POSTINGAN POPULER

Thursday, September 14, 2017

HYPNOPOMPIC

"Pah, kok Ara makan sayur?",  tanya Syifa, anak sulung saya ketika menyadari adiknya yang selama ini menolak makan sayur, sedang asyik menikmati lumpia basah. Lumpia basah adalah makanan kekinian yang berasal dari Bandung, yang biasanya dijual bersama dengan jenis urban food lainnya yaitu Seblak. Komposisi lumbas terdiri dari bengkoang, tauge, telur dll. Jangankan makan tauge, biasanya kalau makan martabak saja Ara akan memisahkan daun bawang dari telur dan daging pengisi martabak tadi. Bisa dibayangkan ribetnya khan?

Akhir-akhir ini saya memang menyaksikan kalau Ara mulai makan wortel di dalam sayur sop, caisim di dalam bakso atau mie ayam. Dan dia juga mulai menikmati martabak seutuhnya. Padahal sebelumnya, dia sangat menolak semua jenis sayur tersebut.

"Sst, jangan dikomentari Teh, nanti dia 'alergi' sayur lagi loh", kata saya menimpali pertanyaan anak sulung saya tadi. Ajaibnya Ara malah menoleh sambil berkata,  "Emang kenapa kalau Ara makan sayur. Sayur itu baik untuk kesehatan tahu. Kata temen Ara kalau cewek gak suka makan sayur nanti anaknya bisa cacat"
***

Wow, ternyata sudah terjadi belief changing dalam pikiran anak tengah saya itu. Apa pasal? Saya yakin Anda semua juga penasaran khan? Mau tahu rahasianya? Mau tahu aja apa mau tahu banget?
Baiklah, saya akan ceritakan apa yang terjadi pada Ara, yang selama 16 tahun tidak suka makan sayur, dan sekarang tetiba saja dia bisa menikmatinya. Pasti Anda menduga bahwa saya menghipnosis Ara! 

Dan dugaan Anda tadi tidak salah. Dengan satu dan dua teknik dalam keilmuan hipnosis, kita mampu mengubah sebuah behavior seseorang. Anak saya yang dulu menolak makan sayur, sekarang dengan sendirinya dia akan menikmati sayur mayur itu.  Sederhana bukan?

"Sederhana dari Hongkong? Anda khan memang praktisi hipnosis? Lha kami orang awam ini, apa juga bisa melakukannya?", pasti itu tanya yang berkutat di pikiran Anda semua yang membaca tulisan ini. "Belajar hipnosis itu sulit!", mungkin itu juga keyakinan sebagian besar dari Anda.
Hehehe sabar atuh. Jangan jadi pentol korek gitu. Mudah banget tersulut, kayak si anu saja.....
***

Sidang Pembaca yang budiman, sebenarnya proses hipnosis merupakan sebuah fenomena alamiah yang terjadi pada diri kita setiap hari. Kondisi seseorang ketika memasuki alam hipnosa biasa disebut dengan trans (trance). Dan seseorang disebut trans ketika gelombang pikiran saat itu berada di frekuensi alfa atau teta. Dalam kondisi ini sugesti yang sesuai dengan keyakinan seseorang akan dengan mudah ditanamkan, sehingga menjadi sebuah kebiasaan baru ketika mereka 'terbangun'.

Terdapat 4 kelompok besar gelombang pikiran  manusia:
• Beta (14 – 24 CPS) 
Aktivitas otak normal. Dalam keadaan ini manusia dapat berpikir secara multitasking (5 sd 9 hal sekaligus).  Tidak sugestif
• Alfa (7 – 14 CPS) 
Saat pikiran mulai memasuki keheningan. Dalam keadaan ini fokus pikiran mulai sedikit. Sugestif
• Teta (3.5 – 7 CPS) 
Saat pikiran memasuki kondisi yang sangat hening, atau kondisi bermimpi. Dalam keadaan ini fokus biasanya tunggal. Sangat sugestif
• Delta (0.5 – 3.5 CPS) 
Saat kondisi tidur lelap, tanpa mimpi. Tidak sugestif.
***

Dari pemaparan gelombang pikiran di atas, kita bisa melihat bahwa hanya dua gelombang yang sugestif, yaitu alfa dan teta tadi. Diperlukan keahlian khusus untuk menurunkan gelombang dari Beta menuju Alfa/Teta. Dalam ilmu hipnosis tekniknya disebut dengan induksi (induction).  Teknik ini yang dirasa sebagai sebuah teknik yang sulit untuk dikuasai. Namun coba perhatikan susunan gelombang pikiran di atas. Kalau ada sebuah teknik untuk menurunkan gelombang pikiran dari Beta menuju Alfa, tentunya ada juga teknik untuk menaikkannya dari Delta (tidur nyenyak) menuju Teta? Bukankah setiap hari semua orang pasti tertidur? Berarti secara alamiah setiap hari kita berada di gelombang Teta? Tepat sekali Kawan!

Itulah yang saya maksud bahwa proses hipnosis merupakan sebuah fenomena alamiah yang terjadi pada diri kita setiap hari. Sesuai dengan jumlah putaran per detiknya,  gelombang pikiran itu bekerja dengan urutan.
Artinya untuk menuju ke Teta, kita mesti melalui Alfa. Demikian juga sebaliknya, dalam kondisi Delta (tidur) untuk menuju Beta (bangun), kita juga perlu melalui Teta dan Alfa. Artinya setiap hari kita selalu pernah berada dalam kondisi trans (yang sugestif), yaitu menjelang tidur dan menjelang bangun tidur. See? 
***

Dalam disiplin ilmu hipnosis, kondisi menjelang tidur dikenal sebagai hypnogogic, sedangkan kondisi menjelang bangun tidur disebut hypnopompic. Dalam kedua kondisi tersebut seseorang memiliki tingkat sugestivitas lumayan tinggi, sehingga bisa dimanfaatkan guna mengubah belief mereka.

Nah, meski saya seorang praktisi hipnosis, namun justru teknik yang saya gunakan adalah hypnopompic. Setiap bangun pagi, saya berbagi tugas dengan istri saya. Dia ke dapur untuk menyiapkan bekal anak-anak untuk sekolah, sementara saya akan membangunkan tiga anak kami. Maka saat we time itu saya jadikan momen yang bagus untuk 'menasehati' ketiga anak saya tadi.

Berikut tekniknya:
1. Tepuk dengan halus pipi anak kita, atau kalau dia sedang tidur miring, gerakkan kepalanya sehingga menghadap atas. Tunggu reaksinya seperti sedang menggeliat. Biasanya sambil mengeluarkan suara, 'aaaarghh'.
2. Panggil nama kesayangannya, dan katakan keberadaan Anda saat itu. "Ara cantik, ini Papa. Kalau bisa dengar suara Papa coba anggukkan kepalamu Cantik" Sambil menunggu responnya, coba perhatikan bola matanya akan bergerak-gerak di balik kelopak matanya, seolah dia mau membuka mata. (Dalam hipnosis, fenomena ini disebut REM atau Rapid Eye Movement)
3. Ketika anak Anda sudah memberikan respon dengan anggukan (bisa juga minta dia menggerakkan telunjuk tangannya), atau gerakkan di telunjuk tangan, apalagi dilengkapi dengan REM, itu tanda dia sedang berada di gelombang Teta atau Alfa. Minta dia untuk tetap berada dalam kondisi tersebut dengan mengatakan, "Bagus, anak Papa cantik. Untuk sementara tetaplah berada pada kondisi ini ya Cantik" Sesekali sambil elus lembut kepalanya.
4. Inilah saat yang tepat untuk memberikan sebuah sugesti. Syarat sugesti yang powerful:
- Kalimat positif (tidak ada kata jangan atau tidak)
- Personal
- Mengandung gaya bahasa metafora
- Pola waktu sekarang atau progresif
- Diulang beberapa kali

Contoh:
'Mulai sekarang dan seterusnya Ara Cantik menyukai makan sayur mayur. Kalau Ara setuju coba ngangguk. Wortel, tauge, sawi, caisim dan sebagainya itu rasanya enak. Enak seenak ayam goreng kesukaan Ara. Kalau Ara setuju coba ngangguk,  dst" Boleh ditambahkan sebuah alasan kenapa dia perlu melakukan hal yang kita sugestikan. "Ara tahu khan bahayanya cewek yang tidak suka sayur? Nanti kalau punya anak maka anaknya bisa cacat. Maka mulai sekarang Ara menyukai sayur mayur. Kalau Ara setuju coba ngangguk cantik..."
5. Ketika sudah mengulangi beberapa kali kalimat sugesti ini dan anak kita juga sudah memberikan respon berupa anggukan kepala atau gerakkan telunjuk, maka kita bisa membangun anak kita. Dalam hipnosis proses ini disebut terminasi atau emerging. Termimasi mesti dilakukan secara bertahap, progresif sambil diberikan lagi pesan pemberdayaan diri. "Dalam hitungan ketiga nanti, Ara akan membuka mata. Bangun dengan membawa perasaan segar bugar, penuh percaya diri dan entah kenapa langsung ingin seger menunaikan ibadah shalat subuh. Satu....  dua... dan tiga. Bangun yuk anak Papa cantik"
***

Bagaimana Kawan, gampang apa gampang? 
Asyik apa asyik? 
Ya semudah itulah ternyata membuat seseorang trans untuk kemudian mengubah beliefnya.

Namun jangan Anda percaya tulisan saya ini sebelum mencobanya.
Belum puas? Masih ingin tahu teknik lain seperti induksi tadi?

Gampang, daftar saja di Workshop 'Find The Hypnotist in YOU!' yang akan diselenggarakan secara rutin setiap bulannya di Cafe Therapy Bogor

Tabik

- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto

Wednesday, September 13, 2017

INDIGO

"Anda indigo ya?"

Ucapan ini tetiba meluncur dari klien yang baru tiba di Cafe Therapy.

"Ah tidak kok Mas. Saya memang belajar banyak teknik untuk melakukan terapi. Namun semuanya ilmiah kok",  jawab saya sambil menyilakan klien tadi masuk

"Tapi saya merasakan energi yang luar biasa besar memancar dari tubuh dan ruangan Anda",  sergah klien tadi masih mencoba mengorek keterangan dari saya. "Sekali lagi saya jelaskan bahwa saya seorang Professional Hypnotherapist tanpa embel-embel lain Mas", saya masih mencoba menyangkal pikiran klien tadi.

"Ah, saya tak mungkin salah Pak. Belum pernah saya merasakan sensasi energi seperti ini. Saya sudah mencari pertolongan kemana-mana. Pernah ke psikiater dan psikolog namun hasilnya nihil. Saya juga pernah dirukyah, namun saya malah merasa geli dengan tindakan orang itu. Saya mendapatkan informasi  bahwa ada orang dengan bakat khusus seperti ini yang  mampu memancarkan energi se-khas ini. Tak pelak lagi, Anda pasti seorang indigo",  klien tadi masih berkutat pada premis awalnya. "Dan saya yakin hanya seorang indigo yang mampu membantu masalah saya", ujarnya lagi penuh harap.

"Ya, saya indigo", akhirnya saya menyerah pada premisnya, "Apa yang bisa saya bantu?"
***
Klien tadi menceritakan bahwa di dalam tubuhnya ada makhluk lain yang sering mangganggunya, terlebih ketika dia mau melakukan sebuah kebaikan, semisal shalat atau bahkan menyelesaikan skripsinya. Gangguan itu bisa berupa halusinasi rerupa yang mengerikan atau sensasi mual bahkan nyeri di sekujur tubuhnya.

Klien saya ini adalah seorang pria muda berusia 23 tahun yang sedang menyusun skripsinya. Sudah hampir 2 tahun dia menyusun skripsi, namun usahanya tak kunjung usai karena -menurutnya- dia selalu diganggu oleh makhluk tadi. Bahkan di sela-sela kami bercakap, tetiba dia seolah merasa kesakitan, mau muntah dan kemudian mengatakan kalau makhluk itu mau berkomunikasi dengan saya.

Sejenak kemudian mata klien tadi memutih dan kemudian dia berbicara dengan gaya biacara orang tua, "Nak, tolong bantu anak muda ini. Hanya kamu yang bisa membantunya. Kasihan dia ini merasa kesepian. Kalau kamu tidak mau membantunya, biarkan aku hancurkan dirinya"

Wow, ini gejala yang sangat menarik. Salah satu part (bagian) tubuh pikirnya bisa muncul tanpa saya minta. Bahkan tanpa melalui urutan formal hypnosis. Tugas saya menjadi ringan, karena saya langsung bisa melakukan Part Therapy, dengan satu dan dua modifikasi sesuai dengan kondisi klien tadi. Anehnya klien tadi bisa keluar masuk subsconscious-nya dengan sesuka hatinya, tanpa perlu saya arahkan. Kadang hanya dengan kibasan tangan saja, dia bisa trance, dan sesaat kemudian merasa mual dan lari ke toilet. 

Saya amati saja polanya untuk kemudian saya manfaatkan semua gejalanya tadi demi mendamaikan part-part yang ada dalam pikirnya.

Alhamdulillah, tiga bulan yang lalu saya mendapat kabar bahwa klien tadi sudah diwisuda. Artinya dia sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialaminya sehingga outcome yang waktu itu saya minta dia buat berhasil dicapainya.
***

Saya baru tahu alasan betapa mudahnya klien tadi menjalani proses terapinya ketika membaca lagi salah satu teknik Erickson yang sangat mashur, yakni accept-utilize. Ternyata ketika saya mengiyakan keyakinannya bahwa saya indigo, secara tak langsung saya sudah mem-pacing dia. Sehingga semua perkataan saya selanjutnya sudah langsung me-lead dirinya menuju outcome yang diharapkannya.

Justru yang menjadi pertanyaan saya sekarang adalah: "Apa benar saya ini seorang indigo?"

Tabik

-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto

Tuesday, September 12, 2017

Hore, Dapat Undian!

"Selamat malam Pak Hari Dewanto, saya Akbar dari Telkomsel ingin memberitakan kabar gembira untuk Anda. Setelah melalui proses pengundian dari 10 ribu nomor maka kartu halo Anda terpilih menjadi 3 besar pemenang. Selamat ya Pak. Sebantar lagi Anda akan menerima sms dari My Telkomsel berisi kode verifikasi kemenangan Anda. Adapun hadiah yang berhak Anda dapatkan adalah uang tunai sebesar Rp 10 juta. Apakah smsnya sudah masuk?",  penelepon asing dengan nope +6285245462111 yang mengaku bernama Akbar itu berbicara dengan cepat, memberikan informasi bertubi-tubi seolah tidak memberikan nalar saya untuk berproses.

Sambil masih mendengarkan Akbar berbicara panjang lebar, saya intip layar smartphone saya, dan ternyata memang ada sms dari My Telkomsel
"Baik Bang Akbar, berikut nomor verifikasi saya: 4464" (pada layar sms saya tertulis:

Your verification code is: 4464. Kode ini utk login ke aplikasi MyTelkomsel. Jgn berikan kode RAHASIA ini kpd siapapun.Telkomsel tdk pernah meminta kode dr Anda)

Luar biasa,  sindikat penipu ini berhasil mengirimkan sms dari gateway My Telkomsel dan mengirimkan draft nyaris sama dengan pesan singkat dari My Telkomsel yang biasa saya terima. Saya bilang nyaris karena si penipu ini tidak berani menyantumkan CS:188 pada akhir smsnya, seperti pada sms aseli. Mungkin ini antisipasi mereka agar korban tidak bisa menghubungi CS.

"Bagus Pak Hari, Anda sudah melakukan langkah tepat. Sebentar lagi akan masuk sms dari UANGKU, apakah ada?",  Akbar masih nyerocos saja sambil menanyakan sms susulan.
"Belum ada tuh?", jawab saya dengan nada kebingungan setengah gembira.
"Nah ada nih, kode verifikasi uangku adalah: 438585" (di layar sms saya tertulis: Kode verifikasi Uangku anda adalah 438585 (no ref: 1806581)
Dan luar biasanya lagi sendernya juga gateway atas nama UANGKU.

"Bagus Pak Hari. Selamat,  uang 10 juta sebentar lagi menjadi milik Anda. Tanpa pajak, tanpa potongan apapun", Akbar memberikan selamat dengan nada meyakinkan.
"Baik Bang Akbar, terima kasih. Apa yang harus saya lakukan untuk mengambil uang itu?", tanya saya pura-pura bodoh
"Ooh itu sangat gampang Pak Hari, Anda tentu punya rekening bank Mand*** khan? Karena kami akan mentransfer melalui bank tersebut. Boleh sebutkan nomor rekeningnya.  Ada ATMnya khan?", tanya Akbar
"Ada. Boleh saja. Namun sebelumnya bolehkah saya bertanya, kenapa harus ada ATMnya? Bukankah untuk mentransfer hadiah hak saya itu, pihak Telkomsel cukup mencatat norek saya?", saya coba mengetes apa jawaban mereka
"Memang betul kami cuma memerlukan norek Anda, namun karena ini jam kerja bank tsb sudah tutup maka untuk memastikan dana kami tertransfer dengan baik, Anda perlu mengecek melalui ATM atau M-banking", jawab Akbar taktis. (Masuk akal! )

"Baik Bang Akbar, satu lagi pertanyaan. Darimana Anda mendapatkan nama saya?"
"Ya dari sistem Pak. Khan sudah saya sebutkan bahwa Pak Hari Dewanto terpilih menjadi salah satu pemenang undian malam ini"
, Akbar masih mencoba meyakinkan saya
"Betul Bang Akbar, Anda sudah berkali-kali mengatakan hal tersebut. Maksud saya, coba sebutkan nomor saya ini dan nama yang terdaftar di sistem Anda"
"Tunggu sebentar Pak Hari. Berikut nomornya +620811948****, terdaftar atas nama Hari Dewanto"

"Terimakasih Bang Akbar. Kalau boleh saya kasih saran, lain kali kalau mau menipu orang berbekallah data yang lebih akurat. Saya kasih tahu ya, nomor saya ini terdaftar bukan atas nama saya...! Bertobatlah Bang Akbar!"
"Tuuuuut,"
telepon ditutup.
***

Sahabatku, beberapa waktu yang lalu beredar broadcast message berjudul social engineering yang berisi tentang perilaku segelintir orang yang mencoba merekayasa niat baik orang lain demi kepentingan mereka. Hal yang baru saja saya alami merupakan salah satu teknik social engineering yang dikombinasikan dengan rekayasa teknologi (pembajakan gateway provider telepon).

Teknik Akbar yang berbicara cepat dan memberikan informasi bertubi itu dalam hipnosis dikenal sebagai overloaded information yang berfungsi untuk me-nonaktifkan critical area kita agar selanjutnya kita menuruti perintah mereka.
Dua atau tiga kali sms bersusulan dari yang ]terkirim dari gateway berbeda  (bukan nomor telepon tak dikenal) menambah kekuatan sindikat tersebut untuk meyakinkan korban.

Sayang malam ini mereka memilih calon korban yang salah. 

Dari awal telepon itu masuk saya sudah tahu bahwa ini adalah penipuan. Apa pasal?
1. Kalau memang mereka penelepon aseli dari Telkomsel, pasti mereka menggunakan fix number, bukan nope yang tidak akan bisa dilacak.
2. Kalau aseli, pasti mereka akan menelepon pada jam kerja, dan tentunya sudah ada surat terdahulu
3. Pada sms My Telkomsel sudah ada warning untuk tidak memberikan kode verifikasi, jadi tidak mungkin pihak Telkomsel menyalahi warning itu sendiri
4. Kalau aseli, mereka pasti tahu nama yang terdaftar pada nope yang saya gunakan ini.

Sidang Pembaca yang budiman, agar terhindar dari penipuan (manipulasi pikiran bawah sadar) seperti ini, pikiran kita perlu selalu berada di gelombang beta. Karena di gelombang ini ada amygdala (critical area) yang selalu memproses dan memfilter setiap informasi yang masuk. Jangan biarkan amygdala dinonaktifkan orang lain dengan cara-cara di atas

Maka pesan orang tua jawa jaman dahulu menjadi relevan yaitu:
1. Ojo gumunan (jangan terlalu mudah takjub pd sesuatu)
2. Ojo kagetan (jangan mudah dikagetkan)
3. Ojo dumeh (jangan suka merendahkan orang, krn kita jadi kurang waspada)
4. Ojo rumongso iso, tapi isoo rumongso (jangan selalu merasa bisa, tapi belajarlah untuk bisa merasa

Silakan tebar jika manfaat


Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Bahasa (tidak) Resik

Sore ini, bakda ashar, ketika sedang asyik menyiapkan materi in house training untuk sebuah BUMN berbasis energy yang bertajuk NLP FOR HR MAXIMUM IMPACT, layar web whatsapp saya menunjukkan notifikasi pesan dari istri saya.

'Mas nomornya hrs dibeli lg. RP 250 RB MAS. Enak e piye mas?'
  
Hari ini memang istri saya berencana untuk mengaktifkan lagi nomor selulernya yang sudah 4 tahun non aktif karena ada sebuah kepentingan yang mendesak. Membaca pesan tadi, kontan saya menelpon istri saya dan memintanya untuk  menanyakan apakah itu merupakan peraturan baru, karena dulu untuk mengaktifkan sebuah nomor yang sudah mati hanya dikenakan biaya Rp 5.000,-. Kalau memang itu sebuah peraturan baru, adakah bukti SOP (Standard Operating Procedure)-nya? 

Wajar dong sebagai konsumen kami menanyakan hal seperti ini. Dan setelah mengajukan pertanyaan tersebut, jawaban dari CSO nya adalah:

“Tentu ada SOP tersebut. Hanya saja kami tidak diperbolehkan menunjukkannya kepada pihak luar”

What? Kita diminta membayar sejumlah uang tertentu, dan tidak diberitahu dasar hukum penarikan uang tersebut? Kalau begitu ini namanya PUNGLI dong?   Maka saya minta istri saya menyerahkan teleponnya kepada CSO tersebut.

“Mbak, saya suami dari ibu yang sedang berada di depan Mbak. Kalau boleh tahu apakah betul sekarang untuk mengaktifkan sebuah nomor dikenakan charge sebesar Rp 250.000? Setahu saya dulu Cuma Rp 5.000 lho Mbak?”
“Betul Pak. Peraturan ini sudah lama berlaku. Apalagi nomor Ibu sudah non aktif selama 4 tahun”
“Baik kalau begitu Mbak. Adakah cara lain agar kami bisa mengaktifkan nomor itu lagi?”
“Ada Pak, dengan menjadikannya pasca bayar”
“Oo jadi kalau dibuat pasca bayar, kami bisa mendapatkan nomor itu lagi ya Mbak?”
“Betul Pak. Sistemnya akan langsung berubah menjadi kuota internet dengan nilai Rp 200.000. Bapak bisa menggunakan credit card atau deposit di muka sebesar Rp 200.000”     
“Lho  katanya pasca bayar, kok pakai deposit di muka? Itu sama saja pra bayar dong?”    
“Ini hanya untuk menghindarkan pelanggan yang nakal kok Pak”
“Jadi Anda menganggap bahwa kami termasuk pelanggan yang nakal tadi?”
“Eh, uh, ya tidak begitu maksud kami Pak. Kami hanya menjalankan SOP kok Pak”
“Baik Mbak. Saya paham, Mbak hanya menjalankan SOP. Kalau begitu bolehkah SOP tadi ditunjukkan kepada istri saya, atau kirimkam email ke saya?”
“Emm, maaf Pak, seperti yang sudah saya sampaikan ke Ibu tadi, bahwa SOP ini tidak diperkenankan untuk ditunjukkan kepada orang luar. Hanya untuk pedoman kami”
“Begini saja deh Mbak, bagi kami ini bukan masalah uangnya. Kalau seumpama Anda diminta membayar sesuatu, namun tanpa ada dasar hukumnya, apakah Anda akan melakukan hal tersebut?
“Engg, ya nggak maulah Pak”
“Nah, kalau begitu, tolong berikan kami alasan tersebut, Tunjukkan peraturan baru tersebut”
“Saya akan usahakan  mencari artikel tersebut Pak, tapi mungkin akan memakan waktu”
“Tidak mengapa Mbak. Kami punya waktu itu”

Menurut istri saya, sang CSO tadi terlihat kesal dan kemudian menuju ke dalam, mungkin untuk berkoordinasi dengan timnya.
***

Tiba-tiba istri saya mengirimkan caption screen chat internal dari laptop CSO tadi yang rupanya  lupa dibalik arah, setelah menjelaskan beberapa peraturan baru berkenaan dengan pengaktifan sebuah nomor lama (yang di dalamnya tidak menyebutkan angka sedikitpun), yang berisi makian serta sumpah serapah yang sangat tidak pantas dituliskan oleh seorang CSO. Intinya dia curhat kepada kawannya melalui chat internal tadi yang intinya memaki istri saya.

Sebagai suami, tentu saja saya tidak bisa diam menyadari ada pihak  yang mengumpat istri saya. Saya langsung menelepon istri saya lagi, berpesan agar dia menahan diri, dan minta disambungkan dengan penyelia kantor cabang tersebut.

“Halo selamat sore, apa benar saya bicara dengan penyelia kantor ini”
“Benar Pak, apa yang bisa saya bantu?”
“Begini Pak, tentu Bapak sudah menerima laporan dari anak buah Bapak mengenai kepentingan istri saya datang ke cabang Bapak?”
“Betul Pak, saya sudah mendapatkan masukan dari tim saya. Dan perlu saya tegaskan lagi bahwa memang itulah yang terjadi saat ini Pak.”
“Baik Pak Penyelia, saya bisa paham kok kondisinya. Namun bolehkah saya bertanya kepada Bapak, kalau seandainya Bapak yang berada di posisi kami, apakah Bapak akan melakukan hal yang sama?”
“Maksud Bapak?”
“Seandainya Anda diminta membayar sesuatu namun tanpa ada penjelasan dan bukti peraturannya, apakah Anda akan membayar?”
“Ya, seperti yang sudah dijelaskan oleh tim saya tadi Pak, bahwa…”
“Anda belum menjawab pertanyaan saya Pak Penyelia. Apakah Anda mau membayar?”
“Emmm tentu tidak Pak”
“Apakah wajar seorang konsumen menanyakan SOP yang berkenaan dengan sebuah tindakan yang mesti mereka lakukan?”
“Ya memang kadang hal seperti ini terjadi, namun…”
“Wajar atau tidak Pak Penyelia?”
“Iya, wajar Pak. Namun ini sudah menjadi SOP kami…”

“Baik Pak, kita lupakan sejenak SOP tadi. Seandainya Bapak mendengar bahwa ada yang memaki istri Bapak dengan kata yang kasar, apakah Bapak akan marah?”
“Maksudnya apa ini Pak? Bukankah kita sedang membahas SOP…?”
“Anda belum menjawab pertanyaan saya Pak Penyelia!”
“Ya, pasti saya kesal pak”
“Kesal atau marah? Coba bayangkan hal ini terjadi pada istri Anda”
“Mmm marah Pak”
“Bagus, kalau begitu adakah SOP yang membenarkan CSO melakukan hidden chat dan memaki konsumennya?”
“Maksud Bapak?”
“Silakan Anda tanya CSO Anda?”
“Iya Pak, atas nama CSO saya dan secara pribadi, saya mohon maaf. Saya sudah menegur keras tim saya tadi”
“Kalau Anda menjadi saya, apakah Anda akan menerima begitu saja permintaan maaf seperti ini?”
“Maksud Bapak?”
“Anda tahu khan tujuan kedatangan istri saya ke kantor Anda?”
“Tahu Pak, untuk mengaktifkan nomor lamanya”
“Nah, terus…?”

“Baik Pak, beri waktu saya 10 menit untuk berkoordinasi dengan atasan saya”

Sayapun kembali larut dengan keyboard laptop guna finishing materi workshop akhir bulan ini. Entah sudah sepuluh menit atau belum, istri saya mengabarkan via web whatsapp.

‘Alhamdullillah Mas. Nomornya sudah aktif lagi. Gratis!

***
Sidang Pembaca yang budiman, mungkin Anda juga pernah mengalami situasi seperti di fragmen atas. Berhadapan dengan sebuah institusi besar yang kadang arogan serta menganggap semua yang berada di luar mereka hanyalah ilalang belaka. Tak jarang kita mesti melakukan sebuah tindakan tak masuk akal (termasuk membayar sejumlah uang dengan sia-sia), namun kita tak mampu mengelaknya. Alih-alih mendapatkan hal yang kita butuhkan, justru emosi kita bisa terkuras habis. Masih untung bukan kesadaran kita yang habis.

Sebagai pembelajar NLP (Neuro Linguistic Programming), yang berbekal bejibun presuposisi (asumsi), maka saya memilih untuk membingkai ulang semua  kejadian pada fragmen di atas. Itulah sebab, saya minta istri saya untuk menahan diri, dan saya yang berkomunikasi. Karena pada dasarnya apapun yang sedang kita hadapi itu tidak memiliki makna apapun, sampai kita memberinya makna atau framing. Framing merupakan salah satu teknik ampuh dalam NLP, selain untuk menjalin koneksi (building rapport), juga untuk mengarahkan pola pikir orang lain, sehingga pada akhirnya sesuai dengan pola pikir kita.

Ada beberapa varian teknik ini, yaitu:

Agreement Frame : pernyataan kesepakatan 
Outcome Frame : berorientasi pada outcome (tujuan).
Contrast Frame : Frame yang disampaikan kepada lawan bicara dengan memberikan sebuah polaritas secara kontras.
As-if Frame : Frame yang ditujukan kepada lawan bicara dengan menggunakan sebuah pengandaian.
Ecology Frame : pertimbangan faktor lain (diri sendiri/lingkungan).
Evidence Frame : mengacu pada fakta riil.
Backtrack Frame : Frame yang digunakan untuk memberikan suatu batasan pada sebuah konteks pembicaraan serta bersifat penegasan.

Pola yang banyak saya gunakan pada kasus di atas adalah Agreement Frame (AF) dan  As If Frame (AIF), serta sedikit saya kombinasikan dengan teknik Clean Language (Bahasa Resik).

Menyebut istilah Clean Language, maka rasa takzim perlu dialamatkan kepada seorang unik bernama David Grove dari New Zealand. Dialah pencetus dari apa yang sekarang dikenal sebagai Clean Language. Dimulai saat ia bekerja dengan pasien trauma di tahun 1980-an ia melihat bahwa secara alamiah Klien lebih suka menceritakan pengalamannya secara metaforik dibandingkan daripada menjelaskan peristiwa traumatic itu sendiri.

Jadi, ia bereksperimen dengan mendorong mereka untuk menggambarkan metafora secara lebih rinci. Hasil yang didapatkannya cukup mengejutkan, yakni seringkali trauma itu malah menghilang dengan sendirinya.

Pada bagian akhir pembicaraan saya dengan Pak Penyelia tadi, saya tidak mengarahkan sedikitpun apa yang saya minta, dan akhirnya dia bisa memahami kebutuhan istri saya.

Warbyazzahh, memang benar kata guru saya bahwa NLP itu MUDAH dan MEMUDAHKAN hidup kita.

Jadi, kapan Anda akan memutuskan untuk mendaftarkan diri Anda pada Workshop Neo NLP Practitioner, yang akan diselenggarakan secara rutin  di Café Therapy Bogor

Sila tebar jika manfaat.

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...