POSTINGAN POPULER

Friday, December 02, 2016

Hipnosis Bukan Ilmu Ajaib

HIPNOSIS BUKAN ILMU AJAIB

Selesai memberikan hypno motivation training untuk anak SD kelas VI agar mereka tetap fokus dan tenang ketika menghadapi UN nanti, saya lanjutkan sesi dengan terapi fobia untuk beberapa siswa.

Beberapa siswa dan siswi berebut maju ke depan sambil mengutarakan fobianya terhadap sesuatu. Ada yang fobia cicak, ayam, ular sampai karet gelang.

Dibantu oleh beberapa teman yang baru diwisuda sebagai hipnoterapis sehari sebelumnya, kamipun mulai beraksi.

Menghadapi usia SD yang cenderung masih sangat mudah diarahkan ini dalam waktu kurang dari setengah jam selusin siswa sudah berhasil dibebaskan dari fobia mereka. Bapak ibu guru dan beberapa orang tua yang hadir hanya bisa ternganga takjub melihat kami menjentikkan jari dan para siswa itu langsung tertidur pulas.

Mereka mengamati kami berceloteh sambil sesekali memencet telapak tangan atau bahu siswa dan beberapa waktu kemudian mereka terbangun dan ketika dites dengan gambar atau imajinasi hewan yang ditakutinya, semua sudah normal. Tak seperti sebelumnya dimana mereka menjerit histeris hanya ketika diperlihatkan gambar hewan tertentu.

Aneh?  Bagi para guru dan orang tua itu mungkin ini hal aneh. Selama bertahun-tahun mereka menyadari ketakutan beberapa siswanya akan sesuatu.

Dan hari itu hanya dalam waktu sekejap, semua berubah. Namun bagi kita yang sudah paham pola kerja pikiran bawah sadar maka ini hal yang biasa saja. Karena memang layaknya komputer maka pikiran bawah sadar manusia bisa diprogram ulang sesuai kebutuhannya.

Melihat keajaiban itu beberapa guru kemudian menggandeng beberapa siswa untuk kemudian meminta kami melakukan terapi. Kata bapak ibu guru itu anak-anak ini adalah siswa nakal dan bermasalah.

Berikut dialog saya dengan salah satu siswa tersebut yang dicap sangat bandel dan masih mengompol meski sudah kelas 4.

+ 'Apa kabar Dik?'
- 'Eemm kenapa saya disuruh ke sini ya Pak?'
+ 'Gak kenapa kenapa kok. Boleh gak Bapak nanya sesuatu sama kamu?'
- 'Nggg emang ada apa Pak?'
+ 'Kata pak guru kamu masih ngompol ya?'
- 'Iya, emang kenapa?'
+ 'Lho gak malu ya?'
- 'Enggak..'
+ 'Itu bukan sebuah masalah untuk kamu?'
- 'Bukan... '
+ 'Gak pingin camping? Atau tidur di rumah teman?'
- 'Enggak... '
+ 'Ooo ya sudah kalau begitu. Silakan kembali ke kelas'

Ibu guru yang membawa anak itu kepada saya terbengong-bengong.

'Lha kok malah disuruh kembali ke kelas Pak. Gak diterapi?' 

Saya jelaskan kemudian bahwa saya tidak bisa melakukan apa-apa terhadap anak tadi. Karena anak itu tidak merasa punya masalah. Dari satu kali interview yang sudah sangat jelas merupakan masalah saja yaitu ngompol, namun dia tidak merasakan itu sebagai sebuah masalah, apalagi tentang perilaku yang dianggap bandel oleh orang lain.

Hipnosis bukanlah sebuah ilmu super ajaib yang mampu merubah perilaku orang hanya dengan membacakan mantra abrakadabra. Hipnosis menjadi ajaib ketika ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Antara suyet dan terapisnya.

Seperti contoh siswa yang fobia tadi, dengan sukarela dan tanpa dipaksa mereka justru mendatangi kami untuk dibantu. Beda dengan anak yang dicap nakal tadi. Dia datang dengan dipaksa oleh gurunya. Repotnya lagi dia tidak merasa kalau dirinya nakal atau punya masalah.

Pertanyaannya adalah apakah mereka tidak bisa diterapi? 
Anda pasti sudah tahu jawabannya. Tentu saja bisa!
Next question adalah Kapan? 
Yaitu saat mereka sudah merasa kalau apa yang selama ini dialaminya atau dilakukannya sudah menjadi sebuah MASALAH bagi dirinya.

Tantangannya adalah memberikan mereka edukasi bahwa apa yang mereka alami dan lakukan itu merupakan masalah.

Maka salah satu caranya adalah temukan alasan mereka untuk tidak melakukan atau mengalami hal tersebut. Bahasa kerennya temukan STRONG WHY nya. Atau simpelnya temukan AMBAG nya alias Apa Manfaat Bagi Gua kalau melakukan atau tidak melakukan sesuatu hal.

Menemukan AMBAG tak perlu gunakan hipnosis. Cukup sentuh perasaan si anak dengan bahasa yang lembut. Cukup berikan contoh yang relevan, juga contoh yang baik dari orang tua dan guru serta lingkungan.

Anda memiliki anak seperti contoh di atas? Silakan temukan AMBAGnya, kalau sudah boleh diajak untuk main ke Cafe Therapy Bogor, di Jl. Johar Raya No 27 Taman Cimanggu Bogor

Tabik
-haridewa-

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...