POSTINGAN POPULER

Saturday, December 30, 2017

ACCEPT & UTILIZE

Kemarin saya mengantar istri ke sebuah cabang pembantu bank swasta nasional di salah satu ruko Jalan Baru Bogor, untuk mengurus kartu ATM-nya yang tertelan mesin ATM sehari sebelumnya. Siang itu cuaca lumayan menyengat, sehingga begitu masuk pelataran parkir,  saya langsung mengarahkan mobil menuju sebuah tempat kosong yang agak teduh di depan sebuah pet shop, tepat di samping bank swasta tersebut. Tukang parkir yang melihat saya agak ragu, langsung memberikan tanda untuk meneruskan niat parkir saya.

Istri saya keluar duluan menuju bank tadi kemudian setelah mengunci pintu mobil, sayapun mengikuti langkah istri saya menuju bank tersebut. Baru saja melangkahkan kaki, saya dihadang oleh seorang pria berseragam pet shop yang meminta saya memindahkan mobil saya. Sambil terus ngeloyor menuju bank tadi, saya bilang bahwa saya cuma sebentar kok. Lagian tukang parkir tadi juga tidak melarang saya parkir di situ. Eh pria tadi mengejar saya masuk ke dalam bank sambil marah-marah memaksa saya memindahkan mobil saya. Karena merasa terganggu, saya minta tolong seorang security agar pria tadi tidak mengganggu saya. 

"Maaf Bapak ada perlu apa di kantor ini?", dengan ramah security tadi menanyakan keperluan saya.
"Saya mau mengurus kartu ATM yang tertelan Pak. Dan orang ini menghambat jalan saya", jawab saya sambil menunjuk pria yang marah marah tadi. Pria tadi masih sambil marah marah menyatakan kepada security bahwa dia keberatan kalau mobil saya parkir di depan tokonya, sementara urusan saya ke bank swasta tersebut.  

"Saya hanya sebentar, kok Pak Security paling juga 5 menit kelar"
"Oh kalau mengurus ATM bisa 10 - 15 menit Pak"
,  Security tadi menjawab, yang membuat pria tadi merasa mendapat angin, dan kembali memaksa saya untuk memindahkan mobil saya.
"Percaya saya Pak, saya cuma 5 menit di sini. Setelah itu saya segera pergi"
"Gak bisa Pak. Anda harus memindahkan mobil Anda sekarang juga!"
, pria tadi masih ngotot juga memaksa saya untuk memindahkan mobil saya. 

Wah ini orang kok makin lama makin arogan ya. Seolah dialah pemilik kawasan ruko tadi. Bukankah lahan parkir itu merupakan public area, yang boleh ditempati oleh pengunjung ruko tersebut. Apalagi di sana tidak ada tulisan 'reserved',  atau 'restricted area'.  Cara-cara pengusiran ini kok jadi mengingatkan saya pada kasus wartawati sebuah TV Swasta yang diusir dari kawasan reklamasi teluk Jakarta. Padahal semua orang juga tahu bahwa laut yang mereka lewati itu juga merupakan public area. Wah, peristiwa pengusiran wartawati itu tidak boleh terjadi di sini nih!

"Baik Bapak yang terhormat, apa alasan Anda memaksa saya memindahkan mobil saya?", saya yang awalnya malas berurusan dengan orang seperti ini kemudian membuka percakapan.
"Anda tidak boleh parkir di depan toko saya kalau Anda tidak ada keperluan di toko saya. Nanti kalau ada pelanggan saya bagaimana? Lagian masih banyak tempat parkir,  kok Anda parkir di depan toko saya?"
"Khan saya bilang saya cuma sebentar. Namun baiklah kalau Anda memang meminta saya memindahkan mobil saya, maka sekarang tolong tunjukkan dasar hukum yang membuat saya tidak boleh parkir di depan toko Anda"
"Eh, uh, ah. Ya gak ada. Pokoknya saya minta Anda pindahkan saja!"
"Maaf, saya tidak bersedia kalau begitu. Lagian kalau memang masih ada tempat parkir kosong, khan pelanggan Anda tetap akan bisa parkir to?"
"Eh, uh, ah"

Mendengar ada keributan kecil di kantor cabang itu, ibu Kepala Cabang meminta saya dan pria itu masuk ke ruangan beliau. Dan setelah mendengar penjelasan dari saya maupun pria tadi, ibu kepala cabang tadi mengambil kartu antrian dari tangan saya kemudian bergegas menuju konter nasabah. Pria tadi mengikuti keluar ruangan, mungkin merasa tidak nyaman berduaan dengan saya di ruangan eksklusif itu. Saya menunggu di ruangan yang nyaman itu sambil meneruskan menulis artikel 'Because Superman is Dead'

Dan tak lama kemudian ibu kepala cabang masuk ruangannya kembali sambil menyerahkan ATM istri saya. "Sudah beres Pak"
Dan semua itu selesai hanya dalam waktu 5 menit!  Wow! Saya takjub. Istri saya takjub. Security juga takjub. Kami meninggalkan pelataran parkir tadi dengan gembira. Pria itu salah tingkah.
***

Sorenya, sepulang menjemput anak-anak dari sekolah, saya ceritakan kejadian siang itu. Dan saya berpesan kepada anak-anak:

  1. Ketika ada pihak yang mau menindas kita, maka minta pihak itu menunjukkan dasar hukumnya. Jika mereka memiliki dasar hukum yang sah dan kuat, maka kalian mundur. Jika tidak, LAWAN! 
  2. Tetap tenang ketika menghadapi pihak arogan seperti itu, kemudian manfaatkan kata-kata dan keyakinan mereka justru untuk melemahkan mereka sendiri. ACCEPT AND UTILIZE!

Semoga manfaat.


Tabik
- haridewa -
Happiness Life Coach

No comments:

Artikel Unggulan

ENTER

Sudah hampir 2 tahun ini masyarakat Purwakarta dan sekitarnya dimanjakan oleh pertunjukan airmancur menari yang dihelat setiap malam minggu ...