POSTINGAN POPULER

Monday, June 04, 2018

FRAME

"Pa, ini ada springbed lagi discount 70%, dari 3 jutaan menjadi 1 jutaan. Murah ya Pa. Beliin dong untuk hadiah ultah", demikian anak kedua saya membujuk,  dalam acara grand opening sebuah retail raksasa di Bogor kemarin. Lepas dari iming-iming discount besar ini, karena saya memang sudah berjanji untuk menebus waktu saya karena berada di luar kota ketika dia ulang tahun, maka saya mengabulkan permintaannya.

Selain iming-iming discount dalam event khusus semacam ini, tentu Anda juga familiar dengan bunyi promosi sbb:
  • “Kalau Anda harus membeli alat ini di toko maka Anda harus membayar 1 juta rupiah, tetapi hari ini saya akan tawarkan barang yang sama hanya dengan harga 500 ribu karena Anda tidak harus membayar pajak toko”
  • "Harganya memang beda hampir 1 juta, tetapi TV merek ini memiliki 2  keunggulan daripada TV merek satunya, ukurannya lebih besar 5 inch dan resolusi lebih tajam 10 kali lipat”
  • "Investasi untuk pelatihan sejenis di Jakarta adalah Rp 6 juta, kali ini Anda hanya perlu membayar Rp 4 juta. Jika Anda transfer sekarang bahkan cukup membayar Rp 3 juta saja. Menarik bukan?"

***
Saya yakin menghadapi promosi-promosi seperti contoh di atas, sebagian besar dari Anda akan menyerah dan mengikuti perintah terselubung (covert suggestion/embedded commands) dari promosi tadi alias MEMBELI.
Fenomena ini telah dipelajari oleh dua jenius pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming), yaitu Richard Bandler dan John Grinder untuk kemudian dikenali dengan nama Contrast Frame. 

Contrast frame adalah cara Anda  mengemas kalimat Anda dengan membawa ide atau gagasan ke dalam bentuk perbandingan keuntungan dan kerugian agar orang lain bisa lebih memahami dan fokus pada ide atau gagasan Anda tersebut. Dan secara bawah sadar semua orang mengharapkan keuntungan serta menghindarkan kerugian (meski masih dalam tataran konsep), sehingga saat itu faktor kritis manusia akan memutuskan untuk mengambil pilihan yang paling menguntungkan. Terkadang dengan menambahkan 'time pressure', seperti pada penawaran grand opening atau early bird, maka teknik ini menjadi semakin ampuh untuk 'memaksa' orang lain membeli produk kita. 

Contoh lain dari Contrast frame yang bisa Anda gunakan untuk melakukan persuasi, misalkan:
  • “Makanlah yang baik dan dihabiskan, jangan dibiarkan tersisa karena masih banyak orang yang tidak bisa makan dan hidup lebih susah dari kita.”
  • "Sudah terbukti bahwa olah raga teratur itu akan membuat badan kita sehat dan menghindarkan kita dari segala jenis penyakit"

Orang akan selalu berpikir bila harus dihadapkan pada keuntungan dan kerugian bukan? Nah, inilah maksud dari Contrast Frame yang bisa Anda gunakan untuk melakukan persuasi dalam segala lini kehidupan Anda.
*** 

Selain contrast frame, NLP juga menawarkan beberapa frame lain seperti:
  • Outcome Frame
Outcome frame adalah cara Anda mengemas kalimat atau pesan sedemikian rupa agar teman bicara Anda lebih fokus kepada hasil yang  Anda inginkan.
Contoh:


“Baik teman-teman sekalian, tujuan pertemuan kita kali ini adalah mendiskusikan 'penyebab utama turunnya penjualan perusahaan,' harap semua bisa memberikan penilaian dengan baik yang didukung oleh data bukan sekedar penilaian subjektif semata”

Dengan pesan yang dibingkai seperti diatas, pimpinan rapat sebenarnya telah mempersuasi para anggota rapat untuk mau memberikan penilaian berdasarkan data-data yang akurat tidak sekedar hanya saling mencari kesalahan orang lain.
***
  • Agreement Frame
Agreement frame, adalah cara Anda membawa orang lain untuk menyetujui sesuatu yang telah diketahui dan disepakati bersama.
Contoh:

  • “Seperti yang kita pahami bersama bahwa kesehatan adalah kekayaan paling berharga, maka….”
  • "Tentunya Dokter sependapat dengan saya bahwa untuk mengatasi demam pada anak dibutuhkan preparat antipiretik yang aman, enak rasanya serta terjangkau harganya?"

Agreement frame akan membawa orang lain untuk sepakat terhadap sesuatu hal sebelum Anda memasuki isu utama (Negosiasi,  Selling, dsb)  yang ingin Anda sampaikan.
*** 

  • As if Frame
As if Frame adalah cara Anda  melakukan persuasi orang lain dengan mengajaknya untuk membayangkan atau mengalaminya secara langsung. Menggunakan as is frame akan membawa orang lain merasakan pain atau gain ketika berada dalam situasi yang Anda alami.
Contoh:

  • “Andaikan Anda memiliki perusahaan sebesar ini, apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan penjualan?”
  • “Bila Ayah atau Ibu Anda hadir disini, apa yang akan dia katakan bila melihat Anda seperti ini…?”

Orang tentu akan berpikir dua kali bila mereka Anda ajak untuk membayangkan atau mengalami sebuah situasi secara langsung bukan?
*** 

Secara lebih sederhananya Frame adakah kerangka berfikir seseorang. Bahwa apa yang terjadi di hadapan kita pada dasarnya tidak memiliki makna apapun sampai kita memberi bingkai pada peristiwa tadi. Nyatanya NLP telah mengajarkan kita justru untuk mengajukan pertanyaan atau penyataan guna memunculkan frame tadi. Tujuan utama dari penggunaan frame sebenarnya adalah perubahan sudut pandang seseorang secara bawah sadar.

Dengan berubahnya sudut pandang seseorang atau terjadinya perluasan pemikiran maka setidaknya hal ini akan sangat membantu seseorang dalam membentuk perilaku baru. Hal ini sebetulnya cukup membuktikan sekaligus sangat terkait erat dengan suatu pola atau program dalam diri seseorang dimana suatu perilaku akan ditentukan oleh cara berpikirnya, dan cara berpikir seseorang sangat dipengaruhi oleh bentuk komunikasi yang dilakukannya.

Inilah salah satu manfaat yang dapat diperoleh seseorang ketika ingin memutuskan untuk belajar NLP dimana kemampuan komunikasinya akan semakin terasah dengan senantiasa melatih berbicara baik dalam konteks perorangan (one on one) maupun dalam kelompok sebagai pembicara.

Gimana, masih males belajar NLP?

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

No comments:

Artikel Unggulan

ENTER

Sudah hampir 2 tahun ini masyarakat Purwakarta dan sekitarnya dimanjakan oleh pertunjukan airmancur menari yang dihelat setiap malam minggu ...