POSTINGAN POPULER

Saturday, December 31, 2016

Hanya Titipan

Saya mengenal Bapak yang biasa berseragam orange itu beberapa tahun yang lalu ketika saya sering mengantar istri berbelanja pernak pernik asesori di bilangan Asemka, Jakarta Utara. Orangnya sangat  bersahaja dan senantiasa ceria. Sambil menunggu istri berbelanja, saya lebih memilih berbincang dengan Bapak tadi di sela-sela kesibukannya mengatur keluar masuknya mobil di lahan parkir berbentuk lapangan yang dikelolanya. 

Yup, lapangan parkir ini sebenarnya hanya sepetak tanah yang belum sempat didirikan bangunan, yang terletak di belakang pusat asesori Asemka. Lahan parkir yang belum dikelola oleh perusahaan parkir profesional ini hanya cukup untuk menampung sekitar seratus buah mobil.

Dari ceritanya, Bapak yang masih berbadan kekar meski rambut sudah sebagian besar memutih ini berasal dari Banten. Ketika saya tanya bagaimana asal muasalnya sampai terdampar di Asemka ini, dengan semangat dia bercerita bahwa masa mudanya termasuk kelam. Berbekal ilmu kanuragan warisan leluhurnya dia malang melintang mengadu kesaktian di seantero Jawa Barat, tak pernah terkalahkan, sampai akhirnya beberapa tahun yang lalu dia mengadu ilmu dengan jawara Asemka, dan dia menang lagi sampai diberi wewenang mengelola lahan parkir di wilayah itu. Sedemikian lama pengalamannya mengadu ilmu, namun justru ketenangan baru dia dapatkan ketika sudah menjadi ‘penguasa’ parkir di asemka. Ketenangan itu dia dapatkan ketika tanpa sengaja dia membasuh muka di masjid yang terletak di seberang lahan parkirnya, dan dia bertemu dengan seorang musafir yang sedang mengalunkan Kalam Ilahi.

Suaranya yang begitu merdu mendayu membuat Bapak ini terduduk di teras masjid, takjub mendengar kemerduan qori yang tidak dikenalnya tadi. Dia teringat masa kecilnya yang sangat kental dengan bacaan Kalam Ilahi semacam itu di pedalaman Banten sana.

Dia teringat ayah yang sekaligus guru ngajinya yang sangat ketat dalam mengajarkan ilmu Alquran termasuk menurunkan ilmu kanuragan kepadanya.

Dia teringat emaknya yang dengan lembut selalu menguatkannya, ketika dia kena hukum karena tidak disiplin dalam mengikuti pelajaran ayahnya. Emaknya selalu berpesan bahwa ayahnya melakukan semua itu pasti demi kebaikan dirinya.
***

Perasaannya bercampur aduk tak karuan, antara rindu, cemas, nikmat, takut menjadi satu. Dia ingat betapa banyak dosa yang telah dia lakukan. Betapa lama dia telah meninggalkan shalatnya. Betapa banyak darah yang sudah dia tumpahkan. Tak kuasa menahan semua tekanan perasaan itu, tanpa sadar dia kembali ke petirasan untuk mengambil air wudhu. Didirikannya shalat dua rakaat untuk memendam semua rasa itu. Usai shalat tanpa bisa dibendung lagi tertumpahlah air matanya. Memang Allah akan memberikan hidayah kepada orang yang telah dipilihNya. Meski hanya dengan hantaran alunan ayat suci al Quran, namun nyatanya semenjak kejadian tersebut kehidupan Bapak tadi berubah seratus delapan puluh derajat. Pekerjaan tukang parkir tetap dilakukannya, namun shalat lima waktu tak pernah ditinggalkannya lagi. Hawa emosinya juga turun drastis. Sekarang Bapak itu lebih sering terlihat tersenyum daripada menunjukkan sikap gaharnya. Ceria.

Dalam hati saya bergumam, pantesan meski sudah berumur namun badan Bapak tadi tetap kekar, ternyata dia adalah mantan jawara. Dan wajahnya yang seperti bercahaya menunjukkan kedalaman dan ketenangan bathinnya karena merasa sudah berada di jalanNya. Ketika suatu saat saya tanya lagi mengenai penghasilan sebagai tukang parkir, dengan kalem dia menjawab bahwa rejeki, jodoh dan mati itu Allah yang mengatur. Jadi meski mempunyai kewajiban setor kepada berbagai pihak, namun dia sudah merasa cukup dengan penghasilannya tadi. Nyatanya dia tidak pernah merasa kekurangan. Mempunyai dua anak, dan keduanya berhasil menjadi sarjana adalah bukti bahwa Allahlah yang telah mengatur rejekinya. Bahkan saat itu, saya mendapat sebuah pencerahan yang luar biasa.

Dia mengatakan seperti halnya dirinya tukang parkir, maka segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini, baik itu harta, jabatan, keluarga ataupun kekuasaan hanyalah titipan belaka. Pagi hari dia datang ke lahan parkirnya, maka tak ada satupun mobil di sana. Dia tidak pernah merasa bersedih karena hal itu, karena dia yakin sebentar lagi akan mulai berdatangan mobil satu persatu. Dan benar saja, pelahan namun pasti lahan parkirnya mulai terisi. Makin siang kian penuh saja, sampai dia kerepotan untuk menatanya. Berbagai merk bercampur menjadi satu di lahan parkirnya tadi. Dari mobil angkutan yang berharga puluhan juta, sampai mobil lux berharga miliaran, semua ada di sana. Apakah dia merasa bangga dengan pencapaiannya itu? Apakah dia menjadi sombong karena sekarang dia ‘menguasai’ ratusan mobil berbagai merk? Ternyata dia merasa biasa-biasa saja. Tetap bersahaja. Dan ceria.

Pun begitu ketika hari mulai beranjak sore, ketika satu persatu mobil mulai meninggalkan lahan parkirnya. Sebelum adzan maghrib berkumandang lahan parkirnya bisa dipastikan akan sudah kosong. Apakah dia kemudian menangis, melolong-lolong karena merasa kehilangan semua ‘harta’nya. Ternyata tidak! Dia tetap bersahaja. Dan ceria! Dia sadar semua itu hanyalah titipan. HANYA TITIPAN!

Wow, tak habis saya terkagum-kagum atas pemikirannya ini. Sebuah pemikiran luar biasa yang keluar dari orang yang selama ini mungkin tak pernah dianggap ada, kecuali ketika kita memerlukan sebuah lahan untuk memarkirkan mobil kita.
***

Saudaraku, marilah kita belajar dari tukang parkir ini. Bukankah kita dilahirkan juga tanpa mengenakan sehelai benangpun. Tak punya apa-apa. Kenyataannya kita tetap akan bisa bersahaja dan ceria, karena kita punya Allah. Pun ketika kita dicoba dengan segala macam harta benda, jabatan dan kekuasaan yang sangat menggiurkan. Juga keluarga, suami-istri anak yang sangat manis, bukankah justru itu adalah cobaan yang sangat berat bagi kita. Begitu banyak orang yang lulus ujian kesengsaraan, namun lupa bersyukur ketika  menjadi ‘jawara’. Kaya raya dan berkuasa.  Dengan segera menyadari bahwa semua kebahagiaan, semua harta kekuasaan itu hanyalah titipan, maka akan menghindarkan kita dari sifat sombong. Dengan menyadari bahwa kebahagiaan hakiki akan kita peroleh di akhirat kelak, maka meski berlimpah harta dan kuasa kita akan tetap mampu menjadi orang yang bersahaja dan rendah hati.

Begitu pula ketika suatu saat harta kita, keluarga kita, anak kita, suami-istri, orang tua kita diambil oleh Pemiliknya, maka seperti halnya tukang parkir tadi, seyogyanyalah kita juga legowo. Toh itu semua hanya titipan bukan? Kalau tukang parkir selama seharian itu hanyalah mencarikan tempat parkir dan menjaganya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka si pemilik mobil akan melakukan lebih terhadap mobilnya. Mereka akan senantiasa melakukan tune up agar kondisi mesinnya tetpa prima. Mereka akan menjaga kebersihannya, bahkan sekali waktu akan membawa mobilnya ke salon mobil, agar tampilan mobilnya tetap mentereng. Nah, sebagai Pemilik tentunya Allah juga akan memperlakukan lebih terhadap ‘milik’Nya yang sudah diambilnya. Kita ini hanyalah tukang parkir. Tugas kita hanyalah mencarikan tempat parkir yang benar dan menjaganya. Lain tidak!
 
Haridewa, 5 Maret 2012
(Life begins at forty. Menginjak usia ke 40 ini, ijinkan saya berbagi catatan ini sebagai renungan untuk diri saya pribadi. Apabila catatan ini berguna untuk Anda semua, tentunya Sang Khaliklah yang telah mencukupkan jari jemari saya untuk menekan tuts keyboard laptop saya sehingga menjadi tulisan seperti ini. Semoga berguna, Saudaraku)
 
Terima kasih sebesar besarnya saya haturkan kepada semua sahabat yang telah mendoakan saya di hari bahagia ini. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan Anda semua.
 
PS.
Khusus untuk adikku Fenti dan Rio : ikhlaskan Ryan Dik. Ingat kita ini hanya tukang parkir. Sang Pemilik akan merawat Ryan lebih dari yang bisa kita lakukan. IKHLASkan, karena IKLHAS adalah Ini Kulakukan Hanya Lantaran Allah Semata

EEDC

Selama ini mungkin Anda semua sudah familiar dengan akronim AADC alias Ada Apa Dengan Cinta. Yah, karena film AADC merupakan salah satu pembangkit perfilman Indonesia yang sekian lama sempat semaput. Namun, apa pula EEDC itu bah? Mohon maaf, kalau Anda memang belum pernah mendengar istilah ini, karena ini juga hanyalah akronim buatan saya sendiri. EEDC singkatan dari (maaf) EE Di Celana. Kenapa kok tiba-tiba saya membuat tulisan dengan judul ini?

Setiap hari saya berkendara Bogor-Jakarta karena rumah saya di Bogor sementara kantor berada di Jakarta. Saya yakin banyak juga orang yang senasib sepenanggungan dengan saya. Rumah berada di kota satelit Jakarta (Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Karawaci dll), sementara kantor berada di Jakarta. Ada kalanya dalam perjalanan yang hampir setiap hari mengalami kemacetan atau paling tidak mengalamai hambatan justru di jalan bebas hambatan itu, saya dan para pelaju itu mendapat dorongan alam untuk segera ke WC. Mungkin bagi Anda yang belum pernah mengalami hal seperti ini akan menertawakan kondisi kami yang sangat mengenaskan ini. Duduk tidak nyaman, menyetirpun tidak fokus. Serba gelisah (salah salah bisa menjadi benar-benar geli geli basah.. J). Nah, kalau Anda sudah merasa ada yang basah itu berarti Anda sudah mengalami fenomena EEDC tadi. Sakit perut yang dalam situasi berbeda bisa dianggap sepele bisa menjadi bencana luar biasa karena semua planing kita menjadi hancur berantakan gara-gara EEDC tadi. Mau berhenti tidak bisa karena jalanan masih macet, lanjut ke kantor juga tak mungkin dengan kondisi ‘mengenaskan’ seperti ini. Kalau Anda berhasil membayangkan situasi sulit ini, tentu Anda akan berhenti tertawa, sekarang.
***

Saya mempunyai beberapa jurus jitu untuk menangani situasi genting ini:
 
1. Berdoa
Dalam kondisi yang bagi saya sangat urgent dan important tadi, kepada siapa lagi saya meminta kalau tidak kepadaNya. Biasanya saya akan berdoa sebagai berikut, “Ya Allah, perut saya mulai mulas. Saya ikhlas dengan keadaan ini, namun saya perlu segera ke toilet. Dan di depan sana, kira-kira 2 kilometer ada perhentian yang ada toiletnya. Tolong tahankan dorongan ini sampai di sana. Hanya kepada Engkau hamba berlindung, dan hanya kepada Engkaulah hamba mohon pertolongan”. Pertama yang kita lakukan adalah mengikhlaskan keadaan ini, untuk kemudian meminta dengan detail.

2.  Membujuk diri sendiri
Ketika kita sudah dengan khusyuk berdoa, namun dorongan alam itu masih terasa kencang, maka ini saatnya kita menggunakan jurus kedua, yaitu membujuk diri sendiri. Maksudnya apa? Pada dasarnya semua manusia menginginkan kenikmatan dan kenyamanan. Nah, mengacu pada prinsip itu, maka ketika dorongan alam itu masih terasa, saya akan melakukan self-talk sbb: ”Sabarlah wahai perut, toilet yang ada di perhentian itu kotor sekali. Sudah begitu repot sekali kalau harus melepas celana, terus berjongkok. Baunyapun minta ampun. Lebih baik, kau tahan sedikit dorongan ini sampai kantor. Ingat khan, toilet di kantor demikian bersihnya, wangi. Kita bisa duduk manis sambil memejamkan mata atau sekedar membalas bbm. Untuk ceboknyapun tinggal memutar keran, tangan tidak kotor. Nyaman khan?” Hehehe, mohon maaf bagi yang toilet kantornya tidak senyaman itu. Suatu saat Anda ingin berpindah kantor, mungkin Anda harus juga mempertimbangkan kondisi toiletnya…

Alhamdullillah, sampai sekarang saya belum pernah mengalami EEDC dan selalu selamat sampai kantor dengan tetap bersahaja.

Find The Happiness in YOU!

-haridewa-

27 Maret 2014

Wednesday, December 28, 2016

Aku menikmati pagiku di jalan bebas hambatan

Aku menikmati pagiku di jalan bebas hambatan.  Awalnya perubahan ini terasa sangatlah menantang (karena aku sudah menghapus kata berat dari kamus kehidupanku), karena biasanya aku keluar rumah selalu bersamaan dengan mengantar anak-anakku ke sekolah mereka menjelang pukul tujuh. Saat itu tentunya mentari telah dengan gagah menyinarkan kilaunya. Sementara kini, lampu besar mobilku masih harus kunyalakan demi terlihatnya jalan raya di depanku. Atau minimal agar kendaraan lain mampu menyadari keberadaan mobilku sehingga kami akan terhindar dari kecelakaan yang tentunya tidak kami inginkan.

Karena tuntutan kehidupan yang kian hari semakin mengedepankan besaran angka rupiah, maka aku memutuskan meninggalkan pekerjaan di kantor lama yang sudah lima belas tahun aku geluti. Aku kemudian berpindah ke kantor baru yang notabene lokasinya lebih jauh dan terletak di pusat kemacetan kota Jakarta. Konsekuensi logis dari keputusanku tadi tidaklah mudah. Aku harus berangkat lebih pagi, yang artinya aku juga harus mengatur ulang alarm tubuhku agar selalu bangun lebih pagi lagi. Begitu lepas dari salam shalat subuhku, sementara orang lain bisa kembali ke peraduannya, aku langsung memacu kendaraanku menuju jalan bebas hambatan tadi.

Aku sadar bahwa hidup ini merupakan kumpulan dari pilihan-pilihan. Namun aku juga lebih sadar lagi bahwa nasibku tidak akan berubah kalau aku tidak merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki kehidupanku  tadi. Banyak orang bijak yang mengatakan bahwa rejeki itu ada di tangan Tuhan. Seratus persen aku setuju dengan ungkapan ini. Pertanyaannya adalah apakah Tuhan akan mengantarkan rejeki itu, atau kita yang harus menjemputnya? Tuhan memang sudah memberikan porsi tiap insan di dunia ini dan Dia juga sudah berjanji bahwa tidak akan tertukar jatah antara satu insan dengan insan lainnya. Namun tentunya Tuhan tidak akan dengan mudah memberikan begitu saja rejeki itu, tanpa kita proaktif menjemputnya.

Dalam menjalani kehidupan ini ada dua hal penting yang harus kita pahami untuk mencapai kesuksesan kita. Dua hal tadi adalah kesabaran dan rasa kebersyukuran. Selama ini dua hal tadi sering disalahpahami hanya bisa digunakan oleh para ulama, ustadz, pastur, pedanda dan para praktisi ruhawi saja. Bahwa untuk mencapai titik tertinggi kemuliaan mereka, maka mereka perlu selalu bersabar dan bersyukur. Namun bagi para praktisi bisnis, dua hal ini dirasa tidak cocok. ‘Masak dalam bisnis kok harus sabar dan syukur?’ Yang ada ya harus profit, profit dan profit lagi. Sikat segala kesempatan mumpung masih ada waktu! Orang sabar masuk kubur, kata mereka. Kalau sudah dapat profit seratus ya harus segera mencari dua ratus. Mana ada syukurnya !

Sabar dulu sahabatku yang berbahagia, tak perlu emosi Anda terpancing dengan statement saya di atas. Mari kita telaah satu per satu komponen penting yang bisa menghantarkan kita pada kesuksesan kita.

Sabar
Selama ini kita memaknai sabar sebagai sebuah kepasrahan nan ketakberdayaan, duduk diam tak berbuat apa-apa sembari menunggu keajaiban datang. Sabar yang saya maksud di sini adalah sabar dalam bentuk aktif, bukan pasif. Sabar adalah kombinasi rasa syukur, optimisme dan kegigihan. Rasa syukur akan membuat manusia mampu mengambil hikmah dari kejadian buruk yang menimpanya. Optimisme akan membuat orang yang tertimpa musibah atau hal buruk tidak kehilangan harapan dan kegigihan akan membuatnya terus berjuang memperbaiki keadaan. Jadi setelah kita melakukan semua hal terbaik yang bisa kita lakukan, setelah kita menembus batasan tertinggi potensi kita barulah kita berserah kepada Allah.

Sabar merupakan komponen wajib dalam membentuk karakter manusia. Karakter tidak bisa dibentuk dengan cepat dan mudah, harus melalui proses panjang yang seringkali tidak mudah. Nabi saw. Bersabda : Barang siapa ditimpa musibah lalu membaca: Inna lillahi wa inna ilahi raaji’un seperti yang diperintahkan Allah, dan berdoa : Ya Allah berilah pahala bagiku, dalam musibah ini, dan gantilah yang lebih baik, maka Allah memberinya (yang lebih baik). Karena ternyata SABAR adalah Saya Ahli Bersyukur Atas Rahmat-Nya.

Syukur
Kata syukur diambil dari kata syakara, syukuran, wa syukuran, dan wa syukuran yang berarti berterima kasih kepada-Nya. Bila disebut kata asy-syukru, maka artinya ucapan terimakasih, syukranlaka artinya berterimakasih bagimu, asy-syukru artinya berterimakasih, asy-syakir artinya yang banyak berterima kasih. Syukur menurut para ulama adalah bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, lega, senang dan menyebut nikmat yang diberikan kepadanya di mana rasa senang, lega itu terwujud pada lisan, hati maupun perbuatan.

Menurut Arvan Pradiansyah, dalam syukur terdapat dua unsur yaitu menerima (accepting) dan mengeksplor (exploring). Mengucapkan terimakasih, merasa lega dan senang serta menyebut nikmat yang telah kita terima merupakan indikasi dari unsur accepting tadi. Namun ternyata belumlah lengkap ungkapan syukur kita tadi ketika kita belum melakukan ekplorasi atas nikmat yang telah kita terima tadi. Mari kita ikuti ilustrasi berikut ini. Suatu hari tiba-tiba Anda mendapatkan hadiah berupa smartphone dari bos Anda. Tentunya Anda akan menerima hadiah tersebut dengan wajah berseri-seri, tak lupa dari mulut Anda meluncur  bertubi-tubi ucapan terima kasih. Sebuah reaksi yang sangat wajar bukan? Dan tentunya wajah bos Anda juga tak kalah sumringahnya menyadari kegembiraan Anda menerima (accepting) hadiah tersebut. Waktupun terus berjalan, dengan antusias Anda sudah menggunakan smartphone hadiah tadi untuk melakukan telephon dan sms. Sampai Anda sadari bahwa raut bos Anda selalu kelihatan masygul kalau berbicara dengan Anda. Tahukah Anda apa penyebabnya? Ya, dia merasa telah salah menghadiahi sebuah smartphone kepada Anda yang hanya Anda gunakan untuk telephon dan sms. Anda tidak melakukan eksplorasi fungsi lain benda canggih tersebut. Padahal masih banyak fungsi lain dari sebuah smartphone selain untuk bertelephon dan ber sms-ria. Anda bisa menjelajah internet misalnya. Atau melakukan chatting, bahkan videocall. Karena menganggap Anda belum bersyukur, bisa saja bos Anda mengambil lagi hadiah tersebut dan diberikannya kepada orang lain yang menurutnya akan mengeksplorasi fungsinya.

Pembaca yang budiman, sebagai ciptaan Allah paling sempurna,  kita telah dikarunia pelbagai potensi untuk menghadapi segala macam tantangan hidup. Kita hanya akan dikatakan bersyukur setelah kita melewati tahapan menerima dan mengeksplor tadi. Oleh karena itu kita perlu ngulik segala sumber daya yang ada dalam diri kita dan mengembalikannya kepada alam semesta ini dalam bentuk manfaat yang sebesar-besarnya. Maka jadilah rahmatan lil alamin, rahmat untuk alam beserta segala isinya. Karena bila kita lalai, bisa saja Allah  mengambil semua potensi kita dan memberikannya kepada orang lain. Ya, karena SYUKUR adalah Saya Yakin Usaha Kita Urusan Rabb.

Nah, pilihan yang telah aku ambil seperti ceritaku pada awal tulisan ini merupakan bagian dari caraku mengungkapkan rasa sabar dan syukurku. Aku tidak mau duduk diam berpangku tangan saja, dan aku mencoba mengoptimalkan segala potensi yang telah Allah karuniakan kepadaku. Aku ingin mencapai kesuksesan dan aku ingin menjadi rahmatan lil alamiin. Dan ternyata aku memang menikmati pagiku di jalan bebas hambatan.

Semoga bermanfaat

Tabik

-haridewa-

Siang atau Malam

Seorang pemuda melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Singkat cerita dia berhasil melalui semua tes tulis dengan baik. Tinggal satu lagi tes wawancara dengan GM yang harus dia lalui.

Sebelum wawancara GM memberikan pilihan kepada pemuda tadi untuk diberikan 10 pertanyaan mudah atau satu pertanyaan sulit. 'Pikirkanlah baik-baik sebelum memutuskan', kata GM itu lagi. Setelah berpikir dengan matang, akhirnya pemuda tadi menjawab, 'Satu pertanyaan sulit Pak'.

'Baiklah, Anda sudah memutuskan. Menurut Anda manakah yang lebih dulu muncul, malam atau siang?' Tanya GM tadi sejurus kemudian. Pemuda tadi merasa tegang karena keberhasilannya masuk perusahaan tadi sangat tergantung dari jawabannya. Setelah berpikir sejenak akhirnya dia menjawab, 'Siang muncul lebih dulu Pak'. Dengan segera GM tadi menukas, 'Bagaimana bisa?' Pemuda tadi menjawab, 'Maaf Pak, bukankah Bapak sudah berjanji untuk tidak memberi pertanyaan sulit lain?' GM tadi tersenyum mendengar jawaban cerdas sang pemuda dan akhirnya pemuda tadi diterima menjadi karyawan di perusahaan itu.
***

Saudaraku, terkadang kita berpikir terlalu rumit sehingga melupakan bahwa banyak masalah rumit justru bisa diselesaikan dengan sebuah solusi sederhana. Dalam kesederhanaan terdapat kreatifitas.  Maka usahakanlah agar kita bisa  KISS alias Keep It Simple, Stupid!

Tabik
-haridewa-

Friday, December 16, 2016

NLP Parent-Talk

Kemarin pagi saya memberikan materi NLP Parent Talk dengan sub topik 'Cara Cerdas Mendidik Buah Hati dengan CINTA' di SD Karitas Purwokerto. Inti dari materi ini adalah memberdayakan kemampuan komunikasi yang sudah diberikan Allah kepada orang tua untuk membentuk buah hati mereka dengan benar dan baik. Saya kadang miris kalau membaca berita di media masa tentang siswa atau siswi sekolah yang bunuh diri karena dimarahi oleh orang tuanya. Kenapa hal ini terjadi? Ya karena orang tua tidak mau mempelajari bahasa komunikasi yang tepat dan berdayaguna kepada buah hati mereka.

Dalam setiap kesempatan pelatihan, saya selalu menekankan bahwa 'kata punya nyawa'.  Maksudnya apa? Bahwa setiap kata yang terucap dari mulut kita akan bergerak dengan kekuatan yang kadang tak mampu dibayangkan untuk menembus batas-batas kemanusiaan kita dan mewujudkan makna tersirat dari kata tersebut. Kata adalah energi terhebat yang pernah diciptakan Tuhan. Hukum kekekalan energi Einstein membuktikan hal ini. Bahwa energi tidak akan bisa dimusnahkan. Energi hanya berubah bentuk. Satu kata terluncur dari mulut bunda akan memiliki kekuatan dan percepatan beberapa kali lipat dibandingkan kata biasa. Maka saya berpesan kepada kita semua agar menjaga kata kita. Utamanya kata kita kepada buah hati kita. Pilihlah kata yang santun dan baik saja. Kita selalu punya pilihan untuk itu.
***

Dengan agak bercanda saya berikan pilihan makian yang berbeda dibanding kebiasaan selama ini. Kalau selama ini kita biasa mengumpat dengan nama binatang yang mana pasti akan menyakitkan, ketika kita belum mampu menahan lisan umpatan itu kenapa tidak kita coba mengganti nama binatang itu dengan nama buah saja. Misal Anda marah dan kesal kepada buah hati, teriakan saja Anggur kamu, duren lu, pisang kowe dll. Hehehe toh sama saja mengumpatnya kok. Rasakan bedanya!
***

Semua anak hanya ingin dimengerti maka mengertilah mereka. Kita pernah jadi anak anak sementara mereka belum pernah menjadi orang tua, maka kewajiban kitalah untuk menyesuaikan pemikiran kita dengan pemikiran mereka. Sesekali masuklah ke dalam dunia mereka. Pahamilah bahasa mereka. Jadi ortu jangan BAPER, agar buah hati kita tidak MAGER. Kalau Anda tidak tahu istilah ini berarti Anda belum berusaha memahami bahasa mereka,  hehehe.
***

Dalam NLP ada satu teknik jitu agar orang lain mengikuti kemauan kita, yaitu kaitan antara pacing dan leading. Agar memudahkan saya beri nama teknik ini  the rule of three. Inti dari teknik ini adalah tiga kali mengakui dan memuji kebaikan atau prestasi anak kita, baru yang keempat kita melakukan perintah. Kebaikan atau prestasi yang akan kita akui dan puji mestilah sesuatu yang benar benar telah dilakukan oleh buah hati kita (artinya sebagai ortu kita memang harus meluangkan waktu untuk mencari tahu hal tersebut).  Contoh, saya mau menyuruh anak saya Adit untuk belajar. Saya tahu dia sudah mandi, makan dan shalat. Kondisinya sedang nonton TV

1. 'Adit pinter, Adit tadi sudah makan ya?' 'Sudah Pa' 'Anak pinterrrr' (kasih jempol)

2. 'Kata Mama tadi Adit sudah mandi juga ya?' 'Sudahlah Pa. Sudah harum gini lho' 'Siiip. Memang hebat anak Papa ini kok' (kasih jempol lagi)

3. 'Pastinya Adit juga sudah shalat ashar khan?' 'Alhamdulillah sudah Pa' 'Hebaaat. Luar biasa!'

4. 'Besok ada ulangan MTK khan. Belajar dulu yuk. Nanti Papa temenin!'
***
Kembali ke asumsi di awal tulisan ini bahwa kata punya nyawa. Dalam kesempatan training kemarin pun saya buktikan langsung asumsi tadi. Saya minta seorang ibu muda untuk membantu saya membacakan sebuah script yang sudah saya susun sebelumnya. Dan tahukah Anda apakah ibu muda tadi berhasil memengaruhi peserta lain setelah script tadi selesai dibacakan?

Daripada Anda bertanya-tanya tak tentu arah mending saya berikan script itu kepada Anda. Silakan Anda praktekan sendiri script ini kepada buah hati atau kepada teman-teman Anda dan silakan ceritakan ke saya apa hasilnya.
***

“Tahukah Anda bahwa kita bisa menempelkan ibu jari dan telunjuk kita dengan lem virtual? Menurut Anda kalau membayangkan sesuatu itu lebih mudah dengan mata terbuka atau tertutup? [kalau klien menjawab mata terbuka biarkan saja. Kalau klien menjawab mata tertutup maka ajak dia untuk menutup matanya].

Baiklah silakan tutup mata sekarang. Sebentar lagi saya akan memberikan lem virtual di antara jempol dan telunjuk   Anda, dan dalam hitungan 10 lem itu akan mengering dan ketika lem itu kering maka jempol dan telunjuk Anda akan menempel sempurna, solid dan terekat erat. Semakin Anda berniat membukanya   anehnya jempol dan telunjuk itu   menjadi semakin terekat sempurna. Semakin solid!.

Satu. Tarik nafas dari hidung dan keluarkan dari mulut. Bagus. Rasakan lem itu mulai mengering

Dua. Katakan dalam hati Anda. Saya perintahkan telunjuk dan jempol saya menyatu, terekat erat, solid, seperti mata rantai yang sangat kuat, demikian kuatnya, sehingga sulit  dipisahkan lagi”!

Tiga. Tekan  lebih kuat jempol dan telunjuk  Anda sekarang. Bagus

Empat. Tarik nafas lagi dari hidung dan keluarkan dari mulut

Lima. Rasakan setiap tarikan nafas Anda membuat jempol dan telunjuk Anda semakin merekat kuat.

Enam. Jempol dan telunjuk Anda sudah merekat kuat sempurna sekarang. Semakin Anda mencoba membukanya, anehnya jari  itu semakin rekat saja adanya

Tujuh. Tekan  lebih kuat jempol dan telunjuk  Anda sekarang. Bagus

Delapan. Tarik nafas lagi dari hidung dan keluarkan dari mulut

Sembilan. Ya,  katakan  terus dalam hati Anda :  jari saya merekat. Jari saya solid !.

Sepuluh. Tarik nafas lagi dari hidung dan keluarkan dari mulut. Tekan  lebih kuat jempol dan telunjuk  Anda sekarang. Bagus. Jempol dan telunjuk Anda sudah merekat kuat sempurna sekarang. Semakin Anda mencoba membukanya, anehnya jari  itu semakin rekat saja adanya. Anda boleh buka mata Anda sekarang”

Tabik
- haridewa -
WA 08179039372
Professional Hypnotherapist,
Happiness Coach

Friday, December 02, 2016

Suami Yang Cerdas

Sepasang suami istri sedang terlibat dalam sebuah perdebatan sengit, namun keduanya sama-sama tak mau mengakui bahwa dirinyalah yang salah.
"Aku akan bilang kalau aku salah," sahut sang istri mencoba mengakhiri perdebatan, "jika kamu mengakui kalau pendapatku benar."
Suaminya setuju dan ia mempersilakan istrinya mengatakannya terlebih dulu.
"Aku salah," kata istrinya
Dengan mata berbinar suaminya segera menjawab, "Ya, kamu benar!"
Hehehehe....

Tabik
- haridewa -

Kampungku (takjadi) Hilang

Kembali ke kampung halaman tidak lagi sehening waktu waktu dulu dimana suara jangkrik masih bisa terdengar pada malam hari. Sekarang lebih sering terdengar ledakan firework yang selain harganya sangat terjangkau juga penjualannya telah merebak sampai ke pelosok desa yang paling dalam. Ketika mengikuti shalat taraweh di masjid besar desaku, jumlah shaf yang tersisa bisa dihitung dengan sebelah tangan. Beda jauh dengan jamanku kecil dulu dimana jamaahnya membludak bahkan sampai emper masjid. Seiring dengan pembangunan desa dimana banyak minimarket ataupun perbelanjaan fashion yang makin gemerlap membuat pesonanya lebih menyedot penduduk desaku untuk mampir ke sana ketimbang berjamaah taraweh di masjid.

Dalam perjalanan menuju masjid banyak kujumpai baik anak kecil ataupun orang dewasa yang duduk di pojokan toko atau trotoar depan minimarket sambil menunduk dan kedua tangannya sibuk bergumul dengan keypad smartphone mereka. Pemandangan sama yang tak lekang dari ingatanku beberapa puluh tahun yang lalu juga seperti ini, bedanya benda yang mereka tunduki adalah Al Quranul Karim yang dibaca dengan khusyuk. Memang aku telah berhasil pulang kampung, namun aku bingung sebenarnya hilang kemana kampungku itu?

Sore ini dengan menggunakan sepeda motor aku mengantarkan Mak ku berbelanja ke pasar untuk membeli beberapa bahan makanan persiapan lebaran yang tinggal beberapa hari lagi. Setelah semua keperluan berhasil didapatkan kamipun segera kembali menuju ke motor yang di parkir di depan sebuah toko kelontong. Menyadari bahwa ternyata yang membonceng motorku adalah orang yang dikenalnya (karena anak muda itu tidak lagi mengenalku), maka ditolaknya pemberian uang parkir yang disodorkan oleh Mak ku. Tentunya ini merupakan kesalehan anak muda terhadap orang tua yang masih dihormatinya. Namun alih-alih kesenangan karena mendapatkan tarif gratis untuk parkir motor kami sore itu, dengan tegas Mak ku mengatakan bahwa itu adalah hak anak muda itu karena sudah bersusah payah menjaga motor kami, bahkan melindungi jok motor kami dengan sepotong terpal. Maka Mak ku memaksa agar uang yang memang tak seberapa itu diterima oleh tukang parkir tersebut. Sejurus kemudian anak muda itu memberikan uang kembalian atas jasa parkir yang diberikan Mak ku, meskipun Mak ku telah memaksa untuk anak muda itu menerima semua uangnya.
Mengamati fragmen sore itu, aku hanya bisa tersenyum sambil mengucap syukur dalam hati bahwa ternyata kampungku tidak sepenuhnya hilang. Masih tersimpan kesalehan, kesopanan, kejujuran dan saling menghargai yang tinggi di sini. Bayangkan dengan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sudah menjadi kewajaran di ibu kota. Hanya dengan menyebut nama seorang pejabat saja, seseorang bisa mendapatkan segala dispensasi dan perlakuan istimewa dari pelbagai instansi. Berbekal sebuah surat sakti dari oknum tertentu maka orang kaya bisa berlomba-lomba mendapatkan ke-gratis-an yang layaknya diterima oleh orang tak mampu. Belum lagi ketakjujuran banyak pejabat yang menilep uang ‘kembalian’ yang seyogyanya adalah haknya rakyat banyak.

Terima kasih Mak, kau telah mengajarkan satu lagi ilmu kehidupan yang tentunya tak akan aku peroleh di dunia pendidikan formal.
Semoga bermanfaat

Tabik
haridewa
(sukorejobeberapaharimenjelanglebaran)

Springbed vs Kapuk

Masih dalam suasana menjelang lebaran. Dan masih berada di kampung yang sama, di rumah yang telah melahirkan aku sekian puluh tahun yang lalu. Sudah hampir seminggu aku berada di rumah ini, dan anehnya setiap bangun pagi badanku terasa remuk redam. Tadinya aku berpikir mungkin ini efek sampingan dari perjalanan mudik yang meski tak begitu macet namun terasa juga penat di badan. Namun setelah nyaris seminggu dan badan masih terasa pegal di sana sini, aku jadi berpikir, something wrong with my body, mungkin ada yang salah dengan persendian tubuhku. Aku coba tanya kepada teman yang memang ahli dalam hal melemaskan otot dan persendian, nyatanya tubuhku baik-baik saja. Tak ada satupun sendi atau urat yang kejepit. Sebagai pembelajar NLP (Neuro Linguistic Programming) dan Hypnosis begitu menyadari bahwa tak ada yang salah dengan tubuhku, maka aku lanngsung mencari tahu ke pikiranku. Kalau bukan tubuhku yang salah, pastilah pikiranku yang tidak sesuai. Seperti sebuah presuposisi dalam NLP, mind and body is connected. Bahwa pikiran dan tubuh kita itu senantiasa terkoneksi. Setelah menelisik lebih jauh ke dalam pikiran dengan cara membandingkan kebiasaan tidurku dulu dan sekarang maka akhirnya tabir penyebab rasa remuk redam itu terkuak sudah.

Meskipun sudah mengalami renovasi di sana sini, namun struktur rumah orang tuaku tidak banyak berubah. Terutama dalam konsep tempat tidurnya. Dipan (tempat tidurnya) masih menggunakan kayu jati atau nangka yang memang terbukti masih kokoh meski telah usang dimakan jaman, dan kasurnya juga tetap mempertahankan kasur kapuk yang secara berkala mesti dijemur untuk membuat isinya mengembang kembali. Waktu dulu, bertahun-tahun aku hidup di rumah ini dan tidur di kasur kapuk itu dengan nyaman saja. Namun setelah aku bekerja di ibu kota  dan seiring dengan kemajuan karirku, maka dari beberapa tahun yang lalu, aku telah berhasil membeli spring bed, yang tentunya kadar keempukannya sangat jauh di atas kasur kapuk. Tanpa bermaksud untuk menyombongkan diri, ternyata tubuhku sudah terbiasa dimanjakan oleh lentur lembutnya kombinasi busa dan per dalam springbed itu.
Nah, masalah muncul ketika aku pulang dan tubuhku tiba-tiba harus menerima kasur yang terasa laksana Watu Kasur di puncak gunung Sumbing. Kenapa hal ini bisa terjadi, toh dulu ketika masih tinggal di rumah ini tubuhku juga terbiasa dengan kasur ini. Apakah ini menandakan kesombongan diri karena telah merantau ke ibu kota? Sebenarnya bukan itu masalahnya kawan. Ini masalah penyelarasan antara pikiran dan tubuh. Tanpa sadar ketika berangkat tidur, pikiranku masih mendambakan empuknya springbed yang selama sekian tahun belakangan ini telah memanjakan tubuhku, sedangkan kenyataannya yang diterima tubuhku sangatlah berbeda. Jadi rasa remuk redam tubuhku itu sebenarnya bukan karena tubuh yang menerima kasur yang keras, namun karena tidak adanya keselarasan antara pikiran dan tubuh.

Begitu menyadari ‘kekeliruan’ pikiranku tadi, maka menjelang tidur aku selaraskan dulu pikiranku. Setelah memanjatkan doa kepada Sang Penguasa Malam, maka aku bujuk pikiran dan tubuhku untuk berdamai. “Wahai pikiranku, sekarang kita berada di rumah orang tuaku. Rumah dimana selama bertahun-tahun dulu kita tinggal. Dan kita baik baik saja di sini. Lupakan sejenak springbed di rumah, dan terima kasur ini dengan ikhlas. Wahai tubuhku, dulu kita terbiasa dengan kasur ini, sekarangpun kita bisa terbiasa lagi”. Sim salabim, abrakadabra, keesokan harinya rasa remuk redam itu memang sirna. Segar bugar tubuh ini menghirup udara pegunungan yang masih sangat bersih ini.
Sahabatku, tentunya ada di antara Anda yang kemudian berpikir, kenapa tidak aku belikan saja orang tuaku springbed, sehingga selain mereka juga bisa menikmati empuknya springbed itu juga kamar kami mejadi terasa lebih modern. Hehehe, jangan salah kawan, sekali lagi tanpa harus menyombongkan diri kami, orang tuaku sangat mampu kalau Cuma untuk membeli springbed, dan mengganti semua kamar di rumah mereka dengan springbed. Seperti yang telah aku tuliskan di atas, ini masalah penyelarasan pikiran dan tubuh, bukan masalah perbedaan perabot rumah. Buktinya kalau sedang berkunjung ke rumah kami, orang tuaku juga tidak akan bisa tidur di springbed atau sekedar kasur busa. Maka aku akan sediakan kasur kapuk, demi menjaga selarasnya pikiran orang tuaku dan tubuh mereka.

Berkaca pada cerita di atas, marilah bersama kita ingat, pernahkan ketika bangun pagi tubuh kita terasa pegal pegal bin remuk redam. Kalau memang pernah, cobalah diingat, masih adakah ketakselarasan antara pikiran Anda dengan kenyataan yang selama ini Anda alami. Misal, kenyataannya motor Anda Yamaha Mio, namun pikiran Anda mendambakan Kawasaki Ninja milik tetangga Anda. Atau kenyataanya gaji Anda satu juta, namun pikiran Anda selalu mengajak untuk berbelanja dua juta, dlsb. Selama Anda belum berhasil menyelaraskan pikiran dan tubuh Anda, maka rasa remuk redam itu tak kan pernah sirna. Wallahualam bisawab.  Semoga bermanfaat.

Tabik
-haridewa-
masihdikampungyangsegeraakanlebaran

Lebaran Dulu dan Kini

Allahu Akbar Allahu Akbar Wallilah Ilham
Tanpa  terasa ujian ramadhan telah genap satu bulan. Takbir, tahmid, tahlil telah berkumandang. Memecah keheningan malam, mengantar rasa syukur pada-Nya.
Esok pagi menyambut hari yang fitri, hari lebaran 1436 H

L-ive is go on,
E-verything reborn again,
B-ut
A-ll of the sin &
R-egret still inside in me,
A-nd I wanna say
N-othing but taqobbalallahu minna waminkum

Ada rasa gembira karena telah memenangkan pertempuran sebulan penuh. Namun ada jua kesedihan karena belum tentu bisa bertemu lagi dengan bulan penuh rahmat itu.

Setiap kali lebaran tiba selain takbir yang berkumandang tanpa kenal lelah,  juga ucapan saling memaafkan kepada sanak saudara, kerabat, tetangga serta handai tolan. Meski dalam Islam sendiri tidak ada perintah khusu mengenai hal ini namun budaya timur kita telah turun temurun mengajarkan saling memaafkan di hari nan fitri ini.

Dan seiring dengan perkembangan jaman serta teknologi komunikasi maka terjadi pergeseran dalam pengamalan budaya ini. Jika dulu setiap lebaran tiba maka kita akan saling mengunjungi dan kemudian bersalaman untuk saling meminta maaf atau memaafkan. Untuk keluarga atau handai tolan yang jauh lokasinya maka kita akan saling berkirim kartu lebaran baik melalui pos atau cara pengiriman lainnya. Sejak awal ramadhan biasanya kita telah berburu kartu lebaran atau membuat sendiri agar lebih terasa personal. Kemudian kita akan merancang kata-kata yang bagus atau minimal pantas dan sesuai dengan penerima kartu tersebut. Kita akan menandatangani kartu itu satu persatu dengan penuh perasaan. Rasa puas tergambar pada diri kita ketika kartu tersebut telah sampai ke tujuan. Menggunakan sebuah kartu lebaran,  meskipun kita tidak hadir saat lebaran namun syahdunya masih bisa terasa.

Lain dulu lain pula sekarang. Tidak ada lagi perburuan kartu lebaran atau pembuatan sendiri. Semua mengikuti budaya praktis dan ekonomis. Dengan adanya gadget di hampir semua tangan masyarakat kita maka ucapan lebaran menjadi sangat simpel dan seperti kehilangan ruhnya. Menjelang lebaran seperti sekarang ini setiap kita tentunya telah siap dengan salam lebaran di gadget masing masing. Tak peduli lagi tetangga, saudara atau handai tolan yang jauh,  semua menjadi sasaran salam lebaran nan canggih ini. Mulai dari SMS,  BBM,  whats app, Kakao Talk,  we chat dan seabrek nama lainnya akan mengalami peak traffic selama beberapa hari ini. Parahnya lagi semua salam lebaran itu terbang lalu lalang dalam format BC alias Broadcast. Tak ada personalisasi nama atau tandatangan pengirimannya. Semua tinggal copy and paste. Sangat simpel dan tanpa ruh. Only single finger needed.

Pertanyaan yang muncul di kepala saya adalah sebenarnya salam lebaran ini ditujukan kepada saya atau gadget saya sih? Bila ada salam lebaran masuk ke BBM saya dalam warna maroon (yang artinya adalah BC)  biasanya akan saya cuekin saja. Karena saya beranggapan bahwa salam lebaran itu bukan untuk saya melainkan untuk gadget saya. Jika warnanya hitam meskipun tanpa ada nama saya di sana maka saya akan menjawabnya lengkap dengan ucapan terima kasih dan menuliskan nama pengirim. Saya sendiri selalu berhati-hati dalam hal ini. Saya masih mencoba menuliskan nama pengirim dan nama saya sesuai dengan panggilan yang biasa dilakukan orang tersebut kepada saya.

Maaf Kawan, bukan bermaksud sombong atau sok kalau saya membuat tulisan ini. Saya hanya ingin mengembalikan budaya salam lebaran yang penuh dengan ruh dan kesyahduan yang saya rasakan ketika saya kecil. Masih ada waktu kok untuk tetap menjaga kesyahduan itu dengan cara:
1.  Tetap  memberikan personalisasi (tuliskan nama penerima) dalam salam lebaran digital kita.
2.  Usahakan untuk melakukan cek n ricek nama penerima sebelum menekan tombol send. Jangan sampai nama di redaksi bapak A namun terkirim ke ibu B.
3. Kalau mengcopy salam lebaran dari orang lain,  pastikan Anda sudah mengganti nama pengirim  dengan nama Anda.
4. Pastikan juga mengganti tahun lebaran nya dengan 1436 H
5. Jika ingin memulai dengan salam keselamatan tuliskan minimal assalamualaikum jangan hanya ass karena artinya sangat berbeda
6. Meski telah mengirim salam lebaran digital namun   usahakan untuk tetap mengunjungi tetangga, saudara atau handai tolan yang terjangkau

Maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

Tabik
-haridewa-
Alhamdulillahbesoklebaran

Lebaran dan Ponsel

Satu bulan sudah kita menahan diri dari segala emosi negatif,  perbuatan tercela dan segala dosa. Selama itu pula senantiasa kita melakukan amalan-amalan positif yang diperintahkan Allah. Seperti dikatakan dalam Al Quran bahwa telah diwajibkan kepada kita untuk berpuasa di bulan ramadhan agar kita bertaqwa.

Bukankah arti taqwa adalah menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan Nya.

Namun seringkali yang tidak disadari oleh umat Islam justru makna dari bulan suci ini sendiri. Kita hanya menerima gegap gempita rutinitas bulan ramadhan sebagai ibadah musiman,  tanpa paham bahwa satu bulan penuh itu sebenarnya merupakan recharge atas ketaqwaan kita untuk 11 bulan yang lain.

Ibarat ponsel,  ketika indikator batere menunjukkan parameter minimal maka kita akan segera me-recharge batere tersebut. Nah ketika indikator batere telah menunjukkan parameter maksimal maka kita bisa melepas kabel charger untuk kemudian bisa melakukan aktivitas ponsel kita sepuasnya sampai tiba pada indikator minimal lagi. Masa recharge selama beberapa menit tersebut mampu menjalankan fungsi ponsel sampai beberapa jam atau bahkan hari.

Dengan analogi ponsel ini maka seyogyanya semua umat muslim ketika bulan puasa mampu menahan diri untuk menghindari semua larangan Allah dan senantiasa melakukan perintah Nya,  maka pada 11 bulan selanjutnya juga masih tetap mampu bertaqwa. Istilah kerennya adalah mampu ISTIQOMAH.

Ketika kita mampu menjalankan shalat tarawih di bulan ramadhan semestinya kita juga akan mampu melakukan shalat tahajud pada 11 bulan selanjutnya. Ketika kita rajin mengaji Al Quran sehabis tarawih afdolnya kita juga akan mampu bertilawah pada 11 bulan lainnya. Intinya ketika kita berhasil menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan Nya pada bulan ramadhan maka kita tetap akan istiqomah pada 11 bulan selanjutnya.

Bagaimana kalau ternyata kita justru kembali pada kebiasaan lama yang berbau jahiliyah begitu selesai menjalankan shalat Iedul Fitri? Kita justru merasa bebas dan melampiaskan segala hal yang tidak bisa dilakukan di bulan ramadhan?

Jawabannya sederhana saja. Mari kita bayangkan bahwa ponsel kita sudah error. Sudah sowag. Ketika indikator batere menunjukkan parameter minimal maka  kita akan menge-charge sampai full. Namun begitu kabel charger dilepas dan kita ingin menggunakan ponsel tersebut tiba-tiba indikator batere langsung drop minimal lagi. Sebagai pemilik ponsel kira-kira apa yang hendak Anda lakukan? Paling lem biru khan? Lempar terus beli baru!

Saya hanya takut membayangkan kalau diri kita tidak bisa istiqomah itu artinya diri kita ibarat ponsel sowag tadi. Kalau sampai 'Pemilik' kita melakukan lem biru,  bisa apa kita?  Aaah males ngebayanginnya! Nggak tahu kalau Anda???

Tabik
-haridewa-
Lebaranharipertama

Mengotori Langit

Baru dapat cerita menarik dari sebuah blog. Judulnya Mengotori Langit. Plis cekidot

Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui Sang Kakek. Dia mendamprat Kakek dengan kata-kata kasar. Dikarenakan hatinya yang tidak senang saat itu. Sang Kakek mendengarkanya dengan sabar, tenang, dan tidak berkata sepatah pun.

Akhirnya lelaki itu berhenti memaki. Setelah itu, Kakek bertanya kepadanya,”Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?” “Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab orang itu.

”Begitu pula dengan kata-kata kasarmu,” timpal Kakek .”Aku tidak mau menerimanya, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku mengkhawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”

Lelaki itu mendengarkan Sang Kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian pergi.

Kita tidak bisa mengotori langit (Meludah ke langit)

Semoga bermanfaat. Selamat malam jumat

Tabik

-haridewa-

Kind Words

Berikut ini adalah salah satu rahasia kejeniusan Thomas Alva Edison yang jarang diketahui orang. Disadur dengan bebas dari buku biografi Thomas Alva Edison.

Pada suatu hari Thomas Alva Edison pulang dari sekolah memberikan sepucuk surat kepada ibunya. Ia berkata :
"Guruku memberikan surat ini padaku & berpesan agar surat ini HANYA diberikan kepada Ibu."

Membaca surat itu, dengan airmata berlinang sang ibu membacakan surat tersebut di depan Edison:
"Anak Anda  terlalu jenius. Sekolah ini terlalu sederhana & tidak cukup guru yang baik untuk mengajar dia. Ajarlah dia secara langsung."
***

Tahun demi tahun berlalu, ibu Thomas A. Edison pun sudah meninggal. Edison menjadi PENEMU TERHEBAT sepanjang sejarah.

Suatu ketika dia menemukan surat yang dulu dikirim oleh gurunya di tumpukan surat-surat di laci meja ibunya. Dia membuka & membacanya :
"Anak Anda punya masalah kejiwaan. Kami tidak mengijinkan lagi dia untuk datang ke sekolah ini selamanya."

Edison MENANGIS berjam-jam & menulis ini di buku hariannya : "Thomas Alva Edison adalah anak gila yang oleh seorang pahlawan yaitu ibu saya, diubah menjadi orang paling jenius sepanjang abad..."
***

Sahabatku,  perkataan yang buruk merusak moral & mental seseorang.

Perkataan yang BAIK dapat MEMOTIVASI orang untuk MENJADI yang TERBAIK .

"Try to make at least one person happy everyday. If you cannot do a kind deed, speak a kind word. If you cannot speak a kind word, think of a kind thought. Count up, if you can, the treasure of happiness that you would dispense in a week, in a year, in a lifetime !"
(Lawrence G. Lovasik)          

Selamat pagi. 😄
Semoga hari ini menyenangkan !

Tabik

-haridewa-

Kalau Gagal Gimana?

Ini cerita sederhana tentang tim saya yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Dia galau menghadapi ujian kenaikan jabatan. Tidur jadi gak nyenyak. Makanpun terasa tak enak. Dia menemui saya untuk sekedar curhat. Setelah basa basi ini itu kesimpulan dari kegalauannya adalah "Kalau saya gagal gimana Pak?". Alih-alih menjawab pertanyaannya dan memberikan tips agar lulus ujian,  saya justru balik tanya "Kalau kamu LULUS  gimana?" (dengan tekanan pada kata lulus). Sejenak dia bengong dan kaget dengan pertanyaan balik dari saya. Dia mengharapkan bantuan kok malah ditanya balik. Saya lanjutkan serangan itu,
"lya,  saya gak main-main dengan pertanyaan saya. Coba bayangkan kalau LULUS kira-kira apa yang mesti kamu LAKUKAN?"

Dhueng,  seperti baru terantuk palu di kepalanya dia cengar cengir sambil garuk kepala yang saya yakin tak gatal. "Benar juga ya Pak. Ngapain saya musingin hal yang sudah jelas yaitu kalau gagal berarti saya tetap ada di posisi sekarang. Artinya saya tetap melakukan rutinitas yang sudah biasa saya lakukan. Justru yang mesti saya pikirkan adalah kalau lulus berarti saya mesti punya rencana untuk menjalankan tanggung jawab yang tentunya lebih menantang"
Dia tersenyum. Galaunya tiba-tiba sirna tak berbekas. Layaknya kemarau setahun yang tersiram hujan sehari. Sayapun tersenyum. Kadang untuk membantu tim kita dan memfungsikan diri kita sebagai Coach tak perlu banyak berfalsafah,  cukup dengan mengajukan PERTANYAAN yang TEPAT maka masalah itu akan diurai sendiri oleh mereka.

Sahabatku, ada dua hal yang ingin saya garisbawahi dari cerita singkat di atas:

1. Fokuslah HANYA pada HAL yang Anda INGINKAN. Seperti kata sebuah hadits: Ana indha dzonii abdi. Aku ini berlaku seperti yang hambaKu prasangkakan kata Allah. Maka berprasangka baiklah kepada Allah

2. Berpikirlah pada tindakan ke depan. Pada masa depan. Tak perlu risaukan masa kini yang sudah sangat jelas atau masa lalu yang sudah tak mungkin dipengaruhi lagi.

Maka Kawan, mari afirmasikan kalimat berikut:
"Aku sayang kepada diriku sendiri. Diriku penting. Lebih penting dari masalah yang ada atau akan ada. Pekerjaanku penting. Keluargaku penting. Masa depanku sangat penting. Hal tak penting tak boleh mengganggu aku. Aku lupakan masa laluku. Aku lepaskan. Aku ikhlaskan. Agar ringan langkahku. Agar mudah suksesku. Agar cepat bahagiaku. Ya Allah mudahkanlah bahagiaku semudah nafasku. Allah Yang Maha Besar hadir dalam hatiku. Ini yang membuat aku tenang. Dan aku tenang sekarang. Aku tenang. Aku bahagia. Aku sukses. Amin. "
Semoga bermanfaat.

Tabik
-haridewa-

EPOS

Einstein pernah berteori bahwa energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. Energi cuma bertransformasi. Merubah ujud. Dalam psikologi dikenal istilah emosi yaitu energi yg menggerakkan jiwa. Dan secara garis besar emosi dikelompokkan menjadi 2  yaitu
1. Emosi Positif yg kalau disingkat menjadi EPOS. Kalau mau membuka kamus besar bahasa Indonesia maka kita tahu arti  epos adl cerita kepahlawanan. Hal-hal yg mmg menimbulkan rasa bangga, percaya diri dan motivasi positif.

2. Emosi Negatif yg kalau disingkat menjadi ENEG. Tak perlu buka KBBI semua orang tahu arti eneg. Rasa mual krn salah makan atau kebanyakan makan. Terkadang diartikan sbg muak. Menimbulkan rasa ga enak di perut,  hati dan perasaan.

Nah utk tahu yg mana epos atau eneg ya tinggal cek saja efek yg kita dapatkan tadi. Sesuai hukum kekekalan energi Einstein tadi maka kita tak kan mampu memusnahkan salah satu energi ini. Yg bisa kita lakukan adl merubahnya. Dan nyatanya memang tak bisa dalam satu waktu epos dan eneg muncul bersamaan. Ketika epos muncul maka eneg akan menjauh. Sebaliknya kalau kita pelihara eneg maka epos senantiasa menjauh.

Epos dg mudah akan menular ke orang di sekeliling kita. Jadi ketika kita memelihara emosi positif maka lingkungan kita juga senantiasa positif. Hidup bersemangat, tenang,  damai dan bahagia. Kabar buruknya eneg ternyata juga menular. Pilihan ada di tangan kita.

Salam EPOS

Tabik
-haridewa-

Membuka Mata Bathin

Saya adalah seorang praktisi ilmu yg selalu merasa bodoh shg kapanpun saya mendapat sebuah premis akan sesuatu biasanya akan saya praktekkan demi membuktikan kebenarannya. Saya pernah mendengar bahwa hipnosis bisa membuka mata bathin yg bahasa kerennya clairvoyance. Apa iya?

Beberapa kali saya melihat aksi penglihatan tembus pandang ini di layar TV. Namun yang namanya hiburan di layar kaca rata-rata adalah setingan. Artinya semua proses pertunjukan itu sdh diatur oleh skenario. Semua pelaku adalah talent. Artinya keajaiban yang muncul adalah palsu (yg kalau diotak-atik katanya mjd sulap). Namun sbg orang bodoh, anehnya saya tetap percaya bahwa clairvoyance ini bisa dilakukan dg hipnosis. Maka dalam Workshop Hypnotherapy di Yogyakarta bbrp hari yang lalu saya mencoba melakukan experimen ini. Skenarionya adalah saya akan meminta seorang peserta utk menuliskan sebuah angka di telapak tangan kirinya kemudian mengepalkan tangannya dan seorang peserta lain akan menebak angka tersebut.

Aksi dimulai dengan memilih suyet yang sangat sugestive, dan saya memutuskan utk minta seorang wirausaha muda yogya yang sedang naik daun yaitu Desi Slondok Maknyus untuk menjadi suyet. Demi memberdayakan peserta pelatihan dan menunjukkan kerjasama tim maka saya minta tolong mas Marjunul Noor Purwoko yang melakukan induksi. Ketika memasuki kondisi trance Desi sempat terjatuh dari kursi yang kemudian kita perbaiki posisinya di lantai. Setelah merasa cukup membawa Desi ke gelombang theta, Mas Junul menyerahkan Desi kepada saya. Saya kemudian memberikan sugesti yang intinya adalah membuka mata bathin Desi agar lebih peka. Terminasi.

Kalau di layar TV proses seperti ini tidak ditayangkan, karena intinya adalah di Show Timenya. Sekarang saya akan ceritakan show time yang luar biasa ini
Desi duduk di kursi dengan jarak sekitar 2 meter dari Ismanto Cipto yang sudah menuliskan sebuah angka di telapak tangan kirinya dan sudah mengepalkan telapak tangannya tadi.

Kemudian saya minta Desi untuk konsentrasi, dan mencoba menembus telapak tangan Ismanto untuk mengetahui angka berapa yang tersembunyi di dalamnya. Sejenak Desi berkonsentrasi, semua penonton tegang menunggu, daaaaan dengan yakin desi mengatakan 'sembilan'. Ismanto tersenyum, saya tidak tahu arti senyumnya itu. Penonton tambah tegang. Menunggu. Jujur, saya adalah orang yang paling tegang saat itu. Pelahan Ismanto membuka telapak tangannya. Bedebar penonton berebut melihat angka itu. Agak kecewa ketika mereka melihat ternyata yang tertulis adalah angka enam. Hening. Gagal.... 

Sebentar, tiba-tiba saya melihat perspektif yang dilihat oleh Desi. Saya putar kepala saya ke bawah, seperti posisi Desi ketika terjatuh di lantai sebelum saya berikan sugesti. Jreeng,  angka itu terlihat sebagai sembilan. Maka langsung saya minta Ismanto untuk memutar telapak tangannya daaan Yessss, itu figur angka 9, bukan 6!  Apa yang dilihat oleh mata bathin Desi tidak salah. Luar biasa, ternyata hipnosis memang bisa membuka mata bathin seseorang.
Sekarang saatnya saya mengatakan SEMPURNA.

Anda ingin menguasai ilmu ajaib itu? Segera hubungi Hari Dewanto di nmr 08179039372

Tabik
- haridewa -

Detektif Virtual

By default manusia telah dikaruniai sebuah super komputer yang maha canggih yang namanya pikiran. Semua hal yang terjadi dan tercipta di dunia ini maujud atas kecanggihan pikiran. Baik itu dikenal sebagai tehnologi maupun supranatural, muara terdalamnya selalu adalah pikiran manusia. Kalau kita membeli gadget apapun selalu disertai dengan buku manual agar penggunaan gadget tersebut bisa optimal, tidak trial n error, maka manual kehidupan kita adalah pikiran kita.

Sayangnya tidak semua orang sudah menggunakan manual kehidupan itu dengan optimal. Einstein, yang konon didaulat sebagai manusia paling cerdas saja ternyata baru menggunakan sekitar 10% kapasitas pikirannya. Lha bagaimana dengan kita yang level cerdasnya biasa biasa saja ini hehehe. Tak perlu berkecil hati, karena ternyata cara kerja semua pikiran manusia itu sama. Tak pandang bulu itu pikiran Einstein atau pikiran kita. Cara kerjanya mirip dengan komputer (justru konon cara kerja komputer yg copy paste pikiran manusia), sekali sebuah program atau data masuk, maka tidak akan pernah hilang sampai kapanpun kecuali komputernya rusak.
Contoh, saya menyimpan sebuah file lagu berjudul Madu dan Racun,  berbasis mp3 beberapa tahun silam, maka hari ini juga saya masih bisa mengaksesnya lagi. Caranya tinggal mengetikkan keyword di combo box search, kemudian tekan enter maka dalam hitungan detik file tadi langsung muncul lagi. 'Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu. Aku tak tahu yang mana yang akan kau berikan padaku... ' hehehehe jadi pada ikut berdendang ya..?
Tahukah Anda, Pikiran manusia ternyata juga memiliki fasilitas 'search engine' seperti pada komputer.

Dalam workshop hypnotherapy di Yogyakarta beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan menunjukkan fasilitas ajaib ini. Saat itu kami sedang membahas sebuah teknik terapi yang disebut Past Life Age Regression  (PLAR) yaitu sebuah teknik semacam mesin waktu yang mampu membawa pikiran klien menuju masa lalu. Secara garis besar teknik ini dibagi 2, yaitu:

1. Hypermnesia dimana ingatan klien dibuat menjadi beberapa kali lebih tajam guna mengingat peristiwa yg telah dialami, namun tanpa membawanya ke masa lalu
2. Revivication dimana pikiran klien betul-betul dibawa ke masa lalu seperti menggunakan mesin waktu

Tiba-tiba ada salah satu peserta yaitu mba Rita Rustiyaningsih Kopi  Ijo yang angkat tangan.
'Pak, kunci rumah saya hilang', katanya. Nah, pucuk dicinta, ulampun tiba, saya bisa praktekkan teknik pertama yaitu hypermnesia.  Saya minta mba Rita untuk maju ke depan kelas dan singkat kata dia sudah masuk kondisi trancenya. Kemudian saya berikan sugesti bahwa sebentar lagi saya akan mengirimkan seorang detektif virtual yang berbentuk anak kecil bernama Conan. Ketika dalam trancenya mba Rita sudah bisa melihat Conan, maka saya minta dia mengikuti kemanapun Conan bergerak sampai di sebuah tempat Conan akan berhenti.  Di tempat Conan berhenti maka disitulah kunci itu berada. Sekitar dua menit mba Rita mengikuti perjalanan Conan dalam trancenya, sampai kemudian dia menganggukkan kepalanya pertanda bahwa Conan sudah berhenti bergerak. Segera saja saya bangunkan mba Rita untuk klarifikasi apakah betul kunci itu sudah ketemu.

'Sudah ketemu kuncinya Mbak Rita?'
'Sudah Pak..'
Penonton tepuk tangan...
'Dimana Mbak?'
'Di dalam wadah koin dan ticket parkir, di dalam tas merah'
Makin riuh tepuk tangan penonton
'Baik, coba mana tasnya?'
'Ini tasnya', kata mba Rita sambil menunjukkan tas pinggangnya yang berwarna HITAM!
'Lho, tadi katanya tas merah?.  Ya sudah coba dicari kuncinya'
Mbak Rita berusaha mencari kunci di tas pinggangnya dan tidak ketemu.
Huuuu penonton kecewa.
Tapi, tunggu dulu...
'Mba Rita bawa tas lain?'
'Iya'
'Ada dimana?'
'Di meja saya'
Kontan peserta lain yaitu mas Adi Pur SBI yg duduk dekat mbak Rita langsung menuju meja Mbak Rita dan di kursinya ada goody bag warna merah berisi beberapa modul dan sebuah dompet. Dompet tersebut kemudian diserahkan kepada mba Rita yang sudah tak sabar lagi mencari wadah koin dan ticket parkir.
Penonton tegang, ikut tak sabar. Lagi lagi saya menjadi orang yang paling tegang saat itu....
Daaaaan.... 
'Hore ketemu', jerit mba Rita kegirangan.
Tepuk tangan penonton membahana.
Dari wadah koin dan ticket parkir itu dia mengeluarkan kunci rumah yang seharian itu dicarinya. Case closed.
Mba Rita puas. Penonton puas. Saya yang paling lega.

Saatnya saya mengatakan SEMPURNA

Anda ingin menguasai ilmu ajaib itu?  Hubungi Hari Dewanto di nmr 08179039372

Tabik
- haridewa-

Quantum Leap

Masih ingat kisah Sam Beckett yg diperankan oleh Scott Bacula dalam serial TV Quantum Leap? Dibantu oleh sahabatnya Al, Sam bisa melompati waktu dan berpindah dari satu tubuh ke tubuh lain demi membantu menyelesaikan masalah pemilik tubuh tersebut. Setiap kali pindah tubuh, maka Sam akan berteriak, 'Oh boy'. Ingat?

Tahukah Anda bahwa setiap orang memiliki kemampuan time leap seperti Sam Beckett? Seperti yang sdh saya jelaskan pada tulisan terdahulu yang berjudul Detektif Virtual bahwa manusia mempunyai kemampuan utk melakukan Past Life Age Regression  (PALR). Quantum leap ini secara teori adalah manifestasi dari teknik kedua PALR yaitu revivification.

Dalam workshop hypnotherapy di Yogyakarta bbrp hari yang lalu ada seorang peserta yaitu Elis Julaiha yg phobia buah pepaya. Baru disuruh membayangkan pepaya saja Elis bisa langsung mual tak keruan. Kalau tak ditahan bisa jadi malah akan muntah.

Awalnya saya gunakan teknik klasik desensitization (yaitu mengatur kadar phobia dengan cara mengatur jarak pepaya dari tubuh klien).

Saya tanya Elis, berapa meter dia merasa nyaman berdekatan dg pepaya. Dia jawab 3 meter. Dan memang dari jarak 3 meter dia tidak terganggu. Ketika pelan namun pasti saya mencoba mendekat, ternyata dia hanya sanggup bertahan pada jarak 1 m 80cm. Setiap saya berusaha maju, Elis menunjukkan gejala mual parah. Terapi pertama kurang sukses.

Saya coba gunakan aplikasi NLP yaitu colapsing anchor. Inti dari teknik ini adalah menciptakan anchor phobia (dlm hal ini adl pepaya), dan anchor terapi (diwakili oleh durian, buah kesukaan Elis) yang kemudian menghantamkan anchor terapi ke anchor phobia sampai sensasi phobianya berkurang dan hilang. Ternyata tips ini kurang sukses juga. Anda mungkin bisa bayangkan apa rasa pepaya dicampur durian. Hoeks, malah membuat saya ikut mual hehehe.

Saya pikir pasti ada pencetus Elis mual setiap melihat pepaya meski dia ingin mencicipinya. Dan pasti ada masa di mana phobia itu tercetus karena menurut ceritanya sebelum SMA dia termasuk penyuka pepaya. Dia tidak ingat kapan dan kenapa mulai mual melihat pepaya.

Nah kalau begitu ini saat tepat untuk melakukan revivification. Dari ceritanya, Elis mengalamai masa SMA di tahun 1994-1996,  maka untuk mengetahui kapan dia mulai mual, saya bawa dia ke tahun 1994.

Menggunakan teknik mesin waktu berbentuk roller coaster, saya bawa Elis ke bulan Januari 1994. Saya minta dia membayangkan pepaya, dan reaksinya biasa saja. Artinya pada saat itu dia masih doyan makan pepaya. Saya lakukan terus teknik ini sampai ketika tiba di bulan Juni, dia sudah merasa mual ketika diminta membayangkan pepaya. Kesimpulannya phobia pepaya yang dialami Elis dimulai pada bulan Juni 1994. Apakah selesai sampai di sini? 

Tentu  tidak, karena kita belum tahu kapan tepatnya rasa mual itu mulai muncul dan kenapa. Maka saya bimbing Elis lebih detail lagi dengan membawanya maju sehari demi sehari di bulan Juni 1994 itu. Tanggal 1-5 Juni semua berjalan lancar, dan ketika memasuki tanggal 6 Juni 1994, Elis mulai merasa mual ketika diminta untuk membayangkan pepaya. Apakah sudah selesai permasalahan ini? Belum, karena saya belum tahu kapan waktu tepatnya dan apa penyebabnya.

Anda pasti sudah tahu apa yang akan saya lakukan. Ya, saya bimbing Elis menelusuri jam demi jam di tanggal 6 Juni 1994 itu, dan akhirnya ketahuan bahwa awal muasal dia merasa mual itu sesaat menjelang maghrib. Sekarang sudah ketemu kapannya. PR selanjutnya adalah mencari tahu kenapanya.

Setelah diberi kuasa untuk menjawab dengan verbal, akhirnya Elis mampu bercerita bahwa hari itu dia disuruh kalau tidak boleh dibilang dipaksa oleh kakaknya untuk menyuapi pepaya yang dihaluskan (seperti jus) kepada keponakannya.

Mungkin rasa kesalnya saat itu karena terpaksa melakukan hal yang tidak diinginkannya menjadikan kondisi emosi yang sangat intens dibarengi dengan aroma pepaya tumbuk yang menyengat membuatnya merasa mual setiap mengingat buah pepaya di kemudian hari. Ada luka hati yang berimbas phobia di sini. Jreeng, ketemu deh kenapanya.

Akhirnya, alih-alih melakukan terapi pada phobianya, saya malah menganjurkan Elis untuk memaafkan kakaknya menggunakan teknik Forgiveness Therapy.

Aneh bin ajaib, setelah memaafkan kakaknya atas apa yang telah dilakukan sekian tahun yang lalu, Elis merasa sangat bahagia dan lega.

Ketika proses PALR selesai, dan kami mencoba memberikan sepotong pepaya, meski agak ragu namun dia menerimanya dan kemudian memasukkan potongan pepaya tadi ke mulutnya.

Semua itu terlihat seperti adegan slow motion di mata saya. Ruaaar biasa, phobia Elis akan pepaya telah sembuh. Daaan, ini saatnya saya mengatakan: SEMPURNA...

Tahukah Anda bahwa semua orang bisa menguasai ilmu ajaib ini. Silakan hubungi Hari Dewanto di nomor 08179039372.

Semakin Anda menunda, semakin Anda penasaran dg keajaiban apa lagi yang bakal terjadi. Oh boy..!

Tabik

-haridewa-

Maaf Mengganggu

‘Mohon maaf mengganggu
Salam Joint, Sobat Fulan (nama sdh saya ganti) adalah salah satu kandidat AB 1 Kota Yogyakarta, beliau berasal dr Yogyakarta dst dst dst.....’

Saya membaca pesan tersebut dalam salah satu grup whats app yang saya
ikuti. Spontan saya langsung menghubungi pengirim melalui jalur
pribadi.

Saya perkenalkan diri saya, dan menyarankan kalau kali lain menghindarkan penggunaan kata maaf mengganggu dan mengganti dengan
kata lain seperti mohon perhatian atau minta waktunya sejenak.

Saya jelaskan alasannya, yaitu pada dasarnya tidak ada seorangpun di dunia
ini yang suka diganggu (meskipun sudah minta maaf hehehe) .

Benar saja, tak lama kemudian di grup WA tersebut langsung heboh
dengan tanggapan negatif atas pesan yang dimulai dengan maaf mengganggu tadi.

Ah, tanpa saya jelaskan Anda semua pasti sudah tahu, bahwa manusia itu pada dasarnya suka memuji diri sendiri dan mengkritisi orang lain. Itu normal kok, selama tidak berlebihan.

Jangankan penampilan yang jelek, penampilan yang bagus saja tetap saja
dicari jeleknya. Bahasa medsos sekarang akan selalu ada hatters untuk
semua hal.

Maka ketika memulai sebuah pesan, kalau belum apa-apa kita sudah
menyatakan bahwa kita akan mengganggu, ya jelas saja itu ibarat membangunkan macan tidur! Semua naluri hatters langsung aktif.

Alih-alih sebuah pesan menjadi bermakna, justru cerca membabi buta
yang kita terima. Jadi bagaimana agar pesan yang kita tuliskan di
media sosial mengena?

Berikut tipsnya:
1. Ciptakan sebuah cerita. Pada dasarnya semua orang senang diceritain
sesuatu. Itulah kenapa dari jaman dahulu ada tradisi wayangan, ludruk, ketoprak dll. Itulah kenapa meski ceritanya itu itu saja namun sinetron masih saja berjaya.

2. Gunakan kalimat singkat dan hanya beberapa kalimat setiap alenianya.

Ingat, manusia sekarang adalah manusia gadget, mereka membaca segala hal melalui smartphone mereka, jadi kalau tulisan Anda terlalu padat hanya akan membuat pening kepala. Alhasil pembaca hanya akan scroll down tanpa mendapat makna

3.Awali dengan hypnotic pattern seperti:

Percayakan Anda?
Tahukah Anda?
Mungkin Anda sudah tahu.
Bayangkan....
Saya penasaran......
Dll

Tahukah Anda, ternyata menggunakan tips tersebut, pesan yang ingin
Anda sampaikan bisa langsung menembus bawah sadar yang artinya akan termemori dengan baik oleh pembacanya.

Bahkan ketika ending dari pesan
adalah sebuah ajakan, maka 90% ajakan tadi akan diterima.

Gak percaya?
Buktikan saja sendiri.
Masih kurang yakin?

Maka Anda bisa
menghubungi Hari Dewanto  di nmr 08179039372 untuk berdiskusi lebih
lanjut dalam pemberdayaan bawah sadar ini.

Tabik
-haridewa-

Menangkal Kejahatan Hipnosis

Tadi malam saya mendapat message dari seorang kawan sbb:

Kmrin sy dpt postingan berita di WAG lain mgenai ibu yg di hipnotis penjahat shg mau menyerahkan barang2 yg dibawanya.

Sy mau tanya kpd ahlinya nih..
Apakah org yg belajar dan menguasai kemampuan hipnotis pasti bisa berbuat jahat?

Dan sebaliknya, apakah org yg bisa hipnotis tdk mgkin di hipnotis org lain?

Bgmn org awam bisa menangkal pengaruh hipnotis? Trm ksh bnyk seblmnya atas kesediaan menjelaskan..

Berikut jawaban saya:

1. Hipnosis (hipnotis adl pelaku hipnosis) spt halnya ilmu lain ibarat pisau bermata dua.

Di tangan chef, pisau bermanfaat utk menyajikan masakan. Di tangan pembunuh pisau bs sangat berbahaya.

Hipnosis perlu kerjasama dari suyet jd tdk ada keterpaksaan. Kalau ada org yg sukarela menyerahkan barangnya kpd org lain pasti ada alasan.

Biasanya krn iming2 tertentu (secara halus tentu)

2. Orang yg belajar hipnosis tetap bisa dihipno oleh orang lain. Namun mrk sdh punya pengetahuan tentang trik2 hipno shg bisa segera sadar kalau ada orang yg berniat jahat

3. Semua orang bisa menangkal hipnosis. Caranya ya tinggal menolak perintah yg ga masuk akal.

Jangan mudah di iming2i atau di intimidasi krn dua trik plg mudah memanipulasi bawah sadar adl memicu keserakahan dan ketakutan kita

4. Kalau suatu saat kita sdh terjebak atau merasa aneh alias merasa terhipnosis segeralah lakukan bbrp hal ini

A. Berdoa, berdzikir kpd Tuhan sesuai dg keyakinan kita
B. Bergerak dg tiba tiba atau meloncat dg tiba tiba
C. Menyanyi dalam hati utk memindahkan fokus dari sugesti org itu D. Menghitung hitungan yg sangat sulit di dalam hati
E. Menggeleng gelengkan kepala sambil mengatakan tidak di dalam hati

Kawan tadi bertanya lagi:

Pak Hari, ketika pikiran seseorang telah dikuasai/dipengaruhi si hipnotis, apakah si korban masih bisa memikirkan setidaknya satu diantara 5 tips itu?

Saya jawab lagi.
Masih bisa pak, krn meski dlm kondisi hipnosis kendali tetap ada di kita.
Akibat kurangnya informasi atau gara-gara show hipno di TV maka seolah orang yg dihipnosis sdh benar2 dlm kuasa org lain.

Rasanya orang dihipno itu spt org tindihan kalau di jawa, atau ereup2 kalau di sunda. Kita bisa mendengar atau bahkan melihat sekitar kita namun badan kita tdk bs gerak.

Nah tentu kita berusaha keras utk lepas dr kondisi yg tdk mengenakkan ini to?

Bedanya kalau sdg dihipnoterapi maka kita merasa nyaman krn semua sugesti yg masuk adl baik adanya.

Monggo kalau pada punya waktu, saya undang utk main ke cafe therapy bogor. Tgl 19 april ini saya ada seminar gratis membongkar rahasia hipnotis.

Semoga bermanfaat

Tabik
- haridewa-

Hipnoterapi dalam Bisnis

Dalam menangani suatu kasus, seorang hipnoterapis mesti jeli memahami
masalah klien. Dus, juga mesti bisa memilah antara masalah dan keluhan.

Seringkali klien datang dengan membawa setumpuk keluhan,
dengan emosi memuncak pula.

Contoh sederhana adalah penduduk Jakarta dan sekitarnya yang selalu mengatakan jalanan macet, transportasi massa jelek, kondisi jalan yang sudah rusak sehingga mereka sering telat sampai kantor.

Itu semua adalah keluhan, karena akar masalah
adalah mereka tidak bisa bangun pagi.

Teknik mutakhir yang sering digunakan oleh hipnoterapis belakangan ini
adalah Brief Therapy.

Konsep sederhana dari teknik ini sbb:
1.Teknik coaching yang berorientasi kepada Outcome, bukan
berorientasi kepada problem

2.Tidak perlu mengintervensi masa lalu

3.Memperkuat sisi positif untuk melemahkan sisi negatif

Sebagai orang yang pernah puluhan tahun bekerja di sebuah perusahaan
dan berhubungan dengan banyak karyawan, saya berpikir teknik brief
therapy ini bisa juga digunakan untuk mengatur karyawan atau melakukan
coaching dalam sebuah bisnis.

Saya akan share tekniknya di bawah ini.
1.Tentukan WFO (Well Formed Outcome) atau tujuan yang SMART
(Spesific, Measurable, Action Oriented, Reasonable dan Time bound) yang ingin dicapai (biasanya ini adalah solusi dari masalah karyawan)

2.Sebagai coach maka kita perlu melatih beberapa pola pertanyaan yang
bertujuan untuk memperoleh feedback dari Client/karyawan yang
bermanfaat bagi proses problem solving sbb:
a.Miracle Question : Meminta karyawan membayangkan solusi ajaib bagi masalahnya. Biarkan mereka membebaskan imajinasinya dalam rangka
menemukan solusi atas masalah mereka. Ini ibarat mengajak mereka
melakukan brain storm. Tak ada yang salah. Catat semua keajaiban yang
mungkin muncul sebagai jawaban atas masalah karyawan.

b.Coping Question: Meminta karyawan untuk mengingat langkah apa saja yang sudah dilakukan guna meyelesaikan masalah mereka. Tanyakan pula bagaimana hasil dari langkah yang sudah mereka lakukan. Tanyakan lagi ada kemungkinan langkah yang sudah terpikir dan belum dilakukan, dan
kira-kira bagaimana kans keberhasilannya. Dengan melakukan hal ini
sebenarnya kita sudah melakukan empowerment dan menunjukkan trust kita
kepada karyawan.

c.Scaling Question: Ini pertanyaan penting untuk melakukan kalibrasi
atau sekedar mengukur kadar masalah karyawan.

Scaling question juga berperan dalam pengukuran perkembangan karyawan,
termasuk dalam pencapain sebuah solusi. Biarkan yang menentukan
pengukuran karyawan kita, tugas kita adalah menunjukkan jalan ke arah
yang sudah disepakati bersama

d.Exception Question: Dalam terapi biasanya ini adalah pertanyaan
pamungkas yang mampu menemukan solusi atas masalah klien. Seringkali
klien lupa bahwa mereka sebenarnya pernah melakukan hal yang menjadi solusi atas masalah mereka. Maka sebagai coach, tugas kita adalah menemukan pertanyaan yang tepat

Contoh kasus,  seorang karyawan yang merasa grogi setiap kali harus
menemui pelanggan.

1.Miracle Question: ‘Seandainya ada sebuah keajaiban yang mampu
membuat  Anda percaya diri ketika menghadapi pelanggan, kira-kira
seperti apa keajaiban tersebut?’

2.Coping Question: ‘Apa saja yang sudah Anda lakukan untuk
meningkatkan rasa PD Anda. Bagaimana hasilnya? “Apakah masih ada
rencana yang belum sempat dilakukan?”

3.Scaling Question: ‘Skala 1 sampai 10 dimana angka 1 menunjukkan Anda kurang PD, dan angka 10 menunjukkan Anda sangat PD, kira-kira di
angka berapa perasaan Anda sekarang’

4.Exception Question: ‘Kira-kira ada nggak suatu momen dimana Anda
bisa sangat PD, meski cuma sesaat?’ “Kapan?”

Dengan menguasai keahlian bertanya seperti ini saja, Anda sudah bisa
membantu karyawan Anda menemukan solusi atas masalah mereka tanpa
terkesan menggurui mereka karena sebenarnya semua solusi datang dari
diri mereka sendiri.

Keren apa keren?

Tabik
-haridewa-

Benefit Belajar Hipnosis

BENEFIT BELAJAR HYPNOSIS

Benarkah kita bisa mendapatkan manfaat dengan belajar Hypnosis?

Apa saja manfaatnya?

Berikut diuraikan berbagai profesi dan manfaat yang dapat dipetik dari belajar  Hypnosis.

Bagi setiap orang, Hypnosis akan membantu mempermudah pencapaian kebahagiaan hidup, kesehatan diri, kesuksesan secara profesional secara lebih konsisten terprediksikan:
- Memiliki pengendalian diri yang lebih baik, mempengaruhi kondisi emosi sesuai keinginan.

-Melenyapkan emosi-emosi negatif seperti fobia.

-Menghancurkan keputusan-keputusan yang membatasi diri.

-Mengidentifikasi kepercayaan-kepercayaan yang mengungkung.
-Menciptakan pola-pola unggul dari siapapun model peran yang anda pilih.

Bagi pebisnis dan profesional seperti manajer bisa menggunakan Hypnosis untuk mengembangkan hubungan dengan cepat, membangun kerjasama sekelompok yang kuat, meningkatkan kemampuan bernegosiasi dan pemecahan masalah.

Bagi salesman, resepsionis, frontliner, customer service akan belajar membangun hubungan dengan cepat, menggali dan memenuhi kebutuhan klien-klien, mengatasi keberatan / komplain secara elegan, dan melenyapkan fobia (prospekting, menelepon, kanvasing, dll).

Bagi politisi, tokoh mayarakat/agama, LSM dan sebagainya dapat menggunakan Hypnosis untuk memperbaiki kemampuan berbicara di depan publik, mempelajari kemampuan persuasi, mendekatkan diri dengan konstituen, meningkatkan efektivitas lobi dan sebagainya.

Bagi trainer, fasilitator dan guru bisa mendapatkan paradigma baru dalam pendidikan dan pelatihan untuk efektif menangani peserta, membangkitkan semangat, melibatkan, dan teknik pembelajaran yang lebih modern sesuai dengan cara kerja otak manusia.

Bagi olahragawan atau personal trainer mampu menguasai mental dan fisik untuk memicu kondisi puncak kapanpun diinginkan, meningkatkan fokus, mengembangkan ketrampilan teknis yang lebih baik, dan menguasai kesehatan jiwa raga.

Profesional kesehatan jiwa bisa menambah ketrampilan baru untuk mendalami klien mereka, memahami prinsip perubahan yang lebih cepat, untuk membantu klien dalam proses rehabilitasi.

Profesional medis seperti dokter, bidan dan perawat bisa belajar teknik untuk lebih baik berhubungan dengan pasien, membantu mereka lebih nyaman dan berani menghadapi proses perawatan, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat dan menyenangkan.

Bagi artis, penyanyi, selebriti, membantu kepercayaan diri, melenyapkan demam panggung, membantu diet, memprogram pikiran dalam menghindari rokok dan narkoba.

Bagi mahasiswa dan pelajar bisa membantu teknik belajar yang lebih unggul, metode mengingat yang lebih baik, menambah kepercayaan diri saat ujian, dan meningkatkan pergaulan.

Benarkah kita bisa mendapatkan manfaat dengan belajar Hypnosis?
.

Hubungi Hari Dewanto di nmr tlp/WA/SMS 08179039372

Terima kasih

Marketer

Setiap diri adalah marketer, namun kenapa tidak semua orang berhasil menjual? Ini alasannya: sebagai marketer kita terlalu sering berkutat pada TELL. Apa tandanya? Kita terlalu sering nguplek What & How,  apa dan bagaimana kita. Apa dan bagaimana product kita. Kadang malah over detailed. Seolah mau pamer kehebatan produk kita. Kelebihan gagasan kita.

Kita sering lupa pada inti SELL. Apa itu? Fokuslah pada Why?  Maksudnya? Ciptakan alasan!  Semua orang perlu alasan utk bergerak, maka mereka juga perlu alasan utk membeli produk kita atau gagasan kita.

Dan tahukan Anda bahwa yang punya peran besar dalam penciptaan why adalah bawah sadar manusia

Mau tahu ilmu penciptaan why ini?
Silakan kontak saya di nomor 08179039372

Tabik
- haridewa -

Hipnosis Bukan Ilmu Ajaib

HIPNOSIS BUKAN ILMU AJAIB

Selesai memberikan hypno motivation training untuk anak SD kelas VI agar mereka tetap fokus dan tenang ketika menghadapi UN nanti, saya lanjutkan sesi dengan terapi fobia untuk beberapa siswa.

Beberapa siswa dan siswi berebut maju ke depan sambil mengutarakan fobianya terhadap sesuatu. Ada yang fobia cicak, ayam, ular sampai karet gelang.

Dibantu oleh beberapa teman yang baru diwisuda sebagai hipnoterapis sehari sebelumnya, kamipun mulai beraksi.

Menghadapi usia SD yang cenderung masih sangat mudah diarahkan ini dalam waktu kurang dari setengah jam selusin siswa sudah berhasil dibebaskan dari fobia mereka. Bapak ibu guru dan beberapa orang tua yang hadir hanya bisa ternganga takjub melihat kami menjentikkan jari dan para siswa itu langsung tertidur pulas.

Mereka mengamati kami berceloteh sambil sesekali memencet telapak tangan atau bahu siswa dan beberapa waktu kemudian mereka terbangun dan ketika dites dengan gambar atau imajinasi hewan yang ditakutinya, semua sudah normal. Tak seperti sebelumnya dimana mereka menjerit histeris hanya ketika diperlihatkan gambar hewan tertentu.

Aneh?  Bagi para guru dan orang tua itu mungkin ini hal aneh. Selama bertahun-tahun mereka menyadari ketakutan beberapa siswanya akan sesuatu.

Dan hari itu hanya dalam waktu sekejap, semua berubah. Namun bagi kita yang sudah paham pola kerja pikiran bawah sadar maka ini hal yang biasa saja. Karena memang layaknya komputer maka pikiran bawah sadar manusia bisa diprogram ulang sesuai kebutuhannya.

Melihat keajaiban itu beberapa guru kemudian menggandeng beberapa siswa untuk kemudian meminta kami melakukan terapi. Kata bapak ibu guru itu anak-anak ini adalah siswa nakal dan bermasalah.

Berikut dialog saya dengan salah satu siswa tersebut yang dicap sangat bandel dan masih mengompol meski sudah kelas 4.

+ 'Apa kabar Dik?'
- 'Eemm kenapa saya disuruh ke sini ya Pak?'
+ 'Gak kenapa kenapa kok. Boleh gak Bapak nanya sesuatu sama kamu?'
- 'Nggg emang ada apa Pak?'
+ 'Kata pak guru kamu masih ngompol ya?'
- 'Iya, emang kenapa?'
+ 'Lho gak malu ya?'
- 'Enggak..'
+ 'Itu bukan sebuah masalah untuk kamu?'
- 'Bukan... '
+ 'Gak pingin camping? Atau tidur di rumah teman?'
- 'Enggak... '
+ 'Ooo ya sudah kalau begitu. Silakan kembali ke kelas'

Ibu guru yang membawa anak itu kepada saya terbengong-bengong.

'Lha kok malah disuruh kembali ke kelas Pak. Gak diterapi?' 

Saya jelaskan kemudian bahwa saya tidak bisa melakukan apa-apa terhadap anak tadi. Karena anak itu tidak merasa punya masalah. Dari satu kali interview yang sudah sangat jelas merupakan masalah saja yaitu ngompol, namun dia tidak merasakan itu sebagai sebuah masalah, apalagi tentang perilaku yang dianggap bandel oleh orang lain.

Hipnosis bukanlah sebuah ilmu super ajaib yang mampu merubah perilaku orang hanya dengan membacakan mantra abrakadabra. Hipnosis menjadi ajaib ketika ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Antara suyet dan terapisnya.

Seperti contoh siswa yang fobia tadi, dengan sukarela dan tanpa dipaksa mereka justru mendatangi kami untuk dibantu. Beda dengan anak yang dicap nakal tadi. Dia datang dengan dipaksa oleh gurunya. Repotnya lagi dia tidak merasa kalau dirinya nakal atau punya masalah.

Pertanyaannya adalah apakah mereka tidak bisa diterapi? 
Anda pasti sudah tahu jawabannya. Tentu saja bisa!
Next question adalah Kapan? 
Yaitu saat mereka sudah merasa kalau apa yang selama ini dialaminya atau dilakukannya sudah menjadi sebuah MASALAH bagi dirinya.

Tantangannya adalah memberikan mereka edukasi bahwa apa yang mereka alami dan lakukan itu merupakan masalah.

Maka salah satu caranya adalah temukan alasan mereka untuk tidak melakukan atau mengalami hal tersebut. Bahasa kerennya temukan STRONG WHY nya. Atau simpelnya temukan AMBAG nya alias Apa Manfaat Bagi Gua kalau melakukan atau tidak melakukan sesuatu hal.

Menemukan AMBAG tak perlu gunakan hipnosis. Cukup sentuh perasaan si anak dengan bahasa yang lembut. Cukup berikan contoh yang relevan, juga contoh yang baik dari orang tua dan guru serta lingkungan.

Anda memiliki anak seperti contoh di atas? Silakan temukan AMBAGnya, kalau sudah boleh diajak untuk main ke Cafe Therapy Bogor, di Jl. Johar Raya No 27 Taman Cimanggu Bogor

Tabik
-haridewa-

Service Excellence with NLP

Hari ini saya membantu pihak RS Mitra Keluarga Kelapa Gading untuk change mindset karyawan mereka mengenai Pelayanan Prima (Service Excellence).

Ada 5 sesi yang saya share, yaitu:
1. Merubah dari Pelayanan Bermutu menuju ke Pelayanan Prima. Bedanya dimana sih?  Kata kunci pelayanan bermutu adalah pelayanan kita sudah sesuai dengan harapan pelanggan. Sementara pelayanan prima adalah melebihi harapan pasien.

Kebanyakan orang ketika ditanya lawan good adalah bad. Maka ketika pelayanan sudah sesuai dg harapan pelanggan kita sudah sering merasa puas. Khan sudah tidak bad lagi. Dalam bukunya good to great,  Jim Collins mengatakan bahwa musuh goodness bukan badness melainkan greatness. Maka ketika kita sdh mampu mencapai harapan pelanggan, tugas kita selanjutnya adalah melebihi harapan pelanggan. Itulah greatness.

Dalam rangka transformasi ini, saya langsung berikan tips praktis, yaitu merubah wording mereka ketika melayani pelanggan dari fokus ke want menuju need. Kalau biasanya mereka mengatakan, 'Apa yang Bapak/Ibu inginkan?' menjadi 'Apa yang Bapak/Ibu perlukan?'
Want tidak pernah ada batasnya. Maka alih-alih memuaskan pelanggan, yang ada justru keluhan. Kalau need selalu bisa dirumuskan batasannya sehingga pengukuran kepuasannya lebih akurat.

2. Keahlian berkomunikasi sebagai bagian penting dalam pelayanan. Di sini saya membahas mengenai keahlian mendengar yang jarang diajarkan di kelas manapun.

Keahlian mendengar dibagi 3, yaitu:

A.  Keahlian mendengar dengan telinga. Kita hanya menangkap suara yg kita dengar

B. Mendengar dengan mata. Kita sudah mulai membaca bahasa tubuh. Apa yang tersirat dari yg tersirat.

C. Mendengar dengan hati. Ini keahlian listening paling ultimate. Kita mengenalnya sebagai empati. Seringkali kita merasa sudah memberikan empati kepada orang lain. Contoh ketika ada kawan yang kehilangan keluarga maka spontan kita akan berucap: 'Turut berduka cita.' 

Yang namanya empati adalah merasakan apa yg orang lain rasakan. Perhatikan lagi ucapan di atas. Belum ikut merasakan bukan? Itu baru simpati. Maka ucapan empati bisa seperti ini, 'Saya bisa ikut merasakan kehilangan Anda' Nyess!

3. Mastering Emotional Control
Banyak orang yg menyamakan emosi dengan marah. Padahal marah adalah salah satu bagian dari emosi. Ada 5 emosi dasar manusia yaitu sedih, bahagia, cinta, marah dan takut. Dalam menghadapi pelanggan yang marah acapkali kita ikut  terpancing emosinya.

Maka berikut adalah tips agar bisa selalu excellent.

A. Kembalikan ke niat awal bekerja. Everything is business, nothing personal. Pelanggan tidak sedang marah pada Anda. Mereka hanya kecewa. Dan orang kecewa hanya perlu dimengerti. Maka katakan: 'Saya bisa mengerti kekecewaan Bapak/Ibu'

B. Menurut Covey, pembeda antara orang reaktif dan proaktif adalah jeda atau pause. Orang reaktif lgsg bertindak ketika mendapatkan aksi. Orang proaktif akan mengambil jeda sejenak untuk berpikir sebelum memutuskan tindakan apa yg akan dia ambil. Maka ketika menghadapi pelanggan sulit ambil jedalah sejenak. Caranya ambil nafas yang daalaaaaaammmm sampai dada terasa luas baru keluarkan nafas melalui mulut. Cobalah dan rasakan bedanya

C. Hijrah. Maksudnya geser dikit dari posisi ketika kita kena semprot pelanggan tadi. Ketika kita gerak maka mood kita ikut gerak. Bahasa Inggrisnya emosi adalah EMOTION. Maka emotion is created by MOTION.

4. Mengukur kepuasan pelanggan dan cara meningkatan kepuasan pelanggan. Coba perhatikan tulisan di beberapa RM Padang. Anda puas ceritakan pada orang lain. Anda tidak puas ceritakan pada kami. Urang awak sudah paham dengan kesaktian word of mouth. Dalam skala perusahaan maka diperlukan teknik penanganan complain yang komprehensif.

Pada dasarnya orang yang mengeluh juga hanya ingin dimengerti kok. Berikut cara kita mengerti mereka:
- Kita akui konsen mereka
- Kita minta maaf
- Berikan pemecahan masalahnya
- Lakukan tindak lanjut
- Berikan kompensasi
Beress

5. Memahami Bahasa Tubuh
Di dunia ini dikenal ribuan bahasa tubuh. Sayangnya hanya sedikit dari kita yang mau menyadari kekuatan bahasa tubuh ini. Dalam teori Powerful Communications porsi Word hanyalah 7%, sementara Tone 38% dan Motion sebesar 55%. Jadi porsi kata hanya 7%, artinya kombinasi tone dan motion (body language) adalah 93%. Bayangkan apa yang terjadi ketika kita melayani komplain pelanggan dengan diam namun cemberut?  

Demikian sharing saya hari ini mengenai Service Excellence, yang sebenarnya intinya adalah sebagai manusia pelanggan itu hanya ingin diuwongke, alias dimanusiakan. Begitu

Semoga bermanfaat
Tabik
- haridewa-

Hypno Selling

Hari ini seorang sahabat berkunjung ke  Cafe Therapy dan bertanya mengenai program hypno selling. Seperti kebanyakan orang, sahabat saya ini  juga awalnya masih berpikir apakah kita bisa meng-hipnosis orang untuk membeli barang atau jasa kita. Kemudian saya jelaskan bahwa dalam hypno selling kita tidak benar benar menghipnotis orang kemudian setelah orang itu trance seperti tontonan yang kita lihat di tv kita bisa memerintahkan orang itu untuk membeli barang atau jasa kita.

Yang kita lakukan adalah mengoptimalkan komunikasi kita kepada calon klien sehingga mereka merasa nyaman dengan kita dan pada akhirnya mereka merasakan kebutuhan akan produk atau jasa kita. Hanya orang yang merasa nyaman yang mampu membuat orang lain merasa nyaman.

Dalam kesempatan yang baik ini saya akan berbagi langkah melakukan hipno selling.

1. Self State Control
Yang dimaksud state di sini adalah kondisi pikiran kita, atau lebih sering kita kenal sebagai emosi. Survey di Amerika membuktikan bahwa salesman yang bahagia  (kondisi emosi positif) mampu menjual 54% lebih banyak. Maka sebagai sales people, sebelum berjualan kita mesti lihai menguasai state kita dulu.

Dalam sesi ini kita akan belajar 3 hal pokok yaitu:

A. Pose Control
Tahukan Anda bahwa tubuh kita selalu terkoneksi dengan  pikiran dan emosi kita. Demikian juga sebaliknya. Dengan kata lain pikiran, emosi dan fisik itu ada dalam 1 sistem. Sebagai suatu sistem, maka ketiganya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Jika salah satu aspek mengalami suatu perubahan yang cukup drastis, maka dua aspek yang lainnya akan terpengaruh. Dengan demikian, Anda dapat dengan sengaja melakukan suatu perubahan pada salah satu aspek, agar mendapatkan perubahan pada aspek yang lainnya.

Silahkan mulai dari Anda duduk santai dan kepala Anda menunduk ke bawah, dan lirik ke sebelah kanan. Jatuhkan lemas pundak Anda sehingga seperti sedang membungkuk. Sudah? Nah sambil tetap menjaga posisi tubuh yang seperti ini, sekarang berusahalah untuk mengingat perasaan berbahagia. Ingat, mata melirik ke bawah kanan, kepala menunduk....

Pada kondisi fisik yang seperti ini, bisakah Anda mengakses suatu perasaan yang berbahagia? Tentu saja sulit, bukan? Sebaliknya, sekarang duduklah tegak dan kepala mendongak ke atas untuk melihat ke langit-langit ruangan. Ijinkan bibir dan mata Anda tersenyum. Sambil terus mempertahankan posisi ini, sekarang cobalah dengan sia-sia untuk merasa sedih yang mendalam. Hahahaha, sulit pula bukan?

B. Anchoring
Anchor atau jangkar emosi merupakan program artifisial yang bisa diciptakan untuk mengakses sebuah state dengan instant. Dalam komputer kita mengenal beberapa shortcut seperti ctrl+c untuk copy atau ctrl+v untuk paste.
Dengan teknik tertentu  bagian tubuh kita seperti jari jemari  bisa menjadi tombol ajaib untuk mengakses perasaan bahagia dan atau percaya diri sehingga kita bisa selalu bersemangat ketika berjualan

C. Reframing
Sebenarnya semua peristiwa  yang kita hadapi tidak akan memiliki pengaruh terhadap diri dan pikiran kita sampai kita memberinya makna tertentu. Ketika kita memaknai dengan baik maka pengalaman yang kita peroleh menjadi positif. Begitu juga sebaliknya. Reframing atau membingkai ulang profesi sales people sebagai pekerjaan paling mulia dan diajarkan oleh Nabi SAW akan membuat semangat jualan kita selalu berada di peak level

2. Customer State Control
Setelah berhasil menguasai state kita sendiri maka kita juga mesti lihai mengenali dan menguasai state calon pelanggan kita.
Dalam sesi ini kita juga akan belajar 3 hal pokok yaitu:

A. Building Rapport
Jalin hubungan dengan pelanggan. Kalau dalam conventional selling skill dituntut keahlian kita untuk berbicara, maka dalam sesi ini justru keahlian mendengar yang akan dikuatkan. Keahlian mendengar dibagi 3, yaitu:
a. Keahlian mendengar dengan telinga. Kita hanya menangkap suara yg kita dengar
b. Mendengar dengan mata. Kita sudah mulai membaca bahasa tubuh. Apa yang tersirat dari yg tersurat.
c. Mendengar dengan hati. Ini keahlian listening paling ultimate. Kita mengenalnya sebagai empati. Seringkali kita merasa sudah memberikan empati kepada orang lain. Contoh ketika ada kawan yang kehilangan keluarga maka spontan kita akan berucap: 'Turut berduka cita.'  Yang namanya empati adalah merasakan apa yg orang lain rasakan. Perhatikan lagi ucapan di atas. Belum ikut merasakan bukan? Itu baru simpati. Maka ucapan empati bisa seperti ini, 'Saya bisa ikut merasakan kehilangan Anda' Nyess!

Ketika Anda berhasil merasakan apa yang dirasakan calon pelanggan Anda maka itu merupakan pintu masuk menuju langkah selanjutnya.

B. Pacing
Pacing adalah teknik yang sangat powerful untuk mengambil hati calon pelanggan. Yang dimaksud dengan pacing di sini adalah menyelaraskan state kita dengan state pelanggan. Caranya:

a. Sesuaikan gaya komunikasi kita dengan mereka. Pada dasarnya manusia menerima informasi berdasarkan Visual alias dominan penglihatan, Auditory atau dominan pendengaran, dan Kinestetic atau dominan merasakan. Kenali dulu tipe pelanggan kita, dan tak peduli tipe kita apa, namun sesuaikan tipe kita dengan mereka

b. Sesuaikan dengan gaya keputusan mereka. Setiap manusia memiliki cara berbeda dalam mengambil keputusan. Ada yang impulsif, ada yang deduktif, berdasarkan data dll.   Cari tahu tipikal-tipikal seperti itu kemudian sesuaikan gaya closing Anda.

c. Libatkan unsur emosional. Survey menunjukkan bahwa orang membeli itu hanya 15% berdasarkan logika, 85% sisanya adalah berdasarkan emosi mereka. Pehatikan contoh berikut:

"Komputer ini sangat canggih, processor-nya parallel pentium-30, memory-nya 1024-GB, harddisk-nya 400-TB dengan konfigurasi RAID-4, menggunakan USB seri-8, Graphic Card-nya bisa menghandle resolusi 4800x 9600 px”.

Dan

“Komputer ini oke punya ! Model terakhir dan tercanggih ! Pokoknya kalau ini ditaruh di rumah Anda, dijamin semua pekerjaan anda beres res …. tuntas …. tas …. tas !”

Menurut Anda, mana yang lebih menjual?  Yang kedua khan?  Ya, unsur emosinya kental banget.

C. Leading
Atau mendapatkan komitmen atau closing. Saya tidak membahas teknik closingnya, namun saya punya tips ampuh yaitu USA alias Untung Saya Apa atau

- Ulangi manfaat emosionalnya
- Sampaikan penawaran spesialnya
- Amankan dengan garansi

Bagaimana kalau kita ditolak?
- No Trust? --> Ulangi poin A
- No Need? --> Ulangi poin B
- No Hurry? --> Ulangi poin C
- No Money? --> Kasih discount, naikkan syarat

Semoga bermanfaat. Anda berminat menguasai teknik ini? Silakan japri saya di 08179039372

Tabik
- haridewa -

Percaya Diri vs Optimis

Ada seorang peserta pelatihan NLP for High Impact Leadership bertanya apa beda Percaya Diri (SELF CONFIDENCE) dan Optimis. Pertanyaan yang sederhana, namun memerlukan jawaban yang taktis.

Jadi ini jawaban saya waktu itu:

PD adalah keyakinan kita pada kemampuan diri sendiri menyelesaikan sebuah situasi

Sementara optimis adalah keyakinan kita pada kemampuan Allah menyelesaikan sebuah situasi.

Anda ingin memenangi semua situasi kehidupan ini?
Be Confident and Be Optimistic my friends...!

Tabik
- haridewa -

Rencana

Anda punya rencana dan masih bingung mau mulai atau tidak? Cobalah ajukan 4 pertanyaan ini:
1. Apa yang terjadi kalau rencana tadi direalisasikan?
2. Apa yang terjadi kalau rencana tadi tidak direalisasikan?
3. Apa yang tidak terjadi kalau rencana tadi direalisasikan?
4. Apa yang tidak terjadi kalau rencana tadi tidak direalisasikan?

Jawab masing-masing pertanyaan tadi dan bayangkan apa perasaan yang Anda alami terhadap masing-masing jawaban Anda

Semoga setelah menjawabnya, Anda jadi tahu apakah rencana Anda tadi layak atau tidak untuk direalisasikan.

Tabik
-haridewa-
Professional Hypnotherapist, Happiness Coach

Unsolved Matter Behind

Pernahkah Anda merasa badan pegal remuk redam ketika bangun tidur padahal Anda merasa tidur Anda cukup berkualitas dari sisi durasi dan kualitas (springbednya masih empuk pula). Anda juga ingat bahwa hari sebelumnya Anda tidak melakukan aktivitas berat seperti Olah Raga atau habis mindahin barang berat. Pernah? Atau malah sering? 😊

Anda sudah pergi ke spa atau memanggil tukang urut untuk mengatasi situasi ini, namun pagi harinya rasa pegal itu tak kunjung pergi. Apa sebenarnya yang terjadi?
***

Sebelum pertanyaan tadi saya jawab, saya ingin mengajak Anda untuk kembali ke rutinitas harian Anda. Di era digital begini tentu sebagian besar dari Anda sangat familiar dengan komputer, laptop atau smartphone khan? Nah coba ingat pernahkah laptop atau smartphone Anda beroperasi lebih lambat dibandingkan biasanya? Pernah? Apa yang terjadi waktu itu? Apa yang Anda lakukan untuk mengembalikan fungsi gadget Anda ke kondisi semula? Belum paham maksud saya?

Baiklah, coba sekarang perhatikan smartphone Anda. Berapa detik waktu yang diperlukan untuk membuka sebuah aplikasi, whats app misalnya. Satu detik, dua detik atau lebih dari lima detik?

Dalam kondisi normal maka sebuah aplikasi berhasil terbuka dalam waktu 1-3 detik. Kalau lebih lama dari waktu itu, maka satu hal sederhana yang harus Anda lakukan adalah mengecek apakah di belakang layar smartphone Anda masih terdapat beberapa aplikasi lain yang masih terbuka (kalau di android biasanya kita akan menekan tombol bergambar kotak ganda di sudut kiri bawah) untuk kemudian menutupnya.

Secara kasat mata tampilan layar smartphone yang muncul hanya satu aplikasi  (front end) namun ketika di belakang layar (back end) beberapa aplikasi masih berjalan, tentunya akan memakan memory juga. Akibatnya smartphone Anda menjadi lebih lelet dari biasanya.
***

Sekarang kita kembali pada situasi badan pegal remuk redam Anda.  Mengambil analogi dari smartphone tadi, maka silakan cek lagi apakah masih ada unsolved matter yang terjadi di masa lalu Anda seperti contoh di bawah ini:

-Pernah tersakiti dalam cinta dan belum bisa move on?
-Pernah dimaki atasan dan belum bisa memaafkan?
-Waktu kecil minta mainan dan tak kunjung dibelikan?
-Menabrak kucing di jalanan dan tak sempat menepi untuk merawatnya?
-Berharap naik jabatan namun hanya dapat PHP?
-Mengharapkan pasangan hidup  sempurna namun kenyataan sebaliknya?
-dll

Itu baru contoh sebagian dari unsolved matter yang ada di kepala kita. Masih banyak lagi situasi yang sudah dan akan menjadi unsolved matter ketika kita tidak melepaskannya. Mengikhlaskannya. Mudah mengatakannya namun menantang untuk melakukannya. Berikut saya share satu tehnik untuk mengatasi situasi tersebut. Silakan ikuti afirmasi ini:

"Aku sayang kepada diriku sendiri. Diriku penting. Lebih penting dari situasi yang ada atau akan ada. Pekerjaanku penting. Keluargaku penting. Masa depanku sangat penting. Hal tak penting tak boleh mengganggu aku. Aku lupakan masa laluku. Aku lepaskan. Aku ikhlaskan. Agar ringan langkahku. Agar mudah suksesku. Agar cepat bahagiaku. Ya Allah mudahkanlah bahagiaku semudah nafasku. Allah Yang Maha Besar hadir dalam hatiku. Ini yang membuat aku tenang. Dan aku tenang sekarang. Aku tenang. Aku bahagia. Aku sukses. Amin."
***

Bagaimana rasanya setelah mengucap afirmasi tadi? Lebih melegakan dada, meringankan kepala khan?

Dalam hipnoterapi tehnik tadi dikenal sebagai Forgiveness Therapy, dan itu baru sebagian.

Tertarik untuk mengenal tehnik luar biasa lainnya?
Segera daftarkan diri Anda di Workshop Hypnotherapy yang akan dilaksanakan pada:

SABTU-MINGGU
24-25 SEPTEMBER 2016
Pkl: 09.00-17.00 WIB

Tempat:
CAFE THERAPY
JL. JOHAR RAYA NO 27
TAMAN CIMANGGU BOGOR
***

Instruktur:
Hari Dewanto SS, CHt, CI
08179039372

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...