POSTINGAN POPULER

Wednesday, September 28, 2016

Detective Virtual

By default manusia telah dikaruniai sebuah super komputer yang maha canggih yang namanya pikiran. Semua hal yang terjadi dan tercipta di dunia ini maujud atas kecanggihan pikiran. Baik itu dikenal sebagai tehnologi maupun supranatural, muara terdalamnya selalu adalah pikiran manusia. Kalau kita membeli gadget apapun selalu disertai dengan buku manual agar penggunaan gadget tersebut bisa optimal, tidak trial n error, maka manual kehidupan kita adalah pikiran kita.

Sayangnya tidak semua orang sudah menggunakan manual kehidupan itu dengan optimal. Einstein, yang konon didaulat sebagai manusia paling cerdas saja ternyata baru menggunakan sekitar 10% kapasitas pikirannya. Lha bagaimana dengan kita yang level cerdasnya biasa biasa saja ini hehehe. Tak perlu berkecil hati, karena ternyata cara kerja semua pikiran manusia itu sama. Tak pandang bulu itu pikiran Einstein atau pikiran kita. Cara kerjanya mirip dengan komputer (justru konon cara kerja komputer yg copy paste pikiran manusia), sekali sebuah program atau data masuk, maka tidak akan pernah hilang sampai kapanpun kecuali komputernya rusak.
Contoh, saya menyimpan sebuah file lagu berjudul Madu dan Racun,  berbasis mp3 beberapa tahun silam, maka hari ini juga saya masih bisa mengaksesnya lagi. Caranya tinggal mengetikkan keyword di combo box search, kemudian tekan enter maka dalam hitungan detik file tadi langsung muncul lagi. 'Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu. Aku tak tahu yang mana yang akan kau berikan padaku... ' hehehehe jadi pada ikut berdendang ya..?
Tahukah Anda, Pikiran manusia ternyata juga memiliki fasilitas 'search engine' seperti pada komputer.

Dalam workshop hypnotherapy di Yogyakarta beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan menunjukkan fasilitas ajaib ini. Saat itu kami sedang membahas sebuah teknik terapi yang disebut Past Life Age Regression  (PLAR) yaitu sebuah teknik semacam mesin waktu yang mampu membawa pikiran klien menuju masa lalu. Secara garis besar teknik ini dibagi 2, yaitu:

1. Hypermnesia dimana ingatan klien dibuat menjadi beberapa kali lebih tajam guna mengingat peristiwa yg telah dialami, namun tanpa membawanya ke masa lalu
2. Revivication dimana pikiran klien betul-betul dibawa ke masa lalu seperti menggunakan mesin waktu

Tiba-tiba ada salah satu peserta yaitu mba Rita Rustiyaningsih Kopi  Ijo yang angkat tangan.
'Pak, kunci rumah saya hilang', katanya. Nah, pucuk dicinta, ulampun tiba, saya bisa praktekkan teknik pertama yaitu hypermnesia.  Saya minta mba Rita untuk maju ke depan kelas dan singkat kata dia sudah masuk kondisi trancenya. Kemudian saya berikan sugesti bahwa sebentar lagi saya akan mengirimkan seorang detektif virtual yang berbentuk anak kecil bernama Conan. Ketika dalam trancenya mba Rita sudah bisa melihat Conan, maka saya minta dia mengikuti kemanapun Conan bergerak sampai di sebuah tempat Conan akan berhenti.  Di tempat Conan berhenti maka disitulah kunci itu berada. Sekitar dua menit mba Rita mengikuti perjalanan Conan dalam trancenya, sampai kemudian dia menganggukkan kepalanya pertanda bahwa Conan sudah berhenti bergerak. Segera saja saya bangunkan mba Rita untuk klarifikasi apakah betul kunci itu sudah ketemu.

'Sudah ketemu kuncinya Mbak Rita?'
'Sudah Pak..'
Penonton tepuk tangan...
'Dimana Mbak?'
'Di dalam wadah koin dan ticket parkir, di dalam tas merah'
Makin riuh tepuk tangan penonton
'Baik, coba mana tasnya?'
'Ini tasnya', kata mba Rita sambil menunjukkan tas pinggangnya yang berwarna HITAM!
'Lho, tadi katanya tas merah?.  Ya sudah coba dicari kuncinya'
Mbak Rita berusaha mencari kunci di tas pinggangnya dan tidak ketemu.
Huuuu penonton kecewa.
Tapi, tunggu dulu...
'Mba Rita bawa tas lain?'
'Iya'
'Ada dimana?'
'Di meja saya'
Kontan peserta lain yaitu mas Adi Pur SBI yg duduk dekat mbak Rita langsung menuju meja Mbak Rita dan di kursinya ada goody bag warna merah berisi beberapa modul dan sebuah dompet. Dompet tersebut kemudian diserahkan kepada mba Rita yang sudah tak sabar lagi mencari wadah koin dan ticket parkir.
Penonton tegang, ikut tak sabar. Lagi lagi saya menjadi orang yang paling tegang saat itu....
Daaaaan.... 
'Hore ketemu', jerit mba Rita kegirangan.
Tepuk tangan penonton membahana.
Dari wadah koin dan ticket parkir itu dia mengeluarkan kunci rumah yang seharian itu dicarinya. Case closed.
Mba Rita puas. Penonton puas. Saya yang paling lega.

Saatnya saya mengatakan SEMPURNA

Anda ingin menguasai ilmu ajaib itu? Segera Hubungi Hari Dewanto di nmr 08179039372

Tabik
- haridewa-

Quantum Leap

Masih ingat kisah Sam Beckett yg diperankan oleh Scott Bacula dalam serial TV Quantum Leap? Dibantu oleh sahabatnya Al, Sam bisa melompati waktu dan berpindah dari satu tubuh ke tubuh lain demi membantu menyelesaikan masalah pemilik tubuh tersebut. Setiap kali pindah tubuh, maka Sam akan berteriak, 'Oh boy'. Ingat?

Tahukah Anda bahwa setiap orang memiliki kemampuan time leap seperti Sam Beckett? Seperti yang sudah saya jelaskan pada tulisan terdahulu yang berjudul Detektif Virtual bahwa manusia mempunyai kemampuan utk melakukan Past Life Age Regression  (PALR). Quantum leap ini secara teori adalah manifestasi dari teknik kedua PALR yaitu revivification.

Dalam workshop hypnotherapy di Yogyakarta bbrp hari yang lalu ada seorang peserta yaitu Elis Julaiha yg phobia buah pepaya. Baru disuruh membayangkan pepaya saja Elis bisa langsung mual tak keruan. Kalau tak ditahan bisa jadi malah akan muntah.

Awalnya saya gunakan teknik klasik desensitization (yaitu mengatur kadar phobia dengan cara mengatur jarak pepaya dari tubuh klien).

Saya tanya Elis, berapa meter dia merasa nyaman berdekatan dg pepaya. Dia jawab 3 meter. Dan memang dari jarak 3 meter dia tidak terganggu. Ketika pelan namun pasti saya mencoba mendekat, ternyata dia hanya sanggup bertahan pada jarak 1 m 80cm. Setiap saya berusaha maju, Elis menunjukkan gejala mual parah. Terapi pertama kurang sukses.

Saya coba gunakan aplikasi NLP yaitu colapsing anchor. Inti dari teknik ini adalah menciptakan anchor phobia (dlm hal ini adl pepaya), dan anchor terapi (diwakili oleh durian, buah kesukaan Elis) yang kemudian menghantamkan anchor terapi ke anchor phobia sampai sensasi phobianya berkurang dan hilang. Ternyata tips ini kurang sukses juga. Anda mungkin bisa bayangkan apa rasa pepaya dicampur durian. Hoeks, malah membuat saya ikut mual hehehe.

Saya pikir pasti ada pencetus Elis mual setiap melihat pepaya meski dia ingin mencicipinya. Dan pasti ada masa di mana phobia itu tercetus karena menurut ceritanya sebelum SMA dia termasuk penyuka pepaya. Dia tidak ingat kapan dan kenapa mulai mual melihat pepaya.

Nah kalau begitu ini saat tepat untuk melakukan revivification. Dari ceritanya, Elis mengalamai masa SMA di tahun 1994-1996,  maka untuk mengetahui kapan dia mulai mual, saya bawa dia ke tahun 1994.

Menggunakan teknik mesin waktu berbentuk roller coaster, saya bawa Elis ke bulan Januari 1994. Saya minta dia membayangkan pepaya, dan reaksinya biasa saja. Artinya pada saat itu dia masih doyan makan pepaya. Saya lakukan terus teknik ini sampai ketika tiba di bulan Juni, dia sudah merasa mual ketika diminta membayangkan pepaya. Kesimpulannya phobia pepaya yang dialami Elis dimulai pada bulan Juni 1994. Apakah selesai sampai di sini? 

Tentu  tidak, karena kita belum tahu kapan tepatnya rasa mual itu mulai muncul dan kenapa. Maka saya bimbing Elis lebih detail lagi dengan membawanya maju sehari demi sehari di bulan Juni 1994 itu. Tanggal 1-5 Juni semua berjalan lancar, dan ketika memasuki tanggal 6 Juni 1994, Elis mulai merasa mual ketika diminta untuk membayangkan pepaya. Apakah sudah selesai permasalahan ini? Belum, karena saya belum tahu kapan waktu tepatnya dan apa penyebabnya.

Anda pasti sudah tahu apa yang akan saya lakukan. Ya, saya bimbing Elis menelusuri jam demi jam di tanggal 6 Juni 1994 itu, dan akhirnya ketahuan bahwa awal muasal dia merasa mual itu sesaat menjelang maghrib. Sekarang sudah ketemu kapannya. PR selanjutnya adalah mencari tahu kenapanya.

Setelah diberi kuasa untuk menjawab dengan verbal, akhirnya Elis mampu bercerita bahwa hari itu dia disuruh kalau tidak boleh dibilang dipaksa oleh kakaknya untuk menyuapi pepaya yang dihaluskan (seperti jus) kepada keponakannya.

Mungkin rasa kesalnya saat itu karena terpaksa melakukan hal yang tidak diinginkannya menjadikan kondisi emosi yang sangat intens dibarengi dengan aroma pepaya tumbuk yang menyengat membuatnya merasa mual setiap mengingat buah pepaya di kemudian hari. Ada luka hati yang berimbas phobia di sini. Jreeng, ketemu deh kenapanya.

Akhirnya, alih-alih melakukan terapi pada phobianya, saya malah menganjurkan Elis untuk memaafkan kakaknya menggunakan teknik Forgiveness Therapy.

Aneh bin ajaib, setelah memaafkan kakaknya atas apa yang telah dilakukan sekian tahun yang lalu, Elis merasa sangat bahagia dan lega.

Ketika proses PALR selesai, dan kami mencoba memberikan sepotong pepaya, meski agak ragu namun dia menerimanya dan kemudian memasukkan potongan pepaya tadi ke mulutnya.

Semua itu terlihat seperti adegan slow motion di mata saya. Ruaaar biasa, phobia Elis akan pepaya telah sembuh. Daaan, ini saatnya saya mengatakan: SEMPURNA...

Tahukah Anda bahwa semua orang bisa menguasai ilmu ajaib ini. Silakan hubungi Hari Dewanto di nomor 08179039372.

Semakin Anda menunda, semakin Anda penasaran dg keajaiban apa lagi yang bakal terjadi. Oh boy..!

Tabik

-haridewa-

Friday, September 23, 2016

Be Good

Be Good!

Dari ketulusannya,  manusia terbagi dalam 2 kelompok. Pertama adalah mereka yang selalu ingin tampak bagus (LOOKS GOOD). Kalimat yang biasanya ada dalam pikiran mereka adalah: "I have to say something".  Pokoknya harus ada yang dikatakannya. Mau bermutu atau tidak itu urusan belakangan. Kita mengenal kelompok ini dengan istilah PENCITRAAN

Sementara kelompok kedua adalah mereka yang memang selalu berusaha untuk MENJADI ORANG BAIK (BE GOOD). Apapun tantangan yang menghalangi tetap akan dilibasnya demi menjadi orang baik. Kalimat yang biasanya ada di pikiran mereka adalah: "I have something to say" Inilah kelompok orang BAIK itu.

Karena orang BAIK adalah orang yang akan selalu melakukan KEBAIKAN meski mereka memiliki peluang untuk melakukan ketidakbaikan

Catet..!

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist, Happiness Coach
Telp/WA: 08179039372

Monday, September 19, 2016

KISS

Seorang pemuda melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Singkat cerita dia berhasil melalui semua tes tulis dengan baik. Tinggal satu lagi tes wawancara dengan GM yang harus dia lalui. Sebelum wawancara GM memberikan pilihan kepada pemuda tadi untuk diberikan 10 pertanyaan mudah atau satu pertanyaan sulit. 'Pikirkanlah baik-baik sebelum memutuskan', kata GM itu lagi. Setelah berpikir dengan matang, akhirnya pemuda tadi menjawab, 'Satu pertanyaan sulit Pak'.
'Baiklah, Anda sudah memutuskan.

Menurut Anda manakah yang lebih dulu muncul, malam atau siang?' Tanya GM tadi sejurus kemudian. Pemuda tadi merasa tegang karena keberhasilannya masuk perusahaan tadi sangat tergantung dari jawabannya. Setelah berpikir sejenak akhirnya dia menjawab, 'Siang muncul lebih dulu Pak'. Dengan segera GM tadi menukas, 'Bagaimana bisa?' Pemuda tadi menjawab, 'Maaf Pak, bukankah Bapak sudah berjanji untuk tidak memberi pertanyaan sulit lain?'

GM tadi tersenyum mendengar jawaban cerdas sang pemuda dan akhirnya pemuda tadi diterima menjadi karyawan di perusahaan itu.

Saudaraku, terkadang kita berpikir terlalu rumit sehingga melupakan bahwa banyak masalah rumit justru bisa diselesaikan dengan sebuah solusi sederhana.

Dalam kesederhanaan terdapat kreatifitas.  Maka usahakanlah agar kita bisa  KISS alias Keep It Simple, Stupid!

Tabik
-haridewa-

Aurat Jilid Dua

Cerita berikut masih berkisah mengenai anak perempuan kecil di mushola sebuah pusat perbelanjaan yang kali ini sedang memerhatikan mamanya sendiri menunggu giliran untuk menunaikan kewajiban shalatnya

Masih dengan mata mungilnya yang indah, anak kecil tadi melihat berkeliling suasana mushola yang tertata dengan rapi itu. Ada beberapa baris perempuan yang sedang menunaikan kewajiban shalatnya, meskipun demikian masih tersisa beberapa ruang untuk mendirikan shalat.

Diamatinya beberapa orang yang shalat mengenakan pakaian putih yang oleh ‘kakak cantik’ tempohari disebut mukena. Namun ternyata ada juga satu dua orang perempuan yang mendirikan shalat langsung dengan pakaian yang dikenakannya.

"Mama kok belum shalat?" Dengan tersenyum mamanya menjawab,
"Mama masih menunggu giliran Nak" "Giliran apa Ma? Khan masih ada ruang kosong di sana", tanya anak kecil tadi sambil menunjukkan ruang kosong di sudut mushola.

"Mama lupa membawa mukena, jadi Mama masih menunggu gantian mukena yang ada", masih dengan senyumnya yang sempurna sang mama mencoba memberi penjelasan ke anaknya.

"Tapi Mama," tiba-tiba anak kecil tadi menunjuk seorang perempuan yang shalat langsung dengan mengenakan pakaiannya, tanpa mukena, "Tante yang itu bisa shalat tanpa menggunakan mukena. Mama khan sudah memakai jilbab?"

Jleb!  Sang Mama diam seribu bahasa, senyumnya sirna tanpa bekas. Berkali-kali dia melirik perempuan yang shalat tanpa mukena itu, kemudian membandingkan dengan pakaiannya sendiri. Pakaian yang dikenakan perempuan itu berupa gamis tanpa sekeng, dengan jilbab lebar yang jatuh menutup seluruh bagian tubuh depannya.
Sementara pakaian yang dikenakannya berupa celana jeans dikombinasikan t-shirt lengan panjang plus rompi, dengan jilbab yang dililitkan di leher sehingga bagian tubuh yang dibalut dengan pakaian trendy terkesan ketat itu justru menonjolkan keindahan tubuhnya.

Selama ini dia bangga dengan penampilannya ini, karena selain sudah merasa mengikuti ajaran agamanya, dia tetap bisa mengikuti trend busana masa kini. Bola matanya berputar-putar mencari jawaban yang bisa memuaskan rasa ingin tahu anak kecilnya tadi.
***

Sahabatku yang berbahagia, fragmen kecil di atas juga hanya sebuah kejadian imajiner di benak saya. Namun sudikah kiranya Anda membantu sang mama mencarikan jawaban yang mungkin akan memuaskan anak kecilnya itu.

Tabik

-haridewa-

Sunday, September 18, 2016

Aurat Jilid Satu

Di mushola sebuah pusat perbelanjaan, seorang anak perempuan kecil sedang memerhatikan seorang perempuan cantik nan seksi yang akan melaksanakan kewajiban shalatnya.

Dengan mata mungilnya yang indah anak kecil ini mengamati si perempuan yang mulai mengenakan mukenanya, potong demi potong, sampai dia memastikan semua auratnya tertutup dengan rapi. Sesaat sebelum perempuan cantik ini melakukan takbiratul ikram, tiba-tiba si anak kecil bertanya,"Mbak-mbak, kenapa sih Mbak kok mengenakan pakaian seperti itu?"

Setengah kaget dengan pertanyaan yang langsung membuyarkan niat shalatnya tadi, dengan ketus dia menjawab,"Lha ya harus Dik, ini namanya mukena. Karena Kakak mau menghadap Allah, maka Kakak harus menutup aurat Kakak. Jelas!" Masih dengan keluguan yang sama, anak kecil tadi bertanya lagi, "Memangnya Allah melihat Mbak, hanya ketika Mbak sedang shalat? Sehingga selesai shalat Mbak kembali membuka aurat?"

Perempuan cantik tadi tersedak ludahnya sendiri, bola matanya berputar-putar mencari jawaban yang bisa memuaskan rasa ingin tahu anak kecil tadi.
***

Sahabatku yang berbahagia, fragmen kecil di atas hanyalah sebuah kejadian imajiner di benak saya. Namun sudikah kiranya Anda membantu perempuan cantik tadi mencarikan jawaban yang mungkin akan memuaskan anak kecil tadi.

Tabik

-haridewa-

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...