POSTINGAN POPULER

Thursday, October 19, 2017

Bapak Nggak Hebat

Tadi pagi sekitar jam 3 ada telepon tak dikenal masuk. Biasanya orang menelepon di waktu yang tak umum seperti ini karena ada sesuatu yang genting dan penting. Berikut dialog saya (S) dengan penelepon misterius (PM)

S: "Assalamualaikum"
PM: "Wa alaikum salam. Apa benar ini Pak Hari yang hipnoterapis?"
S: "In syaa Allah betul. Ini dengan siapa ya?"
PM: "Dengan hamba Allah. Apa Bapak bisa melakukan terapi dari jarak jauh?"
S: "In syaa Allah bisa, tergantung kasusnya. Kalau boleh tahu posisi Anda dimana?"
PM: "Untuk apa nanya lokasi saya Pak? Posisi saya di bumi Allah. Jadi bener ya Pak, Bapak bisa bantu saya?"
S: "Maaf,  saya gak bisa." 

PM: "Ah ternyata reputasi Bapak tidak sehebat yang saya dengar."
S: "Saya mau nanya, bisa gak Anda mengirim surat tanpa tahu nama penerima dan alamat penerima? Kalau itu ukuran hebat menurut Anda,  maka saya akui bahwa Anda adalah orang hebat"
PM: tuuuut (telepon ditutup)
***

Ya beginilah salah satu konsekuensi memilih jalan hidup sebagai seorang terapis. Tengah malam ditelepon untuk suatu hal yang kurang jelas.

Salah saya apa coba? 
Kalau Anda jadi saya kira-kira apa yang akan Anda lakukan Kawan? 

Tabik
- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
WA: 08179039372

Mengeluh = Kufur

Dapat insight bagus dari pengajian pagi ini, ternyata  mengeluh itu salah satu tanda kekufuran. Kata dasarnya adalah kufur, yang artinya tertutup (bahasa Inggrisnya Covered), pelakunya lama-lama akan disebut kafir. Naudzubillah tsumma naudzubillah...

Apanya yang tertutup? Jelas hatinya yang tertutup sehingga tak mampu menyadari semua nikmat yang telah terlimpah kepadanya.
Maka agar kita tidak terjebak dalam kekufuran kita perlu mengurangi sikap mengeluh ini dan menggantinya dengan rasa bersyukur. 

Dan ternyata bersyukurpun ada tingkatannya:
  1. Hati bersyukur namun tindakannya mengeluh
  2. Tindakan bersyukur  namun hatinya mengeluh 
  3. Hati dan tindakan bersyukur.


Ternyata tingkatan 1 & 2 masih digolongkan pada kekufuran. 

Kita sudah dianggap sebagai insan penuh syukur ketika hati, lisan dan perbuatan kita sudah kongruen menunjukkan rasa kebersyukuran kita. 

Seperti janji Allah dalam surat Ibrahim ayat 7:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

maka agar Allah menambah nikmat kita, marilah kita kurangi kebiasaan mengeluh yang masih sering kita lakukan 

Wallahualam bissawab

Tabik 

- haridewa -

Friday, October 13, 2017

ISTIGHFAR CANTIK

Pagi ini, sekilas saya menyimak tayangan Islam Itu Indah di sebuah stasiun TV swasta. Saat itu yang sedang kebagian jatah ceramah adalah dr. Aisyah Dahlan, seorang pakar neuro science yang sangat kompeten di bidangnya.

Saya lumayan menyukai paparan dari dokter yang selalu mengenakan baju muslimah secara kaffah ini,  dengan gamis serta jilbab panjang menjuntai menutupi seluruh bagian tubuhnya. Bahasanya lugas, kalimatnya bernas dan gayanya anggun, dilengkapi dengan pemahaman mengenai ilmu syaraf yang juga mumpuni, membuat tausiahnya enak untuk diikuti.

Pagi tadi dr. Aisyah membahas tentang 'anger management' atau penatalaksanaan amarah.
Dalam salah satu hadits,  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang keutamaan orang yang dapat menahan amarahnya, :

"Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai"

Dan dari lini kelimuan neuro science modern, dr. Aisyah memaparkan 3 kriteria penatalaksanaan amarah ini:

1. Supressing 
Atau menahan semua emosi negatif yang muncul. Apapun kondisi dan situasi yang dihadapinya maka para supressor ini akan menyimpannya sendiri. Tipe ini sangat baik untuk lingkungannya namun akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Dalam pendekatan pikiran bawah sadar (PBS) yang saya geluti selama ini, ketika ada emosi negatif yang bercokol di dalam diri kita maka akan direspon oleh PBS dalam 3 tahapan:

  • Menjadikan diri galau. Bingung tak berkesudahan dan jadi moody. 
  • Muncul dalam bentuk mimpi buruk
  • Bermetastase menjadi penyakit fisik seperti maag, migrain dll. Biasanya hal ini dikenal dengan nama psikosomatis.

2. Expressing
Atau mengekspresikan semua emosi negatif yang sedang dialaminya dengan spontan dan kontan. Tipe ini ibarat makhluk yang tidak boleh terinjak bahkan bayangan tubuhnya. Pokoknya senggol dikit saja bacok! Tipe ekspressor ini sangat tidak baik untuk lingkungannya dan terkesan baik untuk dirinya. Tunggu dulu, kenapa kok hanya terkesan? Ya, karena ternyata 'melampiaskan' (baca: mengekspresikan) emosi negatif dengan spontan dan kontan tersebut mengandung bahaya terselubung juga untuk diri mereka. Amarah tegangan tinggi seperti ini akan memicu hormon stress  (adrenalin) yang bisa memacu detak jantung sehingga berbahaya untuk kesehatan juga.

Dan sesuai dengan hukum kekekalan energi mbah Einstein yang menyatakan energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, maka bagi lingkungannya tipe ekspressor ini sangatlah membahayakan karena energi (baca: emosi) negatifnya akan diteruskan pada orang di sekitarnya (apalagi jika orang di sekitarnya juga bertipe ekspressor).

3. Releasing
Atau melepaskan semua emosi negatif tadi ke alam semesta. Lalu apa beda mengekspresikan dengan melepaskan? Tentu beda, mengekspresikan itu spontan dan kontan, sementara melepaskan itu membutuhkan jeda (pause) sejenak. Bahkan maestro sekaliber Stephen Covey saja terinspirasi oleh fenomena jeda ini ketika menuliskan buku legendaris Seven Habits Highly Effective People. Jeda ini yang membedakan antara orang reaktif dan orang proaktif. Orang reaktif akan senantiasa bereaksi atas sebuah aksi yang dialaminya. Sementara orang proaktif akan mengambil jeda sejenak.

Kembali pada tipe releaser ini, fungsi jeda sejenak tadi ternyata untuk mengadu kepada Sang Pencipta Hidup mengenai situasi yang sedang kita alami. Ini penting agar emosi negatif tadi tidak 'ngendon' di dalam diri kita. "Ya Allah, saya kesel banget sama si Fulan itu. Setiap kali berjanji kok selalu mengingkari"
Setelah selesai proses mengadu tadi, kita perlu melengkapi proses releasing tadi dengan mengucap istighfar.

Sebentar Kawan, ada satu tahapan penting yang terlewat. Agar istighfar kita menjadi cantik maka sempatkanlah untuk menarik nafas dulu barang sejenak sampai dada Anda merasa lega. Baru ucapkanlah "Astaghfirullahal adziim"

Terbukti banyak dari kita yang mulutnya rajin berucap istighfar, tahmid, tahlil dsb namun dengan masih membawa emosi negatif. Sehingga ucapan mulia tadi justru terdengar sangar dan menggelegar. 
Cara-cara seperti ini justru menjadikan sebagian pihak alergi bahkan trauma dengan ucapan-ucapan mulia tadi.

Dalam ilmu hipnosis, cara termudah mengakses Pikiran Bawah Sadar adalah dengan menarik nafas dalam seperti ini. Dan survey membuktikan bahwa God Spot ternyata berada di gelombang bawah sadar. Maka ketika kita mengakses PBS kemudian berucap istighfar, maka kalimat mulia itu langsung akan menuju haribaan Illahi.
Mari kita latih teknik releasing ini bersama-sama. Tariik nafaaas panjang. Dan ucapkanlah "Astaghfirullahal adziim"

Syaantiiik! 

Sila tebar bila manfaat

Tabik
-haridewa-

Sunday, October 08, 2017

Murah apa murah?


Saya membuat artikel ini dengan mengutip  tulisan kawan hipnoterapis saya. Tentunya saya tambahkan beberapa hal guna untuk menguatkan pesan yang sudah ada.
***

Ketika ada yang nanya ke saya, 
"Mas, belajar hipnotis mahal ya? Gak bisa lebih murah lagi gitu?"

Maka saya  hanya tertawa, lalu menjawab, "Menurut Anda mobil Ferrari mahal apa murah Bro?"
"Mahal lah..! Tapi apa hubungannya hipnotis dengan Ferrari?"
"Menurut Anda, kalau Ferrari lewat di jalan raya bakal jadi pusat perhatian gak? "
"Ya iyalah...!"
"Nah, itulah hubungan Ferrari sama hipnosis. Sama sama bakal menarik perhatian orang banyak. Keren apa keren?"
"Iya, keren sih..!"
 ***

"Nah, pingin gak bisa menguasai hipnosis?"
"Iya sih Mas, saya pengen bisa hypno. Tapi apa gak bisa kurang harganya?"
Tertawa saya makin keras, "Bro, Anda kuliah kan? Berapa biaya yang Anda keluarkan dari daftar sampai wisuda? Ada 25 juta?"
"Lebih Mas, belum uang pangkal, uang gedung, uang ujian, praktek dan lain-lain. Ya kalau dihitung-hitung sih habis 30 jutaan lah"
"Nah, itu murah apa mahal?"
"Mahal lah Mas!"
"Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan study Anda tadi?"
"Mmm sekitar lima tahun"
"Bisakah keahlian yang Anda peroleh di bangku kuliah tadi untuk langsung mendapatkan uang?"
"Nggg secara langsung sih nggak.. "
***

"Nah, belajar hipnosis hanya hitungan jam. Anda sudah langsung bisa praktek!"
"Memangnya saya bakal langsung bisa menghipnotis orang lain setelah pelatihan selama beberapa jam tadi Mas?"
"Lha jelas iya lah, masak lha iya dong?
Sudah gitu investasinya murah lagi, cuma Rp 3 juta. Bandingkan dengan 30 juta. Jauh kan?"
"Ngg iya juga Mas"
"Belum lagi, kita kuliah ambil disiplin ilmu A, namun seringnya  kerja di ranah keahlian B.  Suka gak nyambung. Bener toh?"
"Hehehe iya Mas"
"Kita kuliah dengan biaya 30 juta, sudah balik modal belum? Berapa lama kira-kira bakal baliknya?"
"Ngg, yah lumayan lama Mas. UMR saja cuma 3 jutaan"
"Nah tu tau!  Sementara dengan menguasai hypno, sebagai pemula Anda manggung saja, banyak pihak yang rela mengeluarkan budget 300-500 ribu untuk durasi 1-2 jam. Dengan 10 kali manggung saja, sudah balik modal. Bener nggak? Itu namanya investasi Mas."

"Masuk akal Mas... "
"Makanya Bro, nggak usah banyak nawar kalau mau belajar hypno. Hypnosis itu banyak manfaatnya, oke? Dan juga ilmiah, bisa dijelaskan dengan logika"
"Oke Mas, saya mengerti. Jadi, kita mulai belajarnya  kapan Mas?"
"Mantab...! "


Tabik
-haridewa-

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...