POSTINGAN POPULER

Thursday, May 18, 2017

Rasanya Lebih Dekat

"Perjalanan pulang ini kok rasanya lebih dekat ya Pah. Baru berjalan sebentar, eh tau-tau sudah nyampe",  celoteh anak sulung saya sepulang dari sebuah bank swasta usai membayarkan uang pendaftaran ujian tulis masuk UGM siang ini. "Padahal waktu berangkat tadi, meski sudah dikasih tahu orang mengenai lokasinya, tetap saja kita mesti mencari-cari dan terasa lama serta jauh",  anak saya menyambung celotehnya.
Saya menanggapi celoteh anak saya justru dengan sebuah pertanyaan, "Tahu gak penyebabnya Teh?"
"Gak tahu Pah",  jawab anak saya lugu.


"Waktu kita pergi tadi, apakah kita sudah tahu lokasi tepatnya bank yang kita tuju?",  saya lanjutkan pertanyaan saya
"Engg,  belum Pah"
"Apa yang kamu rasakan sepanjang perjalanan menuju ke bank tadi?"
"Males Pah. Kaki ini terasa berat untuk melangkah"
"Sebaliknya, ketika semua urusan kita telah selesai dan  sesuai harapan kita dan kita melangkah pulang, apakah kita sudah tahu tujuan kita?"
"Sangat tahu Pah"
"Apa yang kamu rasakan?"
"Pertama bersemangat karena proses pendaftaran online tadi sukses. Kedua, Syifa sudah sangat ingin sampai rumah Mbah. Ngebayangin mau makan capcay sama es teh manis lagi. Hmmm yummy"
"Ada rasa malesnya?"
"Ga ada"
"Kakinya berat apa ringan?"
"Ringan banget. Kayak mau terbang"
"Bagus. Pelajaran apa yang kamu petik hari ini anakku?"
"Hidup itu perlu tujuan Pah"
"Bagus, itu yang dikenal sebagai VISI. Apa lagi?"

"Ketika sebuah tujuan sudah sangat jelas dalam pikiran kita, maka langkah kaki kita menjadi ringan untuk mencapai tujuan tadi."
"Nice answer. Hal itu biasa disebut VISUALISASI. Terus apalagi yang kamu amati?"
"Sembari pulang tadi di kepala Syifa kebayang capcay yang sangat enak. Udah gitu perut memang lagi laper, jadi langkah Syifa menjadi semakin ringan bahkan kayak mau terbang tadi Pah"

"Good. Itu namanya SENSORY BASED EVIDENCE, ketika pikiran kita mampu meng-indera sesuatu yang bakal kita capai, maka energi kita menjadi berlipat untuk mencapai sesuatu tadi. Ada lagi yang kamu pelajari anakku"
"Ketika berangkat tadi Syifa merasa males, karena merasa terpaksa untuk mendaftar ke UGM. Namun ketika pulang, semua itu adalah keinginan Syifa sendiri untuk segera sampai ke rumah Mbah"
"Cerdas! Ketika sebuah ViSi berada dalam kontrolmu sendiri maka serta merta tubuh mental dan fisikmu akan berkolaborasi untuk mewujudkannya. Beda ketika kamu merasa terpaksa"

***

Sidang pembaca yang budiman, fragmen di atas adalah nyata percakapan saya dengan anak sulung saya siang tadi. Saya yakin Anda semua sudah faham arti pentingnya sebuah visi, dan semoga fragmen di atas lebih menjelaskan lagi kegunaan sebuah visi dari sudut pandang yang sederhana ini.

Silakan tebar jika manfaat

Tabik

- haridewa -
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Thursday, May 11, 2017

Ekologis

Dalam sebuah seminar parenting ada pertanyaan dari seorang ibu muda terkait pemaparan saya mengenai salah satu syarat cita-cita (outcome) yaitu ekologis.
Syarat ekologis akan membuat sebuah goal lebih mind friendly. Lebih mudah dipahami oleh pikiran kita dan lebih mudah bagi tubuh untuk menggapainya karena sadar bahwa tubuh fisik dan mental tetap akan aman dalam mengejarnya.
Ibarat hama sawah yaitu tikus dan ular, yang paling ditakuti petani pastilah ular. Namun petani tidak akan serta merta membasmi semua ular di sawah karena ketika semua ular musnah maka tikus akan merajalela. Itulah sistem keseimbangan lingkungan atau ekologi.
***

"Pak Hari saya pernah mengikuti training motivasi dan motivatornya mengatakan jangan pernah menurunkan target kita, namun tambahlah power kita agar sebuah cita cita bisa dicapai. Kok berbeda dengan pemaparan Anda yang perlu memikirkan aspek ekologis ini. Mana yang benar Pak?"

Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya minta ibu tadi maju ke stage, bersama dengan seorang laki laki kecil dan seorang laki laki tegap. Kemudian saya minta mereka secara bergantian untuk mengangkat sofa besar yang ada di stage. Bapak tegap dengan mudah mengangkat sofa tersebut, mas kecil agak kepayahan mengangkat sofa tadi. Hanya sebentar terangkat langsung dijatuhkan dengan berdebam. 

Keringat dingin mengucur dari ibu muda tadi. Dia berusaha mengangkat sofa tersebut namun hanya terangkat sebagian. 
"Bagaimana Ibu, bisa mengangkat sofa ini?", tanya saya. 
"Emmm berat Pak.", jawabnya sambil tersenyum kecut. 
"Seandainya saya berikan motivasi sampai subuh untuk meningkatkan power Ibu, kira kira sofa ini bakal terangkat nggak?", tanya saya lagi. 
"Mmm sepertinya sih gak bisa Pak",  jawabnya sambil geleng geleng kepala. 
"Kalau saya beri waktu sebulan untuk latihan angkat berat, apakah bulan depan Ibu bakal kuat mengangkat sofa ini?" 
"Mungkin bisa Pak"
"Bagus. Namun coba perhatikan tubuh Ibu yang kecil ini, kalaupun sofa ini terangkat, kira-kira apakah tubuh Ibu akan tetap sehat dan selamat?"

"Mmmmm, bisa jadi terkilir atau patah tulang karena bebannya terlalu berat"
"Nah, kalau Mas kecil, kalau diberi waktu sama dengan ibu ini apakah akan mampu mengangkat sofa ini lebih lama?", saya beralih bertanya ke laki laki dengan tubuh kecil.
"In syaa Allah bisa Pak", jawabnya mantab
"Dan tetap selamat?",  kejar saya lagi
"Yup, saya yakin.",  jawabnya lagi
"Nah,  ini yang saya sebut ekologis Bu. Target berhasil dicapai dan kondisi kita tetap aman dan afiat", saya mencoba mengambil kesimpulan dari pertanyaan ibu tadi.

"Kalau begitu motivator itu salah dong Pak?", ternyata ibu tadi belum puas dengan jawaban saya
"Wah, saya tidak berani mengatakan apakah dia salah atau benar. Sekarang kalau lain kali kita ketemu lagi apakah Ibu akan bersedia mengangkat sofa ini lagi. Atau memilih kursi yang lebih kecil ini?", tanya saya sambil menunjuk kursi kecil pendamping kiri kanan sofa besar itu.
"Ya saya memilih yang kecil saja Pak"
"Kenapa?"
"Mmm karena lebih eko.... e ko logis Pak"
, jawabnya terbata dan tersipu
"Nah.... "

Gitu aja

Silakan tebar bila manfaat

Tabik

- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Wednesday, May 10, 2017

Hebat atau Terbiasa?

Setiap memulai training biasanya saya melakukan pemanasan berupa brain gym. Saya akan mengajak peserta melakukan minimal 5 variasi senam otak ini. Dan rata rata tanggapan awal peserta adalah "Susah Pak",  ketika mesti melakukan gerakan berbeda antara tangan kanan dan kiri secara simultan.

Setelah selesai melakukan 5 gerakan dasar brain gym, saya tanya lagi para peserta itu, "Masih susah?"

Sebagian akan tetap mengatakan susah, namun selalu ada pihak yang mengatakan mulai terbiasa, dan pihak ini yakin kalau dibiasakan terus lama lama pasti akan bisa. Alah bisa karena biasa. 

Karena memang di dunia ini tidak ada hal yang susah/sulit, yang ada hanya kita belum terbiasa.
***

Ada sebuah cerita menarik mengenai legenda seorang Panglima Perang dari Cina yang sangat mahir memanah dan bahkan terkenal di seluruh pelosok negeri. Fa Bai Zhong namanya, yang berhasil memanah 100 kali dan tepat sasaran 100 kali juga.

Suatu hari Fa Bai Zhong ingin mempertontonkan keahliannya di hadapan masyarakat luas. Panglima tersebut memerintahkan prajuritnya untuk menyiapkan papan sasaran yang diletakkan cukup jauh dan 100 anak panah untuknya. Setelah semuanya siap, siangnya langsung ia memasuki lapangan pertunjukan dan semua masyarakat berduyun-duyun ingin melihat kehebatan panglima tersohor di negeri mereka. Semuanya penasaran bagaimana cara si panglima bisa melakukan itu semua.

Saat yang dinantikan tiba. Sang panglima menembakkan anak panahnya satu per satu ke sasaran. Semua rakyat bersorak gemuruh melihat satu per satu anak panah tepat mengenai sasaran. Memang luar biasa !! Dari 100 kali memanah, 100 anak panah tepat mengenai sasaran !! Walaupun beberapa kali angin bertiup kencang, anak panah sang panglima tersebut seakan-akan memiliki mata, sehingga tak satupun yang meleset.

Dengan wajah berseri-seri ia berkata pada rakyatnya, “Wahai rakyatku, saat ini kemampuan memanahku belum ada tandingannya, bagaimana pendapat kalian?” Semuanya bersorak-sorak akan kehebatan panglima tersebut. Mereka sangat bangga memiliki panglima yang hebat dalam memanah.

Namun di antara semua orang yang memuji ada seorang kakek tua penjual minyak yang tiba-tiba berkata, "Ah itu sih biasa" Semua orang dan panglima itu sendiri kaget. Berani sekali si kakek tua tiba-tiba berkata demikian, seakan-akan ia lebih hebat dari panglima tersebut. "Apa maksud perkataanmu itu Pak Tua?", tanya Panglima
“Panglima memang hebat, tapi itu semua hanyalah sebuah kebiasaan yang terlatih", jawab penjual minyak tadi.

Dan sebelum semuanya menjadi kacau kakek tua itu berkata lagi, “Tunggu sebentar!” Sambil beranjak dari tempatnya, kakek tua itu mengambi uang logam cina yang memiliki lubang di tengahnya. Kemudian kakek tersebut meletakkan koin tersebut di atas sebuah botol. Dengan penuh keyakinan kakek tersebut mengambil sebuah gayung yang berisi penuh dengan minyak dan menuangkannya ke dalam botol tersebut melalui lubang uang koin.

Walaupun lubang uang tersebut cukup kecil tapi tak setetespun  minyak yang menyentuh permukaan uang tersebut. Semua minyak masuk ke dalam botol tepat melalui lubang dari uang logam tersebut.
Panglima dan rakyat pun tercengang melihat aksi kakek tua tersebut, dan langsung saja rakyat bersorak melihat keahlian sang tukang minyak yang memang luar biasa. Walau demikian sang kakek dengan merendah membungkukkan badan hadapan sang panglima.

Ia kemudian mengucapkan kata-kata yang bermakna, “Semua yang bisa saya dan panglima lakukan hanyalah keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih. Kebiasaan yang terus-menerus diulang akan melahirkan keahlian!

Luar biasa !! Cerita tersebut memberikan inspirasi yang maha dahsyat, bahwa kita dapat melakukan suatu hal yang mustahil diawali dari sebuah kebiasaan. Bahkan ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa pengulangan adalah ibu dari sebuah keahlian.
Untuk dapat meraih kesuksesan dalam hidup, kita memerlukan karakter yang sukses yang tentunya diisi dengan kebiasaan-kebiasaan orang-orang sukses. 

Kebiasaan-kebiasaan yang baik akan melahirkan suatu pola pikir positif, antusias, optimis, disiplin, integratif, tanggung-jawab dan lain sebagainya. Namun berhati-hati pula karena kebiasaan buruk yang dilakukan terus menerus juga akan menjadi boomerang bagi diri.

Silakan tebar jika manfaat

Tabik

- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...