POSTINGAN POPULER

Saturday, September 29, 2018

ANCHOR PUTIH

Cerita ini sederhana sahaja, terjadi sekitar 9 atau 10 tahun silam. Saat itu saya masih bekerja di sebuah perusahaan farmasi dan berkantor di bilangan Pulogadung. Di kantor ini setiap hari disediakan makan siang berjamaah di ruang kantin yang didesain layaknya resto kekinian.

Beberapa set meja dengan empat kursi empuknya, AC sentral yang sangat dingin, plus seperangkat karaoke system juga tersedia di kantin tersebut. Yang menarik adalah seluruh hidangan yang terdiri dari nasi, dua lauk, buah serta sayur,  telah tersusun rapi dalam satu nampan stainless steel, sehingga para karyawan tinggal memilih kombinasi lauk mana yang paling cocok untuk dirinya.

Biasanya kami akan menikmati hidangan siang sambil bercanda, berdiskusi atau sekedar saling curcol. Suatu hari saya makan satu meja dengan seorang kawan perempuan yang dikenal sangat mudah terpengaruh jika mendengar sebuah cerita yang menjijikkan. Sebut saja namanya Mawar. Hanya mendengar kata 'ingus' disebut ketika makan, dia bisa langsung mual, bahkan tak jarang muntah. Apalagi jika yang disebutkan lebih parah dari itu, semisal 'feses', atau 'nanah'. Gegara hal inilah maka seringkali Mawar menjadi ajang 'food bullying' (hehehe ini hanya istilah saya sendiri ya). Ketika jam makan siang, ada saja yang sengaja nyamperin dia atau sekedar lewat sambil menyebutkan satu item yang menjijikkan.

Hari itu saya sengaja makan semeja dengan Mawar, bersama dua kawan lain. Saya bersebelahan dengan satu kawan cowok, Mawar bersebelahan dengan satu kawan cewek. Dan memang siang itu saya berniat iseng, hehehe.

Sembari makan, saya seolah bercerita kepada kawan yang duduk di sebelah saya mengenai kebiasaan bule mengkonsumsi keju dan es krim ternyata memengaruhi pencernaan mereka. Meski tidak saya tujukan kepada Mawar, namun saya yakin dia juga ikut mendengar cerita saya. Sampai di sini Mawar masih belum terpengaruh. Dan ketika saya berkata, "Tahu gak Bro, karena kebiasaannya tadi, feses mereka itu berwarna putih lho!" dengan suara agak dikeraskan dengan tujuan serangan food bullying kali ini tepat sasaran kepada Mawar yang sangat sugestif tadi. "Hoooeks, apaan sih Pak HD ini, lagi makan kok ngomong begituan" semprotnya sambil kabur ke toilet perempuan dan tak berani kembali ke meja kami. Xixixi kami tertawa geli melihatnya kalang kabut berlari ke toilet.
***

Gegara insiden siang itu, Mawar jadi kapok makan semeja dengan saya. Kebetulan memang saya ada tugas keluar kota, sehingga selama seminggu sesudah kejadian itu dia bisa merasa aman.

Ketika sudah berada di kantor lagi, suatu hari saya lewat di meja tempat Mawar sedang asyik makan bersama 3 orang kawan ceweknya. Dia tidak menyadari kehadiran saya, sehingga tetap asyik menyantap hidangan makan siangnya. Sambil melewatinya saya berkata agak keras, "Putih!"

Tahukah kawan, apa yang terjadi?

"Hoooeks, iih pak HD, apaan sih ngomong jorok begitu!", semprot Mawar, terlambat menyadari kehadiran saya, sambil kalang kabut berlari ke toilet perempuan. Xixixi, saya tertawa geli, sementara ketiga kawan Mawar kebingungan.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, mungkin ada di antara Anda yang juga kebingungan, seperti halnya ketiga kawan Mawar di atas. Bagaimana mungkin sebuah kata 'putih' bisa memicu seseorang menjadi mual atau muntah. Dalam dunia psikologi atau hipnosis atau NLP (Neuro Linguistic Programming) fenomena ini disebut sebagai ANCHOR (lebih tepatnya Auditory Anchor)

Pada saat ini sangat banyak definisi tentang Anchor yang dibuat oleh para ahli NLP.  Namun salah satu yang paling sederhana, tetapi sudah sangat mencukupi adalah:

“Any stimulus that is associated with a specific response”,

yang dapat diartikan secara bebas sebagai :

“Setiap stimulus yang akan memicu suatu reaksi spesifik tertentu.”
***

Penelitian tentang fenomena Anchor pertama kali dilakukan oleh Ivan Pavlov, seorang Psikolog berkebangsaan Rusia, peraih hadiah Nobel.

Pavlov melakukan percobaan dengan memberikan makan seekor anjing pada jam tertentu, dan didahului dengan membunyikan bel. Setelah hal ini dilakukan berulang-ulang, maka saat berikutnya saat bel dibunyikan, maka segera anjing bereaksi mengeluarkan air liur. Dalam hal ini bel merupakan Anchor yang akan memicu sang Anjing untuk secara tidak sadar mengeluarkan air liurnya, dan proses Anchor yang terbentuk karena pengkondisian yang berulang-ulang.

Dalam kasus Mawar yang sangat sugestif itu, pengkondisian awal terjadi beberapa hari sebelumnya ketika saya bercerita mengenai kebiasaan bule makan keju dan es krim, sehingga fesesnya berwarna putih. Maka dalam benak Mawar sudah tercipta sebuah pola:

Keju-> feses -> putih

Sehingga meskipun waktu sudah berlalu, namun ketika frasa 'putih' disebutkan, pikiran Mawar langsung mengacu pada kata feses, dan itu sangat menjijikkan.

Di keilmuan hypnosis dikenal istilah 'Post Hypnotic Suggestion' atau sugesti yang tetap akan bekerja walaupun suyet telah berada pada kondisi pasca hypnosis (emerging). Dari penjelasan di atas, dapat dipahami dengan mudah bahwa 'Post Hypnotic Suggestion' merupakan salah satu bentuk rekayasa Anchor, hanya saja dilakukan dalam kondisi hypnosis.

Terbentuknya suatu anchor dikarenakan suatu pengkondisian tertentu, baik pengkondisian secara cepat, maupun secara perlahan-lahan atau berulang karena kebiasaan. Oleh karena itu secara umum anchor tidak saja dapat dibentuk dalam kondisi hypnosis semata, melainkan juga melalui proses normal yang berulang.

Sebuah proses hipnosis akan dengan mudah terjadi ketika otoritas pelaku hipnosisnya sangat dominan. Misal orang tua kepada anak, bos kepada bawahan, guru kepada murid, penguasa kepada rakyat dll.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, bisa Anda bayangkan bahayanya proses anchor yang tak sengaja tercipta ketika ada orang tua yang berkata negatif kepada anaknya. Semisal mengatakan anaknya malas, bodoh, nakal, monyet, setan dlsb, yang tentunya akan berimbas pada perilaku sang anak di masa depan, meski waktu sudah berlalu.

Saya pernah menangani klien seorang laki-laki pengusaha yang mengaku selalu gagal ketika memulai bisnis kulinernya. Semua daya upaya telah dia lakukan, bahkan berbagai pelatihan wirausaha kuliner juga telah dia ikuti, namun tetap saja usaha kulinernya tidak pernah berkembang, kalau tidak mau dikatakan bangkrut.

Menggunakan teknik 'past life age regression', akhirnya saya berhasil menemukan akar masalahnya. Ternyata ketika kanak-kanak, pengusaha ini suka bermain ‘pasaran’ (bermain masak-masakan) bersama kakak-kakak perempuannya. Suatu hari ketika sedang asyik bermain pasaran, ayahnya pulang dan ketika melihat anak laki-lakinya ‘pasaran’, sang ayah langsung murka.

Sambil melempar semua peralatan mainnya, sang ayah berteriak, "Le (singkatan dari Tole, panggilan kesayangan anak lelaki di Jawa) pasaran itu permainan anak perempuan. Kamu lelaki, mestinya bermain perang-perangan atau mobil-mobilan!"
Dan masih banyak kata kasar yang keluar dari mulut sang ayah saat itu, yang tak pantas untuk ditulis di sini.

Kawan pengusaha (yang masih kecil) ini sangat ketakutan, dan hanya bisa menangis untuk kemudian lari menghambur ke pelukan ibunya. Tanpa disadari rupanya kata-kata sang ayah telah menjadi anchor dalam pikiran pengusaha tadi, bahwa laki-laki tidak boleh main masak-masakan (yang oleh bawah sadarnya menjadi belief bahwa dirinya tidak boleh berbisnis kuliner).

Setelah diterapi akar masalahnya tadi dengan menghadirkan (introject) figur ayahnya lagi (karena ayahnya sudah meninggal dunia) yang kemudian secara imajiner mengatakan bahwa anaknya boleh bermain pasaran dlsb, maka anehnya beberapa bulan kemudian pengusaha tadi menceritakan bahwa usaha kulinernya pelahan namun pasti sudah mengalami peningkatan.
***

Maka Kawan, jika Anda adalah seorang atasan, orang tua, pejabat atau apapun posisi Anda yang memiliki otoritas besar, berhati-hatilah dalam menyusun kata, menyampaikan makna.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”

Hadist di atas menunjukan bahwa Rasullullah menganjurkan kita selalu berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk yang lain. Hal ini menjadi indikator bagaimana menjadi manusia seutuhnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfataannya pada yang lain. Adakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya.

Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang berbuat. Seperti kita memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga sebaliknya.

Maka Kawan, marilah kita hanya menyusun kata, menyampaikan makna yang berkualitas. Yang akan menghantarkan orang di sekitar kita menuju pada pemberdayaan diri mereka. Kenapa kita perlu berlaku seperti itu? Ya karena ketika kita memberdayakan orang lain sebenarnya kita justru akan makin BERDAYA.

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

Thursday, September 06, 2018

ENTER

Sudah hampir 2 tahun ini masyarakat Purwakarta dan sekitarnya dimanjakan oleh pertunjukan airmancur menari yang dihelat setiap malam minggu di Taman Sri Baduga.
Dulu, tempat ini adalah sebuah situ yang bernama Situ Buleud yang merupakan danau tempat berkubangnya para badak. Kini, satu-satunya badak yang tersisa adalah patung badak putih di depan Taman Sri Baduga. Danaunya sekarang sudah dibersihkan dan dipercantik.

Kursi tribun berkapasitas 5.000 orang disusun bertingkat mengelilingi danau seluas 4 hektare tersebut. Mirip amphiteater, tapi panggungnya danau. Di tengah danau, terdapat patung Sri Baduga yang dikelilingi empat ekor macan.

Ada dua set air mancur di sisi kiri dan kanan patung. Keduanya menari seirama dengan musik yang diputar. Laser warna-warni yang ditembakkan ke arah air membuat pertunjukan tersebut semakin hidup. Di tengah pertunjukan, sisi tribun juga menembakkan air mancur, yang terkadang mengenai wajah dan tubuh para penonton. Gerak air mancurnya pun jauh dari kata monoton. Terkadang meliuk, lurus sampai 5 meter ke atas, dan sesekali diselingi semburan api.

Selama dua puluh menit pertunjukan airmancur, lagu yang diputarpun berganti-ganti, ada musik klasik, pop tanah air, dan pastinya lagu Sunda dengan instrumen angklung. Di pertunjukan tersebut, akan selalu terdengar lagu Kalau Bulan Bisa Ngomong yang dilantunkan Doel Sumbang dan Nini Carlina yang pernah populer tahun 2000-an. Sangat sunda pisan, euy!
***

Kita tinggalkan sejenak cerita mengenai Taman Sri Baduga dan airmancur menarinya tersebut. Meski ajang bergengsi Asian Games telah usai,  saya ajak Anda mengingat gegap gempitanya event menyambut Asian Games, tahun lalu. Di pelataran Monas saat itu dipertunjukkan atraksi laser yang sangat luar biasa juga konstelasi dari ribuan drone yang mampu membentuk pelbagai figur di udara dengan menakjubkan.

Tentu semua penonton berdecak kagum pada konfigurasi laser serta drone yang sangat sempurna itu. Tugu monas bisa seolah berubah bentuk atau warna dalam waktu sekejap. Permainan laser ini betul-betul memanipulasi penglihatan para penontonnya. Belum lagi bentuk-bentuk unik seperti Garuda Pancasila, logo Asian Games dan beberapa figur futuristik lain yang terbentuk dari susunan pesawat kecil tanpa awak tersebut. Alangkah sempurnanya penerbangan tersebut.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, meskipun Anda belum pernah melihat airmancur menari di Taman Sri Baduga, atau tidak sempat melihat aksi laser serta drone di Monas tahun lalu itu, tentu Anda setuju dengan saya bahwa keparipurnaan konstelasi airmancur, laser serta drone itu diatur oleh satu program komputer yang sangat canggih. Tidak mungkin kesempurnaan itu dilakukan secara manual. Tentunya sebelum acara berlangsung, para programer pertunjukan tersebut telah bekerja keras  menyusun kodifikasi susunan perintah komputer yang memungkinkan terselenggaranya tontonan yang menakjubkan tersebut. Ketika semua kodifikasi telah sempurna dan mengikuti semua kaidah bahasa komputernya, maka sebagai pamungkas, mereka akan menekan tombol ENTER.

Meskipun seluruh proses pemrograman telah selesai, namun ketika tombol enter tidak ditekan, maka tidak akan terjadi prosesi pertunjukan tersebut. Atau sebaliknya, meskipun tombol enter ditekan, namun ketika ada salah satu algoritma (kaidah) pemrograman yang tidak sesuai, maka pertunjukan juga bakal urung terlaksana.

Bagi yang paham teknik pemrograman komputer, ada tiga hal yang tak boleh terlupa ketika membuat sebuah program komputer, yaitu: variabel, konstanta dan tipe data. Bahasa pemrograman apapun dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks, mengharuskan programer untuk mengerti ketiga hal tersebut.

'Tipe Data' adalah adalah jenis data yang dapat diolah oleh komputer untuk memenuhi kebutuhan dalam pemrograman komputer.

'Konstanta' adalah variabel yang nilai datanya bersifat tetap dan tidak bisa diubah.

'Variabel' adalah tempat dimana kita dapat mengisi atau mengosongkan nilainya dan memanggil kembali apabila dibutuhkan.

Secara umum ada aturan yang berlaku untuk hampir semua bahasa pemrograman.

Aturan-aturan tersebut adalah:

Ø Nama variabel harus diawali dengan huruf.

Ø Tidak boleh menggunakan spasi pada satu nama variabel. Spasi bisa diganti dengan karakter underscore (_).

Ø Nama variabel tidak boleh mengandung karakter-karakter khusus, seperti : .,+, -, *, /, <, >, &, (, ) dan lain-lain.

Ø Nama variabel tidak boleh menggunakan kata-kata kunci di bahasa Pemrograman.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, tentunya kita juga sadar bahwa alam semesta ini tersusun atas beragam konstelasi, dari susunan bintang dan planet yang serba macro, hingga aturan atom serta gen yang sangat micro. Matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Angin laut bertiup dari darat ke laut di malam hari, sementara angin darat bertiup sebaliknya dan di waktu sebaliknya pula. Alam semesta ini memiliki jam tersendiri untuk beroperasi.

Dan tahukah Anda jika semua sel yang ada di dalam tubuh juga mempunyai jam dan jadwalnya sendiri-sendiri untuk melakukan tugasnya masing-masing? Jam tubuh alami ini disebut dengan ritme sirkadian. Ritme sirkadian mengatur waktu tubuh kapan harus makan, tidur, bangun, atau melakukan berbagai fungsi lainnya. Sehingga, jika Anda memiliki waktu 24 jam dalam sehari, maka tubuh akan mengatur dan menentukan secara otomatis waktu makan dan kegiatan lainnya.

Nah, bercermin pada airmancur menari dan konstelasi drone di atas, sebagai manusia bodoh, saya kok berpendapat bahwa Allah Sang Pencipta Alam Semesta ini jugalah merupakan Sang Maha Programer dengan Maha Komputer yang tentunya juga Maha Canggih.

Secanggih apapun komputer itu pastinya juga memiliki algoritma pemrograman sehingga alam semesta macro dan micro tadi bisa berjalan dengan sempurna. Jika ada algoritma, tentunya Allah juga telah menyediakan buku petunjuk algoritma tadi, yaitu Al Quran. Maka ayat yang pertama diturunkanpun adalah Iqro, atau bacalah! 

Sebagai seorang muslim, saya sangat meyakini bahwa buku algoritma alam semesta ini adalah Al Quran, dan sebagai penjelasnya adalah Hadits Nabi Muhammad SAW. Dan dalam pencarian jati diri ketika memahami aplikasi Quranic serta Hadits dalam mencapai goal baik duniawi maupun surgawi, saya bertemu dengan sebuah ilmu pemberdayaan diri yang menurut saya sangat Quranic sekali. Ilmu tadi bernama NLP (Neuro Linguistic Programming).

NLP adalah sebuah pendekatan  komunikasi, pengembangan pribadi, dan psikoterapi  yang diciptakan oleh Richard Bandler  dan John Grinder di California, USA pada tahun 1970-an. Penciptanya mengklaim adanya hubungan antara proses syaraf (neuro), bahasa (linguistic) dan pola perilaku yang dipelajari melalui pengalaman (programming) dan bahwa hal tersebut dapat diubah untuk mencapai  tujuan tertentu dalam kehidupan.

Cara mencapai tujuan dalam NLP dikenal sebagai WFO (Well Formed Outcome), yang memiliki 8 kaidah (algoritma), yaitu:

1. WFO perlu disusun dengan kalimat yang berstruktur grammar positif, alias absen dari kata ‘tidak’ dan ‘jangan’.

2. WFO perlu bisa dimengerti oleh indera, makin banyak indera bisa mengerti seperti apa WFO  yang diharapkan, maka makin mudah pikiran untuk mendapatkannya. Jadi WFO minimal bisa dihayati 3 dari 5 indera: secara Penglihatan, Pendengaran, Perabaan/Perasaan, dan lebih baik lagi Penciuman atau Pencecapan. Dengan membuat WFO dimengerti indera, maka pikiran menjadi mengerti, apakah sudah tercapai, atau belum WFO itu?

3. WFO perlu disusun dengan spesifik, bila perlu gunakan standard 5W,  1H.

4. Sesuai konteks

5. Pastikan WFO tadi berada dalam kendali kita

6. Kita memiliki sumberdaya untuk mencapainya

7. WFO perlu ekologis, alias tidak melawan sistem keseimbangan internal diri sendiri dan terhadap kehidupan sekitarnya.

8. Tentukan langkah awal. WFO yang bisa diinisiasi (diawali) dan dijaga oleh pemiliknya, akan lebih mudah didapatkan, dari pada WFO yang (tercapai atau tidaknya) sangat digantungkan dari pihak luar.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia,  jika kita cermati sebenarnya WFO merupakan sebuah rangkaian kata yang berupa doa. Dengan retorika  pemikiran di atas dan dari pengalaman pribadi, saya menjadi paham bahwa ketika sebuah doa disusun dengan algoritma  alam semesta  maka sebagai Maha Programmer,  Allah akan segera menekan tombol ENTER,  yang artinya doa kita diijabah olehNya.

Bagaimana jika kita melewatkan salah satu algoritma  di atas, apa yang akan terjadi. Menurut  Anda tombol apa yang akan ditekan?  Jika Anda berpikir bahwa tombol yang akan ditekan adalah 'delete', 'back space',  'ins',  atau yang lain, berarti Anda belum  benar-benar mengenal  Sang Maha Programmer. Bukankah Dia pernah berjanji bahwa semua doa kita akan dikabulkan? 

Ketahuilah saudaraku,  ketika salah satu algoritma kehidupan ini belum terpenuhi maka bukan ENTER yang akan ditekan, bukan juga del, atau back space melainkan ENTAR! 
***

Sidang Pembaca yang berbahagia,  merupakan hak Andalah untuk  memilih mendapatkan ENTER atau ENTAR!

Namun jika Anda memilih mendapatkan  ENTER maka masih ada kesempatan bagi Anda untuk segera mempelajari kaidah WFO dalam Workshop NNLP :
- Tgl 26-27 Oktober 2018 di Palembang
- Tgl 16-20 November 2018 di  Bogor.

Yuk segera enter jadwal Anda pada workshop ini, jangan entar-entar mulu

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...