POSTINGAN POPULER

Sunday, April 15, 2018

Duniaku Berkabut

Hari ini, sepanjang hari ini aku merasakan duniaku penuh kabut. Pagi ketika aku memulai hariku berangkat ke kantor, waktu terhitung memang masih subuh. Mentari belum memancarkan sinar keemasannya. Lampu besar mobilku nyalang menerobos kepulan asap putih sepanjang hitungan kilometer jalan bebas hambatan.
Sebentar siang kemudian, aku masih merasakan duniaku berkabut. Kantorku dipenuhi ruam tipis keputihan. Saat bertatap kolega kerja, mereka tampak sedikit buram bersemu rona putih.
Laptopku, jendela samping ruang kerjaku, mejaku, bahkan foto keluarga yang aku letakkan di meja kerjakupun tak luput dari serangan ruam tipis putih itu. Berkabut.
Sore hari, saat menyusuri kembali rute kantor menuju rumah, kegundahanku kian bertambah saja. Segala sesuatu yang tampak dari pandangku, remang-remang saja adanya. Nyaris berkabut.

Aku bingung. Aku galau. Tuhan, apakah ini akhir dari segalanya? Apakah telah Kau ambil salah satu dari inderaku sebagai pertanda bahwa dunia ini memang kian menua?
Setibanya di rumah, kulihat istriku, anak-anakku, lemari pakaianmu, sofa di ruang tamu, hiasan dinding semuanya tampak masih berkabut.
Aku tambah bingung. Ada apa gerangan? Tuhan, salah apa lagi hambaMu ini, sehingga Kau hukum hamba sedemikan rupa?

Namun, semuanya menjadi jelas ketika aku hendak mandi, dan aku melepas kacamataku.
Ooo rupanya, hari ini aku lupa mengelap kacamataku.
Hehehe, serius amat sih bacanya..!
***
Sidang Pembaca yang berbahagia, mungkin salah satu dari Anda juga pernah mengalami hal ini. Pandangan serta pemandangan di depan Anda serasa berubah disebabkan karena kacamata Anda yang ternyata kurang bersih.

NLP (Neuro Linguistic Programming)  menawarkan suatu pola komunikasi yang berguna sebagai parameter untuk membatasi ruang lingkup komunikasi.  Pola ini dikenal dengan Frame atau kerangka pikir.

Dengan memahami pola komunikasi ini maka kita meluaskan atau menyempitkan pemahaman sebuah situasi yang sedang kita hadapi sesuai dengan kebutuhan kita saat itu.
Frame memberi batasan pada kita bagaimana kita memandang dunia. Frame juga mempengaruhi bagaimana kita berfikir mengenai dunia. Dan Frame jugalah yang mengatur bagaimana kita bersikap serta berperilaku.

Frame inilah yang menjadi kerangka kerja bagi kekuatan pikiran kita. Baik Pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar.

Saat kita mengubah Frame, kita juga mengubah banyak hal di dalam diri kita. Mengubah cara kita memandang dunia. Mengubah Cara berfikir kita. Mengubah cara-cara kita dalam menilai serta mengambil keputusan. Mengubah cara-cara kita dalam bersikap dan bertindak.

Beberapa jenis frame dalam NLP yaitu :
  • Outcome Frame : Orientasi pada hasil dari sebuah tindakan (Outcome)
  • Backtrack Frame : Mengembalikan kepada frame sebelumnya
  • Agrement Frame : Orientasi pada kesepakatan antara beberapa pihak
  • Evidence Frame : Orientasi pada bukti-bukti yang ada.
  • As If Frame : Orientasi pada pengandaian / perumpaan / kemungkinan.
  • Contrast Frame : Orientasi pada frame yang bertolak belakang / polaritas
  • Ecological Frame : Orientasi pada kondisi ekologis

Selain dalam konteks terapi,  pola framing juga dapat diterapkan sebagai strategi untuk memenangkan negosiasi, membujuk calon pembeli, atau menentukan sebuah tujuan bersama dalam sesi coaching.

Beberapa jenis frame di atas dapat dikombinasikan ataupun hanya menggunakan salah satunya saja, namun apapun itu bila menggunakan frame ini di dalam negosiasi atau komunikasi persuasif lainnya maka ucapan kita menjadi lebih terukur dan juga besar peluang untuk memenangkan sesi persuasif tadi.

Pesan moral:
Kalau suatu saat pandangan Anda menjadi berkabut, atau remang-remang, jangan salahkan orang lain, keadaan atau bahkan Tuhan.
Datang saja ke dokter mata atau optic terdekat, siapa tahu mata Anda atau kacamata Anda yang memang bermasalah, hehehe.
Nah kalau mau belajar NLP, bisa join kelas saya besok,  atau tgl 5-6 Mei di Cafe Therapy Bogor.

Salam Bahagia

Tabik

-haridewa-
Happiness Life Coach
Professional Hypnotherapist
WA: 08179039372
FB: Hari Dewanto

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...