POSTINGAN POPULER

Saturday, March 31, 2018

MOGOK SEKOLAH

Sabtu, minggu yang lalu akhirnya berhasil juga bertemu dengan calon klien yang sudah beberapa kali urung untuk mengajak anaknya berjumpa dengan saya. Menurut saya situasi yang dihadapi orangtua ini jamak terjadi pada orangtua lain di jaman now ini. Anak yang mogok sekolah dengan satu dan beberapa alasan. Jadi ceritanya klien saya kali ini adalah seorang anak lelaki bungsu kelas 6 SD yang sudah beberapa hari tidak mau bersekolah.

Saya awali proses terapi menggunakan ego state therapy. Saya posisikan anak dan bunda tadi duduk di sofa bersebelahan sementara saya duduk di depan mereka. Kemudian saya minta sang Bunda menceritakan masa kecil ananda yang penuh kelucuan. Maka dengan gegap gempita sang  Bunda bercerita.

Tentang bahagianya ketika dikaruniai anak lelaki. Tentang lucunya ananda ketika kecil. Kebanggaannya ketika ananda menjuarai sebuah lomba di TK dan beberapa hal lain. Wajah bunda berseri-seri dan ketika saya lirik ananda juga ikut berseri. Saya minta sang Bunda untuk menyatakan kebahagiaan dan kebanggaannya. "Kamu itu anak hebat anakku. Mama bangga kepadamu!"
Wajah anandapun makin berseri.

Kemudian saya minta sang Bunda untuk bercerita apa yang terjadi belakangan ini. Wajah sang bunda menjadi mendung. Sambil bercerita bahwa sudah beberapa hari ini ananda tidak mau bersekolah, air matanya mulai menetes. "Saya tidak tahu bakal jadi apa anak lelaki saya kalau baru kelas 6 SD saja sudah berhenti sekolah Pak Hari. Padahal saya mendambakan dia bisa jadi anak sholeh, yang berguna untuk orangtuanya, agama serta negaranya"

Air mata sang Bunda sudah mengalir deras bak air hujan jatuh ke pelimbahan. "Saya sedih Pak Hari menerima kenyataan ini. Padahal apapun kami bisa berikan asal dia mau sekolah lagi dan mau menggapai cita-citanya"
Saat itu saya lirik sang anak juga sudah mulai meneteskan air matanya. Dia sudah trance. Ini saat yang tepat untuk saya masuk. Saya berjongkok di depan ananda, sambil mengangsurkan sebuah tisu, saya elus tengkuknya dan berkata, 
"Mas dengar yang dikatakan Mama?"
Dia mengangguk
"Mas senang Mama bersedih seperti ini?"
Dia menggeleng
"Mas tahu apa yang bisa membuat Mama senang dan bangga?"
Dia mengangguk lagi.
"Dan apa kira-kira yang bisa membuat Mama senang dan bangga?"
"Saya sekolah lagi" dia menjawab
"Mau Om Hari bantu?"
"Mau" dia menjawab lirih

Adzan ashar bergaung dari masjid sebelah kantor kami di bilangan Tanah Abang, maka sesi terapi di-skors sejenak untuk menjalankan kewajiban shalat lima waktu.
***
Selesai shalat saya lanjutkan sesi terapi bersama ananda. Entah dia mendapat informasi dari mana mengenai hipnosis  namun dia tidak bersedia untuk duduk di kursi terapi dan saya ajak relaksasi. Dia hanya mau duduk di sofa pendamping dan ngobrol saja.
HD : "Jadi masih mau Om bantu khan Mas?"
Klien (K): "Mau Om tapi gak mau dibuat tidur"
HD: "Baiklah kalau demikian. Cita-cita Mas nanti kalau besar mau jadi apa?"
K: "Pemain piano profesional Om"
HD: "Bagus. Kalau Om boleh tahu apa alasan Mas pingin jadi pianis?"
K: "Sepertinya keren Om. Sama duitnya banyak"
HD: "Oo jadi kalau jadi pianis itu keren terus duitnya banyak ya? Nah, menurut Mas,  pianis itu pintar gak?"
K: "Engg pintar kali Om"
HD: "Kalau yang profesional ya pasti pintar Mas. Tahukah Mas bagaimana caranya supaya pintar?"
K: "Ngg sekolah ya Om?"
HD: "Lha menurut Mas kalau gak sekolah bakal pintar atau bodoh?"
K: "Nggg bodoh Om"
HD: "Kalau bodoh bisa jadi pianis gak?"
K: "Gak bisa Om?"
HD: "Jadi apa paling?"
K: "Kayak Om Fulan (bukan nama sebenarnya), jadi sopir Papa"
HD: "Om Fulan duitnya banyak gak?"
K: "Sedikit Om"
HD: "Kamu mau seperti Om Fulan?"
K: "Gak lah Om!"
HD: "Terus,  gimana caranya?"
K: "Aku mau sekolah Om!"
HD: "Kapan?"
K: "Senin Om"
HD: "Bagus"
***
Selanjutnya saya ajarkan dia membuat cita-cita yang powerful (WFO),  sbb:

"Aku yakin atas ijin Allah aku sudah menjadi menjadi seorang pianis profesional pada tahun 2028 dengan penghasilan minimal 100 juta per bulan. Aku mulai langkahku ini dengan kembali ke sekolah hari senin besok. Alhamdulillah"
***
Sahabatku yang berbahagia, mungkin ada di antara Anda yang bertanya-tanya kenapa saya tidak mencari akar masalah ananda tadi atau kenapa saya tidak membawa dia ke kondisi deep sleep agar bisa melakukan intervensi Pikiran Bawah Sadarnya?

Setelah sekian lama berpraktik sebagai hipnoterapis profesional maka saya cenderung mengacu pada pendekatan Brief Therapy yang jarang mengorek masa lalu dan justru berfokus pada masa depan. Maka alih alih mencari problem kenapa anak tadi tidak mau bersekolah, saya justru mengajarkan dia untuk menyusun sebuah cita-cita yang powerful.

Pikiran anak-anak usia SD seperti itu juga masih lebih sering berada pada gelombang alfa, sehingga sebenarnya kita tak perlu repot-repot melakukan induksi. Tinggal kita cari sebuah kondisi unik yang bisa kita terima dan  langsung bisa dimanfaatkan saja (accept n utilize).
Dalam kasus di atas adalah kondisi riang atau haru biru ketika dia mendengar cerita Mamanya. Dari pengalaman saya semua anak akan merasa senang ketika Mamanya mau menceritakan masa kecilnya. Tugas kita sebagai terapis adalah selalu peka dan masuk ketika memang dibutuhkan, karena pada dasarnya terapis terbaik untuk anak tetaplah orang tua mereka.

Semoga bermanfaat

Salam Bahagia

Tabik
- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
WA: 08179039372
FB: Hari Dewanto

Friday, March 30, 2018

Pasti Pas


Hasil gambar untuk gas station icon"Mulai dari nol ya Pak", pegawai pom bensin cantik dengan seragam dominan merah itu menyapa saya sebelum mulai mengisi bbm ke mobil saya.
Saya hanya tersenyum sambil mengangguk untuk kemudian larut lagi membaca beberapa pesan yang masuk ke HP saya.  Lumayanlah ada waktu beberapa menit untuk sekedar menyapa beberapa kawan.
Beberapa tahun yang lalu, boro-boro ada salam semacam itu, selain rata rata karyawannya pria, berbaju kusut serta tanpa senyum.

Jika panggilan alam tak tertahankan selama perjalananpun sekarang pom bensin lokal itu sudah bisa menjadi pilihan. WC serta kamar mandinya bersih, wangi serta terang. Tempat untuk shalat juga tersedia dengan bagus.

Jauh sekali dibanding beberapa tahun silam dimana toiletnya cuma seadanya.  Sudah bau, kotor, kran macet, bohlam padam dan seabreg ciri tempat jin buang anak lainnya.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, kira kira ingatkah Anda sejak kapan terjadi perubahan pada pom bensin lokal tadi?

Bukan, bukan waktu yang saya maksud, tapi apa penyebabnya?
Ya, Anda benar sejak terjadi regulasi bahwa pom bensin asing boleh beroperasi di Indonesia. Ada di hijau, si kuning orange atau putih merah biru. Semua hadir dengan kelengkapan kenyamanan yang sangat _owsem_. Maka meski harga terkadang berbeda sedikit lebih tinggi maka berbondong-bondonglah pelanggan menyerbu pom bensin luar tadi.

Menghadapi situasi seperti ini rupanya para pemangku kepentingan di bidang energi nasional yang menaungi pom bensin lokal tadi kemudian berbenah. Mereka mulai meng- copy paste fasum yang dimiliki oleh pom luar negri tadi. Bahkan mereka juga mulai membuat standar baru dan slogan baru yaitu Pasti Pas.
Alhasil lambat laun para pelanggan pom lokal mulai kembali melirik lagi dan sekarang para pelanggan bahkan memiliki pilihan.
Bukankah memiliki pilhan itu lebih baik dari pada tidak sama sekali?
***

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengikuti sebuah sesi seminar yang membahas tentang kompetisi.

Bahwa tingkatan kompetisi itu ada 2:

  1. Berkompetisi melawan orang lain. Kita bisa merasa puas ketika ujian matematika mendapatkan angka 6 karena kawan lain hanya mendapat nilai 4 dan 5. Padahal angka 6 itu sebenarnya bukan temasuk angka bagus. Kompetisi ini sebenarnya justru akan menjerumuskan kita pada kepuasan semu belaka.
  2. Berkompetisi melawan diri sendiri. Inilah kompetisi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang juara sejati.  Senantiasa berproses menjadi lebih baik dan lebih bagus. Continuous Improvement atau kaizen.

Bukankah agama juga mengajarkan bahwa kalau hari ini lebih jelek dari kemarin itu adalah celaka namanya. Merugi ketika hari ini sama dengan hari kemarin.
Maka beruntunglah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Anda sudah tahu khan bagaimana cara agar selalu beruntung?

Salam Bahagia

Tabik

-haridewa-

Tuesday, March 20, 2018

Antara LoA dan Doa

Hasil gambar untuk law of attractionDalam bukunya The Secret, Rhonda Byrne mengusung sebuah hukum yang disebut dengan Law of Attraction (LoA) atau hukum tarik menarik. Dia mengatakan bahwa LoA adalah ”You attract to your life whatever you give your attention, focus and energy to, whatever wanted or unwanted” Jadi apapun  kata yang kita pikirkan, baik terucap maupun tidak, diinginkan maupun tidak, selama kita selalu focus dan memberikan energy kepada kata tersebut, maka alam semesta (Allah) akan mewujudkannya. Pikiran bersifat magnetis, dan pikiran memiliki frekwensi.  Ketika Anda memikirkan pikiran-pikiran, pikiran-pikiran itu dipancarkan ke alam semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik hal serupa yang berada di frekwensi yang sama. Segala sesuatu yang dikirim keluar akan kembali ke sumbernya, Anda.

• Anda seperti sebuah menara penyiaran, yang memancarkan frekwensi dengan pikiran-pikiran Anda. Jika Anda ingin mengubah sesuatu dalam hidup Anda, ubahlah frekwensi dengan mengubah pikiran Anda.

• Pikiran yang sedang Anda pikirkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan Anda. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan akan muncul sebagai hidup Anda.

• Pikiran Anda akan menjadi sesuatu.
Bukankah jauh sebelum Rhonda Byrne mengungkapkan rahasia ini, kita umat lslam sudah terlebih dahulu memahaminya.  Allah Swt berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Aku adalah seperti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan beserta hamba-Ku bila ia (berdo’a) memanggil-Ku.” 

Bahkan dalam Surat Al Baqarah ayat 186, Allah telah berfirman: ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Jadi bisa dikatakan bahwa LoA dan doa sangatlah berkaitan erat. Seseorang berdoa untuk mendapatkan apa yang diimpikannya, dan kemudian LoA akan mewujudkannya (tentunya dengan ijin Allah).

Dalam The Secret dikatakan bahwa mendapatkan uang satu juta dolar sama mudahnya dengan mendapatkan uang satu dolar. Bukankan Allah juga sudah menjanjikan, Mintalah maka akan Ku-beri! Ketika manusia yang berjanji kepada kita, maka masih banyak kemungkinan untuk mengingkarinya. Namun kalau Allah yang berjanji, maka 100% Dia akan menepatinya. Masalahnya kita sendiri yang seringkali membatasi doa kita.

Setiap hari saya berkendara Bogor-Jakarta karena rumah saya di Bogor sementara kantor berada di Jakarta. Ada kalanya dalam perjalanan yang hampir setiap hari mengalami kemacetan atau paling tidak mengalamai hambatan justru di jalan bebas hambatan itu, saya mendapat dorongan alam untuk segera ke WC. Dalam kondisi yang bagi saya sangat urgent dan important tadi, kepada siapa lagi saya meminta kalau tidak kepadaNya.
Biasanya saya akan berdoa sebagai berikut, “Ya Allah, perut saya mulai mulas. Saya ikhlas dengan keadaan ini, namun saya perlu segera ke toilet. Dan di depan sana, kira-kira 2 kilometer ada perhentian yang ada toiletnya. Tolong tahankan dorongan ini sampai di sana. Hanya kepada Engkau hamba berlindung, dan hanya kepada Engkaulah hamba mohon pertolongan”.

Alhamdullillah, sampai sekarang saya belum pernah mengalami EEDC (kalau selama ini Anda mengenal AADC, Ada Apa Dengan Cinta, maka perkenalkanlah istilah saya ini. EEDC alias –maaf- Ee Di Celana).

Di lain waktu ketika anak saya sudah saatnya untuk masuk SD/SMP dan memerlukan biaya yang lumayan besar, maka saya juga memohon kepadaNya. “Ya, Allah terima kasih Engkau telah karuniakan kami anak-anak yang lucu lagi cerdas. Engkau yang mengajarkan kami untuk mendidik mereka dengan baik, dan kini tiba saatnya mereka masuk jenjang yang lebih tinggi. Maka cukupkanlah kebutuhan mereka itu”.

Dan Alhamdullillah juga, anak-anak saya bersekolah di Sekolah Islam Terpadu yang meski biaya pendidikannya relative tinggi, namun Allah selalu mencukupkan. Mungkin inilah yang disebut dengan hidup pas-pasan. Pas kita perlu, pas pula Allah mencukupkan. Masya Allah.
Dari beberapa buku yang saya baca, ataupun seminar dan training yang saya ikuti dan terakhir dari beberapa peristiwa  yang saya alami, saya yakin bahwa LoA ini berlaku setiap saat. Setiap detik. Seperti yang telah saya uraikan di depan, bahwa apapun yang terbersit dalam pikran kita merupakan sebuah energy. Thought is motion energy, maka doa-pun juga merupakan sebuah energi dan sadarilah bahwa sebenarnya SETIAP SAAT kita selalu berdoa (tanpa kita sadari), walaupun secara informal. Maka mulai sekarang pesan saya, berpikir dan berkatalah hanya dengan kata yang positif dan bermanfaat, karena LoA akan serta merta mengembalikannya kepada Anda.

Namun apakah Loa dan Doa ini akan berlaku untuk semua orang? Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya akan bercerita tentang curcol (curhat colongan), seorang teman kantor beberapa waktu yang lalu.

”Pak, saya sudah tahajud tiap malam, shalat dhuha, puasa senin-kamis, dan shalat 5 waktu. Kenapa nasib saya masih terpuruk? Kenapa saya tak kunjung dipromosikan? Dimana keadilan Allah? Saya jadi ’tidak percaya’ lagi pada Allah”. (Naudzubillah mindzalik, semoga Allah mengampuni teman saya tadi. Dan semoga tidak ada di antara pembaca yang mengalami hal seperti ini).

Dengan sabar saya ajak teman saya tadi membaca istighfar, dan mencoba untuk meluruskan pemikirannya. “Saya percaya Anda sudah melakukan shalat tahajud, shalat dhuha, shalat lima waktu dan puasa senin-kamis. Tetapi bagaimana dengan yang apa yang Anda BAYANGKAN, PIKIRKAN, RASAKAN, EMOSI selama hampir  10 jam di kantor setiap hari?
Saya khawatir selama Anda di kantor kalau dihitung-hitung ada 8 jam yang merasa stress, kecewa terhadap kondisi kantor, khawatir, marah, berpikir worst case terus. Ada perasaan intrik-intrik, berpikir negatif karena perlakuan ’tidak adil’ oleh pimpinan, dll? Sudah berapa lama Anda merasa seperti ini? Lima tahun? Sepuluh tahun?”

Secara prinsip, ini semua adalah ”energi negatif” yang “menarik” energi negatif lagi.
“Betul Anda sudah tahajud, shalat dhuha, puasa sunnah dll, tapi RASA/PIKIRAN positive yang dihasilkan masih “kalah” oleh banyaknya “energi negatif” yang muncul karena kekecewaan Anda tadi. Dan karena  jumlah totalnya adalah NEGATIF, maka tak bisa dipungkiri, “nasib” Anda juga terpuruk. Ingat, hukum LoA ini berlaku SETIAP DETIK".
Teman saya hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya seolah baru menyadari sebuah kesalahan besar. Namun saya masih melihat ada ganjalan dalam sorot matanya. Dia bertanya lagi, bagaimana caranya berpikir dan berasa positif kalau lingkungannya sendiri tidak mendukung.

Beberapa tahun ini saya memperlajari NLP (Neuro Linguistic Programming), yaitu sebuah teknik pemberdayaan diri dengan cara pemrograman ulang pikiran kita. Ada beberapa teknik dalam pemrograman ulang pikiran ini, salah satu teknik yang ampuh untuk membalikkan perasaan/pikiran negatif menjadi positif dengan cepat, disebut teknik REFRAMING.

Reframing, singkatnya adalah proses pencarian benefit/keuntungan dibalik sesuatu hal (yang mungkin tidak kita inginkan). Teknik ini  dilakukan seketika pada saat kita menghadapi self-objection (“keberatan”, emosi/pikiran yang negatif).
Kalau Anda rajin berlatih mulai dari hal-hal kecil, maka hati Anda semakin lama akan “bersih”. lbaratnya, secara hardware, pembersihan emosi dengan reframing, secara software dengan dzikir. Lakukan reframe minimal 3 buah, dengan kasus seperti dibawah ini beserta contohnya:

A. Emosi negatif: Di kantor banyak kerjaan, karier tidak jelas (muka cemberut:”Mati gue!”)
  1. Reframe 1: Justru itu saya tertantang, saya harus banyak belajar (jadi semangat)
  2. Reframe 2: Saya tunjukkan dulu hasil kerja saya, pasti karier nanti membaik (jadi lebih semangat bekerja)
  3. Reframe 3: Justru saya harus lebih banyak menimba ilmu lagi, kalau sudah pintar, kenapa tidak pindah ke kantor dengan gaji lebih tinggi? (jadi tambah semangat)

B.  Emosi negatif: Mau ke kantor kok hujan (dahi berkerut: ”Sialan!”)
  1. Reframe 1: Alhamdullah, rumput, tanaman tumbuh subur. Masya Allah....
  2. Reframe 2: Alhamdulillah, habis hujan udara segar, polusi akan hilang, kita akan lebih sehat
  3. Reframe 3: Mumpung belum musim hujan, saya justru akan minta rumah saya di cek, mana-mana yang bocor, biar lekas diperbaiki untuk mencegah bocor yang lebih besar lagi nanti saat musim hujan.

Perhatikan pola-pola reframe ini, lakukan reframe terhadap apapun yang negatif, sehingga hati Anda senantiasa bersih.
Anda dapat berlatih ketika mendapatkan kejadian-kejadian yang tidak berkenan (misalnya anak buah malas bekerja, istri sering marah, anak-anak nakal, bisnis gagal, rugi besar, jalanan macet, tagihan tidak terbayar, kemalingan, dsb).

Bila dari bangun pagi sampai malam hari akan tidur, anda niatkan (self suggestion) akan selalu melakukan reframe, Masya Allah, Anda akan lebih dikasihi Allah. Latihlah reframe ini. Life is a skill, reframing is also skills. Semakin lama Anda akan wise, sabar dan tawakal aktif.
***

Satu lagi RAHASIA yang tidak banyak diketahui orang.
Menurut hukum Law of Attraction (LOA) yang berlaku SETIAP SAAT/DETIK, bila Anda SENANTIASA BERPIKIR POSITIF, HATI ANDA BERSIH & POSITIF, maka akan sangat mudah MENARIK kebaikan dari ALAM semesta/Allah. Allah akan mengabulkan semua doa Anda, Allah akan membantu Anda dari tangan-tangan yang tidak Anda duga.......
Bukankah hal ini yang ANDA inginkan?
Gunakan selalu teknik REFRAMING ini, dan ditambah dzikrullah selalu, agar nasib Anda semakin baik, semakin mahabbah kepada Allah SWT.
Kembali tentang doa adalah energi dengan frekwensi tertentu.
Ini menjawab pertanyaan, mengapa ada santet (energi negatif bisa dikirim). Mengapa kita diwajibkan bershalawat kepada Rasullulah (energi positif yang kita kirim kepada Rasullulah akan dibalas dengan energi syafaat dari baginda Nabi).

Nah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan, apakah LoA berlaku untuk semua orang. Law of Attraction merupakan sebuah hukum alam, seperti halnya hukum gravitasi yang ditemukan oleh Sir Isaac Newton.
Dalam buku yang ditulis dan dipublikasikan pada tahun 1687, Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, Newton menjelaskan tentang hukum gravitasi dan tiga asas (hukum) pergerakan, yang mengubah pandangan orang terhadap hukum fisika alam selama tiga abad ke depan dan menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern. Gravitasi atau gaya tarik bumi adalah kekuatan yang membuat suatu benda selalu bergerak jatuh ke bawah.

Pertanyaan saya, hukum gravitasi ini ditemukan oleh orang Inggris, dan jelas-jelas bukan seorang muslim, sebagai seorang muslim bolehkah kita tidak meyakininya?
Boleh, sangat boleh bahkan. Namun meski Anda tidak memercayai hukum gravitasi ini, kemudian Anda pergi ke sebuah gedung berlantai 10, dan meloncat dari lantai paling atas. Apa yang akan terjadi? Anda bisa menjawabnya bukan?

Kembali ke Law of Attraction. Pertama kali hukum ini diperkenalkan oleh Rhonda Byrne dalam bukunya The Secret. Meski selama ratusan tahun para pemikir dan penemu kelas dunia seperti Einstein, Socrates, Thomas Alva Edison dll sudah mempraktekkan hukum ini, namun bolehkah Anda tidak memercayainya?
Boleh, tentu saja boleh. Namun seperti halnya hukum gravitasi, hukum ini akan tetap berlaku pada Anda.

Ingat Thought becomes things. Anda berpikir baik akan mendapat kebaikan, Anda berpikir buruk akan mendapat keburukan.

Semoga Bermanfaat

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
NLP Trainer

Monday, March 12, 2018

The Power of BUT

Semangat pagi kawan semua. Apa kabar?

Di bawah ini ada 2 kalimat yang hampir sama susunan katanya. Cobalah tanpa memikirkan maknanya, namun carilah sahaja nilai rasanya.
  1. Susi cantik tapi bau. 
  2. Ani bau tapi cantik.


Sudah? 

Bagus!

Nah, seandainya malam nanti ada undangan pesta, Anda akan memilih Susi atau Ani sebagai kawan/pendamping?

Well, saya yakin sebagian besar dari Anda akan memilih Ani. Apa pasal?

Meski secara maknawi kedua kalimat di atas terdengar nyaris sama, namun sebenarnya ada sebuah perbedaan mendasar, yaitu peletakan kata sifat sebelum kata TAPI.
Gambar terkaitKata TAPI di sini seolah menghapus nilai rasa bahkan makna dari kata sifat yang diletakkan sebelumnya. 

Sehingga kedua kalimat di atas seolah memiliki nilai rasabahkan makna:
  1. Susi bau
  2. Ani cantik


Ah masa sih?  Mau bukti lain?

Untuk para istri coba bayangkan ketika pagi hari menyediakan kopi atau teh untuk suami tercinta, kemudian mendengar komentat dari mereka:
"Ma, kopimu enak sekali",  tentu rasanya akan bangga sekali. Namun ternyata komentar suami belum kelar. Disambung dengan, "tapi kemanisan!"
Apa yang bakal Anda rasakan wahai para istri? Esok pagi, ketika suami Anda minta kopi lagi pasti ini jawaban Anda,  "Bikin aje ndiri. Emang aye starbak!" Hehehe...
***
Meski terkesan sederhana namun nyatanya kelihaian kita dalam memanfaatkan kata hubung seperti ini mampu meningkatkan kualitas komunikasi kita sehari hari. Berikut ini beberapa contoh aplikasi kekuatan kata TAPI dalam keseharian kita.

1. Induksi hipnosis
Seperti yang kita ketahui bahwa syarat seseorang bisa dihipnosis adalah
  • Sukarela
  • Bisa difokuskan 
  • Bisa diajak komunikasi

Dalam beberapa kali melakukan induksi dalam ranah hypno stage, ada beberapa suyet yang agak bandel. Mereka sengaja ikut maju menjadi suyet dengan tujuan ingin menguji kita. Maka dalam hatinya dia sebenarnya melawan semua sugesti kita. Artinya syarat pertama menjadi tidak terpenuhi. Apakah kita akan menyerah menghadapi suyet seperti ini? 
Kalau kita memaksakan teknik induksi kita kepada suyet seperti ini, bisa dipastikan acara Anda akan gagal total. Maka pahamilah pola pikir yang ada dibenaknya. Dia pasti senantiasa ingin melawan. Maka biarkanlah dia melawan. Ijinkan dia melawan. Bahkan arahkan dia agar melawan.
"Baik Fulan. Sebentar lagi saya akan menghitung satu sampai sepuluh. Tugas Anda adalah menahan untuk TIDAK TIDUR. Usahakan agar mata Anda TIDAK MENUTUP. TAPI anehnya, semakin Anda menahan justru rasa kantuk itu semakin menjadi saja. Semakin Anda menahan, justru mata Anda semakin berat.... "

Sebenarnya sugesti yang saya berikan di atas adalah dalam hitungan sepuluh Fulan akan tertidur.

Ah, Anda pasti juga sudah paham bahwa kata negasi seperti TIDAK dan JANGAN tidak pernah dikenali oleh pikiran bawah sadar kita. Maka sugesti di atas menjadi dobel power dan sangat halus dalam memengaruhi suyet.

2. Selling
Apa sih sebenarnya makna selling itu? Apakah memaksa calon klien untuk membeli produk kita? Atau memanipulasi pikiran calon klien sehingga mereka membeli produk kita? Tentu saja bukan! 
Kita tahu bahwa selling adalah sebuah proses penciptaan kebutuhan pada calon klien sehingga mereka dengan suka rela serta bahagia membeli produk kita. Dalam proses penciptaan kebutuhan tadi biasanya terjadi sesi keberatan yang beragam jenis dan faktanya. 
Handling objection atau menjawab keberatan-keberatan yang muncul merupakan salah satu faktor penentu bisa closing atau gagalnya sebuah selling. Prinsipnya calon klien tidak akan suka jika pendapat mereka dibantah. Untuk mengantisipasi hal ini maka kata TAPI juga sangat powerful
Klien: "Harganya mahal sekali"
Sales: "Betul Pak/Bu, harga kami memang terkesan mahal, TAPI coba deh Bapak/Ibu perhatikan fitur serta benefitnya yang kesemuanya lebih bagus dibandingkan produk lain"

3. Parenting
Di dunia ini banyak tersedia sekolah dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi untuk pelbagai ilmu pengetahuan. Namun sayang justru untuk pengetahuan dasar menjadi orang tua malah tidak ada sekolahnya. Alhasil kita mendidik anak kita menggunakan cara kita dahulu dididik. Dan seringkali didikan jaman old lebih banyak melakukan larangan daripada pemberdayaan. Padahal mendidik anak itu ibarat memainkan layang-layang yang terkadang perlu ditarik benangnya dan ada kalanya juga perlu diulur.
Anak: "Ma, kakak mau main PS ya"
Mama: "Boleh kok Kak, TAPI setelah belajar dan shalat ashar ya"
***
Dan masih banyak lagi optimasi kata hubung yang bisa kita pelajari, seperti use of OR, use of AND,  ALTHOUGH dan lain sebagainya.

Dimana bisa belajar optimasi kata kata tersebut?

Ikuti saja Workshop Find The Hypnotist in YOU! yang akan dilaksanakan rutin tiap bulan

di CAFE THERAPY
Jl. Johar Raya No  27 Taman Cimanggu Bogor

Hubungi:
Hari Dewanto
08179039272

Terimakasih

Tabik
- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Sunday, March 11, 2018

The Musketeers

Hasil gambar untuk the three musketeers BOOKThe Three Musketeers adalah novel tentang petualangan empat orang pemuda di tengah-tengah pergolakan politik di Perancis di abad pertengahan yang dikarang oleh Alexandre Dumas. Empat orang itu adalah D’Artagnan, Athos, Porthos, dan Aramis.
Judulnya Tiga Musketeer, tapi tokoh utamanya  kok ada 4?

Hehe, usah bingung kawan, sebelum saya jelaskan,  ijinkan terlebih dulu saya bercerita sedikit mengenai musketeer.

Musketeer adalah sejenis tentara infantri di Perancis jaman old. Mereka disebut begitu karena keahlian mereka  menggunakan 'Musket', sejenis senjata laras panjang.

Kisah ini diawali dengan kedatangan D’Artagnan ke Paris. Ia berniat menemui De Treville, komandan satuan Musketeer. Berbekal surat referensi dari ayahnya yang merupakan teman dekat De Treville, D’Artagnan menuju Perancis dengan semangat membara untuk menjadi seorang anggota Musketeer. Namun, karena sebuah insiden di tengah perjalanan, surat referensi itu dicuri orang.

Di Paris, pemuda yang mudah tersulut emosinya itu harus bersitegang dengan 3 orang anggota Musketeer seperti yang telah saya sebutkan di atas, Athos, Porthos, dan Aramis. Akan tetapi, ketika mereka akan bertarung, datanglah tentara-tentara Kardinal ikut campur. Para tentara Kardinal ini memang sudah sejak lama selalu mengganggu para Musketeer. Melihat hal itu, D’Artagnan secara naluri justru bergabung dengan 3 Musketeer itu dan berhasil mengalahkan tentara-tentara Kardinal tadi.

Sejak saat itu, D’Artagnan mendapat penghormatan dari 3 Musketeer yang sempat memusuhinya itu, bahkan De Treville, sang Komandan Musketeer pun ikut menyampaikan pujian. Meskipun tidak bisa menjadi musketeer dikarenakan surat referensinya yang hilang di jalan, namun dia selalu diterima untuk ikut berjuang bersama tiga musketeer tersebut. Jadi meskipun novel tersebut berjudul Three Musketeer, namun kekompakan ke 4 anggotanya memang tersohor di seantero negeri.
Battle cry mereka yang sangat terkenal dan mampu menggoyahkan nyali musuh-musuhnya adalah One for all, all for one.

Gestalt
Teori psikologi Gestalt adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan.

Tiga tokoh utama dari teori psikologi Gestalt adalah Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler. Ketiga tokoh ini berpendapat bahwa manusia seringkali cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh.
Dalam aplikasinya terhadap proses belajar, teori psikologi Gestalt dimaknai sebagai sebuah proses mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas. Data-data dalam psikologi Gestalt disebut sebagai phenomena atau gejala.

Manusia akan cenderung untuk mempersepsikan sebuah gejala dari rangkaian pola-pola yang mirip sebagai sebuah kesamaan serta satu kesatuan yang utuh.
Salah satu manfaat dari teori psikologi Gestalt dalam implikasinya ke dalam hubungan sosial dalam kelompok dan masyarakat adalah membantu kita untuk dapat melihat segala sesuatu secara lebih terperinci dan detail pada tiap-tiap fenomena yang terjadi di sekitar kita untuk kemudian memahaminya sebagai sebuah gambaran besar yang utuh.
Ketika hal ini berhasil dilakukan, kita akan lebih mudah dalam memahami gambaran sebuah situasi yang lebih besar, bukan hanya fenomena yang berdiri sendiri-sendiri.

Integrated Part Therapy
Dalam praktik psikologi atau hipnoterapi gejala atau fenomena yang terjadi di dalam diri manusia biasa dikenal dengan istilah 'part', dan teknik untuk menyelaraskan part-part tadi disebut Integrated Part Therapy.

Sepertinya halnya teori gestalt atau kisah tentang musketeer tadi, ternyata di dalam diri manusia, tepatnya di dalam pikiran manusia terdapat banyak sekali part yang dalam satu waktu bisa muncul secara bersamaan. Kesemua part tadi merupakan sebuah kesatuan yang pada dasarnya tidak bisa atau bahkan tidak boleh dipisahkan.

Misal,  pagi hari alarm berbunyi pukul 4, coba Anda ingat begitu mata Anda terbuka, gagasan apa saja yang terbersit dalam benak Anda nyaris dalam waktu yang bersamaan.
Buang air kecil, BAB, ambil air wudhu, ambil air minum, tarik selimut lagi, shalat, mematikan alarm, dlsb. Apapun gagasan yang paling sering Anda ikuti akan mewujud dalam sebuah tindakan. Dan ketika tindakan itu selalu Anda ulang, maka orang akan mengenal Anda seperti tindakan yang dominan Anda lakukan tesebut. Anda akan disebut beser jika setiap buka mata langsung pipis, disebut sholeh ketika Anda langsung berwudhu untuk shalat, atau si pemalas kalau kebiasaan Anda adalah tarik selimut.

Kejadian serupa bisa terjadi ketika suatu siang kendaraan Anda diserempet orang yang kemudian kabur. Saat itu gagasan berujung tindakan yang mungkin muncul adalah: marah, memaki, mengejar, tarik nafas dan istighfar, menggigil ketakutan, dlsb. Label orang juga mulai muncul sesuai dengan tindakan dominan yang akan Anda ambil. Pemarah, Penyabar atau malah Penakut.

Runyamnya yang terjadi dalam kehidupan sehari hari,  orang lain hanya memandang Anda dari salah satu gejala atau fenomena yang dominan muncul. Padahal di dalam malas Anda terdapat juga rajin serta sholeh. Di dalam pemarah Anda, pastilah ada sang penyabar itu jauh di dalam diri (pikir) Anda. Dan menjadi lebih runyam lagi ketika Anda mengaminkan pendapat orang lain tersebut.

Kenali Musketeer Anda
Manusia diciptakan Allah sebagai sesempurna sempurnanya makhluk (fii ahsani taqwin), dengan semua karunia pembeda dari makhluk lain.
Di dalam diri manusia ada segumpal darah yang jika baik darah itu maka baiklah seluruh tubuh manusia itu, sebaliknya jika buruk segumpal darah itu maka buruk pulalah seluruh tubuh manusia itu. Para ulama meyakini bahwa segumpal darah itu adalah hati.
Saya kok merasa yang dimaksud sebenarnya adalah OTAK.

Otak merupakan hardware, dan pikiran merupakan software-nya. Dan tahukah Anda bahwa gagasan/part yang ada dalam pikiran manusia ternyata sangatlah banyak jumlah dan ragamnya. Bukan hanya berupa gagasan atau emosi (state), namun juga terdapat pelbagai sisi kreatif, jenius serta terapis, yang kesemuanya itu ketika sudah kita kenali akan dengan mudah dioptimalkan pemanfaatannya.
Sepertinya kata sebuah presuposisi  (asumsi dasar) dalam NLP bahwa semua manusia sudah memiliki semua sumber daya untuk sukses. Yang perlu dilakukan adalah:
  • mengidentifikasi, 
  • memperkuat,  kemudian
  • mengurutkannya. 
***

Menurut kawan saya seorang Polyglot (orang yang menguasai lebih dari satu bahasa), cara paling cepat dan mudah belajar bahasa asing adalah mengidentifikasi sang jenius dalam diri kita, untuk kemudian memanggil 'part' bahasa asing yang dikehendaki, semisal Inggris, Rusia, Jepang dll.
Teknik sederhana mengidentifikasi part tadi adalah melakukan personifikasi, memberi warna bahkan nama. Semakin banyak indera yang mampu mengenali part tadi akan semakin mudah part tadi dimunculkan.

Dus, ketika kita sakitpun sebenarnya kita bisa melakukan resusitasi awal sebelum pergi ke dokter. Kita bisa memanggil sang terapis untuk melakukan diagnosis dan mendapatkan tips mengenai tindakan yang perlu diambil agar kondisi kesehatan kita membaik.
Salah satu teknik yang sangat ampuh adalah Six Step Reframming. (Silakan googling sendiri tekniknya)

Saya mengalaminya ketika melakukan roadshow 10 hari Happiness & NLP di Jogja dan Jateng bulan lalu. Di hari ke-3 mata kaki kiri saya tiba-tiba saja membengkak. Saat itu saya sedang mengajarkan mengenai teknik six step reframming ini. Maka sekalian untuk mencontohkan, saya tanyakan pada terapis di dalam diri saya, what to do? 

Dan jawabannya sangat aneh, saya diminta minum black coffee tanpa gula (padahal saya tidak pernah minum kopi sebelumnya), diminta melepas sepatu setelah lunch break dan duduk ketika mengajar. Ajaibnya setelah saya ikuti anjuran sang terapis tadi, menjelang coffee break sore, kaki saya sudah kembali normal.

Dan luar biasanya bahkan kaki saya tetap sehat sampai saya menyelesaikan roadshow tersebut. Owsem.
***
Dalam praktek lebih advance lagi ternyata teknik part therapy ini juga mampu mengatasi beberapa gangguan fisik. Contoh paling aktual terjadi pada artis Ria Irawan yang divonis kanker serviks. Sel kanker sebenarnya merupakan bagian diri manusia yang akibat radikal bebas menyebabkan pertumbuhannya menjadi seolah tanpa kendali lagi. Nyatanya dengan mencoba mengenali sel kanker tersebut,  memberinya nama, bahkan senantiasa menyapanya. Mengajak ngobrol hingga membujuknya untuk pergi, alhasil dalam beberapa bulan Ria Irawan dinyatakan sudah terbebas dari kanker serviks.

Tahun 2009, saya mengalami cholic ureter, yang membuat saya harus dirawat selama 2 hari. Dari hasil rontgen serta USG, diketahui bahwa terdapat batu ginjal sepanjang 1,5 cm di ureter kanan. Saya lakukan self therapy yang salah satunya juga membujuk batu ginjal tadi untuk keluar dengan aman dan nyaman. Alhamdulillah setelah 2 minggu akhirnya batu tadi keluar juga. Tanpa darah. Tanpa rasa sakit. Owsem. 

Dengan memahami pendekatan ini maka kita selalu memiliki harapan untuk menyelesaikan sebuah situasi yang kurang memberdayakan diri kita.

Kalau kita selalu merasa minder ketika berada di ruang publik, yang terjadi sebenarnya kita hanya belum mengenali si pemberani atau Percaya Diri dalam diri kita. Ketika kita lebih sering dikendalikan oleh amarah kita, yang sebenarnya terjadi hanyalah kita belum mengenali si sabar dalam diri kita.

Dari beberapa literatur yang saya pelajari, juga pengalaman saya melakukan part therapy, kita tidak boleh berpihak pada salah satu part atau mengalahkan salah satu part lainnya. 

Tugas kita adalah melakukan edukasi sehingga tercapai kesepakatan dan kesepahaman antar part demi mencapai sebuah WFO (Well Formed Outcome) yang membuat mereka lebih 'berdaya'.

Ibarat musketeer tadi,  semua part ini mesti bahu membahu demi tercapainya tujuan besar mereka. Maka slogan yang dipegang juga mesti sama, yaitu one for all, all for one.

Sila tebar jika manfaat

Tabik
- haridewa -
Happiness Life Coach
NLP Trainer
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...