POSTINGAN POPULER

Sunday, November 03, 2019

TERAPI ANTI NGOMPOL


Cafe Therapy, 3 November 2019

Saya ingin menceritakan pengalaman melakukan terapi kepada keponakan kawan kantor dulu ketika masih bekerja di sebuah perusahaan farmasi. Dia adalah seorang anak gadis yang duduk di bangku SMP kelas 2. Setelah ngobrol ke sana ke mari, akhirnya diungkapkanlah tujuan kedatangan mereka ini. Rupanya keponakannya ini memiliki kebiasaan buruk yang semestinya sudah tidak terjadi lagi, yaitu mengompol. Mereka sudah memeriksakan kondisi fisiknya, dan menurut dokter tidak ada kelainan pada organ kemihnya.

Hmmm, bisa jadi ini hanya masalah kebiasaan masa kecil yang terbawa hingga kini, pikir saya dalam hati. Kemudian saya minta ijin kepada kawan saya untuk langsung ngobrol dengan keponakannya tersebut.

Sesuai dengan prosedur in take interview dalam pre induction talk, maka saya menggali semua cerita yang memungkinkan saya untuk memikirkan solusi dari situasi ini.  Dan rupanya memang benar, siswi SMP ini memiliki kebiasaan mengompol dari kecil, dimana orang tuanya selalu memaklumi kebiasaan buruk ini. Dari peristiwa ini terciptalah sebuah belief bahwa mengompol adalah peristiwa jamak yang terjadi pada anak-anak. Masalah terjadi ketika anak ini menginjak dewasa. Lha iyalah, masak anak gadis kok masih mengompol! Apa kata dunia?

Maka langkah pertama yang saya lakukan adalah melakukan conscious mind intervention dengan memberikan edukasi bahwa kebiasaan mengompol merupakan kebiasaan yang tidak layak terjadi pada anak SMP. Apalagi kalau secara fisik semua organnya normal dan sehat.

In take interview berlanjut dengan menggunakan exception question

"Pernahkah terjadi dimana malam hari itu aman, tanpa ngompol sama sekali?"

Setelah diingat, rupanya ada kalanya dimana sebuah malam bisa aman dari ngompol. Yaitu ketika dipastikan sebelum berangkat tidur, anak ini menghabiskan isi kantung kemihnya dulu di kamar mandi. Jika terlupa atau malas (sebagian besar karena malas) maka pagi hari kasurnya pasti akan basah kuyup lagi.

Nah, dari in take interview ini saya sudah memiliki sebuah strategi untuk membantu anak ini terbebas dari kebiasaan buruknya. Setelah berhasil membawa anak ini menuju kondisi hipnosa, maka sekaranglah saatnya saya melakukan subconscious mind intervention.

Intervensi yang saya berikan sederhana saja, yaitu dengan membuatkan sebuah kebiasaan baru, yaitu untuk selalu pipis sebelum berangkat ke tempat tidur.

Saya yakin akan ada pertanyaan dari Anda, bagaimana jika anak ini terlupa pipis sebelum tidur?

Oh ya, saya sudah memikirkan kemungkinan ini. Maka saya berikan sugesti sbb: "Jika nanti, ketika dalam tidur kakak merasa ada keinginan untuk pipis, entah kenapa tiba-tiba saja kakak mampu membuka mata kakak, kemudian kakak beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi, pipis seperti biasanya untuk kemudian kembali ke kamar tidur dan melanjutkan tidur kembali"

Lho, berarti anak tadi disuruh bangun dong? Apa dia mau, mengingat kebiasaan lama dia?

Sebentar Bro, yang meminta anak tadi bangun itu siapa? Coba teliti lagi sugesti yang saya berikan. Adakah perintah untuk bangun pada redaksi sugesti tersebut? Tidak ada bukan?

Bagi Anda yang mempelajari keilmuan hipnosis tentu mengenal istilah ideo motor response, yaitu sebuah teknik komunikasi non verbal yang dilakukan terapis kepada klien berupa gerakan sebagian anggota tubuh dengan tetap menjaga kondisi trance klien bersangkutan.

Tahukah Anda, bahwa dengan penanganan yang tepat, kita bisa mengkonversi fenomena IMR bahkan menjadi sleepwalking (berjalan dalam tidur). 

Apa pula sleepwalking itu?

Sleepwalking atau gangguan tidur berjalan juga dikenal sebagai gangguan somnambulism  adalah gangguan perilaku yang terjadi saat tidur nyenyak dan menyebabkan seseorang berjalan atau melakukan perilaku kompleks pada saat seseorang sedang tertidur. Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa dan lebih sering terjadi saat seseorang kekurangan tidur.

Sleepwalking biasanya terjadi pada awal tidur malam, sering kali 1-2 jam setelah tidur dan jarang terjadi saat tidur siang. Episode tidur berjalan dapat terjadi jarang ataupun sering, dan satu episode biasanya berlangsung beberapa menit atau lebih.

Seseorang yang mengalami  sleepwalking dapat:

- Turun dari tempat tidur dan berjalan-jalan
- Bangun di tempat tidur dan membuka mata
- Memiliki ekspresi sayu
- Melakukan aktivitas rutinitas, seperti berganti pakaian, berbicara, atau membuat camilan, atau pipis
- Tidak merespon atau berkomunikasi dengan orang lain
- Sulit bangun saat mengalami episode sleepwalking
- Kembali tidur dengan cepat
- Tidak mengingat bahwa ia tidur berjalan pada pagi harinya

Nah fenomena ini yang saya manfaatkan dalam subconscious mind intervention anak tadi.

Alhamdulillah, menurut cerita kawan saya keponakannya tersebut bisa benar-benar terbebas dari kebiasaan ngompol dalam waktu 1 bulan pasca terapi. Dan saya yakin dia kini telah menjelma menjadi gadis kampus yang menarik serta penuh percaya diri karena kebiasaan lamanya telah benar-benar hilang bersama dengan berjalannya waktu.

Disinilah sebagai seorang terapis saya merasa sangat bahagia.

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com





Saturday, October 26, 2019

ASMA THERAPY




Tadi malam saya mendapat pesan whatsapp dari seorang kawan yang menanyakan pengalaman saya melakukan terapi penderita asma. Kebetulan anak kedua saya memang menderita asma, jadi selain memberikan terapi nebulizer, saya juga rutin memberikan sugesti hipnotik. Tentu saja ini hanyalah sugesti versi saya, jadi mohon maaf jika masih banyak kekurangan. 

Para penderita asma cenderung kambuh ketika mereka panik, marah, dan dalam keadaan tertekan (stress), maka berikut ini contoh scriptnya (silakan dimodifikasi sesuai kebutuhan, bisa juga dikombinasi dengan forgiveness therapy) 

(Extended Progressive Relaxation)
Sekarang, saya akan memandu Anda untuk melakukan relaksasi… ambil posisi yang paling nyaman bagi Anda sekarang … bagus …. Seperti itu …. Dan tutup mata Anda …. Tarik nafas yang dalam ….. keluarkan perlahan lahan …. 

Berkatalah pada diri sendiri … aku semakin relax …. Dan rasakan bahwa diri Anda menjadi lebih relax …. Dan semakin nyaman . sekarang … pusatkan perhatian pada bagian atas kepala anda …. Rasakan sensasi relax yang ada di sana …. Dan perintahkan kulit kepala anda menjadi lebih relax lagi …. Anda dapat melakukannya dengan tersenyum dalam hati …. Dan Anda rasakan …. Anda mulai mengantuk …. Itu bagus …. Nikmati saja perasaaan tersebut ….

Sekarang … bawa rasa relax tersebut menyebar ke bawah hingga menuju seluruh kepala Anda …. Bagus sekali …. Rasakan otot-otot di wajah Anda menjadi lebih relaks dan lebih nyaman lagi …. Rasakan kelopak mata Anda menjadi sangat malas untuk digerakan …. Dan itu membuat Anda lebih nyaman

Sebarkan lagi sensasi rasa relax dan nyaman tersebut ke bagian leher, dada dan perut Anda dan rasakan bagian-bagian tersebut berubah menjadi lebih relaks dan lebih nyaman …. Bagus …. Seperti itu …. Sebarkan pula sensasi tersebut ke punggung Anda … sehingga kini punggung Anda merasa jauh lebih relaks dan lebih nyaman

Sekarang …. Sebarkan sensasi tersebut ke kedua lengan Anda …. Rasakan lengan Anda menjadi lebih rileks lagi …. Dan lebih nyaman …. Anda merasakan kenyamanan yang luar biasa ini hingga kedua lengan Anda menjadi sangat malas untuk digerakkan …. Bagus sekali ….

Sebarkan rasa relaks tersebut ke kedua kaki Anda, mulai dari pinggul ke paha, lutut dan telapak kaki ….. rasakan rasa rileks tersebut membuat Anda jauh lebih nyaman …. Membuat kedua kaki Anda menjadi sangat malas untuk digerakkan ….. bagus seperti itu …..

Sekarang seluruh tubuh Anda menjadi sangat relaks …. Sangat nyaman ….. seluruh badan Anda menjadi sedemikian malasnya untuk digerakkan dan Anda menjadi sangat mengantuk ….. sangat lelap …. Rasakan terus …. Anda kini lebih mengantuk lagi …. Lebih lelap …. Lebih nyeyak …. Dan tetap mendengar suara saya ….

(Kita bisa melakukan depth level test pada tahap ini. Dan jika dibutuhkan silakan lakukan deepening) 

Selama bertahun-tahun Anda telah terserang penyakit yang Anda beri label ” ASMA”.

(Therapeutic Suggestion)
Sekarang, saya ingin Anda tenggelam dalam tidur yang sangat pulas dan santai dan bernapas dalam-dalam untuk beberapa saat berikutnya, bebaskanlah diri Anda, bebas dari ketegangan, gugup dan asma, sebarkan rasa bebas tersebut ke seluruh tubuh dan pikiran Anda.

Sekarang bayangkan setiap kali Anda mengambil nafas, Anda merasakan lega yang sangat dalam. Bayangkan energi berwarna hijau masuk melalui hidung Anda…. energi hijau itu menyebar ke seluruh tubuh Anda .. ke setiap senti tubuh Anda… energi hijau itu mulai masuk ke otak Anda, membuang semua pikiran negatif Anda… energi hijau yang sejuuk tadi masuk ke tenggorokan Anda .. memberi kesejukan di saluran nafas Andaa.. 

Anda merasakan rasa yang legaa dan sejuukk.. sekarang energi hijau itu masuk ke paru-paru Anda… memberi rasa nyaman yang luar biasa…. jikaa Anda merasaknnya anggukkan kepala…. baguss.. Anda memang orang yang luar biasa… rasakan energi tersebut memenuhi paru-paru… energi hijau yang sejuk tadi merambat ke tangan Andaa.. membuang rasa sesak yang mengikuti tiap Anda mengambil nafas .. rasa sesak tadi akan keluar dari jari-jari anda .. keluar terdorong oleh energi hijau yang menyejukkan…

Sekarang energi hijau tadi turun ke kedua kaki Anda.. melewati perut Anda.. meninggalkan rasa sejuk yang sangat nyamaan .. rasakan energi tersebut… setiap Anda menghela nafas, Anda langsung merasakan energi hijau yang sejuk tadi semakin kuat… sekarang energi tersebut merambat menuju ujung kaki Anda…. melewati paha Anda .. meninggalkan rasa sejuk yang teramat sangat…

Mulai saat ini dan seterusnya, setiap Anda menghela nafas, energi hijau yang menyejukkan tersebut semakin kuat Anda rasakan.. 

Sekarang energi hijau tersebut sudah sampai di kedua telapak kaki Anda … membuang semua rasa sesak yang selama ini Anda rasakan …

Sekarang tiap Anda menghela nafas yang Anda rasakan hanyalah kesejukan yang teramat sangat .. tiap Anda menghela nafas, energi hijau yang menyejukkan langsung bertambah kuat dan menghilangkan rasa sesak yang selama ini Anda alami…

Sekarang setiap Anda membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari tangan kanan Anda (menempelkan jari telunjuk dengan jempol. Ini merupakan anchor), maka Anda  bisa bernafas lebih legaa … setiap Anda membuat lingkaran dengan ibu jari dan telunjuk tangan kanan Anda maka semua rasa sesak yang Anda rasakan langsung berganti dengan rasa lega yang luar biasa … energi hijau yang ada di ujung jari Anda  membuat Anda bisa bernafas lebih lega 100 kali lebih lega dari sebelumnya .. setiap Anda membuat lingkaran dengan ibu jari dan telunjuk tangan kanan Anda, maka Anda  bisa bernafas lebih lega 100 kali dari sebelumnya…

Program baru ini bersifat permanen menjadi milik tubuh Anda, mulai sekarang dan selamanya. Sampai nanti, sampai mati. 

(Terminasi
Sebentar lagi Anda akan membuka mata Anda… Dalam keadaan sadar sesadar-sadarnya… Sehat walafiat… Sekarang saya akan menghitung satu sampai lima dalam hitungan kelima …. Anda akan membuka mata… dalam keadaan sadar dan sesadar-sadarnya… walafiat… dengan segala sugesti positif yang melekat erat selama-lamanya pada diri dan jiwa Anda…sehat

1. Rasakan tubuh Anda semakin segar.. Semakin segar… Semakin segar… .Semakin sehat ….Semakin sehat

2. Rasakan tubuh Anda 10 kali lipat lebih sehat… lebih segar…semakin sehat… semakin segar

3. Rasakan diri Anda 100 kali lebih segar… lebih sehat….

4. Rasakan tubuh Anda semakin sehat ….semakin segar ….semakin sehat… gerak-gerakkan kaki Anda gerak-gerakkan tangan Anda….

5. Rasakan tubuh Anda sangat segar…sangat sehat…dengan segala sugesti yang telah saya berikan….. semakin segar .. semakin sehat… dan buka mata pelan-pelan dengan membawa perasaan sehat, bugar, dan bahagia selamanya. 

Semoga bermanfaat 

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist




Thursday, October 24, 2019

FORGIVENESS THERAPY PART TWO

Tadi malam ada kawan hipnoterapis yang mengirim whatsapp message sbb:

Saya barusan ada wa dari anaknya client saya terdahulu... intinya seperti ini

"Aku gak bisa bener2 memaafkan & melupakan orang2 yg sudah nyakitin aku berkali2. 
Yg ada kupendam terus,

Jadinya one's ada suatu kejadian yg berhubungan dg orang2 tsb bikin aku langsung sakit.

Salah satunya juga jadi bikin aku males ke kantor"

Ini mengatasi dengan Forgiveness yang ampuh gimana ya pak ?
Mohon pencerahan...
***

Berikut jawaban saya:

Untuk mengatasi kasus seperti itu maka:

1. Tanya apakah dia MAU dengan ikhlas memaafkan. Jika YA, maka langsung lakukan forgiveness therapy (contoh script terlampir) 

2. Jika klien belum mau memaafkan maka lakukan:

A. Edukasi dengan cerita metafora. Salah satu cerita favorit saya adalah Apel dan Kebencian (silakan baca: http://www.thecafetherapy.com/2019/08/apel-kebencian.html?m=1)

B. Ijinkan dia membalas perilaku orang yang menyakitinya tapi hanya dalam pikiran mereka (dalam kondisi trance). Pastikan pasang 'anchor kedamaian' karena ada kemungkinan akan terjadi abreaksi. Pembalasan apapun boleh dilakukan oleh klien, bahkan saya pernah menangani klien yang dalam trancenya membunuh orang yang menyakitinya. Yang penting bukan aksinya namun perasaan apa yang didapat setelah membalaskan sakit hatinya tersebut. 

Dari pengalaman saya biasanya ada dua reaksi:

a. Klien merasa lega karena telah membalaskan sakit hatinya, dan pada akhirnya dia mau memaafkan. 
b. Klien merasa menyesal karena dia merasa bahwa tidak sepantasnya dia membalas seperti itu. Untuk reaksi kedua ini segera lakukan empowering dengan menguatkan klien bahwa memang dia lebih baik dibandingkam pihak yang telah menyakitinya. Maka pembalasan paling mulia adalah dengan memaafkan. 
***
 Proses Forgivenes Therapy
1. Jelaskan makna FT, yaitu: 

a. Memaafkan adalah proses melepaskan rasa nyeri, kemarahan dan dendam yang disebabkan oleh pelaku. 

b. Memaafkan adalah state of mind yang melibatkan pikiran, perasaan, dan tindakan tertentu. 

c. Memaafkan adalah pengalaman perpindahan dari suatu momen ke momen lain. 

d. Memaafkan bukan berarti mengijinkan peristiwa tersebut terjadi lagi

e. Memaafkan adalah proses melepaskan bukan memberi

f. Memaafkan adalah hadiah untuk Anda, bukan bagi orang lain. Sadarilah bahwa memaafkan adalah hadiah yang datang kepada Anda. Anda tidak melakukan hal baik untuk orang lain dengan memaafkan, Anda justru melakukan hal baik untuk diri Anda sendiri.

g. Memaafkan tidak hanya mengenyahkan energi negative tapi juga menggerakkan ke perasaan positif.

2. Cek meta program klien internal atau eksternal. Jika internal proses pemberian sugesti dalam kondisi trance (light to medium) dengan cara meminta klien mengikuti kata-kata Anda. Subyek dalam scriptnya adalah kata ganti orang pertama (bisa aku, saya, abdi, urang dll tergantung kebiasaan klien menyebut dirinya). Jika klien adalah orang eksternal langsung gunakan direct suggestion dengan subyek kata ganti orang kedua (Anda, Kamu, Bapak, Ibu, Saudara, dll sesuai kesepakatan pada pre induction talk

3. Berikut adalah contoh script untuk orang internal.

(Tarik nafas panjang. Sekarang ikuti kata-kata saya ini dengan lembut sehingga Anda bisa mendengar suara Anda sendiri). 

 "Demi kebahagiaanku, demi ketenangan hidupku, aku ikhlaskan masa laluku. Bukan aku kalau tidak lkhlas. Aku letakkan. Aku lepaskan agar ringan langkahku. Agar sehat badanku. Agar indah masa depanku.
 Ya Tuhan mudahkanlah bahagiaku semudah nafasku"

 "Bila kurenungkan dengan hati yang damai. Kumerasakan pengertian yang kuat tentang hidup ini. Hidupku sangatlah penting dan hidupku berharga. Kuingin sekali lepaskan diriku dari hal hal yang tidak penting. Hai engkau orang yang pernah menyakiti diriku. Kumaafkan engkau demi kebahagiaanku. Hai engkau orang yang pernah menyakiti diriku. Kumaafkan engkau demi masa depan indahku. Aku mengerti kau hanya diijinkan Tuhan untuk membentuk kedewasaanku.  Aku mengerti kau hanya diijinkan Tuhan demi rasa sayangku pada diri sendiri
Demi kebahagiaanku. Aku maafkan kau"

 "Ya Tuhan mampukanlah aku. Semoga hatiku selalu damai seperti ini. Yang lalu biarlah berlalu. Masa depanku lebih penting. Dan aku tenang sekarang" 

 "Hai diriku, tetaplah tersenyum, tetaplah bahagia" (Tarik nafas panjang)

" Inilah diri Anda sesungguhnya, buka mata Anda membawa perasaan bahagia. Membawa rasa syukur, membawa rasa positif. Membawa perasaan bahagia. Membawa rasa tenang...."

Anda bisa membuat kreasi sendiri mengenai script ini sesuai dengan kebutuhan klien. 

Semoga bermanfaat 

Tabik
-haridewa-
 Professional Hypnotherapist

Thursday, October 10, 2019

FORGIVENESS THERAPY

Pagi ini ada seorang hipnoterapis yang menelpon saya dan menanyakan mengenai penanganan pada kawannya yang mengalami anxiety pasca terpuruknya bisnis yang dialami. Apakah bisa menggunakan forgiveness therapy untuk awalnya? Dan apakah untuk melakukan forgiveness therapy mesti regresi ?

Sebelum menjawab pertanyaan tadi, saya balik bertanya dulu, apakah anxiety yang muncul hanya karena bisnis yang terpuruk, atau ada hutang bawaan akibat terpuruknya bisnis tersebut? Dan konon kabarnya memang kawan dari hipnoterapis ini sekarang terlilit hutang dalam jumlah lumayan besar.

Maka berikut adalah jawaban saya:

1. Jika penyebab anxietynya adalah sebuah peristiwa atau kondisi yang sampai sekarang masih berlangsung seperti kecemasan karena memiliki hutang maka faktor penyebabnya mesti di-eliminasi dulu.

Keadaan dimana terdapat sebuah hal yang belum selesai sampai sekarang ini dalam keilmuan psikologi disebut dengan Unressolved Experiences.

Bagaimana jika orang tersebut memang tidak memiliki kemampuan untuk membayar hutangnya, tanya kawan saya lagi. Mendengar ketukan pintu atau suara motor yang berhenti di depan rumahnya saja bisa membuat jantungnya berdebar kencang, begitu menurutnya.

Banyak sekali orang yang dengan mudah mengasihani diri dan menyatakan tidak mampu membayar hutangnya, sementara hidupnya masih dikelilingi dengan kemewahan. Rumah besar, pergi kemana-mana dengan mobil pribadi dan masih rutin makan di restoran.  Namun mereka tidak siap menghadapi kenyataan bahwa mereka sebenarnya sudah pailit. Hidupnya senantiasa was was karena selalu merasa dibuntuti oleh debt collector. 

Maka solusi pertama yang mesti dilakukan adalah membereskan beban hutang ini, apalagi jika mengandung unsur ribawi. Rumah, mobil, semua aset bisa dilepas dulu dan kemudian berazzam (berniat kuat) untuk tidak berurusan dengan riba lagi. Bisa jadi begitu semua hutang lunas, anxietynya juga ikut musnah.

Namun jika kecemasan masih muncul  meskipun semua urusan hutang sudah kelar,  bisa jadi kecemasan tersebut terjadi dikarenakan oleh trauma akan kegagalan bisnisnya. Peristiwa kegagalan yang terjadi pada masa lampau, dan kecemasan masih terbawa sampai sekarang dikenal dengan istilah Unressolved Past Experiences.

Nah dari pengalaman saya, pada situasi kedua inilah kita bisa menggunakan teknik forgiveness therapy untuk menguras emosi negatif yang masih tersisa akibat peristiwa kegagalan di masa lampau tersebut.

2. Apakah untuk melakukan forgiveness therapy mesti regresi dulu? Pertanyaan semacam ini lumayan sering ditanyakan kepada saya. Dan jawaban saya juga selalu sama.

Saya adalah penganut Solution Focused Based Therapy yang memegang 3 prinsip:

A. Tidak perlu mengintervensi masa lalu
B. Berfokus pada solusi bukan masalah
C. Menguatkan sisi yang sudah kuat bukan sisi yang lemah

Maka jawaban saya adalah langsung saja lakukan forgiveness therapy tanpa harus regresi dulu. Ketika nanti seorang klien dibimbing untuk memaafkan semua peristiwa di masa lampau, dengan sendirinya dia akan mengalami regresi. Dan yang perlu kita ingat, regresi tidak harus menuju waktu yang sangat lama di masa lalu. Waktu sedetik yang telah lewat dari sekarang itu juga sudah regresi.

Dan berikut ini saya kutipkam sedikit script forgiveness therapy yang biasa saya lakukan.

Script ini biasa saya berikan kepada klien yang memiliki meta program internal, maka mereka saya minta untuk mengikuti kalimat yang saya katakan, sehingga seolah kalimat tersebut muncul dari dalam dirinya sendiri.

Aku sayang pada diriku sendiri. Yang berlalu biarlah berlalu. Masa depan lebih penting. Hai diriku, tetaplah tersenyum. Tetaplah bahagia. Aku melihat diriku yang ceria itu. Aku melihat diriku yang bahagia itu. Itulah diriku yang sesungguhnya. Aku ingin kembali. Kemanakah aku selama ini? Aku sangat berharga. Aku ini diinginkan Tuhan. Masa depanku penting. Keluargaku penting. Hidupku ini sangat penting. Hal-hal yang tidak penting tidak boleh mengganggu aku. Perasaan-perasaan tidak berharga aku letakkan, aku tinggalkan. Aku maafkan ibundaku, aku maafkan ayahandaku, aku maafkan keluargaku, aku maafkan lingkunganku dan aku maafkan diriku sendiri. Demi kebahagiaanku, demi ketenangan hidupku, aku ikhlaskan masa laluku. Bukan aku kalau tidak lkhlas. Aku letakkan. Aku lepaskan agar ringan langkahku. Agar sehat badanku. Agar indah masa depanku.Ya Tuhan mudahkanlah bahagiaku semudah nafasku. Hai diriku, tetaplah tersenyum, tetaplah bahagia”

Forgiveness Therapy merupakan salah satu teknik andalan saya. Dan menurut saya teknik ini manjur hampir di semua situasi, karena fungsinya yang luas untuk mendetoksifikasi emosi negatif.

Mau lebih paham retorika melakukan forgiveness therapy?
Mau mendapatkan script lengkap forgiveness therapy?

Join saja di kelas Advanced Hypnotherapy yang rutin saya adakan baik di Jakarta maupun kota besar lain (sesuai permintaan) 


Hubungi no 08179039372 untuk informasi lebih jelas lagi

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach

Friday, September 20, 2019

MENUNGGU

Beberapa hari yang lalu saya menunggu taxi online di seputaran UKI yang saya pesan untuk menuju Condet. Melalui pesan singkatnya driver pertama mengabarkan sbb, "Saya ada di Jl. Dewi Sartika. Kondisi macet jadi mungkin agak lama. Mau nunggu gak?" 


Saya kemudian meng-cancel pesanan tadi, setelah minta maaf kepada drivernya.
Tak berselang lama, driver kedua juga berkirim pesan singkat, "Saya ada di Jl. Dewi Sartika. Kondisi macet, tapi saya akan mencari jalan tercepat. Perkiraan menunggu 15 menit, bagaimana?"
Dan saya bersedia menunggu pesanan kali ini.

Apa yang membedakan kedua driver tersebut?

Yup, Anda benar! Driver pertama berfokus  pada masalah, sementara driver kedua berfokus pada solusi. Driver pertama memberikan saya pilihan untuk memilih menunggu atau tidak, sementara driver kedua memberikan saya sebuah kepastian, meski harus menunggu, meski pada prakteknya saya menunggu sekitar 20 menit. Lebih lama dari janjinya, tapi hal itu menjadi tidak terasa karena semua orang di jaman now ini pastilah ditemani oleh gadgetnya masing-masing.

Pelajaran yang saya petik hari itu adalah:
1. Fokuslah pada solusi bukan situasi
2. Berikan kepastian bukan harapan palsu
3. Mending pulang saja kalau gadget ketinggalan, wkwkwk

Gitu ajah....

Tabik
-haridewa-

TRANCE

Masih dari ajang workshop Fundamental Hypnosis by IHC, Sabtu 14 September 2019. Pagi itu setelah menunjukkan video tentang aksi hypno stage yang saya lakukan beberapa tahun yang lalu, beberapa pesrta menanyakan kenapa orang-orang di video tersebut bisa saya hypnosis.

Jawabannya sederhana saja, sbb:
1. Karena mereka sukarela melakukannya
2. Karena mereka bisa diajak berkomunikasi, dan
3. Karena mereka bisa difokuskan

Apakah kalau sudah memenuhi ketiga syarat tersebut, semua orang pasti akan semudah itu dihipnosis, seperti pada tayangan video tersebut? Tentu tidak, karena masih ada satu query tambahan yang mesti kita penuhi, yaitu mencari suyet dengan tingkat sugestivitas tinggi melalui serangkaian tes yang disebut sugestibility tes

Orang bisa dihipnosis karena dalam pikiran mereka terdapat beberapa gelombang besar, yaitu:

1. BETA (12 hz s/d 19 hz)
2. ALPHA ( 8 hz - 12 hz )
3. THETA ( 4 hz - 8 hz )
4. Delta (0.5 hz - 4 hz)

Dan kondisi hipnosa terjadi ketika kita berhasil mengarahkan orang tersebut menuju gelombang alfa-theta. Kondisi pikiran manusia ketika berada dalam gelombang alfa-theta ini sering disebut dengan trance. Pengertian trance di kalangan masyarakat  sering salah kaprah. Ada yang berpendapat trance adalah kondisi pikiran kosong. Pertanyaannya adalah, bisakah seorang manusia hidup mengosongkan pikiran mereka? Tidak mungkin bukan?

Bahkan terdapat pendapat yang  lebih parah lagi, trance dianggap sebagai kondisi kesurupan. Kalau sudah ada kata kesurupan, yang kata dasarnya adalah ‘surup’, maka pertanyaan saya adalah Anda memilih surup ABC atau surup Marjan, hehehe. 

Dalam Bahasa Jawa kata surup berarti masuk, jadi kesurupan artinya adalah diri kita sedang dimasuki oleh mahluk lain. Apakah itu semua benar adanya?
Kita coba telaah premis tersebut dengan beberapa teori di bawah ini:

Seperti kita ketahui bahwa pikiran kita terbagi menjadi dua, yaitu pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind). Nah, kondisi trance terjadi saat kita berhasil mengakses subconscious mind kita. Lalu apakah conscious dan subconscious mind tadi terpisah? Sebenarnya tidak. Saya akan memberikan sedikit ilustrasi sederhana mengenai hal ini.

Suatu saat Anda pergi ke sebuah perpustakaan nasional yang berisi jutaan buku dalam sebuah ruangan. Sejauh mata memandang penglihatan Anda dimanjakan oleh deretan rak buku yang berjajar rapi. Anda tinggal memilih genre buku apa yang akan Anda pinjam. Namun tetiba saja aliran listrik di perpustakaan tersebut terputus, sehingga semua lampu yang berada dalam ruangan tersebut padam. Celakanya semua emergency lamp tidak berfungsi, sehingga kondisi ruang perpustakaan tadi benar-benar gulita. Melihat hidung sendiri saja Anda tak mampu.

Untunglah HP Anda dilengkapi dengan fitur flashlight alias senter. Maka sejurus kemudian, Anda segera mengaktifkan fitur senter tersebut dan mengarahkan cahayanya ke rak buku yang Anda inginkan. Saat itu di depan Anda akan muncul sebuah bidang (biasanya berbentuk lingkaran) dengan bagian pusat sangat terang, dan semakin keluar lingkaran intensitas cahanyanya semakin pudar, bahkan bagian di luar bidang tadi akan tetap berada dalam kondisi gelap. Buku yang terlihat jelas oleh mata kita saat itu juga hanya yang berada dalam jangkauan bidang melingkar tersebut.

Kita andaikan saja seluruh ruang perpustakaan tadi adalah pikiran kita. Nah, bagian terang tadi adalah subconscious mind kita, sementara bagian lain yang gelap pada saat itu adalah conscious mind kita.

Dengan kata lain, kondisi trance sebenarnya justru kondisi dengan konsentrasi sangat tinggi (sangat sadar atau sangat FOKUS). Ingat, pada saat kita menyalakan senter, perhatian kita pastilah terpusat pada lingkaran cahaya tadi. So, apapun yang berada dalam lingkaran itu dengan mudah akan kita lihat, tanpa memerhatikan lagi benda lain yang berada dalam kegelapan.

Dari beberapa ilustrasi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa untuk membuat orang trance, kita tinggal mengarahkan (leading) senter ke ruang gelap mereka. Namun untuk bisa melakukan hal ini, kita perlu mempunyai senter terlebih dahulu. Dan senter ini bukanlah sembarang senter, karena setiap senter haruslah sesuai dengan minat dan perhatian pikiran orang yang akan kita senter.

Artinya kita haruslah memahami pikiran mereka dulu (pacing), atau minimal kita mencari persamaan kondisi dari orang-orang tadi (common sense), agar kita bisa memahami mereka. Dalam bahasa kerennya, teori ini disebut pacing-leading. Dan idealnya untuk sukses melakukan sebuah leading, kita perlu melakukan tiga kali pacing. Pahami kondisi orang yang ingin kita hipnosis, akui kelebihan, kekurangan mereka, cari common sense-nya, baru kemudian berikan sugesti Anda.

Ternyata mudah sekali untuk bisa menghipnosis orang bukan?
Ya, karena hipnosis bukanlah ilmu untuk menidurkan orang. Hipnosis adalah sebuah teknik komunikasi yang sangat-sangat persuasif. Sedemikian persuasifnya sehingga kita memilih untuk mengikuti perintah (sugesti) yang ada di dalamnya. 

Tertarik untuk bisa menghipnosis orang lain atau diri sendiri? Klik saja link di bawah ini http://bit.ly/DAFTAR-FTHIY-BGR

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach

#FTHIY
#IHC
#PKHI

Thursday, September 12, 2019

KAPOK ROKOK JILID 3

Mataram, 11 Sep 2019

Hari kedua Workshop Creative Happy NLP di Hotel Lombok Plaza juga berjalan lancar. Setelah kuat pondasi pemahaman NLP diberikan pada hari pertama, di hari kedua ini peserta mulai belajar beberapa teknik dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Teknik terapi praktis tersebut di antaranya adalah anchoring, new behavior generator, six step reframing, perceptual position, optimizing object imagery therapy, dan time line therapy.

Setelah break makan siang saya kedatangan tamu seorang kawan SMP yang sudah 30 tahun lebih tidak bertemu. Kebetulan dia sedang ada rapat dinas di Mataram juga.

Sembari menemani beberapa peserta yang sedang merokok, kami ngobrol mengingat masa lalu dan saling betukar kabar kegiatan yang digeluti sekarang. Dikarenakan rokok kawan saya tadi habis maka dia minta sebatang rokok kepada salah satu peserta workshop.

"Mmm kurang mantab nih rokoknya", kawan saya bergumam lirih.

Rupanya merk rokok kawan saya berbeda dengan peserta workshop tadi. Rokok dia LA Menthol, sementara rokok yang dia dapat adalah Dunhill.

Mendengar gumaman kawan saya tadi, saya tawarkan bantuan. "Mau dibuat mantab rokoknya?"

"Emang bisa?", tanya kawan saya setengah ragu namun penuh harap
"Bisalah asal sampeyan mau", jawab saya sambil tersenyum
"Ojeh, mau"

"Baiklah. Menurut sampeyan, nikmatnya rokok yang sekarang dipegang itu (Dunhill) jika dikonversi ke dalam bentuk 2 dimensi akan menjadi apa? Saya kasih pilihan, segitiga sama sisi, lingkaran atau bujur sangkar?", saya memulai proses intervensi sembari menunjukkan simbol segitiga, lingkaran dan bujur sangkar dengan kedua tangan saya.

"Nggg apa ya? Segitiga deh"
"Bagus. Nah segitiga khan punya dimensi. Berapa ukuran sisi-sisinya?"
"Mmm rokok ini sih cuma sekitar 3 cm"
"Oke. Lha kalau yang rokok sampeyan tadi berapa cm kira-kira dimensinya?"
"Sepuluh senti kalau itu. Mantab banget"

"Baiklah Bro, sekarang coba lihat ke sini. Tarik nafas panjang. Saya akan membesarkan segitiga di tangan saya ini dari 3 cm menjadi 10 cm. Ziiiiuuuud!", kata saya sembari memeragakan pembesaran segitiga di tangan saya, lengkap dengan bunyi-bunyian yang keluar dari mulut saya yang menandakan sebuah pembesaran.

"Nah sekarang silakan dinikmati rokok di tangan sampeyan. Entah kenapa sekarang rasanya sudah seperti LA Menthol. Semakin sampeyan ragu, anehnya rasa LA Menthol semakin kuat", saya melanjutkan intervensi saya dengan 'the more pattern'

"Nah ini baru enak Bro. Segar. Terimakasih ya", ujar kawan saya setengah takjub.

Menyadari 'keajaiban' yang baru saja terjadi, peserta workshop yang berbagi rokok tadi menjadi penasaran. "Teknik apa yang barusan digunakan Pak?"
"Object Imagery Mas. Seperti yang sudah dibahas di kelas bahwa jika satu kondisi psikologis bisa dikonversikan dalam bentuk benda atau 'dibendakan' dan ketika benda tadi diintervensi maka kondisi psikologisnya juga ikut berubah. Kecanduan merokok pada dasarnya juga sebuah kondisi psikologis. Maka sensasi nikmatnya rokok juga bisa diintervensi menggunakan object imagery ini"

"Kalau begitu rokok saya juga bisa dibuat lebih nikmat dong?" tanya peserta tadi penasaran.
"Tapi itu khan memang rokok yang sudah enak bagi Anda. Untuk apa lagi diintervensi?", tanya saya juga penasaran
"Iseng aja sih Pak. Ingin tahu sehebat apa teknik object imagery ini", jawab peserta tadi
"Baiklah jika demikian. Jika dikonversi ke dalam bidang 2 dimensi, Anda memilih apa?, tanya saya sejurus kemudian
"Samain saja Pak. Segitiga. Ukuran 10 cm"
"Oke, silakan lihat ke sini. Saya akan besarkan segitiga di tangan saya ini sebesar-besarnya. Zzziiiuuuuuuuuuddd!", dan tangan saya memang membentuk sebuah segitiga yang sangat besar, sampai kedua tangan saya tertarik ke belakang.

"Silakan dinikmati rokoknya, yang sudah super nikmat tersebut", ujar saya sambil menahan senyum

Dan kemudian terjadilah hal yang sudah saya prediksikan sebelumnya. Peserta tadi batuk-batuk menahan mual dan heran dengan perubahan rasa rokoknya. "Uhuks uhuks uhuks!"

Senyum sayapun meledak menjadi tawa tertahan.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, sebenarnya apa yang terjadi pada peserta workshop tadi? Bukankah ketika kawan saya diintervensi rasa rokoknya, dia menjadi puas karena rasa rokoknya berubah sesuai keinginannya dengan teknik object imagery. Tapi kenapa dengan teknik yang sama hasilnya kok berbeda ketika diaplikasikan kepada peserta workshop tadi?

Ini jawabannya:

Kawan saya sudah memiliki tujuan yang jelas dan terukur (dalam NLP hal ini disebut WFO atau Well Formed Outcome), sehingga proses intervensi yang saya lakukan juga sesuai dengan keinginan dia. Sementara peserta workshop tadi hanya iseng saja sehingga saya juga iseng membesarkan segitiga sebesar mungkin. Loh, kalau segitiganya dibuat sebesar mungkin bukankah rasa nikmatnya juga akan menjadi sangat nikmat?

Betul Bro, memang menjadi sangat nikmat. Namun coba Anda bayangkan ketika Anda diminta untuk makan nasi satu bakul dengan lauk soto satu baskom. Apakah akan nikmat, atau muntah?

Hehehe, yang saya lakukan dalam teknik kapok rokok jilid 3 ini adalah Compulsion Blowout. Prinsip kerjanya masih menggunakan object imagery, dan ketika klien sudah bersedia mengkonversikan kondisi psikologisnya ke dalam bentuk benda, maka kita akan paksa (compulsion) perbesar benda tadi sampai titik maksimal, bahkan jika dibutuhkan sampai meledak (blowout)

Dengan meledaknya kondisi psikologis tadi, diharapkan pikiran bawah sadar akan belajar bahwa kondisi yang sedang dialaminya hanya sebuah persespsi semu belaka yang dengan mudah bisa dibuang.

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

ANJING PELACAK


Mataram, 10 Sep 2019

Hari pertama workshop CH NLP (Creative Happy Neuro Linguistic Programing) di hotel Lombok Plaza berjalan lancar tanpa aral yang berarti. Empat orang peserta yang berasal dari pelbagai kalangan membersamai saya mengulik pemahaman mengenai pemrograman pikiran bawah sadar dengan efektif. Ada seorang polisi, seorang dosen, pengusaha kursus bahasa Inggris dan seorang marketing/pebisnis online bersama saya hari ini.

Tidak ada hal istimewa terjadi sampai break makan siang. Namun begitu sesi lunch yang ditata ala family table hampir berakhir, Bapak  Polisi kita mengatakan bahwa jam tangannya hilang. Kamipun sibuk memberi masukan penuh spekulasi.

"Di mushola kali Pak".
"Di toilet kali Pak"
"Jatuh di selasar hotel kali Pak"

Dan pak polisi merespon dengan bergegas mencari arlojinya ke mushola,  toilet dan selasar hotel.

"Bagaimana Pak, ketemu?", tanya saya penasaran.
"Ga ada pak Hari. Sudahlah saya pasrah. Sudah nasib saya, setiap kali punya arloji, pasti hilang", jawabnya masygul
"Mau saya bantu Pak?", melihat kesusahan hatinya, saya mencoba menawarkan diri
"Bagaimana caranya Pak Hari?"
"Bapak duduk relaks. Kedua kaki di lantai, kedua tangan di paha. Pikirkan sebuah tempat yang nyaman. Saya hitung mundur sepuluh sampai satu, dan rasakan setiap hitungan mundur membuat Bapak semakin relaks. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1. Bagus sekali. Sekarang saya akan kirimkan anjing pelacak K9 dalam pikiran Bapak. Jika anjing tersebut sudah muncul, anggukkan kepala Bapak"
Pak polisi tersebut mengangguk

Saya lanjutkan proses pencarian, "Bagus. Nah sekarang biarkan anjing tersebut berjalan di dalam kerangka waktu pikiran Bapak. Biarkan dia berjalan ke toilet, ke mushola, ke selasar hotel dan ke sekeliling hotel. Di tempat dimana anjing tadi tidak mau beranjak lagi, di situlah arloji Bapak berada. Tak usah terburu-buru. Relaks saja, dan biarkan semua suara gaduh di sekitar Bapak, justru membantu mempermudah proses pencarian ini. Jika anjing tadi sudah berhenti bergerak, segera tarik nafas panjang dan buka mata Bapak"

Setelah memberikan sugesti tersebut, saya dan kawan lain melanjutkan menikmati es cendol yang sudah terhidang di meja makan. Kami kembali melanjutkan perbincangan mengenai beberapa materi di kelas yang belum mereka pahami dengan baik.

Kira-kira 2 menit, pak polisi kita membuka mata dan tersenyum agak ragu.

"Bagaimana Pak, dimana anjing tersebut berhenti?", tak sabar saya ingin tahu
"Agak gak jelas gambar anjing tadi Pak Hari", jawabnya ragu
"Tak apa Pak Polisi, meski demikian anjingnya berhenti di satu tempat khan? Nah, dimanakah itu?", saya mencoba meyakinkan bahwa proses ini sudah berjalan sebagaimana mestinya
"Di atas. Di ruang training kita"

Dan ketika kami kembali ke ruang training, arloji tersebut memang berada di meja, di tempat pak polisi tersebut duduk.  Dengan penuh kebahagiaan, beliau mengenakan arlojinya kembali.
***

Sidang pembaca yang berbahagia, sebenarnya teknik yang saya gunakan untuk membantu pak polisi tersebut adalah bagian dari Past Life Age Regression yang disebut hypermnesia yaitu meningkatnya daya ingat secara luar biasa sehingga bisa mengingat dengan detil kejadian atau pengalaman di masa lalu.

Tentunya diperlukan tips dan trik tersendiri ketika melakukan teknik ini, karena kita tidak bisa sekedar memberikan sugesti seperti ini, "Dalam hitungan ketiga, ingatan Anda akan semakin tajam. Anda semakin ingat dan ingat"

Pikiran bawah sadar membutuhkan sebuah visualisasi yang nyata ketimbang sebuah kata 'ingat', maka saya biasanya membuat sebuah skenario pencarian menggunakan benda ajaib, makhluk ajaib, hewan, atau apapun yang menurut belief klien bisa membantunya menemukan bendanya. Dalam pengalaman saya membantu klien, ada yang menggunakan tokoh detektif dalam kartun kesukaannya. Ada yang menggunakan alat ajaib doraemon, ada yang memunculkan kucing, anjing, bahkan mahkluk astral berupa asap putih yang bisa terbang. Semua tergantung klien, bukan kehendak kita sebagai terapis.

Dan karena yang saya bantu kali ini adalah seorang polisi, tentu saja dalam belief beliau anjing pelacaklah, sosok yang cocok untuk membantu menemukan arlojinya.

Saatnya saya mengatakan "SEMPURNA!"

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

Saturday, August 31, 2019

APEL & KEBENCIAN

Kisah ini terjadi beberapa tahun silam, ketika saya masih belum sepenuhnya menjadi Professional Hypnotherapist. Sepulang kerja, saya diminta untuk mampir ke tempat bimbingan belajar milik salah satu kawan saya di daerah jalan baru Bogor.

Sesampai di lokasi, rupanya telah menunggu seorang ibu dengan anak lelaki berusia sekitar 10 tahunan. Singkat cerita sang bunda minta tolong dibantu untuk menterapi anak semata wayangnya yang sudah satu minggu tidak mau sekolah. Ibu tadi menceritakan bahwa anaknya mengalami bullying yang lumayan parah di sekolah.

Beberapa kali dia diganggu oleh kawan sekelas, yang puncaknya terjadi seminggu silam dimana sang anak dikeroyok oleh 3 orang kawan sekelas, bahkan sampai perutnya diinjak-injak. Sang anak sempat dibawa ke dokter, namun tidak terdapat luka fisik yang membahayakan.

Namun rupanya anak ini mengalami luka bathin lumayan berat sehingga setelah peristiwa pengeroyokan tersebut, dia tidak mau lagi masuk sekolah. Sampai ibu tadi bercerita kepada kawan saya yang memiliki usaha bimbel ini, yang kemudian disarankan untuk konsultasi kepada saya.

"Apakah kondisi traumatik seperti ini bisa dibantu menggunakan hipnosis Pak Hari?", tanya ibu tadi harap-harap cemas
"Dari pengalaman saya menangani kasus, hal seperti ini disebut unresolved past experiences Bu. Menurut saya tingkat kesulitannya tidak terlalu tinggi", jawab saya menenangkan ibu tadi. 


"Ini ya putra Ibu?", tanya saya kepada ibu tadi sambil menunjuk anak lelaki yang sedang asyik bermain gadget. Saya baru tersadar bahwa ada sedikit perbedaan anak ini dengan anak sebayanya. Dia sangat fokus dengan gadget di tangannya, tanpa memedulikan lingkungan sekitarnya.

Bahkan dari tadi seingat saya, dia juga tidak 'salim' seperti kebiasaan anak kecil pada umumnya jika bertemu orang yang lebih dewasa. Tangannya juga bergerak dengan cepat menekan layar ponsel tersebut, seolah cemas kehilangan sesuatu.

"Nggg maaf Bu, putra Ibu.... "
"Ya Pak Hari, anak saya divonis menderita autistic disorder atau autism. Apakah masih bisa dibantu Pak Hari?",
ibu tadi memotong perkataan saya begitu melihat perubahan sikap saya. 


"Mmm semoga Bu. Sejujurnya saya belum pernah menangani klien autis. Tapi akan saya coba. Apakah setiap hari putra ibu bermain gadget seperti ini?"
"Iya Pak. Dia hanya bisa tenang kalau saya pinjamkan HP saya"
"Apa yang biasanya dia lakukan dengan HP Ibu tersebut. Main game?"
"Dia tidak terlalu suka game. Dia lebih senang browsing kemana-mana. Bahkan kadang saya heran dengan pemahaman dia mengenai alam semesta ini. Dia tahu semua galaxy dan nama planet. Bahkan dia tahu mengenai mitos sang alkemis, yang bisa membuat batu menjadi emas"
"Apa yang akan terjadi kalau dia tidak dibolehkan bermain HP?"
"Dia akan bergerak dengan sporadis Pak Hari. Bisa memanjat, meloncat atau berlarian ke sana kemari"
"Repot juga ya Bu?"
"Itulah alasan saya membiarkan dia memainkan HP saya"

"Boleh saya duduk di sebelah ananda Bu?" tanya saya sambil beringsut mendekati anak laki-laki tersebut
"Apa kabar Dik. Lagi nonton apaan tuh?",
saya mencoba menjalin hubungan dengan anak tadi. Dia hanya menengok sejenak, kemudian asyik menatap layar ponselnya lagi.

Saya ingat pernah membaca sebuah tulisan di web bahwa anak autis hanya akan berfokus pada satu hal. Dan untuk mengganggu fokusnya tadi kita mesti memiliki fokus tandingan. Berbekal informasi tadi, saya memutar video hypnotron (spiral berputar lengkap dengan suara mistisnya) kemudian memposisikan HP saya di sebelah kanan HPnya.

Awalnya dia cuek saja, namun rupanya suara yang sengaja saya setel keras-keras itu mulai mengusiknya. Dia melirik HP saya dan berkata dengan mata berbinar, "Itu hipnotis ya Om?"
"Lho kok Adik tahu kalau ini hipnotis. Mau enggak main HP ini?",
tanya saya balik sambil mendekatkan HP saya kepadanya.

Diambilnya HP saya sambil menjawab, "Iya, aku khan sering lihat yang seperti ini di HP Bunda"
"Ya sudah, kalau begitu sekarang lihat saja terus HP Om ini. Asyik khan. Dan ketika Adik sudah merasa sangat asyik,  entah kenapa Adik merasa sangat mengantuk"
, lanjut saya memanfaatkan kondisi yang sangat menguntungkan tadi.

Pelahan namun pasti anak tersebut mulai mengantuk. Dia mulai minta tiduran di pangkuan bundanya. Belum sampai  hipnotron yang berdurasi sekitar 5 menit tadi usai, tangan anak tersebut sudah lunglai. 

Dan saya langsung melakukan induksi dengan mengatakan, "Sekarang saatnya tidur Dik. Tidurlah dengan tenang dan nyenyak" Zzzzzzzzzz

Akhirnya pulas juga anak tadi. Tugas saya sekarang adalah memberikan sugesti agar anak tadi mau bersekolah lagi.

Saya mulai mengajak dia bicara dengan fasilitas ideo motor response.

"Dik, apakah benar sudah satu minggu ini Adik tidak mau sekolah. Jika benar, coba gerakkan telunjuk tangan kanannya"

Setelah menunggu sekitar setengah menit telunjuk mungil tangan kanannya bergerak pelahan.

"Dik, apakah benar Adik dikeroyok oleh kawan-kawan Adik? Jika benar, coba gerakkan telunjuk tangan kanannya"

Kali ini telunjuknya langsung bergerak.

"Adik marah ya kepada kawan-kawan? Jika ya, coba gerakkan telunjuk tangan kanannya"

Telunjuknya bergerak.

"Maukah Adik memaafkan mereka? Jika mau, coba gerakkan telunjuk tangan kanannya"

Telunjuknya diam

"Hmmm jadi Adik masih marah ya? Ya memang tidak seharusnya kawan-kawan Adik melakukan hal seperti itu. Ngomong-ngomong Om punya cerita menarik, Adik mau dengar nggak? Jika mau, coba gerakkan telunjuk tangan kanannya"

Telunjuknya bergerak

Apel dan kebencian’
Alkisah, seorang  guru SD mengadakan permainan. Beliau meminta para muridnya untuk membawa sekantong plastik transparan berisi apel. Jumlah apel yang dibawa harus sesuai dengan jumlah orang yang dibenci dalam hidupnya. Jadi kalau membenci  3 orang, ya membawa 3 apel, dst. Setiap anak bebas membawa berapapun jumlah apel yang diinginkan. Keesokan harinya, para murid dengan riang gembira membawa sekantong plastik transparan yang sudah berisi beberapa buah apel. Ada yang membawa 1, 5, 7, bahkan 10!

Mereka merasa senang karena mengira bahwa apel-apel yang dibawa akan segera dimakan, seolah-olah memakan orang yang dibenci. Nyaaammm!! 

Namun ternyata hal yang diharapkan tidak terjadi. Bukannya dimakan, namun kantong berisi apel-apel tersebut harus dibawa kemana saja anak-anak itu pergi selama 1 minggu, bahkan saat ke toilet sekalipun.

Hari berganti hari, apel yang tadinya segar pun mulai membusuk, yang lama kelamaan mulai mengeluarkan bau yang menyengat. Murid yang hanya membawa 1 atau 2 apel tentunya lebih beruntung dibandingkan mereka yang membawa 5 atau lebih, meskipun sama-sama tidak enak juga baunya. Murid yang membawa 10 apel hampir pingsan di hari ke-5 karena tidak tahan dengan bau busuk yang makin menyengat.

Setelah 1 minggu, permainan pun usai. Murid-murid dipersilahkan untuk membuang kantong berisi apel-apel tersebut, dan mereka pun sangat lega dan senang. Bu guru lalu menanyakan kepada para muridnya, “Anak-anak, bagaimana rasanya membawa apel busuk selama 1 mingguu??” Tanpa dikomando, keluhan dan kekesalan langsung bermunculan. 

Jawaban semuanya hampir sama, bahwa mereka sangat merasa tidak nyaman karena harus membawa apel busuk.

Bu guru pun dengan tersenyum menjelaskan, “Anak-anak, seperti itulah kondisinya jika kebencian selalu kalian bawa di dalam hidup. Semakin kalian pendam kebencian itu, semakin tersiksa diri kalian. Bukan orang yang kalian benci tersebut yang akan merasakan dampaknya, melainkan diri kalian sendiri. Sungguh tidak nyaman bukan jika setiap hari harus membawa apel busuk bernama kebencian kemanapun kita pergi? Dalam permainan tersebut, apel busuk itu hanya dibawa 1 minggu. Coba bayangkan kalau kalian harus membawanya selama 1 bulan? Atau mungkin 1 tahun? Bisa pingsan dan masuk rumah sakit deh rasanya. Begitu juga dengan kebencian, yang akan membuat diri kita tidak nyaman. Apa mau kalian membawa kebencian seumur hidup, bahkan sampai mati? Karena itu, ikhlaskan hati dari kebencian untuk memaafkan orang-orang yang pernah berbuat salah kepada kita, sama persis dengan keikhlasan kalian saat membuang apel-apel busuk tadi. Karena ketika kita tidak mau memaafkan orang yang kita benci, itu sama saja dengan memegang bola berduri yang akan membahayakan diri kita sendiri”
***

Selesai menceritakan kisah apel dan kebencian, saya mengecek kondisi anak tersebut, “Adik masih bisa mendengar suara Om? Jika masih gerakkan telunjuk tangan kananmu”

Telunjuknya bergerak

Bagus. Jadi apakah Adik mau membawa apel busuk selamanya?

Telunjuknya diam

Apakah ini artinya Adik sudah mau memaafkan kawan-kawan yang sudah mengeroyok Adik?”

Telunjuknya bergerak

Bagus Dik. Memaafkan bukan berarti melupakan. Memaafkan tidak harus memberitahukan. Memaafkan adalah untuk kenyamanan diri sendiri. Memaafkan bukan berarti menyukai orang yang telah bersalah. Memaafkan bukan berarti mengijinkan kembali kesalahan untuk terjadi. Maka maafkanlah mereka dengan tulus, dan rasakan sekarang leganya diri Adik. Bahkan setiap tarikan nafas membuat Adik merasa semakin bahagia, sehat serta cerdas. Jika mengerti, setuju dan percaya dengan apa yang Om katakan, coba gerakkan telunjuk tangan kananmu lagi”


Telunjuknya bergerak

Apakah ini artinya Adik mau berangkat ke sekolah lagi?”

Telunjuknya bergerak.

Sebenarnya kasus selesai di sini. Namun karena saya ingat bahwa terapis terbaik adalah orang terdekat, maka saya meminta sang Bunda untuk memberikan sugesti positif kepada putranya, sehingga di kemudian hari dia akan lebih mudah untuk mengatur putranya tersebut.

Pembelajaran besar yang saya dapatkan dalam menangani kasus anak autis ini adalah, ternyata ketika sudah masuk dalam kondisi trance, seorang anak autis bisa diajak berkomunikasi seperti layaknya anak normal, meski hanya dengan bahasa isyarat (IMR).

Silakan tebar jika dirasa tulisan ini bermanfaat…

Jika Anda tertarik untuk memelajari keilmuan hypnosis, silakan klik link di bawah ini : http://bit.ly/DAFTAR-FTHIY-BGR

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach

Monday, August 12, 2019

Mengatasi Kesurupan dengan Aman dan Damai

Indonesia merupakan bangsa kaya budaya termasuk budaya kesurupan, bahkan di daerah daerah tertentu  fenomena kesurupan justru disengajakan, dan menjadi tontonan menarik seperti reog, kuda lumping, debus dan tari kecak.
Setiap kita memiliki potensi untuk kesurupan karena memang bawah sadar kita dalam collective unconciousness berisi mitos mitos seperti memedi pocong, wewe gombel, jin penunggu rumah, jin penunggu sungai, dan banyak lagi, bahkan penunggu laut selatan.

Mitos inilah yang turun menurun dari jaman dulu terus hingga sekarang. Ditambah lagi pengalaman masa kecil yang sering ditakut takuti dengan berbagai macam hantu dan segala varian nya, yang kemudian tersimpan dalam personal unconciousness sehingga kedua kenyataan itu klop membentuk suatu sistem keyakinan dan kepercayaan yang setiap saat bisa muncul bila ada pemicunya (precipitating event).

Dalam kasus kesurupan masal yang menjadi precipitating event adalah teman yang sudah kesurupan, dalam istilah hipnotisme teman yang sudah kesurupan menginduksi bawah sadar teman lainnya sehingga seperti penyakit menular yang bila tidak diisolasi akan mewabah ke kawan yang lain.

Seringkali orang yang kesurupan memiliki kekuatan yang melebihi kemampuan biasanya, dalam beberapa kasus kesurupan dia bisa berteriak teriak hingga berjam jam, atau bisa melemparkan beberapa orang yang sedang memeganginya. Ada lagi kesurupan mampu berbicara seperti bukan dia yang bicara, dalam keadaan seperti ini seseorang yang kesurupan sedang memasuki alam bawah sadarnya tepatnya di alam ketidaksadaran kolektif dimana menurut freud ketidaksadaran tersebut mengandung kekuatan jiwa (psyche) sehingga dia memiliki kekuatan yang melebihi seperti biasanya

Mengapa orang bisa masuk kedalam alam bawah sadarnya (atau kesurupan)? Sebab utamanya adalah melemahnya tingkat kesadaran (faktor kritis) seperti orang yang memasuki kondisi tidur (sensasi awal mirip orang mengantuk)
***

Psikologi memberikan penjelasan mengenai fenomena kesurupan sebagai berikut :

1. Keadaan disosiasi, saat seseorang seakan terpisah dari dirinya;
2. Hysteria , saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya ,
3. Split personality , saat pada diri seseorang tampil beragam perilaku yang dimunculkan oleh “pribadi” yang berbeda.

Saya akan menggarisbawahi penjelasan nomor 3. Dalam psikoanalisa,  Freud menyatakan bahwa tingkat kesadaran manusia terbagi 3, yaitu Id, Ego dan Superego.

-Id adalah komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Contoh kebutuhan makan dan minum dipengaruhi oleh Id.

-Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani  realitas. Menurut Freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata.

-Superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat

Lebih mudahnya kita pahami seperti ini. Kita ignore dulu Id.  Dalam diri kita ada 2 entitas yang memengaruhi perilaku kita. Saya (ego) yang banyak dipengaruhi oleh pikiran kritis. Dan AKU (Superego) yang lebih kontemplatif dan banyak dipengaruhi oleh perasaan. Porsi dominansi aku lebih besar dari saya dengan prosentase 88:12.

Dengan kekuatan dominan 88% maka kapanpun dibentrokkan selalu yang keluar sebagai pemenang adalah si AKU. Kenapa demikian? Ya karena tugas si AKU memang untuk melindungi seluruh tubuh dan pikiran kita. Menjaga agar keseluruhan sistem tubuh dan pikiran kita berada dalam keadaan paling nyaman.
***

Kembali ke kasus kesurupan di tanah air. Biasanya orang kesurupan ketika mereka berada dalam tekanan (stress).  Kesurupan juga cenderung terjadi pada perempuan dan biasanya massal. Apa alasannya?

1. Dalam kondisi tertekan maka untuk membuat kondisi diri lebih nyaman si AKU biasanya akan mengambil alih kendali diri. Dengan preferensi masa lalu yang mungkin lebih menyenangkan  (minimal menurut si AKU) maka AKU kemudian muncul ke permukaan.

2. Perempuan cenderung lebih feeling, maka superego (aku) nya akan lebih dominan

3. Kesurupan memang cenderung menular. Karena pemicunya justru orang di sekitar yang sudah kesurupan duluan

Maka kasus kesurupan biasanya terjadi pada siswi ketika mendekati ujian. Atau karyawati pabrik ketika musim pesanan produksi melejit tinggi. Kondisi di atas tentunya penuh dengan tekanan. Bagaimana kalau nilai ujian nanti jelek? Tentu kena marah mama. Atau, bagaimana kalau target produksi tak terkejar? Tentu kena semprot manajer.

Nah, dalam kondisi tertekan inilah secara otomatis si AKU akan menyetabilkan kondisi tubuh agar terhindar dari ketaknyamanan (kemarahan mama atau semprotan manajer).  Maka muncullah AKU dengan tingkah anehnya seperti  menangis bombay, teriak tak berkesudahan dll. Gunanya untuk apa? Agar mama jadi kasihan dengan anak kesayangannya sehingga tak jadi marah meski nilai ujian anaknya jelek. Demikian juga manajer tak marah meski produksi tak sesuai target. Nyamanlah jadinya (menurut si AKU)
***

Berikut beberapa tips menangani kasus kesurupan
1. Isolasi sesegera mungkin orang yang kesurupan agar tak memengaruhi orang lain
2. Tenangkan suasana, karena kesurupan cenderung membuat suasana menjadi gaduh, ketakutan, dan crowded atau ramai.
3. Tenangkan orang yang mengalami kesurupan dengan membiarkannya, jangan dipaksa atau dipegang apalagi diteriaki terlebih di pukul pukul (kecuali kondisinya sudah membahayakan dirinya atau orang lain)
4. Karena penngendali setiap kita adalah diri kita sendiri maka katakan bahwa dia adalah pengendali dirinya sendiri. Dan minta dia untuk mengendalikan dirinya. Katakan dengan tegas namun tidak membentak. Kalau perlu sambil usap wajahnya.
5. Kalau hal ini belum berhasil juga maka gunakan senjata pamungkas ini. Katakan dengan keras agar orang yang kesurupan mendengarnya.

'Baiklah. Karena diri orang ini dimasuki oleh jin maka saya akan berikan makanan kesukaan jin yaitu kotoran. Tolong segera carikan saya kotoran ayam sesendok saja. Saya akan berikan makanan ini agar jinnya senang dan mau diajak kerja sama! Tolong pegangi dia dan buka mulutnya! '

Tunggu beberapa waktu, daaan sim salabim, orang itu akan tersadar dengan sendirinya bahkan sebelum kita kasih kotoran tadi. Kenapa bisa begitu?

Ingat bahwa AKU akan selalu menyetabilkan kondisi pikiran dan tubuh dengan preferensinya sendiri. Maka ketika dia mendengar bahwa dirinya akan dikasih makan kotoran, dia segera mengembalikan kendali kepada saya. Kenapa? Ya supaya kotoran tidak jadi dimasukkan ke mulutnya. Siapa sih orang yang mau dikasih makan kotoran?

Sederhana saja khan? Bahkan kalau orang terdekat menghalangi kita untuk memberikan kotoran, silakan gunakan hadits berikut yang menguatkan bahwa makanan bangsa jin adalah tulang dan kotoran.

"Tulang dan kotoran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”. (HR. Bukhari no. 3860)

Ternyata pemahaman hipnosis punya manfaat banyak dalam kehidupan sehari-hari kita ya?
Selamat mencoba.

Tabik
- haridewa -
Professional Hypnotherapist,
Happiness Life Coach

Wednesday, May 08, 2019

NEW BEHAVIOR GENERATOR


Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu melalui dua proses penciptaan. Mental Creation dan physical creation. Proses pertama yang terjadi di pikiran kita memiliki peran yang sangat penting dalam memudahkah kita mewujudkan proses selanjutnya. Mari kita perhatikan lebih jauh bagaimana seorang arsitek tentu membuat sketsa sebelum membangun sebuah rumah, seorang sutradara akan membuat atau menyuruh orang lain menulis skenario sebelum membesut sebuah film. Bahkan dalam keseharian kita, meski cuma sesaat kreasi mental akan selalu mendahului kreasi fisik. Contoh ketika kita ingin makan sesuatu, tentu sudah terbayang makanan apa yang ingin kita nikmati. Begitu pula ketika kita mengendarai mobil atau motor. Di kepala kita tentu terbayang rute mana yang akan kita tempuh. 



Kita mengenal kreasi mental ini sebagai imajinasi. Meski banyak orang yang sudah mengakui kehebatan sebuah imajinasi dalam mendukung kesuksesan, namun masih saja ada orang yang menafikannya.  Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.

Agar Anda lebih mudah memahami kekuatan imajinasi, berikut ada dua kisah nyata yang mewakilinya.

Pertama, kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang gemar main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.

Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.

Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.

Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Luar biasanya saat dia mulai bermain golf kembali untuk pertama kalinya. Ternyata Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih.

Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi itu.
***

Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.

Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America! Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya, Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua kali kalah di Florida.

Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.

Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”

Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu,…dalam pikiran saya.”
***
Salah satu teknik berbasis mental creation yang dikembangkan NLP adalah  New Behavior Generator. Teknik membentuk perilaku baru merupakan salah satu teknik yang memanipulasi sub modalitas untuk menciptakan perilaku baru yang diinginkan. Ini adalah teknik NLP yang menggunakan citra mental atau latihan untuk mendapatkan hasil jangka panjang.

Tujuan dari teknik ini adalah memungkinkan diri Anda untuk membentuk ‘PERILAKU BARU’ dengan menerapkannya dalam pikiran (mind) sehingga mengaktifkan semua sumber daya yang Anda miliki di system saraf (neurological resources).
Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu. Kita tidak harus belajar semuanya dari awal. Sesuai dengan bunyi sebuah presuposisi bahwa semua manusia telah memiliki sumber daya untuk sukses. Yang perlu dilakukan hanyalah mengakses, memperkuat dan mengurutkannya. Kita telah memiliki banyak referensi dan perilaku bawah sadar mengenai sebuah keterampilan, baik itu berasal dari diri kita maupun dari orang lain di sekitar kita. Kita hanya perlu  mengatur dan mengurutkan agar bisa menjadi keterampilan baru. Ketrampilan kita. Orang belajar melalui observasi, praktek dan perbaikan. Kita bisa menciptakan strategi untuk mencapai hal-hal baru. Teknik ini akan mengadopsi pemahaman eye accessing cue yang akan mengakses semua sumber daya Anda pada tataran neurological resources

New Behavior Generator ini didasarkan pada sistim keyakinan yang kita miliki:
  • Orang belajar perilaku baru dengan menciptakan peta mental baru dalam otak mereka.
  • Semakin lengkap Anda membuat peta mental Anda, semakin besar kemungkinan Anda akan mendapatkan perilaku baru yang Anda inginkan.
  • Fokus pada tujuan Anda (WFO) adalah cara tercepat untuk mencapai perilaku baru.
  • Setiap orang memiliki sumber daya mental yang mereka butuhkan untuk mencapai perilaku baru.
  • Sukses adalah fungsi dari mengakses dan mengatur sumberdaya yang sudah ada



 Sebelum Anda membantu klien ada baiknya Anda memulai  langkah berikut:
  1. Bangunlah rapport dan lakukan kalibrasi dengan baik.
  2. Nyatakan intensi atau tujuan Anda kepada klien bahwa Anda ingin membantunya.
  3. Mintalah kesediaan klien untuk dibantu dan bangun keyakinan klien serta dapatkan kepercayaan dari klien bahwa Anda akan berhasil bila klien juga bisa diajak bekerja sama dengan baik.
  4. Mintalah klien untuk menyatakan WFO atau keinginan dengan jelas untuk menghindari kesalahpahaman atau salah langkah dalam proses kerja sama tersebut.
  5. Buatlah WFO Anda sendiri yang inline dengan WFO klien
  6. Tanyakanlah manfaat apa yang akan diperoleh bila klien mencapai apa yang diinginkannya itu? Siapa saja yang akan memeroleh keuntungan tersebut?

Berikut adalah enam langkah dasar cara melakukan Strategi Pembentukan Perilaku Baru. Silakan gunakan alat bantu berupa pinsil atau pulpen, dan minta mata klien untuk mengikuti arah dari pinsil yang Anda gerakkan nanti:
1.  Arahkan mata klien ke kanan bawah (dari sudut pandang Anda sebagai terapis) dan tanyakan, “Jika Anda sudah mencapai WFO Anda nanti, seperti apakah diri Anda nanti?” Langkah pertama ini merupakan pemaparan keinginan klien sesuai dengan self talk mereka (Auditory Digital)

2.  Arahkan mata klien ke kiri atas dan tanyakan, “Coba sekarang lihat, dengar dan rasakan diri Anda di masa yang akan datang dimana diri Anda sudah memiliki perilaku baru tersebut” Pandu klien untuk menggunakan semua inderanya, sehingga mereka bisa menjawab, “Aku melihat…., aku mendengar….., aku merasa……” Langkah kedua ini merupakan sebuah imajinasi masa depan (Visual Construction)

3.   Arahkan mata klien ke kanan atas, dan minta klien untuk mengingat sebuah peristiwa dimana mereka pernah mengalami minimal sensasi yang sama dengan WFO yang sedang direncanakan. Untuk lebih memudahkan langkah ini, Anda bisa membantu dengan menanyakan:
a.  “Coba ingat sebuah kesuksesan yang pernah Anda capai yang menggunakan perilaku yang mirip dengan perilaku baru yang sedang Anda proses ini?”
b.    “Coba ingat sebuah keberhasilan kecil saja yang pernah Anda capai menggunakan perilaku yang sedang Anda proses ini?”
c.    “Coba ingat seorang tokoh yang sangat ahli dengan perilaku ini, dan Anda bisa mulai memodelnya”
Langkah ketiga ini merupakan sebuah pengaksesan sumber daya (Visual Remembered)

4.    Arahkan mata klien ke kiri atas lagi, dan tanyakan, “Dengan semua sumber daya yang sudah Anda miliki tadi, bagaimana sekiranya diri Anda nanti?”

5.  Arahkan mata klien ke kiri bawah, dan minta klien merasakan bahwa perilaku yang mereka inginkan memang sekarang sudah menjadi satu dengan diri mereka. Goal sudah tercapai. Dan tanyakan perasaan mereka, “Apa yang Anda rasakan sekarang? Senangkah Anda melakukan perilaku tersebut ?” Langkah ini juga sekaligus untuk melakukan kalibrasi apakah proses yang dijalankan sudah sesuai dengan harapan klien. (Kinaesthetic)

6.  Arahkan mata klien ke kanan bawah lagi, dan minta mereka membandingkan kesuksesan ini dengan kesuksesan lain yang pernah dicapai di masa silam, dan apakah sama perasaannya. Jika perasaannya tidak sama maka minta klien untuk menambahkan detail dari WFO mereka, sehingga diharapkan pada proses pembentukan perilaku baru nantinya, perasaan yang dicapai juga sesuai dengan yang diharapkan. Langkah ini kembali memandu klien untuk melakukan self-talk (Auditory Digital)
Seperti yang telah saya sampaikan pada awal tulisan ini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu melalui dua proses penciptaan, mental creation dan physical creation. Maka jika Anda ingin perilaku baru tadi benar-benar terwujud, Anda mesti memiliki komitmen yang kuat serta selalu melatih diri menuju WFO Anda tadi. Maka berikut tambahan langkah yang mesti dilakukan:
1.       Future Pacing dan tes.
Lakukan tes di kehidupan nyata, cari situasi yang cocok untuk melakukan perilaku baru tersebut dan rasakan serta nikmati.
2.      Ucapkan syukur di dalam hati dan nikmati lagi perasaannya.
Anda bisa mengulangi proses ini berkali-kali sampai fisik Anda bekerja sama untuk mewujudkan perilaku baru Anda tadi.

Selamat mencoba

Thursday, April 11, 2019

Five Days Becoming NNLP Trainer Batch#2


Alhamdulillah wa syukurillah,  kelar juga program akbar tahunan Cafe Therapy dengan melahirkan 14 Certified Neo NLP baru.

Trainer is a leader, maka stamina mereka mesti kuat dan handal sehingga perlu sebuah kawah Candradimuka untuk menggodognya. Selama 5 hari, peserta digembleng dari jam 6 pagi sampai 10 malam, namun luar biasanya hal ini tidak membuat peserta kelelahan tapi malah tertantang setiap harinya. 

Setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah bagi peserta pria muslim, kami langsung meregangkan fisik dengan serangkaian senam sederhana seperti brain gym, poco-poco, sajojo, maumere serta Javanese Taichi.

Secara bergantian peserta mesti memimpin senam ini, karena hal ini akan bermanfaat ketika mereka sudah membuka kelas sendiri nantinya sebagai salah satu icebreaker keren.
Peserta batch kali ini beruntung karena mendapatkan bonus teknik taichi dari salah satu peserta yang rupanya merupakan bos dari Taman Air Spa Bali, yaitu mbak Debra. Maka saya akan menamakan teknik ini Water Castle Taichi. (Saya akan mengulas teknik taichi ini dalam tulisan tersendiri)
***

Setelah istirahat sesaat, jam 9 sesi classroom dimulai dengan melakukan review materi sebelumnya. Cara review yang kami lakukan tidaklah seperti kelas pada umumnya dimana trainer akan mengulang poin-poin penting materi hari sebelumnya. Justru para peserta yang akan mengungkapkan hal paling menarik yang mereka dapatkan kepada kawan semeja mereka.

Setelah itu masing-masing meja mesti mengirimkan wakil untuk mempresentasikan hal menarik mejanya di depan kelas. Cara ini menantang semua peserta untuk belajar menjadi trainer dari hari pertama mereka belajar.

Jika dihitung menggunakan jam belajar regular, maka sebenarnya bootcamp ini setara dengan 10 hari pelatihan, dimana setiap hari para peserta selain diberikan bekal teori juga mesti melakukan role play, serta mengerjakan borang (paperwork) baik berupa ‘daily test’, WFO Form, Ecological Form, dll.

Setiap malam, sesi classroom diakhiri dengan gimmick yang akan membuat para peserta ingin segera kembali ke ruang kelas keesokan harinya.

Malam pertama kami sajikan ‘ring and chain magic trick’ yang merepresentasikan salah satu presuposisi, yaitu jika seseorang mampu melakukan sebuah keahlian, maka orang lain juga mampu melakukannya, asalkan mau mempelajari caranya. 

Meski hanya menggunakan alat sederhana berupa kalung dan gelang, namun para peserta sangat antusias untuk memodel 7 style permainan sulap yang diperagakan oleh Pak Kono dan Pak Joko ini.

Malam kedua, semua peserta diminta mentransfer mental block-nya ke dalam sebuah pinsil untuk kemudian mematahkan pinsil tersebut. Meski pada awalnya beberapa peserta wanita merasa ngeri, namun begitu berhasil mematahkan sebuah pinsil dan mereka merasakan plongnya perasaan mereka, beberapa emak-emak ini malah minta beberapa pinsil lagi untuk dipatahkan.

Malam ketiga, kami melakukan eksperimen telepati sederhana setelah mendemokan teknik mirroring yang sangat ajaib. Dua orang peserta diminta untuk maju ke depan kelas, dimana salah satu akan memirror dan peserta satunya akan dimirror. Setelah tujuh kali gerakannya dimirror, peserta ini diminta untuk menebak sebuah angka yang ditulis oleh peserta yang memirror. Dan luarbiasanya dua kali kesempatan menebak angka, keduanya dilakukan dengan tepat.

Malam ke empat, saya berikan tantangan kepada para peserta untuk menghantamkan bola pijar (bohlam bening) pada sebuah keramik. Saya memberikan prolog dengan pengandaian bahwa bohlam ini adalah sumber daya dan keramik merupakan hambatan. Sumberdaya yang terlihat ringkih tadi mesti dihantamkan pada hambatan yang kokoh.
Premis awal, semua peserta kompak menyatakan bahwa bohlam-lah yang akan pecah. Sumber daya yang terlalu kecil pasti akan hancur berkeping-keping menghadapi hambatan yang besar dan kuat.

Sebelum tantangan dimulai, saya kembali mengulas framework NLP Change Model. Saya tekankan lagi bahwa framework ini bisa terbentuk ketika kita memulainya dengan meletakkan titik goal kita (desired state) dan juga menentukan titik start (current situation), sehingga terbentanglah sebuah roadmap di antara start dan goal tadi.
Dalam perjalanan menuju goal, selalu kita akan didampingi oleh sumberdaya baik internal maupun eksternal, namun juga selalu dibayangi oleh hambatan (internal dan eksternal juga)

Sumberdaya adalah segala aspek yang mendekatkan kita pada titik goal. Dan hambatan adalah segala aspek yang mendekatkan kita pada titik start. (Jangan Anda pikir hambatan adalah segala aspek yang menjauhkan dari titik goal. Karena secara sadar tidak ada orang yang menjauh dari goalnya. Namun alangkah banyaknya orang yang terjebak di zona nyaman, sehingga enggan berjauhan dengan titik start. Itulah senyatanya hambatan!)
Ketika berfokus pada sumberdaya dalam mencapai goal (outcome thinking), kita mesti peka (sensory acuity), serta senantiasa menjalin hubungan (building rapport) dengan semua pihak terkait, juga fleksibel dalam berperilaku.

Dan ketika usai prolog saya, peserta mulai mencoba menghantamkan bohlam tadi pada keramik. Kami sudah menyiapkan sebuah kardus untuk menjaga jika bohlam pecah maka belingnya terlokalisir dengan aman di dalam kardus. Bergantian peserta mencoba peruntungan mereka. Ada yang langsung memukulkan, ada yang gagal, ada yang berhasil. Ada yang menjatuhkan dan juga gagal. Namun mereka mulai takjub dengan kekuatan bohlan ketika pada kesempatan pertama mereka, bohlam yang terlihat ringkih tersebut tidak pecah.

Maka pada kesempatan berikutnya, peserta mulai melakukan modifikasi. Ada yang meletakkan penyangga pada sudut keramik, sehingga terdapat ruang di bawahnya. Masuk akal. Ada yang mengambil kursi dan menjatuhkan dari ketinggian yang menurut mereka cukup untuk memberikan daya dorong pada bohlam tersebut.
Dan satu persatu peserta yang premis awalnya adalah memecahkan bohlam, mulai bisa yakin bahwa keramik mereka yang pecah, setelah melalui beberapa percobaan.
Setelah para peserta puas dengan tantangan mereka, kami berdiskusi untuk membahas fenomena ini.

Dan kesimpulannya adalah:
1. Ini bukan magis tapi logis
2. Jangan suka meremehkan sumberdaya meski sekecil apapun
3. Fleksibilitas membantu kita menguatkan sumberdaya dalam rangka mencapai goal
***
Bootcamp ini menggabungkan 3 kelas regular, yaitu NNLP Practitioner, Master Practitioner dan diakhiri  dengan materi NNLP trainer, yang membuat si genius dan si rajin harus sering dipanggil untuk dapat menyerap semua materi dalam waktu singkat.
Peserta bootcamp kali ini berasal dari berbagai macam profesi dan lokasi.  Peserta paling jauh terbang dari ternate, yaitu bu Ernie Arifin, seorang widya iswara yang selalu antusias mengikuti sesi demi sesi.  

Ada juga ASN dari kemenkumham yang baru mendapatkan sertifikasi profesi advokat dari peradi yaitu bu Hj. Sri Sulistijaningsih. Meski usianya tidak lagi muda, namun Bu Sulis (begitu beliau biasa dipanggil) merupakan peserta paling aktif selama pembelajaran lima hari itu.  Saya merasa sanga tersanjung karena salah satu peserta bootcamp yang datang dari Semarang merupakan seorang Psikolog yang juga Dosen di UIN Walisongo Semarang. Dengan gayanya yang sangat kalem, Bu Fitriyati Sjirozi  bisa melengkapi informasi yang saya butuhkan jika berhubungan dengan keilmuan psikologi.  Ada bu Evi Sofiyah, seorang Dosen yang haus ilmu sehingga rela melakukan reseat lagi demi mengejar ketuntasan pemahaman NLP-nya, lalu ada mbak Asturida Dewi Astika Asturida, seorang akuntan dengan kekuatan thinkingnya, yang terbang dari Bali demi memuaskan rasa  penasarannya akan manfaat belajar NLP. Syukurlah di hari terakhir dia akhirnya menemukan jawabannya. Semoga dia juga segera menemukan jodohnya, hehehe.
Bootcamp kali ini juga menjadi ramai berkat kehadiran seorang course-holic, yang juga seorang praktisi energy-healer, Mbak Debra Maria Rumpesak yang bermurah hati berbagi serta memimpin senam taichi setiap pagi dan sekaligus membuka aura energy para peserta.   

Ada sosok emak tangguh yang haus ilmu berasal dari negeri jiran yang tinggal di Bekasi yaitu Mba Sarinah Jameaan, yang kami panggil Kak Ros kerana logat bicaranya mengingatkan kita pada kakak sulung Ipin dan Upin. Meski masih merasakan jetlag dan sempat mengalami demam sepulang umroh, namun Kak Ros tetap berjuang untuk mengikuti semua sesi dan mengerjakan semua tugas yang ada.
Dan hadir juga sahabat lama serta saudari saya, seorang yang selalu mengabdi untuk penyembuhan anak-anak trauma sex abuse dan sebagai owner Lintas Organizer serta pemilik yayasan Bushido.  yaitu Mbak Adriana Eko Susanthy.
Ada seorang magician yang punya toko alat sulap online juga paling rajin mengikuti materi dan tepat waktu dalam mengumpulkan tugas harian juga hadir full dalam acara ini yaitu Mas Bernartdous Sugiharto

Lalu ada Kang Riswan Ekananta  seorang spesialist cleaning service dari zero to hero, yang berhati sangat mulia karena bersedia menjemput Bu Erni dari Bandara dan mengantar sampai Hotel. Betul-betul walk the talk sebagai seorang Service Excellent Practitioner.
Ada mas ''oji' Fauzi Yusdi seorang praktisi HR yang dikirim oleh organisasinya agar banyak belajar mengenai NLP, sehingga bisa ditularkan kepada kawan se-organisasinya.   Peserta berikut merupakan peserta yang pertama kali mendaftarkan diri pada bootcamp kali ini. Seorang yang juga sangat hobby mencari ilmu melalui kursus-kursus singkat demi melengkapi pemahaman retorika bisnis English Centernya, dia adalah Bro Thomas Pakaya, yang akrab dipanggil Uncle Tom.

Peserta satu ini merupakan seorang Internal Trainer dari ATC (Air Training Center) milik Lion Air yang akrab disapa Captain Yadhee Muhammad Sutiyadi. Adapun CAPTAIN sendiri rupanya akronim merupakan kredo hidupnya, yaitu Communicator, Arranger, Professional, Trainer, Assessor, Ideator, Networker
Peserta terakhir adalah ibu dari anak-anak saya, Elita Taurisiawati yang selama ini tidak terlalu tertarik dengan dunia training apalagi NLP, sampai dia diminta untuk menjadi Trainer untuk ibu-ibu PKK oleh istri Walikota Bogor.

Mereka semua adalah manusia-manusia pembelajar yang sangat hebat, disiplin, kompeten serta siap mengabdikan diri mereka demi perkembangan diri serta orang di sekitar mereka.
Terimakasih untuk kebersamaan kita selama 5 hari kemarin, in sya Allah dengan niat mulia ingin mengembangkan orang di sekitar kita mencapai kebahagiaan mereka, kita akan dimnudahkan dalam mencapai kebahagiaan kita juga.
Terima kasih juga untuk kawan seperjuangan saya Mas Kono dan Pak Joko yang senantiasa ceria dalam segala suasana. Terimakasih juga untuk Master Hypno Massage Therapist yang membantu melemaskan otot saya dan peserta lain. Terimakasih juga untuk Certified Trainer batch 1, Mas
Adun Muhar yang telah meluangkan waktunya untuk reseat sekaligus memimpin sesi review pagi hari 4-5.

Agar selalu ingat proses melakukan therapy/coaching, di bawah ini saya tuliskan lagi langkahnya:
1. Building Rapport (kepada diri sendiri, klien, dan lingkungan sekitar)
2. Menanyakan kesediaan klien untuk dibantu (menanyakan kesediaan diri untuk melakukan sebuah tindakan)
3. Membuat WFO (diri sendiri dan klien)

Akhirul kalam, selamat mengaplikasikan keahlian yang telah dipelajari selama 5 hari kemarin. 

Siapa kita?

eN eL Pe TRAINER!

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Certified Master Trainer
#salambahagia
#semangatpagi
#becomingnlptrainer
#cafetherapy

Artikel Unggulan

TERAPI ANTI NGOMPOL

Cafe Therapy, 3 November 2019 Saya ingin menceritakan pengalaman melakukan terapi kepada keponakan kawan kantor dulu ketika masih bekerja ...