POSTINGAN POPULER

Saturday, December 30, 2017

Because Superman is Dead!

'Lotus Thamrin Tutup Gerai Susul Ramayana dan Matahari'; berita sejenis ini wira wiri di medsos beberapa minggu terakhir. Sempat takjub setengah tak percaya juga membaca headline seperti itu. Masak sih raksasa ritel sekelas  Ramayana, Lotus,  bahkan Matahari bisa gulung tikar? Faktor apa sebenarnya yang mengakibatkan para superstore tadi kolaps? Pertanyaan ini berkelebat silih berganti di benak saya yang awam ini.

Sebelum meneruskan pembicaraan mengenai kolapsnya raksasa ritel-yang menurut saya sangat serius-tadi, saya ingin mengajak Anda untuk relaks sejenak dengan membahas beberapa film superhero milik DC Comics serta Marvel.

Kita tahu bahwa jagoannya superhero yang sangat terkenal adalah Superman, yang diproduksi oleh DC Comics. Semua orang paham makhluk kelahiran planet Krypton ini sangatlah sakti mandraguna. Selain bisa terbang, kebal peluru, bermata laser, pendengaran supersonic, hembusan salju dan seabreg kelebihan lain yang membuat dirinya dijuluki Man of Steel alias manusia baja. Namun dibalik semua kesaktiannya tadi, semua orang juga tahu bahwa dia memiliki kelemahan, yaitu batuan kriptonik (Kryptonite Chrystal) yang berasal dari pecahan planet Krypton. Di antara ragam batuan kriptonik, kriptonik hijaulah yang memiliki lethal dose (dosis mematikan) kepada Clark Kent. Nah, batuan ini jugalah yang digunakan Batman untuk mengakhiri petualangan sang manusia baja di bumi kita ini. So, Superman finally is dead.
***

Mari kita telaah dengan santai saja fakta yang dimiliki oleh Kal El (nama asli dari Clark Kent) ini:
  1. Selain seabreg kelebihan dibandingkan dengan makhluk bumi, dia juga menyimpan sebuah KELEMAHAN
  2. Superman dengan semua superpowernya senantiasa bergerak sendiri. Single Fighter. 
  3. Ini yang menurut saya tidak logis, perbedaan antara Clark Kent dengan Superman hanya ada di kaca mata dan kostum, namun seolah semua orang tidak tahu bahwa mereka adalah sosok yang sama. 

Dari beberapa film yang saya tonton, menurut saya faktor pertama dan kedualah yang membuat Superman pada akhirnya tewas. Karena dia memiliki kelemahan dan selalu single fighter, maka ketika lawan mengetahui kelamahannya, tak ada pihak yang bisa mem-back up dirinya.
***

Kembali ke berita mengenai gulung tikarnya Matahari dan beberapa retailer besar lain. Saya kok merasa ada kemiripan dengan nasib Superman tadi. Mereka semua ini juga dikenal sebagai superpower-nya bisnis retail di Indonesia. Tentunya dengan semua kedigdayaan mereka, mereka merasa bahwa dengan single fighter saja mereka akan mampu melewati badai kosmik perubahan digitalisasi yang oleh Prof Rheinald Kasali disebut sebagai era Disruption. Mereka tidak sadar bahwa ancaman batu kriptonik telah nyata dan membesar dengan kecepatan yang sulit diprediksikan. Ya, batu kriptonik hijau itu adalah pasar online, yang nyatanya lebih digemari oleh kidz jaman now.
***

Dan karena Superman sudah mati, maka saya sekarang senang menonton Avenger. Apa sih kehebatan Avenger dibanding Superman?

Dipimpin oleh Kapten Fury, Avenger merupakan sekumpulan superhero yang senantiasa bahu membahu dalam menghadapi ancaman terhadap dunia ini
Anggota dari Avenger memiliki kelebihan masing-masing seperti
  1. Captain America yang sangat gesit dan penuh strategi, mahir menggunakan senjata api dan senjata khusus miliknya berupa tameng bundar serta jago bertarung tangan kosong.
  2. Thor yang merupakan dewa Asgard yang bisa terbang. Memiliki senjata sebuah palu yang dapat memanipulasi cuaca dan mendatangkan dan menembakkan petir bertegangan tinggi.
  3. Iron Man yang memiliki baju zirah bahan titanium yang  tahan serangan sampai tingkat tertentu. Jet booster yang ada di telapak kaki dan tangannya membuatnya mampu terbang. 
  4. Hulk yang memiliki kekuatan fisik, kecepatan dan kelincahan gerak, dan kemampuan menyembuhkan diri dengan cepat
  5. Black Widow memiliki kemampuan menggunakan berbagai macam persenjataan serta kekuatan fisik di atas rata-rata manusia normal. 
  6. Hawkeye memiliki keakuratan dalam melesatkan anak panah sampai 99,99%

Apakah mereka tidak memiliki kelemahan? Tentu saja ada. Bahkan beberapa kali terjadi beda pendapat di antara mereka, namun dengan tujuan yang sama yaitu melindungi bumi ini dari ancaman laten Hydra, maka mereka justru berkolaborasi untuk memunculkan kehebatan masing-masing sembari menutup kelemahan koleganya. They think differently but act together and sinergically.
***

Betul Kawan, di jaman now ini jawaban agar tetap survive adalah kolaborasi dan sinergi. Tak bisa lagi kita berkutat pada diri kita sendiri, sekuat dan sehebat apapun kita, seperti laiknya Superman, pada akhirnya akan muncul juga kriptonik hijau yang mampu membinasakan kita.

Maka apapun profesi Anda, cobalah untuk bergabung di komunitas yang memiliki visi sama dengan Anda. Atau minimal buatlah sebuah mastermind guna mengasah kepekaan pemikiran kita dengan kolega yang lain.

Maka Kawan, untuk melihat betapa kolaborasi dan sinergi ini sangat berdaya, ijinkan saya menceritakan kisah kecil dari ranah Minang ini.

Alkisah ada seorang guru matematika dari Jawa yang dipindahtugaskan ke ranah Minang. Pada hari pertama mengajar saja dia sudah dibuat bingung oleh perilaku anak didiknya ketika dia memulai pelajaran berhitung dasar.

Setiap kali dia menanyakan hasil jumlah 1 + 1 selalu dijawab 3 oleh para murid. Karena kesal, dia tinggalkan kelas dan menuju ruang guru. Sambil menggerutu dia ceritakan pengalaman pertamanya tersebut kepada kawan gurunya. Namun bukan mendapat pencerahan guru dari Jawa tadi malah bertambah bingung karena semua guru juga menjawab hal yang sama. Satu ditambah satu adalah tiga.

Menghindari spaning, dia menghadap Kepala Sekolah, berharap mendapat pencerahan. Dia ceritakan duduk permasalahannya. Dan dengan bijak Kepala Sekolah memberikan jawabannya. "Itu bana Pak Guru. Cie tambo cie itu tigo. Kalau duo indak ado untungnyo!" Gubrak....


Tabik
-haridewa-

ACCEPT & UTILIZE

Kemarin saya mengantar istri ke sebuah cabang pembantu bank swasta nasional di salah satu ruko Jalan Baru Bogor, untuk mengurus kartu ATM-nya yang tertelan mesin ATM sehari sebelumnya. Siang itu cuaca lumayan menyengat, sehingga begitu masuk pelataran parkir,  saya langsung mengarahkan mobil menuju sebuah tempat kosong yang agak teduh di depan sebuah pet shop, tepat di samping bank swasta tersebut. Tukang parkir yang melihat saya agak ragu, langsung memberikan tanda untuk meneruskan niat parkir saya.

Istri saya keluar duluan menuju bank tadi kemudian setelah mengunci pintu mobil, sayapun mengikuti langkah istri saya menuju bank tersebut. Baru saja melangkahkan kaki, saya dihadang oleh seorang pria berseragam pet shop yang meminta saya memindahkan mobil saya. Sambil terus ngeloyor menuju bank tadi, saya bilang bahwa saya cuma sebentar kok. Lagian tukang parkir tadi juga tidak melarang saya parkir di situ. Eh pria tadi mengejar saya masuk ke dalam bank sambil marah-marah memaksa saya memindahkan mobil saya. Karena merasa terganggu, saya minta tolong seorang security agar pria tadi tidak mengganggu saya. 

"Maaf Bapak ada perlu apa di kantor ini?", dengan ramah security tadi menanyakan keperluan saya.
"Saya mau mengurus kartu ATM yang tertelan Pak. Dan orang ini menghambat jalan saya", jawab saya sambil menunjuk pria yang marah marah tadi. Pria tadi masih sambil marah marah menyatakan kepada security bahwa dia keberatan kalau mobil saya parkir di depan tokonya, sementara urusan saya ke bank swasta tersebut.  

"Saya hanya sebentar, kok Pak Security paling juga 5 menit kelar"
"Oh kalau mengurus ATM bisa 10 - 15 menit Pak"
,  Security tadi menjawab, yang membuat pria tadi merasa mendapat angin, dan kembali memaksa saya untuk memindahkan mobil saya.
"Percaya saya Pak, saya cuma 5 menit di sini. Setelah itu saya segera pergi"
"Gak bisa Pak. Anda harus memindahkan mobil Anda sekarang juga!"
, pria tadi masih ngotot juga memaksa saya untuk memindahkan mobil saya. 

Wah ini orang kok makin lama makin arogan ya. Seolah dialah pemilik kawasan ruko tadi. Bukankah lahan parkir itu merupakan public area, yang boleh ditempati oleh pengunjung ruko tersebut. Apalagi di sana tidak ada tulisan 'reserved',  atau 'restricted area'.  Cara-cara pengusiran ini kok jadi mengingatkan saya pada kasus wartawati sebuah TV Swasta yang diusir dari kawasan reklamasi teluk Jakarta. Padahal semua orang juga tahu bahwa laut yang mereka lewati itu juga merupakan public area. Wah, peristiwa pengusiran wartawati itu tidak boleh terjadi di sini nih!

"Baik Bapak yang terhormat, apa alasan Anda memaksa saya memindahkan mobil saya?", saya yang awalnya malas berurusan dengan orang seperti ini kemudian membuka percakapan.
"Anda tidak boleh parkir di depan toko saya kalau Anda tidak ada keperluan di toko saya. Nanti kalau ada pelanggan saya bagaimana? Lagian masih banyak tempat parkir,  kok Anda parkir di depan toko saya?"
"Khan saya bilang saya cuma sebentar. Namun baiklah kalau Anda memang meminta saya memindahkan mobil saya, maka sekarang tolong tunjukkan dasar hukum yang membuat saya tidak boleh parkir di depan toko Anda"
"Eh, uh, ah. Ya gak ada. Pokoknya saya minta Anda pindahkan saja!"
"Maaf, saya tidak bersedia kalau begitu. Lagian kalau memang masih ada tempat parkir kosong, khan pelanggan Anda tetap akan bisa parkir to?"
"Eh, uh, ah"

Mendengar ada keributan kecil di kantor cabang itu, ibu Kepala Cabang meminta saya dan pria itu masuk ke ruangan beliau. Dan setelah mendengar penjelasan dari saya maupun pria tadi, ibu kepala cabang tadi mengambil kartu antrian dari tangan saya kemudian bergegas menuju konter nasabah. Pria tadi mengikuti keluar ruangan, mungkin merasa tidak nyaman berduaan dengan saya di ruangan eksklusif itu. Saya menunggu di ruangan yang nyaman itu sambil meneruskan menulis artikel 'Because Superman is Dead'

Dan tak lama kemudian ibu kepala cabang masuk ruangannya kembali sambil menyerahkan ATM istri saya. "Sudah beres Pak"
Dan semua itu selesai hanya dalam waktu 5 menit!  Wow! Saya takjub. Istri saya takjub. Security juga takjub. Kami meninggalkan pelataran parkir tadi dengan gembira. Pria itu salah tingkah.
***

Sorenya, sepulang menjemput anak-anak dari sekolah, saya ceritakan kejadian siang itu. Dan saya berpesan kepada anak-anak:

  1. Ketika ada pihak yang mau menindas kita, maka minta pihak itu menunjukkan dasar hukumnya. Jika mereka memiliki dasar hukum yang sah dan kuat, maka kalian mundur. Jika tidak, LAWAN! 
  2. Tetap tenang ketika menghadapi pihak arogan seperti itu, kemudian manfaatkan kata-kata dan keyakinan mereka justru untuk melemahkan mereka sendiri. ACCEPT AND UTILIZE!

Semoga manfaat.


Tabik
- haridewa -
Happiness Life Coach

My Disk is Full!

Saya mendapatkan artikel ini dari internet. Dan saya pikir akan sangat baik sekali jika Anda semua juga mendapatkannya.

Pernahkah Anda membaca satu artikel atau mendengar dari seseorang bahwa para lansia (di artikel tersebut disebut sebagai Senior Citizen) mengalami demensia, mudah lupa, pikun dan lain lain karena terjadinya penurunan fungsi otak?  Atau bahkan ada yang berpendapat itu semua terjadi karena organ para lansia mengalami penyusutan  volume, termasuk otak mereka.

Namun ternyata semua anggapan itu tidaklah benar adanya. Dr. Michael Ramscar, seorang pakar neuro-science dari Tübingen University di Germany menyatakan bahwa para lansia memerlukan waktu lebih untuk mengingat sesuatu dikarenakan memori otak mereka yang sudah penuh. Ibarat komputer yang overloaded, maka saat tunda (loading time) nya menjadi lebih panjang dibandingkan dengan komputer yang masih memiliki space cukup. 

Sehingga para scientist di universitas tersebut yakin bahwa proses melambatnya cara berpikir para lansia ini tidak sama dengan penurunan fungsi kognitif.
Dr. Ramscar mengatakan lagi bahwa berbeda dengan fisik yang akan melemah sejalan dengan bertambahnya usia,  secara mental seseorang tidak akan mengalami penurunan fungsi yang berarti diakibatkan oleh bertambahnya usia. Otak manusia bekerja lebih lambat di usia senja hanya karena mereka menyimpan terlalu banyak informasi. Otak para lansia ini tidak melemah, sebaliknya otak itu hanya kelebihan muatan.  Para lansia terkesan pelupa, justru karena mereka 'tahu terlalu banyak'

Mungkin Anda pernah melihat kakek atau nenek Anda berjalan keluar kamar menuju ke ruangan lain dan sesampai di sama mereka terlihat bingung karena tidak tahu apa yang akan mereka lakukan. Kemudian mereka kembali ke kamar lagi dan baru ingat apa tujuan mereka keluar kamar tadi dan mereka kembali ke ruangan lain tersebut.   Ketahuilah bahwa itu ternyata bukan MASALAH PIKIRAN, ternyata itu adalah cara alam agar para lansia ini melakukan lebih banyak pergerakan tubuh.

Jadi mulai sekarang ketika tiba-tiba Anda melupakan satu kata atau satu nama, jangan pernah mengatakan,  "Aduh ternyata aku sudah semakin tua",  namun katakanlah,  "(My Disk is Full!) Memoriku sudah penuh, sudah saatnya menata ulang memori ini"

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menata ulang memori ini?  Memori apa yang masih perlu disimpan dan memori apa yang seharusnya dibuang?
Secara prinsip semua memori adalah netral, kitalah yang kemudian memberi makna apakah sebuah memori menjadi memori indah atau sebaliknya. Memori-memori indah perlu dipertahankan karena mampu membantu kita memicu keluarnya hormon kebahagiaan seperti endorfin dan serotonin.

Kalau begitu, artinya memori yang perlu dibuang adalah memori yang pernah kita maknai sebagai memori jelek. Kita merasa depresi, stress atau tertekan seringkali diakibatkan oleh perasaan dendam dan kebencian kepada orang lain. Oleh karena itu salah satu bentuk terapi yang dikembangkan di dunia psikologi adalah terapi memaafkan (Forgivenes Therapy).

Secara teoritis, memaafkan orang lain tentu sangat baik, bahkan disarankan oleh semua agama, namun dalam prakteknya tidaklah mudah untuk melakukannya. Maka untuk memudahkan proses ini perlu adanya edukasi mengenai teknik yang powerful ini sbb:
  1. Memaafkan bukan berarti melupakan 
  2. Memaafkan tidak harus memberitahukan 
  3. Memaafkan adalah melepaskan, bukan memberi
  4. Memaafkan adalah untuk kenyamanan diri sendiri
  5. Memaafkan bukan berarti menyukai pihak yang telah menyakiti

Dan secara lengkap proses Forgiveness therapy adalah:
  • Meminta maaf kepada orang lain
  • Memberi maaf kepada orang lain
  • Meminta maaf dan memberi maaf kepada diri sendiri.

Dalam hipnoterapi, terdapat berbagai macam variasi teknik ini mulai dari sekedar meminta maaf dan memberi maaf secara searah sampai dengan simulasi konsep Gestalt, sehingga akan terjadi proses yang ekstrim (misal pertengkaran hebat), sebelum diakhiri dengan proses pemaafan.

Anda bisa menghubungi Hari Dewanto di nomor 08179039372 jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Forgivenes Therapy dan atau teknik hipnoterapi lainnya yang akan memberdayakan kehidupan Anda.

Atau Anda bisa juga mendaftarkan diri Anda pada Workshop Find The Hypnotist in YOU! yang rutin kami selenggarakan setiap bulan bertempat di  Cafe Therapy, Jl Johar Raya No 27 Taman Cimanggu Bogor

Terimakasih


Tabik
- haridewa -

Rejeki Tak Pernah Tertukar

"Mas Hari bisakah memeriahkan reuni kami tanggal 16 Desember ini dengan sesi hypno motivation?", demikian suara seorang kawan dari seberang telepon. Setelah cek jadwal saya terpaksa memberitahukan bahwa di tanggal tersebut saya sudah punya agenda training. Namun saya berjanji akan mencarikan trainer lain sebagai gantinya. 

Singkat cerita, melalui beberapa grup Whatsapp akhirnya saya mendapatkan beberapa kandidat trainer yang bersedia memeriahkan acara reuni kawan saya tadi. Gayung bersambut, kawan saya happy, trainer yang menggantikan saya juga happy.

Kenapa saya melakukan hal ini? Apa untungnya buat saya merekomendasikan orang lain? Bukankah bisa jadi orang yang saya rekomendasikan akan mengambil slot saya untuk acara selanjutnya?

Ah, saya kok percaya bahwa rejeki kita sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Dan saya juga sangat yakin bahwa rejeki milik saya tidak akan tertukar dengan orang lain. Allah memberi kita rejeki bukan berdasarkan pekerjaaan kita tapi berdasarkan kepantasan kita untuk menerimanya. Apa yang saya lakukan adalah sebagian usaha saya dalam rangka memantaskan diri,  dengan  memperbanyak berbuat kebaikan dan menjadi berguna bagi sesama dalam ridho-Nya

Hanya berselang hitungan menit dari terjadinya transaksi mutualisme tadi, layar whatsapp saya berkedip.
"Assalamualaikum pak Hari Dewanto Perkenalkan saya Ira,  saya mendapatkan no bapak dari Bp Jen Zainal Asyikin Hans, apakah hari Jumat bsk tgl 15 Des 2017,  ba'dha Isya Bapak berkenan mengisi acara camp character di SMPI Al Azhar?  Kebetulan bapak Jen utk waktu tsb tdk bisa,  dan beliau merekomendasikan Bapak"

Tetiba saja seolah terngiang di gendang telingaku sebuah ayat yang sering aku baca, menusuk nusuk
Kepalaku tertunduk dalam-dalam, memaknainya dengan khusyuk
Fa-biayyi alaa’i rabbi kuma tukadzdzi ban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Alhamdulillah,
Terimakasih Allah
Terimakasih Ustadz Jen Zainal Asyikin Hans
Terimakasih Mba Ira

Tabik
- haridewa -

Tuesday, December 19, 2017

Mabuk atau Khusyuk

Melalui pengamatan yang mendalam kepada terapis kelas dunia seperti Firtz Perls, Virginia Satir, dan Milton Erickson, dua genius ini berhasil menciptakan sebuah teknik pemberdayaan diri yang sangat luar biasa, yaitu Neuro Linguistic Programming  (NLP).  

Mereka adalah Richard Bandler, seorang mahasiswa matematika dan John Grinder, seorang professor Linguistic. NLP terdiri dari tiga kata yang tidak biasa disandingkan, sbb:

Neuro sederhananya adalah cara berpikir. Cara mengambil informasi dari dunia luar, cara memfilternya, cara memproses informasi, cara memproduksi tindakan, dan lain-lain. Dalam ‘neuro’ terdapat berbagai hal yang menjadi referensi kita berpikir dan bertindak, yang disebut 'Peta Realita' dan 'Model Dunia'. 
Keduanya berdasarkan apa yang pernah kita pelajari dan ketahui sepanjang hidup, karena itu bersifat subyektif.  Dengan merubah cara berpikir atau cara kita memproses informasi, memperluas peta realita, memperkaya model dunia, kita pun merubah perilaku dan merubah hasil kita.

Linguistic adalah bahasa.  Cara memproses bahasa yang kita inderakan, dan bahasa yang kita pakai baik secara internal (inner talk) atau eksternal (berbicara).  Bahasa memengaruhi pikiran, dan bahasa dipengaruhi cara berpikir.  Mengubah cara kita memproses bahasa dan berbahasa, kita pun mengubah tindakan kita, dan mengubah pula hasil kita.

Programming adalah berbagai program atau strategi kita dalam berpikir dan berperilaku.  Ini adalah tahapan-tahapan kita dalam berpikir dan bertindak.  Ada strategi yang efektif ada yang tidak. Perubahan hasil sangat tergantung dari program atau strategi kita. Ubah strategi, ubah hasil.

NLP singkatnya adalah teknologi berpikir, berbahasa, berstrategi, bertindak, untuk mencapai hasil yang kita inginkan.  Dalam NLP terdapat berbagai konsep, teknik, dan tools untuk itu. Salah satu tools yang powerful untuk melakukan proses belief changing adalah Anchor.

ANCHOR
Perilaku manusia mengikui pola stimulus-respon, dimana perilaku manusia dipicu oleh stimulan tertentu. Di NLP ini dipelajari melalui struktur internal, yakni apa yang mengawali sebuah perilaku, misalnya apa yang dilihat, didengar, dialami, dll.
Pemicu yang telah terbentuk untuk sebuah perilaku secara berulang atau yang menjadi habit (entah dianggap baik atau buruk - dalam bahasa NLP: bermanfaat atau tidak), disebut sebagai Anchor. Misalnya secara habit, dengan melihat sesuatu seseorang menjadi takut. Atau dengan mendengar sesuatu, seseorang menjadi percaya diri.

Anchor tercipta bisa secara tidak disadari, bisa juga dikreasikan secara sengaja. Anchor dikenali, dievaluasi, diruntuhkan, atau diciptakan, menggunakan kelima indera, sebagai komponen internal strukturnya.

Dengan memanfaatkan teknik anchoring, maka kita bisa memanggil ulang sebuah state (kondisi pikiran) yang pernah dialami di masa lalu dengan instant guna keperluan tertentu.
Misal kita membutuhkan state PD ketika ingin melakukan presentasi, maka setelah menciptakan sebuah anchor PD (dengan urutan cara tertentu), kapanpun kita memicu anchor PD ini, dengan instant kita bisa langsung merasa Percaya Diri, dan mampu melakukan presentasi dengan baik.

Dalam pelatihan NLP Basic beberapa waktu yang lalu saya mendemonstrasikan pembuatan serta pemicuan teknik ini. Agar hasilnya kelihatan nyata maka saya membuat contoh yang agak ekstrim. Saya membuat anchor mabuk untuk salah satu peserta.
Saya tanya dulu apakah peserta ini pernah memiliki pengalaman mabuk (minum minuman keras), dan menurut pengakuannya dia sudah lima tahun ini tidak mengkonsumsi alkohol lagi. Artinya dia pernah mabuk, hehehe. Kemudian saya tanya lagi apakah dia masih ingat pengalaman terakhirnya minum alkohol.

"Masih ingat", demikian pengakuannya.

Nah, saya kemudian meminta dia bercerita mengenai pengalaman terakhirnya tersebut. Sambil dia bercerita saya membuat tiga titik anchor pada siku bagian dalam lengan kirinya.  Masing-masing titik berjarah satu jari dengan titik awal pada sambungan lengan atas dan lengan bawah tersebut. Saja beri nama saja titik bawah, tengah, atas.

Saya mulai menciptakan titik bawah terlebih dahulu. Caranya adalah dengan meminta dia menceritakan pengalaman ketika hanya mabuk ringan. Sambil saya amati raut wajahnya ketika dia bercerita, sampai ketika tanda-tanda trance sudah muncul maka saya tekan titik bawah tadi. Satu anchor tercipta. Kemudian saya minta dia untuk menceritakan pengalaman mabuk yang lebih parah dari sebelumnya. Ketika dia sudah mulai tertawa sambil bercerita, saya tekan titik tengah. Begitu juga dengan penciptaan titik atas. Saya ulangi bebarapa kali proses penciptaan anchor  ini sampai yakin bahwa semua titik sudah menyimpan sensasi mabuk yang pernah dialami oleh kawan tadi. Kemudian saya lakukan break state dengan menanyakan makanan favoritnya.

"Saya paling suka makan rawon, pedas pedas Pak. Apalagi kalau hari sedang hujan",  jawab kawan tadi. Begitu dia selesai bercerita, tanpa dia sadari saya menekan titik rendah sejenak, kemudian menggeser tekanan tadi ke arah titik tengah dan atas. Kawan tadi terkesiap, menarik nafas, dan tiba-tiba saja wajahnya memerah. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seolah melawan sensasi yang sedang dialaminya. Kemudia dia tertawa.
"Kenapa Mas?", tanya saya
"Hehehe, gak ppa ppa kok. Ssaya ijin ke ttoilet dulu ya Pak", jawab kawan saya tadi dengan nada seperti sedang mabuk. Dan semua peserta lain menyaksikan dia sempoyongan ketika beranjak menuju kamar kecil.

Wow, kawan kita ini rupanya mengalami sensasi mabuk parah, setelah anchor mabuk tadi saya picu.
Beberapa waktu berlalu, dan tiba-tiba terdengar gedoran dari toilet. Waduh, mabuk benar kawan ini, pikir saya. "Kenapa Mas?", saya susul dia ke kamar kecil. "Annu Pak. Kok pintunya gak bisa dibuka. Saya dorong-dorong kok gak bisa?", jawabnya dari dalam toilet masih dengan nada fly. "Lha jelas gak bisa kalau didorong Mas. Kalau masuknya didorong, ya keluarnya ditarik dong", jawab saya. 

Hehehe, maafkan kawan saya tadi ya, namanya juga lagi tinggi.
Kembali ke kelas, segera saya menetralisir sensasi mabuk tadi.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, teknik tadi merupakan salah satu varian dari Anchoring yang dikenal sebagai Sliding Anchor.

Namun apakah sliding anchor hanya bisa digunakan untuk mendapatkan sensasi mabok? Tentu saja tidak. Selama kita memiliki memori atas sebuah state, maka kita bisa juga menciptakan anchor memanggil memori tersebut. Misal, Anda ingin bisa khusyuk dengan instant setiap kali melakukan ritual ibadah. Bisa shalat, dzikir, membaca Al Quran atau yang lainnya. Bagaimana cara melakukannya? Sama persis dengan  proses penciptaan anchor mabuk di atas. 

Dan karena hidup ini adalah sebuah pilihan, maka pilihan Andalah untuk mabuk, atau Khusyuk.

Tabik
- haridewa -

Saturday, December 09, 2017

HTS

Kawan, apa yang terbersit di pikiran Anda begitu membaca judul di atas?  Kalau Anda mengira saya akan membahas mengenai Hubungan Tanpa Status maka Anda akan kecele. Meskipun topik yang akan saya bicarakan kali ini secara status memang agak jarang dihubung-hubungkan.

HTS yang akan saya kupas adalah Hipnosis, Tuma'ninah dan Shalat.

Apa, hipnosis disandingkan dengan tuma'ninah dan shalat? Ga salah nih Bro? Bukankah hipnosis itu menggunakan kekuatan setan ya? Orang lain bisa diperintah sesuka hati demi kepentingan tukang hipnosisnya. Mana mungkin ibadah kok dicampurkan dengan kekuatan setan?

Hipnosis
Nah,  itu dia yang salah kaprah Kawan. Hipnosis itu bukanlah penggunaan kekuatan setan. Hipnosis adalah sebuah teknik komunikasi yang sangat persuasif yang mampu membawa klien menuju kondisi relaksasi tubuh serta pikiran dalam waktu singkat.  Kondisi relaksasi ini dicapai ketika gelombang pikiran kita berada pada frekwensi alfa dan theta.

Secara garis besar, frekuensi gelombang otak yang terukur bisa dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:
  • Beta (14-30 Hz), 
  • Alpha (sekitar 7-13 Hz), 
  • Theta (sekitar 4-7 Hz), dan 
  • Delta (sekitar 0,1-4 Hz).

Ketika pikiran kita berada pada gelombang beta  maka kondisi pikiran sadar kita menjadi aktif dan banyak menganalisis, sementara gelombang delta dominan pada kondisi tidur tanpa mimpi

Dari pengalaman saya melakukan praktek hipnosis ternyata ada satu cara singkat untuk membawa kita memasuki kondisi alfa, yaitu dengan cara menarik nafas dalam.

Salah satu teknik pernafasan yang sering saya praktekkan adalah metode 7:3:7, artinya saya akan menarik pelahan dari hidung pelahan dengan hitungan 7 (detik), menahan dengan hitungan 3 (detik),  kemudian mengeluarkan melalui mulut pelahan dengan hitungan 7 (detik) juga.
***

Tuma'ninah
Pengertian Tuma'ninah adalah
"Diam/tenang sesudah bergerak, sekiranya seluruh anggota badan menetap (diam tidak bergerak) pada tempatnya dengan seukuran lamanya membaca Subhanallah".

Adapun Rukun-rukun sholat yang wajib melakukan tuma'ninah ada 4:
  1. Ruku'
  2. I'tidal (berdiri tegak setelah ruku')
  3. Sujud
  4. Duduk di antara dua sujud

Jika salah satu dari yang empat di atas tidak dilakukan dengan tuma'ninah, maka shalatnya tidak sah karena tuma'ninah merupakan salah satu rukun shalat yang wajib dipenuhi.
Wah, berarti tuma'ninah ini penting dong?
***

Shalat
Shalat secara bahasa berarti berdo’a, mengagungkan. Sedangkan pengertian shalat menurut syara’ adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu, yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Ucapan di sini adalah bacaan-bacaan Al-Qur’an, takbir, tasbih, dan do’a. 

Sedangkan yang dimaksud dengan perbuatan adalah gerakan-gerakan dalam shalat misalnya berdiri, ruku’, sujud, duduk, dan gerakan-gerakan lain yang dilakukan dalam shalat.

Yang dimaksudkan shalat dalam hal ini adalah tidak hanya sekedar shalat tanpa adanya penghayatan atau berdampak sama sekali dalam kehidupannya, akan tetapi yang dimaksud adalah shalat yang didirikan dengan khusyu’ yakni shalat yang nantinya akan berimplikasi positif terhadap orang yang melaksanakannya.
***

HTS
Jadi dimana hubungan hipnosis, tuma'ninah dan shalat Bro?
Mari kita hubungkan saja dengan sederhana Kawan. Shalat adalah jalan kita bersyukur kepada Allah sehingga diharapkan pelakunya mendapatkan perilaku positif setelah rutin melakukannya. Shalat tidak akan sah tanpa disertai tuma'ninah. Tuma'ninah akan membawa pelaku shalat dalam kondisi khusyuk (gelombang alfa)

Dan ternyata salah satu cara memasuki gelombang alfa adalah pola nafas 7:3:7.
Maka tidak ada salahnya kalau kita mulai mencoba praktek melakukan tuma'ninah dalam sholat kita. 

Dan sekarang Anda sudah memiliki satu pilihan melakukan tuma'ninah tersebut dengan praktis.
Satu lagi pattern hipnosis yang mampu 'mengunci' state kita ke dalam kondisi yang kita inginkan adalah 'the more-the more pattern'.  Kombinasi kalimat menggunakan semakin-semakin ini sudah banyak digunakan dalam praktek komunikasi sehari-hari meski tanpa kita sadari dan berhasil mempertahankan sebuah state, meski kadang state tersebut tidak kita inginkan.
Agar kita berhasil mempertahankan state 'khusyuk' kita ketika shalat, maka cobalah pattern ini sesaat sebelum Anda melakukan tahbiratul ihram.

"Ya Allah, dalam shalat nanti berikanlah hamba situasi khusyuk, dalam kondisi sekitar yang ramai sekalipun. Bahkan 'semakin' ramai situasinya, buatlah hamba 'semakin' khusyuk saja adanya"

Sila tebar jika manfaat

Jika Anda ingin memahami lagi pola-pola dan teknik lain mengenai hipnosis yang akan memberdayakan kehidupan Anda, segeralah mendaftarkan diri Anda dalam:
Workshop Find The Hypnotist in YOU!
Di Cafe Therapy
Jl Johar Raya No 27 Taman Cimanggu Bogor

Tabik
- haridewa -

Sunday, November 19, 2017

HYPNO SEX

(Bacaan Pria Dewasa)

Sudah lama saya ingin menulis topik ini, namun kadang terkendala oleh sisi etika. Namun karena permintaan beberapa kawan maka akhirnya saya coba untuk menuliskan topik ini dengan bahasa se-elegan mungkin.

Seperti kita ketahui bersama bahwa dari jaman dahulu yang namanya sex selalu menjadi bahan perbincangan hangat, baik oleh para pria dengan terang terangan atau oleh para wanita dengan malu-malu. Bahkan setiap ramuan atau obat yang mampu meningkatkan 'durasi' kejantanan para pria selalu menjadi trending topic dimanapun berada.

Padahal kalau mau disadari yang dibutuhkan oleh pasutri bukanlah durasi, melainkan kualitas  hubungan itu sendiri. Kenapa para pria seolah mengejar  credit title  'tahan lama'?  Semua itu tak lepas dari tuntutan pasangannya yang perlu waktu lama agar bisa mencapai puncak asmaranya. Nyatanya dengan melakukan satu dan dua pengkondisian sebenarnya durasi yang dituntut para istri itu bisa dipersingkat. Bahkan hebatnya pendeknya durasi justru berbanding terbalik dengan kualitas hubungan. Artinya meski hanya melakukan quick sex namun kualitasnya bisa mendapatkan yang  world class . Keren apa keren?

Pertanyaan selanjutnya adalah pengkondisian seperti apa yang mampu menciptakan situasi hebat itu? 

Sebagai praktisi hipnosis dan hipnoterapi yang sudah puluhan tahun belajar dan menangani klien, maka sudah banyak kasus pasutri yang saya tangani. Saya akan menguraikannya satu persatu.
Tahukah Anda bahwa pikiran manusia memiliki kekuatan maha dahsyat dalam kehidupan ini?  Saking hebatnya pikiran kita maka segala sesuatu yang berhasil diyakini oleh pikiran akan direspon secara nyata oleh tubuh kita. Dengan kata lain pikiran kita tidak pernah membedakan mana imajinasi mana realita. Semua direspon secara positif dan progresif. Mau bukti?

Bagi Anda kaum pria dewasa tentu pernah mengalami fenomena penanda kedewasaan Anda, yaitu  wet dream
Apa yang terjadi saat itu? 
Apakah Anda mengalami reaksi tubuh aneh seperti orang yang melakukan ML? 
Apakah Anda juga mendapatkan sensasi puncak asmaranya? 
Padahal saat itu bagian genital Anda berada aman di tempatnya tanpa mendapatkan rangsangan sedikitpun. Hanya pikiran Andalah yang berkuasa saat itu.  See

Pertanyaan selanjutnya muncul. Apakah wet dream hanya dominasi kaum adam saja? Tentu tidak!  Secara anatomi memang terdapat perbedaan mendasar antara pria dan wanita, namun untuk urusan surga dunia ini keduanya memiliki persamaan. Hanya saja untuk para wanita diperlukan tambahan perlakuan khusus agar mereka mampu mencapai puncak asmara dengan waktu relatif singkat.

Dalam hipnosis dan NLP dikenal sebuah teknik  anchoring  yaitu menciptakan sebuah  program artifisial untuk mencapai sebuah  state of mind  (kondisi pikiran tertentu).  State of mind  itu bisa berupa senang, Percaya Diri, antusias, dan bahkan kondisi pikiran yang mampu mencapai puncak asmara tadi.

Ada 2 syarat utama agar program anchor dapat diciptakan:

1. Memori kondisi pikiran yang diperlukan sudah ada (experience). Artinya klien sudah pernah mengalami perasaan tersebut. Kalau dalam komputer maka file atau programnya sudah tersimpan
2. Menentukan ritual tertentu sebagai tombol ajaib pemicunya. Dalam komputer ritual ini dikenal sebagai short-cut.


Contoh dalam aplikasi komputer adalah kita bisa menekan kombinasi  ctrl+C  sebagai tombol ajaib (shortcut) pemrograman Copy,  ctrl+V  untuk Paste dsb. Tentunya untuk bisa mengaktifkan  ctrl+C  maka pemrograman Copy sudah harus tersedia di dalam laptop Anda. Maka ketika Anda ingin membuat anchor PD misalnya, maka syarat pertamanya adalah   Anda sudah harus pernah mengalami perasaan Percaya Diri tersebut. Demikian juga dengan puncak asmara.

Tombol ajaib dalam tubuh kita bisa berupa sentuhan, perkataan, wewangian atau kombinasi dari unsur itu.Dan begitu sebuah anchor (tombol ajaib) tercipta maka kapanpun Anda memicunya maka Anda akan mendapatkan hasil yang sama dan sempurna. Ibarat shortcut  ctrl+C  tadi, pernahkah Anda gagal mencopy sebuah file dengan shortcut ini? Tidak pernah bukan?

Saya tahu pikiran Anda sudah membayangkan aplikasi anchor ini dalam kehidupan harian Anda khan? 

Jadi aplikasi ini akan memiliki dua fungsi untuk kebahagiaan Anda:
1. Anchor untuk membuat Anda selalu merasa fit dan PD ketika berhubungan dengan istri. Efeknya adalah Anda mampu menjadi jantan meski tanpa obat perkasa. Anchor ini bisa Anda ciptakan secara sengaja
2. Anchor untuk membuat istri Anda menjadi lebih sensitif dan nyaman sehingga akan mempersingkat durasi. Anchor ini tidak bisa diciptakan dengan sengaja. Anda harus menciptakannya secara subtle (tak kentara). Bila anchor ini sudah tercipta maka ibarat ctrl+C tadi maka kapanpun Anda memicunya maka pasangan Anda akan mendapatkan puncak asmara tadi. Berapa kali? Ratusaaaan!

(Di luar negeri hal seperti ini jamak dimainkan di panggung hiburan dalam acara hypno stage. Anda bisa search di youtube dengan keyword: hypno sex)

Menarik bukan? 
Mau tahu cara menciptakan tombol ajaib ini?
Silakan hubungi Hari Dewanto di nomor 08179039372.
Selamat penasaran!  

Tabik
-haridewa-


Thursday, November 16, 2017

REVOLUSI PIKIRAN

Dalam teori perubahan peradaban manusia kita mengenal istilah evolusi dan revolusi. Evolusi merupakan perubahan sosial budaya secara lambat dan berubah secara perlahan-lahan. Biasanya, hal-hal yang berubah secara perlahan seperti ini terjadi tanpa disadari dan direncanakan dengan detail, atau bahkan tanpa ada perencanaan sekali pun.

Revolusi adalah perubahan sosial budaya secara cepat dengan perubahan yang begitu menonjol. Biasanya, revolusi terjadi karena sudah direncanakan dengan baik dan matang, sehingga dalam melaksanakan perubahannya tidak membutuhkan waktu lama. Orang-orang ini biasanya adalah orang-orang yang sudah siap menerima perubahan.
Proses evolusi dengan ritmenya yang pelahan biasanya nyaris tidak menimbulkan korban baik lingkungan maupun manusia. Sementara revolusi pada umumnya akan memunculkan korban,  sekecil apapun itu.

Kalau Pak Jokowi punya slogan revolusi mental, maka sebagai terapis slogan yang saya pegang adalah Revolusi Pikiran (State of Mind)

Dan berdasarkan premis di atas maka ketika kita ingin melakukan sebuah perubahan perilaku dengan cepat yang artinya kita melakukan revolusi maka mesti ada yang dikorbankan. Pengorbanan di sini janganlah diartikan harfiah dengan hilangnya nyawa seseorang, namun bisa jadi cukup dengan diganggunya kedirian (ego state) atau sebagian dari kenikmatan fisiknya.

Contoh nyata adalah seorang perokok berat bisa saja langsung berhenti total ketika dia divonis terkena serangan jantung. Apalagi dokter mengatakan bahwa penyebab serangan jantungnya adalah kebiasaannya merokok. Ketika kesehatannya sudah menjadi korban maka dia akan melakukan revolusi.

Atau seorang karyawan yang selalu datang telat bisa langsung berubah drastis menjadi rajin ketika dia mendapatkan SP 3 dari HRD. Ketika harga diri dan pekerjaannya terancam maka dia juga melakukan sebuah revolusi.
***

Proses terapi menggunakan aplikasi hipnosis telah diakui selama berabad-abad sebagai terapi pikiran yang revolusioner. Mengapa demikian? Karena memang pada kenyataannya proses menyelesaikan sebuah gangguan pikiran hanya memakan waktu dalam hitungan menit atau jam. Tentu saja sesuai dengan berat atau ringannya gangguan psikis tadi.
Dan tentunya kita tidak mungkin menunggu munculnya korban, baru melakukan tindakan terapi. Karena kalau itu yang terjadi bisa jadi waktu yang dibutuhkan akan panjang. Artinya proses perubahannya kembali menjadi evolusi, bukan revolusi. Justru kalau kita ingin menjadi terapis handal, dibutuhkan sebuah kreativitas untuk memunculkan 'gangguan' yang berujung pada sebuah pengorbanan tadi.

Dalam NLP dikenal presuposisi  (asumsi dasar) 'memiliki pilihan akan lebih baik daripada tidak memiliki pilihan sama sekali', maka dalam sebuah proses terapi kita perlu 'memunculkan' pilihan-pilihan tindakan sebagai alternatif pengganti perilaku lama yang akan di-'korban'-kan.

Beberapa waktu yang lalu dalam sebuah training leadership, ada salah satu peserta yang minta diterapi quit smoking. Setelah melakukan basa basi singkat, akhirnya saya ketahui bahwa kebiasaan merokoknya ini semakin sulit dihentikan sejak kematian putri pertamanya karena infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).  Dia sadar bahwa kebiasaan merokoknya memiliki andil besar pada penyakit anaknya tersebut. Justru karena merasa sangat bersalah, dia malah melarikan diri dengan semakin banyak merokok. Kontradiktif bukan?

Setelah saya gali lagi ternyata kawan ini masih memiliki seorang putri lagi yang masih balita. Maka ketika dia sudah saya bawa ke dalam kondisi hipnosa, saya bawa dia ke dalam kondisi dilematik yang dulu tidak pernah disadarinya, yaitu putri keduanya inipun saya gambarkan terkena ISPA dan kemudian meninggal pula. Dalam trance-nya dia menangis sejadi-jadinya. Berteriak histeris, memanggil nama kedua anaknya. Menyumpahi dirinya sendiri.

Namun kondisi masih sangat terkendali, kemudian saya berikan dia pilihan:

1. Berhenti merokok (mengorbankan kenikmatan semu) atau
2. Mengulangi kepedihan yang sama yaitu kehilangan putrinya (mengorbankan kehidupan keluarganya).

Sontak dia memilih yang pertama. Berhenti merokok.

Setelah itu saya bantu dia menguatkan komitmennya dengan Forgivenes Therapy, agar rasa bersalahnya sirna, sehingga tidak ada alasan lagi baginya untuk kembali menghisap rokok. Begitu saya bangunkan dia, dan saya minta dia mengeluarkan rokok dari sakunya, maka langsung dibuangnya jauh-jauh rokok tersebut.

Dari pengalaman terapi di atas, jelaslah sudah bahwa dengan memberi klien pilihan tindakan, maka dia akan memilih tindakan dengan risiko terkecil (meski itu berarti harus mengorbankan sebuah kenikmatan yang sudah menjadi kebiasaan).
***

Namun jangan sampai kita salah dalam memberikan pilihan seperti contoh di bawah ini. Ceritanya si Fulan yang seorang perokok berat sedang kambuh bengeknya. Diapun mendatangi dokter langganannya. Berikut dialog antara Fulan (F) dan Dokter (D):
D: "Kenapa lagi kau Fulan,  bengek lagi kau?"
F: "Iya Dok. Sesek nih dada awak"
D: "Cem mana kau ini. Awak bilang juga setop itu rokok. Kau bandel sih"
F: "Habis nikmat sih Dok"
D: "Itu khan kenikmatan semu Fulan. Sekarang gini aja. Awak dah bosan ngobatin kau. Kau mau pilih SEHAT atau TETAP MEROKOK?"

Coba tebak kira-kira Fulan bakal menjawab apa Kawan?

Kalau Anda pikir dia bakal menjawab tetap merokok maka Anda salah! Lho kok?

Mari cekidot kelanjutan dialog mereka.










F: "Ya tentu saya pilih SEHAT dong Dokter!"
D: "Nah bagus itu. Itu jawaban yang awak tunggu. Coba jelaskan alasannya?"
F: "Ya kalau SEHAT khan merokoknya jadi NIKMAT Dokter!"
D: "@$#@&;@#$#"

Hehehe sila tebar jika manfaat.


NB:
Jika Anda juga memilih tetap sehat, maka salah satu cara ampuh adalah dengan mendaftar di Workshop Find The Hypnotist in YOU! yang akan diadakan pada tgl 25-26 November 2017 di Cafe Therapy Bogor.

Tabik

-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Thursday, October 19, 2017

Bapak Nggak Hebat

Tadi pagi sekitar jam 3 ada telepon tak dikenal masuk. Biasanya orang menelepon di waktu yang tak umum seperti ini karena ada sesuatu yang genting dan penting. Berikut dialog saya (S) dengan penelepon misterius (PM)

S: "Assalamualaikum"
PM: "Wa alaikum salam. Apa benar ini Pak Hari yang hipnoterapis?"
S: "In syaa Allah betul. Ini dengan siapa ya?"
PM: "Dengan hamba Allah. Apa Bapak bisa melakukan terapi dari jarak jauh?"
S: "In syaa Allah bisa, tergantung kasusnya. Kalau boleh tahu posisi Anda dimana?"
PM: "Untuk apa nanya lokasi saya Pak? Posisi saya di bumi Allah. Jadi bener ya Pak, Bapak bisa bantu saya?"
S: "Maaf,  saya gak bisa." 

PM: "Ah ternyata reputasi Bapak tidak sehebat yang saya dengar."
S: "Saya mau nanya, bisa gak Anda mengirim surat tanpa tahu nama penerima dan alamat penerima? Kalau itu ukuran hebat menurut Anda,  maka saya akui bahwa Anda adalah orang hebat"
PM: tuuuut (telepon ditutup)
***

Ya beginilah salah satu konsekuensi memilih jalan hidup sebagai seorang terapis. Tengah malam ditelepon untuk suatu hal yang kurang jelas.

Salah saya apa coba? 
Kalau Anda jadi saya kira-kira apa yang akan Anda lakukan Kawan? 

Tabik
- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
WA: 08179039372

Mengeluh = Kufur

Dapat insight bagus dari pengajian pagi ini, ternyata  mengeluh itu salah satu tanda kekufuran. Kata dasarnya adalah kufur, yang artinya tertutup (bahasa Inggrisnya Covered), pelakunya lama-lama akan disebut kafir. Naudzubillah tsumma naudzubillah...

Apanya yang tertutup? Jelas hatinya yang tertutup sehingga tak mampu menyadari semua nikmat yang telah terlimpah kepadanya.
Maka agar kita tidak terjebak dalam kekufuran kita perlu mengurangi sikap mengeluh ini dan menggantinya dengan rasa bersyukur. 

Dan ternyata bersyukurpun ada tingkatannya:
  1. Hati bersyukur namun tindakannya mengeluh
  2. Tindakan bersyukur  namun hatinya mengeluh 
  3. Hati dan tindakan bersyukur.


Ternyata tingkatan 1 & 2 masih digolongkan pada kekufuran. 

Kita sudah dianggap sebagai insan penuh syukur ketika hati, lisan dan perbuatan kita sudah kongruen menunjukkan rasa kebersyukuran kita. 

Seperti janji Allah dalam surat Ibrahim ayat 7:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

maka agar Allah menambah nikmat kita, marilah kita kurangi kebiasaan mengeluh yang masih sering kita lakukan 

Wallahualam bissawab

Tabik 

- haridewa -

Friday, October 13, 2017

ISTIGHFAR CANTIK

Pagi ini, sekilas saya menyimak tayangan Islam Itu Indah di sebuah stasiun TV swasta. Saat itu yang sedang kebagian jatah ceramah adalah dr. Aisyah Dahlan, seorang pakar neuro science yang sangat kompeten di bidangnya.

Saya lumayan menyukai paparan dari dokter yang selalu mengenakan baju muslimah secara kaffah ini,  dengan gamis serta jilbab panjang menjuntai menutupi seluruh bagian tubuhnya. Bahasanya lugas, kalimatnya bernas dan gayanya anggun, dilengkapi dengan pemahaman mengenai ilmu syaraf yang juga mumpuni, membuat tausiahnya enak untuk diikuti.

Pagi tadi dr. Aisyah membahas tentang 'anger management' atau penatalaksanaan amarah.
Dalam salah satu hadits,  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang keutamaan orang yang dapat menahan amarahnya, :

"Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai"

Dan dari lini kelimuan neuro science modern, dr. Aisyah memaparkan 3 kriteria penatalaksanaan amarah ini:

1. Supressing 
Atau menahan semua emosi negatif yang muncul. Apapun kondisi dan situasi yang dihadapinya maka para supressor ini akan menyimpannya sendiri. Tipe ini sangat baik untuk lingkungannya namun akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Dalam pendekatan pikiran bawah sadar (PBS) yang saya geluti selama ini, ketika ada emosi negatif yang bercokol di dalam diri kita maka akan direspon oleh PBS dalam 3 tahapan:

  • Menjadikan diri galau. Bingung tak berkesudahan dan jadi moody. 
  • Muncul dalam bentuk mimpi buruk
  • Bermetastase menjadi penyakit fisik seperti maag, migrain dll. Biasanya hal ini dikenal dengan nama psikosomatis.

2. Expressing
Atau mengekspresikan semua emosi negatif yang sedang dialaminya dengan spontan dan kontan. Tipe ini ibarat makhluk yang tidak boleh terinjak bahkan bayangan tubuhnya. Pokoknya senggol dikit saja bacok! Tipe ekspressor ini sangat tidak baik untuk lingkungannya dan terkesan baik untuk dirinya. Tunggu dulu, kenapa kok hanya terkesan? Ya, karena ternyata 'melampiaskan' (baca: mengekspresikan) emosi negatif dengan spontan dan kontan tersebut mengandung bahaya terselubung juga untuk diri mereka. Amarah tegangan tinggi seperti ini akan memicu hormon stress  (adrenalin) yang bisa memacu detak jantung sehingga berbahaya untuk kesehatan juga.

Dan sesuai dengan hukum kekekalan energi mbah Einstein yang menyatakan energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, maka bagi lingkungannya tipe ekspressor ini sangatlah membahayakan karena energi (baca: emosi) negatifnya akan diteruskan pada orang di sekitarnya (apalagi jika orang di sekitarnya juga bertipe ekspressor).

3. Releasing
Atau melepaskan semua emosi negatif tadi ke alam semesta. Lalu apa beda mengekspresikan dengan melepaskan? Tentu beda, mengekspresikan itu spontan dan kontan, sementara melepaskan itu membutuhkan jeda (pause) sejenak. Bahkan maestro sekaliber Stephen Covey saja terinspirasi oleh fenomena jeda ini ketika menuliskan buku legendaris Seven Habits Highly Effective People. Jeda ini yang membedakan antara orang reaktif dan orang proaktif. Orang reaktif akan senantiasa bereaksi atas sebuah aksi yang dialaminya. Sementara orang proaktif akan mengambil jeda sejenak.

Kembali pada tipe releaser ini, fungsi jeda sejenak tadi ternyata untuk mengadu kepada Sang Pencipta Hidup mengenai situasi yang sedang kita alami. Ini penting agar emosi negatif tadi tidak 'ngendon' di dalam diri kita. "Ya Allah, saya kesel banget sama si Fulan itu. Setiap kali berjanji kok selalu mengingkari"
Setelah selesai proses mengadu tadi, kita perlu melengkapi proses releasing tadi dengan mengucap istighfar.

Sebentar Kawan, ada satu tahapan penting yang terlewat. Agar istighfar kita menjadi cantik maka sempatkanlah untuk menarik nafas dulu barang sejenak sampai dada Anda merasa lega. Baru ucapkanlah "Astaghfirullahal adziim"

Terbukti banyak dari kita yang mulutnya rajin berucap istighfar, tahmid, tahlil dsb namun dengan masih membawa emosi negatif. Sehingga ucapan mulia tadi justru terdengar sangar dan menggelegar. 
Cara-cara seperti ini justru menjadikan sebagian pihak alergi bahkan trauma dengan ucapan-ucapan mulia tadi.

Dalam ilmu hipnosis, cara termudah mengakses Pikiran Bawah Sadar adalah dengan menarik nafas dalam seperti ini. Dan survey membuktikan bahwa God Spot ternyata berada di gelombang bawah sadar. Maka ketika kita mengakses PBS kemudian berucap istighfar, maka kalimat mulia itu langsung akan menuju haribaan Illahi.
Mari kita latih teknik releasing ini bersama-sama. Tariik nafaaas panjang. Dan ucapkanlah "Astaghfirullahal adziim"

Syaantiiik! 

Sila tebar bila manfaat

Tabik
-haridewa-

Sunday, October 08, 2017

Murah apa murah?


Saya membuat artikel ini dengan mengutip  tulisan kawan hipnoterapis saya. Tentunya saya tambahkan beberapa hal guna untuk menguatkan pesan yang sudah ada.
***

Ketika ada yang nanya ke saya, 
"Mas, belajar hipnotis mahal ya? Gak bisa lebih murah lagi gitu?"

Maka saya  hanya tertawa, lalu menjawab, "Menurut Anda mobil Ferrari mahal apa murah Bro?"
"Mahal lah..! Tapi apa hubungannya hipnotis dengan Ferrari?"
"Menurut Anda, kalau Ferrari lewat di jalan raya bakal jadi pusat perhatian gak? "
"Ya iyalah...!"
"Nah, itulah hubungan Ferrari sama hipnosis. Sama sama bakal menarik perhatian orang banyak. Keren apa keren?"
"Iya, keren sih..!"
 ***

"Nah, pingin gak bisa menguasai hipnosis?"
"Iya sih Mas, saya pengen bisa hypno. Tapi apa gak bisa kurang harganya?"
Tertawa saya makin keras, "Bro, Anda kuliah kan? Berapa biaya yang Anda keluarkan dari daftar sampai wisuda? Ada 25 juta?"
"Lebih Mas, belum uang pangkal, uang gedung, uang ujian, praktek dan lain-lain. Ya kalau dihitung-hitung sih habis 30 jutaan lah"
"Nah, itu murah apa mahal?"
"Mahal lah Mas!"
"Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan study Anda tadi?"
"Mmm sekitar lima tahun"
"Bisakah keahlian yang Anda peroleh di bangku kuliah tadi untuk langsung mendapatkan uang?"
"Nggg secara langsung sih nggak.. "
***

"Nah, belajar hipnosis hanya hitungan jam. Anda sudah langsung bisa praktek!"
"Memangnya saya bakal langsung bisa menghipnotis orang lain setelah pelatihan selama beberapa jam tadi Mas?"
"Lha jelas iya lah, masak lha iya dong?
Sudah gitu investasinya murah lagi, cuma Rp 3 juta. Bandingkan dengan 30 juta. Jauh kan?"
"Ngg iya juga Mas"
"Belum lagi, kita kuliah ambil disiplin ilmu A, namun seringnya  kerja di ranah keahlian B.  Suka gak nyambung. Bener toh?"
"Hehehe iya Mas"
"Kita kuliah dengan biaya 30 juta, sudah balik modal belum? Berapa lama kira-kira bakal baliknya?"
"Ngg, yah lumayan lama Mas. UMR saja cuma 3 jutaan"
"Nah tu tau!  Sementara dengan menguasai hypno, sebagai pemula Anda manggung saja, banyak pihak yang rela mengeluarkan budget 300-500 ribu untuk durasi 1-2 jam. Dengan 10 kali manggung saja, sudah balik modal. Bener nggak? Itu namanya investasi Mas."

"Masuk akal Mas... "
"Makanya Bro, nggak usah banyak nawar kalau mau belajar hypno. Hypnosis itu banyak manfaatnya, oke? Dan juga ilmiah, bisa dijelaskan dengan logika"
"Oke Mas, saya mengerti. Jadi, kita mulai belajarnya  kapan Mas?"
"Mantab...! "


Tabik
-haridewa-

Thursday, September 14, 2017

HYPNOPOMPIC

"Pah, kok Ara makan sayur?",  tanya Syifa, anak sulung saya ketika menyadari adiknya yang selama ini menolak makan sayur, sedang asyik menikmati lumpia basah. Lumpia basah adalah makanan kekinian yang berasal dari Bandung, yang biasanya dijual bersama dengan jenis urban food lainnya yaitu Seblak. Komposisi lumbas terdiri dari bengkoang, tauge, telur dll. Jangankan makan tauge, biasanya kalau makan martabak saja Ara akan memisahkan daun bawang dari telur dan daging pengisi martabak tadi. Bisa dibayangkan ribetnya khan?

Akhir-akhir ini saya memang menyaksikan kalau Ara mulai makan wortel di dalam sayur sop, caisim di dalam bakso atau mie ayam. Dan dia juga mulai menikmati martabak seutuhnya. Padahal sebelumnya, dia sangat menolak semua jenis sayur tersebut.

"Sst, jangan dikomentari Teh, nanti dia 'alergi' sayur lagi loh", kata saya menimpali pertanyaan anak sulung saya tadi. Ajaibnya Ara malah menoleh sambil berkata,  "Emang kenapa kalau Ara makan sayur. Sayur itu baik untuk kesehatan tahu. Kata temen Ara kalau cewek gak suka makan sayur nanti anaknya bisa cacat"
***

Wow, ternyata sudah terjadi belief changing dalam pikiran anak tengah saya itu. Apa pasal? Saya yakin Anda semua juga penasaran khan? Mau tahu rahasianya? Mau tahu aja apa mau tahu banget?
Baiklah, saya akan ceritakan apa yang terjadi pada Ara, yang selama 16 tahun tidak suka makan sayur, dan sekarang tetiba saja dia bisa menikmatinya. Pasti Anda menduga bahwa saya menghipnosis Ara! 

Dan dugaan Anda tadi tidak salah. Dengan satu dan dua teknik dalam keilmuan hipnosis, kita mampu mengubah sebuah behavior seseorang. Anak saya yang dulu menolak makan sayur, sekarang dengan sendirinya dia akan menikmati sayur mayur itu.  Sederhana bukan?

"Sederhana dari Hongkong? Anda khan memang praktisi hipnosis? Lha kami orang awam ini, apa juga bisa melakukannya?", pasti itu tanya yang berkutat di pikiran Anda semua yang membaca tulisan ini. "Belajar hipnosis itu sulit!", mungkin itu juga keyakinan sebagian besar dari Anda.
Hehehe sabar atuh. Jangan jadi pentol korek gitu. Mudah banget tersulut, kayak si anu saja.....
***

Sidang Pembaca yang budiman, sebenarnya proses hipnosis merupakan sebuah fenomena alamiah yang terjadi pada diri kita setiap hari. Kondisi seseorang ketika memasuki alam hipnosa biasa disebut dengan trans (trance). Dan seseorang disebut trans ketika gelombang pikiran saat itu berada di frekuensi alfa atau teta. Dalam kondisi ini sugesti yang sesuai dengan keyakinan seseorang akan dengan mudah ditanamkan, sehingga menjadi sebuah kebiasaan baru ketika mereka 'terbangun'.

Terdapat 4 kelompok besar gelombang pikiran  manusia:
• Beta (14 – 24 CPS) 
Aktivitas otak normal. Dalam keadaan ini manusia dapat berpikir secara multitasking (5 sd 9 hal sekaligus).  Tidak sugestif
• Alfa (7 – 14 CPS) 
Saat pikiran mulai memasuki keheningan. Dalam keadaan ini fokus pikiran mulai sedikit. Sugestif
• Teta (3.5 – 7 CPS) 
Saat pikiran memasuki kondisi yang sangat hening, atau kondisi bermimpi. Dalam keadaan ini fokus biasanya tunggal. Sangat sugestif
• Delta (0.5 – 3.5 CPS) 
Saat kondisi tidur lelap, tanpa mimpi. Tidak sugestif.
***

Dari pemaparan gelombang pikiran di atas, kita bisa melihat bahwa hanya dua gelombang yang sugestif, yaitu alfa dan teta tadi. Diperlukan keahlian khusus untuk menurunkan gelombang dari Beta menuju Alfa/Teta. Dalam ilmu hipnosis tekniknya disebut dengan induksi (induction).  Teknik ini yang dirasa sebagai sebuah teknik yang sulit untuk dikuasai. Namun coba perhatikan susunan gelombang pikiran di atas. Kalau ada sebuah teknik untuk menurunkan gelombang pikiran dari Beta menuju Alfa, tentunya ada juga teknik untuk menaikkannya dari Delta (tidur nyenyak) menuju Teta? Bukankah setiap hari semua orang pasti tertidur? Berarti secara alamiah setiap hari kita berada di gelombang Teta? Tepat sekali Kawan!

Itulah yang saya maksud bahwa proses hipnosis merupakan sebuah fenomena alamiah yang terjadi pada diri kita setiap hari. Sesuai dengan jumlah putaran per detiknya,  gelombang pikiran itu bekerja dengan urutan.
Artinya untuk menuju ke Teta, kita mesti melalui Alfa. Demikian juga sebaliknya, dalam kondisi Delta (tidur) untuk menuju Beta (bangun), kita juga perlu melalui Teta dan Alfa. Artinya setiap hari kita selalu pernah berada dalam kondisi trans (yang sugestif), yaitu menjelang tidur dan menjelang bangun tidur. See? 
***

Dalam disiplin ilmu hipnosis, kondisi menjelang tidur dikenal sebagai hypnogogic, sedangkan kondisi menjelang bangun tidur disebut hypnopompic. Dalam kedua kondisi tersebut seseorang memiliki tingkat sugestivitas lumayan tinggi, sehingga bisa dimanfaatkan guna mengubah belief mereka.

Nah, meski saya seorang praktisi hipnosis, namun justru teknik yang saya gunakan adalah hypnopompic. Setiap bangun pagi, saya berbagi tugas dengan istri saya. Dia ke dapur untuk menyiapkan bekal anak-anak untuk sekolah, sementara saya akan membangunkan tiga anak kami. Maka saat we time itu saya jadikan momen yang bagus untuk 'menasehati' ketiga anak saya tadi.

Berikut tekniknya:
1. Tepuk dengan halus pipi anak kita, atau kalau dia sedang tidur miring, gerakkan kepalanya sehingga menghadap atas. Tunggu reaksinya seperti sedang menggeliat. Biasanya sambil mengeluarkan suara, 'aaaarghh'.
2. Panggil nama kesayangannya, dan katakan keberadaan Anda saat itu. "Ara cantik, ini Papa. Kalau bisa dengar suara Papa coba anggukkan kepalamu Cantik" Sambil menunggu responnya, coba perhatikan bola matanya akan bergerak-gerak di balik kelopak matanya, seolah dia mau membuka mata. (Dalam hipnosis, fenomena ini disebut REM atau Rapid Eye Movement)
3. Ketika anak Anda sudah memberikan respon dengan anggukan (bisa juga minta dia menggerakkan telunjuk tangannya), atau gerakkan di telunjuk tangan, apalagi dilengkapi dengan REM, itu tanda dia sedang berada di gelombang Teta atau Alfa. Minta dia untuk tetap berada dalam kondisi tersebut dengan mengatakan, "Bagus, anak Papa cantik. Untuk sementara tetaplah berada pada kondisi ini ya Cantik" Sesekali sambil elus lembut kepalanya.
4. Inilah saat yang tepat untuk memberikan sebuah sugesti. Syarat sugesti yang powerful:
- Kalimat positif (tidak ada kata jangan atau tidak)
- Personal
- Mengandung gaya bahasa metafora
- Pola waktu sekarang atau progresif
- Diulang beberapa kali

Contoh:
'Mulai sekarang dan seterusnya Ara Cantik menyukai makan sayur mayur. Kalau Ara setuju coba ngangguk. Wortel, tauge, sawi, caisim dan sebagainya itu rasanya enak. Enak seenak ayam goreng kesukaan Ara. Kalau Ara setuju coba ngangguk,  dst" Boleh ditambahkan sebuah alasan kenapa dia perlu melakukan hal yang kita sugestikan. "Ara tahu khan bahayanya cewek yang tidak suka sayur? Nanti kalau punya anak maka anaknya bisa cacat. Maka mulai sekarang Ara menyukai sayur mayur. Kalau Ara setuju coba ngangguk cantik..."
5. Ketika sudah mengulangi beberapa kali kalimat sugesti ini dan anak kita juga sudah memberikan respon berupa anggukan kepala atau gerakkan telunjuk, maka kita bisa membangun anak kita. Dalam hipnosis proses ini disebut terminasi atau emerging. Termimasi mesti dilakukan secara bertahap, progresif sambil diberikan lagi pesan pemberdayaan diri. "Dalam hitungan ketiga nanti, Ara akan membuka mata. Bangun dengan membawa perasaan segar bugar, penuh percaya diri dan entah kenapa langsung ingin seger menunaikan ibadah shalat subuh. Satu....  dua... dan tiga. Bangun yuk anak Papa cantik"
***

Bagaimana Kawan, gampang apa gampang? 
Asyik apa asyik? 
Ya semudah itulah ternyata membuat seseorang trans untuk kemudian mengubah beliefnya.

Namun jangan Anda percaya tulisan saya ini sebelum mencobanya.
Belum puas? Masih ingin tahu teknik lain seperti induksi tadi?

Gampang, daftar saja di Workshop 'Find The Hypnotist in YOU!' yang akan diselenggarakan secara rutin setiap bulannya di Cafe Therapy Bogor

Tabik

- haridewa -
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto

Wednesday, September 13, 2017

INDIGO

"Anda indigo ya?"

Ucapan ini tetiba meluncur dari klien yang baru tiba di Cafe Therapy.

"Ah tidak kok Mas. Saya memang belajar banyak teknik untuk melakukan terapi. Namun semuanya ilmiah kok",  jawab saya sambil menyilakan klien tadi masuk

"Tapi saya merasakan energi yang luar biasa besar memancar dari tubuh dan ruangan Anda",  sergah klien tadi masih mencoba mengorek keterangan dari saya. "Sekali lagi saya jelaskan bahwa saya seorang Professional Hypnotherapist tanpa embel-embel lain Mas", saya masih mencoba menyangkal pikiran klien tadi.

"Ah, saya tak mungkin salah Pak. Belum pernah saya merasakan sensasi energi seperti ini. Saya sudah mencari pertolongan kemana-mana. Pernah ke psikiater dan psikolog namun hasilnya nihil. Saya juga pernah dirukyah, namun saya malah merasa geli dengan tindakan orang itu. Saya mendapatkan informasi  bahwa ada orang dengan bakat khusus seperti ini yang  mampu memancarkan energi se-khas ini. Tak pelak lagi, Anda pasti seorang indigo",  klien tadi masih berkutat pada premis awalnya. "Dan saya yakin hanya seorang indigo yang mampu membantu masalah saya", ujarnya lagi penuh harap.

"Ya, saya indigo", akhirnya saya menyerah pada premisnya, "Apa yang bisa saya bantu?"
***
Klien tadi menceritakan bahwa di dalam tubuhnya ada makhluk lain yang sering mangganggunya, terlebih ketika dia mau melakukan sebuah kebaikan, semisal shalat atau bahkan menyelesaikan skripsinya. Gangguan itu bisa berupa halusinasi rerupa yang mengerikan atau sensasi mual bahkan nyeri di sekujur tubuhnya.

Klien saya ini adalah seorang pria muda berusia 23 tahun yang sedang menyusun skripsinya. Sudah hampir 2 tahun dia menyusun skripsi, namun usahanya tak kunjung usai karena -menurutnya- dia selalu diganggu oleh makhluk tadi. Bahkan di sela-sela kami bercakap, tetiba dia seolah merasa kesakitan, mau muntah dan kemudian mengatakan kalau makhluk itu mau berkomunikasi dengan saya.

Sejenak kemudian mata klien tadi memutih dan kemudian dia berbicara dengan gaya biacara orang tua, "Nak, tolong bantu anak muda ini. Hanya kamu yang bisa membantunya. Kasihan dia ini merasa kesepian. Kalau kamu tidak mau membantunya, biarkan aku hancurkan dirinya"

Wow, ini gejala yang sangat menarik. Salah satu part (bagian) tubuh pikirnya bisa muncul tanpa saya minta. Bahkan tanpa melalui urutan formal hypnosis. Tugas saya menjadi ringan, karena saya langsung bisa melakukan Part Therapy, dengan satu dan dua modifikasi sesuai dengan kondisi klien tadi. Anehnya klien tadi bisa keluar masuk subsconscious-nya dengan sesuka hatinya, tanpa perlu saya arahkan. Kadang hanya dengan kibasan tangan saja, dia bisa trance, dan sesaat kemudian merasa mual dan lari ke toilet. 

Saya amati saja polanya untuk kemudian saya manfaatkan semua gejalanya tadi demi mendamaikan part-part yang ada dalam pikirnya.

Alhamdulillah, tiga bulan yang lalu saya mendapat kabar bahwa klien tadi sudah diwisuda. Artinya dia sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialaminya sehingga outcome yang waktu itu saya minta dia buat berhasil dicapainya.
***

Saya baru tahu alasan betapa mudahnya klien tadi menjalani proses terapinya ketika membaca lagi salah satu teknik Erickson yang sangat mashur, yakni accept-utilize. Ternyata ketika saya mengiyakan keyakinannya bahwa saya indigo, secara tak langsung saya sudah mem-pacing dia. Sehingga semua perkataan saya selanjutnya sudah langsung me-lead dirinya menuju outcome yang diharapkannya.

Justru yang menjadi pertanyaan saya sekarang adalah: "Apa benar saya ini seorang indigo?"

Tabik

-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto

Tuesday, September 12, 2017

Hore, Dapat Undian!

"Selamat malam Pak Hari Dewanto, saya Akbar dari Telkomsel ingin memberitakan kabar gembira untuk Anda. Setelah melalui proses pengundian dari 10 ribu nomor maka kartu halo Anda terpilih menjadi 3 besar pemenang. Selamat ya Pak. Sebantar lagi Anda akan menerima sms dari My Telkomsel berisi kode verifikasi kemenangan Anda. Adapun hadiah yang berhak Anda dapatkan adalah uang tunai sebesar Rp 10 juta. Apakah smsnya sudah masuk?",  penelepon asing dengan nope +6285245462111 yang mengaku bernama Akbar itu berbicara dengan cepat, memberikan informasi bertubi-tubi seolah tidak memberikan nalar saya untuk berproses.

Sambil masih mendengarkan Akbar berbicara panjang lebar, saya intip layar smartphone saya, dan ternyata memang ada sms dari My Telkomsel
"Baik Bang Akbar, berikut nomor verifikasi saya: 4464" (pada layar sms saya tertulis:

Your verification code is: 4464. Kode ini utk login ke aplikasi MyTelkomsel. Jgn berikan kode RAHASIA ini kpd siapapun.Telkomsel tdk pernah meminta kode dr Anda)

Luar biasa,  sindikat penipu ini berhasil mengirimkan sms dari gateway My Telkomsel dan mengirimkan draft nyaris sama dengan pesan singkat dari My Telkomsel yang biasa saya terima. Saya bilang nyaris karena si penipu ini tidak berani menyantumkan CS:188 pada akhir smsnya, seperti pada sms aseli. Mungkin ini antisipasi mereka agar korban tidak bisa menghubungi CS.

"Bagus Pak Hari, Anda sudah melakukan langkah tepat. Sebentar lagi akan masuk sms dari UANGKU, apakah ada?",  Akbar masih nyerocos saja sambil menanyakan sms susulan.
"Belum ada tuh?", jawab saya dengan nada kebingungan setengah gembira.
"Nah ada nih, kode verifikasi uangku adalah: 438585" (di layar sms saya tertulis: Kode verifikasi Uangku anda adalah 438585 (no ref: 1806581)
Dan luar biasanya lagi sendernya juga gateway atas nama UANGKU.

"Bagus Pak Hari. Selamat,  uang 10 juta sebentar lagi menjadi milik Anda. Tanpa pajak, tanpa potongan apapun", Akbar memberikan selamat dengan nada meyakinkan.
"Baik Bang Akbar, terima kasih. Apa yang harus saya lakukan untuk mengambil uang itu?", tanya saya pura-pura bodoh
"Ooh itu sangat gampang Pak Hari, Anda tentu punya rekening bank Mand*** khan? Karena kami akan mentransfer melalui bank tersebut. Boleh sebutkan nomor rekeningnya.  Ada ATMnya khan?", tanya Akbar
"Ada. Boleh saja. Namun sebelumnya bolehkah saya bertanya, kenapa harus ada ATMnya? Bukankah untuk mentransfer hadiah hak saya itu, pihak Telkomsel cukup mencatat norek saya?", saya coba mengetes apa jawaban mereka
"Memang betul kami cuma memerlukan norek Anda, namun karena ini jam kerja bank tsb sudah tutup maka untuk memastikan dana kami tertransfer dengan baik, Anda perlu mengecek melalui ATM atau M-banking", jawab Akbar taktis. (Masuk akal! )

"Baik Bang Akbar, satu lagi pertanyaan. Darimana Anda mendapatkan nama saya?"
"Ya dari sistem Pak. Khan sudah saya sebutkan bahwa Pak Hari Dewanto terpilih menjadi salah satu pemenang undian malam ini"
, Akbar masih mencoba meyakinkan saya
"Betul Bang Akbar, Anda sudah berkali-kali mengatakan hal tersebut. Maksud saya, coba sebutkan nomor saya ini dan nama yang terdaftar di sistem Anda"
"Tunggu sebentar Pak Hari. Berikut nomornya +620811948****, terdaftar atas nama Hari Dewanto"

"Terimakasih Bang Akbar. Kalau boleh saya kasih saran, lain kali kalau mau menipu orang berbekallah data yang lebih akurat. Saya kasih tahu ya, nomor saya ini terdaftar bukan atas nama saya...! Bertobatlah Bang Akbar!"
"Tuuuuut,"
telepon ditutup.
***

Sahabatku, beberapa waktu yang lalu beredar broadcast message berjudul social engineering yang berisi tentang perilaku segelintir orang yang mencoba merekayasa niat baik orang lain demi kepentingan mereka. Hal yang baru saja saya alami merupakan salah satu teknik social engineering yang dikombinasikan dengan rekayasa teknologi (pembajakan gateway provider telepon).

Teknik Akbar yang berbicara cepat dan memberikan informasi bertubi itu dalam hipnosis dikenal sebagai overloaded information yang berfungsi untuk me-nonaktifkan critical area kita agar selanjutnya kita menuruti perintah mereka.
Dua atau tiga kali sms bersusulan dari yang ]terkirim dari gateway berbeda  (bukan nomor telepon tak dikenal) menambah kekuatan sindikat tersebut untuk meyakinkan korban.

Sayang malam ini mereka memilih calon korban yang salah. 

Dari awal telepon itu masuk saya sudah tahu bahwa ini adalah penipuan. Apa pasal?
1. Kalau memang mereka penelepon aseli dari Telkomsel, pasti mereka menggunakan fix number, bukan nope yang tidak akan bisa dilacak.
2. Kalau aseli, pasti mereka akan menelepon pada jam kerja, dan tentunya sudah ada surat terdahulu
3. Pada sms My Telkomsel sudah ada warning untuk tidak memberikan kode verifikasi, jadi tidak mungkin pihak Telkomsel menyalahi warning itu sendiri
4. Kalau aseli, mereka pasti tahu nama yang terdaftar pada nope yang saya gunakan ini.

Sidang Pembaca yang budiman, agar terhindar dari penipuan (manipulasi pikiran bawah sadar) seperti ini, pikiran kita perlu selalu berada di gelombang beta. Karena di gelombang ini ada amygdala (critical area) yang selalu memproses dan memfilter setiap informasi yang masuk. Jangan biarkan amygdala dinonaktifkan orang lain dengan cara-cara di atas

Maka pesan orang tua jawa jaman dahulu menjadi relevan yaitu:
1. Ojo gumunan (jangan terlalu mudah takjub pd sesuatu)
2. Ojo kagetan (jangan mudah dikagetkan)
3. Ojo dumeh (jangan suka merendahkan orang, krn kita jadi kurang waspada)
4. Ojo rumongso iso, tapi isoo rumongso (jangan selalu merasa bisa, tapi belajarlah untuk bisa merasa

Silakan tebar jika manfaat


Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Bahasa (tidak) Resik

Sore ini, bakda ashar, ketika sedang asyik menyiapkan materi in house training untuk sebuah BUMN berbasis energy yang bertajuk NLP FOR HR MAXIMUM IMPACT, layar web whatsapp saya menunjukkan notifikasi pesan dari istri saya.

'Mas nomornya hrs dibeli lg. RP 250 RB MAS. Enak e piye mas?'
  
Hari ini memang istri saya berencana untuk mengaktifkan lagi nomor selulernya yang sudah 4 tahun non aktif karena ada sebuah kepentingan yang mendesak. Membaca pesan tadi, kontan saya menelpon istri saya dan memintanya untuk  menanyakan apakah itu merupakan peraturan baru, karena dulu untuk mengaktifkan sebuah nomor yang sudah mati hanya dikenakan biaya Rp 5.000,-. Kalau memang itu sebuah peraturan baru, adakah bukti SOP (Standard Operating Procedure)-nya? 

Wajar dong sebagai konsumen kami menanyakan hal seperti ini. Dan setelah mengajukan pertanyaan tersebut, jawaban dari CSO nya adalah:

“Tentu ada SOP tersebut. Hanya saja kami tidak diperbolehkan menunjukkannya kepada pihak luar”

What? Kita diminta membayar sejumlah uang tertentu, dan tidak diberitahu dasar hukum penarikan uang tersebut? Kalau begitu ini namanya PUNGLI dong?   Maka saya minta istri saya menyerahkan teleponnya kepada CSO tersebut.

“Mbak, saya suami dari ibu yang sedang berada di depan Mbak. Kalau boleh tahu apakah betul sekarang untuk mengaktifkan sebuah nomor dikenakan charge sebesar Rp 250.000? Setahu saya dulu Cuma Rp 5.000 lho Mbak?”
“Betul Pak. Peraturan ini sudah lama berlaku. Apalagi nomor Ibu sudah non aktif selama 4 tahun”
“Baik kalau begitu Mbak. Adakah cara lain agar kami bisa mengaktifkan nomor itu lagi?”
“Ada Pak, dengan menjadikannya pasca bayar”
“Oo jadi kalau dibuat pasca bayar, kami bisa mendapatkan nomor itu lagi ya Mbak?”
“Betul Pak. Sistemnya akan langsung berubah menjadi kuota internet dengan nilai Rp 200.000. Bapak bisa menggunakan credit card atau deposit di muka sebesar Rp 200.000”     
“Lho  katanya pasca bayar, kok pakai deposit di muka? Itu sama saja pra bayar dong?”    
“Ini hanya untuk menghindarkan pelanggan yang nakal kok Pak”
“Jadi Anda menganggap bahwa kami termasuk pelanggan yang nakal tadi?”
“Eh, uh, ya tidak begitu maksud kami Pak. Kami hanya menjalankan SOP kok Pak”
“Baik Mbak. Saya paham, Mbak hanya menjalankan SOP. Kalau begitu bolehkah SOP tadi ditunjukkan kepada istri saya, atau kirimkam email ke saya?”
“Emm, maaf Pak, seperti yang sudah saya sampaikan ke Ibu tadi, bahwa SOP ini tidak diperkenankan untuk ditunjukkan kepada orang luar. Hanya untuk pedoman kami”
“Begini saja deh Mbak, bagi kami ini bukan masalah uangnya. Kalau seumpama Anda diminta membayar sesuatu, namun tanpa ada dasar hukumnya, apakah Anda akan melakukan hal tersebut?
“Engg, ya nggak maulah Pak”
“Nah, kalau begitu, tolong berikan kami alasan tersebut, Tunjukkan peraturan baru tersebut”
“Saya akan usahakan  mencari artikel tersebut Pak, tapi mungkin akan memakan waktu”
“Tidak mengapa Mbak. Kami punya waktu itu”

Menurut istri saya, sang CSO tadi terlihat kesal dan kemudian menuju ke dalam, mungkin untuk berkoordinasi dengan timnya.
***

Tiba-tiba istri saya mengirimkan caption screen chat internal dari laptop CSO tadi yang rupanya  lupa dibalik arah, setelah menjelaskan beberapa peraturan baru berkenaan dengan pengaktifan sebuah nomor lama (yang di dalamnya tidak menyebutkan angka sedikitpun), yang berisi makian serta sumpah serapah yang sangat tidak pantas dituliskan oleh seorang CSO. Intinya dia curhat kepada kawannya melalui chat internal tadi yang intinya memaki istri saya.

Sebagai suami, tentu saja saya tidak bisa diam menyadari ada pihak  yang mengumpat istri saya. Saya langsung menelepon istri saya lagi, berpesan agar dia menahan diri, dan minta disambungkan dengan penyelia kantor cabang tersebut.

“Halo selamat sore, apa benar saya bicara dengan penyelia kantor ini”
“Benar Pak, apa yang bisa saya bantu?”
“Begini Pak, tentu Bapak sudah menerima laporan dari anak buah Bapak mengenai kepentingan istri saya datang ke cabang Bapak?”
“Betul Pak, saya sudah mendapatkan masukan dari tim saya. Dan perlu saya tegaskan lagi bahwa memang itulah yang terjadi saat ini Pak.”
“Baik Pak Penyelia, saya bisa paham kok kondisinya. Namun bolehkah saya bertanya kepada Bapak, kalau seandainya Bapak yang berada di posisi kami, apakah Bapak akan melakukan hal yang sama?”
“Maksud Bapak?”
“Seandainya Anda diminta membayar sesuatu namun tanpa ada penjelasan dan bukti peraturannya, apakah Anda akan membayar?”
“Ya, seperti yang sudah dijelaskan oleh tim saya tadi Pak, bahwa…”
“Anda belum menjawab pertanyaan saya Pak Penyelia. Apakah Anda mau membayar?”
“Emmm tentu tidak Pak”
“Apakah wajar seorang konsumen menanyakan SOP yang berkenaan dengan sebuah tindakan yang mesti mereka lakukan?”
“Ya memang kadang hal seperti ini terjadi, namun…”
“Wajar atau tidak Pak Penyelia?”
“Iya, wajar Pak. Namun ini sudah menjadi SOP kami…”

“Baik Pak, kita lupakan sejenak SOP tadi. Seandainya Bapak mendengar bahwa ada yang memaki istri Bapak dengan kata yang kasar, apakah Bapak akan marah?”
“Maksudnya apa ini Pak? Bukankah kita sedang membahas SOP…?”
“Anda belum menjawab pertanyaan saya Pak Penyelia!”
“Ya, pasti saya kesal pak”
“Kesal atau marah? Coba bayangkan hal ini terjadi pada istri Anda”
“Mmm marah Pak”
“Bagus, kalau begitu adakah SOP yang membenarkan CSO melakukan hidden chat dan memaki konsumennya?”
“Maksud Bapak?”
“Silakan Anda tanya CSO Anda?”
“Iya Pak, atas nama CSO saya dan secara pribadi, saya mohon maaf. Saya sudah menegur keras tim saya tadi”
“Kalau Anda menjadi saya, apakah Anda akan menerima begitu saja permintaan maaf seperti ini?”
“Maksud Bapak?”
“Anda tahu khan tujuan kedatangan istri saya ke kantor Anda?”
“Tahu Pak, untuk mengaktifkan nomor lamanya”
“Nah, terus…?”

“Baik Pak, beri waktu saya 10 menit untuk berkoordinasi dengan atasan saya”

Sayapun kembali larut dengan keyboard laptop guna finishing materi workshop akhir bulan ini. Entah sudah sepuluh menit atau belum, istri saya mengabarkan via web whatsapp.

‘Alhamdullillah Mas. Nomornya sudah aktif lagi. Gratis!

***
Sidang Pembaca yang budiman, mungkin Anda juga pernah mengalami situasi seperti di fragmen atas. Berhadapan dengan sebuah institusi besar yang kadang arogan serta menganggap semua yang berada di luar mereka hanyalah ilalang belaka. Tak jarang kita mesti melakukan sebuah tindakan tak masuk akal (termasuk membayar sejumlah uang dengan sia-sia), namun kita tak mampu mengelaknya. Alih-alih mendapatkan hal yang kita butuhkan, justru emosi kita bisa terkuras habis. Masih untung bukan kesadaran kita yang habis.

Sebagai pembelajar NLP (Neuro Linguistic Programming), yang berbekal bejibun presuposisi (asumsi), maka saya memilih untuk membingkai ulang semua  kejadian pada fragmen di atas. Itulah sebab, saya minta istri saya untuk menahan diri, dan saya yang berkomunikasi. Karena pada dasarnya apapun yang sedang kita hadapi itu tidak memiliki makna apapun, sampai kita memberinya makna atau framing. Framing merupakan salah satu teknik ampuh dalam NLP, selain untuk menjalin koneksi (building rapport), juga untuk mengarahkan pola pikir orang lain, sehingga pada akhirnya sesuai dengan pola pikir kita.

Ada beberapa varian teknik ini, yaitu:

Agreement Frame : pernyataan kesepakatan 
Outcome Frame : berorientasi pada outcome (tujuan).
Contrast Frame : Frame yang disampaikan kepada lawan bicara dengan memberikan sebuah polaritas secara kontras.
As-if Frame : Frame yang ditujukan kepada lawan bicara dengan menggunakan sebuah pengandaian.
Ecology Frame : pertimbangan faktor lain (diri sendiri/lingkungan).
Evidence Frame : mengacu pada fakta riil.
Backtrack Frame : Frame yang digunakan untuk memberikan suatu batasan pada sebuah konteks pembicaraan serta bersifat penegasan.

Pola yang banyak saya gunakan pada kasus di atas adalah Agreement Frame (AF) dan  As If Frame (AIF), serta sedikit saya kombinasikan dengan teknik Clean Language (Bahasa Resik).

Menyebut istilah Clean Language, maka rasa takzim perlu dialamatkan kepada seorang unik bernama David Grove dari New Zealand. Dialah pencetus dari apa yang sekarang dikenal sebagai Clean Language. Dimulai saat ia bekerja dengan pasien trauma di tahun 1980-an ia melihat bahwa secara alamiah Klien lebih suka menceritakan pengalamannya secara metaforik dibandingkan daripada menjelaskan peristiwa traumatic itu sendiri.

Jadi, ia bereksperimen dengan mendorong mereka untuk menggambarkan metafora secara lebih rinci. Hasil yang didapatkannya cukup mengejutkan, yakni seringkali trauma itu malah menghilang dengan sendirinya.

Pada bagian akhir pembicaraan saya dengan Pak Penyelia tadi, saya tidak mengarahkan sedikitpun apa yang saya minta, dan akhirnya dia bisa memahami kebutuhan istri saya.

Warbyazzahh, memang benar kata guru saya bahwa NLP itu MUDAH dan MEMUDAHKAN hidup kita.

Jadi, kapan Anda akan memutuskan untuk mendaftarkan diri Anda pada Workshop Neo NLP Practitioner, yang akan diselenggarakan secara rutin  di Café Therapy Bogor

Sila tebar jika manfaat.

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...