada kawan se-organisasinya.   Peserta berikut merupakan peserta yang pertama kali mendaftarkan diri pada bootcamp kali ini. Seorang yang juga sangat hobby mencari ilmu melalui kursus-kursus singkat demi melengkapi pemahaman retorika bisnis English Centernya, dia adalah Bro Thomas Pakaya, yang akrab dipanggil Uncle Tom.

Peserta satu ini merupakan seorang Internal Trainer dari ATC (Air Training Center) milik Lion Air yang akrab disapa Captain Yadhee Muhammad Sutiyadi. Adapun CAPTAIN sendiri rupanya akronim merupakan kredo hidupnya, yaitu Communicator, Arranger, Professional, Trainer, Assessor, Ideator, Networker
Peserta terakhir adalah ibu dari anak-anak saya, Elita Taurisiawati yang selama ini tidak terlalu tertarik dengan dunia training apalagi NLP, sampai dia diminta untuk menjadi Trainer untuk ibu-ibu PKK oleh istri Walikota Bogor.

Mereka semua adalah manusia-manusia pembelajar yang sangat hebat, disiplin, kompeten serta siap mengabdikan diri mereka demi perkembangan diri serta orang di sekitar mereka.
Terimakasih untuk kebersamaan kita selama 5 hari kemarin, in sya Allah dengan niat mulia ingin mengembangkan orang di sekitar kita mencapai kebahagiaan mereka, kita akan dimnudahkan dalam mencapai kebahagiaan kita juga.
Terima kasih juga untuk kawan seperjuangan saya Mas Kono dan Pak Joko yang senantiasa ceria dalam segala suasana. Terimakasih juga untuk Master Hypno Massage Therapist yang membantu melemaskan otot saya dan peserta lain. Terimakasih juga untuk Certified Trainer batch 1, Mas
Adun Muhar yang telah meluangkan waktunya untuk reseat sekaligus memimpin sesi review pagi hari 4-5.

Agar selalu ingat proses melakukan therapy/coaching, di bawah ini saya tuliskan lagi langkahnya:
1. Building Rapport (kepada diri sendiri, klien, dan lingkungan sekitar)
2. Menanyakan kesediaan klien untuk dibantu (menanyakan kesediaan diri untuk melakukan sebuah tindakan)
3. Membuat WFO (diri sendiri dan klien)

Akhirul kalam, selamat mengaplikasikan keahlian yang telah dipelajari selama 5 hari kemarin. 

Siapa kita?

eN eL Pe TRAINER!

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Certified Master Trainer
#salambahagia
#semangatpagi
#becomingnlptrainer
#cafetherapy

MAGIC APA LOGIC?


Mengikuti teknik opening magic yang dulu pernah saya ikuti dalam pelatihan public speaking, maka sampai sekarang saya selalu berusaha memberikan perhatian lebih pada teknik penarik minat ini. Ibarat sebuah botol yang ingin kita isi dengan air, maka tutup botol tersebut mesti kita buka terlebih dahulu. Nah, opening magic itu mirip pembuka botol tersebut.

Saya sangat suka mengenakan pakaian berwarna hitam, baik dalam keseharian maupun ketika tampil sebagai public speaker. Celana hitam, kemeja hitam, jas beludru hitam merupakan pakaian kebesaran saya ketika berbagi pengalaman di dalam kelas-kelas training saya. Setelah mengucap salam dan chit chat sejenak, saya akan menanyakan apparel apa yang masih kurang dalam penampilan saya. Beberapa peserta yang jeli langsung bisa melihat bahwa saat itu saya tidak mengenakan dasi.

Dan memang betul dari luar, terlihat bahwa saya tidak memakai dasi. Saya kemudian minta waktu, sambil tebak-tebakan berapa lama waktu yang saya perlukan untuk menyempurnakan penampilan saya. Durasi terlama yang diperkirakan oleh audiens biasanya adalah setengah jam, dan tercepat adalah 5 menit.
Sambil tersenyum dan memutar badan, sim salabim abrakadabra, ketika saya sudah menghadap audiens lagi, gold tie saya sudah terpasang dengan sempurna dan rapi. Wow, para peserta langsung bertepuk tangan, sembari beberapa di antara mereka bergumam,

"Kok bisa?"
"Menurut teman-teman peristiwa yang baru saja terjadi, from nothing to something ini disebut apa?"
"Sulaaaap!", kompak mereka menjawab
"Masak teknik sekeren ini kok dibilang sulap?  Anda ini kayak memanggil dokter dengan sebutan mantri saja!", sambil bercanda saya mencoba mengoreksi pendapat audiens
"Magic Pak!"
"Nah ini baru keren. Magic!  Pertanyaan selanjutnya adalah, kenapa hal ini disebut magic?"
"Ya karena keren Pak. Aneh gitu"
"Benar, teknik ini sangat keren. Memang aneh, tapi bukan itu maksud saya. Apakah teman-teman sudah tahu rahasianya?"
"Beluuuum!"
"Mau tahu rahasianya?"
"Mauuuuu!"
"Mau tahu aja apa mau tahu bangeet?"
"Bangeeet!"

Maka kemudian saya bongkar rahasia 'Auto Appearing Neck Tie' sebuah magic trick yang dipopulerkan oleh Sumit Chajjer, seorang magician kelahiran India. Tekniknya sangat sederhana, dasi biasa diikat dengan benang berwarna hitam dimana bagian atasnya digantungkan pada leher menggunakan metal berbentuk U (mirip bando) yang di kedua ujung metal tadi terdapat rel benang hitamnya. Rel ini mirip dengan rel yang digunakan pada gantungan name tag yang bisa dipanjang pendekkan sesuai kebutuhan.

Ketika saya masuk ke stage, sebenarnya dasi emas saya sudah terpasang, namun saya gulung dan ditarik ke bawah sehingga tertutup oleh jas saya. Gulungan dasi tadi tinggal diselipkan di dalam celana panjang saya, dan ketika saya berbalik tadi, saya tinggal mengendurkan perut saya sehingga gulungan dasi tadi tertarik ke atas dan muncul merapat ke pangkal leher saya. Viola, dan kini saatnya saya mengatakan, "Sempurna!"

"Oooooo!", tanpa dikomando serempak audiens bergumam.
"Nah, masih MAGIC apa tidak nih?"
"Tidaaaak!" 
"Apa dong, kalau sudah bukan magic lagi?"
"LOGIC Pak"
"Beng-beng untuk Anda"
"Kenapa jadi logic?"
"Karena kini kami sudah tahu rahasianya Pak"
"Seratus untuk Anda. Beng-beng lagi"
***
Sidang Pembaca yang berbahagia, dari retorika opening magic ini, selain saya berhasil mendapatkan perhatian dari audiens, saya juga mulai membuka cakrawala baru di benak audiens mengenai perbedaan antara magic dan logic.
Segala sesuatu dengan mudah akan dihukumi magic sebenarnya hanya karena kita belum tahu rahasianya atau cara kerjanya. Melihat tetangga yang sangat kaya, kita mengatakan mereka ngipri, dan ngipri termasuk dalam golongan magic (magis). Ada kolega yang sangat jago menjadi trainer, dibilangnya pasti punya jimat. Jimat termasuk dalam golongan magis. Bahkan melihat sahabat yang memiliki istri cantik, dikira dia memiliki ajian pelet. Pelet termasuk dalam golongan magis. Padahal bisa jadi kita berkata begitu hanya karena kita ngiri dan tidak tahu rahasia mereka.

Maka agar menjadi logic, menjadi tugas kitalah untuk mencari tahu rahasia alam semesta  ini. Itulah kenapa ayat yang pertama kali diturunkan dalam Al Quran adalah Iqro! Bacalah!
Sepanjang hayat ini sudah banyak saya membaca. Baik membaca (belajar) secara formal maupun informal. Dan ketika mempelajari NLP (Neuro Linguistic Programing), saya menemukan banyak pencerahan mengenai perbedaan magic-logic ini. Dengan metodologinya yang sangat akurat, pengajaran attitude yang sangat militan dan teknik-teknik praktis yang sangat aplikabel, saya yang dulunya juga terlalu sering berkata, "Kok bisa?" sekarang sudah melakukan sebuah transformasi dengan senantiasa berpikir, "Bisa kok!"

Anda ingin juga melakukan transformasi seperti saya?

Saya yakin Anda juga bisa kok

Tabik
-haridewa-

Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Sunday, April 07, 2019

ATTITUDE & BOOTCAMP

Setelah sekian tahun belajar NLP,  saya menyadari adanya perbedaan pola pikir praktisi NLP (NLPers) dengan orang kebanyakan (OK)

OK: Siswa saya malas
NLPers: _Siswa Anda belum mengenali sisi rajinnya_

OK: Suami saya pemarah
NLPers: _Suami Ibu belum mengenali sisi sabarnya_

OK: Anak saya nakal
NLPers: _Anak Ibu belum mengenali sisi baiknya_

OK: Bawahan saya bebal
NLPers: _Bawahan Anda belum mengenali sisi cerdasnya_

OK: Dia pemurung
NLPers: _Dia hanya belum paham sisi riangnya_

de el el
***

Rupanya yang membedakan kedua kelompok di atas adalah *attitude* (sikap) atau cara pandang mereka terhadap suatu hal. Attitude akan memengaruhi cara berpikir dan cara bertindak seseorang yang pada akhirnya memengaruhi hasil yang kita dapatkan.

Idealnya seorang praktisi NLP mempunyai minimal tiga ATTITUDE NLP yang paling mendasar, yaitu:

*1. Respect (Rasa Menghargai)*
Dalam  NLP, ada satu asumsi (presuposisi) yang sangat terkenal yaitu _The Map is not The Territory._ Bahwa peta (persepsi, realitas internal seseorang) bukanlah wilayah (fakta, kenyataan yang sebenarnya, realitas eksternal seseorang). Dan manusia merespon peta mereka, bukan kenyataan sebenarnya. Maka satu kejadian yang sama bisa dipetakan/dipersepsikan berbeda oleh orang yang berbeda. Artinya, tidak ada peta yang sama dalam diri setiap orang.

Wajar kiranya jika kita perlu menghargai (RESPECT) terhadap peta orang lain. Termasuk ketika memandang perilaku seseorang yang dianggap negatif. Bersandar pada pemahaman ini, seorang praktisi NLP idealnya mampu memisahkan antara sebuah perilaku (behavior) dengan niat (intention) di baliknya. Karena ada asumsi bahwa ada niat baik dalam setiap perilaku dan manusia selalu melakukan pilihan terbaik yang memungkinkan baginya. Sehingga kita perlu hargai dan jaga niat baiknya dan kita bantu ubah perilakunya.

*2. Curiousity  (Rasa Ingin Tahu)*
Jika orang lain mampu melakukan sesuatu, maka kita pun bisa belajar untuk melakukannya. Dan pada dasarnya seseorang tidak bisa tidak berkomunikasi. Ketika  kita memiliki asumsi seperti ini, maka kita mampu untuk menjadi apa saja yang kita inginkan. Karena pada dasarnya setiap manusia telah memiliki hampir seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai apa yang diinginkannya. Maka, sikap curiosity terhadap kehebatan (excellency) orang lain menjadi dasar dari proses modelling (pemodelan).

*3. Flexibility (Keluwesan Perilaku)*
Pikiran dan tubuh saling berterkaitan dan saling memengaruhi. Maka seorang praktisi NLP tidak mengenal kata gagal. Yang ada hanyalah umpan balik apakah satu cara efektif atau belum efektif. Memiliki pilihan lebih baik dari tidak memilikinya. Penolakan mengindikasikan kurang terjalinnya hubungan Anda. Maka, jika apa yang Anda lakukan belum berhasil, lakukan dengan cara  lain..

Ooo itu to ternyata rahasianya? Ternyata NLP itu memang mudah dan memudahkan hidup kita.  Yuk belajar NLP.

Daftarkan diri Anda dalam *COMPREHENSIVE NNLP BOOTCAMP BATCH #2*

WAKTU:
*03-07 april 2019*
Rabu-Minggu
*Jam 05.00-22.00 WIB* tiap hari
***
TEMPAT:
Grand Mutiara Hotel
Jl. Raya Puncak KM.75
Gg.Habib Umar No.220, Cipayung Datar, Megamendung, Bogor, Jawa Barat 16770
***
INVESTASI:
Normal: Rp 10 juta
*Super Early Bird (Lunas sebelum 15/3/19): Rp 8 juta sahaja*
Early Bird (Lunas Sebelum 31/3/19): Rp 9 juta sahaja

Member Cafe Therapy mendapat cash back sebesar Rp 2 juta.
***
FASILITAS:
- Twin Sharing AC
- Meal 13x, Coffee Break 10x
- Exclusive NLP TShirt
- Exclusive Training Modul
- NLP Book Bandler
- Mini Web NNLP
- Sertifikat NNLP Pract, Master Pract & Trainer (3 Sertifikat NNLP)
- Gratis Mengulang di kelas yang sama
- Cash back berupa voucher Umroh senilai Rp 1 juta dari Andalan Travel
***
INFORMASI:
- Mas Joko: +62817878337
- Mas Kono: +6287872152653
- Mas Dewo: +628119487572
- Mas Muhar: +6282213438963

Jadi, tunggu apalagi? Masih tersisa 6 seat dari 12 seat yang kami sediakan.

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer
www.thecafetherapy.com

Sunday, March 31, 2019

META PROGRAM

Seorang anak merebut mainan kuda-kudaan milik anak tetangga sebelah dan menaikinya. Si empunya mainan tentu tidak terima, namun karena badannya kalah besar dia hanya bisa menangis. Merasa malu dengan perilaku anaknya, orang tua dari anak yang merebut mainan itu mencoba merayu, tapi si anak tidak mau menggubris.

Kebetulan saat itu ada seorang polisi lewat dan dimintai bantuan untuk membujuk si anak, tapi tidak mempan juga.

Giliran dokter datang membujuk, tapi si anak masih cuek. Demikian seterusnya datang berturut-turut, ada bidan, tentara, badut, hingga mendatangkan gurunya dari sekolah, tapi masih juga tidak mempan.

Setengah putus asa,  akhirnya si orang tua mendatangkan seorang dukun. Dengan tenang dan mantab, sang dukun yang mengenakan pakaian serba hitam, lengkap dengan blangkon hitamnya mendekati si anak dan berbisik pelan di telinganya. Ajaib, tanpa menunggu lama anak itupun diam-diam turun dari kuda-kudaan milik temannya itu, lalu pergi mendekati si anak tetangga untuk meminta maaf.

Semua orang yang menyaksikan kejadian itu merasa takjub. Pak polisi pun mendekati sang dukun dan bertanya tentang bisikkan ajaib apa yang membuat si anak begitu patuh? Sang dukun dengan santai menjawab: "Saya kan sudah dibayar mahal, jadi saya harus bisa menghentikan perilaku anak tersebut"

"Tapi kata-kata apa yang Bapak sampaikan sehingga anak tadi mau menurut?", pungkas pak polisi.

"Ya, saya bilang, kalau kamu masih tidak mau turun juga, maka saya akan patahkan kakimu!" jawab sang dukun sambil ngeloyor pergi.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, saya mendapatkan kisah di atas dari sahabat saya Om Danang Setyo Baskoro. Dan kisah tadi langsung mengingatkan saya pada salah satu bagian dari keilmuan NLP (Neuro Linguistic Programing) yang bernama Meta Program.

Meta program adalah program yang kita gunakan dalam sistem pikiran dan tubuh untuk melakukan input dan memproses informasi. Program ini berfungsi sebagai alat filter setiap kali kita akan mempersepsi, memperhatikan hal-hal yang kita anggap penting, serta memasukkan dan memproses stimulus. Meta Program merupakan suatu filter dalam pikiran manusia yang akan membentuk mental map.

Mempelajari meta program akan membuat kita lebih mudah untuk mengerti cara orang memproses informasi yang masuk melalui indra. Meta Program merupakan pola internal yang menentukan bagaimana seeorang membentuk representational system dan mempengaruhi prilakunya.

Meta Program merupakan program internal yang digunakan untuk mensortir dan menentukan hal-hal yang menaruh perhatian.

Pikiran melakukan generalisasi, menghapus dan mengedit beberapa informasi dari luar karena hanya mampu mengolah sedikit informasi pada saat yang sama. Meta Program akan memberikan informasi pada kita bagaimana seseorang mengolah informasi itu.

Dapat disimpulkan bahwa meta program merupakan program sebagai syarat yang dimiliki oleh seseorang, untuk mengambil keputusan dalam berperilaku.

Setiap keputusan yang diambil manusia pada dasarnya mempunyai alasan yang melandasinya. Alasan yang melatarbelakangi perilaku tersebutlah yang disebut Meta Program
***
Berikut beberapa contoh meta program:
Set 1: Proactive vs Reactive
Proactive = preferensi untuk senantiasa bertindak dwngan cepat dan mengambil inisiatif
Reactive = preferensi untuk menunggu, menimbang-nimbang dulu sebelum bertindak

Set 2: Towards vs Away from
Towards = berfokus mendapatkan kenikmatan (mencapai goal)
Away From = fokus menghindari kesengsaraan (masalah)

Set 3: Internal Reference vs External Reference
Internal Reference = menggunakan standar pribadi ketika bertindak
External Reference = menggunakan standar orang lain ketika bertindak

Set 4: Options vs Procedure
Options = preferensinya berdasarkan banyak pilihan/kemungkinan
Procedure = preferensinya berdasarkan rencana bertahap

Set 5: General vs Specific
General  = fokusnya pada gambaran besar
Specific = fokusnya pada hal yang mendetail

Set 6: Matching vs Mismatching
Matching = fokusnya pada menemukan sesuatu yang bagus dan benar
Mismatching =  fokusnya pada menemukan sesuatu yang buruk dan salah 

Dan masih terdapat beberapa set meta program lainnya.
***

Sidang pembaca yang berbahagia, kita kembali kepada cerita di atas. Semua orang yang mencoba membujuk si anak berasumsi (atau tidak sadar) bahwa sebagai anak kecil tentunya dia akan mudah diiming-imingi sesuatu (set towards). Sementara dalam kenyataannya mungkin saja anak ini sudah terlalu sering kecewa dengan iming-iming, maka setnya bergeser menuju away from.

Kedatangan sang dukun dengan kata-kata mematahkan kaki merupakan sebuah 'ancaman nyata' bagi dirinya. Maka warning system ini kemudian cocok dengan meta program yang tersimpan di dalam dirinya, yaitu away from (menjauhi kesengsaraan) 

Ternyata memang benar kata orang bahwa Mempelajari NLP akan memudahkan kita dalam mencapai goal kita.

Berikut beberapa manfaat mengaplikasikan Meta Program dalam kehidupan kita:

Konseling Karier
Analisa Budaya Perusahaan dan Manajemen Perusa­haan
Merekrut dan Menyeleksi Karyawan
Membangun Tim
Negosiasi
Analisa Pasar
Pendidikan
Dll.

Selain Meta Program,  NLP juga mengajarkan beberapa bahasan andalan seperti meta model, milton model, anchoring, frame dan reframing. Belum lagi teknik-teknik praktis terapi dan coaching seperti Circle of Excellence, Swish Pattern, Perceptual Position, dll.

Anda ingin juga menguasai NLP,  bahkan mungkin ingin menjadi Trainer NLP?

Daftarkan diri Anda dalam COMPREHENSIVE NNLP BOOTCAMP BATCH #2

WAKTU:
03-07 april 2019
Rabu-Minggu
Jam 05.00-22.00 WIB tiap hari
***
TEMPAT:
Grand Mutiara Hotel
Jl. Raya Puncak KM.75
Gg.Habib Umar No.220, Cipayung Datar, Megamendung, Bogor, Jawa Barat 16770
***
INVESTASI:
Normal: Rp 10 juta
Early Bird (Lunas Sebelum 31/3/19): Rp 9 juta sahaja

Member Cafe Therapy mendapat cash back sebesar Rp 2 juta.
***
FASILITAS:
- Twin Sharing AC
- Meal 13x, Coffee Break 10x
- Exclusive NLP TShirt
- Exclusive Training Modul
- NLP Book Bandler
- Mini Web NNLP
- Sertifikat NNLP Pract, Master Pract & Trainer (3 Sertifikat NNLP)
- Gratis Mengulang di kelas yang sama
- Cash back berupa voucher Umroh senilai Rp 1 juta dari Andalan Travel
***
INFORMASI:
- Mas Joko: +62817878337
- Mas Kono: +6287872152653
- Mas Dewo: +628119487572
- Mas Muhar: +6282213438963

Awalnya kami sediakan 12 seat, karena permintaan publik yang luar biasa, sekarang sudah terdaftar 15 peserta. Maka kami batasi menjadi 16 peserta. Artinya tersisa 1 seat lagi. Jadi, tunggu apalagi?

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer
www.thecafetherapy.com




Saturday, March 30, 2019

Kickass Trainer Bengis Story

Hanya baja yang mampu menempa besi. Dimana baja menempa diri? Kickass TRAINER BENGIS. Brave Enthusiastic Nurture Grounded Intense Sincere

Begitu membaca iklan pelatihan tersebut, tanpa berpikir panjang saya langsung men-challenge diri saya untuk join dan langsung membayar tanpa pikir panjang lagi.

Padepokan Sigura gura tgl 26-28 Maret 2019 menjadi saksi 20 peserta training yang dipimpin oleh Coach Dr Fahmi ini.  Selama nyaris 60 jam (20 jam per hari) kami dituntut untuk men-stretch diri kami sepanjang dan selebar mungkin sampai titik terjauh yang terkadang kami sendiri tidak sadar bahwa kami sebenarnya sanggup melakukannya.

Hari pertama kami duduk di ruang meeting Restoran Ayam Pakuan tersebut, kami langsung disuguhi setumpuk borang (paperwork) yang langsung menghilangkan selera makan apalagi selera tidur. Hari pertama seluruh peserta mesti menyelesaikan 10 set (satu set berisi antara 2-6 lembar. Ada yang lebih) borang yang berhubungan dengan pemahaman bisnis serta pemberdayaan diri seorang trainer.

Setelah dilakukan pembukaan oleh Mba Henny, Coach Abi Darwis dan Kang Surya Kresnanda, tugas peserta adalah mengerjakan tugas-tugas harian. Tugas hari pertama adalah menulis 5 lembar narasi hidup. Semacam obituari perjalanan ke masa depan untuk apa kita dilahirkan di dunia ini. Apa kebermanfaatan yang bisa kita andilkan kepada masyarakat sekitar kita.

After lunch Coach Fahmi memberikan penguatan-penguatan emosional kepada peserta dengan gayanya yang sangat khas.  Beliau menekankan penting salah satu peran penting seorang trainer, yaitu melakukan winning intervention. Winning intervention merupakan sebuah tugas mulia dari seorang GTrainer,  selain melakukan delivery materi pelatihan di dalam kelas, dalam rangka menghantarkan klien mencapai big goal mereka.

Beliau menegaskan tidak ada cara nyaman untuk mencapai sebuah kemenangan. Maka untuk mencapainya, seseorang harus berani keluar dari zona nyamannya (Comfort Zone) untuk menuju zona pertumbuhan (Growth Zone)  

Agar bisa menuju Growth Zone, kita perlu melalui 2 fase terlebih dahulu, yaitu:

1. Fear Zone
Dalam zona ini biasanya kita mengalami sindrom percaya diri, BEJ (Blame, Excuse, Justify), dan terlalu terpengaruh oleh omongan orang lain
3. Learning Zone
Zona ini banyak mengarahkan kita untuk berdamai dengan masalah dan tantangan, memelajari skill baru serta melebarkan zona nyaman kita.
***

Konsep yang ditawarkan dalam training ini, bahwa seorang trainer pada dasarnya merupakan LEADER

Dan seorang leader yang baik mesti memiliki sebuah TUJUAN serta mampu mengarahkan orang lain pada tujuannya tadi. Itulah LEGACY dari kita sebagai seorang TRAINER.

Rule dalam training ini sebenarnya sangat sederhana. Silakan bersantai, silakan diskusi, silakan makan, silakan bercanda, bahkan silakan tidur, asal borang sudah terisi semua dengan sempurna.

Hari pertama kami juga diminta untuk menulis dua status di FB dan mesti mendapatkan like minimal 300 per status. Rulenya pun masih tetap sama, silakan bersantai, silakan diskusi, silakan makan, silakan bercanda, bahkan silakan tidur, asalkan jumlah like sudah tercapai.

Jam 5 sore, waktu yang lumrah sebuah pelatihan selesai, semua peserta masih sibuk berkutat dengan tugas masing-masing. Jam 9 malam, resto tempat pelatihan bersiap untuk menutup gerainya. Para peserta masih sibuk dengan tugas masing-masing, dan akhirnya kami semua direlokasi ke teras dalam rumah Coach Fahmi. Wajah para peserta mulai terlihat aneh serta lucu dikerjain oleh jajaran borang yang seolah tak pernah habis dikerjakan. Ada yang mulai keluar masuk toilet dengan alasan kebanyakan cabe. Ada yang mulai bernyanyi tak jelas antara menangis atau meracau. Yang terbanyak ya bergulingan bersama spidol warna, sticky not dan membersamai para borang tadi sampai adzan subuh berkumandang. Wadaw...
***

Tugas hari kedua, sebelum dhuhur, seluruh peserta mesti sudah melakukan winning intervention kepada pejabat publik kota Malang. Ada yang menjumpai rektor,  kepala sekolah, pimpinan hotel, dokter dan beberapa business owner.

Sesampai di ruang kelas, satu tumpuk borang juga sudah menanti kami. Setengah meledek, borang-borang tadi melambai-lambai untuk segera diselesaikan. Hari kedua jam 17.00 15 plus 1 set borang sudah harus kelar. Ditambah lagi tugas kelompok membuat naskah buku sebanyak 25 lembar, serta menyiapkan final project berupa presentasi audio visual meeting intervention yang sudah dikerjakan pagi harinya. Keren apa keren?

Rule hari pertama tetap berlaku, silakan santai, silakan ngobrol, silakan ngocol, yuk maree bernyanyi, monggo tidur,  asal presentasi audio visual serta draft buku sudah tersaji hard copy. Eh, rupanya tugas dua status dengan like 300 juga tersaji pada hari kedua ini. Wadaw....
***

Hari terakhir, jam 8 pagi presentasi final project sudah dimulai. Sepuluh team menunggu dengan harap-harap cemas giliran menghadap duo coach bengis. Sementara di dalam kelas kesibukan dan keributan masih terjadi. Draft buku belum kelar. Borang yang disetor rupanya masih belum sempurna. Beberapa orang masih belum membuat video narasi. Dasi terbalik memakainya. Kawan yang bolak balik toilet mulai kumat lagi. Jumlah like belum mencapai target minimal. Tekanan demi tekanan masih silih berganti terjadi.

Dan alhamdulillah menjelang jam 5 sore satu persatu tugas mulai terselesaikan ditandai dengan cek list tugas yang lengkap terisi. Kelompok-kelompok penulisan buku mulai melengkapi tugasnya. Saya yang dari awal mencoba menikmati serta melakukan observasi mulai melihat gambaran besar rangkaian program ini.

Bahwa benar apa yang dikatakan oleh Coach Fahmi, bahwa untuk sukses, kita mesti berani melakukan stretching. Melakukan instilling. Berani mempertanyakan sebuah pertanyaan yang bahkan belum pernah terpikir sebelumnya. Bukan hanya thinking out of the box. Bahkan kalau perlu bepikirlah tanpa kotak sama sekali. Berani membuat innovation of innovation, sehingga kita mampu menjadi core of the core. Hehehe...

Menjelang maghrib hati makin berbunga ketika diumumkan bahwa tim kami yang melakukan winning intervention kepada Mas Udin, owner dari UD. Lima Sarana Bersih terpilih menjadi kelompok terbaik dan berhak mendapatkan buku dari Coach Fahmi.

Terbayar sudah jerih payah selama 3 hari ini. Selain ilmu yang luar biasa, pemahaman pada bisnis training yang benar, pengalaman kemarin tak kan pernah saya lupakan.

Terimakasih Coach Fahmi, Mbak Henny, Kang Surya, Bapak Abi Darwis, teman-teman seborang setanah air yang tidak bisa saja sebutkan satu persatu.

Tugas kita sekarang adalah implementasi ilmu yang luar biasa ini sehingga tidak sia-sia gelar Grounded Trainer kita.

Salam Grounded

Aku bahagia!

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

Artikel Unggulan

KAPOK ROKOK JILID 3

Mataram, 11 Sep 2019 Hari kedua Workshop Creative Happy NLP di Hotel Lombok Plaza juga berjalan lancar. Setelah kuat pondasi pemahaman NLP ...