POSTINGAN POPULER

Friday, November 25, 2016

Olympus Has Fallen

Ini bukan resensi film, meski saya akui film Olympus has Fallen sangatlah keren. Ketegangannya ada dari awal hingga akhir. Ceritanya sih sudah sangat mainstream, yaitu jaringan teroris yang menyerang pemerintah Amerika. Namun kali ini gerombolan teroris asal Korea Utara ini berhasil membobol pertahanan White House yang luar biasa ketat itu, bahkan berhasil menyandera Mr. Presiden.

Seorang mantan agen rahasia,  Mike Banning (Gerald Butler) ikut terperangkap di dalam gedung. Saat tim keamanan nasional berusaha merespon teroris, Mike menggunakan ilmu dan pengalamannya membantu tim keamanan mengambil alih kembali Gedung Putih, menyelamatkan Presiden dan menghentikan tindakan teroris dari terjadinya bencana yang lebih besar.

Salah satu konsen Mike adalah menemukan dan evakuasi putra presiden yaitu Connor agar tidak dijadikan alat untuk menekan Mr. Presiden. Karena memang masih hafal kebiasaan Connor bersembunyi maka dalam waktu singkat Banning berhasil menemukan Connor. Kemudia Banning mengantarkan Connor menuju lorong untuk melarikan diri yaitu melalui lubang ventilasi. Dialog menarik terjadi di sini

Connor: 'I am scarred..!'
Banning: 'Me too.. But, I believe  you can do that.. '

Connor kemudian memanjat menaiki lorong ventilasi dan dijemput oleh pasukan pengawal presiden di atap White House.

Bagi beberapa orang mungkin ini hanya dialog sederhana dan hanya sebagai penghias pelengkap film tersebut. Namun bagi saya Banning sangatlah piawai dalam memompa semangat Connor.

Mari kita bahas satu persatu.

1.  Banning melakukan 'pacing' ketika Connor mengatakan ketakutannya. Dalam kondisi yang sangat menegangkan seperti itu memang sangat wajar bila seorang anak kecil ketakutan.  Alih-alih meremehkan, Banning justru berempati dan juga mengatakan bahwa dia juga takut. 

Mari kita refleksikan dalam kehidupan sehari-hari apakah mudah melakukan hal semacam ini. Ketika anak kita bersiap menempuh UN misalnya, apakah kita bisa ikut merasakan kekhawatirannya atau malah mengecilkan nyalinya dengan mengatakan, "Halah gitu aja sudah panik. Papa/Mama dulu juga ngalamin kok." Niatnya baik, namun tahukah efeknya pada diri mereka? Mereka akan merasa terintimidasi. "Lha, aku khan bukan Papa/Mama. Kalau gagal gimana ya?" Itu pasti jeritan hatinya

2. Banning menggunakan kata penhubung but (tapi), setelah kata me too (saya juga takut). Kata sambung but memiliki fungsi khas yaitu menghapus makna yang tersirat pada kata sebelumnya. Maka untuk menenangkan hati Connor, selain berempati atas ketakutan Connor namun secara implisit bawah sadar Banning sedang mengatakan bahwa dia tidak takut dan dia siap melindungi Connor.

Dan kemudian dia perkuat dengan kalimat "I believe you can do that". Sebuah dorongan luar biasa berupa kepercayaan akan kemampuan Connor. Dalam ilmu leadership hal ini disebut empowering (memberdayakan). Kembali ke kehidupan sehari hari, seringkah kita memberdayakan  anak kita, atau justru sebaliknya memperdayakan. Anak baru mau membuka botol soda, kita sudah ngomong "Sini Papa saja. Nanti tumpah"
Atau, anak mau menyetrika baju seragamnya,  "Sini Mama saja. Nanti gak rapih" dlsb.

Sebenarnya masih banyak contoh dialog keren dalam film tersebut, namun kalau saya ulas semua takutnya saya malah tidak memberdayakan Anda dan hanya memperdayakan Anda. Maka silakan nikmati film bagus lainnya dan maknai sendiri deh hehehe

Semoga bermanfaat

Tabik
-haridewa-

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...