POSTINGAN POPULER

Saturday, July 30, 2016

Fokus

Coba perhatikan gambar kubus di atas. Lebih fokus lagi, sekarang perhatikan emoticon yang berada pada salah satu sudutnya. Menurut Anda emoticon  itu berada di sudut bagian dalam atau bagian luar kubus?  Ya, Anda benar kalau bisa melihat emoticon  itu berada di luar kubus. Namun Anda juga benar kalau melihat titik itu berada di dalam kubus, semua itu tergantung pada titik fokus Anda. Namun cobalah dengan sia sia untuk melihatnya seolah berada di dalam dan di luar kubus. Tidak mungkin bukan?
***
Fenomena ini membuktikan bahwa manusia tidak mampu memikirkan dua hal dalam satu waktu. Meski dalam sehari ada sekitar 6000 gagasan yang berkelebat dalam pikiran manusia, namun nyatanya dalam satu waktu kita hanya mampu memikirkan satu hal sahaja. Itulah alasan kenapa para pemain bola tak pernah membawa ponsel mereka ke lapangan ketika bertanding. Karena memang saat itu mereka  tidak memiliki kepentingan terhadap ponsel mereka. Mereka hanya perlu fokus pada permainan bola mereka untuk memenangi pertandingan.

Alasan itu pulalah yang membuat trainer atau para guru mengingatkan peserta training atau murid untuk me-non aktif-kan ponsel atau minimal memindah fungsi ponsel ke silent mode, agar mereka dapat fokus pada materi training atau pelajaran saat itu. Mensikapi pentingnya fokus ini bahkan Bill Gates pernah memgatakan bahwa orang yang melakukan dua atau lebih aktifitas secara bersamaan akan kehilangan kecerdasannya sampai 20% 
***
Kalau kita sudah paham betapa pentingnya fenomena fokus ini, marilah kita melihat ke dalam aktivitas harian kita. Sudahkah kita fokus pada bisnis yang kita jalankan, tanpa ada gangguan pikiran pada bisnis yang lain?

Sudahkah kita fokus pada perhatian kepada keluarga kita tanpa ada gangguan dari keluarga yang lain?

Dan yang paling utama, sudahkah kita fokus pada Tuhan kita tanpa ada gangguan dari hal lain? Mengambil analogi pemain bola tadi, apakah kita masih perlu membawa ponsel ke rumah Allah?  Adakah lapangan bola itu lebih mulia daripada masjid? Adakah bermain bola itu perlu lebih fokus/khusyuk daripada sholat?

Ah, saya yakin Anda lebih tahu jawabannya. Saya mah apa atuh....

Tabik
- haridewa -
30072016

Wednesday, July 13, 2016

Membuka Mata Bathin

Saya adalah seorang praktisi ilmu yang selalu merasa bodoh sehingga kapanpun saya mendapat sebuah premis akan sesuatu biasanya akan saya praktekkan demi membuktikan kebenarannya. Saya pernah mendengar bahwa hipnosis bisa membuka mata bathin yang bahasa kerennya clairvoyance. Apa iya? Beberapa kali saya melihat aksi penglihatan tembus pandang ini di layar TV.

Namun yang namanya hiburan di layar kaca rata-rata adalah setting-an. Artinya semua proses pertunjukan itu sdh diatur oleh skenario. Semua pelaku adalah talent. Artinya keajaiban yang muncul adalah palsu (yang kalau diotak-atik katanya menjadi sulap). Namun sebagai orang bodoh, anehnya saya tetap percaya bahwa clairvoyance ini bisa dilakukan dengan hipnosis.

Maka dalam Workshop Hypnotherapy di Yogyakarta beberapa hari yang lalu saya mencoba melakukan experimen ini. Skenarionya adalah saya akan meminta seorang peserta untuk menuliskan sebuah angka di telapak tangan kirinya kemudian mengepalkan tangannya dan seorang peserta lain akan menebak angka tersebut.
Aksi dimulai dengan memilih suyet yang sangat sugestive, dan saya memutuskan untuk minta seorang wirausaha muda yogya yang sedang naik daun yaitu Desi Slondok untuk menjadi suyet. Demi memberdayakan peserta pelatihan dan menunjukkan kerjasama tim maka saya minta tolong mas Marjunul yang melakukan induksi.

Ketika memasuki kondisi trance Desi sempat terjatuh dari kursi yang kemudian kita perbaiki posisinya di lantai. Setelah merasa cukup membawa Desi ke gelombang theta, Mas Junul menyerahkan Desi kepada saya. Saya kemudian memberikan sugesti yang intinya adalah membuka mata bathin Desi agar lebih peka. Terminasi.

Kalau di layar TV proses seperti ini tidak ditayangkan, karena intinya adalah di Show Time-nya. Sekarang saya akan ceritakan show time yang luar biasa ini.

Desi duduk di kursi dengan jarak sekitar 2 meter dari Ismanto yang sudah menuliskan sebuah angka di telapak tangan kirinya dan sudah mengepalkan telapak tangannya tadi. Kemudian saya minta Desi untuk konsentrasi, dan mencoba menembus telapak tangan Ismanto untuk mengetahui angka berapa yang tersembunyi di dalamnya. Sejenak Desi berkonsentrasi, semua penonton tegang menunggu, daaaaan dengan yakin desi mengatakan 'sembilan'.

Ismanto tersenyum, saya tidak tahu arti senyumnya itu. Penonton tambah tegang. Menunggu. Jujur, saya adalah orang yang paling tegang saat itu. Pelahan Ismanto membuka telapak tangannya. Bedebar penonton berebut melihat angka itu. Agak kecewa ketika mereka melihat ternyata yang tertulis adalah angka enam. Hening. Gagal.... 

Sebentar, tiba-tiba saya melihat perspektif yang dilihat oleh Desi. Saya putar kepala saya ke bawah, seperti posisi Desi ketika terjatuh di lantai sebelum saya berikan sugesti. Jreeng,  angka itu terlihat sebagai sembilan. Maka langsung saya minta Ismanto untuk memutar telapak tangannya daaan Yessss, itu figur angka 9, bukan 6!  Apa yang dilihat oleh mata bathin Desi tidak salah. Luar biasa, ternyata hipnosis memang bisa membuka mata bathin seseorang.
Sekarang saatnya saya mengatakan SEMPURNA.

Anda ingin menguasai ilmu ajaib itu? Segera hubungi Hari Dewanto di nmr 08179039372

Tabik
- haridewa -

We Have A Situation

Tadi malam saya nonton film lawas Escape Plan yang dibintangi oleh Sylvester Stallone dan Arnold Swazeneger. Film ini menceritakan kepiawaian tokoh Breslin (Stallone) dalam melarikan diri dari penjara. Di penjara terakhir ternyata Breslin dijebak sehingga nyaris mati karena ternyata penjara terakhir berada di sebuah kapal yang berlabuh di perairan mediteran.
Yang namanya jagoan pasti pada akhirnya akan menang. Demikian juga tokoh Breslin ini. Dibantu Manheim (Swazeneger), yang akhirnya mampu mengundang bala bantuan maka mereka berdua berhasil lolos dari penjara maut tersebut.

Namun saya tidak sedang ingin membahas kehebatan Breslin dan Manheim ini. Ketika pasukan pembebas mulai menyerang ruang kemudi kapal dengan bombardir senapan otomatis, sang nahkoda menelepon kepala penjara dan mengatakan 'We have a situation here'

Sepertinya saya sering mendengar kalimat tersebut dalam film-film action atau perang (Kalau ga percaya silakan perhatikan sendiri deh 😃). Ketika mendapat serangan biasanya sang tokoh (entah itu protagonis atau antagonis) akan menyatakan hal yang sama. Jelas-jelas itu adalah sebuah masalah, namun mereka tidak mengatakan 'We have problem'

Saya yakin sebuah film adalah lukisan dari sebuah kenyataan. Artinya dalam kehidupan sehari-hari bagsa barat sudah terbiasa memaknai masalah sebagai sebuah situasi. Kenapa begitu?  Situasi bersifat NETRAL,  alias tidak berpihak. Tidak untung, juga tidak rugi. Tidak buruk,  namun juga bukan baik.
Bandingkan dengan masalah?  Kata itu saja sudah mengandung kata salah, sangat intimidatif khan?  Boro-boro mau benar, wong katanya saja ada unsur salahnya hehehe.

Coba saja rasakan sendiri perubahan frame  tersebut ketika kita menghadapi sebuah masalah, rasakan saja itu hanyalah sebuah SITUASI. Sebuah situasi bisa dikendalikan. Caranya yaitu dengan memilih respon apa terhadap situasi tadi. Tentukan saja sebanyak mungkin pilihan respon Anda, baru kemudian pilih yang memiliki manfaat terbesar dan risiko terkecil. Dalam NLP,  Teknik ini dikenal sebagai REFRAMING.

Anda paham khan dengan maksud saya ini? Apa, gak paham juga?

Ah, itu sih masalah Anda,  eh ralat SITUASI Anda....!

Tabik
-haridewa-

IKHLAS Merupakan Sebuah Sistem

Salah satu ilmu yang paling sulit dikuasai manusia di muka bumi ini adalah ilmu ikhlas. Ilmu ini banyak diserukan oleh orang, namun tidak semua mampu menguasai secara penuh. Karena tidak kasat mata, ilmu ikhlas tidak bisa dikenali dengan pasti. Yang bisa mengukur ilmu ini adalah hati masing-masing individu yang memiliki dan menggunakannya, itupun belum tentu 100% pas. Hanya Tuhan yang paling benar mengukur keikhlasan seseorang.

Ada perbedaan mendasar antara ikhlas dan pasrah. Ikhlas adalah berserah setelah berusaha, sedang pasrah adalah menyerah sebelum berusaha. Ikhlas itu gandengannya Sabar dan Tawakkal, sedangkan pasrah sama dengan ngalah dan putus asa.  Menghadapi era persaingan bebas MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) yang makin kompetitif ini kita perlu belajar tentang keikhlasan.

Saya yakin Anda pasti tahu kenapa iblis melakukan dosa pertama di alam semesta ini. Dia tidak terima ketika diminta bersujud kepada Adam. Dia tidak ikhlas memiliki “saingan” bernama Adam yang tercipta dari tanah yang notabene menurut dia tidak lebih berharga dari dirinya yang berasal dari api. Maka tampaklah sifat sombongnya dikarenakan iblis tidak mampu bersifat ikhlas. Keadaan seperti ini sering terjadi di masyarakat kita. Gara-gara kalah dalam pemilihan Ketua RT, karena merasa tak ikhlas lantas mengerahkan masa untuk demo. Tetangga beli mobil baru, kita yang nggak ikhlas lalu saking dengkinya malah membuat kita masuk rumah sakit.

Untuk memudahkan memahami kata ikhlas, kita mesti melihat Ikhlas sebagai sebuah sistem. Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Jadi agar bisa berfungsi,  sebuah sistem tidak boleh kekurangan komponen penyusunnya.

Dan untuk memudahkan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari maka kita harus mengambil sebuah contoh. Menurut saya contoh ikhlas paling tepat adalah saat kita membuang air besar (BAB). Dan berikut adalah komponen perilaku ketika BAB

1. Sukarela
Bangsa apapun di dunia ini, apapun jabatannya, tidak ada yang melakukan BAB karena dipaksa. Pasti semuanya melakukan karena dorongan hati sendiri. Itulah ikhlas...

2. Tidak bisa ditunda
Dan ketika dorongan hati tadi tiba, maka tidak ada satu orangpun yang mampu menundanya. Meskipun sedang meeting, makan, olah raga, bahkan melakukan ibadahpun tetap akan ditinggalkan. Itulah ikhlas...

3. Dilakukan di tempat sepi
Pernahkah Anda melihat ada toilet berada di depan kantor, mal, atau rumah? Pasti toilet diletakkan di tempat yang agak mojok dan sepi. Bayangkan saja, bisa tidak Anda BAB di tengah keriuhan? Susah khan? Ya, itulah seharusnya ikhlas....

4. Dilakukan dengan tenang
Ketika melakukan, tentunya Anda perlu ketenangan. Hening dan damai. Anda tentu pernah mengalami ketika sedang BAB di tempat umum dan kemudian ada pihak lain yang menggedor-gedor pintu toilet. Apa yang terjadi? Kacau khan sesi ‘perenungan’ Anda tadi? Ya, itulah syarat ikhlas....

5. Tidak pamer
Belum pernah saya menemukan orang yang keluar dari toilet kemudian berteriak menyombongkan hasil ‘produksi’nya tadi. “Eh, gua dong tadi dapet tiga tumpuk besar. Kalau lo biasanya dapet berapa?” Huek, boro-boro pamer, melihatnya saja kita pasti tidak mau khan? Itulah seharusnya ikhlas....

6. Ingin segera melupakan
Mungkin inilah satu-satunya aktifitas manusia yang meski hampir setiap hari dilakukan namun tidak pernah ingin diingatnya. Prinsipnya adalah, lakukan dengan cepat dan lupakan! Ya betul. Begitulah seharusnya ikhlas....

7. Menimbulkan rasa lega/plong
Coba renungkan sekali lagi, begitu ‘hasrat’ yang satu ini sudah terlampiaskan, bagaimana rasanya? Lega khan? Ploooong gitu deh rasa di dada ini. Iya, gua mah gitu orangnya hehehe.... Itulah tanda-tanda ikhlas kawanku.

Dan karena ikhlas merupakan sebuah sistem, maka keseluruhan komponen tersebut di atas harus terpenuhi ketika kita melakukan sebuah kegiatan yang ingin dilabeli kata “IKHLAS”.

Tahukah kawan bahwa IKHLAS ternyata merupakan kependekan dari Ini Kulakukan Hanya Lantaran Allah Semata.....

 

Semoga bermanfaat.

Tabik

-haridewa-

Olympus has Fallen

Ini bukan resensi film, meski saya akui film Olympus has Fallen sangatlah keren. Ketegangannya ada dari awal hingga akhir. Ceritanya sih sudah sangat mainstream, yaitu jaringan teroris yang menyerang pemerintah Amerika. Namun kali ini gerombolan teroris asal Korea Utara ini berhasil membobol pertahanan White House yang luar biasa ketat itu, bahkan berhasil menyandera Mr. Presiden.

Seorang mantan agen rahasia,  Mike Banning (Gerald Butler) ikut terperangkap di dalam gedung. Saat tim keamanan nasional berusaha merespon teroris, Mike menggunakan ilmu dan pengalamannya membantu tim keamanan mengambil alih kembali Gedung Putih, menyelamatkan Presiden dan menghentikan tindakan teroris dari terjadinya bencana yang lebih besar.

Salah satu konsen Mike adalah menemukan dan evakuasi putra presiden yaitu Connor agar tidak dijadikan alat untuk menekan Mr. Presiden. Karena memang masih hafal kebiasaan Connor bersembunyi maka dalam waktu singkat Banning berhasil menemukan Connor. Kemudian Banning mengantarkan Connor menuju lorong untuk melarikan diri yaitu melalui lubang ventilasi. Dialog menarik terjadi di sini

Connor: 'I am scarred..!'
Banning: 'Me too.. But, I believe  you can do that.. '

Connor kemudian memanjat menaiki lorong ventilasi dan dijemput oleh pasukan pengawal presiden di atap White House.

Bagi beberapa orang mungkin ini hanya dialog sederhana dan hanya sebagai penghias pelengkap film tersebut. Namun bagi saya Banning sangatlah piawai dalam memompa semangat Connor.

Mari kita bahas satu persatu.

1.  Banning melakukan pacing ketika Connor mengatakan ketakutannya. Dalam kondisi yang sangat menegangkan seperti itu memang sangat wajar bila seorang anak kecil ketakutan.  Alih-alih meremehkan, Banning justru berempati dan juga mengatakan bahwa dia juga takut. 

Mari kita refleksikan dalam kehidupan sehari-hari apakah mudah melakukan hal semacam ini. Ketika anak kita bersiap menempuh UN misalnya, apakah kita bisa ikut merasakan kekhawatirannya atau malah mengecilkan nyalinya dengan mengatakan, "Halah gitu aja sudah panik. Papa/Mama dulu juga ngalamin kok."

Niatnya baik, namun tahukah efeknya pada diri mereka? Mereka akan merasa terintimidasi. "Lha, aku khan bukan Papa/Mama. Kalau gagal gimana ya?" Itu pasti jeritan hatinya

2. Banning menggunakan kata penhubung but (tapi), setelah kata me too (saya juga takut). Kata sambung but memiliki fungsi khas yaitu menghapus makna yang tersirat pada kata sebelumnya. Maka untuk menenangkan hati Connor, selain berempati atas ketakutan Connor namun secara implisit bawah sadar Banning sedang mengatakan bahwa dia tidak takut dan dia siap melindungi Connor.

Dan kemudian dia perkuat dengan kalimat "I believe you can do that". Sebuah dorongan luar biasa berupa kepercayaan akan kemampuan Connor. Dalam ilmu leadership hal ini disebut empowering (memberdayakan).

Kembali ke kehidupan sehari hari, seringkah kita memberdayakan  anak kita, atau justru sebaliknya memperdayakan. Anak baru mau membuka botol soda, kita sudah ngomong "Sini Papa saja. Nanti tumpah"
Atau, anak mau menyetrika baju seragamnya,  "Sini Mama saja. Nanti gak rapih" dlsb.

Sebenarnya masih banyak contoh dialog keren dalam film tersebut, namun kalau saya ulas semua takutnya saya malah tidak memberdayakan Anda dan hanya memperdayakan Anda. Maka silakan nikmati film bagus lainnya dan maknai sendiri deh hehehe

Semoga bermanfaat
Tabik
-haridewa-

Service Excellence with NLP

Hari ini saya membantu pihak RS Mitra Keluarga Kelapa Gading untuk change mindset karyawan mereka mengenai Pelayanan Prima (Service Excellence).

Ada 5 sesi yang saya share, yaitu:

1. Mindset Changing
Merubah dari Pelayanan Bermutu menuju ke Pelayanan Prima. Bedanya dimana sih?  Kata kunci pelayanan bermutu adalah pelayanan kita sudah sesuai dengan harapan pelanggan. Sementara pelayanan prima adalah melebihi harapan pasien.

Kebanyakan orang ketika ditanya lawan good adalah bad. Maka ketika pelayanan sudah sesuai dengan harapan pelanggan kita sudah sering merasa puas. Khan sudah tidak bad lagi. Dalam bukunya good to great,  Jim Collins mengatakan bahwa musuh goodness bukan badness melainkan greatness. Maka ketika kita sudah mampu mencapai harapan pelanggan, tugas kita selanjutnya adalah melebihi harapan pelanggan. Itulah greatness.

Dalam rangka transformasi ini, saya langsung berikan tips praktis, yaitu merubah wording mereka ketika melayani pelanggan dari fokus ke want menuju need. Kalau biasanya mereka mengatakan, 'Apa yang Bapak/Ibu inginkan?' menjadi 'Apa yang Bapak/Ibu perlukan?'

Want tidak pernah ada batasnya. Maka alih-alih memuaskan pelanggan, yang ada justru keluhan. Kalau need selalu bisa dirumuskan batasannya sehingga pengukuran kepuasannya lebih akurat.

2. Communication Skill Mastery
Keahlian berkomunikasi sebagai bagian penting dalam pelayanan. Di sini saya membahas mengenai keahlian mendengar yang jarang diajarkan di kelas manapun. Keahlian mendengar dibagi 3, yaitu:

A.  Keahlian mendengar dengan telinga. Kita hanya menangkap suara yang kita dengar

B. Mendengar dengan mata. Kita sudah mulai membaca bahasa tubuh. Apa yang tersirat dari yang tersurat.

C. Mendengar dengan hati. Ini keahlian listening paling ultimate. Kita mengenalnya sebagai empati. Seringkali kita merasa sudah memberikan empati kepada orang lain. Contoh ketika ada kawan yang kehilangan keluarga maka spontan kita akan berucap: 'Turut berduka cita.'  Yang namanya empati adalah merasakan apa yg orang lain rasakan. Perhatikan lagi ucapan di atas. Belum ikut merasakan bukan? Itu baru simpati. Maka ucapan empati bisa seperti ini, 'Saya bisa ikut merasakan kehilangan Anda' Nyess!

3. Mastering Emotional Control
Banyak orang yg menyamakan emosi dengan marah. Padahal marah adalah salah satu bagian dari emosi. Ada 5 emosi dasar manusia yaitu sedih, bahagia, cinta, marah dan takut. Dalam menghadapi pelanggan yang marah acapkali kita ikut  terpancing emosinya. Maka berikut adalah tips agar bisa selalu excellent.

A. Reframing
Kembalikan ke niat awal bekerja. Everything is business, nothing personal. Pelanggan tidak sedang marah pada Anda. Mereka hanya kecewa. Dan orang kecewa hanya perlu dimengerti. Maka katakan: 'Saya bisa mengerti kekecewaan Bapak/Ibu'

B. Pause
Menurut Covey, pembeda antara orang reaktif dan proaktif adalah jeda atau pause. Orang reaktif langsung bertindak ketika mendapatkan aksi. Orang proaktif akan mengambil jeda sejenak untuk berpikir sebelum memutuskan tindakan apa yang akan dia ambil. Maka ketika menghadapi pelanggan sulit ambil jedalah sejenak. Caranya ambil nafas yang daalaaaaaammmm sampai dada terasa luas baru keluarkan nafas melalui mulut. Cobalah dan rasakan bedanya

C. Break The State
Hijrah. Maksudnya geser dikit dari posisi ketika kita kena semprot pelanggan tadi. Ketika kita gerak maka mood kita ikut gerak. Bahasa Inggrisnya emosi adalah EMOTION. Maka emotion is created by MOTION.

4. Measuring Customer Expectation
Mengukur kepuasan pelanggan dan cara meningkatan kepuasan pelanggan. Coba perhatikan tulisan di beberapa RM Padang. Anda puas ceritakan pada orang lain. Anda tidak puas ceritakan pada kami. Urang awak sudah paham dengan kesaktian word of mouth. Dalam skala perusahaan maka diperlukan teknik penanganan complain yang komprehensif.

Pada dasarnya orang yang mengeluh juga hanya ingin dimengerti kok. Berikut cara kita mengerti mereka:

- Kita akui konsen mereka
- Kita minta maaf
- Berikan pemecahan masalahnya
- Lakukan tindak lanjut
- Berikan kompensasi
Beress

5. Understanding Body Language
Memahami Bahasa Tubuh.  Di dunia ini dikenal ribuan bahasa tubuh. Sayangnya hanya sedikit dari kita yang mau menyadari kekuatan bahasa tubuh ini.

Dalam teori Powerful Communications porsi Word hanyalah 7%, sementara Tone 38% dan Motion sebesar 55%. Jadi porsi kata hanya 7%, artinya kombinasi tone dan motion (body language) adalah 93%. Bayangkan apa yang terjadi ketika kita melayani komplain pelanggan dengan diam namun cemberut?  

Demikian sharing saya hari ini mengenai Service Excellence, yang sebenarnya intinya adalah sebagai manusia pelanggan itu hanya ingin diuwongke, alias dimanusiakan. Begitu

Semoga bermanfaat
Tabik
- haridewa-
3 juni 2016

Hypno Selling

Hari ini seorang sahabat berkunjung ke  Cafe Therapy dan bertanya mengenai program hypno selling. Seperti kebanyakan orang, sahabat saya ini  juga awalnya masih berpikir apakah kita bisa meng-hipnosis orang untuk membeli barang atau jasa kita. Kemudian saya jelaskan bahwa dalam hypno selling kita tidak benar benar menghipnotis orang kemudian setelah orang itu trance seperti tontonan yang kita lihat di tv kita bisa memerintahkan orang itu untuk membeli barang atau jasa kita.

Yang kita lakukan adalah mengoptimalkan komunikasi kita kepada calon klien sehingga mereka merasa nyaman dengan kita dan pada akhirnya mereka merasakan kebutuhan akan produk atau jasa kita. Hanya orang yang merasa nyaman yang mampu membuat orang lain merasa nyaman.
Dalam kesempatan yang baik ini saya akan berbagi langkah melakukan hipno selling.

1. Self State Control
Yang dimaksud state di sini adalah kondisi pikiran kita, atau lebih sering kita kenal sebagai emosi. Survey di Amerika membuktikan bahwa salesman yang bahagia  (kondisi emosi positif) mampu menjual 54% lebih banyak. Maka sebagai sales people, sebelum berjualan kita mesti lihai menguasai state kita dulu.

Dalam sesi ini kita akan belajar 3 hal pokok yaitu:

A. Pose Control
Tahukan Anda bahwa tubuh kita selalu terkoneksi dengan  pikiran dan emosi kita. Demikian juga sebaliknya. Dengan kata lain pikiran, emosi dan fisik itu ada dalam 1 sistem. Sebagai suatu sistem, maka ketiganya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Jika salah satu aspek mengalami suatu perubahan yang cukup drastis, maka dua aspek yang lainnya akan terpengaruh. Dengan demikian, Anda dapat dengan sengaja melakukan suatu perubahan pada salah satu aspek, agar mendapatkan perubahan pada aspek yang lainnya.

Silahkan mulai dari Anda duduk santai dan kepala Anda menunduk ke bawah, dan lirik ke sebelah kanan. Jatuhkan lemas pundak Anda sehingga seperti sedang membungkuk. Sudah? Nah sambil tetap menjaga posisi tubuh yang seperti ini, sekarang berusahalah untuk mengingat perasaan berbahagia. Ingat, mata melirik ke bawah kanan, kepala menunduk....

Pada kondisi fisik yang seperti ini, bisakah Anda mengakses suatu perasaan yang berbahagia? Tentu saja sulit, bukan?

Sebaliknya, sekarang duduklah tegak dan kepala mendongak ke atas untuk melihat ke langit-langit ruangan. Ijinkan bibir dan mata Anda tersenyum. Sambil terus mempertahankan posisi ini, sekarang cobalah dengan sia-sia untuk merasa sedih yang mendalam.
Hahahaha, sulit pula bukan?

B. Anchoring
Anchor atau jangkar emosi merupakan program artifisial yang bisa diciptakan untuk mengakses sebuah state dengan instant. Dalam komputer kita mengenal beberapa shortcut seperti ctrl+c untuk copy atau ctrl+v untuk paste.
Dengan teknik tertentu  bagian tubuh kita seperti jari jemari  bisa menjadi tombol ajaib untuk mengakses perasaan bahagia dan atau percaya diri sehingga kita bisa selalu bersemangat ketika berjualan

C. Reframing
Sebenarnya semua peristiwa  yang kita hadapi tidak akan memiliki pengaruh terhadap diri dan pikiran kita sampai kita memberinya makna tertentu. Ketika kita memaknai dengan baik maka pengalaman yang kita peroleh menjadi positif. Begitu juga sebaliknya. Reframing atau membingkai ulang profesi sales people sebagai pekerjaan paling mulia dan diajarkan oleh Nabi SAW akan membuat semangat jualan kita selalu berada di peak level

2. Customer State Control
Setelah berhasil menguasai state kita sendiri maka kita juga mesti lihai mengenali dan menguasai state calon pelanggan kita.

Dalam sesi ini kita juga akan belajar 3 hal pokok yaitu:

A. Building Rapport
Jalin hubungan dengan pelanggan. Kalau dalam conventional selling skill dituntut keahlian kita untuk berbicara, maka dalam sesi ini justru keahlian mendengar yang akan dikuatkan. Keahlian mendengar dibagi 3, yaitu:

a. Keahlian mendengar dengan telinga. Kita hanya menangkap suara yg kita dengar

b. Mendengar dengan mata. Kita sudah mulai membaca bahasa tubuh. Apa yang tersirat dari yg tersurat.

c. Mendengar dengan hati. Ini keahlian listening paling ultimate. Kita mengenalnya sebagai empati.

Seringkali kita merasa sudah memberikan empati kepada orang lain. Contoh ketika ada kawan yang kehilangan keluarga maka spontan kita akan berucap: 'Turut berduka cita.'  Yang namanya empati adalah merasakan apa yang orang lain rasakan. Perhatikan lagi ucapan di atas. Belum ikut merasakan bukan? Itu baru simpati.

Maka ucapan empati bisa seperti ini, 'Saya bisa ikut merasakan kehilangan Anda' Nyess!
Ketika Anda berhasil merasakan apa yang dirasakan calon pelanggan Anda maka itu merupakan pintu masuk menuju langkah selanjutnya.

B. Pacing
Pacing adalah teknik yang sangat powerful untuk mengambil hati calon pelanggan. Yang dimaksud dengan pacing di sini adalah menyelaraskan state kita dengan state pelanggan.

Caranya:
a. Sesuaikan gaya komunikasi kita dengan mereka. Pada dasarnya manusia menerima informasi berdasarkan Visual alias dominan penglihatan, Auditory atau dominan pendengaran, dan Kinestetic atau dominan merasakan. Kenali dulu tipe pelanggan kita, dan tak peduli tipe kita apa, namun sesuaikan tipe kita dengan mereka

b. Sesuaikan dengan gaya keputusan mereka. Setiap manusia memiliki cara berbeda dalam mengambil keputusan. Ada yang impulsif, ada yang deduktif, berdasarkan data dll.   Cari tahu tipikal-tipikal seperti itu kemudian sesuaikan gaya closing Anda.

c. Libatkan unsur emosional. Survey menunjukkan bahwa orang membeli itu hanya 15% berdasarkan logika, 85% sisanya adalah berdasarkan emosi mereka.

Pehatikan contoh berikut: "Komputer ini sangat canggih, processor-nya parallel pentium-30, memory-nya 1024-GB, harddisk-nya 400-TB dengan konfigurasi RAID-4, menggunakan USB seri-8, Graphic Card-nya bisa menghandle resolusi 4800x 9600 px”.

Dan

“Komputer ini oke punya ! Model terakhir dan tercanggih ! Pokoknya kalau ini ditaruh di rumah Anda, dijamin semua pekerjaan anda beres res …. tuntas …. tas …. tas !”

Menurut Anda, mana yang lebih menjual?  Yang kedua khan?  Ya, unsur emosinya kental banget.

C. Leading
Atau mendapatkan komitmen atau closing. Saya tidak membahas teknik closingnya, namun saya punya tips ampuh yaitu USA alias Untung Saya Apa atau
- Ulangi manfaat emosionalnya
- Sampaikan penawaran spesialnya
- Amankan dengan garansi

Bagaimana kalau kita ditolak?

- No Trust? --> Ulangi poin A
- No Need? --> Ulangi poin B
- No Hurry? --> Ulangi poin C
- No Money? --> Kasih discount, naikkan syarat

Semoga bermanfaat

Tabik
- haridewa -


Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...