POSTINGAN POPULER

Saturday, April 28, 2018

Messi Gagap Bola

Kisah ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. Seorang kawan lama mengajak anak lelakinya (kelas 5 SD) untuk ditingkatkan kemampuan bermain bolanya menggunakan NLP. Beberapa waktu sebelumnya, dia menelpon saya untuk menanyakan apakah hal itu mungkin dilakukan.

Sejujurnya, saya sendiri juga tidak memiliki jawaban pasti, maka satu-satunya jalan untuk mengetahuinya adalah meminta kawan saya tadi membawa anaknya untuk saya intervensi kemampuan bermain bolanya.

Singkat cerita,  setelah mengajarkan membuat WFO (Well Formed Outcome), saya gunakan teknik Circle of Excellence kepada anak kawan saya tadi.

H: "Kakak suka main bola?"
K: "Suka Om"
H: "Mau dibantu supaya lebih keren main bolanya?"
K: "Mau banget Om"
H: "Siapa pemain bola idola Kakak?"
K: "Messi Om"
H: "Kakak tahu Messi itu siapa?"
K: "Tahu banget Om"

Kemudian kakak menceritakan mengenai  Messi dengan sangat antusias dan detail.

H: "Wow,  Kakak sangat mengenal Messi ya? Emang suka nonton Messi kalau lagi tanding ya?"
K: "Sering Om. Pokoknya kalau Messi tanding aku pasti nonton. Kalau ga bisa karena malam, aku minta ayah untuk merekamnya"

Selanjutnya saya membuat sebuah lingkaran di lantai menggunakan spidol dengan diameter 1 meter. Saya minta Kakak berdiri di luar lingkaran, kemudian membayangkan semua kehebatan Messi ketika bermain bola sambil memejamkan mata. Dan ketika saya melihat tanda-tanda trance di wajah Kakak, saya minta dia membuka mata untuk kemudian mengambil 'sesuatu' dari udara dan memasukkan ke dalam lingkaran. Saya minta Kakak mengulanginya beberapa kali.

H: "Baik Kakak,  sekarang Kakak bayangkan bahwa semua keahlian Messi bermain bola seperti menggocek bola,  power ketika menendang, ketepatan mengoper bola dll sudah ada di dalam lingkaran ini. Dalam hitungan 3, Kakak langkahkan kaki kanan dulu ke lingkaran ini. Satu dua dan tiga. Rasakan dan bayangkan keahlian Messi merambat melalui kaki kanan Kakak. Kakak bisa merasakan?"
K: "Ya Om. Rasanya seperti kesemutan."
H: "Bagus. Dalam hitungan 3, langkahkan kaki kiri ke dalam lingkungan. Satu dua dan tiga. Dan sekarang rasakan semua keahlian Messi juga memasuki kaki kiri Kakak. Sekarang pejamkan mata Kakak dan bayangkan dalam pikiran Kakak bahwa Kakak sedang bermain bola di lapangan yang ajaibnya pola permainan bola Kakak persis sama seperti Messi. Rasakan bangga dan bahagianya. Kalau Kakak sudah merasa sangat bangga dan bahagia, segera remas jempol tangan kanan dengan lembut. Bagus!"

Saya biarkan proses ini berjalan sekitar dua menit. Saya perhatikan wajah Kakak terlihat gembira. Di mulutnya tersungging senyum kecil, bola matanya terlihat bergerak-gerak di balik kelopaknya yang terpejam.

H: "Baik Kakak, buka mata sekarang. Dan dalam hitungan 3, keluar dari lingkaran kaki kiri terlebih dahulu. Satu dua dan tiga"

Setelah semua proses selesai,  kemudian saya hapus lingkaran di lantai tadi.
***

Sehari setelah sesi terapi, dengan takjub kawan saya memberitakan via whatsapp message bahwa semua skill anaknya dalam bermain bola meningkat drastis. Kawan-kawannya takjub. Pelatihnya takjub. Saya juga takjub.

Namum sebulan setelah itu, kawan saya menelpon saya dengan agak gusar, mengabarkan bahwa Kakak 'gagap' bermain bola. Alih-alih menggiring bola atau menendang, melihat bola saja dia 'gagap', kebingungan tanpa juntrungan. Bahkan dia menanyakan apakah 'keajaiban' yang terjadi sebulan sebelumnya itu ada jangka waktunya. Apakah setelah keajaiban hilang perlu direcharge lagi, yang artinya ada mahar lagi.

Jujur, saat itu saya juga jadi gagap. Kasus seperti ini baru sekali ini saya alami. Meski terkesan simple, namun saya bisa membayangkan kegusaran kawan saya menyadari anak kesayangannya yang selama ini sudah jago bola, tetiba saja menjadi 'gagap bola'.

Untunglah sebelum semua berlarut-larut, saya ingat sesuatu. Saya tanyakan apa yang terjadi sebelum Kakak gagap bola. Menurut kawan saya tadi, dengan usia yang meningkat maka Kakak pindah klub bola yang lebih senior.

Nah, cahaya terang mulai terlihat semburatnya.

H: "Apakah Kakak tetap di posisi semula, yaitu striker?"
Kawan (K): "Tentu bergeser Bro. Sekarang dia ada di posisi back"
H: "Nah itu dia jawabannya Bro. Seumur hidup atau minimal sepengetahuan Kakak, Messi tidak pernah jadi back. Jadi ya wajar saja ketika jadi back dia akan mengalami kegagapan keahlian"
***

Sidang pembaca yang berbahagia, mungkin Anda juga gagap dengan cerita di atas. Sedrastis itukan perubahan pada seseorang bisa terjadi, bahkan sampaj pada aspek perilaku?

NLP mengenalkan sebuah metode yang disebut NLL (Neuro Logical Level) atau tingkat logis perubahan, tingkat berpikir logis dan tingkat neurologis.
Metoda atau alat ini sangat berguna untuk membantu  memahami perubahan dari titik sudut pandang individu, sosial atau organisasi. Metoda ini dikembangkan oleh Robert Dilts yang didasarkan pada "tingkat neurologis" oleh antropolog Gregory Bateson.

Teori tingkat neurologis menyebutkan tiga jenis perubahan yang mendasar dalam individu atau kelompok sosial:
1. Perubahan remediative:
Apa yang terjadi ditingkat lingkungan dan perilaku.
2. Perubahan generative:
ini terjadi pada tingkat kemampuan, keyakinan dan nilai-nilai.
3. Perubahan evolusioner:
ini terjadi pada tingkat identitas dan tujuan.

Dilts dan DeLozier menyatakan bahwa "tingkat perubahan remediative adalah seperti mencabut rumput liar tumbuh di lapangan. Tingkat generatif, perubahannya mirip dengan menanam bibit baru dengan tujuan untuk mendapatkan rumput baru tumbuh. Tingkat perubahan evolusioner melibatkan proses mendalam mengubah sifat tanah di mana ia tumbuh dan kedua rumput dan bijinya berkembang. "
***

Ada enam tingkatan NEURO LOGICAL LEVEL.

(6) Spirituality & Purpose ==> Pola TUJUAN, GOAL! ==> WHO ELSE?

Tingkat ini diperuntukan pada sistem yang lebih besar (yaitu keluarga, rekan kerja, mereka yang memerlukan jasa atau produk, masyarakat). Apa tujuan Anda? Apa dampak yang ingin Anda miliki?

(5) Identity & Mission ==> Pola MISI, kesungguhan dalam bertindak ==> WHO?

Siapa Anda atau peran apa yang Anda mainkan? Identitas seperti apa yang ingin Anda kenakan?

(4) Belief & Value ==> Pola MOTIVASI ==>WHY?

Keyakinan dan nilai yang Anda miliki tentang diri Anda, tentang orang lain, tentang dunia pada umumnya. Apakah keyakinan ini mendukung Anda dalam memenuhi peran Anda?

(3) Kapability & Strategy ==> Pola TINDAKAN==> HOW?

Kemampuan, strategi dan rencana tindakan apa yang Anda miliki? Apakah Anda perlu mengembangkan kemampuan baru, strategi atau rencana tindakan?

(2) Behaviors ==> Pola PERILAKU ==> WHAT?

Apa yang orang benar-benar lihat dari pengalaman dalam perilaku Anda? Apakah perilaku Anda sejalan dengan masing-masing tingkat logika di atas?

(1) Environment ==> Identifikasi HAMBATAN==> WHERE?

Kapan, di mana, dengan siapa Anda lakukan perilaku ini? Apakah mereka sejalan dengan tingkat logika atas? Apakah lingkungan tersebut mendukung Anda?
***

Dengan memahami NLL di atas, kita jadi paham apa yang terjadi pada Kakak. Di usianya yang masih sangat muda ini, pikirannya masih lebih sering berada di gelombang alpha, maka ketika saya minta dia melakukan 'circle of excellence' tempo hari ternyata Kakak mengalami proses perubahan lengkap dari level environment sampai level purpose. Maka dalam urusan bermain bola, dia benar-benar merasakan bahwa dirinya adalah Messi. Messi adalah striker. Oleh karenanya segala sesuatu di luar striker bukanlah permainan bola.

Sila tebar jika manfaat

Salam Bahagia

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NLP Trainer
WA: 08179039372

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...