POSTINGAN POPULER

Tuesday, March 28, 2017

Stay! (Jangan Pergi! )

Manusia (Indonesia) adalah makhluk kontradiktif. Senantiasa menginginkan 'A' namun melakukan 'B' untuk mendapatkannya. Gak percaya? Mau bukti?

Kita sudah sangat hafal dengan idiom rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya dan bersih pangkal sehat. Namun coba perhatikan kenyataan hidup sehari-hari. Betapa banyak siswa yang ingin pandai agar bisa mendapatkan sekolah favorit, namun mereka memilih untuk bermain game, nonton TV dan tidak belajar. Agar lulus ujian mereka (tidak semua tentunya) malah berembug untuk membeli soal (dan hebatnya beberapa orang tua dan guru mendukungnya).

Tidak kurang jumlahnya juga dari kita yang ingin hidup cukup dan kaya raya namun sangat keranjingan belanja. Apa saja barang baru yang ditawarkan iklan TV atau media sosial serta merta akan dibelinya. Padahal belum tentu barang tadi dibutuhkan. Alasannya, 'Toh duit-duit gue sendiri, ngapain elo yang repot?'
Mereka ini lupa bahwa untuk bisa kaya,  yang diperlukan bukan banyaknya penghasilan melainkan banyaknya berhemat. See?
***

Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan  kontradiksi tindakan ini terjadi? Semua berawal dari pikiran kita, Kawan.
Kita? Elo aja kali? ☺

Mohon maaf kalau kalimat awal tulisan ini seolah mendiskreditkan bangsa kita, memangnya yang melakukan kontradiksi ini hanya bangsa Indonesia?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan mengajak Anda mencermati beberapa film Hollywood. Kemarin saya nonton film Alvin and Chipmunk terakhir.

The Chipmunks : The Road Chip

Inti cerita film ini adalah sbb:
Karena kesalahpahaman, Alvin, Simon, dan Theodore mengira Dave akan melamar kekasih barunya (Samantha) di Miami… dan mengusir mereka dari kehidupan Dave. Mereka hanya punya waktu tiga hari untuk menemui Dave dan menghentikan pertunangan itu, supaya mereka tak hanya batal kehilangan Dave, tapi juga selamat dari kehadiran kakak tiri (Miles) yang menyebalkan.

Ketika Dave hendak berangkat menuju Miami, dia berpesan kepada para Chipmunk tadi, 'Play with Miles at home and be good' Tahukah kawan apa subtitle yang terbaca? 

'Mainlah bersama Miles di rumah dan JANGAN NAKAL'

Nah lho, kata 'jangan nakal' ini terjemahan dari kata apa ya? Dave berpesan BE GOOD, bukan 'don't be naughty'
Belum puas?

Theodore adalah tupai yang paling manja di antara ketiga Chipmunk. Dia kemudian berkata kepada Dave, setengah merengek, 'Dave, stay. Please!' 

Subtitlenya tertulis,  'Dave, JANGAN PERGI!'

Itu baru dua contoh yang ketemu. Saya yakin masih banyak contoh lain yang bisa digali, baik dari film ini atau film Hollywood lain.
Terbukti khan mindset orang Indonesia masih kontradiktif, dan berfokus justru pada hal yang tidak diinginkan. Jelas sekali Dave meminta Chipmunk untuk be good yang artinya jadi anak baik ya, atau baik-baik di rumah ya, kok malah diartikan sebagai JANGAN NAKAL.

Sudah jelas Theodore minta Dave untuk Stay, lha kok artinya malah JANGAN PERGI.
Sementara kita tahu bahwa sebenarnya pikiran manusia itu tidak mengenal kata negasi seperti jangan, tidak, bukan dsb. Masih gak percaya juga?

Coba kalau bisa Anda semua untuk TIDAK memikirkan gajah yang berwarna ungu. JANGAN pikirkan gajah ungu!   Apa yang muncul di pikiran Anda? Justru muncul gajah ungu khan?

Maka inilah penjelasan kenapa masih banyak ketidaksesuaian antara harapan ortu dengan kenyataan anaknya. Karena sebagai orang tua kita masih sering terjebak pada kontradiksi pikiran-tindakan ini. Karena kita masih sering menggunakan kalimat negasi ketika berkomunikasi dengan anak kita. 

'Jangan nakal Nak',  'Jangan ngompol',  'Jangan tidur terlalu malam', 'Cobalah untuk tidak mengganggu adikmu' dsb

Bahkan terkadang kontradiksi yang terjadi lebih parah lagi seperti fragmen berikut ini:
Seorang kakak  menganggu adiknya yang sedang bermain, dan sang ibu berteriak dari dapur sbb:

"Ayo, terus ganggu adikmu!"

Dan sang kakak terus mengganggu adiknya, dan kemudian sang ibu marah besar kepada sang kakak. Maka kakak jadi bingung, katanya disuruh terus mengganggu kok dimarahi ketika mengganggu adiknya.
Atau pernakah Anda mendengar atau justru mengalami kejadian semacam ini? Kondisinya kakak adik di sebuah rumah yang selalu berantem dan tidak ada yang mau mengalah. Kemudian sang ibu berteriak,

'Puas hati Mama melihat kalian berantem terus seperti ini!'

Maka mereka akan meneruskan pertikaian mereka, dan ibu makin marah dan anak-anak makin bingung.

Maka solusinya adalah:

  1. Mulailah untuk fokus pada hal yang diinginkan dan gunakan kalimat positif. 
    • 'Jadi anak baik ya Nak', 
    • 'Kalau malam pipis di kamar mandi ya pinter',  
    • 'Jagain dan temani adikmu bermain ya Sayang'

  1. Gunakan kalimat dengan makna asli, bukan konotatif. Kalau melarang ya larang (tetap menggunakan kalimat positif), kalau marah ya tunjukkan kemarahan tadi dengan elegan. Jadilah orang tua yang kongruen, yang tindakan serta ucapannya sejalan
  2. Berikan contoh yang baik antara kesesuaian pikiran-tindakan ini kepada anak kita.
Semoga bermanfaat.

Tabik

- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

No comments:

Artikel Unggulan

ENTER

Sudah hampir 2 tahun ini masyarakat Purwakarta dan sekitarnya dimanjakan oleh pertunjukan airmancur menari yang dihelat setiap malam minggu ...