POSTINGAN POPULER

Monday, January 15, 2018

Apa itu Schismogenesis?

Hasil gambar untuk blue n gold lady shoesAlkisah Anto dan Anti sedang bersiap untuk pergi ke pesta. Anti baru saja membeli baju baru dan ingin terlihat lebih cantik. Sambil memegang 2 pasang sepatu, sepasang warna biru, sepasang warna emas, dia bertanya kepada Anto,  “Mas, sepatu mana yang harus Anti pakai dengan baju ini ya?”
“Ahh…umm…yang mana saja yang kamu suka, Sayang,” jawab Anto
“Ayo dong Mas,” kata Anti lagi, gak sabaran, “Yang mana yang kelihatan lebih bagus…..yang biru atau yang emas?”
“Kayaknya yang emas deh!” jawab Anto mulai gugup.
“Emangnya yang biru kenapa?” tuntut Anti.
“Kamu memang dari dulu gak pernah suka yang Biru! Aku beli mahal-mahal dan kamu gak suka, kan?” dalam hati Anto mulai dongkol, “Kalau gak mau dengar pendapatku, kenapa tadi nanya!”

Anto berpikir tadi dia disuruh menyelesaikan suatu masalah, tapi ketika masalahnya sudah ia selesaikan, Anti malah kesal. 

Sementara Anti sebenarnya sedang menggunakan bahasa yang tipikal cewek alias cuma cewek yang bisa mengerti: bahasa tidak langsung atau kerennya 'indirect speech'
Anti sebenernya sudah memutuskan mau memakai sepatu yang mana dan tidak sedang minta pendapat; yang dia inginkan adalah konfirmasi dari Anto bahwa ia terlihat lebih cantik.
***
Kawan, pernahkan Anda mendengar kisah sejenis ini, atau justru Anda sendiri sering mengalaminya? Tak usah berkecil hati kalau memang iya, sebenarnya komunikasi kurang presisi antara cowok dan cewek seperti ini masih sering terjadi kok di sekitar kita.

Di tahun 1930-an, Gregory Bateson, seorang Antropolog berkebangsaan Amerika sudah melakukan penelitian mengenai watak bangsa (national character) dengan suatu proyek penelitian yang disebut Contemporary Culture. Metode penelitian yang digunakan adalah Study Culture from Distance. Adapun pendekatan teoritisnya adalah gabungan dari teori Freud tentang pentingnya pengasuhan anak, dan metode penganalisaan yang dikembangkan Gregory Bateson yang disebut konsep Schismogenesis, yaitu penelitian mengenai dua kutub yang kontras (bipolar interaction).

Konsep Schismogenesis
Schismogenesis adalah suatu proses pembedaan dalam norma-norma kekhasan pribadi sebagai akibat interaksi antara individu-individu yang terus menerus secara bertimbun banyak.
Menurut Bateson, masyarakat di seluruh dunia berbeda dalam sifat pola interaksi bipolar tersebut. Dengan meneliti cara khas hubungan antar pribadi (interpersonal) dan antar kelompok (intergroup relationship) dapat disimpulkan watak tipikal suatu masyarakat/suku bangsa.

Seorang individu belajar dengan jalan mengambil alih pola watak (characteristic pattern) dari hubungan peran (role) dalam masyarakat tempat ia dibesarkan.
Misalnya, seorang anak dalam hubungannya dengan orang tuanya akan berperan sebagai pihak yang menggantungkan diri (dependence), sedangkan orang tua sebagai pihak yang memberi bantuan (succoring).

Berdasarkan konsep Schismogenesis, bila kita hendak meneliti pola watak suatu suku bangsa, maka kita harus melihat interaksi bipolarnya. Interaksi bipolar untuk hubungan orang tua – anak misalnya dapat bersifat sebagai:

  • Penguasa (dominance) – yang dikuasai (submission)
  • Pemberi bantuan (succorance) – menggantungkan diri (dependence)
  • Mempertontonkan diri (exhibitionism) – menjadi penonton (spectatorship)


Pola-pola bipolar inilah yang membentuk kecenderungan berpikir bagi seorang anak. Dominansi dari salah satu dari orangtuanya, baik itu figur ayah atau ibu bisa juga memengaruhi pola pikir seorang anak, termasuk pola pikir indirect bagi cewek dan direct bagi cowok. Meski tidak menutup kemungkinan juga terjadi sebaliknya.
Bahkan kebiasaan adat istiadat dimana seseorang dibesarkan juga akan memengaruhi konsep pikirnya. Orang Sumatera identik dengan keras, termasuk bicaranya, orang Jawa biasanya halus dalam tutur katanya, merupakan sebuah bentukan juga dari leluhurnya, meski tidak semuanya seperti itu.
***

Dikarenakan perbedaan itulah maka fragmen Anto dan Anti di atas muncul. Masing-masing individu biasanya merespon stimulus yang ada di sekitarnya menggunakan mental map mereka sendiri.

Mereka berpikir bahwa setiap orang adalah sama adanya, sehingga berharap lawan bicara akan memahami apapun kata/perilaku yang mereka utarakan.
Dikarenakan tidak memahami schismogenesis ini maka betapa banyak terjadinya kasus pertikaian dalam rumah tangga yang diakibatkan oleh hal yang sangat sepele seperti kasus sepatu itu? Remeh temen, tidak prinsip, namun bisa berakibat fatal!

Maka di sinilah peran people profiling menjadi penting. Kita mesti memahami pola pikir orang di sekitar kita, sehingga pada akhirnya mampu melakukan komunikasi dengan baik. 

Bukankah keberhasilan sebuah komunikasi tidak diukur oleh maksud, namun oleh respon dari lawan komunikasi kita?
***

RAPPORT
Rapport adalah salah satu prinsip dan teknik komunikasi dan membangun hubungan yang paling populer di dunia. Dan Rapport menyangkut hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.

Rapport dibangun dengan prinsip pacing-leading dan matching-mirroring. Prinsip pacing berarti menyamakan atau menyesuaikan. Pemahaman praktisnya adalah 'menyamakan frekuensi'. Dengan penyamaan ini, tahap berikutnya, yakni 'leading' bisa dilakukan.

Berbekal ilmu pacing leading ini sebenarnya tragedi sepatu emas tadi bisa dihindarkan. Anto dan Anti bisa belajar untuk mengerti satu sama lain.
Dengan memahami bahwa cewek merupakan makhluk indirect maka sangatlah penting bagi kaum cowok untuk tidak memberikan jawaban secara langsung.

Bila kita re-wind situasi tadi, Anto bisa bertanya, “Kamu sudah memilih yang mana, Sayang?”
Dan jawaban berikutnya biasanya, “Ehm…..aku pikir aku bisa memakai yang emas…” Karena memang pada kenyataannya Anti sudah memilih sepatu emasnya
“Kenapa yang emas?” tanya Anto, sambil tersenyum cerdik.
“Soalnya aku mau mengenakan asesoris warna emas dan bajuku ada pola
keemasannya“
, demikian jawab Anti bangga.
Kemudian dengan yakin Anto bisa menjawab, “Wow! Pilihan kamu bagus tuh An! Kamu bakal kelihatan paling cantik nanti!”

Maka diskusi malam itupun berakhir dengan happy ending.

Sila tebar jika manfaat

Tabik

-haridewa-
Happiness Life Coach
Professional Hypnotherapist
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Sumber acuan:
- Danandjaja, James, Antropologi Psikologi : Kepribadian Individu dan Kolektif
- RH Wiwoho: Terapi-Terapi Kilat

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...