POSTINGAN POPULER

Monday, January 01, 2018

Teruslah Berdetak

Hasil gambar untuk dolphin tale 2Beberapa hari yang lalu, saya nonton film Dolphin Tale 2 yang menceritakan perjuangan Clearwater Marine Aquarium (CMA) yang dipimpin oleh Dr. Clay Haskett (Harry Connick Jr.) menyelamatkan Winter,  lumba-lumba muda yang kehilangan ekornya setelah terjerat dalam perangkap kepiting. Dengan bantuan Dr Cameron McCarthy (Morgan Freeman) yang mengembangkan ekor prostetik unik untuk Winter, mereka akhirnya menyelamatkan hidupnya untuk melawan segala rintangan. Juga berarti mereka telah menyelamatkan akuarium (CMA) yang dikunjungi oleh orang dari seluruh dunia.

Namun perjuangan mereka belum berakhir. Induk Winter yaitu dolphin Panama meninggal meninggalkan Winter sendirian yang berduka hingga tidak mau terlibat dengan siapa pun, bahkan terhadap sahabatnya yaitu Sawyer Nelson (Gamble). Film ini berakhir bahagia ketika pada akhirnya tim CMA berhasil memasangkan Winter dengan dolphin muda yaitu Hope.

Film keluarga ini sangat menarik untuk ditonton karena banyak pesan moral yang bisa diambil. Misal rasa sayang pada hewan, kekompakan sebuah tim penyelamat, sampai keharmonisan keluarga Nelson. Namun saya justru lebih tertarik pada konflik bathin yang dialami Sawyer, karena dia mesti meninggalkan CMA demi melanjutkan studinya ke kota lain. Satu kepentingan dalam dirinya mengajak dia untuk menjawab beasiswa yang telah diperolehnya, namun bagian lain dari dirinya enggan meninggalkan CMA, apalagi dengan kasus Winter yang belum mendapatkan pasangan waktu itu.

Dialog menarik terjadi ketika pesta perpisahan untuk Sawyer yang dibuat oleh orang tuanya, Sawyer yang sedang duduk menyudut di samping kolam didatangi oleh Dr. McCarthy dan diberi kenangan berupa sebuah kotak kayu antik yang berisi jam bandul peninggalan paman Dr. McCarthy. Alangkah gembiranya Sawyer mendapatkan kenang-kenangan tersebut, namun kegembiraannya agak pudar ketika menyadari jam bandul itu tidak berdetak lagi.  Melihat kegusaran Sawyer tersebut, Dr McCarthy mengambil jam bandul tadi untuk kemudian menggoyangkannya, dan ajaib, jam bandul tadi berdetak lagi.
"Kamu tahu kenapa hal ini terjadi?", Dr McCarthy mencoba memancing semangat Sawyer dengan sebuah metafora terselubung. "Apa maksud Anda Dok?", Sawyer masih belum 'ngeh' dengan perumpamaan yang disampaikan Dr McCarthy.
"Jam itu terlalu lama tersimpan di gudang saya. Semenjak diberikan oleh paman beberapa tahun yang lalu, sangat jarang saya membuka kotak dan menimang jam tersebut. Maka karena terlalu lama berada di satu tempat, terkadang jam tersebut berhenti berdetak. Nah, untuk menormalkan detakannya, kita perlu menggocangkannya terlebih dahulu.  Am I clear?", Dr McCarthy mengakhiri penjelasannya dengan pertanyaan.

Tiba-tiba saja Sawyer menjadi sumringah. Sambil manggut-manggut dia bangkit dari kursinya, untuk kemudian bergabung dengan para tamu undangan pesta perpisahan yang memang diadakan untuknya. 
***
Sidang Pembaca yang budiman, tak perlu saya jelaskan pencerahan yang didapatkan Sawyer berkat metafora yang disampaikan Dr McCarthy, Anda tentu juga paham khan? Bahwa seseorang perlu senantiasa bergerak agar dinamika yang ada dalam tubuhnya tidak macet. Dan repotnya meski kita bisa menggerakkan lagi sesuatu yang macet tadi, kita perlu menggoncangkannya. Tidak cukup sekedar menggoyang.

Sudah banyak pihak yang membahas tentang rentannya sebuah comfort zone, maka film besutan sutradara Charles Martin Smith ini menguatkan premis mengenai hal itu. Salah satu mentor saya pernah mengingatkan bahwa comfort zone itu belum tentu sebuah zona yang membuat kita nyaman sehingga enggan beranjak. Kondisi pekerjaan yang tidak memberdayakan dengan remunerasi kecil, jobdesc tidak jelas, dan atasan yang killer, namun tidak juga membuat Anda pindah kerja, itu juga merupakan jebakan comfort zone. Ibarat jam bandul tadi maka lambat laun, Anda akan berhenti berdetak. Hilang kreatifitas. Lenyap antusias. Duit di dompetpun lenyap tanpa bekas!  

Kalau sampai hal itu terjadi, maka untuk membangkitkan Anda dibutuhkan goncangan hebat. Dan goncangan selalu tidak akan menyenangkan.

Maka Kawan, besok kita sudah akan menginjak di tahun yang baru lagi. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk senantiasa berdetak. Bergerak, baik pikir maupun fisik kita. So there is no chance anybody to shake us up.

Selamat tahun baru Kawan, dan teruslah berdetak menyongsong harapanmu, tik tak tik tak tik tak...

Tabik
- haridewa -
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

No comments:

Artikel Unggulan

"Liatin Duitnye Tong!"

Moment tujuhbelasan seperti sekarang ini selalu meninggalkan kesan yang mendalam kepada kita yang mampu mensyukuri kemerdekaan bangsa ini. B...