POSTINGAN POPULER

Friday, October 26, 2018

NLP CHANGE MODEL


Beberapa hari yang lalu saya melakukan perjalanan dari Kelapa Gading menuju Jagakarsa menggunakan taksi online. Salah satu alasan kenapa saya lebih memilih taksi online dibandingkan taksi konvensional, selain harga, adalah keramahan driver serta wawasan mereka. Biasanya mereka adalah orang-orang yang 'well educated' sehingga nyambung ketika diajak ngobrol.

Rupanya melihat penampilan saya yang memang tidak seperti orang kebanyakan (jas batik, topi fedora, rambut gondrong) drivernya kepo, apa pekerjaan saya.

Saya ceritakan saja sekilas, bahwa saya adalah seorang terapis, lebih tepatnya hipnoterapis. Dan bisa diduga ketika saya menyebutkan kata hipnotis, orang akan selalu menanyakan apakah acara Uya Kuya itu benar? Apakah hipnosis bisa untuk membongkar aib dll.

"Itu tidak benar Mas. Itu hanya tontonan rekayasa kuya belaka. Karena, meski dalam kondisi hipnosa, seseorang tetap tidak akan melakukan sebuah hal yang berada di luar keyakinannya (belief/value)", jelas saya sesingkat mungkin (mata sudah tinggal 5 watt)
"Lha kalau begitu, apa manfaat hipnosis Pak?", driver itu masih belum puas

Mendengar pertanyaan sensitif ini tetiba saja kantuk saya lenyap, mata 5 watt saya langsung berpendar menjadi 100 watt, "Buanyak Mas. Bisa untuk terapeutik (penyembuhan) atau non terapeutik (motivational). Tentunya ada beberapa kaidah yang perlu diikuti"
"Kalau memotivasi anak yang malas belajar bisa gak Pak?", rupanya driver ini memiliki seorang putra berusia 10 tahun yang menurutnya sangat malas kalau disuruh belajar.

"Baik Mas Driver, sebelum saya jawab pertanyaan Anda, ijinkan saya mengajukan sebuah pertanyaan dulu. Kenapa Anda mau mengantar saya?"
"Ya karena ini adalah tugas saya", jawabnya agak bingung
"Ya betul mengantar penumpang adalah tugas Anda sebagai seorang driver. Tapi bukan itu inti pertanyaan saya. Kenapa Anda bersedia mengantar saya?"
"Nggg, saya paham maksud Bapak. Karena saya dibayar?"
"Bayaran hanya sebuah konsekuensi logis dari sebuah pelayanan Mas. Saya ganti pertanyaannya, apa hal yang membuat Anda bisa mengantar saya?"
"Karena saya punya mobil?"
"Nyaris. Mobilnya diapain?"
"Dikendarailah!"
"Betul. Kemana?"
"Oh iya. Saya sudah nangkep maksud Bapak. Saya bisa mengantar Bapak karena ada sebuah tujuan", akhirnya driver tadi mengerti arah pertanyaan saya

"Seratus untuk Anda Mas Driver. Dan jangan lupa, setelah saya menentukan 'destination' tadi, saya juga menentukan 'pick up location' khan? Nah, dalam keilmuan NLP (Neuro Linguistic Programming) yang saya pelajari, ada sebuah pemahaman yang disebut NLP Change Model dimana pick up location tadi disebut sebagai titik NOW (current situation) sementara destination merupakan titik GOAL (desired situation). Sebuah perubahan dianggap terjadi ketika sudah terjadi pergerakan dari titik now menuju titik goal.

Sepanjang proses pergerakan menuju titik goal tadi, kita pasti akan selalu dipengaruhi oleh dua faktor:
1. Sumber Daya (Faktor pendukung)
2. Hambatan (Faktor pengganggu)

Mobil, BBM, e-toll card, keahlian Anda mengemudi dll merupakan faktor pendukung baik internal maupun eksternal. Sementara kemacetan jalan, kerusakan mesin, cuaca dll merupakan faktor pengganggu yang bisa menghambat tercapainya tujuan kita. Menurut Anda, sebaiknya kita lewat mana Mas Driver?"

"Kalau biasanya saya lewat Cawang, terus Kramatjati dst, tapi sebentar Pak, saya lihat GPS dulu. Menurut GPS, jalur yang biasa saya lewati itu dalam keadaan macet parah Pak, jadi saran saya kita lewat tol dalam kota saja. Bagaimana?"

"Baik, saya setuju saja Mas Driver. Dan tahukah Anda, bahwa kejelian Anda menakar  rute yang lancar atau macet itu disebut 'kepekaan inderawi' (sensory awareness/acuity). Sementara keputusan mengubah rute ini dalam pemahaman NLP tadi disebut dengan 'fleksibilitas'."

Driver tadi manggut-manggut tanda mengerti, namun sejurus kemudian dia mengajukan sebuah pertanyaan lagi, "Apa beda fleksibel dengan plin plan Pak?"
"Kita mengubah rute tadi dalam rangka apa Mas Driver?"
"Mencapai tujuan Pak"
"Exactly. Itulah bedanya. Orang disebut fleksible adalah orang yang sanggup mengubah rute kehidupannya demi mencapai goalnya. Bedanya ada pada GOAL. Sementara orang plin plan itu gak punya goal. Dia berubah-ubah terus karena bingung. Sekarang gantian saya yang nanya lagi. Kenapa tadi Anda melihat GPS, sebelum berangkat"
"Agar tahu Rute mana yang paling cocok dan cepat dalam perjalanan kita menuju Jagakarsa"
"Bagus. Nah, dalam pemahaman NLP tadi, hal ini disebut 'menjalin kedekatan' (dengan tujuan) atau Building Rapport. Menjalin kedekatan juga perlu dilakukan kepada diri sendiri (Menguatkan niat) dan kepada pihak lain yang bakal mendukung tercapainya tujuan kita tadi. Satu pertanyaan lagi Mas Driver. Meskipun dibayar, seandainya saya minta Anda untuk melintas daerah banjir, apakah Anda bersedia?"
"Oo tentu tidak Pak!"
"Kenapa? Khan kita sudah punya tujuan. Anda menjalankan tugas Anda, dan dibayar!"
"Karena saya bisa rugi Pak. Mobil saya bisa rusak kalau nekat menembus banjir"
"Nah, ini yang disebut mempertimbangkan 'faktor ekologis' atau keselarasan (Ecologically Sound). Meski tujuan bisa dicapai, ketika ada kerusakan bawaan (collateral damage), akan lebih baik kalau kita mencari alternatif lain (kembali bersikap fleksibel)"

"Nah, Anda sudah tahu apa yang mesti dilakukan kepada Putra Anda Mas Driver?"
"Tahu Pak", jawabnya mantab, "Saya akan tanyakan apa cita-citanya (goal), saya akan ajarkan dia cara menguatkan faktor pendukung dan mengurangi faktor penghambatnya. Saya akan dampingi dan dukung dia akan semakin dekat dengan cita-citanya serta menjaga agar lingkungannya senantiasa selaras"
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, tanpa terasa saya sudah menjelaskan hal paling prinsip dalam pemahaman NLP kepada driver taksi online tadi, yaitu 4 pilarnya yang berupa:
1. Outcome Thinking (Goal)
2. Sensory Acuity
3. Building Rapport &
4. Flexibility
Bahkan dengan bonus ecologically sounds sebagai faktor penyelaras.

Nah, kalau driver online saja menjadi paham cara mengubah diri dan putranya, saya yakin Anda juga pasti sudah 'ngeh' apa yang mesti dilakukan untuk membuat hidup Anda lebih BERDAYA lagi.

Kalau Anda ingin lebih paham lagi mengenai NLP,  join saja di NNLP Comprehensive Bootcamp tgl 16-20 November 2018

Selama 5 hari kita akan menginap di Hotel New Cipayung Asri Puncak dan saya akan sharing mengenai teori, sejarah, teknik NLP sehingga Anda akan memiliki attitude seorang NLP-ers sejati. Bukan sekedar menjadi NLP Practitioner, selama 5 hari 4 malam, Anda akan digembleng untuk menjadi seorang NNLP Trainer yang handal.

Malam harinya kita akan langsung mempraktekkan keilmuan yang kita pelajari  untuk membantu karyawan hotel dan masyarakat sekitar mendapatkan ultimate goal mereka. Menarik bukan?
***

Investasi:
Berapa investasi yang perlu Anda keluarkan untuk program yang luar biasa ini?
- Investasi Normal: Rp 10 juta,
- Early bird bulan October: Rp 9 juta
- Early bird 15-30 Sep: Rp 8 juta
- Super Earlybird (bayar lunas) 1-14 Sep: Rp 7 juta saja
***

Fasilitas:
- Kamar ber AC 2 sharing
- 13x meal, 10x Coffee Break,
- Tshirt NLP,
- Buku NLP,
- Sertifikat Nasional Trainer NLP
- Free Coaching
***

Manfaat:
- Menguasai komunikasi hipnotik
- Menguasai teknik coaching praktis
- Langsung bisa membuka kelas sertifikasi nasional NLP dengan mendapatkan keuntungan minimal Rp 1 juta/peserta

Tunggu apalagi, segera hubungi nomor kontak di bawah ini, karena seat yang tersedia hanya untuk 12 peserta saja (dan tersisa tinggal 4 seat saja)

- Mas Joko: +62817878337
- Mas Kono: +6287872152653

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer
www.thecafetherapy.com

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...