POSTINGAN POPULER

Wednesday, May 28, 2008

"Bukan Saya, Boss!!!"



Ini cerita tiga orang sahabat yang sedang bertugas ke Papua New Guinea. Mereka tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah itu dirawat oleh seorang pribumi setempat, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak. Selama beberapa hari semua urusan berjalan dengan lancar, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang. Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan ternyata jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari. Sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang pribumi setempat, penunggu rumah yang lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.


Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali botol anggur tersebut seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.

Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur. Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya! Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut "Not me, Boss! Selama ini saya hanya menggunakannya untuk keperluan memasak hidangan para Boss!"


My Friends, terlalu banyak kejadian yang akhirnya justru menyiksa kita sendiri, hanya karena kita malas, atau malu untuk bertanya. Kita memilih berasumsi yang belum tentu benar ketimbang mencari jawaban langsung dengan menanyakannya kepada orang yang bersangkutan. Dan terkadang hasil dari sebuah asumsi itu hanya melahirkan hal-hal lainnya yang lebih rumit, dibandingkan bila kita langsung mencari pokok masalah dengan bertanya kepada sumbernya. Satu hal lagi yang mungkin agak parah, kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang sebenarnya tidak perlu terjadi, hanya karena kita terlalu sering berasumsi.

No comments:

Artikel Unggulan

PETE MATCHING

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak ingat, kenapa saya sangat hoby makan pete. Bahkan jauh sebelum beredarnya artikel di dumay mengenai k...