POSTINGAN POPULER

Sunday, February 26, 2017

Nonton Sirkus

Suatu hari seorang istri mengajak suaminya pergi nonton sirkus yang sedang mengadakan pertunjukan di kota mereka. Sambil tetap menatap laptop karena memang ada tugas mendesak yang harus segera diselesaikannya, sang suami ogah-ogahan menanggapi permintaan istrinya tersebut
“Mas, nonton sirkus yuk..!”, sang istri mencoba merayu suaminya
“Kamu nggak lihat apa kerjaanku masih belum kelar begini?”, tegas sang suami dengan agak kesal
“Yaaa, tapi ini khan weekend..!”, sang istri mulai protes
“Emang kenapa kalau weekend?”, sergah suami tak mau kalah
“Kata kawanku yang sudah nonton, atraksinya menarik lho Mas”, sang istri mulai melembut
“Halah, dari dulu yang namanya sirkus ya pasti gitu-gitu aja”, kata sang suami tetap menatap laptopnya
“Yang ini beda Mas. Sirkus ini dari Rusia dan salah satu atraksi andalan mereka adalah gadis-gadis molek yang menunggangi singa tanpa busana..!”, sang istri mulai berpromosi
“Kamu itu ya, kalau ada maunya sukanya memaksa. Baiklah kalau kamu memang sangat ingin nonton sirkus tadi, kebetulan aku juga sudah lama nggak lihat singa”, tukas suami sambil mulai membereskan laptopnya. “Jam berapa pertunjukan berikutnya?”

Singkat cerita pasutri tadi kemudian bergegas menuju ke lokasi sirkus berada, sang suami memesan tiket kelas VIP agar duduknya bisa paling dekat dengan sasana pertunjukannya. Atraksi yang ditampilkan memang luarbiasa, ada gadis trampolin dan trapeze yang sangat lincah, beberapa pertunjukan sulap yang ajib, juga ada badut yang lumayan mengocok perut. Sang istri sangat menikmati semua atraksi tadi, sementara sang suami sambil lalu saja menikmatinya, bahkan dia sibuk memainkan ponselnya. Sampai ketika MC mengumumkan sajian utama atraksi hari itu yaitu gadis dan singa, sang suami mulai mengantongi ponselnya dan bersiap menikmati pemandangan singa yang menurutnya sudah lama tak dilihatnya.

Benar saja pertunjukan inti itu begitu luar biasa, gadis-gadis molek tadi sangat piawai dalam menunggangi singa. Laiknya kuda, singa-singa tersebut bisa dikendarai dengan aman dan nyaman, berbaris beriringan, atau zig zag melalui sebuah rintangan, bahkan melompati pagar berapi.

Sang istri sangat puas dengan acara 'we time' mereka hari itu, namun sepanjang perjalanan pulang sang suami tampak cemberut saja.
“Ada apa sayangku, kok mukanya manyun saja dari tadi?”, kata sang istri sambil sedikit genit. 
“Dasar tukang tipu, manipulatif, sejuta topan badai,  kamu sengaja mengelabui aku agar mau menuruti permintaanmu!”, kata sang suami kesal. “Lha, memang salahku dimana Sayaaaang?”, sang istri malah menggelayut manja di lengan suaminya “Kata kamu tadi ada atraksi gadis-gadis Rusia tanpa busana?”, sang suami tambah kesal karena sang istri pura-pura tidak menyadari kesalahannya. Sang istri tertawa terbahak sambil menjawab, “Hei jangan asal tuduh ya. Yang bilang ada gadis Rusia tanpa busana itu siapa? Khan aku Cuma bilang bahwa atraksi andalan mereka adalah gadis-gadis molek yang menunggangi SINGA TANPA BUSANA..! Helloooo, situ oke? Ada Aqua?”
***


Hehehe, Anda boleh ikut tertawa kok gak perlu malu-malu. Yang saya ingin bahas adalah kelihaian istri dalam berkomunikasi dengan suaminya. Dalam NLP terdapat beberapa teknik komunikasi yang ketika digunakan maka hasilnya akan sangat persuasif. Contoh kisah di atas sang istri menggunakan teknik distorsi, lebih tepatnya lagi adalah teknik Lost Perfomatives (LP) atau tidak lengkapnya Subjek sebuah kalimat. Dengan mendistorsi subyek mana yang tidak mengenakan busana, maka sang suami berasumsi bahwa para gadislah yang tidak mengenakan busana, sementara kondisi aslinya adalah singa-singa itu yang telanjang.

Masih banyak teknik komunikasi seperti ini dalam NLP, seperti Generalisasi dan Delesi

1. Generalisasi
Seringkali kita melakukan penyamarataan atas suatu hal secara berlebihan. Dengan kata lain, satu, dua, atau beberapa pengalaman kita jadikan label untuk mengenali satu kelompok pengalaman tertentu.

“Orang tua saya tidak pernah mau tahu apa yang saya inginkan”.

Apa yang muncul dalam benak Anda jika mendengar kalimat model begini? Orang tua sang pengucap adalah orang tua yang amat tidak pengertian terhadap anaknya, bukan? Pertanyannya, apakah benar selama seumur sang anak hidup dari kecil hingga dewasa orang tuanya tidak pernah pengertian sama sekali? Saya jamin tidak. Karena jika demikian adanya, mana mungkin sang anak bisa hidup sampai sekarang? Bukankah ketika ia masih bayi dan menangis karena lapar, orang tuanya pasti memberinya makan? Ah, bukankah ini suatu bentuk pengertian?

2. Delesi
A. Simple Deletion.
Menggunakan simple deletion, kita mengucapkan suatu kalimat dengan mengabaikan informasi mengenai seseorang, suatu benda/hal, atau keterkaitan antara keduanya.
Contoh:

"Saya merasa tidak nyaman"
"Aku takut"
"Aku tidak tahu".

Dengan mengatakan hal yang tidak lengkap seperti ini, sang pengucap jelas akan merasakan kebingungan tanpa tahu persis apa penyebabnya dan berakhir pada menggeneralisasi state tersebut kepada hal-hal lain yang tidak secara langsung berkaitan.
Untuk mengatasi hal seperti ini, kita bisa bertanya dan meminta si pengucap untuk melengkapi bagian yang dihilangkan.

"Merasa tidak nyaman terhadap apa/siapa?"
"Takut kepada apa/siapa?"
"Apa persisnya yang kamu tidak tahu?"

Dengan mengatakan secara lebih lengkap, kita bisa semakin mudah mengenali penyebab munculnya suatu state untuk kemudian mencari solusi yang tepat guna mengatasinya.

B. Comparative Deletion.
Di sini, kita membandingkan suatu hal dengan hal lain, tanpa menyebutkan secara jelas pembandingnya.
Contoh:

"Wah, kamu hebat sekali"
"Dia memang lebih pintar".

Mirip dengan simple deletion, tanpa menjelaskan secara detil pembandingnya, comparative deletion akan membuat kita menggeneralisasi state kepada hal-hal lain dan menjadikan pernyataan tersebut seolah tak terbantahkan. Untuk mengatasinya, cukup kita tanyakan:

"Hebat dibandingkan dengan?"
"Lebih pintar dibandingkan dengan?"

Nah, itu sedikit sharing saya mengenai teknik komunikasi dalam NLP, yang tentunya kalau mau dipelajari dengan serius akan lebih memberdayakan kehidupan kita.

Semoga bermanfaat

Tabik

-haridewa-

Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Sunday, February 12, 2017

Rahasia Pawang Hujan

Januari 2014, hujan nyaris tiap hari mengguyur bumi. Begitu pula ketika kami mengadakan meeting nasional di Komplek Candi Prambanan waktu itu. Hampir seminggu kami berada di Yogyakarta dan setiap hari pula hujan menyapa ibu pertiwi, khususnya ketika menjelang malam. Padahal acara puncak akan dilangsungkan di pelataran candi Prambanan, open air untuk melepas ribuan lampion terbang.

Pada hari H puncak acarapun hujan justru datang dari pagi dan sepanjang hari. Panitia lapangan mulai kasak kusuk untuk mencari pawang hujan. Namun salah seorang Direktur justru menghubungi saya dan berdiskusi mengenai fenomena alam yang sebenarnya sangat lumrah ini.
"Saya dengar Anda bisa menghentikan hujan?", tanya beliau to the point.
"Ah, siapa yang bilang Bu?",  saya mencoba menghindar pengakuan itu.
"Banyak kok yang cerita, kalau sedang acara jurit malam dan outbound, lebih sering lapangan kita kering meskipun musim penghujan. Bahkan ada yang pernah cerita kalau tiba-tiba bulan muncul di tengah malam, padahal sebelumnya hujan begitu deras", sambung beliau lagi
"Mungkin itu kebetulan Bu",  saya masih mencoba mengelak kebetulan-kebetulan itu
"Kebetulan itu cuma sekali. Kalau berulang ya pasti ada penjelasan yang masuk akal. Lagi pula Anda sendiri yang sering bicara di kelas training Anda, bahwa tidak ada kebetulan di dunia ini. Sudah deh, tidak perlu menyangkal lagi kelebihan Anda tadi. Kita sedang memerlukan langit cerah malam ini agar prosesi pelepasan lampion yang akan membawa terbang visi perusahaan kita terlaksana. Saya percaya Anda mampu melakukan itu. Please", kata beliau setengah kehilangan akal sehatnya.
"Baik Bu, akan saya coba berkomunikasi dengan alam. Tapi paling lama 1 jam ya Bu. Cukup khan?"
"Ok. Deal...!"

***

Rombongan bis yang membawa peserta annual conference dari hotel menuju komplek Candi Prambanan mulai berdatangan,  saya ikut di bis terakhir. Sepanjang perjalanan menuju Prambanan,  hujan turun dengan luar biasa derasnya,  seolah meruapkan kerinduannya pada tanah, ranting dan dedaunan. Bahkan pepohonan di sepanjang komplek candi bergoyang kuat ke kiri dan ke kanan menahan cumbuan kasar sang bayu. Saat itu waktu sudah menjelang maghrib. Dari dalam bis saya mulai melakukan ritual berkomunikasi dengan alam.  Entah kebetulan atau karena semesta mendukung, namun ketika peserta mulai turun dari bis, hujan mulai mereda. Bisa dibayangkan kalau hujan masih sederas tadi, maka payungpun tak akan mampu melindungi tubuh para peserta dari semburan hujan plus angin kencang tadi. Bahkan ketika bis yang saya tumpangi mulai parkir di dekat tenda, hujan tinggallah rintik-rintiknya. Kami bisa turun menuju ke tenda tanpa payung. Masya Allah.

Selepas maghrib, rangakaian acara seremonial dimulai dengan makan malam. Hujan mulai turun lagi meski tak sederas tadi. Dan sampai mendekati  jam 8 malam, hujan masih turun. Padahal prosesi pelepasan lampion akan dilakukan antara pukul 8-9 malam. Ibu Direktur yang berdiskusi dengan saya siang tadi mulai gelisah dan bertanya lagi, "Kok masih hujan Pak?" "Sabar Bu, masih ada waktu beberapa menit khan? Biarkan alam menuntaskan hajatnya dulu", jawab saya menenangkan.

Dan luar biasanya begitu MC mengumunkan bahwa acara selanjutnya adalah pelepasan lampion, hujan tiba-tiba berhenti. Seolah sudah puas menggoda ibu pertiwi seharian ini, setetespun tak ada lagi air dari langit. Semua peserta keluar dari tarub, dan mulai membentuk kelompok kecil, dimana satu kelompok beranggotakan 4 orang dan akan menerbangkan satu lampion. Seperti anak kecil mendapatkan mainan baru para peserta berlomba menaikkan lampion mereka. Ada yang langsung berhasil naik, ada yang mengambang saja dan ada yang terbakar dan jatuh. Namun semua senang dengan pengalaman baru ini. Tak terasa nyaris satu jam waktu yang diperlukan untuk menerbangkan semua lampion. Lagu We Are The Champions dari Queen mulai mengalun. MC sudah mengucapkan kata perpisahan, namun para peserta itu masih asyik menatap langit. Takjub dengan kerlap kerlip ribuan lampion yang mirip kunang di pesawahan malam hari.

Saking gaduhnya suasana malam itu, saya berkata nyaris berteriak ke Ibu Direktur tadi, "Time's Up" sambil setengah berlari menuju tarub. Agak terlambat beliau menyadari kode saya, karena masih takjub dengan cerahnya langit malam itu yang diakibatkan oleh pendar nyala lampion. Padahal mendung hitam sudah mulai berarak lagi menaungi komplek candi Prambanan. Dan benar saja, hujan mulai turun. Rintik, pelahan dan mulai membesar. Para pesertapun, termasuk Bu Direktur,  berhamburan menyelamatkan diri. Saya sudah aman berada di dalam tarub!
***

Sidang pembaca yang budiman, tentu Anda penasaran, apa benar saya bisa menghentikan hujan? Jawabannya adalah tidak benar!  Yang mampu mengatur alam ini hanyalah Allah. Namun kalau pertanyaan Anda adalah apakah cerita di atas itu nyata? Jawabannya adalah nyata. Lho kalau begitu artinya saya bisa menghentikan hujan dong? Tidak bisa. Seperti yang saya katakan kepada Ibu Direktur pada cerita di atas, saya  hanya mencoba berkomunikasi dengan alam. Seperti perintah pertama yang turun dalam Alquran, yaitu Iqro. Bacalah!  Kenalilah diri kita, kenalilah lingkungan kita, kenalilah Tuhan kita.

Maka saya mencoba menyelaraskan rasa saya dengan rasa sang alam. Ketika kita berhasil menyelaraskan hati kita dengan kondisi alam, maka atas ijin Allah, alam akan mendengarkan kebutuhan kita saat itu.
Sering kita mendengar, melihat atau bahkan menggunakan jasa pawang hujan dengan segala ritual yang aneh-aneh. Ada yang menggunakan lidi, bawang merah dan cabe merah. Ada yang memanfaatkan mangkok jago dibalik, bahkan ada pula yang perlu persembahan seperti ayam hitam atau kelinci putih yang cenderung mengarah ke syirik. Semua itu rela dilakukan demi lancarnya sebuah acara.   Lupakah Anda semua bahwa lancar atau tidaknya sebuah acara tidak tergantung pada manusia, namun pada Allah. Maka minta tolonglah hanya kepada Allah.

Sementara saya cukup menggunakan teknik SPIRITUAL. Kalau Anda mengira saya menggunakan tenaga spirit atau mahluk astral, Anda salah. Karena makna spiritual di sini adalah SEPI dari RITUAL! Ya, saya semata menggantungkan pinta saya kepada Sang Pengatur Alam. Tanpa pernak dan pernik apapun. Kalaupun ada ritualnya, semuanya saya lakukan setelah saya mendalami makna Iqro tadi, sbb:

  1. Alam sudah punya aturan main sendiri, jadi ikuti aturan mainnya. 
  2. Manusia dikaruniai kekuatan terbesar yaitu pikiran, maka manfaatkan
  3. Selaraskan pikiran kita dengan aturan alam
  4. Serahkan semua hasil kepada Allah
***
Sidang pembaca yang budiman, saya akan jelaskan satu persatu tahapan menahan hujan di atas


A. Aturan Alam
Hujan akan turun ketika tingkat kondensasi yang terjadi di awan sudah maksimal, maka ketika hal itu terjadi tidak akan ada kekuatan yang mampu menahannya. Sama yang terjadi pada pria dewasa, ketika tingkat kondensasi yang terjadi di kantung spermanya sudah maksimal, maka pagi hari juga akan terjadi hujan, hehehe. Yang bisa kita lakukan adalah menggeser gumpalan awan tadi ke daerah lain. Dan karena hukum alam tetap akan berlaku maka waktu menggeser awan tadi perlu kita batasi agar alam ini tetap ekologis.

B. Pikiran Manusia
Ketika kita berhasil mengakses gelombang pikiran tertentu (alfa dan atau theta) ternyata kita memiliki kemampuan tertentu yang luar biasa. Salah satunya adalah mampu berkomunikasi dengan alam. Bahkan penelitian membuktikan ternyata God Spot atau Titik Ketuhanan manusia juga terletak di gelombang theta. Artinya ketika berada dalam gelombang theta,  komunikasi kita dengan Tuhan sedang dalam kondisi puncak. Ibarat HP, sinyalnya sedang mentok. Dalam kondisi ini maka kemungkinan besar pinta kita akan diijabah.
Yang tidak diketahui orang banyak bahwa mengakses gelombang alfa/theta itu sangatlah mudah. Cukup Anda hening sesaat, berniat khusyuk, sambil menarik nafas pelahan kemudian keluarkan dari mulut juga pelahan. Lakukan beberapa kali maka Anda akan merasa sangat hening. Meski banyak suara di sekitar Anda, namun anehnya seolah tak terdengar oleh Anda. Hening dan nikmat. Itulah gelombang pikiran bawah sadar. Itulah gelombang pembuka komunikasi dengan alam semesta.

C. Koneksi pikiran, tubuh dan alam
Seringkali kita mendengar istilah visualisasi, namun apakah kita paham makna dan kuasanya? Ya, visualisasi adalah membayangkan sesuatu yang kita harapkan terjadi di masa yang akan datang. Pelbagai buku pemberdayaan diri menuliskan bahwa kekuatan visualisasi ini sedemikian hebatnya. Meski ada pula beberapa praktisi yang apatis dan cenderung mencemoohnya, namun saya memilih untuk percaya berdasarkan pengalaman saya.
Maka ketika ingin berkomunikasi dengan alam tadi, saya mempelajari dulu posisi awan hitam ada di sebelah mana. Kemudian tentukan peluang untuk menggeser ke arah yang masih lumayan kosong awan hitamnya. Kalau Anda nekat menggeser awan hitam ke sebuah tempat yang justru sedang pekat-pekatnya dengan rombongan awan hitam, itu sama saja Anda sedang beradu kuat dengan alam.

Kemudian saya akan melakukan visualisasi pergerakan awan hitam tadi, sembari melakukan sedikit ritual menggerakkan tangan seolah sedang menyangga sebuah bejana, dan kemudian menggeser bejana tadi ke arah lain yang sudah kita tentukan sebelumnya. Selain visualisasi pikiran, saya juga akan membisikkan perintah agar awan hitam itu bersedia bekerja sama. Untuk bergeser dalam waktu tertentu sesuai kebutuhan kita. Jangan pernah bermain-main dengan alam karena seperti saya tuliskan di atas, alam punya aturan sendiri.

D. Kekuatan Doa
Sebagai manusia kita hanyalah bisa berusaha, namun penentu semua hasil adalah Allah. Dan karena sudah memahami kekuatan gelombang teta, kita akan berdoa setelah yakin kondisi pikiran kita berada di gelombang theta. Ini doa yang biasa saya panjatkan:
  •  Al Fatihah
  • Yaa Allah, Engkau tahu hamba mempunyai hajat kali ini, yaitu...... (sebutkan hajatnya). Maka hamba mohon pindahkan hujan itu ke arah....  (sebutkan) selama.... (sebutkan).  Hamba sudah berjanji kepada seseorang agar atas IjinMu acara mereka akan lancar terang benderang. Masak Engkau rela hamba mendapat malu seandainya hujan tetap turun di daerah itu. Hanya kepada Engkau hamba mohon pertolongan, maka tolonglah hambaMu ini. 
  • Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiraabi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari. Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari, No. 1014) Aamiin


Semoga bermanfaat

Tabik
- haridewa -

Kapok Rokok

Selesai menggelar seminar Teaching with Happiness untuk kawan guru di kabupaten Kendal beberapa waktu yang lalu, beberapa guru minta dibantu untuk menghentikan kebiasaan merokok mereka. Maka sembari makan malam, di sebuah pondok bakso yang memiliki saung saung cukup luas, saya lakukan terapi kapok rokok itu. 

Karena ramainya suasana saung waktu itu, saya tidak menggunakan teknik hipnosis yang akan menidurkan klien. Saya gunakan teknik NLP yang lebih client friendly.  Selain menjaga kenyamanan klien juga agar mereka bisa merasakan progress dari tiap tahapan terapi. 

Object Imagery
Ini adalah teknik pertama yang saya gunakan. Konsepnya sangat sederhana, klien hanya perlu membayangkan sensasi nikmatnya sebuah rokok kemudian mengkonversinya ke dalam bentuk bidang 2 dimensi sama sisi (contoh segitiga sama sisi, bujur sangkar atau segi enam atau lingkaran).
Sambil menikmati rokok terakhirnya, saya minta kawan saya membayangkan sensasi  nikmatnya rokok itu, dan akhirnya dia mengkonversinya menjadi bidang segienam dengan panjang sisi 2cm. That's a good starting.
"Rokok apa yang menurut Anda paling nikmat?",  tanya saya menyelidik
"Essei",  jawabnya singkat, sambil masih menghisap nikmat rokok mungil A-Mild nya
"Baiklah. Menurut Anda, mungkin nggak rasa rokok A Mild ini saya tingkatkan kenikmatannya setara dengan Essei?"
"Harus percaya apa nggak?"
"Nggak juga sih"

Saya kemudian meminta dia untuk membayangkan kalau panjang sisi segi enam tadi akan saya besarkan.
"Kalau membayangkan ukuran segienam membesar bisa gak?"
"Akan saya usahakan"
,  jawab kawan saya masih dengan senyum keraguan
"Oke. Dalam hitungan ke tiga silakan bayangkan bahwa sisi segienam tadi menjadi 4cm. Tarik nafass. Lihat tangan saya (tangan saya memeragakan bentuk segi enam).  Satu,  duaaa, daan tigaaaa.  Ziiiiiiuuuuuuuut (mulut saya mengeluarkan bunyi bunyian yang menyiratkan pembesaran sebuah benda. Sambil tangan saya memeragakan pembesaran segi enam tadi)
Saya melihat perubahan paras wajahnya ketika segienam tadi saya besarkan. "Apakah dalam bayangan Anda segienam tadi berhasil membesar?"

Kawan saya mengangguk masih dengan nuansa bingung, setengah takjub. "Menurut Anda kalau segienam tadi berhasil membesar, kira-kira sensai kenikmatannya bakal ikut membesar apa nggak?",  tanya saya sambil menyelipkan sebuah sugesti.
"Mmmm, logikanya sih begitu", jawab kawan saya sambil menhisap A Mild nya lagi. Sontak paras wajahnya menyiratkan sebuah keheranan campur takjub. "Kamu nggak pakai jin khan?", selidik kawan saya sambil menghisap A Mild yang sekarang sudah berasa Essei.
Tahap pertama selesai, yaitu mengedukasi pikiran bawah sadar bahwa sebuah sensasi bisa diintervensi melalui visualisasi.
***

"Nah, kalau segienam tadi kemudian saya kecilkan menjadi sebuah titik hitam, kira-kira apa yang bakal terjadi?",  tanya saya membuyarkan kenikmatan semunya.
"Ya logikanya kenikmatan rokok ini akan lenyap. Tinggal serasa kertas dibakar",  jawab kawan saya harap-harap cemas karena sayang bakal kehilangan kenikmatan rokoknya.
"Baik, sekarang perhatikan tangan saya lagi. Dalam hitungan ketiga maka segienam ini akan mengecil menjadi sebuah titik kecil. Tarik nafasss. Satu, duaaa, daan tiga. Zzuuuiit! Sekarang titik hitam ini saya sentil dan hilang" (Tangan saya memeragakan mengecilnya segienam tersebut  kemudian menyentil titik hitam tadi ke udara)
Kawan saya tambah heran ketika dia menghisap rokoknya berkali-kali dan sensasi rokoknya hanya seperti kertas dibakar. Tiada lagi kenikmatan.

Colapsing Anchor
Ketika kawan saya masih termangu dan heran dengan permainan sensasi rasa tadi, saya minta dia membayangkan sebuah bau yang sangat menyengat  (dan dia berhasil membayangkan tromboso) sambil tangan saya menekan pundak kirinya. Kemudian saya minta dia membayangkan rasa rokoknya sambil menekan pundak kanan. Dua kali hal ini saya lakukan. Terakhir, saya minta dia membayangkan rokoknya namun tangan saya menekan pundak kirinya. Tiba-tiba dia merasa mual dan berlari ke toilet untuk memuntahkan bakso yang baru saja disantapnya. Hehehe emang enak merokok rasa tromboso?

Sekembalinya dari toilet, saya tawarkan lagi rokok yang masih setengah batang. "Nggak ah, kapok"

Normalisasi
Sebenarnya bisa saja saya biarkan kondisi kawan saya seperti itu. Toh sekarang dia sudah kapok rokok. Lha bagaimana tidak kapok kalau setiap mencium asap rokok dia akan merasa mual. Namun hal seperti ini tidaklah ekologis, karena dalam kesehariannya dia masih akan berhubungan dengan para perokok. Maka saya lakukan terminasi dengan menormalkan perilaku bawah sadarnya. Dia akan merasa normal dan santai melihat rokok atau para perokok, tanpa ada keinginan untuk merokok. Namun ketika muncul keinginan sekecil apapun untuk merokok maka sensasi mual akan muncul lagi.
Saya minta dia untuk memejamkan mata. Menarik nafas tiga kali, dan berikut adalah script kapok rokoknya:

"Anda tahu, jauh di dalam diri Anda, bahwa Anda adalah tuan untuk diri Anda sendiri, tidak ada yang pernah bisa mengendalikan Anda, dan karena itu Anda bisa menjadi apa pun yang Anda inginkan … Anda tahu tidak ada yang mengontrol Anda atau takdir Anda, kecuali Anda … karena Anda punya pilihan bebas dan dapat membuat keputusan sendiri untuk diri sendiri dalam waktu Anda sendiri … oleh karena itu, Anda  memutuskan untuk diri sendiri ketika Anda ingin berhenti merokok … Anda  memutuskan untuk diri sendiri kapan harus benar-benar berhenti merokok …  saya akan membantu Anda untuk mengambil keputusan itu. Keputusan untuk berhenti merokok. Anda telah memutuskan untuk berhenti merokok. Dan waktu yang paling tepat untuk berhenti merokok adalah sekarang. Anda hanya perlu rileks, santai. Biarkan saja sesi ini mengalir dengan tenang dan biarkanlah kebiasaan merokok itu pergi.
Gunakanlah kesempatan ini untuk merasa makin nyaman dan semakin nyaman ketika memutuskan untuk berhenti merokok. Tidak ada tempat yang tepat selain di sini dan tidak ada hal yang bisa Anda lakukan lagi selain keyakinan diri Anda yang begitu kuat untuk berhenti merokok. Untuk sementara lupakan semua masalah Anda yang lain, karena saat ini Anda telah memilih untuk relax, semakin Anda merasa santa dan nyaman, semakin mudah anda memutuskan untuk berhenti merokok. Anda datang ke tempat ini hari ini karena keinginan Anda yang begitu kuat untuk berhenti merokok.
Tidak ada seorangpun yang memaksa Anda untuk datang ke sini. Anda datang ke sini hari ini karena Anda merasa ini adalah saat yang paling tepat untuk berhenti merokok untuk selamanya. Mulai saat ini Anda terbebas dari kuasa rokok. Mulai sekarang Anda dapat mengontrol diri Anda sendiri terhadap rokok. Anda sudah memutuskan untuk berhenti merokok. Sekarang dan untuk selamanya. Anda sudah mengambil langkah tepat dengan dating ke tempat ini hari ini. Segera setelah sesi ini selesai maka keinginan Anda untuk berhenti merokok akan terpenuhi. Anda terlahir kembali dengan kebiasaan baru yang lebih sehat dan lebih bahagia. Anda sudah berhenti merokok sekarang dan untuk selamanya. Dengan berlalunya waktu, sekarang pikirkanlah tentang diri Anda yang baru.
Katakan dalam hati Anda bahwa : Saya sudah berhenti merokok, dan tidak akan pernah menyentuh rokok lagi. Meski sekarang saya sudah membenci rokok namun saya tetap mempunyai kemampuan untuk bersahabat dengan para perokok tanpa terganggu. Apapun yang saya lakukan, ketika sedang bekerja, ketika bersantai, menyetir, ketika bersama teman ataupun sendiri, saya tetap mampu berhenti merokok. Semua terasa indah tanpa rokok. Dengan berhenti merokok Anda merasa hidup Anda menjadi lebih sehat dan lebih bahagia. Anda bisa bernafas lebih lega lagi. Anda menjadi lebih menikmati hidup Anda. Mulai sekarang dan seterusnya, ketika ada niat untuk merokok Anda akan merasa mual semual-mualnya tapi tidak sampai muntah. Ketika anda mencoba untuk merokok lagi maka mulut Anda akan terasa pahit-sepahit pahitnya namun tidak sampai muntah. Kapanpun nanti ada orang yang menawarkan Anda rokok maka Anda akan menolaknya. Anda tetap sehat dan nyaman hidup tanpa merokok.  Anda menjadi seorang NON-PEROKOK ALAMIAH dari sekarang dan  seterusnya"

Silakan dicoba, dan rasakan manfaatnya.
***
Anda ingin menguasai keahlian ini dengan sempurna?
Daftarkan diri Anda dalam Workshop 'Find The Hypnotist in YOU!' yang rutin dilaksanakan sebulan sekali di Cafe Therapy
Jl Johar Raya No 27 Taman Cimanggu Bogor
Jam 09.00-17.00 WIB


Tabik
- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Thursday, February 02, 2017

The Diamond Business

Ketika Anda membaca judul artikel ini, janganlah berpikir bahwa saya sedang mengajak Anda untuk berbisnis berlian. Mungkin tepatnya bukan tidak, tapi belum saatnya saya mengajak Anda untuk melakukan bisnis itu. Suatu saat nanti, mungkin saja salah satu dari Anda akan menjalankan bisnis ini. Who knows?

Sahabatku yang berbahagia, kali ini saya ingin share mengenai  ilmu bisnis yang saya dapatkan dari salah satu guru bisnis saya  beberapa waktu yang lalu.

Ssssst, tapi janji ya ini adalah rahasia antara kita, karena waktu itu saya juga diminta untuk menjaga ilmu ini hanya untuk saya saja. Bener ya, jangan diobral kemana-mana ilmu ini, karena bisa berbahaya akibatnya kalau seluruh dunia tahu mengenai ilmu yang maha dahsyat ini, hehehe.

Well, karena Anda semua telah berjanji, maka saya akan share ilmu ini. Namun sebelumnya bolehkah Anda menjawab dulu beberapa pertanyaan di bawah ini?

1. Siapa diri kita sebenarnya?
2. Dari mana kita berasal?
3. Untuk apakah kita berada di dunia ini?
4. Mengapa kita berada di sini pada saat ini? Apa misi yang kita emban?
5. Apa yang akan kita tinggalkan ketika meninggal nanti?
6. Ke mana kita akan menuju setelah meninggal nanti?

Sudah dijawab seluruh pertanyaan tadi? Bagus! Kalaupun belum bisa dijawab sekarang juga tidak mengapa. Jadikanlah ini pertanyaan virtual Anda sembari menyelesaikan membaca artikel ini.

Sebenarnya pertanyaan di atas sedang mengarahkan kita untuk menemukan visi hidup kita atau istilah kerennya adalah purpose of life. Tujuan hidup.

Dalam banyak buku pengembangan diri, disampaikan bahwa yang terpenting dalam hidup kita bukanlah posisi dan pengetahuan yang kita miliki melainkan kontribusi yang telah kita berikan. Bahkan kelak di akhir jaman kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan di dunia ini, bukan karena pengetahuan dan posisi yang kita miliki.
***

Sahabatku yang berbahagia, sebagai warga negara yang baik, tentunya kita ingin memberikan kontribusi sebagai orang yang sukses dan mulia bukan?

Kenapa sudah  sukses harus  mulia pula? Memangnya ada orang yang sukses namun tidak mulia, atau sebaliknya mulia namun belum sukses?

Tentu saja ada kawan. Apa sih sebenarnya tolok ukur sukses itu? Banyak harta? Kalau memang itu yang dijadikan tolok ukur, mari kita cermati alangkah banyaknya orang berlimpah harta di Negara kita tercinta ini. Gayus contohnya, saya yakin sampai sekarang hartanya masih berlimpah ruah. Bolehlah kita sebut dia sebagai orang sukses, tapi apakah dia termasuk orang berkategori mulia? Ah saya yakin Anda bisa menjawab sendiri. Dan masih banyak lagi contohnya.

Kalau orang yang mulia tapi tidak atau belum sukses? Banyak orang yang ‘nekat’ mendirikan sekolah, atau bahkan pesantren dengan moto menjadikan santrinya rahmatan lil alamin, namun resources dan sumber dananya sangatlah minim. Dari visi dan misinya orang-orang tersebut bisa kita katakana mulia, sangat mulia bahkan. Pertanyaannya adalah dari manakah mereka mendapatkan sumber dana?

Modal proposal!
Seringkali bukan kita mendapati orang yang membawa proposal mengatasnamakan yayasan tertentu, atau pesantren tertentu. Bahkan beberapa di antara mereka menyanyikan lagu qasidah, 'yaa dana, yaa dana dana', hehehe….

Bagaimana mau menjadi rahmatan lil alamin kalau untuk mendanai diri sendiri saja mesti merepotkan orang lain?

Hanya dengan menjadi pengusaha sukses mulialah kita bisa menjadi rahmatan lil alamin. Rahmat bagi alam beserta seluruh isinya. Mau tahu caranya? Mau tahu saja atau mau tahu banget? 
***

Ternyata ketika kita hendak berbisnis, hal utama yang perlu diperhatikan adalah pada niatnya.

Innamal a'malu binniyyat, wa innama likullimri in Maanawa. Sesungguhnya perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya (jadilah) bagi setiap orang apa yang ia niatkan.

Bahasa keren dari niat ini adalah the power of intention. Ketika niat kita salah, maka salah pula jalan yang akan kita tempuh. Dan hanya berniat karena Allah-lah, maka tujuan hidup kita akan tercapai.

Ada tiga kriteria manusia dan perilakunya berdasarkan pada niatnya :

1. Karena KEPEPET
Meski berada pada urutan pertama, namun golongan ini bukanlah yang terbaik, justru sebaliknya. Orang-orang pada golongan ini melakukan bisnis karena sudah tidak ada pilihan lain. Hutang sudah menumpuk dengan bunga yang beranak pinak, keahlian pun terbatas, sampai akhirnya mereka terpojok dan tidak ada jalan lain selain melakukan bisnis. Biasanya orang macam ini perilakunya adalah tidak memiliki rencana jelas, grusa grusu, panik, nekat, dsb.

2. Karena ingin KAYA
Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk kaya. Kekayaan juga tidak identik dengan kemudharatan. Bahkan sebagai muslim kita diwajibkan untuk kaya agar bisa menyantuni orang lain. Yang perlu dikhawatirkan adalah membabi buta untuk kaya. Atau yang penting kaya, asal kaya, dsb. Karena ketika mata orang-orang ini sudah dibutakan oleh kekayaan duniawi maka perilaku mereka menjadi egois, pelit, serakah, tidak peduli lagi halal-haram dsb.

3. Karena ingin ber-KONTRIBUSI
Ternyata kita bertemu lagi dengan kata kontribusi. Pada awal tulisan ini saya sudah membahas mengenai kontribusi, maka sekarang saya akan langsung memberikan contohnya saja. Anda kenal Bill Gates, Steve Jobs, Abdurahman bin Auf? Kita semua tahu bahwa Bill Gates merupakan salah satu orang paling kaya di dunia. Namun ketika memulai bisnisnya apakah karena kepepet? Atau dia memang meniatkan untuk menjadi kaya raya seperti sekarang ini?

Ternyata tidak, inilah visi atau niat awal Bill Gates mendirikan Microsoft: ‘Suatu saat nanti seluruh rumah di dunia ini akan menggunakan komputer dan Windows menjadi sistem operasinya’.
Akhir-akhir ini Bill dan Melinda Gates melalui yayasannya menyumbangkan ratusan juta dolar untuk pemberantasan penyakit tropis yang terabaikan, untuk AIDS dll. Kalau ditotal yayasan itu sudah menyalurkan lebih dari setengah kekayaan Bill Gates dan istrinya.

Bagaimana dengan Steve Jobs? Visinya mirip dengan Gates yaitu untuk menempatkan komputer di setiap tangan orang setiap hari. Meskipun karirnya dipenuhi dengan intrik sesama karyawan bahkan sempat terdepak dari perusahaan yang didirikannya namun dengan gaya dan typenya tersendiri Jobs juga mampu menempatkan diri sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh dan mampu merubah dunia. Apakah semua itu dilakukannya karena kepepet, karena ingin kaya? Semua orang tahu quote Jobs yang sangat terkenal itu : ‘Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda cintai. Sangat berguna untuk bekerja dengan apa yang Anda cintai untuk seseorang yang dicintai. Pekerjaan Anda akan mengisi sebagian besar hidup Anda, dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah melakukan apa yang Anda yakini adalah pekerjaan yang benar. Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang Anda lakukan”

Nah, bagaimana pula dengan Abdurrahman bin Auf, salah satu sahabat nabi yang rela menyumbangkan seluruh hartanya demi perjuangan Nabi saw? Ketika hijrah dari Mekah ke Yatsrib, Abdurrahman bin ‘Auf ra  bangkrut sehingga jatuh miskin.  Saat itu di jazirah Yatsrib sedang diberlakukan sistem akhawain (dipersaudarakan dua-dua / taākhi) antara muhajirin dan anshor. Seorang sahabat dari anshor menawarkan dengan ikhlas sebagian dari harta, satu dari dua rumahnya, dan satu dari dua orang istrinya untuk menjadi milik Abdurrahman bin ‘Auf. Namun, sang maestro ekonomi Islam ini menolak dengan santun semua tawaran kebaikan sang sahabat anshor tersebut, dan meminta dengan hormat “Cukup tunjukkan kepadaku di mana letak PASAR..!!”

Sebuah konsep sederhana yang dilakukan oleh para sahabat, untuk tidak menjadi peminta-minta meskipun di saat sulit, tetapi menguatkan akar kemandirian dalam ekonomi dan etos kerja yang tinggi. Untuk menunjukkan kontribusi. Karena dengan pergi ke pasar dan memulai berdagang dengan syar’ie maka Abdurrahman bin Auf kemudian mendapatkan kembali kekayaannya agar dia tetap bisa membantu nabi saw menegakkan panji-panji kebesaran Islam. Masya Allah.

Sahabatku yang berbahagia, dari ketiga contoh orang sukses di atas, meski tidak semuanya adalah muslim, namun satu persamaan mereka adalah niat untuk memberikan kontribusi tadi. Namun apakah cukup dengan niat saja kita sudah bisa menjadi pengusaha sukses mulia? Tentu tidak!
Aa Gym pernah berkata, untuk bisa sukses maka kita harus senantiasa meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar.

Kita sudah belajar meluruskan niat, dengan visi ingin menjadi pengusaha sukses mulia yang rahmatan lil alamin, maka berikut ini saya akan share ‘berlian’-nya guru saya,  yang saya sebut sebagai The Diamond Business. Menurut guru saya tadi agar bisnis kita bisa menghasilkan profit yang terus menerus maka bisnis itu harus mempunyai empat dimensi sbb:
1. Link to Purpose of Life
2. Market Ideal
3. Fit to Me
4. Values
***

Cara memahami berlian ini adalah dimulai dari pondasinya yaitu :

1. VALUES atau nilai-nilai. Values yang dimaksud di sini adalah bahwa bisnis kita harus memiliki suatu hal khusus (diferenciate) yang mampu menjawab  kebutuhan orang banyak. Values ini harus mampu menjawab:

- PAIN: apa rasa sakit/ketidaknyamanan orang banyak yang mampu kita obati? Kalau produk kita berupa jasa maka ‘masalah’ apa yang bisa kita selesaikan?

- HOPE: Harapan apa yang sejauh ini belum terpenuhi. Banyak sudah produk barang maupun jasa yang  beredar di pasaran, namun apakah semua harapan konsumen sudah terpenuhi?

- USP (Unique Selling Proposition) atau kalau menurut Ippho Santosa disebut sebagai sang Pembeda Abadi. Barang ataupun jasa yang Anda tawarkan haruslah mempunyai posisi tersendiri di mata umum. Tanpa harus merendahkan produk lain, Anda bisa menonjolkan satu atau lebih produk Anda yang tidak dimiliki oleh produk lain

2. MARKET IDEAL atau pasar yang sesuai. Ketika Anda berbelanja ke pasar tradisional dan berniat membeli beberapa barang maka biasanya Anda akan menawar sebelum akhirnya membeli barang tersebut. Ini hal yang biasa terjadi karena memang tawar menawar merupakan salah satu seni berbelanja di pasar tradisional. Justru aneh rasanya ketika Anda berbelanja di pasar tradisional tanpa menawar.
Namun beda masalahnya ketika Anda mencoba menawar harga barang di supermarket, bisa-bisa Anda akan ditertawakan oleh kasirnya atau malah diusir security mereka. Inilah yang dimaksud dengan market ideal, Anda harus berani menentukan mau memasuki pasar yang mana. Pasar dengan konsumen yang siap membayar sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah Anda tentukan. Akibat yang fatal ketika Anda salah menentukan market ideal Anda maka yang terjadi adalah produk Anda akan selalu ditawar oleh orang, sampai satu titik Anda terpaksa melakukan diskon besar-besaran yang ujung-ujungnya Anda tidak akan mendapatkan profit!

3. FIT TO ME atau gue bangets! Untuk lebih memahami dimensi yang satu ini silakan Anda membaca lagi quote Steve Jobs di atas.

Ya, kita harus mencintai apa yang kita lakukan. Kita harus merasa nyaman dalam melakukan bisnis kita. Karena satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang Anda lakukan. Dengan melakukan apa yang Anda cintai maka Anda akan mendapatkan passion atau ghirah Anda.

Arvan Pradiansyah dalam bukunya 'I Love Monday' membagi dimensi ini  menjadi 3 :

a. Pekerjaan hanya sebagai job. Orang bekerja hanya menjalankan scenario orang lain (atasannya). Orang bekerja hanya mencari uang saja, karena tanpa uang darimana kita bisa hidup? Orang seperti ini tidak akan sukses!

b. Pekerjaan sebagai career. Paradigma kedua ini sudah menempatkan diri kita sebagai sutradara kehidupan kita sendiri. Kitalah yang akan menyusun rencana-rencana besar kita. Paradigm kedua ini akan menghasilkan kesuksesan, namun belum kebahagiaan.

c. Pekerjaan sebagai calling (panggilan) Tuhan. Tuhan menurunkan semua manusia tentunya dengan maksud tertentu. Maksud itu sesungguhnya merupakan misi hidup dan alasan kita dilahirkan ke dunia ini. Seperti saya, setelah limabelas tahun meniti karir, akhirnya saya menemukan bahwa ternyata calling saya, pekerjaan yang fit for me, adalah menjadi trainer. Istilah kata, tanpa dibayarpun, saya tetap bersedia untuk memberikan pelatihan, dengan kualitas yang tetap powerful. Apalagi kalau dibayar, hehehe.

4. LINK TO PURPOSE OF LIFE. Maksudnya bisnis tadi seharusnya bisa menjadi kendaraan kita untuk mencapai tujuan hidup kita. Apapun bisnis yang akan kita geluti seharusnya sejalan dengan misi kita hidup di dunia. Saya yakin tentunya Anda sudah merumuskan apa misi hidup Anda, karena Anda hanya perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sampai sekarang saya yakin masih berputar-putar di kepala Anda menunggu jawaban pasti, hehehe.

Dengan mengikuti ke empat dimensi bisnis ini maka in syaa Allah Anda akan menjadi pengusaha sukses mulia yang tak terhentikan. Unstopable.

Sahabatku yang berbahagia, kita tahu bahwa tokoh penting dunia yaitu Neil Amstrong, orang pertama yang menjejakkan kakinya di bulan telah dipanggil Tuhan. Tentu Anda sependapat dengan saya bahwa Neil Amstrong pada waktu itu dikirim ke bulan untuk misi tertentu. Dan tentunya pula begitu dia selesai menjalankan tugasnya, sekembalinya dia ke bumi dia akan dimintai laporan atas misi yang diembannya.

Nah, kalau Anda sudah menjawab semua pertanyaan yang saya ajukan di awal tulisan ini, tentunya Anda semua sadar bahwa Allah menurunkan Anda di Indonesia ini, di masa ini untuk menuntaskan sebuah misi tertentu.

Maka untuk menutup tulisan ini marilah kita berandai-andai, ketika suatu saat nanti di akhirat Allah menanyakan kepada Anda sbb:

“Wahai fulan (ganti fulan dengan nama Anda), apa saja yang telah engkau lakukan di dunia ini, sehingga Aku harus memasukkanmu ke surga-Ku?”

Silakan Anda jawab dalam hati Anda masing-masing…

Semoga bermanfaat

PS: Dan Guru saya tadi namanya adl Ust Samsul Arifin Sbc

Tabik
- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Business Coach
WA 08179039372

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...