POSTINGAN POPULER

Thursday, April 10, 2008

KISAH PENEBANG KAYU


Pada suatu ketika seorang penebang kayu yang sangat kuat mendatangi sebuah perusahaan penggergajian kayu untuk minta pekerjaan. Dan diapun mendapatkan pekerjaan itu. Bayarannya sangat bagus, begitu pula situasi kerjanya. Oleh karena itu si penebang kayu memutuskan untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Majikannya memberinya sebuah kapak, dan menunjukkan daerah yang harus digarapnya
Pada hari pertama si penebang kayu berhasil menebang 18 pohon. “Selamat..!” kata majikannya, “Pertahankan kualitas kerjamu” Merasa sangat termotivasi oleh pujian majikannya, si penebang kayu berusaha untuk bekerja lebih keras pada hari berikutnya, namun dia hanya berhasil menebang 15 pohon. Pada hari ketiga, meskipun dia berusaha lebih keras lagi, dia hanya berhasil menebang 10 pohon. Hari demi hari hasil tebangannya justru makin berkurang.

“Pasti aku mulai kehilangan kekuatanku”, pikir si penebang kayu. Dia lalu mendatangi majikannya untuk minta maaf, sambil berkata bahwa dia betul-betul tidak mengerti dengan apa yang terjadi padanya.
“Kapan kali terakhir kamu mengasah kapakmu ?”, majikannya bertanya.
“Mengasah kapak?, Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya terlalu sibuk menebangi pohon”
***
My Friends, begitulah hidup kita. Kadangkala kita terlalu sibuk, sehingga kita tidak meluangkan waktu kita untuk mengasah kapak kita. Saat ini orang-orang terlihat lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka tidak merasa lebih bahagia. Kenapa hal ini terjadi ? Mungkinkah karena kita telah melupakan cara untuk bertahan agar tetap tajam ?

Tidak ada yang salah dengan semua aktivitas dan kerja keras kita. Tetapi Tuhan tidak pernah menginginkan kita untuk terlalu sibuk, sampai-sampai kita mengabaikan hal yang paling penting dalam hidup kita, seperti meluangkan waktu untuk berdoa, atau membaca. Kita semua mebutuhkan waktu untuk bersantai, untuk berpikir dan merenung, untuk selalu belajar dan berkembang.

Jika kita tidak meluangkan waktu untuk mengasah kapak kita, niscaya kita akan menjadi tumpul dan mulai kehilangan efektivitas kita. Maka, marilah mulai hari ini kita pikirkan cara terbaik yang memungkinkan kita bekerja dengan lebih efektif, dan hargailah cara-cara itu.

No comments:

Artikel Unggulan

"Liatin Duitnye Tong!"

Moment tujuhbelasan seperti sekarang ini selalu meninggalkan kesan yang mendalam kepada kita yang mampu mensyukuri kemerdekaan bangsa ini. B...