POSTINGAN POPULER

Monday, November 28, 2016

Carrier Path

Bagaimana Cara Menjinakkan Gajah?

Gajah merupakan hewan besar dengan kekuatan yang sangat luar biasa. Meskipun tak pernah disebut sebagai raja hutan, namun tak ada seekor hewanpun yang berani bertarung melawannya. Namun meski demikian penduduk Thailand mempunyai cara yang sederhana untuk mengalahkan gajah.

Mula-mula, mereka membuat perangkap dengan  merancang rangkaian rantai yang dililitkan pada sebuah pohon besar. Rantainya berukuran segengaman tangan laki-laki dewasa. Pohonnya tinggi dan kokoh, sehingga jika masuk perangkap, sang gajah tidak akan mampu memutuskan rantai dan merobohkan pohon. Perangkap itu dibuat sedemikian rupa hingga bila sang gajah melawati tempat tersebut, maka kakinya akan terikat dan gajah tidak bisa bergerak kemana-mana.

Singkat cerita, pada suatu hari terperangkaplah seekor gajah besar. Kaki belakangnya tersangkut dan terikat rantai pada pohon besar. Sang gajah hanya bisa berteriak dan berusaha lepas. Tapi, semua usahanya itu nihil. Setiap kali berusaha berlari, gajah tadi pasti terjatuh. Setelah gajah tadi kelelahan karena berusaha melarikan diri, maka sang pawang akan mendatanginya dan memberinya makan. Demikian kejadian ini berlangsung dari hari ke hari.

Setelah kurang lebih dua minggu, dan gajah tadi sudah tidak melakukan perlawanan lagi, maka pawang gajah akan melepas rantai dan menggantinya dengan tali kecil yang terbuat dari serat kulit kayu. Apa yang terjadi kemudian? Akankah gajah tadi memutuskan tali kecil yang mengikat kakinya? Tidak!

Kawan, ternyata gajah tadi dengan manis diam saja sambil menunggu sang pawang  datang membawakannya makanan. Meskipun secara daya, seharusnya gajah tadi mampu memutuskan tali kecil yang mengikat kakinya, namun pengalaman buruk terjatuh selama sekian hari telah membelenggu pikirannya dan membuat gajah tadi memilih untuk diam manis menunggu mendapatkan jatah makannya.

Sahabatku, terkadang hidup kita layaknya gajah tadi. Meski kita mampu melakukan hal-hal luar biasa, namun kita memilih duduk manis tanpa daya. Bukannya kita tidak mampu melakukan hal yang hebat, kita hanya tidak mau melakukannya. Pikiran kita sudah terbelenggu sejak awal kita ingin memulai sebuah action. Bahkan ada yang merasa bahwa dia dilahirkan memang dengan ‘balung kere’ (tulang miskin). Setiap hari dia hanya mengeluh bahwa balungnya adalah balung kere. Bahkan ketika dilakukan rotngen pun pada tulang-tulangnya terdapat tulisan ‘kere’ hehehe.
***

Hidup ini Pilihan
Segala kejadian yang terjadi pada diri kita dalam kehidupan  sehari-hari secara praktis bisa dibagi menjadi dua kelompok besar :

1. Manusia Dipaksa
Dalam hal ini semua kejadian yang menimpa manusia memang benar-benar dipaksakan harus terjadi kepadanya. Kita tidak mampu mengontrolnya. Tidak ada pilihan lagi yang bisa diambil olehnya. Dalam konteks ini, sebenarnya kejadiannya masih bisa dikelompokkan menjadi dua lagi:

A. Berhubungan dengan hukum alam
Kejadian seperti kelahiran kita, siapa orang tua kita, mejadi laki-laki atau perempuan, bahkan kapan kita mati sudah tertulis dengan jelas pada skenario Allah. Tidak ada daya dan upaya lagi yang bisa kita lakukan untuk mengubah sunatullah ini.

B. Tidak berhubungan dengan hukum alam
Kejadian seperti kecelakaan pesawat, mobil, kapal, musibah bencana alam seperti gunung meletus, banjir dll merupakan kejadian lain yang juga tidak bisa kita hindarkan, karena sudah dipilihkan oleh-Nya.

Bisa dikatakan karena kita sudah tidak mempunyai pilihan lagi untuk kejadian-kejadian di atas, maka kita dibebaskan dari tanggung jawab atas hasil yang diakibatkannya.

2. Manusia Bebas Berbuat
Hidup ini penuh pilihan. Meskipun Allah sudah menentukan takdir masing-masing manusia, namun saya sangat meyakini bahwa takdir Allah itu bukanlah sebuah garis linear yang hanya menuju satu kondisi tertentu. Allah telah menciptakan kita sebagai sebaik-baiknya ciptaan, maka tentu dilengkapi dengan hak sukses dan bahagia. Langkah-langkah kitalah yang akan menentukan garis akhir seperti apa yang akan kita dapatkan.

Kita dapat melakukan kontrol sepenuhnya atas nasib kita sendiri. Seperti yang telah saya tuliskan di atas bahwa Allah telah menuliskan takdir kita di lauhul mahfudz, namun pertanyaannya adalah tidak ada seorangpun yang tahu apa yang telah ditulis Allah tadi. Berbekal pada asumsi inilah, maka tugas kitalah untuk memperjuangkan setiap sendi kehidupan kita sehingga kita benar-benar akan menjadi sebaik-baiknya ciptaan Allah. Sebuah masterpiece. Karena nasib kita tidaklah akan pernah berubah kalau kita tidak merasa bertanggung jawab untuk memperbaikinya.

Dalam konteks ini, karena kita sudah diberi pilihan untuk menentukan nasib kita sendiri, tentunya ada konsekuensi yang akan kita terima atas pilihan kita tadi. Konsekuensi tadi bisa berupa kebahagiaan hidup karena kita telah memilih jalan yang tepat, baik dan benar untuk kita, atau sebaliknya kita justru hanya mendapatkan kesengsaraan karena telah salah memilih langkah.
***

Prinsip Jack Welch
Siapa yang tidak mengenal Jack Welch, sang CEO GE yang pernah digelari sebagai CEO of the century karena gebrakan-gebrakannya dalam menjalankan perusahaan yang didirikan oleh Thomas Alva Edison ini. Dalam mengelola GE, Jakck Welch dikenal sangat bertangan dingin. Dia mempersiapkan suksesornya dengan serius dan seksama.

Berikut adalah beberapa prinsip Welch:

1. Tentukanlah nasibmu sendiri atau orang lain yang akan menentukannya

Kita percaya dan yakin bahwa untuk tetap sukses dan maju dalam dunia kerja kita, kitalah yang harus mendesain dan mengarahkan perjalanan “roket karier” kita sendiri. We are the master of our own career, bukan perusahaan, bukan bos kita, ataupun HRD. Kitalah yang mesti menentukan. Dalam hal ini nilai kompetitif kita harus dipacu sejak sekarang, sejak dari awal. Banyak orang merasa terperangkap dalam dunia kerja dan merasa dirinya terbatas. Lantas muncullah angan-angan dan berandai-andai bisa ke luar dan menjalankan bisnisnya sendiri. Mereka melihat sisi menariknya memiliki bisnis sendiri. Bisa memiliki penghasilan tak terbatas, jika kita bekerja keras dan berhasil, maka hasilnyapun akan dinikmati sendiri, lantas memiliki waktu luang yang tak terbatas. Itulah sisi mengasyikkan yang selalu diimpikan orang. Namun, mereka lupa sisi tantangan maupun kesulitannya.

Pemikiran seperti itu adalah SALAH!, karena kita tidak harus menunggu keluar dari pekerjaan kita di kantor untuk merasa sungguh-sungguh bekerja. Jika kita tidak bisa belajar menjadi karyawan yang baik di perusahaan kita saat ini bekerja, maka kitapun tidak akan bisa mengelola bisnis kita sendiri. Pada dasarnya, prinsip bekerja bagi orang lain maupun menjalankan bisnis sendiri memerlukan mentalitas yang kurang lebih mirip, hanya lahan tempat berkarya yang berbeda.

2. Berubahlah sebelum kita dipaksa untuk berubah

Perubahan, satu hal yang pasti terjadi dalam kehidupan kita. Dalam seluruh aspek. Mereka yang tidak siap dengan perubahan, akan menanggung akibatnya tergilas oleh perubahan itu. Saya sudah merasakan dan melihatnya.

Kita sangat ingin berubah, saya ingin berubah, Andapun juga ingin berubah. Tapi kenapa begitu sulit? Menghilangkan kebiasaan menunda-nunda, memulai olahraga, berhenti merokok, mulai berinvestasi, berganti pekerjaan, hidup lebih jujur, lebih sabar. Kenapa semua begitu sulit…

Kita pernah merasakan keberhasilan dan kegagalan dalam merubah diri kita. Pertanyaan saya, apa yang bisa kita ambil pelajaran dari yang telah berhasil kita raih? Dan bagaimana agar perubahan itu langgeng dan berhasil…

Kesimpulan saya sebagai berikut kenapa perubahan selalu gagal..

A. Kita ingin berubah sekaligus dalam banyak hal!

Secara logika, mudah sekali merencanakan perubahan secara dramatis dalam segala banyak hal. Kesehatan, keuangan, waktu, kesuksesan. Namun pada kenyataannya yang saya alami, yang kita bisa lakukan adalah melakukan perubahan satu-persatu. Mana yang ingin kita ubah terlebih dahulu. Saya tidak tahu dengan Anda, namun dari pengalaman saya, perubahan memang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Seperti prinsip dalam memanen padi, kita harus melakukan segala langkah satu-persatu, mulai dari menanam, merawat, memupuki sampai akhhirnya kita akan memanen hasil perubahan yang kita lakukan.

B. Kita ingin berubah dalam bobot yang lebih besar

Ambil contoh misal berolahraga. Saya ingin merubah pola hidup saya dengan melakukan jogging di pagi hari setiap 3x seminggu selama 1 jam masing-masing hari. Jelas, ini adalah batu sandungan besar jika saya sebelumnya tidak pernah berolahraga sama sekali. Atau saya memutuskan untuk berhenti total merokok. Perubahan hanya berhasil jika dilakukan sedikit demi sedikit. Kita bisa memulainya dengan melakukan jogging 5 menit, menabung hanya 100.000/bulan atau perubahan apapun dengan sedikit demi sedikit.

C. Memberi banyak peluang untuk gagal

Mencoba diet? Tapi kulkas Anda dipenuhi makanan yang akan menggagalkan niat diet Anda. Mencoba hemat? Tapi dalam waktu senggang Anda habiskan pergi ke mall atau pusat perbelanjaan.

Demikianlah pengalaman saya, namun satu hal pasti dari pengalaman saya, kita bisa melawan ketiga penghambat perubahan di atas. Ada satu prinsip ideal yang saya pelajari dalam kehidupan saya. Yaitu prinsip KOMITMEN atau KEPUTUSAN SEJATI.

Beda antara orang yang ‘menginginkan’ berubah dengan ‘berkomitmen’ untuk berubah. Kita harus mendesak diri kita untuk menciptakan perasaan ‘SEHARUSNYA’. Lalu setelah kita memutuskan akan berubah, kita harus memegang kuat-kuat komitmen tersebut. Suka atau tidak, enak atau tidak, kita akan bertahan. Kita yang harus menjadi pusat perubahan itu sendiri, jangan mengharapkan orang lain untuk merubah kita, lalu kita yakinkan bahwa kita harus berubah dan terakhir, jalani perubahan kita dengan konsisten. KONSISTENSI adalah kuncinya..

3. Jangan berpikir untuk memulai sebuah kompetisi kalau kita tidak mempunyai keandalan ilmu tertentu

Jack Welch sangat piawai dalam mengaplikasikan prinsip yang satu ini. Konsepnya sih sangat sederhana saja, jika kita tidak bisa menjadi yang pertama atau yang terbaik, maka lebih baik beralih lahan pekerjaan. Jangan membuang-buang waktu, enegi dan dana hanya untuk menjadi nomor dua!
***

Career Path
Dalam menjalani hidup, kita memerlukan sebuah tujuan yang jelas. Banyak istilah mengenai tujuan hidup ini. Ada yang menyebutnya vision, atau goal setting. Sementara beberapa pihak mengenal tujuan ini sebagai career path, atau bahkan sebuah proposal hidup. Apapun namanya, intinya sama saja, yaitu sebuah tujuan jelas yang memungkinan kita menjalani kehidupan kita dengan lebih berdaya. Kenapa sebuah career path menjadi sangat penting? Menurut saya ada beberapa hal:

- Dengan menentukan career path kita sendiri, maka kita menjadi lebih mudah merasa BERSYUKUR, karena kita mempunyai sebuah tujuan hidup yang jelas. Kita tahu sekarang berada di mana dan yakin akan menuju kemana dan dengan cara apa menuju ke sana.

- Career path yang jelas menghindarkan kita dari kebiasaan MENGELUH karena kita sadar bahwa kita mempunyai sebuah kekuatan terbesar manusia, yaitu kekuatan MEMILIH.

- Kalau kita memiliki sebuah tujuan hidup yang jelas maka kita akan mampu berfikir lebih jernih, karena :
- Kita bisa lebih berfokus pada melakukan TINDAKAN, dari sekedar berpanjang angan-angan
- Kita mampu membedakan mana hal yang MAMPU kita lakukan dengan yang TIDAK MAMPU kita lakukan, sehingga tidak ada kesalahan dalam berdoa. Seringkali kita merasa bahwa suatu hal berada di luar kemampuan kita, padahal sebenarnya kita hanya TIDAK MAU.
- Kita menjadi lebih RESPONSIVE. Makna responsive di sini adalah able to choose the response, atau kemampuan kita memilih tindakan yang akan kita ambil ketika kita menghadapi sebuah kondisi tertentu.
- Kita hanya akan melakukan hal-hal yang kita anggap PENTING.

Saudaraku, itulah kira-kira pentingnya sebuah career path. Jangan berkecil hati, kalau sekiranya Anda belum terbiasa membuatnya, belum terlambat kok, buatlah sekarang juga. Kita tahu bahwa Tuhan sudah menentukan takdir kita masing-masing, pertanyaannya adalah, sudahkah kita merebut nasib kita tadi dengan baik dan benar?

Semoga bermanfaat

Tabik

-haridewa-
hariterakhirditalavera

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...