POSTINGAN POPULER

Thursday, December 06, 2018

KAPOK ROKOK JILID 2

Tadi malam selesai dari acara ngobrol bareng beberapa hipnoterapis Jabodetabek, saya pulang naik commuter line disambung gocar dari stasiun ke rumah. Saya memilih gocar, selain karena sudah lewat tengah malam juga karena rintik hujan masih membasahi sepanjang jalan menuju ke rumah. Dan saya tidak heran ketika sang driver, sebut saja Kang Nas, bertanya apa pekerjaan saya, menilik baju yang saya kenakan. Kali ini saya hanya memakai celana pendek, t shirt hitam dan blangkon hitam berkuncir.

"Dari kerja atau main nih Pak?", Kang Nas mencoba mencairkan suasana malam itu.
"Main sambil kerja", jawab saya sekenanya
"Maksudnya Pak?"
"Ya kerja saya memang main"
"Dapat duit Pak?"
"Alhamdulillah, selama ini saya tidak pernah kekurangan duit Kang"
"Lha emang apa kerjaannya Pak?"
"Saya seorang terapis Kang"
"Ooo pantes, nyantai banget ya Pak? Apa saja yang bisa diterapi Pak?"
"Macem-macem Kang. Mulai dari kecanduan rokok, fobia, insomnia, sampai gay juga pernah saya terapi"
"Bisa bantu berhenti merokok Pak? Eh, saya pingin dong"
"Serius?"
"Iya Pak. Dari dulu saya ingin berhenti merokok, tapi sulit banget. Saya sering kepikiran sendiri, ngapain sih duit kok dibakar-bakar. Mending untuk beli susu atau beras"
"Baik Kang Nas, Anda sudah punya modal yang lumayan kuat untuk berhenti merokok. Kalau boleh tahu apa niat baik Anda merokok?"
"Untuk pergaulan sih Pak"
"Betul, untuk pergaulan. Pertanyaan saya kenapa merokok yang dijadikan sarana pergaulan tadi? Kenapa tidak gigit daun, atau ngisepin batu gitu?"

Sejenak Kang Nas termangu. Dia tidak paham maksud pertanyaan saya.
“Baik Kang Nas, pertanyaannya saya ganti. Makanan apa yang paling Anda suka?”
“Ikan asin”
“Kenapa?”
“Ya suka aja”
“Kalau disuruh memilih dengan telur dadar, Anda memilih apa?”
“Tetep ikan asin Pak”
“Kenapa?”
“Ya karena enakan ikan asin”
“Tepat sekali Kang Nas, Anda memilih sesuatu karena merasa sesuatu itu enak. Jadi balik pada pertanyaan pertama tadi. Kenapa Anda merokok?”
“Hehehe, ya karena enak”
“Nah, ituh. Jadi menurut Anda bagaimana caranya agar seorang perokok berhenti menghisap rokoknya?”
“Ngg, rokoknya dibikin gak enak?”
“Nah itu tahu”
“Emang bisa ya Pak?”
“Mau bukti?”
“Mau deh Pak”
“Baik, kita punya waktu sekitar 10 menit dari sini ke rumah saya. Sekarang mana rokoknya?”

***

Sejurus kemudian Kang Nas mengambil rokok dari laci mobilnya. Sebungkus rokok filter yang sepertinya baru saja dibeli. Saya minta dia membaui rokok tersebut, kemudian saya bertanya,
“Bagaimana baunya?”
“Ya harumlah Pak. Seperti normalnya rokok”
“Boleh saya pinjam rokoknya?”
Kemudian dia mengangsurkan rokok tadi ke tangan saya. 

“Nah, sekarang coba cari satu benda yang bagi Anda baunya luar biasa busuk”
“Bangkai tikus Pak”
“Coba sembari nyetir, Anda munculkan gambar tikus mati di benak Anda, dan anehnya bersamaan dengan munculnya gambar tikus mati tadi, baunya yang sangat menyengatpun langsung menusuk hidung Anda”,
sambil memberikan bantuan sugesti tadi, saya menekan pundak kiri Kang Nas.

“Hoeeksss,...!”, kurang dari satu menit saya lakukan induksi, Kang Nas meminggirkan mobilnya, membuka pintu dan muntah-muntah. 
”Sabar Kang, ini belum mulai kok. Silakan atur nafas Anda”
Dan ketika dia sudah bisa mengendalikan dirinya, saya dekatkan rokok ke hidungnya, sambil menekan pundak kirinya sekali lagi, “Nah, sekarang coba cium aroma rokok ini, anehnya baunya sangat busuk seperti bangkai tikus”
“Hoooeeekkkssss!! Ampun Pak!”, kembali dia menepikan mobilnya dan muntah lebih parah dari sebelumnya.
“Enak gak Kang rokok ini sekarang?”
“Ampun Pak, bau banget”
“Kalau semua merk rokok, baik yang ini ataupun yang ada di luaran sana berbau busuk seperti ini, apakah Anda akan terus merokok?”
“Tentu tidak Pak. Saya memilih berhenti merokok sekarang juga. Pak Hari, kalau boleh tahu tadi itu pakai jampe-jampe ya, kok cepet banget rokok ini bisa bau busuk begini?”
“Kalau pakai jampe-jampe, kira-kira kalau dilawan pakai Ayat Kursi bakal menang mana Kang Nas?”
“Ya pastinya Ayat Kursilah”
“Kita buktikan yuk”
“Gak usah Pak, saya percaya ini bukan jampe-jampe. Karena setahu saya kalaupun pakai jampe-jampe efeknya juga tidak akan secepat ini”

Singkat cerita, sisa waktu sebanyak 5 menit saya gunakan untuk menetralisir bau busuk, dan mengunci keinginan Kang Nas untuk berhenti merokok. Sesampainya di rumah, Kang Nas mengucapkan terimakasih berkali-kali karena telah membantunya lepas dari candu nikotin, dan satu hal yang tak saya duga ketika saya mengajak jabat tangan, dia malah mencium tangan saya. “Terima kasih Pak Hari, Bapak sudah membebaskan saya dari ketergantungan rokok yang sudah bertahun-tahun membelenggu saya. Nomor telponnya saya save ya Pak”
Hehehe, ini adalah driver gocar ketiga yang berhenti merokok dalam dua bulan terakhir ini.
***

Sidang Pembaca yang Berbahagia, jika Anda pembelajar atau minimal pemerhati hipnosis atau NLP (Neuro Linguistic Programming) tentu Anda tidak asing dengan teknik yang saya gunakan untuk mengintervensi bau rokok tersebut. Ya, Anda benar, tekniknya adalah collapsing anchor. Anchor yang terprogram dalam pikiran manusia secara sengaja atau tidak ternyata masih dapat dihilangkan dengan salah satu teknik dalam anchor yang bernama Collapsing Anchor tadi. Secara singkat, prinsip penggunaan teknik ini adalah dengan membuat sebuah anchor (kinestetik, yaitu tekanan di pundak kiri, ketika klien diminta membayangkan bau tikus mati). Jadi setelah anchor ini terpasang, maka kapanpun pundak kiri klien ditekan, secara otomatis bau busuk akan muncul dengan sendirinya. Proses peng-collaps-an terjadi ketika saya sodorkan bungkus rokok (yang seharusnya harum menurut persepsi klien), dan dalam waktu bersamaan sata tekan pundak kiri, maka pikiran bawah sadar manusia yang sangat cerdas itu langsung memberi makna bahwa bau busuk tersebut keluar dari rokok yang saya sodorkan. Gampang bukan?
***

Nah,  sekarang saya akan jawab pertanyaan Kang Nas, yang mungkin juga menjadi pertanyaan Anda, “Kok cepet banget?”
  1. Baju yang saya kenakan malam itu sudah merupakan sebuah ‘framing’, atau ‘pacing’ yang sangat kuat. Ditambah aroma melati yang selalu saya pakai. 
  2. Waktu tengah malam juga menambah kuat pacing saya. Anda bayangkan, tengah malam mendapat penumpang seperti saya, dengan aroma melati, sudah dipastikan kalau bukan hantu, maka ini ‘bukan’ orang yang sembarangan 
  3. Awalnya bisa jadi Kang Nas merasa takut, namun ketika tahu bahwa saya adalah manusia dan bukan hantu, rasa takutnya bergeser menjadi TRUST. Ketika orang sudah trust kepada kita, maka akan mudah bagi kita nge-lead mereka.
  4. Retorika pertanyaan di awal sudah lumayan membombardir pikirannya sehingga concious mindnya overloaded.
  5. Lepas dari semua itu, keinginan kuat Kang Nas untuk berhenti merokok sehingga dia bisa menggunakan uang rokok untuk membeli susu atau beras merupakan modal utama dari sesi singkat tadi malam.
  6. Tanpa perlu mengikuti pelatihan hipnosispun, selama Anda bisa mengikuti langkah-langkah dan tips yang saya berikan dalam tulisan ini, Anda akan mampu membantu orang terdekat Anda untuk berhenti merokok.
  7. Kalau Anda masih bingung, ya mending ikuti saja pelatihan Fundamental Hipnosis yang akan saya lakukan di Medan, pada tanggal 16 Desember 2018

Sila tebar jika manfaat

Tabik

-haridewa-
Happiness Life Coach
www.thecafetherapy.com

No comments:

Artikel Unggulan

PBS & SATPAM

Tahukah Kawan, bahwa ternyata otak manusia memerlukan energi yang sangat besar ketika beroperasi (berpikir). Ketika kita memikirkan sebuah ...