POSTINGAN POPULER

Tuesday, November 06, 2018

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai keuntungan mengkonsumsi pete, saya sudah menjadi 'pete mania'. Ibarat kata saya ditawarin makan pete atau sate, saya pasti memilih sate, sama pete! Wkwkwk

Istri sayapun mahfum bahwa isi kulkas boleh kosong dari telur, daging atau ikan, tapi tak boleh absen dari sayur yang namanya pete ini! Pagi ini saya cek stok pete di kulkas, dan ternyata tersisa satu papan saja. "Waduh, mesti segera hunting lagi nih", si pete mania dalam diri saja berbisik.

Maka selesai mengantar si bungsu ke sekolahnya, sayapun meluncur ke pasar tradisional yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari sekolah anak saya tadi. Di pasar tadi ada beberapa penjual sayur yang biasanya menyediakan pete sebagai dagangan pelengkap mereka. Namun pagi ini rupanya mereka sedang tidak ready stock.

Seingat saya masih ada satu kios di pojok pasar yang malah hanya menjual pete, jengkol dan beberapa buah tertentu. Biasanya kios ini buka agak siang, jadi kalau saya datang pagi sehabis mengantar anak sekolah tadi, kios tadi belum buka. Untunglah pagi ini, kios tadi sudah buka. Bergegas saya menuju ke pojok pasar, dan betul saja, bapak penjual sedang menyusun pete yang sangat segar serta montok di lapaknya.
"Berapaan petenya Pak?"
"Tujuh ribu saja Mas", jawabnya dengan logat Jawa yang sangat kental
Menyadari ternyata penjualnya adalah orang Jawa, spontan saya menimpalinya dengan bahasa Jawa (tanpa perlu dimedok-medokkan, karena bahasa Jawa saya memang masih medok, meski sudah tinggal lama di ranah Parahiyangan ini)
"Larang men (mahal amat) Pak? Biasane mung rong ewuan (biasanya cuma dua ribuan)?"
"Wah mboten wonten pete kok rong ewu, niki sampun arang petenipun (gak ada pete 2 ribuan, pete sudah mulai jarang sekarang ini)", penjual pete tadi berargumen.

Sejurus kemudian saya sengaja mengajak dia mengobrol menggunakan bahasa Jawa, selain karena saya juga merindukan obrolan Jawa ini, juga ada satu maksud terselebung, yaitu melakukan pendekatan batiniah (pace to get connected)

"Asli pundi to Mas, kok saged boso Jowo (Asli mana Mas kok bisa bicara dalam bahasa Jawa)", penjual tadi akhirnya menanyakan asal saya
"Kulo saking Kendal Pak. Lha njenengan? (Saya dari Kendal Pak. Kalau Bapak dari mana?)", sembari menjawab, saya balik bertanya
"Oalah jebul tonggo. Kulo ungaran. Lha niki pete ayu-ayu niki nggih saking Ungaran (Oo ternyata kita masih tetangga. Saya dari Ungaran. Pete yang cantik-cantik ini juga dari  Ungaran)", jelas penjual pete tadi bersemangat karena bertemu tetangga jauh di perantauan
"Dados menawi kulo mendet sejinah, terus pinten niki petene? (Jadi kalau saya ambil 10, terus berapa nih)", saya mulai melakukan leading setelah merasa connectedness nya terbangun.
"Lha monggo kagem Mase cekap 35 ewu kemawon (Silakan untuk Anda cukup 35 ribu saja)"
"Alhamdulillah, bonus setunggal nggih (Bonus satu ya)"
"Monggo, kagem tonggo kulo tambahin setunggal (Silakan, untuk tetangga sih saya tambah satu lagi)"
***

Wew, dari harga Rp 77 ribu untuk 11 papan pete, akhirnya saya hanya mengeluarkan kocek Rp 35 ribu sahaja. Apakah penjual pete tadi merugi? Tentu saja tidak! Dia tentu sudah menghitung margin minimal yang akan dia peroleh dengan mengimpor pete dari Ungaran ke Bogor.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi sehingga dia bisa memotong harga drastis 50% lebih pagi ini?

Kalau kita mempelajari NLP (Neuro Linguistic Programming), kita pasti akan dikenalkan pada 4 Pilarnya, yaitu:
1. Outcome Thinking (Menentukan goal)
2. Building Rapport (Jalin Koneksi)
3. Sensory Acuity (Kepekaan Indrawi)
4. Behavior Flexibility (Keluwesan Perilaku)

Sebagai seorang pembelajar NLP, maka dimanapun tempat dan situasi, proses pembelajaran ini akan senantiasa terbawa. Jadi ketika pagi tadi, saya mendengar harga pete yang menurut saya masih terlalu mahal, dalam benak saya langsung terbentuk sebuah goal (pilar pertama). Sederhana saja goalnya, yaitu saya ingin membeli pete dengan harga di bawah 5 ribu.

Kemudian saya mulai menjalin koneksi (pilar kedua) dengan penjual tadi ketika mulai menanyakn harga dll. Dan ketika menyadari ternyata penjualnya orang Jawa (pilar ketiga), maka saya kemudian melanjutkan obrolan menggunakan bahasa Jawa (pilar ke empat)

Dalam menjalin koneksi, ada sebuah teknik ampuh agar bisa segera tercipta keakraban batiniah (connectedness), yaitu teknik Pacing (menyesuaikan)-Leading (mengarahkan).

Pacing dan Leading sangat penting dalam membangun hubungan baik dan menentukan kita berhasil atau tidak dalam berkomunikasi dengan orang lain. Untuk itulah para pakar komunikasi menyarankan agar kita memahami gambar orang lain dahulu, berempati; baru mereka akan memahami kita. Dalam habit ke 4, Stephen Covey, mengatakan, “pahami dan mengertilah maka Anda akan mengerti orang lain.”

Jangan menunggu orang lain untuk terlebih dahulu melakukan PACING terhadap kita. Kitalah yang harus memulainya.

Indikasi dari proses menyesuaikan adalah perasaan nyaman dan munculnya kepercayaan kepada diri kita dari pasangan komunikasi kita. Untuk melakukan PENYESUAIAN (pacing) kita perlu menggunakan teknik membangun keakraban dan kesamaan model dunia dengannya (Matching). Itulah alasan saya menggunakan bahasa Jawa, dan mengajak penjual tadi mengobrol sejenak sebelum saya menawar petenya.

Sehingga dia merasa nyaman, merasa sama model dunianya, dan searah peta pikirannya. Frequensi emosi yang sama, gerakan tubuh yang sama (Mirroring), tutur kata dan pemilihan kalimat yang sejenis mampu mendorong perasaan dua orang ke dalam sebuah ikatan emosi (connectedness).

Dan ketika sudah terjadi penyesuaian, langkah selanjutnya adalah arahkan. Arahkan komunikasi sesuai dengan harapan dari tujuan ‘untuk apa kita berkomunikasi' yaitu untuk mencapai hasil atau outcome thinking.

Sidang Pembaca yang berbahagia, itulah oleh-oleh saya dari pasar pagi ini, Pete Matching

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer
www.thecafetherapy.com

Friday, October 26, 2018

NLP CHANGE MODEL


Beberapa hari yang lalu saya melakukan perjalanan dari Kelapa Gading menuju Jagakarsa menggunakan taksi online. Salah satu alasan kenapa saya lebih memilih taksi online dibandingkan taksi konvensional, selain harga, adalah keramahan driver serta wawasan mereka. Biasanya mereka adalah orang-orang yang 'well educated' sehingga nyambung ketika diajak ngobrol.

Rupanya melihat penampilan saya yang memang tidak seperti orang kebanyakan (jas batik, topi fedora, rambut gondrong) drivernya kepo, apa pekerjaan saya.

Saya ceritakan saja sekilas, bahwa saya adalah seorang terapis, lebih tepatnya hipnoterapis. Dan bisa diduga ketika saya menyebutkan kata hipnotis, orang akan selalu menanyakan apakah acara Uya Kuya itu benar? Apakah hipnosis bisa untuk membongkar aib dll.

"Itu tidak benar Mas. Itu hanya tontonan rekayasa kuya belaka. Karena, meski dalam kondisi hipnosa, seseorang tetap tidak akan melakukan sebuah hal yang berada di luar keyakinannya (belief/value)", jelas saya sesingkat mungkin (mata sudah tinggal 5 watt)
"Lha kalau begitu, apa manfaat hipnosis Pak?", driver itu masih belum puas

Mendengar pertanyaan sensitif ini tetiba saja kantuk saya lenyap, mata 5 watt saya langsung berpendar menjadi 100 watt, "Buanyak Mas. Bisa untuk terapeutik (penyembuhan) atau non terapeutik (motivational). Tentunya ada beberapa kaidah yang perlu diikuti"
"Kalau memotivasi anak yang malas belajar bisa gak Pak?", rupanya driver ini memiliki seorang putra berusia 10 tahun yang menurutnya sangat malas kalau disuruh belajar.

"Baik Mas Driver, sebelum saya jawab pertanyaan Anda, ijinkan saya mengajukan sebuah pertanyaan dulu. Kenapa Anda mau mengantar saya?"
"Ya karena ini adalah tugas saya", jawabnya agak bingung
"Ya betul mengantar penumpang adalah tugas Anda sebagai seorang driver. Tapi bukan itu inti pertanyaan saya. Kenapa Anda bersedia mengantar saya?"
"Nggg, saya paham maksud Bapak. Karena saya dibayar?"
"Bayaran hanya sebuah konsekuensi logis dari sebuah pelayanan Mas. Saya ganti pertanyaannya, apa hal yang membuat Anda bisa mengantar saya?"
"Karena saya punya mobil?"
"Nyaris. Mobilnya diapain?"
"Dikendarailah!"
"Betul. Kemana?"
"Oh iya. Saya sudah nangkep maksud Bapak. Saya bisa mengantar Bapak karena ada sebuah tujuan", akhirnya driver tadi mengerti arah pertanyaan saya

"Seratus untuk Anda Mas Driver. Dan jangan lupa, setelah saya menentukan 'destination' tadi, saya juga menentukan 'pick up location' khan? Nah, dalam keilmuan NLP (Neuro Linguistic Programming) yang saya pelajari, ada sebuah pemahaman yang disebut NLP Change Model dimana pick up location tadi disebut sebagai titik NOW (current situation) sementara destination merupakan titik GOAL (desired situation). Sebuah perubahan dianggap terjadi ketika sudah terjadi pergerakan dari titik now menuju titik goal.

Sepanjang proses pergerakan menuju titik goal tadi, kita pasti akan selalu dipengaruhi oleh dua faktor:
1. Sumber Daya (Faktor pendukung)
2. Hambatan (Faktor pengganggu)

Mobil, BBM, e-toll card, keahlian Anda mengemudi dll merupakan faktor pendukung baik internal maupun eksternal. Sementara kemacetan jalan, kerusakan mesin, cuaca dll merupakan faktor pengganggu yang bisa menghambat tercapainya tujuan kita. Menurut Anda, sebaiknya kita lewat mana Mas Driver?"

"Kalau biasanya saya lewat Cawang, terus Kramatjati dst, tapi sebentar Pak, saya lihat GPS dulu. Menurut GPS, jalur yang biasa saya lewati itu dalam keadaan macet parah Pak, jadi saran saya kita lewat tol dalam kota saja. Bagaimana?"

"Baik, saya setuju saja Mas Driver. Dan tahukah Anda, bahwa kejelian Anda menakar  rute yang lancar atau macet itu disebut 'kepekaan inderawi' (sensory awareness/acuity). Sementara keputusan mengubah rute ini dalam pemahaman NLP tadi disebut dengan 'fleksibilitas'."

Driver tadi manggut-manggut tanda mengerti, namun sejurus kemudian dia mengajukan sebuah pertanyaan lagi, "Apa beda fleksibel dengan plin plan Pak?"
"Kita mengubah rute tadi dalam rangka apa Mas Driver?"
"Mencapai tujuan Pak"
"Exactly. Itulah bedanya. Orang disebut fleksible adalah orang yang sanggup mengubah rute kehidupannya demi mencapai goalnya. Bedanya ada pada GOAL. Sementara orang plin plan itu gak punya goal. Dia berubah-ubah terus karena bingung. Sekarang gantian saya yang nanya lagi. Kenapa tadi Anda melihat GPS, sebelum berangkat"
"Agar tahu Rute mana yang paling cocok dan cepat dalam perjalanan kita menuju Jagakarsa"
"Bagus. Nah, dalam pemahaman NLP tadi, hal ini disebut 'menjalin kedekatan' (dengan tujuan) atau Building Rapport. Menjalin kedekatan juga perlu dilakukan kepada diri sendiri (Menguatkan niat) dan kepada pihak lain yang bakal mendukung tercapainya tujuan kita tadi. Satu pertanyaan lagi Mas Driver. Meskipun dibayar, seandainya saya minta Anda untuk melintas daerah banjir, apakah Anda bersedia?"
"Oo tentu tidak Pak!"
"Kenapa? Khan kita sudah punya tujuan. Anda menjalankan tugas Anda, dan dibayar!"
"Karena saya bisa rugi Pak. Mobil saya bisa rusak kalau nekat menembus banjir"
"Nah, ini yang disebut mempertimbangkan 'faktor ekologis' atau keselarasan (Ecologically Sound). Meski tujuan bisa dicapai, ketika ada kerusakan bawaan (collateral damage), akan lebih baik kalau kita mencari alternatif lain (kembali bersikap fleksibel)"

"Nah, Anda sudah tahu apa yang mesti dilakukan kepada Putra Anda Mas Driver?"
"Tahu Pak", jawabnya mantab, "Saya akan tanyakan apa cita-citanya (goal), saya akan ajarkan dia cara menguatkan faktor pendukung dan mengurangi faktor penghambatnya. Saya akan dampingi dan dukung dia akan semakin dekat dengan cita-citanya serta menjaga agar lingkungannya senantiasa selaras"
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, tanpa terasa saya sudah menjelaskan hal paling prinsip dalam pemahaman NLP kepada driver taksi online tadi, yaitu 4 pilarnya yang berupa:
1. Outcome Thinking (Goal)
2. Sensory Acuity
3. Building Rapport &
4. Flexibility
Bahkan dengan bonus ecologically sounds sebagai faktor penyelaras.

Nah, kalau driver online saja menjadi paham cara mengubah diri dan putranya, saya yakin Anda juga pasti sudah 'ngeh' apa yang mesti dilakukan untuk membuat hidup Anda lebih BERDAYA lagi.

Kalau Anda ingin lebih paham lagi mengenai NLP,  join saja di NNLP Comprehensive Bootcamp tgl 16-20 November 2018

Selama 5 hari kita akan menginap di Hotel New Cipayung Asri Puncak dan saya akan sharing mengenai teori, sejarah, teknik NLP sehingga Anda akan memiliki attitude seorang NLP-ers sejati. Bukan sekedar menjadi NLP Practitioner, selama 5 hari 4 malam, Anda akan digembleng untuk menjadi seorang NNLP Trainer yang handal.

Malam harinya kita akan langsung mempraktekkan keilmuan yang kita pelajari  untuk membantu karyawan hotel dan masyarakat sekitar mendapatkan ultimate goal mereka. Menarik bukan?
***

Investasi:
Berapa investasi yang perlu Anda keluarkan untuk program yang luar biasa ini?
- Investasi Normal: Rp 10 juta,
- Early bird bulan October: Rp 9 juta
- Early bird 15-30 Sep: Rp 8 juta
- Super Earlybird (bayar lunas) 1-14 Sep: Rp 7 juta saja
***

Fasilitas:
- Kamar ber AC 2 sharing
- 13x meal, 10x Coffee Break,
- Tshirt NLP,
- Buku NLP,
- Sertifikat Nasional Trainer NLP
- Free Coaching
***

Manfaat:
- Menguasai komunikasi hipnotik
- Menguasai teknik coaching praktis
- Langsung bisa membuka kelas sertifikasi nasional NLP dengan mendapatkan keuntungan minimal Rp 1 juta/peserta

Tunggu apalagi, segera hubungi nomor kontak di bawah ini, karena seat yang tersedia hanya untuk 12 peserta saja (dan tersisa tinggal 4 seat saja)

- Mas Joko: +62817878337
- Mas Kono: +6287872152653

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer
www.thecafetherapy.com

Saturday, September 29, 2018

ANCHOR PUTIH

Cerita ini sederhana sahaja, terjadi sekitar 9 atau 10 tahun silam. Saat itu saya masih bekerja di sebuah perusahaan farmasi dan berkantor di bilangan Pulogadung. Di kantor ini setiap hari disediakan makan siang berjamaah di ruang kantin yang didesain layaknya resto kekinian.

Beberapa set meja dengan empat kursi empuknya, AC sentral yang sangat dingin, plus seperangkat karaoke system juga tersedia di kantin tersebut. Yang menarik adalah seluruh hidangan yang terdiri dari nasi, dua lauk, buah serta sayur,  telah tersusun rapi dalam satu nampan stainless steel, sehingga para karyawan tinggal memilih kombinasi lauk mana yang paling cocok untuk dirinya.

Biasanya kami akan menikmati hidangan siang sambil bercanda, berdiskusi atau sekedar saling curcol. Suatu hari saya makan satu meja dengan seorang kawan perempuan yang dikenal sangat mudah terpengaruh jika mendengar sebuah cerita yang menjijikkan. Sebut saja namanya Mawar. Hanya mendengar kata 'ingus' disebut ketika makan, dia bisa langsung mual, bahkan tak jarang muntah. Apalagi jika yang disebutkan lebih parah dari itu, semisal 'feses', atau 'nanah'. Gegara hal inilah maka seringkali Mawar menjadi ajang 'food bullying' (hehehe ini hanya istilah saya sendiri ya). Ketika jam makan siang, ada saja yang sengaja nyamperin dia atau sekedar lewat sambil menyebutkan satu item yang menjijikkan.

Hari itu saya sengaja makan semeja dengan Mawar, bersama dua kawan lain. Saya bersebelahan dengan satu kawan cowok, Mawar bersebelahan dengan satu kawan cewek. Dan memang siang itu saya berniat iseng, hehehe.

Sembari makan, saya seolah bercerita kepada kawan yang duduk di sebelah saya mengenai kebiasaan bule mengkonsumsi keju dan es krim ternyata memengaruhi pencernaan mereka. Meski tidak saya tujukan kepada Mawar, namun saya yakin dia juga ikut mendengar cerita saya. Sampai di sini Mawar masih belum terpengaruh. Dan ketika saya berkata, "Tahu gak Bro, karena kebiasaannya tadi, feses mereka itu berwarna putih lho!" dengan suara agak dikeraskan dengan tujuan serangan food bullying kali ini tepat sasaran kepada Mawar yang sangat sugestif tadi. "Hoooeks, apaan sih Pak HD ini, lagi makan kok ngomong begituan" semprotnya sambil kabur ke toilet perempuan dan tak berani kembali ke meja kami. Xixixi kami tertawa geli melihatnya kalang kabut berlari ke toilet.
***

Gegara insiden siang itu, Mawar jadi kapok makan semeja dengan saya. Kebetulan memang saya ada tugas keluar kota, sehingga selama seminggu sesudah kejadian itu dia bisa merasa aman.

Ketika sudah berada di kantor lagi, suatu hari saya lewat di meja tempat Mawar sedang asyik makan bersama 3 orang kawan ceweknya. Dia tidak menyadari kehadiran saya, sehingga tetap asyik menyantap hidangan makan siangnya. Sambil melewatinya saya berkata agak keras, "Putih!"

Tahukah kawan, apa yang terjadi?

"Hoooeks, iih pak HD, apaan sih ngomong jorok begitu!", semprot Mawar, terlambat menyadari kehadiran saya, sambil kalang kabut berlari ke toilet perempuan. Xixixi, saya tertawa geli, sementara ketiga kawan Mawar kebingungan.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, mungkin ada di antara Anda yang juga kebingungan, seperti halnya ketiga kawan Mawar di atas. Bagaimana mungkin sebuah kata 'putih' bisa memicu seseorang menjadi mual atau muntah. Dalam dunia psikologi atau hipnosis atau NLP (Neuro Linguistic Programming) fenomena ini disebut sebagai ANCHOR (lebih tepatnya Auditory Anchor)

Pada saat ini sangat banyak definisi tentang Anchor yang dibuat oleh para ahli NLP.  Namun salah satu yang paling sederhana, tetapi sudah sangat mencukupi adalah:

“Any stimulus that is associated with a specific response”,

yang dapat diartikan secara bebas sebagai :

“Setiap stimulus yang akan memicu suatu reaksi spesifik tertentu.”
***

Penelitian tentang fenomena Anchor pertama kali dilakukan oleh Ivan Pavlov, seorang Psikolog berkebangsaan Rusia, peraih hadiah Nobel.

Pavlov melakukan percobaan dengan memberikan makan seekor anjing pada jam tertentu, dan didahului dengan membunyikan bel. Setelah hal ini dilakukan berulang-ulang, maka saat berikutnya saat bel dibunyikan, maka segera anjing bereaksi mengeluarkan air liur. Dalam hal ini bel merupakan Anchor yang akan memicu sang Anjing untuk secara tidak sadar mengeluarkan air liurnya, dan proses Anchor yang terbentuk karena pengkondisian yang berulang-ulang.

Dalam kasus Mawar yang sangat sugestif itu, pengkondisian awal terjadi beberapa hari sebelumnya ketika saya bercerita mengenai kebiasaan bule makan keju dan es krim, sehingga fesesnya berwarna putih. Maka dalam benak Mawar sudah tercipta sebuah pola:

Keju-> feses -> putih

Sehingga meskipun waktu sudah berlalu, namun ketika frasa 'putih' disebutkan, pikiran Mawar langsung mengacu pada kata feses, dan itu sangat menjijikkan.

Di keilmuan hypnosis dikenal istilah 'Post Hypnotic Suggestion' atau sugesti yang tetap akan bekerja walaupun suyet telah berada pada kondisi pasca hypnosis (emerging). Dari penjelasan di atas, dapat dipahami dengan mudah bahwa 'Post Hypnotic Suggestion' merupakan salah satu bentuk rekayasa Anchor, hanya saja dilakukan dalam kondisi hypnosis.

Terbentuknya suatu anchor dikarenakan suatu pengkondisian tertentu, baik pengkondisian secara cepat, maupun secara perlahan-lahan atau berulang karena kebiasaan. Oleh karena itu secara umum anchor tidak saja dapat dibentuk dalam kondisi hypnosis semata, melainkan juga melalui proses normal yang berulang.

Sebuah proses hipnosis akan dengan mudah terjadi ketika otoritas pelaku hipnosisnya sangat dominan. Misal orang tua kepada anak, bos kepada bawahan, guru kepada murid, penguasa kepada rakyat dll.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, bisa Anda bayangkan bahayanya proses anchor yang tak sengaja tercipta ketika ada orang tua yang berkata negatif kepada anaknya. Semisal mengatakan anaknya malas, bodoh, nakal, monyet, setan dlsb, yang tentunya akan berimbas pada perilaku sang anak di masa depan, meski waktu sudah berlalu.

Saya pernah menangani klien seorang laki-laki pengusaha yang mengaku selalu gagal ketika memulai bisnis kulinernya. Semua daya upaya telah dia lakukan, bahkan berbagai pelatihan wirausaha kuliner juga telah dia ikuti, namun tetap saja usaha kulinernya tidak pernah berkembang, kalau tidak mau dikatakan bangkrut.

Menggunakan teknik 'past life age regression', akhirnya saya berhasil menemukan akar masalahnya. Ternyata ketika kanak-kanak, pengusaha ini suka bermain ‘pasaran’ (bermain masak-masakan) bersama kakak-kakak perempuannya. Suatu hari ketika sedang asyik bermain pasaran, ayahnya pulang dan ketika melihat anak laki-lakinya ‘pasaran’, sang ayah langsung murka.

Sambil melempar semua peralatan mainnya, sang ayah berteriak, "Le (singkatan dari Tole, panggilan kesayangan anak lelaki di Jawa) pasaran itu permainan anak perempuan. Kamu lelaki, mestinya bermain perang-perangan atau mobil-mobilan!"
Dan masih banyak kata kasar yang keluar dari mulut sang ayah saat itu, yang tak pantas untuk ditulis di sini.

Kawan pengusaha (yang masih kecil) ini sangat ketakutan, dan hanya bisa menangis untuk kemudian lari menghambur ke pelukan ibunya. Tanpa disadari rupanya kata-kata sang ayah telah menjadi anchor dalam pikiran pengusaha tadi, bahwa laki-laki tidak boleh main masak-masakan (yang oleh bawah sadarnya menjadi belief bahwa dirinya tidak boleh berbisnis kuliner).

Setelah diterapi akar masalahnya tadi dengan menghadirkan (introject) figur ayahnya lagi (karena ayahnya sudah meninggal dunia) yang kemudian secara imajiner mengatakan bahwa anaknya boleh bermain pasaran dlsb, maka anehnya beberapa bulan kemudian pengusaha tadi menceritakan bahwa usaha kulinernya pelahan namun pasti sudah mengalami peningkatan.
***

Maka Kawan, jika Anda adalah seorang atasan, orang tua, pejabat atau apapun posisi Anda yang memiliki otoritas besar, berhati-hatilah dalam menyusun kata, menyampaikan makna.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”

Hadist di atas menunjukan bahwa Rasullullah menganjurkan kita selalu berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk yang lain. Hal ini menjadi indikator bagaimana menjadi manusia seutuhnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfataannya pada yang lain. Adakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya.

Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang berbuat. Seperti kita memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga sebaliknya.

Maka Kawan, marilah kita hanya menyusun kata, menyampaikan makna yang berkualitas. Yang akan menghantarkan orang di sekitar kita menuju pada pemberdayaan diri mereka. Kenapa kita perlu berlaku seperti itu? Ya karena ketika kita memberdayakan orang lain sebenarnya kita justru akan makin BERDAYA.

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

Thursday, September 06, 2018

ENTER

Sudah hampir 2 tahun ini masyarakat Purwakarta dan sekitarnya dimanjakan oleh pertunjukan airmancur menari yang dihelat setiap malam minggu di Taman Sri Baduga.
Dulu, tempat ini adalah sebuah situ yang bernama Situ Buleud yang merupakan danau tempat berkubangnya para badak. Kini, satu-satunya badak yang tersisa adalah patung badak putih di depan Taman Sri Baduga. Danaunya sekarang sudah dibersihkan dan dipercantik.

Kursi tribun berkapasitas 5.000 orang disusun bertingkat mengelilingi danau seluas 4 hektare tersebut. Mirip amphiteater, tapi panggungnya danau. Di tengah danau, terdapat patung Sri Baduga yang dikelilingi empat ekor macan.

Ada dua set air mancur di sisi kiri dan kanan patung. Keduanya menari seirama dengan musik yang diputar. Laser warna-warni yang ditembakkan ke arah air membuat pertunjukan tersebut semakin hidup. Di tengah pertunjukan, sisi tribun juga menembakkan air mancur, yang terkadang mengenai wajah dan tubuh para penonton. Gerak air mancurnya pun jauh dari kata monoton. Terkadang meliuk, lurus sampai 5 meter ke atas, dan sesekali diselingi semburan api.

Selama dua puluh menit pertunjukan airmancur, lagu yang diputarpun berganti-ganti, ada musik klasik, pop tanah air, dan pastinya lagu Sunda dengan instrumen angklung. Di pertunjukan tersebut, akan selalu terdengar lagu Kalau Bulan Bisa Ngomong yang dilantunkan Doel Sumbang dan Nini Carlina yang pernah populer tahun 2000-an. Sangat sunda pisan, euy!
***

Kita tinggalkan sejenak cerita mengenai Taman Sri Baduga dan airmancur menarinya tersebut. Meski ajang bergengsi Asian Games telah usai,  saya ajak Anda mengingat gegap gempitanya event menyambut Asian Games, tahun lalu. Di pelataran Monas saat itu dipertunjukkan atraksi laser yang sangat luar biasa juga konstelasi dari ribuan drone yang mampu membentuk pelbagai figur di udara dengan menakjubkan.

Tentu semua penonton berdecak kagum pada konfigurasi laser serta drone yang sangat sempurna itu. Tugu monas bisa seolah berubah bentuk atau warna dalam waktu sekejap. Permainan laser ini betul-betul memanipulasi penglihatan para penontonnya. Belum lagi bentuk-bentuk unik seperti Garuda Pancasila, logo Asian Games dan beberapa figur futuristik lain yang terbentuk dari susunan pesawat kecil tanpa awak tersebut. Alangkah sempurnanya penerbangan tersebut.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, meskipun Anda belum pernah melihat airmancur menari di Taman Sri Baduga, atau tidak sempat melihat aksi laser serta drone di Monas tahun lalu itu, tentu Anda setuju dengan saya bahwa keparipurnaan konstelasi airmancur, laser serta drone itu diatur oleh satu program komputer yang sangat canggih. Tidak mungkin kesempurnaan itu dilakukan secara manual. Tentunya sebelum acara berlangsung, para programer pertunjukan tersebut telah bekerja keras  menyusun kodifikasi susunan perintah komputer yang memungkinkan terselenggaranya tontonan yang menakjubkan tersebut. Ketika semua kodifikasi telah sempurna dan mengikuti semua kaidah bahasa komputernya, maka sebagai pamungkas, mereka akan menekan tombol ENTER.

Meskipun seluruh proses pemrograman telah selesai, namun ketika tombol enter tidak ditekan, maka tidak akan terjadi prosesi pertunjukan tersebut. Atau sebaliknya, meskipun tombol enter ditekan, namun ketika ada salah satu algoritma (kaidah) pemrograman yang tidak sesuai, maka pertunjukan juga bakal urung terlaksana.

Bagi yang paham teknik pemrograman komputer, ada tiga hal yang tak boleh terlupa ketika membuat sebuah program komputer, yaitu: variabel, konstanta dan tipe data. Bahasa pemrograman apapun dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks, mengharuskan programer untuk mengerti ketiga hal tersebut.

'Tipe Data' adalah adalah jenis data yang dapat diolah oleh komputer untuk memenuhi kebutuhan dalam pemrograman komputer.

'Konstanta' adalah variabel yang nilai datanya bersifat tetap dan tidak bisa diubah.

'Variabel' adalah tempat dimana kita dapat mengisi atau mengosongkan nilainya dan memanggil kembali apabila dibutuhkan.

Secara umum ada aturan yang berlaku untuk hampir semua bahasa pemrograman.

Aturan-aturan tersebut adalah:

Ø Nama variabel harus diawali dengan huruf.

Ø Tidak boleh menggunakan spasi pada satu nama variabel. Spasi bisa diganti dengan karakter underscore (_).

Ø Nama variabel tidak boleh mengandung karakter-karakter khusus, seperti : .,+, -, *, /, <, >, &, (, ) dan lain-lain.

Ø Nama variabel tidak boleh menggunakan kata-kata kunci di bahasa Pemrograman.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, tentunya kita juga sadar bahwa alam semesta ini tersusun atas beragam konstelasi, dari susunan bintang dan planet yang serba macro, hingga aturan atom serta gen yang sangat micro. Matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Angin laut bertiup dari darat ke laut di malam hari, sementara angin darat bertiup sebaliknya dan di waktu sebaliknya pula. Alam semesta ini memiliki jam tersendiri untuk beroperasi.

Dan tahukah Anda jika semua sel yang ada di dalam tubuh juga mempunyai jam dan jadwalnya sendiri-sendiri untuk melakukan tugasnya masing-masing? Jam tubuh alami ini disebut dengan ritme sirkadian. Ritme sirkadian mengatur waktu tubuh kapan harus makan, tidur, bangun, atau melakukan berbagai fungsi lainnya. Sehingga, jika Anda memiliki waktu 24 jam dalam sehari, maka tubuh akan mengatur dan menentukan secara otomatis waktu makan dan kegiatan lainnya.

Nah, bercermin pada airmancur menari dan konstelasi drone di atas, sebagai manusia bodoh, saya kok berpendapat bahwa Allah Sang Pencipta Alam Semesta ini jugalah merupakan Sang Maha Programer dengan Maha Komputer yang tentunya juga Maha Canggih.

Secanggih apapun komputer itu pastinya juga memiliki algoritma pemrograman sehingga alam semesta macro dan micro tadi bisa berjalan dengan sempurna. Jika ada algoritma, tentunya Allah juga telah menyediakan buku petunjuk algoritma tadi, yaitu Al Quran. Maka ayat yang pertama diturunkanpun adalah Iqro, atau bacalah! 

Sebagai seorang muslim, saya sangat meyakini bahwa buku algoritma alam semesta ini adalah Al Quran, dan sebagai penjelasnya adalah Hadits Nabi Muhammad SAW. Dan dalam pencarian jati diri ketika memahami aplikasi Quranic serta Hadits dalam mencapai goal baik duniawi maupun surgawi, saya bertemu dengan sebuah ilmu pemberdayaan diri yang menurut saya sangat Quranic sekali. Ilmu tadi bernama NLP (Neuro Linguistic Programming).

NLP adalah sebuah pendekatan  komunikasi, pengembangan pribadi, dan psikoterapi  yang diciptakan oleh Richard Bandler  dan John Grinder di California, USA pada tahun 1970-an. Penciptanya mengklaim adanya hubungan antara proses syaraf (neuro), bahasa (linguistic) dan pola perilaku yang dipelajari melalui pengalaman (programming) dan bahwa hal tersebut dapat diubah untuk mencapai  tujuan tertentu dalam kehidupan.

Cara mencapai tujuan dalam NLP dikenal sebagai WFO (Well Formed Outcome), yang memiliki 8 kaidah (algoritma), yaitu:

1. WFO perlu disusun dengan kalimat yang berstruktur grammar positif, alias absen dari kata ‘tidak’ dan ‘jangan’.

2. WFO perlu bisa dimengerti oleh indera, makin banyak indera bisa mengerti seperti apa WFO  yang diharapkan, maka makin mudah pikiran untuk mendapatkannya. Jadi WFO minimal bisa dihayati 3 dari 5 indera: secara Penglihatan, Pendengaran, Perabaan/Perasaan, dan lebih baik lagi Penciuman atau Pencecapan. Dengan membuat WFO dimengerti indera, maka pikiran menjadi mengerti, apakah sudah tercapai, atau belum WFO itu?

3. WFO perlu disusun dengan spesifik, bila perlu gunakan standard 5W,  1H.

4. Sesuai konteks

5. Pastikan WFO tadi berada dalam kendali kita

6. Kita memiliki sumberdaya untuk mencapainya

7. WFO perlu ekologis, alias tidak melawan sistem keseimbangan internal diri sendiri dan terhadap kehidupan sekitarnya.

8. Tentukan langkah awal. WFO yang bisa diinisiasi (diawali) dan dijaga oleh pemiliknya, akan lebih mudah didapatkan, dari pada WFO yang (tercapai atau tidaknya) sangat digantungkan dari pihak luar.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia,  jika kita cermati sebenarnya WFO merupakan sebuah rangkaian kata yang berupa doa. Dengan retorika  pemikiran di atas dan dari pengalaman pribadi, saya menjadi paham bahwa ketika sebuah doa disusun dengan algoritma  alam semesta  maka sebagai Maha Programmer,  Allah akan segera menekan tombol ENTER,  yang artinya doa kita diijabah olehNya.

Bagaimana jika kita melewatkan salah satu algoritma  di atas, apa yang akan terjadi. Menurut  Anda tombol apa yang akan ditekan?  Jika Anda berpikir bahwa tombol yang akan ditekan adalah 'delete', 'back space',  'ins',  atau yang lain, berarti Anda belum  benar-benar mengenal  Sang Maha Programmer. Bukankah Dia pernah berjanji bahwa semua doa kita akan dikabulkan? 

Ketahuilah saudaraku,  ketika salah satu algoritma kehidupan ini belum terpenuhi maka bukan ENTER yang akan ditekan, bukan juga del, atau back space melainkan ENTAR! 
***

Sidang Pembaca yang berbahagia,  merupakan hak Andalah untuk  memilih mendapatkan ENTER atau ENTAR!

Namun jika Anda memilih mendapatkan  ENTER maka masih ada kesempatan bagi Anda untuk segera mempelajari kaidah WFO dalam Workshop NNLP :
- Tgl 26-27 Oktober 2018 di Palembang
- Tgl 16-20 November 2018 di  Bogor.

Yuk segera enter jadwal Anda pada workshop ini, jangan entar-entar mulu

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
NNLP Master Trainer

Wednesday, August 22, 2018

Ketuk Pintu Hatinya

Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu ketika saya masih aktif sebagai Sales Manager di sebuah perusahaan farmasi. Saat itu saya sedang up country (istilah tugas luar kota di dunia farmasi) ke Padang dalam rangka pipe lining sebuah product baru. Yang namanya memasarkan produk baru selalu memiliki tantangan tersendiri. Meskipun kita sudah merasa mengenal dekat para dokternya, namun selalu ada saja penolakan atau ketidakpercayaan mereka.

Singkat cerita malam itu saya sengaja diajak untuk mendatangi seorang dokter paling potensial di Padang yang sejauh ini masih menolak penggunaan produk baru tersebut. Pak Naim Firdausz sebagai Area Manager Sumatera Barat menjelaskan tipikal dokter lengkap dengan histori hubungan dengan perusahaan kita.

Sekitar jam setengah 12 malam, saya, Pak Naim dan seorang anak buahnya baru berhasil berjumpa dengan dokter tersebut. Setelah masuk dan sedikit berbasa basi kemudian Pak Naim memperkenalkan saya sebagai perwakilan dari Head Office. Seperti biasanya dokter daerah akan selalu menyambut dengan gegap gempita kedatangan orang HO, maka dengan hangat dokter itu juga menyambut kedatangan saya tengah malam itu.

Yang luar biasa adalah, sebelum saya memulai untuk menawarkan produk baru kami, dokter tersebut sudah mendahului bercerita mengenai kedatangan pasien beberapa hari sebelumnya yang menginginkan sebuah produk bagus yang didapatkannya dari Malaysia. Sambil menunjukkan kemasan obat yang dimaksud, sang dokter menanyakan apakah kami memiliki produk yang sama. Saya tersenyum simpul sambil menghela nafas panjang. Pak Naim berpandangan dengan anak buahnya penuh heran setengah takjub. Apa pasal?
Ya karena malam itu kami memang berniat menawarkan produk yang isinya sama persis dengan kemasan obat yang dipegang dokter tadi. Pucuk dicinta, ulampun tiba!  Akhirnya tengah malam itu kami berhasil menjual 50 box produk baru kepada dokter tersebut. Sebuah prestasi luar biasa untuk daerah luar Jakarta dalam hal penjualan pertama sebuah produk baru. Apakah ini sebuah kebetulan? Tentu tidak!  Saya yakin Anda semua bertanya-tanya bagaimana hal ini bisa terjadi. Saya yakin sampai sekarang Pak Naim juga masih heran dengan peristiwa itu.
***

Baiklah, saya akan bongkar rahasia 'kebetulan' yang terjadi tengah malam itu.  Dalam NLP ada sebuah teknik penyusunan GOAL yang disebut WFO atau Well Formed Outcome  (Hasil yang direncanakan dengan matang). WFO memiliki setidaknya 5 syarat yang memungkinkan tercapainya sebuah GOAL, yaitu:

1. Goal perlu disusun dengan kalimat yang berstruktur grammar positif, alias absen dari kata ‘tidak’ dan ‘jangan’.

2. Goal perlu bisa dimengerti oleh indra, makin banyak indra bisa mengerti seperti apa goal yang diharapkan, maka makin mudah pikiran untuk mendapatkannya. Jadi goal minimal bisa dihayati 3 dari 5 indra: secara Penglihatan, Pendengaran, Perabaan/Perasaan, dan lebih baik lagi Penciuman atau Pencecapan. Dengan membuat goal dimengerti indra, maka pikiran menjadi mengerti, apakah sudah tercapai, atau belum goal itu?

3. Goal perlu mempertahankan niat baik (intensi positif) yang ada di perilaku lama (yang tadinya menghambat goal itu).

4. Goal perlu ekologis, alias tidak melawan sistem keseimbangan internal diri sendiri dan terhadap kehidupan sekitarnya.

5. Tentukan langkah awal. Goal yang bisa diinisiasi (diawali) dan dijaga oleh pemilik goalnya, akan lebih mudah didapatkan, dari pada goal yang (tercapai atau tidaknya) sangat digantungkan dari pihak luar.

Nah, malam itu ketika mendengar deskripsi dari tim Padang mengenai pencapaian sales produk baru mereka dan keinginan untuk menawarkan produk baru tersebut kepada dokter potensial di Padang, saya langsung membuat sebuah WFO, yang tentunya mengikuti 5 kaidah di atas. Saya langsung membuat sebuah kalimat afirmatif, "Saya yakin, atas ijin Allah saya mampu meyakinkan dokter Fulan agar bersedia membantu meresepkan/membeli produk 'A' malam ini dan seterusnya"

Tanpa perlu saya jelaskan, tentunya Anda semua paham bahwa kalimat afirmasi itu adalah positif secara gramatikal. Dan kami bisa membayangkan ketika produk itu diresepkan maka ada sebuah kepuasan tersendiri serta kebangaan karena berhasil memecahkan telur sebuah produk baru. Kaidah 1 dan 2 sudah terpenuhi. Kaidah 3 dan 4 pun pastinya terpenuhi karena niat baik kami sebagai marketer kesehatan adalah tersedianya preparat yang bagus dan terjangkau oleh masyarakat. Belum lagi niat baik mendapatkan insentif kalau penjualan kami mencapai target, hehehe. Dari sisi ekologis, tentu sudah sangat ekologis, karena kalau sampai target tak tercapai bisa jadi kami mendapatkan sanksi dari HO.

Sekarang tinggal lakukan langkah awal sebagai pemenuhan kaidah ke 5. Saya mengkombinasikan teknik afirmasi dan visualisasi. Ketika mengantri di depan ruang praktek dokter, inilah rahasia yang saya simpan selama ini:
1. Baca doa ini: Robbisy-roh lii shodrii, wa yassir lii amrii, wah lul 'uqdatan min lisaanii, yafqohuu qoulii.

Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.

2. Setelah menarik nafas dalam kira-kira 3 kali, saya membayangkan bahwa saya sudah berada di hadapan dokter, dan saya ketuk hatinya (sambil saya menggerakkan telunjuk kanan yang ditekuk seolah sedang mengetuk pintu) sambil berkata: "Assalamu alaikum Dokter Fulan, saya Hari Dewanto dengan ikhlas saya mengetuk hati Dokter, dengan ijin Allah sudilah kiranya Dokter Fulan membantu saya untuk meresepkan produk 'A' ini untuk malam ini dan seterusnya"

3. Ikhlaskan. Lupakan semua beban. Masuk saja ke ruang praktek dokter dengan santai dan nyaman, seolah tidak ada target yang dikejar. Datang berkunjung dengan ikhlas untuk menjalin silaturahmi.
***

Itulah sebenarnya yang terjadi tengah malam itu sahabatku, namun Anda jangan percaya cerita saya sebelum Anda membuktikan sendiri teknik ampuh ini. Dan hebatnya teknik ketuk pintu hati ini bisa digunakan untuk hal lain diluar urusan selling skill. Ketuklah hati atasan, bawahan, pasangan, anak, siswa, guru Anda dengan teknik ini, dan buktikan hasilnya.

Kalau ada hal lain yang ingin diketahui silakan hubungi saya di nomor 08119487572

Semoga bermanfaat

Tabik
- haridewa -

Professional Hypnotherapist
Happiness Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Ekologis

Dalam sebuah seminar parenting ada pertanyaan dari seorang ibu muda terkait pemaparan saya mengenai salah satu syarat cita-cita yaitu ekologis.
Syarat ekologis akan membuat sebuah goal lebih mind friendly. Lebih mudah dipahami oleh pikiran kita dan lebih mudah bagi tubuh untuk menggapainya karena sadar bahwa tubuh fisik dan mental tetap akan aman dalam mengejarnya.
Ibarat hama sawah yaitu tikus dan ular, yang paling ditakuti petani pastilah ular. Namun petani tidak akan serta merta membasmi semua ular di sawah karena ketika semua ular musnah maka tikus akan merajalela. Itulah sistem keseimbangan lingkungan atau ekologi.
***

"Pak Hari saya pernah mengikuti training motivasi dan motivatornya mengatakan jangan pernah menurunkan target kita, namun tambahlah power kita agar sebuah cita cita bisa dicapai. Kok berbeda dengan pemaparan Anda yang perlu memikirkan aspek ekologis ini. Mana yang benar Pak?"

Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya minta ibu tadi maju ke stage, bersama dengan seorang laki laki kecil dan seorang laki laki tegap. Kemudian saya minta mereka secara bergantian untuk mengangkat sofa besar yang ada di stage. Bapak tegap dengan mudah mengangkat sofa tersebut, mas kecil agak kepayahan mengangkat sofa tadi. Hanya sebentar terangkat langsung dijatuhkan dengan berdebam. Keringat dingin mengucur dari ibu muda tadi. Dia berusaha mengangkat sofa tersebut namun hanya terangkat sebagian. "Bagaimana Ibu, bisa mengangkat sofa ini?", tanya saya. "Emmm berat Pak.", jawabnya sambil tersenyum kecut. "Seandainya saya berikan motivasi sampai subuh untuk meningkatkan power Ibu, kira kira sofa ini bakal terangkat nggak?", tanya saya lagi. "Mmm sepertinya sih gak bisa Pak",  jawabnya sambil geleng geleng kepala. "Kalau saya beri waktu sebulan untuk latihan angkat berat, apakah bulan depan Ibu bakal kuat mengangkat sofa ini?" "Mungkin bisa Pak"
"Bagus. Namun coba perhatikan tubuh Ibu yang kecil ini, kalaupun sofa ini terangkat, kira-kira apakah tubuh Ibu akan tetap sehat dan selamat?"
"Mmmmm, bisa jadi terkilir atau patah tulang karena bebannya terlalu berat"

"Nah, kalau Mas kecil, kalau diberi waktu sama dengan ibu ini apakah akan mampu mengangkat sofa ini lebih lama?", saya beralih bertanya ke laki laki dengan tubuh kecil.
"In syaa Allah bisa Pak", jawabnya mantab
"Dan tetap selamat?",  kejar saya lagi
"Yup, saya yakin.",  jawabnya lagi

"Nah,  ini yang saya sebut ekologis Bu. Target berhasil dicapai dan kondisi kita tetap aman dan afiat", saya mencoba mengambil kesimpulan dari pertanyaan ibu tadi.

"Kalau begitu motivator itu salah dong Pak?", ternyata ibu tadi belum puas dengan jawaban saya

"Wah, saya tidak berani mengatakan apakah dia salah atau benar. Sekarang kalau lain kali kita ketemu lagi apakah Ibu akan bersedia mengangkat sofa ini lagi. Atau memilih kursi yang lebih kecil ini?", tanya saya sambil menunjuk kursi kecil pendamping kiri kanan sofa besar itu.

"Ya saya memilih yang kecil saja Pak"
"Kenapa?"
"Mmm karena lebih eko.... ekologis Pak", jawabnya terbata dan tersipu
"Nah.... "

Gitu aja

Silakan tebar bila manfaat

Tabik
- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Saturday, August 18, 2018

"Liatin Duitnye Tong!"

Moment tujuhbelasan seperti sekarang ini selalu meninggalkan kesan yang mendalam kepada kita yang mampu mensyukuri kemerdekaan bangsa ini. Bayangkan saja seandainya para pemuda waktu itu tidak menculik dan memaksa Bung Karno dan Bung Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia, bisa jadi kehidupan berbangsa kita masih didikte oleh bangsa penjajah. Seandainya saja Bung Karno dan Bung Hatta tidak memiliki nyali untuk mewakili seluruh rakyat Indonesia, bisa jadi kita juga masih belum berhasil menentukan masa depan kita sendiri. Jika saja para pahlawan itu tidak berjuang secara marathon mengusir para penjajah, mungkin saja nasib kita sekarang tak jauh beda dengan masyarakat negara miskin di belahan benua Afrika sana. Melarat & kere!

Maka demi merayakan kebebasan ini, demi mensyukuri nikmat dari Sang Pencipta alam semesta ini, setiap tujuhbelasan selalu saja ada peringatan yang menarik hati. Dimulai dari malam tasyakuran, upacara bendera memeringati detik-detik proklamasi kemerdekaan dan tak lengkap semua suasana kegembiraan itu tanpa adanya perlombaan-perlombaan rakyat.

Balap karung, makan kerupuk, balap kelereng, sepak bola sarung merupakan lomba yang biasa menyemarakkan peringatan kemerdekaan bangsa kita. Dan tentunya tak lengkap semua lomba tadi tanpa perlombaan panjat pinang. Semua orang, tua muda akan berkelompok untuk memanjat batang pinang yang telah dilumuri oli terlebih dahulu, guna meraih hadiah yang tergantung pada puncaknya. Baju, celana, panci, wajan, radio, bahkan kadang sepeda menjadi motivasi para peserta untuk memanjat batang pinang super licin tersebut.
***

Beberapa tahun yang lalu ketika masih berkantor di bilangan Pulogadung, dalam perjalanan pulang, saya melihat ada perlombaan yang mirip dengan panjat pinang di seputaran Kalimalang. Sarana yang digunakan juga sama, yaitu batang pohon pinang yang dilumuri oli. Bedanya batang ini tidak ditegakkan, namun diletakkan melintang, menjadi semacam titian di atas selokan Kalimalang yang berjarak sekitar 5 meter. Di atas titian itu ada tali membentang, sejajar dengan batang pinangnya, yang menjadi tempat umtuk mencantolkan kantong plastik berisikan uang kertas. Semakin ke tengah maka terlihat besaran uang kertasnya semakin tinggi.  Pada jarak sekitar 1,5 m dari masing-masing tepian selokan terlihat hanya pecahan 10 ribuan, kemudian kira-kira berjarak 30 cm tergantung plastik berisi pecahan 20 ribuan, selanjutnya pecahan 50 ribuan dan tepat di tengah titian, di atasnya tergantung pecahan 100 ribuan. Menurut warga sekitar perlombaan ini dinamakan Titian Pinang, dan peserta yang diijinkan ikut hanya anak SD serta SMP.
***

Melihat keramaian di sepanjang selokan Kalimalang, yang membuat jalanan semakin macet sore itu, tak urung saya memarkirkan mobil saya di sebuah masjid, sekalian menumpang shalat ashar, untuk kemudian mengamati tontonan gratis setahun sekali itu.

Saya melihat ada 3 batang pinang yang diletakkan melintang, dan di sekitarnya terlihat kerumunan anak kecil yang memakai celana pendek, sebagian masih memakai kaos, sebagian lagi sudah bertelanjang dada, duduk di pinggir selokan. Wajah-wajah mereka terlihat capek dan tersirat gambaran putus asa. Sementara batang-batang pinang tadi masih tegar melintang, tak bergeming. Hanya olesan olinya pada satu meter pertama dari pinggir selokan yang terlihat sudah tak karuan, menandakan sudah banyak bocah yang mencoba menitinya, dan gagal!  Bocah-bocah tadi pastinya terpeleset dan tercebur di selokan Kalimalang yang berwarna coklat pekat itu.

Usai rehat sejenak sore itu, beberapa bocah mencoba lagi untuk meniti batang pinang tadi, demi menjangkau plastik-plastik berisi pecahan rupiah di atasnya. Seorang anak berbadan gempal, kira-kira berumur 12 tahun mulai menapakkan kaki kanan telanjangnya pada batang pinang pertama. Sambil matanya fokus menatap batang pinang tadi. Mencari pijakan yang kuat untuk kaki kirinya. Namun belum juga mendapatkan satu langkah, begitu kaki kirinya menginjak batang pinang, dia langsung terpelanting mencebur ke selokan. Byurrr! 

Dari seberang batang pinang pertama berdiri bersiap seorang anak yang lumayan jangkung, untuk usianya yang kira-kira 11 tahun. Kedua kakinya langsung bertumpu pada ujung batang pinang. Matanya tertumbuk pada batang pinang di depannya. Kengerian kawan-kawan yang terpeleset dan terpelanting jelas tergambar di matanya. Dan benar saja, ketakutannya tadi mewujud menjadi petaka kecil. Belum sempat melangkah, dia sudah kehilangan keseimbangan. Bak ilalang yang tersapu badai, tubuh jangkungnya tumbang menghantam batang pinang kemudian menyusur selokan. Pletak, ceburrrr...!

Pada pinang kedua terlihat seorang anak tanggung berusia kira-kira 12 tahun yang mencoba gaya kepiting. Dia beringsut menyamping, berharap dengan telapak kaki menyilang batang pinang seperti itu, keseimbangannya akan lebih stabil. Kedua matanya berusaha fokus pada batang pinangnya, meski dia agak kesulitan melakukannya dengan posisi miring tersebut.
Rupanya teknik ini lumayan berhasil. Anak tanggung ini berhasil beringsut sejauh setengah meter. Namun dengan posisi kepala meleng miring begitu rupanya membuatnya cepat kelelahan, sehingga pada langkah selanjutnya, dia juga terpeleset. Byurr lagi!

Dari seberang pinang kedua, seorang anak kecil, mungkin baru berumur 9 atau 10 an juga mencoba teknik lain. Dia berjongkok, dan menjadikan kedua tangan sebagai penyeimbang pada batang pinangnya. Sejengkal demi sejengkal anak kecil ini berhasil merambat menyusuri batang pinang. Penonton bersorak riuh memberikan semangat. Luar biasa, anak ini berhasil merayap sampai batas uang pecahan 10 ribuan. Namun naas, ketika mencoba berdiri untuk meraih uang tadi, dia kehilangan keseimbangan dan tercebur ke dalam selokan. Grusak, cburrr...!

Pada batang ketiga, di kedua ujungnya bersiap dua bocah tanggung usia 12-13 tahunan. Mereka tersenyum getir menyaksikan kawan-kawannya yang semuanya tumbang. Terjatuh ke air selokan berwarna coklat pekat itu. Mata mereka menatap nanar pada kantong-kantong plastik berisi pecahan uang kertas yang masih utuh, tak tersentuh satu pesertapun semenjak perlombaan ini dimulai pukul 11 tadi pagi. Saya yakin mereka sangat berharap bisa mengambil minimal selembar uang kertas itu dengan nilai berapapun. Saya bisa melihat tatapan penuh harap itu berpendar dari mata kedua bocah itu. Pun, bocah-bocah lain yang telah tumbang pastinya juga mengharap hal sama. Namun peristiwa jatuhnya kawan-kawan lain menyisakan kengerian tersendiri dalam benak kedua bocah tadi. Sehingga alih-alih bergerak, mereka justru mematung di ujung batang pinang. Hening.

Tetiba saja entah muncul dari arah mana, menyeruak seorang lelaki tua ke tengah kerumunan penonton. Kakek itu mengenakan baju khas Betawi: celana komprang hitam, kaos oblong putih dan ikat pinggang lebar berwarna hijau, serta peci berwarna marun kusam. Kakek itu berteriak, "Bener gituh Tong. Liatin duitnye, jangan liatin olinye! Pikirin lu pade bisa beli ape pake duit ntu. Terus ngibrit sono. Amprok duitnye!"

Entah karena kaget, atau karena saking putus asanya, kedua bocah tadi seolah terkena hipnotis sang kakek. Mereka berlari secepat-cepatnya dengan mata tetap nanar menatap kantong-kantong plastik berisi uang tadi. Penonton bersorak seru memberi semangat.
Keajaibanpun  terjadi, salah satu dari bocah tadi berhasil menyabet uang 10 ribuan, meski kemudian tercebur juga.

Penonton bertempik sorak makin seru. Telur berhasil dipecahkan. Teknik telah ditemukan. Kerumunan bocah di pinggir selokan yang awalnya patah arang, mulai memberanikan diri untuk mencoba lagi. Semua bocah tadi mengikuti teriakan sang kakek, yang kini telah menjadi koor masal para penonton, "Liatin duitnye Tong! Liatin duitnye Tong!"

Tak menunggu lebih dari satu jam, semua kantong plastik telah terenggut dengan sempurna. Amblas tak bersisa. Para bocah senang mendapatkan uang yang jumlahnya lebih dari uang jajan mereka. Panitia puas karena akhirnya lomba ini berakhir sempurna, dan mereka bisa pulang dengan tenang. Anehnya sang kakek telah raib entah kemana, karena semenjak ada bocah yang berhasil meraup kantong plastik tadi, semua perhatian tertuju pada ketiga batang pinang lagi. Tak ada satu orangpun yang menyadari siapa kakek tadi, dan kemana dia pergi.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, ada beberapa pelajaran menarik saya saya peroleh dari pengamatan saya sore itu:

1. Fokus pada tujuan (bukan pada aral) akan memberikan kita energi luar biasa untuk maju
2. Jika apa yang kita lakukan belum berhasil, maka coba cara yang lain
3. Setiap pengalaman memiliki polanya tersendiri
4. Kita memiliki sumberdaya yang kita butuhkan untuk sukses, bukan orang lain
5. Jika satu orang bisa melakukannya, maka yang lain juga pasti bisa

Ups, sebentar Kawan, bukankah poin nomor 1 itu biasa disebut sebagai WFO atau Well Formed Outcome dalam NLP (Neuro Linguistic Programming). Bahwa penentuan sebuah tujuan merupakan sebuah hal maha penting sebelum seseorang melakukan sebuah tindakan.  Dan agar menjadi mudah serta akurat dalam pencapaiannya, maka WFO mesti disusun mengikuti kaidah  cara berpikir manusia atau humand mind friendly.

Dan poin 2-5 ternyata merupakan presuposisi atau pikiran-pikiran dasar seseorang  yang dirasa benar dan diyakini begitu saja sebelum melakukan sebuah tindakan.

Bila dipandang dari dunia IT, Presuposisi NLP ini ibaratnya operasional sistem (OS) pada komputer. Maka setiap aplikasi atau softwafe yang dijalankan pada komputer tersebut tidak akan berjalan apabila tidak ada basic operasional sistemnya. Misalkan windows, mac, linux merupakan bentuk dari Operational System (OS) yang kemudian bisa dipasang berbagai aplikasi lain seperti office, KMP, browser, coreldraw, photoshop, dll. Tidaklah mungkin suatu aplikasi berjalan sendirinya tanpa OS yang melatar belakanginya kan? Begitupula dengan beragam teknik NLP, tidak akan berjalan tanpa berlandaskan asumsi atau presuposisi ini.

Oalah, ternyata NLP itu begitu nyata tergambar dalam peristiwa sehari-hari ya? Mungkin saja sang kakek penyeru itu tidak sadar bahwa seruannya memunculkan sebuah tujuan, menciptakan WFO untuk bocah-bocah Kalimalang tersebut. Bisa jadi bocah-bocah tadi juga tidak memahami kaidah-kaidah WFO ataupun presuposisi NLP,  karena saya yakin mereka juga belum belajar NLP. Tapi lihatlah bagaimana impactnya dalam perlombaan sore itu.

Bayangkan apa yang bakal terjadi pada orang-orang yang dengan sengaja memelajari keilmuan NLP ini dengan benar dan baik! Sudah banyak kok contohnya di dunia ini. Sebut saja Lady Diana, Nelson Mandela,  Andre Agasi, bahkan Obama!  Mereka adalah tokoh-tokoh yang sukses pada bidang mereka masing-masing dengan taraf internasional.

Kalau mereka saja belajar NLP,  bagaimana dengan Anda?

Tersisa 5 seat lagi untuk kelas sertifikasi Nasional NNLP yang akan kami selenggarakan pada tanggal 25-26 Agustus 2018 bertempat di hotel bintang 4plus, yaitu Grand Keisha by HORISON Yogyakarta.

Daftarkan diri Anda sekarang, atau Anda akan menyesal selamanya.

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
Profesional Hypnotherapist
NLP Trainer
WA 08179039372

Friday, August 10, 2018

TAKUT GAGAL

'TAKUT GAGAL'

Menjelang maghrib pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan mulus di bandara Raden Inten II Lampung Selatan. Segera saya memesan taksi online untuk melanjutkan perjalanan saya menuju rumah mertua, agar bisa langsung istirahat serta mempersiapkan materi untuk seminar NLP Parent Talk di MAN I Tanjungkarang keesokan harinya.
Tak harus menunggu lama, notifikasi di smartphone saya menunjukkan kalau seorang driver segera akan menjemput saya. Namun aneh, tetiba saja dia membatalkan pesanan saya, bahkan sebelum saya sempat berkomunikasi dengannya. Hal seperti ini terulang sampai 2 kali. Ada apa gerangan?

Untunglah driver ke 4 tidak membatalkan pesanan saya, dia bahkan menelpon saya dan berjanji akan sampai bandara kurang dari 5 menit.

Benar saja, sesuai janjinya sebuah Ayla baru berwarna dark silver memberikan kode dim light ketika melihat ciri-ciri yang sudah saya sebutkan dalam pembicaraan per telepon tadi. Baju celana hitam dan topi fedora coklat.

Sambil mengemudi, driver tadi bercerita bahwa seminggu ini sedang terjadi demo para driver online di kota tersebut menuntut kenaikan incentive. Pantesan pesanan saya di-cancel oleh beberapa driver.

Ketika saya tanya kenapa dia tidak ikut demo, dengan simple dia menjawab bahwa dia perlu uang untuk membayar cicilan mobil yang baru sebulan dia beli itu. Obrolan berlanjut pada curcol dia mengenai sistem transportasi online dan konvensional yang memang belum berjalan dengan harmonis di kota ini. Bahkan tanpa disadari dia mulai menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Tentang ketakutannya menghadapi masa depan. Tentang kekhawatiran pada pernikahan. Alasannya sangat klise,  dia takut gagal!

Mendengar curcol seperti ini, naluri coach yang sudah saya asah bertahun-tahun langsung terusik. Dan saya memulai proses informal coaching dengan mengajukan pertanyaan sederhana, "Mas, Anda tahu gak apa lawan kata dari takut gagal?"
"Mmm, apa ya? Takut sukses?", jawabnya tergagap, tidak menyadari bakal mendapatkan pertanyaan seperti itu.
"Bukan Mas", jawab saya singkat
"Berani sukses", jawabnya lagi, ragu
"Itu nanti langkah selanjutnya Mas, untuk memulai sebuah gerakan atau tindakan, kita mesti 'berani gagal' dulu", kata saya mulai menggeser paradigma 'takut gagal'-nya.
"Tapi kenapa mesti berani gagal Pak, apa bedanya dengan takut gagal?"
"Nah, coba Anda ucapkan sendiri, aku takut gagal. Rasakan. Aku berani gagal. Rasakan bedanya"

Dhueng, seperti baru terantuk palu Thor,  sahabat baru saya tadi tersadar. "Benar juga Pak. Ketika saya mengucap takut gagal, maka tidak ada tenaga dan keberanian untuk mencoba. Yang ada di benak saya justru sebuah kegagalan. Ketika mengucap berani gagal, kok terasa ada sebuah keberanian mencoba. Sebuah rencana. Berhasil atau gagal itu urusan belakangan", katanya sambil tersenyum.
"Nah....!"
***

Sidang Pembaca yang budiman, bisa Anda bayangkan apa yang bakal terjadi kepada orang-orang yang memiliki belief awal 'takut gagal' ini. Sepanjang hidup, mereka akan dicengkeram oleh sebuah keyakinan yang salah, atau istilah kerennya adalah limiting belief. Sepanjang kehidupan mereka, yang akan terjadi adalah 'procastination' atau penundaan berkepanjangan berdasarkan pada ribuan alasan.

"Gue belum siap!"
"Aku terlalu muda!"
"Saya terlalu tua!"
"Ilmu saya belum cukup!"

Dan masih banyak seabrek alasan lain, yang pada dasarnya sebenarnya adalah metastase dari  limiting belief "Aku takut gagal!"

Maka untuk mulai melangkahkan kaki, hal yang perlu kita dobrak adalah limiting belief tersebut. Tak perlu membuat retorika pikiran yang rumit, cukup ganti kata 'takut' dengan lawan katanya, yaitu 'berani',  untuk kemudian biarkan pikiran bawah sadar kita memaknainya sendiri.

Dalam NLP (Neuro Linguistic Programming) ada sebuah presuposisi (asumsi dasar berpikir) yang mengatakan 'Sebenarnya tidak ada kegagalan, yang ada hanyalah sebuah ampan balik. Dan umpan balik hanyalah sebuah informasi biasa'. Maka berpegang pada presuposisi ini kita bisa mengambil sebuah kesimpulan, orang yang takut gagal adalah orang yang takut menerima umpan balik. Demikian juga sebaliknya, orang yang berani gagal adalah orang yang berani menerima umpan balik. Gitu aja kok repot!
***

Sidang Pembaca yang budiman, tentunya kita sependapat bahwa rejeki kita telah diatur dengan sangat rancak oleh Allah Sang Pemberi Rejeki. Maka tak ada lagi alasan bagi kita untuk khawatir serta cemas menghadapi kehidupan kita. Berikut saya cuplikan sebuah kisah menarik tentang bughat.

Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetaskan seekor burung kecil yang disebut 'bughat'. Ketika sudah besar dia akan menjadi gagak (ghurab).

Anak burung gagak ini ketika baru menetas kulitnya berwarna putih, bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Sang induk tidak bisa menerima kenyataan ini sehingga ia tidak mau memberi makan. Sang induk hanya akan mengintainya dari kejauhan saja.

Burung kecil malang yang baru menetas ini tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.

Lalu bagaimana ia makan dan minum…?

Allah Yang Maha Pemberi Rejeki yang menanggung rejekinya, karena Dialah yang telah menciptakannya.

Allah menciptakan AROMA busuk (feromon) tertentu yang keluar dari tubuh anak gagak yang dapat mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Maka berdatanganlah berbagai macam ulat dan serangga sesuai dengan kebutuhan anak gagak tersebut. Sesampai di sarang burung gagak, dengan mudah bughat akan menyantap serangga dan ulat tadi.
Masya Allah…

Keadaan seperti ini akan berulang sampai  bulunya tumbuh, sehingga warna bughat menjadi hitam.

Menyadari perubahan ini barulah sang induk gagak mengetahui kalau bughat adalah anaknya dan ia pun mau memberi makan hingga bughat tumbuh dewasa dan bisa terbang mencari makan sendiri.
Secara otomatis aroma yang keluar dari tubuhnya pun hilang dan serangga-serangga tidak berdatangan lagi ke sarangnya.

Dia-lah Allah, Ar Raziq, Yang Maha Menjamin Rezeki…

Kalau bughat saja berani menghadapi hidupnya, apakah ada di antara Anda yang masih takut gagal!

Saya akhiri tulisan ini dengan quote terkenal dari Henry Ford.

“Whether you think you can, or you think you can’t, you’re probably right.”

Sila tebar jika manfaat

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

Friday, July 13, 2018

SLEIGHT OF MOUTH

Jumat berkah, meski tertanggal 13, namun saya doakan Anda semua berada dalam kondisi yang bergairah, penuh semangat dan dianugerahi rejeki melimpah. Aamiin.
Sidang Pembaca yang Berbahagia, di bawah ini saya sajikan dua cerita yang seolah tidak berhubungan.

'Hak - hak para Kambing'
Suatu hari Bung Sjahrir (mantan Perdana Menteri RI) bersama kawan-kawannya mendatangi sebuah rapat yang menghadirkan H. Agus Salim (HAS) sebagai  pembicara utamanya.  Tujuan mereka tak lain hanya ingin "mengacaukan" rapat tersebut. Maklum sebagai anak-anak muda, mereka saat itu sedang "genit-genit"nya secara intelektual.
Setiap HAS yang memiliki jenggot kambing itu bicara, maka anak-anak muda sosialis liberal tersebut serempak menyahutinya dengan  suara: "embeeekkkkkk". Satu kali didiamkan. Dua kali masih dicuekkan. 

Begitu kali ketiga, embikan berjamaah itu terdengar, tiba-tiba HAS mengangkat tangan seraya berkata:
"Tunggu sebentar. Bagi saya, adalah suatu hal yang sangat menyenangkan bahwa kambing-kambing pun berkenan datang ke ruangan ini untuk mendengarkan pidato saya. Hanya sayang sekali, mereka kurang mengerti bahasa manusia sehingga menyela dengan cara yang kurang pantas. Jadi saya sarankan,  agar sementara, mereka tinggalkan ruangan ini untuk sekadar  menikmati rumput di lapangan"
***

'Suami Yang Cerdas'
Sepasang suami istri sedang terlibat dalam sebuah perdebatan sengit, namun keduanya sama-sama tak mau mengakui bahwa dirinyalah yang salah.
"Aku akan bilang kalau aku salah," sahut sang istri mencoba mengakhiri perdebatan, "jika kamu mengakui kalau pendapatku benar."
Suaminya setuju dan ia mempersilakan istrinya mengatakannya terlebih dulu.
"Aku salah," kata istrinya
Dengan mata berbinar suaminya segera menjawab, "Ya, kamu benar!"
Hehehehe
***

Sudah tertawanya? Bisa melihat hubungan antara dua kisah di atas? Tidak? Memang tidak ada hubungannya kok, jadi tak perlu Anda pusing mencari-cari hubungannya. Suami itu bukanlah HAS, dan HAS juga bukan merupakan suami yang tak mau salah terhadap istrinya.

Sekarang lupakan sejenak kedua kisah di atas.
Ketika dulu mulai mempelajari ilmu sulap (magician), saya dikenalkan pada beberapa teknik yang salah satunya adalah sleight of hand (kecepatan tangan). Teknik ini memanfaatkan kelemahan penglihatan manusia (visual) yang tak mampu menangkap sebuah gerakan yang terlalu cepat frame by frame. Dan ketika seseorang mampu melatih kecepatan tangannya dalam melakukan sebuah aksi sulap, maka terjadilah deception (pembohongan) pada saat itu, dikarenakan apa yang terlihat tidaklah sama persis dengan apa yang terjadi. Ada satu atau beberapa frame yang luput dari pengamatan mata telanjang penontonnya.  

Hebatnya, meski mengalami pembohongan, para penonton justru bertepuk tangan penuh suka cita. Bahkan mereka rela membayar mahal untuk sekedar dibohongi. Ya, karena memang justru itulah tujuan dari sebuah magic show. Deception! 

Ketika mendalami ilmu pemberdayaan diri yang bernama NLP (Neuro Linguistic Programming), saya kemudian berkenalan dengan sebuah teknik yang bernama Sleight of Mouth (SoM). Apa pula teknik ini? Apakah ini merupakan sebuah teknik berbicara dengan cepat. Dengan mengharap akan terjadinya deception secara auditory? Terus kalau emang ya, apa pula manfaatnya?
***

Sleight of Mouth (kelihaian bercakap) merupakan suatu pola bahasa yang sangat ampuh untuk melakukan persuasi. Konsep ini disusun oleh Robert Dilts dengan cara memodel keahlian persuasif dan berdebat dari Richard Bandler (the co-founder of Neuro-linguistic programming).

Dilts memecah metodologi ini menjadi 14 pola, yang mengkombinasikan beberapa pola kalimat NLP, utamanya adalah Meta Model.
Meta Model adalah salah satu model formal pertama NLP yang dipublikasikan pada tahun 1975 oleh Richard  Bandler dan John Grinder, dalam buku fenomenal mereka: THE STRUCTURE OF MAGIC, Vol. 1.

Penggunaan Meta Model, biasanya dalam bentuk PERTANYAAN. Ketika seorang klien menyampaikan informasi tertentu, maka seorang NLP Coach menggunakan pemahaman Meta Model untuk menganalisa kalimat yang diucapkannya, lalu menindakanjutinya dengan pertanyaan sesuai TUJUAN yang ia tetapkan.

Meta Model bukan sekedar ‘TEKNIK BERTANYA’, tapi lebih dalam dari itu.  Tujuan penggunaan Meta Model adalah sebagai berikut:

  • Mendapatkan informasi yang lebih SPESIFIK.
  • MENGKLARIFIKASI informasi.
  • Membuka MODEL DUNIA seseorang.

Tergantung dari tujuan pembicaraan, jawaban atas pertanyaan itu bisa kita tindaklanjuti dengan lebih efektif. Tujuan pembicaraan seorang sales yang menghadapi prospek tentu berbeda dengan tujuan seorang coach yang menghadapi kliennya

Berikut contoh pola-pola SoM ketika menghadapi sebuah situasi:
Taruh kata Anda dalam posisi dipanggil oleh atasan Anda karena terlambat datang ke kantor beberapa kali. Bos Anda berkata,  "Anda sering datang terlambat menunjukkan bahwa Anda tidak peduli terhadap kerjaan Anda"

Berikut 14 respon berbeda yang bisa Anda gunakan:

  • Reality strategy:  Darimana Bapak tahu bahwa keterlambatan dan kepedulian merupakan hal yang sama?
  • Model of the world: Beberapa orang yakin bahwa kepedulian ditunjukkan oleh kualitas kerja dan hasil yang diperoleh (bukan karena telat atau tidak)
  • Counter example:  Kita semua tahu bahwa orang yang selalu tepat waktu itu sebenarnya hanya membuang waktu mereka ketika hasil kerjanya tidak sesuai standard.
  • Intent: Saya tidak pernah berniat untuk terlambat, apalagi tidak peduli Pak. Saya hanya ingin memberikan kualitas waktu serta produktivitas tertinggi saya ketika saya berada di sini.
  • Redefine: Saya tidak telat kok, saya hanya tertahan di kemacetan
  • Chunking up: Apakah menurut Bapak hal paling  penting dalam pekerjaan saya adalah datang tepat waktu?
  • Chunking down: Bagaimana tepatnya keterlambatan dan ketakpedulian merupakan hal yang sama?
  • Metaphor or analogy: Jika seorang ahli bedah terlambat makan malam karena mesti menyelamatkan nyawa pasiennya, apakah itu berarti dia tidak peduli pada masakan istrinya?
  • Another outcome: Pertanyaan sebenarnya adalah bukan pada saya telat atau saya peduli. Pertanyaan sebenarnya adalah sebesar apa saya berkontribusi kepada perusahaan?
  • Consequence: Jika saya tidak telat, saya tidak akan mampu menutup penjualan dalam breakfast meeting pagi ini
  • Higherachy of Criteria: Bukankah lebih penting berfokus pada berapa banyak seorang karyawan menghasilkan, dibandingkan pada ketepatan waktu?
  • Apply to self: Astaga, saya berharap Bapak cukup peduli kepada saya dengan mengatakan hal ini lebih awal.
  • Changing frame size: Baik Pak, seiring berjalannya waktu, saya akan tunjukkan kepada Bapak bahwa saya bisa menghasilkan lebih banyak, dibandingkan orang-orang yang selalu tepat waktu itu
  • Meta frame: Mulai banyak perusahaan yang menerapkan waktu kerja fleksibel bagi karyawan yang memberikan kontribusi tinggi. Saya yakin Bapak adalah seorang manajer yang berpikir selangkah lebih maju.

Wow, satu situasi bisa disikapi dengan 14 (atau lebih) pola. Betapa powerful nya teknik SoM ini.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, sekarang kita kembali pada dua kisah di awal tulisan ini. Ternyata HAS, entah sadar atau tidak telah menguasai teknik keren ini. Tanpa harus balik menyerang para 'pengganggunya', dia berhasil memunculkan realita baru bahwa yang kambing itu bukan dirinya, melainkan para pengembik tadi.
Begitu juga dengan suami yang cerdas tadi. Alih-alih mendebat istrinya, dia justru memanfaatkan susunan kalimat sehingga pada akhirnya sang istri mau mengakui kesalahannya.

Itulah sekilas mengenai Sleight of Mouth. Tak perlu kecepatan, melainkan ketepatan pertanyaan dan pernyataan balik yang diutamakan. Hasilnyapun bukan deception melainkan  perception dislodgement.(perubahan paradigma)

Tertarik mempelajari teknik keren ini? 

Ah, Anda pasti tahu kalau saya membuka kelas NNLP setiap bulan, 



Hari: Sabtu Minggu
Di Cafe Therapy
Jl Johar Raya no 27 Taman Cimanggu Bogor

Tabik

-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
NLP Trainer

Monday, July 02, 2018

SALAH PILIH

‘Good decisions come from experience, experience come from a bad decision’.
(Unknown author)

 


Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih berkantor di bilangan Simatupang. Ketika sedang makan siang di sebuah cafĂ© di daerah Fatmawati,  seorang kawan kantor tetiba nyeletuk , “Kenapa ya, kok hidupku ini selalu sial?”
Kawan lain hanya menanggapi celetukan teman yang satu ini sambil terus mengunyah makanan masing-masing. Rerata malah menanggapi dengan gaya pesimistis yang nyaris sama, “Jalani saja hidup ini, sial atau beruntung itu sudah ada yang mengatur..”

Namun anehnya, mendengar celetukan ini, meminjam istilah Peter Parker, justru indera laba-laba saya berdencing. "Something wrong with this guy", pikir saya. Another mental block telah melingkupi pikiran kawan saya ini. Saya tidak bisa diam saja membiarkan seorang kawan terpenjara oleh pikirannya sendiri seperti ini. Saya harus segera bertindak.
Namun alih-alih menjawab pertanyaannya, saya malah balik tanya, “Tahu nggak, kenapa hidup Anda SELALU sial?”
“Ya nggaklah, makanya saya juga lagi bingung..”
, jawabnya sekenanya.
“Anda SELALU sial karena Anda yang minta!”, kata saya dengan kalem. Setengah melotot dia kemudian menyela, ”Eh, jangan sembarangan ngomong ya. Siapa sih yang mau sial?”
“Oke, kalem Bro. Coba sekarang ceritakan apa yang membuat Anda berpikir selalu sial?”,
saya coba tenangkan dia, sambil menggali lebih dalam lagi masalah yang membuatnya merasa selalu sial.

Dengan penuh semangat dia kemudian bercerita mengenai istrinya yang  selalu mengeluh, tidak pernah menerima apa yang sudah diberikannya. Anak-anaknya juga menurut dia sangat bandel, tidak mau mendengarkan kata orang tuanya. Kalau disuruh belajar atau shalat susahnya minta ampun. Belum lagi perlakuan atasan yang semena-mena. Apapun yang dikerjakan selalu disalahkan. Sudah begitu dia merasa gajinya juga terlalu kecil dibandingkan dengan pekerjaan yang harus dilakukannya. “Oo jadi itu yang membuat Anda merasa SELALU sial. Ada lagi?”, saya masih mencoba mencari pokok permasalahannya. “Yah, intinya Tuhan itu kok sepertinya tidak adil sama saya ya..”, jawabnya penuh skeptisme. “Oke, kalau begitu ijinkan saya ajukan beberapa pertanyaan”
“Tadi pagi sempat sarapan nggak?”
“Sempat sih..”
“Siapa yang menyiapkan?”
“Istri”
“Sambil mengeluhkah”
“O tidak, istri saya memang suka memasak”
“Hmm, jadi tadi pagi istri tidak mengeluh?
“Eh,,oh, bbelum sih..”
“Oke, bagaimana dengan anak-anak. Mereka sehat?”
“Ya, alhamdullillah. Mereka tadi berangkat sekolah bersama saya”
“Mereka rewel?”
“Tidak juga. Biasanya kalau habis ulangan, jadwal sekolah mereka agak longgar”
“Jadi, mereka tidak bandel dong?”
“Eh ya, tadi sih tidak..”
“Selama di perjalanan, ada kendala nggak?”
“Ya, tumben hari ini kok lancar ya. Mungkin karena banyak anak sekolah yang meliburkan diri sehabis ulangan…”
“Sampai kantor tepat waktu?”
“Iyalah. Setiap hari saya selalu berusaha tepat waktu”
“Barusan makanannya enak nggak”
“Wah enak sekali. Setelah menghabiskan energy meeting dengan bos tadi, perut ini lapar sekali rasanya. Kalau nggak ingat kolesterol, mungkin sudah saya habiskan tunjang sama rendang satu baskom tadi”
“Eh, gimana kabar Bos tadi?”
“Baik. Dia senang dengan ide-ide saya tadi”
“Kalau semua berjalan lancar begitu, lalu dimana letak sialmu tadi Bro?”

***

Sidang Pembaca yang budiman, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata 'selalu' merujuk pada keadaan 'senantiasa; selamanya; sering; terus-menerus; tidak pernah tidak'. Ketika teman saya merasa bahwa dirinya 'selalu sial', artinya dia merasa bahwa dirinya 'senantiasa, sering, tidak pernah tidak sial'. Artinya dia merasa bahwa dirinya akan selamanya sial. Dalam NLP (Neuro Linguistic Programming) fenomena ini disebut generalisasi.

Faktanya, hasil obrolan tadi menunjukkan bahwa tidak selamanya hidupnya sial. Dia mempunyai istri yang pandai memasak. Dia mempunyai anak, dan bisa bersekolah. Dia mempunyai bos, yang artinya punya pekerjaan.
Dia merasa sial karena terkooptasi oleh pemikirannya sendiri. Meskipun terkesan sepele, namun ketika dibiarkan berkepanjangan maka akibatnya bisa fatal. Mengacu pada buku The Secret, dimana Rhonda Byrne mengatakan bahwa bahwa Rahasia Besar Kehidupan adalah hukum tarik-menarik. Hukum ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Jadi, ketika Anda memikirkan suatu pikiran, Anda juga menarik pikiran-pikiran serupa ke diri Anda. Pikiran bersifat magnetis, dan pikiran memiliki frekuensi.  Ketika Anda memikirkan sebuah pikiran, pikiran-pikiran itu dipancarkan ke alam semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik hal serupa yang berada di frekuensi yang sama.
Segala sesuatu yang dikirim keluar akan kembali ke sumbernya, Anda. Maka ketika kawan saya tadi berpikir bahwa dia akan selalu sial, pada akhirnya hal itu pula yang akan terjadi.
***

Sidang pembaca yang budiman, memang hidup ini adalah pilihan. Kadang kita melakukan pilihan tepat, namun tak jarang kita juga membuat kesalahan dalam memilih. Dan kita pasti menyesal ketika menyadari bahwa kita telah salah pilih.
Kita akan menyesal selama sehari ketika salah pilih kostum. Hari kamis biasanya 'dress code' kantor adalah batik, maka ketika kita mengenakan baju selain batik, seharian itu kita akan menjadi salah tingkah dan merasa tidak nyaman.

Menyesal selama sebulan ketika kita salah pilih model potongan rambut. Penampilan kita jadi aneh dan tak biasa. Kita mesti menunggu minimal sebulan sampai rambut kita cukup panjang untuk dibentuk sesuai dengan keinginan kita.

Menyesal selama setahun ketika salah pilih kontrakan rumah. Dan penyesalan ini bisa berujung penderitaan selama setahun ketika rumah kontrakan kita tadi  berada di daerah banjir.

MENYESAL selama LIMA TAHUN ketika salah pilih pemimpin kita. Janji manis saat kampanye biasanya segera menjadi angin  lalu bahkan sebelum usia pemerintahan mereka genap berumur seratus hari. Maka jangan sampai Anda SALAH PILIH dalam AJANG PEMILIHAN KEPALA DAERAH  kali ini. Pilihlah pemimpin yang memiliki rekam jejak jelas dan berpihak kepada kesejahteraan rakyat.

Kalau salah pilih pemimpin akan membuat kita menyesal selama 5 tahun, namun ternyata ada yang akan menyesal seumur hidup! Yaitu ketika kita salah pilih state of mind. Segala sesuatu yang kita hadapi akan bermakna negatif dan hidup kita tidak akan bahagia, seperti yang terjadi pada kawan saya pada kisah di atas.
Oleh karena itu saya mengajak Anda semua untuk selalu menemukan sudut pandang berbeda atas semua kondisi yang kita hadapi.

Dalam dunia NLP (Neuro Linguistic Programming), ada satu teknik yang sangat ampuh untuk mengubah sebuah paradigma. Bahkan teknik ini mampu mengubah state of mind kita, meskipun pada kenyataannya kondisi kita belum berubah. Nama teknik tadi adalah Reframing, yang dikembangkan oleh seorang psikolog Amerika yang bernama Virginia Satir.

Reframing adalah sebuah cara  'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yang tadinya bermakna negatif  menjadi bermakna positif.
Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;
  • Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain
  • Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton pertandingan bola di TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
  • Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
  • Untuk pajak penghasilan yang cukup besar, karena itu artinya gaji saya juga sudah besar
  • Untuk bos yang terlalu demanding, karena berarti saya masih punya pekerjaan
  • Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan
  • Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras
  • Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
  • Untuk mobil yang sering ngadat, karena itu berarti saya punya mobil sehingga tak perlu kepanasan dan kehujanan
  • Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yang membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.

Dengan mengubah sudut pandang seperti contoh di atas kita akan menemukan hikmah di balik semua peristiwa yang kita alami, karena Tuhan tidak akan memberi cobaan dimana hambaNya tidak mampu menerimanya. Insya Allah…

#hindarigolput
#memilihdengannurani
#reframing

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach


Tuesday, June 26, 2018

ActPlus School of Hypnotism

Tak terasa sudah lewat setahun saya membuka ActPlus School of Hypnotism. Sudah banyak master hipnosis yang terlahir dari sekolah hipnosis ini. Mereka datang dari beragam profesi dan dari berbagai penjuru tanah air.

Batch pertama saya justru dimulai dengan peserta yang sangat luar biasa yang sengaja datang dari Lampung. Hari pertama beliau telah standby di Cafe Therapy sekitar jam 8, padahal workshop dimulai jam 9. Saya terkejut campur takjub mendengar penuturan beliau yang katanya baru sampai Bogor tadi subuh. Saya berpikir beliau adalah orang lampung yang bekerja di Bogor. Namun perkiraan saya salah. Beliau sengaja datang dari Lampung untuk mengikuti workshop hypnotherapy ini. Sekarang beliau telah menjadi Certified Instructur (CI) juga dan telah membuka sekolah hipnosis sendiri di Lampung. Dan orang itu adalah Mas Oki Pambudi.

Sebelum batch pertama di Cafe Therapy sebenarnya saya sudah pernah membuat kelas hipnosis di Libera Insani Sarinah Jakarta. Dan peserta yang satu ini sudah lama ngebet ingin belajar hipnosis karena sudah sekian lama beliau mengamati 'tingkah gila' saya kalau sedang on stage. Pucuk dicinta ulampun tiba, begitu saya kabari bahwa saya mau membuka kelas hipnosis maka beliau langsung menyatakan ikut. Nyatanya di antara semua peserta saat itu beliau inilah yang dengan cepat mampu 'trance' sehingga dengan mudah pula saya lakukan _program installation_ ke pikiran bawah sadarnya bahwa beliau adalah seorang ahli hipnosis handal. Alhasil  tanpa pernah merasa minder dengan profesinya sebagai  seorang sekuriti, sampai sekarang beliau telah berhasil menghipnotis puluhan bahkan ratusan orang. Beliau adalah Komandan Joko.
***

Seiring dengan berjalannya waktu makin banyak profesi yang datang ke Cafe Therapy untuk belajar hipnosis. Beberapa guru dan trainer belajar hipnosis guna kepentingan proses ajar mengajar di lembaga pendidikannya. Pernah pula saya kedatangan kawan ustadz yang awalnya mau menyadarkan saya agar segera meninggalkan praktek hipnosis karena tidak syar'ie. Menurut beliau melakukan praktek hipnosis itu berkawan dengan jin yang notabene dilarang oleh agama Islam. Maka demi membuktikan ketidakbenaran omongan kawan saya yang ustadz tadi, saya persilakan beliau untuk hadir di kelas saya sebagai _observer_.

Karena kesibukannya sebagai pendakwah maka beliau menyanggupi untuk hadir selama setengah hari. Sambil memberikan materi sesekali saya lirik bahasa tubuh beliau yang kelihatan tertarik dengan hipnosis. Menjelang break makan siang saya tanyakan apakah beliau sudah mulai mendeteksi kehadiran jin ketika saya sedang melakukan aksi hipnosis. Jawabnya adalah belum. Dan agar memantapkan observasinya maka beliau minta ijin untuk menyelesaikan sesi satu hari itu. Hehehe ini sih modus. Ikut pelatihan dengan gratis atas nama observasi. Tapi gak papa. Saya ijinkan beliau menyelesaikan observasinya dan di akhir acara beliau menyatakan bahwa tidak ada intervensi jin dalam praktek hipnosis. Semuanya ilmiah dan klien benar benar tetap mampu mengontrol dirinya sendiri. Alhamdulillah. Maaf, saya tidak bisa menyebutkan kawan saya yang ini. 😊
***

Pernah datang ke kelas saya seorang direktur dari sebuah perusahaan multi nasional. Pernah juga seorang Ibu kepala seksi di sebuah instansi pemerintah. Tak jarang mahasiswa ikut pelatihan saya. Bahkan beberapa business owner juga tertarik mempelajari ilmu ini karena memang terbukti mampu memperbaiki kinerja karyawan mereka. Ada juga seorang master psikologi yang ingin menambah wawasannya. Juga pernah seorang dosen yang Doktor dalam bidang hukum datang karena penasaran dengan keajaiban ilmu hipnosis ini. Semua saya terima dengan dua tangan dan dua kaki dan satu hati. Semua saya perlakukan sama karena saya yakin tujuan mereka semua belajar hipnosis adalah mulia.
***

Banyak suka duka belajar hipnosis. Sedih ketika mencoba induksi dan kliennya tidak memberikan respon seperti yang kita harapkan. Senang dan bangga ketika pertama kali berhasil mempraktekkan semua teori dengan lengkap dan membuahkan hasil sempurna pula. Saking senangnya bahkan kadang lupa bahwa kendali tetap berada di tangan suyet. Cerita dari salah satu peserta di bawah ini membuktikan premis tadi.  Suatu ketika dengan sugestinya, dia berhasil mempreteli pakaian kawan prianya dab dia merasa bahwa ilmunya sudah sempurna. Kemudian dia mencoba sugesti baru yaitu ingin dipeluk oleh kawan wanitanya. Anda tentu bisa menebak bahwa sugesti terakhir pasti gagal. Namun bisakah Anda menebak siapa orang ini?

Di lain waktu seorang peserta sharing mengenai hypno sex yang saya ajarkan. Namun dengan kreativitasnya yang luar biasa 'liar' dia berhasil membuat versi lain dari hypno sex. Dia berhasil mendapatkan 'servis' kelas dunia seperti yang ada di video xxx dari istrinya yang notabene selama ini hanya mau melayani dengan standard saja. Namun masih menurut ceritanya,  lama lama istrinya tidak bisa dihipnotis lagi karena sering merasa tak sadar. Seperti bangun tidur namun dengan kondisi seperti habis 'bertempur'. Wkwkwkw, meski Anda penasaran siapa kawan yang satu ini, namun mohon maaf saya tidak bisa membuka identitasnya. Meski Anda hipnosis saya pun, saya tidak akan melakukannya.

Ternyata menarik ya belajar hipnosis?
Batch 15 tgl 15-16 October 2016 ini akan sedikit berbeda karena ada seorang dokter yang menjadi peserta. Tak tanggung tanggung beliau datang dari serambi mekah khusus untuk belajar hipnosis dan hipnoterapi. Wow bakal ramai suasana kelasnya dalam bayangan saya. Waktu masih seminggu dan masih ada 4 seat lagi bagi Anda yang juga ingin menguasai ilmu ajaib ini.

Segera daftarkan diri Anda dengan menghubungi Hari Dewanto di nmr 08179039372

Tabik
- haridewa -

Saturday, June 23, 2018

SAYA MAH APA ATUH!

“Whether you think you can, or you think you can’t, you’re probably right.” (Henry Ford)


Henry Ford (lahir di Greenfield Township, Dearborn, Michigan, 30 Juli 1863 – meninggal di Fair Lane, Dearborn, Michigan, 7 April 1947 pada umur 83 tahun) adalah pendiri Ford Motor Company, sebuah perusahaan mobil yang memelopori perakitan mobil modern dalam produksi massal. Prakarsanya ini telah berhasil merevolusi  industri transportasi Amerika, dari produksi bijian menjadi masal. Dia adalah seorang penemu yang sangat produktif dan dianugerahi 161 hak paten AS. Sebagai pemilik dari Ford Motor Company ia menjadi salah satu orang terkaya dan paling terkenal di dunia.

Ia dikenal dengan Fordism, yaitu produksi massal barang murah ditambah dengan upah tinggi bagi pekerja. Ford memiliki visi global, dengan konsumerisme sebagai kunci perdamaian. Komitmennya yang kuat untuk merendahkan biaya sistematis, menghasilkan inovasi teknis dan bisnis, termasuk sistem waralaba yang menempatkan dealer-dealer di seluruh bagian besar Amerika Utara dan di kota-kota besar di enam benua.
***

Sejak  kecil Henry telah menaruh perhatian yang besar terhadap berbagai mesin-mesin. Hal tersebut amat mencemaskan ayahnya.
Ayahnya, William Ford menginginkan anaknya kelak menjadi seorang petani atau pedagang pertanian besar dan sukses karena ia sendiri adalah juga keturunan seorang petani.
Akan tetapi Henry tidak berminat terhadap pertanian. Kesukaannya kepada mesin-mesin itu kadang-kadang  menyulitkannya, karena ia harus melawan kemauan ayahnya.
***

Pada suatu pagi tahun 1893 Henry Ford berhasil menciptakan sebuah kereta tanpa kuda. Dengan kegigihan yang kuat dan membaja Henry Ford mulai mengoperasikan keretanya, yang  mengeluarkan suara bising serta asap yang mengepul-ngepul di udara. Kereta itu meluncur dari pabriknya menuju jalan raya, tapi tak jauh berlari.
Baru beberapa meter saja beranjak dari bengkel tiba-tiba mesin itu mati dan tak dapat berkelok karena tidak mempunyai kemudi. Akan tetapi  sebentar kemudian mesin kereta itu  hidup kembali. Eksperimen kecil ini telah membuktikan kepada orang-orang di sekelilingnya yang selama ini menganggapnya lucu, dungu, dan tolol, bahwa dia tidaklah demikian adanya.

Hari itu Henry Ford telah membuktikan bahwa dia mampu membuat sebuah kereta berjalan meskipun tanpa ditarik oleh kuda. Henry menghancurkan kepercayaan masyarakat saat itu yang meyakini bahwa sebuah kereta hanya akan berjalan jika ditarik kuda atau didorong manusia. Semua 'keajaiban' itu berhasil diciptakan karena Henry YAKIN bahwa dia bakal bisa mewujudkannya. Dari situlah kemudian muncul quote yang   masyhur itu. "Ketika Anda berpikir bahwa Anda akan sukses atau gagal, keduanya adalah benar!"
***

Menurut Abraham Maslow, seorang pelopor aliran psikologi humanistik, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hierarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hierarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan fisiologis atau dasar
  2. Kebutuhan akan rasa aman
  3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
  4. Kebutuhan untuk dihargai
  5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri

Sebenarnya berdasarkan hierarki tertinggi, yaitu aktualisasi diri inilah Henry Ford berhasil menciptakan kereta tanpa kuda tersebut. Meski orangtuanya menolak hobi bermesin Henry, bahkan ketika lingkungannya rajin mem-bully-nya, namun demi membuktikan bahwa dirinya mampu, maka siang dan malam Henry terus berusaha. Istilah kata, seribu jalan terbuka ketika kita mau berusaha.

Saya yakin sudah banyak dari Anda yang juga memiliki 'never give up mentality' seperti ini. Salah satu cara mencapai spirit ini adalah dengan membuat VISI atau dalam NLP (Neuro Linguistic Programming) dikenal dengan sebutan WFO (Well Formed Outcome), sebelum kita memulai sebuah aksi.

Satu hal yang kadang terlupa dari pemikiran kita adalah bahwa ternyata hierarki tertinggi motivasi manusia tersebut acapkali justru menjadi demotivator kita. Seperti quote yang telah ditelurkan Henry Ford tersebut di atas, ketika kita berpikir bahwa kita akan gagal, itu juga benar. Bagaimana bisa begitu?

Sederhana saja jawabannya. Seseorang yang sudah meyakini bahwa dirinya bakal gagal, apalagi ketika dia sudah pernah mengatakannya di depan orang lain, maka dia akan 'berusaha' mati-matian untuk membuktikan bahwa pikirannya itu benar. Bahkan ketika ada seribu pintu terbukapun dia seolah tidak melihatnya, atau bahkan akan ditutupnya pintu tersebut. Jadi bukan berarti orang-orang tipe ini tidak berusaha, namun justru usaha yang dilakukannya menjauhkan dirinya dari tujuan yang sudah ditetapkan.
***

"Gua ga bisa!"
"Pantas saja si fulan sukses, dia khan memang cerdas, lha saya? Saya mah apa atuh!"
"Please Pak, jangan saya Pak. Saya pasti akan mengacaukan tugas ini!"

Pernah mendengar ujaran semacam itu? Dan suaranya sangat dekat dengan telinga Anda? Waspadalah ketika ujaran seperti di atas sering Anda dengar. Jangan-jangan itu adalah ujaran Anda sendiri. 

Sebuah penggalan hadist Qudsi (hadis yang diriwayatkan oleh Nabi SAW dari firman Allah SWT) yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, menyebutkan Ana ‘Inda Dzonni Abdi bi… yang artinya “Sesungguhnya Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hambaKu…”
Untunglah sebagai manusia yang diciptakan sebagai mahluk paling sempurna, kita memiliki kemampuan untuk MEMILIH. Sesuai dengan presuposisi dalam NLP,  bahwa memiliki pilihan lebih baik dari pada tidak memiliki pilihan sama sekali. Dan manusia membuat keputusan sesuai dengan pilihan yang tersedia, maka marilah kita mulai semua aktifitas kita dengan memilih UNTUK SUKSES!

Saya akhiri tulisan ini dengan quote Jack Welch, mantan CEO General Electric yang terkenal bertangan dingin dalam memimpin anak buahnya. "Tentukan nasibmu sendiri, atau orang lain yang akan melakukannya untuk Anda"

Sila tebar jika manfaat

Tabik.
-haridewa-
Happiness Life Coach

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...