NaZaMWZcMGZ8LGZ7MGxaNGtaLDcsynIkynwbzD1c

Sub-Modality Mapping Across, Sebuah Teknik Ampuh Mengatasi Ejakulasi Dini

BLANTERLANDINGv101
3034015059065731839

Sub-Modality Mapping Across, Sebuah Teknik Ampuh Mengatasi Ejakulasi Dini

22/04/18


Seorang istri pulang dari kantor dan mengabarkan pada suaminya kalau penyakit migrain menahunnya sudah sembuh total. Rupanya dia pergi mengunjungi seorang hipnoterapis. Dia diajarkan untuk melakukan belief change technique dengan cara berdiri menghadap cermin, lalu menatap matanya sambil mengulangi kata-kata “Saya tidak punya migrain, saya tidak punya migrain, saya tidak punya migrain”.
Hasilnya?
Luar biasa, migrainnya lenyap dalam sekejap!

“Wah…hebat banget Ma!”, kata suaminya. Si istri lalu berkata, “Pa, Papa kan tahu sendiri, akhir-akhir ini Papa sudah nggak bergairah dan loyo di ranjang. Gimana kalau Papa juga mengunjungi hipnoterapis itu?"

Si suami setuju, lalu pergilah dia menuju tempat praktek hipnoterapis itu. Begitu sampai di rumah segera dia melucuti pakaiannya, menggendong istrinya dan membawanya ke kamar.
Diletakkannya si istri -yang masih bingung dengan apa yang sedang terjadi-   di ranjang dan berkata, “Jangan kemana-mana, Papa segera kembali”.

Dia pergi ke kamar mandi, kembali beberapa menit kemudian, melompat ke atas ranjang dan pasutri itupun segera terlibat dalam percintaan yang sangat membara, yang belum pernah dirasakan sang istri sebelumnya. “Wah…Papa luar biasa!”

“Eit! Itu belum seberapa. Jangan kemana-mana, Papa segera kembali”. Sekali lagi sang suami masuk kamar mandi, kembali ke ranjang dan memulai ronde ke 2 yang bahkan lebih hot lagi.

Ronde ke 3 lagi-lagi si suami berkata, “Papa segera kembali” Kali ini, sambil memuji “kehebatan” sang suami, si istri diam-diam mengikutinya ke kamar mandi dan di sana dia melihat suaminya berdiri di depan cermin sambil berkata:


“Dia bukan istriku…..! Dia bukan istriku…..! Dia Sekretarisku…..!"
Bhuahahahahaha....  

***

Sidang pembaca yang berbahagia, sudah ah tertawanya. Awas istri Anda nanti curiga lho, hehehe.

NLP (Neuro Linguistic Programming) mengenalkan satu konsep cara kerja pikiran manusia yang disebut  Human Model of the World (HMoW), yang menguraikan bahwa sumber dari sebuah belief adalah kondisi pikiran-perasaan atau state of mind.

Sebuah informasi yang masuk melalui kelima indera kita tidak begitu saja disimpan, namun di-filter dulu oleh pengalaman masa lalu sehingga sebenarnya sebuah belief merupakan sebuah 'persepsi' saja adanya. Maka kunci dari Human Model of the World,  ada pada pengelolaan 'persepsi' atau lebih dikenal sebagai Internal Representative tadi.

Submodality
Ada 5 indera (atau dalam NLP lebih dikenal sebagai Representational System) yang kita miliki. Yakni  visual (penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (sentuhan & perasaan), olfaktori (penciuman) dan gustatori (pengecapan). Meskipun informasi yang kita terima telah melalui ke 5 'reps system' tadi, namun terkadang kita belum bisa menangkap dengan jelas pesan yang ingin disampaikan oleh setiap aspek yang kita miliki tersebut. Jadi kita masih perlu menggalinya  lebih dalam lagi atau dengan kata lain mencari sub informasinya. Inilah yang dalam NLP disebut submodalitas.

Jadi sebenarnya Submodalitas itu apa?

Secara singkat, submodalitas adalah kualitas yang dapat dihasilkan oleh reps system kita. Lebih dalam dari sekedar visual, auditori, ataupun kinestetik, submodalitas memungkinkan kita untuk merasakan ‘sensasi' yang dimunculkan oleh pengalaman kita. Hitam putih-berwarna, tiga-dua dimensi, bergerak-diam, terang-gelap, dll adalah kualitas yang dapat dihasilkan oleh reps system visual.

Suara keras-lembut, nada tinggi-rendah, suara dari jauh-dekat, cepat-lambat, dll adalah kualitas dari reps system auditori. Sementara intentitas, tekstur, berat, bentuk, suhu, dll adalah kualitas dari reps system kinestetik.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan dengan submodalitas ini?

Sangat banyak. Inilah salah satu 'keajaiban' NLP, setiap jenis pengalaman dikode oleh otak kita dengan kualitas yang berbeda-beda. Pengalaman buruk-baik, menyedihkan-menyenangkan, menakutkan-menggairahkan, dll direpresentasikan dengan kualitasnya masing-masing dalam pikiran kita.

Nah, keajaiban lain yang lebih penting: kita dapat mengubah kualitas dari pengalaman yang ada dalam pikiran kita dan karenanya mengubah pula efek yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut. Menggunakan pendekatan visual, auditori ataupun kinestetik, ketika komponen kualitas dari aspek reps system itu kita intervensi, ajaibnya kondisi pikiran-perasaan (state of mind) kita juga berubah yang pada akhirnya belief kita juga ikut berubah.

Sub-modality Map Across
Dalam  kelas-kelas pelatihan NLP, saya selalu mencoba melakukan intervensi kualitas dari reps system ini (biasa dikenal dengan istilah sub-modality map across) pada peserta agar mereka langsung mendapatkan bukti nyata. Suatu kali ada peserta yang sangat takut pada sosok kuntilanak. Setiap pulang kerja, dia akan senantiasa memacu motornya meski hari baru menjelang maghrib. Dia tidak ingin bertemu Mbak Kunti di jalan. Dan ketika kami tunjukkan gambar kuntilanak di internet, dia memang kelihatan sangat ketakutan. Maka saya ajak dia untuk melakukan intervensi submodalitasnya,  sbb:

Visual:

  • Rambut panjang --> botak
  • Daster putih panjang --> daster batik pendek sepaha
  • Muka putih pucat, lingkaran mata hitam --> muka badut dengan hidung tomat
  • Terbang --> meluncur pakai skateboard
  • Menggendong bayi pocong --> menggendong bayi kambing

Auditori:

  • Suara melengking --> suara ngebas seperti Mr Bean
  • Hiiii hiiii hiii --> ho ho ho ho sepatu kekecilan (dilagukan seperti pada film cinderela)

Hari kedua ketika kami tanyakan apakah hari pertama dia pulang dengan memacu motor seperti biasanya, dengan lugu dia bercerita bahwa kemarin dia pulang dengan nyantai, sambil melihat ke kiri dan ke kanan, barangkali bisa ketemu mbak kunti. Padahal hari pertama pelatihan baru kelar jam 8 malam. Owsem!

***

Sidang pembaca yang berbahagia, kisah pasutri di atas hanyalah fiktif belaka, termasuk teknik afirmasinya,  namun ketika teknik intervensi  submodalitas ini dilakukan dengan tepat dan dalam timing yang tepat maka hasil dari dari kualitas hubungannya bisa diwujudkan dalam dunia nyata, seperti pada kejadian mbak kunti tadi.

Mau tau teknik lengkapnya?
Mau tau aja atau mau tau banget?

Kalau mau tau banget ya tinggal daftar saja workshop NLP dengan klik tautan ini : http://www.thecafetherapy.com/p/pelatihan-nlp-practitioner.html 

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang