POSTINGAN POPULER

Friday, December 02, 2016

Maaf Mengganggu

‘Mohon maaf mengganggu
Salam Joint, Sobat Fulan (nama sdh saya ganti) adalah salah satu kandidat AB 1 Kota Yogyakarta, beliau berasal dr Yogyakarta dst dst dst.....’

Saya membaca pesan tersebut dalam salah satu grup whats app yang saya
ikuti. Spontan saya langsung menghubungi pengirim melalui jalur
pribadi.

Saya perkenalkan diri saya, dan menyarankan kalau kali lain menghindarkan penggunaan kata maaf mengganggu dan mengganti dengan
kata lain seperti mohon perhatian atau minta waktunya sejenak.

Saya jelaskan alasannya, yaitu pada dasarnya tidak ada seorangpun di dunia
ini yang suka diganggu (meskipun sudah minta maaf hehehe) .

Benar saja, tak lama kemudian di grup WA tersebut langsung heboh
dengan tanggapan negatif atas pesan yang dimulai dengan maaf mengganggu tadi.

Ah, tanpa saya jelaskan Anda semua pasti sudah tahu, bahwa manusia itu pada dasarnya suka memuji diri sendiri dan mengkritisi orang lain. Itu normal kok, selama tidak berlebihan.

Jangankan penampilan yang jelek, penampilan yang bagus saja tetap saja
dicari jeleknya. Bahasa medsos sekarang akan selalu ada hatters untuk
semua hal.

Maka ketika memulai sebuah pesan, kalau belum apa-apa kita sudah
menyatakan bahwa kita akan mengganggu, ya jelas saja itu ibarat membangunkan macan tidur! Semua naluri hatters langsung aktif.

Alih-alih sebuah pesan menjadi bermakna, justru cerca membabi buta
yang kita terima. Jadi bagaimana agar pesan yang kita tuliskan di
media sosial mengena?

Berikut tipsnya:
1. Ciptakan sebuah cerita. Pada dasarnya semua orang senang diceritain
sesuatu. Itulah kenapa dari jaman dahulu ada tradisi wayangan, ludruk, ketoprak dll. Itulah kenapa meski ceritanya itu itu saja namun sinetron masih saja berjaya.

2. Gunakan kalimat singkat dan hanya beberapa kalimat setiap alenianya.

Ingat, manusia sekarang adalah manusia gadget, mereka membaca segala hal melalui smartphone mereka, jadi kalau tulisan Anda terlalu padat hanya akan membuat pening kepala. Alhasil pembaca hanya akan scroll down tanpa mendapat makna

3.Awali dengan hypnotic pattern seperti:

Percayakan Anda?
Tahukah Anda?
Mungkin Anda sudah tahu.
Bayangkan....
Saya penasaran......
Dll

Tahukah Anda, ternyata menggunakan tips tersebut, pesan yang ingin
Anda sampaikan bisa langsung menembus bawah sadar yang artinya akan termemori dengan baik oleh pembacanya.

Bahkan ketika ending dari pesan
adalah sebuah ajakan, maka 90% ajakan tadi akan diterima.

Gak percaya?
Buktikan saja sendiri.
Masih kurang yakin?

Maka Anda bisa
menghubungi Hari Dewanto  di nmr 08179039372 untuk berdiskusi lebih
lanjut dalam pemberdayaan bawah sadar ini.

Tabik
-haridewa-

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...