POSTINGAN POPULER

Tuesday, September 12, 2017

Hore, Dapat Undian!

"Selamat malam Pak Hari Dewanto, saya Akbar dari Telkomsel ingin memberitakan kabar gembira untuk Anda. Setelah melalui proses pengundian dari 10 ribu nomor maka kartu halo Anda terpilih menjadi 3 besar pemenang. Selamat ya Pak. Sebantar lagi Anda akan menerima sms dari My Telkomsel berisi kode verifikasi kemenangan Anda. Adapun hadiah yang berhak Anda dapatkan adalah uang tunai sebesar Rp 10 juta. Apakah smsnya sudah masuk?",  penelepon asing dengan nope +6285245462111 yang mengaku bernama Akbar itu berbicara dengan cepat, memberikan informasi bertubi-tubi seolah tidak memberikan nalar saya untuk berproses.

Sambil masih mendengarkan Akbar berbicara panjang lebar, saya intip layar smartphone saya, dan ternyata memang ada sms dari My Telkomsel
"Baik Bang Akbar, berikut nomor verifikasi saya: 4464" (pada layar sms saya tertulis:

Your verification code is: 4464. Kode ini utk login ke aplikasi MyTelkomsel. Jgn berikan kode RAHASIA ini kpd siapapun.Telkomsel tdk pernah meminta kode dr Anda)

Luar biasa,  sindikat penipu ini berhasil mengirimkan sms dari gateway My Telkomsel dan mengirimkan draft nyaris sama dengan pesan singkat dari My Telkomsel yang biasa saya terima. Saya bilang nyaris karena si penipu ini tidak berani menyantumkan CS:188 pada akhir smsnya, seperti pada sms aseli. Mungkin ini antisipasi mereka agar korban tidak bisa menghubungi CS.

"Bagus Pak Hari, Anda sudah melakukan langkah tepat. Sebentar lagi akan masuk sms dari UANGKU, apakah ada?",  Akbar masih nyerocos saja sambil menanyakan sms susulan.
"Belum ada tuh?", jawab saya dengan nada kebingungan setengah gembira.
"Nah ada nih, kode verifikasi uangku adalah: 438585" (di layar sms saya tertulis: Kode verifikasi Uangku anda adalah 438585 (no ref: 1806581)
Dan luar biasanya lagi sendernya juga gateway atas nama UANGKU.

"Bagus Pak Hari. Selamat,  uang 10 juta sebentar lagi menjadi milik Anda. Tanpa pajak, tanpa potongan apapun", Akbar memberikan selamat dengan nada meyakinkan.
"Baik Bang Akbar, terima kasih. Apa yang harus saya lakukan untuk mengambil uang itu?", tanya saya pura-pura bodoh
"Ooh itu sangat gampang Pak Hari, Anda tentu punya rekening bank Mand*** khan? Karena kami akan mentransfer melalui bank tersebut. Boleh sebutkan nomor rekeningnya.  Ada ATMnya khan?", tanya Akbar
"Ada. Boleh saja. Namun sebelumnya bolehkah saya bertanya, kenapa harus ada ATMnya? Bukankah untuk mentransfer hadiah hak saya itu, pihak Telkomsel cukup mencatat norek saya?", saya coba mengetes apa jawaban mereka
"Memang betul kami cuma memerlukan norek Anda, namun karena ini jam kerja bank tsb sudah tutup maka untuk memastikan dana kami tertransfer dengan baik, Anda perlu mengecek melalui ATM atau M-banking", jawab Akbar taktis. (Masuk akal! )

"Baik Bang Akbar, satu lagi pertanyaan. Darimana Anda mendapatkan nama saya?"
"Ya dari sistem Pak. Khan sudah saya sebutkan bahwa Pak Hari Dewanto terpilih menjadi salah satu pemenang undian malam ini"
, Akbar masih mencoba meyakinkan saya
"Betul Bang Akbar, Anda sudah berkali-kali mengatakan hal tersebut. Maksud saya, coba sebutkan nomor saya ini dan nama yang terdaftar di sistem Anda"
"Tunggu sebentar Pak Hari. Berikut nomornya +620811948****, terdaftar atas nama Hari Dewanto"

"Terimakasih Bang Akbar. Kalau boleh saya kasih saran, lain kali kalau mau menipu orang berbekallah data yang lebih akurat. Saya kasih tahu ya, nomor saya ini terdaftar bukan atas nama saya...! Bertobatlah Bang Akbar!"
"Tuuuuut,"
telepon ditutup.
***

Sahabatku, beberapa waktu yang lalu beredar broadcast message berjudul social engineering yang berisi tentang perilaku segelintir orang yang mencoba merekayasa niat baik orang lain demi kepentingan mereka. Hal yang baru saja saya alami merupakan salah satu teknik social engineering yang dikombinasikan dengan rekayasa teknologi (pembajakan gateway provider telepon).

Teknik Akbar yang berbicara cepat dan memberikan informasi bertubi itu dalam hipnosis dikenal sebagai overloaded information yang berfungsi untuk me-nonaktifkan critical area kita agar selanjutnya kita menuruti perintah mereka.
Dua atau tiga kali sms bersusulan dari yang ]terkirim dari gateway berbeda  (bukan nomor telepon tak dikenal) menambah kekuatan sindikat tersebut untuk meyakinkan korban.

Sayang malam ini mereka memilih calon korban yang salah. 

Dari awal telepon itu masuk saya sudah tahu bahwa ini adalah penipuan. Apa pasal?
1. Kalau memang mereka penelepon aseli dari Telkomsel, pasti mereka menggunakan fix number, bukan nope yang tidak akan bisa dilacak.
2. Kalau aseli, pasti mereka akan menelepon pada jam kerja, dan tentunya sudah ada surat terdahulu
3. Pada sms My Telkomsel sudah ada warning untuk tidak memberikan kode verifikasi, jadi tidak mungkin pihak Telkomsel menyalahi warning itu sendiri
4. Kalau aseli, mereka pasti tahu nama yang terdaftar pada nope yang saya gunakan ini.

Sidang Pembaca yang budiman, agar terhindar dari penipuan (manipulasi pikiran bawah sadar) seperti ini, pikiran kita perlu selalu berada di gelombang beta. Karena di gelombang ini ada amygdala (critical area) yang selalu memproses dan memfilter setiap informasi yang masuk. Jangan biarkan amygdala dinonaktifkan orang lain dengan cara-cara di atas

Maka pesan orang tua jawa jaman dahulu menjadi relevan yaitu:
1. Ojo gumunan (jangan terlalu mudah takjub pd sesuatu)
2. Ojo kagetan (jangan mudah dikagetkan)
3. Ojo dumeh (jangan suka merendahkan orang, krn kita jadi kurang waspada)
4. Ojo rumongso iso, tapi isoo rumongso (jangan selalu merasa bisa, tapi belajarlah untuk bisa merasa

Silakan tebar jika manfaat


Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...