POSTINGAN POPULER

Friday, March 31, 2017

Terapi Pemulihan Jiwa


Tarik Nafas Panjang. Aku sayang pada diriku sendiri. Yang berlalu biarlah berlalu. Masa depan lebih penting. Hai diriku, tetaplah tersenyum. Tetaplah bahagia. Aku melihat diriku yang ceria itu. Aku melihat diriku yang bahagia itu. Itulah diriku yang sesungguhnya. Aku ingin kembali. Kemanakah aku selama ini? Aku sangat berharga. Aku ini diinginkan Tuhan. Masa depanku penting. Keluargaku penting. Hidupku ini sangat penting. Hal-hal yang tidak penting tidak boleh mengganggu aku. Perasaan-perasaan tidak berharga aku letakkan, aku tinggalkan. (tarik nafas panjang).
Demi kebahagiaanku, demi ketenangan hidupku, aku ikhlaskan masa laluku. Bukan aku kalau tidak lkhlas. Aku letakkan. Aku lepaskan agar ringan langkahku. Agar sehat badanku. Agar indah masa depanku.

Ya Tuhan mudahkanlah bahagiaku semudah nafasku.
Hai diriku, tetaplah tersenyum, tetaplah bahagia.  (Tarik nafas panjang)
Tarik nafas panjang hhhhhhhh sekali lagi tarik nafa panjang
Hal-hal yang tak sanggup kupikirkan, kuserahkan kepada Yang Maha Kuasa. Pikiran-pikrian yang tak sanggup kupikirkan memamng tidak untuk aku pikirkan. Bukan bagianku. Aku ikhlaskan (Tarik nafas panjaaang). Ikhlasss....ikhlaaaa...ikhlasss. Karena Ini kulakukan hanya lantaran Allah semata.... dan aku merasakan kedamaian. Semoga tidurku nyenyak. Semoga hatiku tabah. Begitu sejuuuk rasanya.. bangga menjadi diri yang tenang. Sangat bangga. (Tarik Nafas Panjang). Bahagiaaaaa....Bahagiaaaaa...Bahagiaaaaa.. Aku merasakan tubuhku sehaat. Oksigen yang kuhirup membawa kebahagiaan. Menyebar ke seluruh tubuhku. (tarik nafas panjang) Sehaaat sehaaaat sehaaaat. Tuhan Yang Maha Besar hadir dalam bathinku. Ini yang membuat aku tenang. Aku sehat, aku bahagia. Aku ikhlas aku sukses. (Tarik nafas panjang). Inilah diri anda sesungguhnya, buka mata Anda membawa perasaan bahagia. Membawa rasa syukur, membawa rasa positif
  

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...