POSTINGAN POPULER

Monday, November 28, 2016

Musafir

Seorang musafir muda tersesat di padang pasir, berhari-hari tidak makan
dan minum. Sedemikian kehausan sehingga berjalan terseok-seok. Sepatu dan pakaiannya sudah rusak, rambutnya kusut masai dan berantakan tertiup angin. Hampir putus asa, akhirnya bertemu dengan musafir perempuan yang naik kuda
dan membawa dua kantung besar air.

Dimintanya air barang beberapa teguk pada perempuan itu, namun
perempuan itu tak mau memberikan, malah ujarnya “Aku sendiri perlu air ini untuk perjalanan jauhku, jika kau mau kuberikan kamu topi,” seraya mengambil topi lain yang ada di tasnya. Musafir muda ini menolak pemberian topi, dan bersikeras meminta air.

Demikian pula perempuan ini tidak bersedia memberi air dan hanya mau memberi topi. Akhirnya musafir muda ini marah dan pergi.

Dua ratus meter kemudian ia berjalan terseok-seok, akhirnya bertemu
dengan musafir laki-laki tua yang naik keledai dengan membawa dua kantung
besar air juga. Dimintanya air barang beberapa teguk pada laki-laki tua itu, namun laki-laki tua itu tak mau memberikan, seraya berujar, “Aku sendiri juga perlu air ini untuk perjalanan yang masih jauh, jika kau mau kuberikan kamu sepatu,” katanya sambil mengambil sepatu lain yang ada di tasnya.

Musafir muda ini menolak pemberian sepatu itu, dan bersikeras meminta air. Namun laki-laki tua ini tidak bersedia memberi air dan hanya mau memberi sepatu. Akhirnya musafir muda ini tambah marah dan pergi.

Selang lima ratus meter dari situ, ia tiba di sebuah oasis besar yang airnya
sangat jernih dan teduh. Dengan bergegas ia menuju tepi air untuk mengambil minum. Namun tiba-tiba telah berdiri di depannya dua orang tentara kerajaan yang menjaga oasis itu, sambil berkata “Dilarang keras mengambil air ini, kecuali kamu
memakai topi dan sepatu!”.
***

Sahabatku, kejadia serupa musafir tadi mungkin sering kita alami. Kita ngotot berdoa dengan harapan ini dan itu. Namun kenyataannya Allah memberi kita hasil yang tidak sesuai dengan doa kita. Alih-alih bersyukur, kita justru menggerutu dan tidak mau menerima hasil tadi.

Namun di kemudian hari kita baru menyesal ketika hal-hal yang telah diberikan Allah itu ternyata merupakan anasir dari ultimate goal yang pernah kita panjatkan kepadaNya.

Bukankah Allah pernah berfirman:
"Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Maka cobalah untuk selalu mengambil kesempatan pertama yang muncul di hadapan Anda, sejelek apapun kesempatan itu menurut Anda

Tabik
-haridewa-

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...